Ekuivalensi J u r n a l Eko nom i B i s n i s Pengaruh FOMO (Fear Of Missing Ou. Gaya Hidup dan Kontrol Diri terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z di Kota Kediri pada Aplikasi Tiktok Shop Mochammad Saiful Khusnun 1. Meme Rukmini 2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Prodi Manajemen. Universitas Kadiri Email: saifulkhusnun@gmail. com1, meme_rukmini@unik-kediri. Abstrak Penelitian ini mengkaji dampak Fear of Missing Out (FOMO), gaya hidup, dan pengendalian diri terhadap perilaku konsumtif Generasi Z di Kota Kediri saat menggunakan TikTok Shop. Di era digital. FOMO semakin membentuk pola konsumsi, terutama di kalangan Generasi Z yang aktif menggunakan media sosial dan platform e-commerce. TikTok Shop yang memadukan jejaring sosial dengan belanja daring menarik minat pengguna muda. Dengan menggunakan pendekatan survei kuantitatif, penelitian ini melibatkan 96 responden Generasi Z di Kota Kediri. Analisis data menggunakan regresi linier berganda untuk menilai pengaruh simultan dan parsial dari variabel independen terhadap perilaku konsumtif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa FOMO secara signifikan dan positif memengaruhi perilaku konsumtif, sementara gaya hidup juga berperan penting dalam keputusan pembelian. Sebaliknya, pengendalian diri memiliki efek negatif, artinya pengendalian diri yang lebih tinggi mengurangi kecenderungan konsumtif. Secara keseluruhan, ketiga variabel ini secara signifikan membentuk perilaku belanja Generasi Z di TikTok Shop. Penelitian ini memberikan wawasan bagi bisnis dalam memahami pola konsumsi Generasi Z dan menekankan pentingnya pengendalian diri dalam mengelola tren konsumsi digital yang terus berkembang. Kata kunci: FOMO. Gaya Hidup. Pengendalian Diri. Perilaku Konsumtif. Generasi Z. Toko TikTok. Abstract This study aims to examine the impact of optimizing product innovation, digital marketing strategies, and implementing financial reports based on Micro. Small, and Medium Enterprises Financial Accounting Standards (SAK EMKM) on the competitiveness of MSMEs in Kediri City. The research method used is quantitative Pengaruh FOMO (Fear Of Missing Ou. Gaya Hidup A with a survey approach, involving 100 registered MSMEs as respondents. Data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression to understand the relationship between the variables studied. Increasing competition in the business world encourages MSMEs to continue to innovate and manage their companies more efficiently in order to be more competitive. The research findings show that by generating added value and increasing customer appeal, product innovation significantly increases the competitiveness of MSMEs. Furthermore, digital marketing tactics contribute to market expansion and improved customer Meanwhile, increasing financial transparency and making money more accessible are two benefits of implementing financial reports in line with SAK EMKM. These three elements work together to improve the overall competitiveness of MSMEs. Therefore, in order for MSMEs to grow sustainably, it is recommended that they prioritize innovation, use digital technology in marketing efforts, and implement good accounting practices. Keywords: Product Innovation. Digital Marketing. Financial Reporting. SAK EMKM. MSME Competitiveness. PENDAHULUAN Memasuki era digital saat ini, terjadi pergeseran dalam bidang perdagangan, yang tadinya bersifat langsung dan terbatas oleh ruang dan waktu, kini sudah tidak ada lagi (Bawono, dkk. , 2. (Seruni. Kepuasan konsumen terhadap e-commerce didukung oleh kemudahan bertransaksi melalui situs web yang menyediakan semacam etalase dengan berbagai produk yang dijual. Calon pembeli dapat mengakses informasi lengkap mengenai bentuk, spesifikasi, dan harga produk. Jika berminat, mereka dapat menyediakan berbagai metode pembayaran dan layanan pengiriman. Dengan hadirnya platform ini, pembeli tidak perlu lagi datang langsung ke toko untuk mendapatkan barang yang diinginkan. Cukup dengan menggunakan telepon pintar dan koneksi internet, mereka dapat dengan mudah mencari produk dan menyelesaikan transaksi tanpa harus keluar rumah (Yolanda dan Widijoko, 2013. Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Ekuivalensi | 361 Mochammad Saiful Khusnun. Meme Rukmini TikTok merupakan platform media sosial yang semakin populer dan banyak digunakan. Dikenal luas baik di Indonesia maupun global. TikTok Popularitasnya meningkat menjadikannya salah satu platform dengan jumlah pengguna terbanyak, baik secara nasional maupun internasional. Pada tahun 2023. Indonesia mencatat 99,1 juta pengguna TikTok, menjadikannya negara dengan jumlah pengguna terbesar kedua di dunia (Muharam et al. , 2023. Utami Niki Kusaini. Lusiana Wuland et , 2. TikTok, platform media sosial yang sedang berkembang, telah meraih kesuksesan besar berkat fitur-fiturnya yang inovatif dan model bisnisnya yang unik. Algoritmenya yang canggih menjadi pembeda utama, yang memberikan pengalaman yang disesuaikan bagi pengguna tanpa perlu pencarian konten aktif seperti di YouTube. Pengguna lebih mengandalkan rekomendasi algoritmik TikTok untuk menemukan video, menikmati format yang mudah dikonsumsi, dan berbagi Kesuksesan TikTok telah menginspirasi peluncuran aplikasi video berdurasi pendek lainnya seperti Instagram Reels dan YouTube Shorts, yang mengadopsi antarmuka dan fitur yang mirip dengan TikTok. Dengan menggabungkan fitur-fitur dari berbagai platform media sosial. TikTok menonjol sebagai platform visual dengan keterlibatan pengguna yang tinggi, berkat sistem rekomendasi yang dipersonalisasi dan antarmuka yang ramah pengguna untuk pembuatan dan berbagi konten. (Lee et al. , 2. TikTok merupakan salah satu aplikasi yang memungkinkan para penggunanya untuk mengekspresikan diri melalui berbagai tren yang 362 | Ekuvalensi Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Pengaruh FOMO (Fear Of Missing Ou. Gaya Hidup A dapat diikuti oleh berbagai kalangan. Mengawali kemunculannya sebagai media sosial untuk hiburan. TikTok juga menghadirkan fitur belanja daring . -commerc. TikTok Shop yang kini menjadi marketplace pilihan para netizen. Dengan jumlah pengguna yang sangat banyak. TikTok dapat dijadikan sebagai media promosi pemasaran yang menjanjikan (Fadhilah dan Saputra, 2021 dalam Iksyanti dan Hidayat, 2022: . (Seruni, 2. Pada awal tahun 2024 hingga akhir tahun 2024, pengguna aplikasi TikTok Shop mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Indonesia juga menjadi negara dengan pengguna aplikasi TikTok Shop yang sangat tinggi. Berikut ini adalah grafik pengguna aplikasi TikTok Shop di Indonesia. Gambar 1. Grafik Pengguna Aplikasi TikTok Shop di Indonesia TikTok telah menjadi platform yang sangat efektif untuk pemasaran (Akbari et al. , 2022 dalam (Haryati, 2. karena kemampuannya untuk menggabungkan konten visual dengan berbagai fitur interaktif. Bisnis dapat memanfaatkan fitur-fitur seperti Stories. Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Ekuivalensi | 363 Mochammad Saiful Khusnun. Meme Rukmini Video Pendek. Fitur Edit Video. Duo dan Stitch. Musik & Suara. Filter & Efek AR. Belanja. Komentar dan Reaksi. Streaming Langsung. Untuk Halaman Anda untuk menyampaikan pesan pemasaran mereka dengan cara yang kreatif dan menarik. Konten visual yang kaya dan estetis sangat sejalan dengan preferensi konsumen modern, yang cenderung lebih responsif terhadap gambar dan video daripada teks. Selain itu. TikTok juga memungkinkan pengguna untuk berbelanja langsung dari aplikasi melalui fitur TikTok Shopping, yang penjelajahan media sosial sehari-hari. Pengguna TikTok memiliki kebebasan untuk mengunggah berbagai konten (Oktorika et al. , 2023. UT University, 2. Munculnya berbagai tren dari para kreator konten kerap kali memicu rasa takut ketinggalan informasi atau tren tertentu. Jika kebutuhan psikologis seseorang untuk eksistensi diri tidak terpenuhi, mereka cenderung terus mencari informasi tentang orang lain melalui internet. Hal ini dapat menimbulkan perasaan tertinggal bagi individu yang tidak mengikuti tren atau aktivitas tersebut (Suhertina et al. , 2022. University, 2. Remaja cenderung memiliki perilaku konsumtif, dimana salah satu faktor utama yang mempengaruhinya adalah lingkungan sekitar (Triningtyas & Margawati, 2019. Apollo & Kurniawati, 2. Hal ini disebabkan karena mereka sulit membedakan perilaku yang pantas dan tidak pantas (Dezianti & Hidayati, 2021. Apollo & Kurniawati, 2. Ketidakmampuan dalam hal-hal yang benar-benar bermanfaat bagi diri sendiri membuat remaja lebih mudah terpengaruh oleh tren yang ada (Setiono & Dwiyanti, 2020. Apollo & Kurniawati, 364 | Ekuvalensi Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Pengaruh FOMO (Fear Of Missing Ou. Gaya Hidup A Selain itu, dorongan agar tidak merasa tertinggal atau kalah dengan teman-temannya, baik dalam gaya hidup maupun kepemilikan barang, juga menjadi pemicu perilaku konsumtif pada remaja (Triningtyas & Margawati, 2019. Apollo & Kurniawati, 2. Perilaku konsumtif merupakan fenomena dimana individu cenderung menganut gaya hidup yang mengikuti tren, gemar membeli barang baru yang tidak selalu dibutuhkan, serta memiliki minat terhadap produk-produk konsumtif yang semakin marak dalam kehidupan sehari-hari. Perilaku konsumtif merupakan suatu tindakan yang bertujuan untuk memperoleh kepuasan sebesar-besarnya dari barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan secara Individu yang memiliki kecenderungan konsumtif dapat menunjukkan respon yang negatif terhadap pengelolaan keuangan, yang berpotensi menimbulkan pemborosan dan kurangnya efisiensi dalam pengeluaran (Pratiwi & Susanti, 2022 dalam Abdullah, 2. Perilaku konsumen telah mengalami perubahan besar di era digital yang terus berkembang, terutama karena meningkatnya interaksi di media sosial. Dalam konteks ini, salah satu fenomena yang paling menonjol adalah Fear Of Missing Out (FOMO), yaitu perasaan cemas karena khawatir kehilangan kesempatan untuk berpartisipasi dalam suatu pengalaman atau pembelian yang dianggap penting. FOMO sangat memengaruhi keputusan pembelian, terutama bagi pengguna media sosial aktif yang sering terpapar konten digital. Beberapa penelitian mengenai gaya belanja online Generasi Z menunjukkan perilaku belanja yang berbeda dengan generasi lainnya. (Miswan, 2022:. dipengaruhi untuk melakukan pembelian dari kelompok referensi. Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Ekuivalensi | 365 Mochammad Saiful Khusnun. Meme Rukmini Hasil penelitian oleh Boston Consulting Group menunjukkan bahwa, generasi Z secara khusus menunjukkan perubahan dalam cara mereka melakukan pembelian dan menggunakan uang mereka secara online melalui platform e-commerce dibandingkan dengan generasi lainnya (Ahmed, 2020 dalam Venia, et al. , 2021: . (Seruni, 2. Perilaku belanja daring yang unik pada generasi Z dalam melakukan pembelian berkaitan erat dengan proses pengambilan Menurut Kotler dan Armstrong . dalam Seruni, . Proses keputusan pembelian meliputi lima tahap, yaitu keputusan pembelian, dan perilaku pasca pembelian. Namun, meskipun tahap-tahap tersebut tampak berurutan, dalam praktiknya tidak semua konsumen melalui setiap langkah secara sistematis. Beberapa individu mungkin hanya melalui satu tahap sebelum beralih ke tahap berikutnya (Agustina & Kurniawan, 2018: 32. Seruni, 2. Fear Of Missing Out (FOMO) merupakan fenomena psikologis kehilangan pengalaman, peluang, atau informasi penting yang dimiliki atau akan dinikmati orang lain. (Mainidar Sachiyati et al. , 2023 dalam Muhammad et al. , 2. Dalam pemasaran. FOMO sering digunakan untuk mendorong konsumen agar segera melakukan pembelian dengan menciptakan rasa urgensi dan eksklusivitas. Misalnya, promosi waktu terbatas atau penawaran yang hanya berlaku untuk sejumlah konsumen tertentu dapat memicu perasaan bahwa jika mereka tidak segera bertindak, konsumen akan kehilangan peluang berharga. Wirasukessa & Sanica . (Radianto & Kilay, 2. menemukan bahwa FOMO merupakan salah satu faktor terkuat di 366 | Ekuvalensi Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Pengaruh FOMO (Fear Of Missing Ou. Gaya Hidup A kalangan milenial untuk berperilaku konsumtif. Perilaku konsumtif tersebut akan memicu niat untuk terus membeli sesuatu agar tidak merasa ketinggalan zaman. Beberapa penelitian juga menemukan dampak FOMO terhadap niat pembelian (Farasandy dan Arafah, 2023. Syafaah dan Santoso, 2. (Radianto & Kilay, 2. Selain FoMO, beberapa penelitian juga menemukan bahwa influencer merupakan salah satu faktor yang memengaruhi niat pembelian (Radianto, 2017. Naziih, 2021. Agustin & Amron, 2. (Radianto & Kilay, 2. Akan tetapi, penelitian-penelitian sebelumnya lebih berfokus pada niat pembelian suatu produk tertentu atau penggunaan media sosial. Penelitian yang secara khusus mengkaji niat pembelian melalui ecommerce masih sedikit. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada analisis pengaruh FoMO dan influencer terhadap niat pembelian dalam konteks e-commerce. Penggunaan FOMO dalam strategi pemasaran tidak hanya mendorong peningkatan penjualan tetapi juga memperkuat loyalitas konsumen terhadap merek. Konsumen yang merasa terlibat dalam pengalaman eksklusif atau memiliki akses ke produk terbatas cenderung memiliki hubungan emosional yang lebih kuat dengan merek tersebut. Prahalad dan Ramaswamy . (Az-zahra & Faiz, 2. dalam "The Future of Competition" menekankan pentingnya keterlibatan konsumen dalam menciptakan nilai bersama yang unik dan personal. Dalam konteks ini. FOMO dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan keterlibatan konsumen dan menciptakan pengalaman yang membedakan merek dari pesaing. Gaya hidup berperan dalam membentuk perilaku konsumen, karena gaya hidup menentukan kebutuhan, keinginan, dan pola Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Ekuivalensi | 367 Mochammad Saiful Khusnun. Meme Rukmini Semakin tinggi tingkat gaya hidup seseorang, maka kecenderungan untuk bersikap konsumtif akan semakin besar (Mila et , 2023. Abdullah, 2. Selain itu, pengendalian diri juga berperan dalam mengendalikan perilaku konsumen. Seseorang dengan tingkat pengendalian diri yang tinggi lebih mampu menahan keinginan untuk bertindak di luar norma sosial, sehingga cenderung memiliki perilaku yang lebih terkendali. Dengan demikian, semakin kuat pengendalian diri, maka kecenderungan konsumen seseorang akan semakin rendah (Siallagan et al. , 2021. Abdullah, 2. Gaya mengekspresikan dirinya melalui berbagai aktivitas, minat, dan pandangan yang dilakukan secara konsisten. (Rika Septyaningtyas et , 2. Gaya hidup mencerminkan cara seseorang dalam mengelola keuangan dan waktu. Seiring berjalannya waktu, tren gaya hidup terus berkembang dan banyak individu yang secara bertahap beradaptasi dengan perubahan tersebut. Selain itu, generasi muda saat ini cenderung mengalami Fear Of Missing Out (FoMO), yaitu rasa takut tertinggal dari orang lain dalam berbagai aspek kehidupan. FoMO memicu keinginan untuk selalu menjadi yang terdepan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk mengikuti tren gaya hidup terkini. Tingkat FoMO yang tinggi sering dikaitkan dengan meningkatnya pengeluaran konsumen dan kurangnya perencanaan keuangan yang baik. (Rika Septyaningtyas et al. , 2. Pengendalian memperbaiki, mengatur, dan mengarahkan perilaku yang dapat membuahkan hasil yang positif, serta dikembangkan oleh individu 368 | Ekuvalensi Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Pengaruh FOMO (Fear Of Missing Ou. Gaya Hidup A dalam menjalani proses kehidupan, termasuk dalam menghadapi situasi di lingkungannya (Marsela & Supriatna, 2019 dalam Farhana. Dengan kata lain, pengendalian diri dapat diartikan sebagai pembentukan pola perilaku seseorang meliputi segala proses yang terbentuk dalam diri individu berupa pengendalian fisik, psikis, dan FOMO. Gaya Hidup dan Pengendalian Diri sangat berpengaruh terhadap Perilaku Konsumen, sehingga peneliti mengambil 3 variabel tersebut sebagai variabel dan di Kota Kediri sendiri terdapat generasi z yang saat ini sedang gencar menggunakan aplikasi TikTok Shop untuk melakukan pembelian barang-barang yang bagus dan sedang tren pada aplikasi TikTok Shop. Penggunaan aplikasi ini juga memberikan kemudahan yang besar dalam melakukan proses pembelian sehingga dapat menarik minat pembeli untuk membeli barang pada aplikasi Maka berdasarkan penjelasan diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang AuPengaruh Fomo (Fear Of Missing Ou. Gaya Hidup dan Kontrol Diri terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z di Kota Kediri pada Aplikasi Tiktok ShopAy. TINJAUAN PUSTAKA Perilaku Konsumtif Perilaku konsumtif adalah kecenderungan seseorang untuk membeli barang atau jasa secara berlebihan, yang sering kali didorong oleh keinginan emosional daripada kebutuhan rasional, sehingga dapat menimbulkan Menurut penelitian Abadi dkk. , perilaku konsumtif Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Ekuivalensi | 369 Mochammad Saiful Khusnun. Meme Rukmini ditandai dengan keinginan untuk melakukan pembelian secara berlebihan, berbelanja melebihi kebutuhan sebenarnya, dan mudah tergoda dengan tawaran diskon. FOMO FoMO (Fear of Missing Ou. merupakan isu sosial yang dapat menyebabkan individu mengalami ketakutan, kekhawatiran, dan kecemasan (Suhartini & Maharani, 2023, dalam Dewanata PH, 2. Hal ini menyebabkan rasa gelisah dan curiga yang terus-menerus. FoMO memengaruhi kehidupan sehari-hari, termasuk masalah keuangan. Gaya hidup Gaya hidup juga mencakup faktor-faktor seperti pekerjaan, status sosial, keuangan, dan lingkungan tempat tinggal. Gaya hidup memberikan gambaran menyeluruh tentang bagaimana seorang individu atau sekelompok orang menjalani kehidupan sehari-harinya. Menurut Kotler dan Keller . dalam Dewanata PH . , gaya hidup adalah cara hidup individu yang diekspresikan melalui aktivitas, minat, dan pendapat. Pengendalian Diri Pengendalian diri adalah kemampuan individu untuk mengatur dorongan, baik internal maupun eksternal. Individu dengan pengendalian diri yang kuat dapat membuat keputusan dan mengambil tindakan yang efektif untuk mencapai hasil yang diinginkan sambil menghindari hasil yang tidak diinginkan (Thalib, 2. Berdasarkan kerangka hipotesis yang telah diuraikan di atas, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Pengaruh FOMO (Fear of Missing Ou. terhadap perilaku konsumen Generasi Z di Kota Kediri pada aplikasi TikTok Shop. 370 | Ekuvalensi Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Pengaruh FOMO (Fear Of Missing Ou. Gaya Hidup A Pengaruh gaya hidup terhadap perilaku konsumen Generasi Z di Kota Kediri pada aplikasi TikTok Shop. Pengaruh pengendalian diri terhadap perilaku konsumen generasi Z di Kota Kediri pada aplikasi TikTok Shop. Pengaruh simultan FOMO (Fear of Missing Ou. , gaya hidup, dan pengendalian diri terhadap perilaku konsumen Generasi Z di Kota Kediri pada aplikasi TikTok Shop. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, sehingga data yang dikumpulkan berasal dari data Metode survei dipilih karena memungkinkan pengumpulan data langsung dari lokasi penelitian melalui berbagai teknik, seperti penyebaran kuesioner, pengujian, dan wawancara terstruktur (Haryana. Penelitian ini dilakukan di Kota Kediri dengan fokus pada Generasi Z yang tinggal di daerah tersebut. Penelitian ini mencakup seluruh Generasi Z yang berdomisili di Kota Kediri. Penelitian ini tidak hanya membatasi populasi pada jumlah orang saja, tetapi juga membatasi populasi pada karakteristik tertentu yang telah ditetapkan sebagai kriteria penelitian (Oscar & Sumirah, 2. Oleh karena itu, populasi dipahami bukan hanya sebagai sekumpulan individu, tetapi juga sebagai komponen yang melekat pada diri mereka. Menurut Sugiyono . , sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, yaitu metode pemilihan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu. Responden dalam penelitian ini adalah Generasi Z yang berdomisili di Kota Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Ekuivalensi | 371 Mochammad Saiful Khusnun. Meme Rukmini Kediri. Karena besarnya populasi tidak diketahui secara pasti, maka besarnya sampel dihitung dengan menggunakan rumus Lemeshow sebagai berikut: Hasil perhitungan menunjukkan jumlah sampel yang dibutuhkan adalah 96 responden. Namun, untuk meminimalkan risiko kehilangan data, jumlah sampel ditambah menjadi 100 responden. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder, di mana data primer diperoleh langsung dari responden terpilih, sedangkan data sekunder berasal dari jurnal ilmiah, buku, media daring, dan referensi lain yang relevan. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga metode utama, yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner. Observasi dilakukan dengan mengamati langsung subjek penelitian, sedangkan wawancara berupa diskusi terstruktur antara peneliti dan informan untuk menggali informasi lebih dalam. Sementara itu, kuesioner disebarkan secara daring melalui Google Forms kepada Generasi Z di Kota Kediri. Dalam penelitian ini, masing-masing variabel diukur menggunakan Skala Likert dengan lima tingkatan jawaban. Sangat Setuju (Skor . Setuju (Skor . 372 | Ekuvalensi Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Pengaruh FOMO (Fear Of Missing Ou. Gaya Hidup A Netral (Skor . Tidak setuju (Skor . Sangat Tidak Setuju (Skor . Y = 0 1X1 2X2 2X3 A Di mana: = Perilaku Konsumen = Konstan 1, 2, 3 = Koefisien regresi untuk variabel independen X1. X2. = Variabel independen (FOMO, gaya hidup, dan pengendalian dir. = Istilah kesalahan Selain itu, dilakukan uji asumsi klasik untuk memastikan model regresi telah memenuhi standar statistik. Uji tersebut meliputi uji normalitas dengan metode Kolmogorov-Smirnov, uji multikolinearitas heteroskedastisitas dengan menggunakan scatterplot. Penelitian ini juga meliputi berbagai uji hipotesis, seperti uji F untuk menganalisis pengaruh simultan variabel bebas terhadap variabel terikat, uji t untuk menguji pengaruh masing-masing variabel bebas secara parsial, dan koefisien determinasi (RA) untuk mengukur sejauh mana variabel bebas mampu menjelaskan variabel terikat. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Instrumen Uji Validitas Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Ekuivalensi | 373 Mochammad Saiful Khusnun. Meme Rukmini Tabel 1 Hasil Uji Validitas Koefisien Variabel Korelasi . Informasi takut ketinggalan Indikator X1. Sah Indikator X1. Sah Indikator X1. Sah Indikator X1. Sah Gaya hidup Indikator X2. 0,774 tahun Sah Indikator X2. 0,587 tahun Sah Indikator X2. Sah Indikator X2. Sah Pengendalian Diri Indikator X3. Sah Indikator X3. Sah Indikator X3. 0,537 tahun Sah Indikator X3. 0,592 Sah Perilaku Konsumen Indikator Y1 0,964 tahun Sah Indikator Y2 0,174 tahun Sah Indikator Y3 Sah Indikator Y4 0,964 tahun Sah Sumber: data olahan, 2025 Tabel 1 menunjukkan hasil uji validitas untuk berbagai indikator dalam penelitian ini. Semua nilai koefisien korelasiBahasa Indonesia:. lebih besar dari r tabel sebesar 0,169, sehingga masing-masing indikator dinyatakan 374 | Ekuvalensi Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Pengaruh FOMO (Fear Of Missing Ou. Gaya Hidup A Dengan demikian, semua indikator telah memenuhi standar validitas dan dapat digunakan dalam analisis Uji Keandalan Tabel 2 Hasil Uji Keandalan Variabel Alfa Cronbach Indikator X1. Indikator X1. Indikator X1. 0,950 0,950 0,950 Indikator X1. 0,950 Kondisi Ketentuan takut ketinggalan Informasi Dapat diandalkan Dapat diandalkan Dapat diandalkan Dapat Gaya hidup Indikator X2. Indikator X2. Indikator X2. Indikator X2. Dapat Dapat Dapat Dapat Pengendalian Diri Indikator X3. Indikator X3. Indikator X3. Indikator X3. Indikator Y1 0,875 Perilaku Konsumen Dapat Dapat Dapat Dapat Dapat Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Ekuivalensi | 375 Mochammad Saiful Khusnun. Meme Rukmini Indikator Y2 0,875 Indikator Y3 0,875 Indikator Y4 0,875 Dapat Dapat Dapat Sumber: data olahan, 2025 Tabel 2 menyajikan hasil uji reliabilitas yang diukur dengan menggunakan nilai Cronbach's Alpha. Semua indikator mempunyai nilaiBahasa Indonesia:di atas 0,6, menunjukkan bahwa instrumen penelitian ini reliabel. Oleh karena itu, setiap item dalam penelitian ini dapat dianggap sebagai instrumen pengukuran yang konsisten dan reliabel. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 3 Hasil Uji Normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov Uji Kolmogorov-Smirnov Satu Sampel Residu Tak Terstandarisas Parameter Berarti ,0000000 Normala,b Deviasi Standar ,51432137 Perbedaan Mutlak ,311 Paling Positif ,259 Ekstrem Negatif -,311 Statistik Uji ,311 Asimptomatik Sig. -eko. c ,000 376 | Ekuvalensi Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Pengaruh FOMO (Fear Of Missing Ou. Gaya Hidup A Monte Tanda tangan. Carlo Sig. Interval Batas . -eko. Kepercayaa Bawah n 99% Batas Atas ,000 ,000 ,000 Distribusi uji adalah Normal. Dihitung dari data. Koreksi Signifikansi Lilliefors. Metode Lilliefors berdasarkan 10. 000 sampel Monte Carlo dengan benih awal 2. Sumber: data olahan, 2025 Berdasarkan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, nilai Asymp. Sig diperoleh sebesar 0,000, yang berarti lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa data dalam penelitian ini tidak terdistribusi secara normal. Uji Heteroskedastisitas Gambar 1 Hasil Heteroskedastisitas Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Ekuivalensi | 377 Mochammad Saiful Khusnun. Meme Rukmini Sumber: data olahan, 2025 Hasil uji heteroskedastisitas menunjukkan bahwa titik-titik data terdistribusi secara acak di sekitar nol pada sumbu Y tanpa pola Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penelitian ini bebas dari masalah heteroskedastisitas. Analisis Regresi Linier Berganda Tabel 4 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Koefisien Koefisien Tak Koefisien Terstandarisasi Standar Kesalahan Bahasa Model Standar Inggris 1 (Konsta. 007 orang ,561 ,450 ,057 ,598 ,010 ,298 ,055 ,048 ,012 ,380 ,186 Tanda ,000 ,000 ,853 ,000 Variabel Terikat: Y Sumber: data olahan, 2025 Tabel 4 menyajikan hasil analisis regresi linier berganda, dengan persamaan sebagai berikut: Y = 5,007 0,450X1 0,010X2 0,298X3 A Interpretasi model regresi: Jika nilai FOMO (X. Gaya Hidup (X. , dan Pengendalian Diri (X. Bahasa Indonesia:adalah nol, maka nilai Perilaku Konsumtif (Y) adalah 5,007. Peningkatan FOMO sebesar 100% akan meningkatkan Perilaku Konsumen sebesar 45%. 378 | Ekuvalensi Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Pengaruh FOMO (Fear Of Missing Ou. Gaya Hidup A Peningkatan Gaya Hidup sebesar 100% hanya meningkatkan Perilaku Konsumtif sebesar 1%. Peningkatan Pengendalian Diri sebesar 100% akan meningkatkan Perilaku Konsumtif sebesar 29,8%. Pengujian Hipotesis Uji t (Uji Parsia. Tabel 5 Hasil Uji t (Uji Parsia. Koefisien Koefisien Tak Koefisien Terstandarisasi Standar Kesalahan Bahasa Model Standar Inggris 1 (Konsta. 007 orang ,561 ,450 ,057 ,598 ,010 ,298 ,055 ,048 ,012 ,380 ,186 Tanda ,000 ,000 ,853 ,000 Variabel Terikat: Y Sumber: data olahan, 2025 Seperti yang dapat dilihat pada tabel di atas, dapat FOMO memiliki pengaruh signifikan terhadap Perilaku Konsumen . ilai-p < 0,05, t hitung > t tabe. Gaya Hidup tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Perilaku Konsumtif . -value > 0,05, t hitung < t Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Ekuivalensi | 379 Mochammad Saiful Khusnun. Meme Rukmini Pengendalian Diri mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Perilaku Konsumtif . -value < 0,05, t hitung > t Uji F (Uji Simulta. Tabel 6 Hasil Uji F (Uji Simulta. Analisis Varians Model Regresi Jumlah Kuadrat 292 orang Sisa Total 158 orang Variabel Terikat: Y Kuadrat Rata-rata 431 orang 246. ,273 Tanda ,000 Prediktor: (Konsta. X3. X2. X1 Sumber: data olahan, 2025 Hasil uji F menunjukkan bahwa dengan nilai F hitung sebesar 246,776 dan nilai p di bawah 0,05, variabel FOMO, gaya hidup, dan pengendalian diri secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku konsumen. Uji Koefisien Determinasi (R. Tabel 7 Hasil Uji R-Square Ringkasan Model Model R Kuadrat Disesuaika R Persegi ,944a ,891 ,887 380 | Ekuvalensi Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Kesalahan Standar Estimasi ,52273 Statistik Perubahan Perubahan R Kuadrat ,891 Pengaruh FOMO (Fear Of Missing Ou. Gaya Hidup A Prediktor: (Konsta. X3. X2. X1 Variabel Terikat: Y Sumber: data olahan, 2025 Dengan nilai Adjusted R Square sebesar 0,887, variabel FOMO, gaya hidup, dan pengendalian diri mampu menjelaskan 88,7% variasi perilaku konsumen. Sementara itu, sisanya sebesar 11,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam model penelitian ini. Pembahasan Pengaruh FOMO (Fear Of Missing Ou. terhadap Perilaku Konsumen FOMO memegang peranan penting dan merupakan faktor utama yang memengaruhi perilaku konsumen. Temuan ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa individu dengan tingkat FOMO yang tinggi lebih rentan tergoda untuk membeli produk Pengaruh Gaya Hidup terhadap Perilaku Konsumtif Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa gaya hidup tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku konsumen Temuan ini bertentangan dengan beberapa penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa gaya hidup berperan dalam membentuk perilaku konsumen seseorang. Pengaruh Pengendalian Diri terhadap Perilaku Konsumtif Pengendalian diri memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku konsumen. Individu dengan tingkat pengendalian diri yang Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Ekuivalensi | 381 Mochammad Saiful Khusnun. Meme Rukmini tinggi cenderung lebih mampu menahan keinginan untuk membeli barang-barang yang sedang tren. Pengaruh Simultan FOMO. Gaya Hidup dan Pengendalian Diri terhadap Perilaku Konsumtif Secara keseluruhan, ketiga faktor tersebut berperan dalam membentuk perilaku konsumen Generasi Z di Kota Kediri dalam menggunakan aplikasi TikTok Shop. PENUTUP Simpulan dan Saran Berdasarkan penelitian tentang pengaruh FOMO (Fear Of Missing Ou. , gaya hidup, dan pengendalian diri terhadap perilaku konsumen Generasi Z di Kota Kediri dalam menggunakan aplikasi TikTok, ditemukan hasil sebagai berikut: Pengaruh FOMO terhadap Perilaku Konsumen FOMO memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perilaku konsumen, dengan tingkat signifikansi sebesar 100% . ilai signifikansi 0,000 < 0,. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat FOMO, maka semakin besar pula kemungkinan Generasi Z untuk mengelola kecemasannya dan tidak selalu terpengaruh oleh tren di TikTok. Pengaruh Gaya Hidup terhadap Perilaku Konsumtif Gaya hidup tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku konsumen, dengan kontribusi sebesar 15% . ilai signifikan 0,853 > 0,. Hal ini menunjukkan bahwa gaya hidup bukanlah faktor utama yang mendorong Generasi Z untuk berbelanja di TikTok, terutama jika tidak ada kebutuhan yang mendesak. 382 | Ekuvalensi Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Pengaruh FOMO (Fear Of Missing Ou. Gaya Hidup A Pengaruh Pengendalian Diri terhadap Perilaku Konsumtif Pengendalian diri memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku konsumen, dengan tingkat kontribusi mencapai 100% . ilai signifikan 0,000 < 0,. Semakin tinggi kemampuan pengendalian diri, maka semakin besar pula kemampuan Generasi Z di Kota Kediri dalam membatasi perilaku konsumennya saat berbelanja di TikTok. Pengaruh Bersamaan dari FOMO. Gaya Hidup, dan Pengendalian Diri Secara keseluruhan. FOMO, gaya hidup, dan pengendalian diri secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku konsumen, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa ketiga faktor tersebut secara bersama-sama memegang peranan penting dalam membentuk pola konsumsi Generasi Z di Kota Kediri. Variabel Dominan yang Mempengaruhi Perilaku Konsumtif Faktor yang paling dominan dalam memengaruhi perilaku konsumen adalah FOMO dan pengendalian diri, yang masing-masing memiliki pengaruh sebesar 100%. Hal ini menegaskan bahwa kedua variabel tersebut memiliki peran besar dalam membentuk pola konsumsi Generasi Z di TikTok. Penelitian menunjukkan bahwa masyarakat harus lebih diedukasi mengenai dampak psikologis FOMO dan teknik pengelolaan uang agar lebih mampu mengendalikan apa yang dibeli di TikTok. Generasi Z dapat lebih bijak dalam mengendalikan konsumsi impulsif yang dipicu tren media sosial dengan membantu kampanye literasi digital dan Selain itu, gaya hidup tidak terlalu memengaruhi pola Vol. 11 No. 2 Oktober 2025 Ekuivalensi | 383 Mochammad Saiful Khusnun. Meme Rukmini konsumsi sehat, tetapi orang tua dan lingkungan sosial tetap memegang peranan penting. Selain itu, pemerintah dan platform ecommerce harus membuat regulasi yang membatasi iklan yang berfokus pada konsumen muda. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor psikologis lain yang memengaruhi perilaku konsumen dan efektivitas intervensi dalam mengurangi dampak FOMO pada pola konsumsi Generasi Z. Pendekatan psikologis seperti meningkatkan DAFTAR PUSTAKA