WADIAH: Jurnal Perbankan Syariah Vol 10. No 2 . : Hal 24 - 57 DOI : https://doi. org/10. 30762/wadiah. Analisis Pengaruh Non Performing Financing (NPF). Dana Pihak Ketiga (DPK). Dan Capital Adequacy Ratio (CAR) Terhadap Asset Liquidity Manajemen (ALMA) Bank Umum Syariah Di Indonesia Periode 2020 Ae 2024 Elvira Damayanti1. Asriani2. Rosydalina Putri3 Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Lampung, 1,2,3 Indonesia elvira08@gmail. com1, asriani@radenintan. putri@radenintan. Abstract This study aims to analyze the effect of Non-Performing Financing (NPF). Third-Party Funds (DPK), and Capital Adequacy Ratio (CAR) on Asset Liquidity Management (ALMA) in Islamic Commercial Banks in Indonesia for the period 2020-2024. The main issue addressed in this study is the instability of Islamic banking liquidity, which is influenced by financing risk, fluctuations in public funds, and bank capital adequacy, particularly in the post-COVID-19 pandemic period. This study employs a quantitative approach using secondary data in the form of financial statements of Islamic Commercial Banks obtained from the Islamic Banking Statistics published by the Financial Services Authority (OJK). The sample consists of 10 Islamic Commercial Banks selected using purposive sampling. The data analysis technique used is panel data regression processed using EViews 13 The results show that partially. Non-Performing Financing (NPF) has a negative but insignificant effect on ALMA. Meanwhile. Third-Party Funds (DPK) and Capital Adequacy Ratio (CAR) have a negative and significant effect on ALMA in Islamic Commercial Banks in Indonesia during the 2020-2024 period. These findings indicate that although theoretically financing quality, third-party fund mobilization, and capital adequacy influence liquidity management, in practice banks tend to adopt more conservative strategies in maintaining liquidity. This study is expected to | DOI: http://10. 30762/wadiah. provide valuable insights for Islamic bank management and regulatory authorities in strengthening adaptive and sustainable liquidity management Keywords: Non Performing Financing. Third-Party Funds. Capital Adequacy Ratio. Asset Liquidity Management. Islamic Commercial Banks Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Non Performing Financing (NPF). Dana Pihak Ketiga (DPK), dan Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Asset Liquidity Management (ALMA) pada Bank Umum Syariah di Indonesia periode 2020-2024. Permasalah utama dalam penelitian ini adalah ketidakstabilan likuiditas perbankan syariah yang dipengaruhi oleh risiko pembiayaan, fluktuasi dana masyarakat, serta kemampuan permodalan bank, khususnya pada masa pascapandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan Bank Umum Syariah yang diperoleh dari Statistik Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sampel penelitian terdiri dari 10 Bank Umum Syariah yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi data panel dengan model Fixed Effect Model (FEM) yang diolah menggunakan perangkat lunak Eviews 13. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial NPF berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap ALMA. Sementara itu DPK dan CAR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ALMA pada Bank Umum Syariah di Indonesia periode Temuan ini menunjukan bahwa meskipun secara teoritis kualitas pembiayaan, penghimpunan dana pihak ketiga, dan kecukupan modal memengaruhi pengelolaan likuiditas, namun dalam praktiknya bank cenderung menerapkan strategi yang lebih konservatif dalam menjaga Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi manajemen bank syariah dan otoritas terkait dalam memperkuat strategi pengelolaan likuiditas yang adaptif dan keberlanjutan. Kata Kunci: Non Performing Financing. Dana Pihak Ketiga. Capital Adequacy Ratio. Asset Liquidity Management. Bank Umum Syariah PENDAHULUAN Eksistensi perbankan Syariah di Indonesia saat ini semakin Hal tersebut ditunjukkan dengan semakin tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Bank Syariah di Indonesia. 1 Dengan semakin berkembangnya bank syariah, maka Rosydalina Putri. AuPengaruh Rasio Keuangan Dalam Memprediksi Financial Distress Pada Bank Umum Syariah,Ay Fidusia: Jurnal Keuangan Dan Perbankan 4, no. P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. semakin tinggi pula risiko yang dihada. i keuangan. 2 Dalam melaksanakan kegiatan oprasionalnya, dibutuhklan sistem pengelolaan yang efektif agar bank mampu menghadapi tantangan dan risiko yang muncul. 3 Salah satu aspek penting dalam pengelolaan tersebut adalah Asset Liability Management (ALMA), yaitu strategi yang digunakan untuk menjaga keseimbangan antara aset dan kewajiban bank guna mendukung likuiditas dan stabilitas keuangan secara berkelanjutan. Asset Liability Management (ALMA) merupakan strategi manajerial yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara aset dan kewajiban bank secara efisien. Dalam konteks perbankan syariah, penerapan ALMA harus tetap memperhatikan prinsip kehatihatian tanpa melanggar nilai-nilai syariah: Ketidakseimbangan seperti tingginya NPF, penurunan DPK, dan lemahnya CAR dapat mengakibatkan kegagalan ALMA dalam mengelola risiko likuiditas. Oleh sebab itu, sinergi antara penerapan ALMA dan pemantauan indikator keuangan makro perlu ditingkatkan guna menjaga stabilitas keuangan bank. Dalam ranah keuangan syariah, pengelolaan likuiditas memegang peran sentral untuk menjagai keseimbangan operasional, memperkuat kepercayaan nasabah dan mendorong pertumbuhan Bank Umum Syariah (BUS) dii Indonesiai menghadapii tekananlikuiditas yang semakin besar, khususnyai sejak pandemii COVIiD-19 yang menyebabkan peningkatan rasio Non Performing Financing (NPF) dan ketidak stabilan danai pihak ketigai (DPK). Likuiditas BUS tidak hanyai dipengaruhi oleh kondisi internal, tetapi juga oleh faktor eksternal seperti fluktuasi ekonomi global serta kebijakan moneter dalam negeri. Oleh karena itu, pemahaman terhadap perain indikator keuangan dalam sistem ALMAi menjadii sangat penting guna memperkuat daya tahan sistem keuangan Rosydalina Putri. AuPartisipasi penyusunan anggaran dan motivasi kerja terhadap kinerja manajerial bank syariah,Ay Fidusia: Jurnal Keuangan Dan Perbankan 4, no. : 17Ae Asriani Asriani. Agus Kurniawan, dan Alief Rakhman Setyanto. AuThe Contribution of Indonesian Islamic Banks to Economic Growth Post-Merger: Opportunities and Challenges,Ay Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam 9, no. : 1068Ae Azizah Nur Siti. AuAnalisis pengaruh CAR. FDR, dan NPF terhadap profitabilitas pada Bank Umum Syariah di Indonesia,Ay JRKA 10, no. : 45Ae57. P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. Secara teoritis, pengelolaan likuiditas perbankan dapat dijelaskan melalui beberapa teori manajemen likuiditas. Commercial Loan Theory menyatakan bahwa likuiditas bank akan terjaga apabila pembiayaan yang diberikan bersifat jangka pendek dan dapat segera kembali menjadi kas, sehingga peningkatan pembiayaan bermasalah (NPF) berpotensi mengganggu kemampuan bank dalam memenuhi kebutuhan likuiditas. Shiftability Theory menjelaskan bahwa likuiditas dapat dipertahankan melalui kepemilikan aset yang mudah dialihkan atau dicairkan tanpa mengalami penurunan nilai yang signifikan. Sementara itu. Anticipated Income Theory menekankan bahwa kemampuan bank dalam menjaga likuiditas bergantung pada kelancaran arus kas yang berasal dari pengembalian pembiayaan oleh nasabah. Selain itu. Liability Management Theory menjelaskan bahwa bank dapat memenuhi kebutuhan likuiditas melalui kemampuan menghimpun sumber dana dari masyarakat, sehingga Dana Pihak Ketiga (DPK) menjadi salah satu faktor penting dalam pengelolaan likuiditas. Dalam konteks perbankan syariah, kecukupan modal yang tercermin dalam Capital Adequacy Ratio (CAR) juga berperan sebagai penyangga risiko yang mendukung stabilitas likuiditas bank. Oleh karena itu. NPF. DPK, dan CAR secara teoritis memiliki keterkaitan yang erat dengan efektivitas Asset Liability Management (ALMA) dalam menjaga keseimbangan antara aset, liabilitas, dan kebutuhan likuiditas bank syariah. Kemampuan Bank Umum Syariah (BUS) dalam menjaga kestabilan likuiditas merupakan aspek krusial untuk memastikan kelangsungan operasional, terutama dii tengah gangguan keuangan global sepertii pandemii COVIiD-19 yang memengaruhi berbagaii sektor industrii. Salah satu ukuran utama dari kesehatan likuiditas bank adalah seberapa cepat aset dapat diubah menjadi kas tanpa mengalami penurunan nilai yang berarti dalam waktu singkat. Dalam sistem perbankain syariah, prinsip kehatii-hatian dan pengelolaan risiko menjadi landasan utama dalam menjaga efisiensi pengelolaan Angrum Pratiwi. AuPengaruh Kualitas Penerapan Good Corporate Governance (GCG) terhadap Kinerja Keuangan,Ay Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam 2, no. : 55Ae76, https://doi. org/10. 21093/at. Dwi Putri Lestari dan Lina Nugraha Rani. AuAnalisis Faktor Internal dan Eksternal yang Mempengaruhi Likuiditas Bank Umum Syariah di Indonesia,Ay Jurnal Ekonomi Syariah P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. Non Performing Financing (NPF) berperan sebagai indikator penting untuk menilai kualitas aset di bank syariah. Tingginya rasio NPF menunjukkan banyaknya pembiayaan yang tidak berjalan lancar, yang mengakibatkan dana tersangkut pada aset yang tidaik menghasilkan dan menghambat perputaran kas. Kondisi ini mengurangii kemampuan bank dalam memenuhi kebutuhan 7 menyatakan bahwa NPF memberikan dampak negatif dan signifikan terhadap likuiditas BUS, karena tingginya NPF menandakan kelemahan dalam manajemen risiko pembiayaan. Dana Pihak Ketigai (DPK) adalah sumber danai utamai yang digunakan bank syariah untuk mendanai kegiatan operasionalnya. DPK terdirii atas giro, tabungan, dan deposito darii masyarakat. Stabilitas dalam penghimpunan DPK dapat memperkuatlikuiditas bank dan meningkatkan kapasitas pembiayaan. Namun, ketergantungan yang terlalu tinggi terhadap DPK tanpa adanya strategi diversi fikasi berpotensi menyebabkan fluktuasi dana yaing tajam, terutama saat terjadi penarikan dana besar-besaran. menunjukkan bahwa meskipun DPK berdampak positif terhadap likuiditas, tingkat sensitivitasnya terhadap kondisi ekonomi eksternal seperti inflasi tetap menjadi isiko. Peningkatan jumlah DPK tanpa diningi strategi pembiayaan yang optimal justru berisiko menurunkan kekuatan likuiditas jangka pendek. Oleh karena itu, pengelolaan DPK perlu dilakukan secara hati-hati dengan mengedepankan prinsip kepercayaan dan pendekatan hubungan jangka panjang guna menjaga keseimbangan ALMA. Capital Adequacy Ratio (CAR) menggambarkan ketahanan modal bank dalam menghadapi risiko, termasuk risiko likuiditas. Tingkat CAR yang tinggi menunjukkan kemampuan bank untuk Teori dan Terapan 9, no. : 559Ae72, https://doi. org/10. 20473/vol9iss20224pp559572. Iin Emy Prastiwi. Muhammad ThoAoin, dan Oktaviani Alvita Kusumawati. AuFaktor Internal yang Mempengaruhi Likuiditas Bank Syariah: Analisis Rasio Capital Adequacy Ratio (CAR). Dana Pihak Ketiga (DPK). Non Performing Financing (NPF),Ay Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam 7, no. : 1107Ae16, https://doi. org/10. 29040/jiei. Nida Nusaibatul Adawiyah dan Nur Azifah. AuFaktor-Faktor Yang Mempengaruhi Likuiditas Pada Bank Umum Syariah Di Indonesia,Ay Jurnal Ilmiah Ekonomi Bisnis 25, no. : 238Ae48, https://doi. org/10. 35760/eb. Siskiya Febrin dan Muhammad Sulhan. AuAnalisis Pengaruh Penilaian Kesehatan Bank melalui Komponen RGEC terhadap Nilai Perusahaan Bank Umum Syariah di Indonesia yang Dimoderasi oleh Dana Pihak Ketiga,Ay Jurnal Ekonomi dan Bisnis 10, no. 103Ae15. P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. menanggung potensi kerugian dari pembiayaan bermasalah atau penarikan dana mendadak. Dalam konteks syariah. CAR juga mencerminkan penerapan prinsip kehati-hatian dalam aktivitas 10 Menegaskan bahwa CAR berkontribusi besar dalam memperkuat likuiditas BUS, khususnya pada saat tekanan ekonomi pasca pandemi. Capital Adequacy Ratio (CAR) mencerminkan kemampuan permodalan bank dalam menanggung berbagai risiko keuangan Tingkat CAR yang tinggi berfungsi sebagai penyangga untuk mengantisipasi lonjakan NPF maupun penarikan dana oleh nasabah. Menekankan bahwa rasio CAR yang memadai berkontribusi positif terhadap efektivitas pengelolaan likuiditas. Artinya, bank yang konsisten menjaga CAR di atas batas minimum yang ditetapkan oleh OJK umumnya memiliki sistem ALMA yang lebih tanggap dan fleksibel dalam menghadapi tekanan finansial. Periode 2020 hingga 2024 diwarnai oleh dinamika ekonomi yang kompleks, termasuk pandemi COVID-19, perubahan suku bunga, serta perkembangan teknologi digital dalam sektor keuangan. Tantangan-tantangan ini menuntut bank syariah untuk memiliki sistem manajemen aset dan kewajiban yang adaptif dan tahan terhadap guncangan. Dalam konteks ini, pemahaman yang mendalam mengenai bagaimana NPF. DPK, dan CAR memengaruhi likuiditas aset menjadi sangat penting untuk dikaji. Terlihat jelas bahwa selama periode 2020-2024, rasio Non Performing Financing (NPF). Dana Pihak Ketiga (DPK), dan Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank Umum Syriah mengalami perubahan yang signifikan. NPF menunjukan penurunan yang signifikan. NPF menunjukan kenaikan pada tahun 2021 dan mulai menurun di tahun 2023 kemudian meningkat kembali di tahun 2024, yang menggambarkan fluktuasi kualitas investasi dan kesetabilan Chavia Gilrandy La Difa. Diharpi Herli Setyowati, dan Ruhadi Ruhadi. AuPengaruh FDR. NPF. CAR, dan BOPO Terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia,Ay Journal of Applied Islamic Economics and Finance 2, no. : 333Ae41, https://doi. org/10. 35313/jaief. Dewi Utari Safitriani. AuPengaruh DPK. NPF. FDR. CAR dan ROA terhadap Manajemen Likuiditas dalam Perbankan Syariah,Ay Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam 8, no. : 3074, https://doi. org/10. 29040/jiei. Nurul Mahmudah dan Ririh Sri Harjanti. AuAnalisis Capital Adequacy Ratio. Financing to Deposit Ratio. Non Performing Financing, dan Dana Pihak Ketiga terhadap Tingkat Profitabilitas Bank Umum Syariah Periode 2011-2013,Ay Seminar Nasional Iptek Terapan 1, 1 . : 134Ae43. P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. manajemen risiko. DPK mengalami pertumbuhan yang relatif stabil yang menunjukan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perbankan syariah semakin meningkat. Sebaliknya. CAR meningkat signifikan pada tahun 2022 dan kemudian turun pada tahun 2024, menunjukan penurunan kekuatan permodalan bank. Fluktuasi variabel ketiga menunjukan bahwa stabilitas likuiditas bank syariah masih tidak setabil. Oleh karena itu, perlu dikaji pengaruh NPF. DPK dan CAR terhadap Asset Liability Management (ALMA) secara lebih rinci untuk meningkatkan efisiensi dan daya tahan likuiditas Bank Umum Syariah di Indonesia. FDR adalah indikator utama dalam menilai manajemen likuiditas ALMA pada bank syariah, karena mencerminkan kemampuan bank dalam mengonversi dana pihak ketiga menjadi FDR digunakan sebagai proksi utama untuk likuiditas dalam studi ini. Penelitian ini juga mengkombinasikan NPF. DPK dan CAR sebagai variabel yang mempengaruhi efektivitas ALMA sehingga menjadikan FDR sebagai rasio likuiditas untuk mengevaluasi kinerja ALMA. 13 Menurut teori manajemen aset dan liabilitas. ALMA merupakan proses pengelolaan aset dan kewajiban secara terpadu untuk menjaga keseimbangan antara likuiditas, profitabilitas, dan risiko yang dihadapi bank. Dalam konteks perbankan syariah. FDR mencerminkan kemampuan bank dalam menyalurkan dana yang dihimpun dari masyarakat (Dana Pihak Ketig. ke dalam bentuk pembiayaan. Semakin tinggi rasio FDR menunjukkan semakin besar proporsi dana yang disalurkan menjadi pembiayaan, sedangkan rasio yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko likuiditas karena berkurangnya cadangan dana yang tersedia untuk memenuhi kewajiban jangka pendek. Sebaliknya, rasio FDR yang terlalu rendah mengindikasikan bahwa dana yang dihimpun belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, berdasarkan teori likuiditas bank dan konsep ALMA. FDR digunakan sebagai proksi utama untuk mengukur kemampuan bank dalam mengelola keseimbangan antara penghimpunan dana dan penyaluran Dalam penelitian ini, efektivitas ALMA diukur menggunakan FDR dengan mempertimbangkan pengaruh Non Performing Financing (NPF). Dana Pihak Ketiga (DPK), dan Capital Budhi Pamungkas Gautama. Rizka Annisa, dan Ikaputera Waspada. AuPengaruh Kecukupan Modal dan Risiko Kredit Terhadap Likuiditas Pada Bank Umum Syariah Yang Terdaftar di Bank Indonesia,Ay Jurnal Pendidikan Akuntansi & Keuangan 6, no. 77, https://doi. org/10. 17509/jpak. P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. Adequacy Ratio (CAR) sebagai faktor-faktor yang dapat memengaruhi kemampuan bank syariah dalam mengelola likuiditas dan menjaga keseimbangan struktur aset serta kewajibannya. Salah satu metode utama dalam menilai efektivitas manajemen likuiditas atau Asset Liability Management (ALMA) di Bank Umum Syariah adalah melalui rasio Financing to Deposit Ratio (FDR). Rasio ini mengukur sejauh mana dana pihak ketiga (DPK) dapat disalurkan menjadi pembiayaan, yang mencerminkan efisiensi dalam pengelolaan dana serta keseimbangan struktur keuangan FDR yang berada pada rentang ideal . ekitar 80%-90%) menandakan bahwa bank mampu menjaga keseimbangan antara likuiditas dan pembiayaan secara optimal. 14 FDR dapat berfungsi sebagai proksi langsung untuk menilai kualitas manajemen ALMA, karena rasio ini memperlihatkan keterkaitan antara penghimpunan dana dan penyaluran aset produktif. Penelitian mereka menunjukkan bahwa FDR memiliki nilai loading factor yang sangat tinggi (>0,. dalam model pengukuran, menandakan bahwa FDR merupakan indikator yang valid dan kuat dalam mengevaluasi kemampuan bank mengelola likuiditas di tengah tantangan seperti risiko pembiayaan bermasalah dan ketidakstabilan modal. FDR 000,00 500,00 FDR 0,00 2020 2021 2022 2023 2024 Gambar 1 . FDR Bank Umum Syariah Periode 2020-2024 Rasio pembiayaan terhadap simparan (FDR) di Bank Umum Syariah berfluktuasi antara tahun 2020-2024. Pada tahun 2020. FDR yang menunjukkan tingkat pembiayaan yang sangat tinggi terhadap dana pihak ketiga. Namun, pada tahun 2021 turun secara signifikan LuAoluAoil Maknuun et al. AuPengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR). Financing to Deposit Ratio (FDR). Non Performing Financing (NPF) terhadap profitabilitas dengan Good Corporate Governance (GCG) Sebagai Variabel Intervening . tudi Kasus Pada Bank Umum Syariah 2015Ae2. ,Ay Jurnal Dinamika Ekonomi Syariah 11, no. : 1Ae15, https://doi. org/10. 53429/jdes. P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. karena penurunan aktifitas pembiayaan dalam perekonomian pasca Pandemi. Meskipun mengalami sedikit peningkatan pada tahun 2022 Fluktuasi ini menunjukan bahwa kemampuan bank dalam mengelola aset perusahaan di sektor pembiayaan belum sepenuhnya stabil. Berdasarkan kondisi ini, terhadap permasalahan dalam efektivitas pengelolaan likuiditas atau manajemen likuiditas aset (ALMA) oleh karena itu diperlukan investigasi yang lebih mendalam terhadap faktor-faktor seperti NPF. DPK dan CAR yang dapat memengaruhi perubahan suku bunga FDR di Bank Umum Syariah di Indonesia. Namun, sebagian besar studi terdahulu di Indonesia cenderung membahas hubungan antara dua variabel saja atau menggunakan pendekatan terpisah, tanpa mempertimbangkan pengaruh ketiga variabel secara bersamaan terhadap likuiditas BUS. Keterbatasan ini menimbulkan kebutuhan akan riset yang lebih Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi kekosongan tersebut dengan menerapkan pendekatan kuantitatif dan menganalisis data sekunder selama periode 2020-2024 untuk menilai pengaruh simultan NPF. DPK, dan CAR terhadap likuiditas aset. Menurut penelitian Lisa Fidyasari dan Yusvita Nena Arinta . CAR dan Kualitas Aktiva Produktif (KAP) berpengaruh positif dan signifikan terhadap likuiditas, namun NPF tidak berpengaruh signifikan. Namun hasil tersebut berbeda dengan penelitian Oktaviani Alvita Kusumawati. Muhammad Tho'in, dan lin Emy Prastiwi . 17 yang menemukan bahwa NPF justru berpengaruh negatif dan signifikan terhadap likuiditas sedangkan CAR dan DPK tidak berpengaruh signifikan. Selain itu. Febri Widyaningsih dkk. 18 menunjukkan bahwa di Bank Panin Dubai Lisa Fidyasari Lisa dan Yusvita Nena Arinta. AuPengaruh Capital Adequacy Ratio (Ca. Kualitas Aktiva Produktif (Ka. Dan Non Performing Financing (Np. Terhadap Kinerja Keuangan Dengan Likuiditas Perusahaan Sebagai Variabel Intervening Pada Bank Umum Syariah Di Indonesia Periode 2017 Ae 2021,Ay Jurnal Manajemen Perbankan Keuangan Nitro 6, no. : 1Ae13, https://doi. org/10. 56858/jmpkn. Lisa dan Yusvita Nena Arinta. Prastiwi. ThoAoin, dan Kusumawati. AuFaktor Internal yang Mempengaruhi Likuiditas Bank Syariah: Analisis Rasio Capital Adequacy Ratio (CAR). Dana Pihak Ketiga (DPK). Non Performing Financing (NPF). Ay Febri Widyaningsih. Mila Fursiana Salma Musfiroh, dan Titik Hinawati. AuPengaruh CAR. NPF. BOPO. SizePerusahaan, dan DPK Terhadap Likuiditas Bank Panin Dubai SyariahTahun 2017-2021,Ay Jamasy:Jurnal Akuntansi. Manajemen & Perbankan Syariah 4, no. : 103Ae18. P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. Syariah. NPF berpengaruh positif terhadap likuiditas sedangkan CAR dan DPK berpengaruh signifikan. Hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa hubungan ketiga variabel tersebut dengan likuiditas tidak konsisten, baik dari sisi arah pengaruh maupun tingkat signifikansinya. Perbedaan hasil ini menimbulkan kesenjangan penelitian . esearch ga. yaitu perbedaan hasil empiris antar penelitian sebelumnya, khususnya pada bidang pengaruh NPF dan CAR terhadap likuiditas. Cakupan terdahulu yang terbatas, dimana sebagai penelitian besar hanya meneliti satu bank dalam satu waktu atau periode waktu tertentu . isalnya 2015-2019 atau 2017-2. , sehingga hasilnya tidak mencerminkan kondisi Bank Umum Syariah di Indonesia secara keseluruhan dan kurangnya penelitian yang mengkaji ketiga variabel NPF. DPK, dan CAR secara bersamaan terhadap ALMA dengan panel data yang lebih Oleh karena itu, penelitian ini menjadi penting untuk dilakukan mengingat kondisi likuiditas Bank Umum Syariah pasca pandemi COVID-19 masih menghadapi berbagai tantangan akibat perubahan kualitas pembiayaan, dinamika penghimpunan dana masyarakat, serta kebutuhan penguatan permodalan. Periode pasca pandemi menunjukkan bahwa stabilitas likuiditas bank syariah tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal bank, tetapi juga oleh ketidakpastian ekonomi yang dapat memengaruhi efektivitas Asset Liability Management (ALMA). Dari sisi akademik, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur perbankan syariah dengan menguji kembali pengaruh Non Performing Financing (NPF). Dana Pihak Ketiga (DPK), dan Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap ALMA yang diproksikan melalui Financing to Deposit Ratio (FDR) pada Bank Umum Syariah di Indonesia. Selain itu, penelitian ini mengisi keterbatasan penelitian terdahulu yang umumnya menggunakan objek dan periode pengamatan yang terbatas, dengan memanfaatkan data panel yang lebih komprehensif pada periode 2020-2024 sehingga diharapkan mampu memberikan bukti empiris yang lebih relevan terhadap kondisi industri perbankan syariah saat P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. Non Performig Fiacig (X. Dana Pihak Ketiga (X. Asset Liquidity Manajemen (Y) Capital Adequacy Ratio (X. Gambar 2. Kerangka Pemikiran Keterangan : X1= Non Performig Financing (NPF) X2 = Dana Pihak Ketiga (DPK) X3 = Capital Adequacy Ratio (CAR) Y = Asset Liability Management (ALMA) yang diproksikan dengan Financing to Deposit Ratio (FDR) H1 = Pengaruh NPF terhadap ALMA H2 = Pengaruh DPK terhadap ALMA H3 = Pengaruh CAR terhadap ALMA = Hubungan Persial Hipotesis dalam penelitian ini dirumuskan berdasarkan hubungan antara variabel independen dan variabel dependen yang Hipotesis pertama (H. menyatakan bahwa Non Performing Financing (NPF) berpengaruh negatif terhadap Asset Liquidity Management (ALMA) pada Bank Umum Syariah di Indonesia periode 2020Ae2024. Artinya, semakin tinggi tingkat pembiayaan bermasalah yang dimiliki bank, maka kemampuan bank dalam mengelola likuiditas aset cenderung menurun. Hipotesis kedua (H. menyatakan bahwa Dana Pihak Ketiga (DPK) berpengaruh positif terhadap Asset Liquidity Management (ALMA) pada Bank Umum Syariah di Indonesia periode 2020-2024. Dengan kata lain, peningkatan dana yang berhasil dihimpun dari masyarakat akan meningkatkan kemampuan bank dalam mengelola likuiditas asetnya. Selanjutnya, hipotesis ketiga (H. menyatakan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh positif terhadap Asset Liquidity Management (ALMA) pada Bank Umum Syariah di Indonesia periode 2020Ae2024. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kecukupan modal yang dimiliki bank, maka semakin baik pula kemampuan bank dalam menjaga dan mengelola likuiditas aset. Adapun hipotesis keempat P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. (H. menyatakan bahwa secara simultan Non Performing Financing (NPF). Dana Pihak Ketiga (DPK), dan Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh signifikan terhadap Asset Liquidity Management (ALMA) pada Bank Umum Syariah di Indonesia periode 2020Ae2024. Dengan demikian, ketiga variabel tersebut secara bersama-sama diduga memiliki kontribusi dalam menentukan tingkat efektivitas pengelolaan likuiditas aset pada Bank Umum Syariah di Indonesia. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis asosiatif, penelitian ini memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan Penelitian asosiatif bertujuan untuk mengetahui hubungan atau pengaruh antara dua variabel atau lebih. Dalam penelitian ini, variabel independen yang digunakan adalah Non Performing Financing (NPF). Dana Pihak Ketiga (DPK), dan Capital Adequacy Ratio (CAR), sedangkan variabel dependen adalah Asset Liquidity Management (ALMA) yang diproksikan dengan Financing to Deposit Ratio (FDR). Penelitian ini memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan Bank Umum Syariah yang dipublikasikan secara resmi oleh masing-masing bank serta Statistik Perbankan Syariah yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penelitian dilaksanakan oleh penulis pada bulan Oktober hingga November 2025 dengan menggunakan data periode 2020Ae 2024 yang telah dipublikasikan oleh masing-masing bank. Penelitian ini menggunakan lembar ekstraksi data . ata extraction shee. untuk mencatat dan mengelompokkan data penelitian yang diperoleh dari sumber sekunder. Data yang dikumpulkan meliputi Non Performing Financing (NPF). Dana Pihak Ketiga (DPK). Capital Adequacy Ratio (CAR), serta Asset Liquidity Management (ALMA) yang diproksikan dengan Financing to Deposit Ratio (FDR). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode dokumentasi dengan mengumpulkan dan menelaah laporan keuangan tahunan Bank Umum Syariah, publikasi resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta literatur yang relevan untuk mendukung landasan teori dan perumusan hipotesis penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan model Fixed Effect Model (FEM) yang diolah menggunakan perangkat lunak EViews 13. Sebelum pengujian hipotesis dilakukan, terlebih dahulu dilakukan uji Chow dan uji Hausman untuk menentukan model regresi yang paling sesuai. Selanjutnya, dilakukan uji asumsi klasik yang P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. meliputi uji multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Uji normalitas residual tidak dilakukan karena penelitian ini menggunakan data panel dengan jumlah observasi yang memadai sehingga normalitas residual tidak menjadi persyaratan utama dalam estimasi regresi data panel. Setelah seluruh tahapan pengujian terpenuhi, pengujian hipotesis dilakukan melalui uji t, uji F, dan koefisien determinasi (RA) untuk mengetahui pangaruh variabel independen secara simultan terhadap Asset Liquidity Management (ALMA). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Bank Umum Syariah yang terdaftar dan beroperasi di Indonesia selama periode Penentuan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kriteria tertentu. Adapun kriteria sampel dalam penelitian ini meliputi bank yang termasuk dalam kategori Bank Umum Syariah (BUS) dan bukan Unit Usaha Syariah (UUS), bank yang beroperasi secara aktif selama periode penelitian 2020-2024, bank yang secara konsisten mempublikasikan laporan keuangan tahunan selama periode penelitian, laporan keuangan tersedia secara lengkap untuk variabel penelitian, serta bank yang tidak mengalami pencabutan izin usaha selama periode penelitian. Berdasarkan kriteria pemilihan sampel yang telah ditetapkan, diperoleh 10 Bank Umum Syariah yang dijadikan sampel penelitian, yaitu Bank Muamalat. Bank BTPN Syariah. Bank BCA Syariah. Bank Panin Dubai Syariah. Bank Victoria Syariah. Bank Mega Syariah. Bank KB Bukopin Syariah. Bank Jabar Banten Syariah. Bank Aceh Syariah, dan Bank NTB Syariah. Penelitian ini menggunakan dua jenis variabel, yaitu variabel independen dan variabel dependen. Variabel independen yang digunakan meliputi Non Performing Financing (NPF) (X. Dana Pihak Ketiga (DPK) (X. , dan Capital Adequacy Ratio (CAR) (X. , sedangkan variabel dependen yang digunakan adalah Asset Liability Management (ALMA) (Y). Non Performing Financing (NPF) merupakan rasio yang menggambarkan tingkat pembiayaan bermasalah terhadap total pembiayaan yang disalurkan oleh bank syariah. Dana Pihak Ketiga (DPK) adalah dana yang berhasil dihimpun bank dari masyarakat dalam bentuk giro, tabungan, dan deposito yang menjadi sumber utama pendanaan bank. Sementara itu. Capital Adequacy Ratio (CAR) merupakan rasio kecukupan modal yang menunjukkan kemampuan bank dalam menyediakan modal guna menanggung risiko kerugian yang timbul dari aktivitas operasionalnya. P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. Asset Liability Management (ALMA) merupakan proses pengelolaan aset dan liabilitas bank yang bertujuan menjaga keseimbangan antara likuiditas, profitabilitas, dan risiko. Dalam penelitian ini. ALMA diproksikan menggunakan Financing to Deposit Ratio (FDR). Penggunaan FDR sebagai proksi ALMA didasarkan pengelolaan likuiditas bank melalui keseimbangan antara dana yang dihimpun dari masyarakat dan dana yang disalurkan dalam bentuk Meskipun secara teoritis FDR merupakan rasio likuiditas dan bukan ukuran langsung dari ALMA, rasio ini dapat merepresentasikan salah satu aspek utama ALMA, yaitu pengelolaan likuiditas yang efektif. Oleh karena itu. FDR digunakan dalam penelitian ini untuk menggambarkan implementasi ALMA dari perspektif likuiditas pada Bank Umum Syariah. Tabel 1. Definisi Oprasional Variabel Nama Definisi Indikator Variabel Asset Kemampuan Rasio Aset Likuid Liquidity dalam terhadap Total Management mengelola aset Aset atau Rasio (Y) likuid agar dapat Aset Likuid kewajiban jangka Kewajiban dan Jangka Pendek. Financing to operasional. Deposit Ratio (FDR) Untuk mengukur yayaycI Total jumlah financing Volume yang telah diberi Pembiayaan terhadap jumlah Total Penerimaan Dana Skala Rasio Rasio Muhammad Istan. Muhammad Abdul Ghoni, dan Ratih Kumala Dewi. Asset dan Liability Management Bank (LP2 Iain Curup, https://repository. id/987/1/ASSETD_1. PDF. P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. dana dan modal yang dimiliki. Non Perbandingan Performing Financing (X. yaing diberikan. Dana Pihak Dana Ketiga (X. dari masyarakat giro, tabungan, lebih lanjut. Capital Rasio kecukupan Adequacy modal bank yang Ratio (X. yang timbul dari NPF Pembiayaan Bermasalah/Total Pembiayaan Rasio DPK = (Giro Nominail Tabungan Deposit. LN DPK Rasio CAR = (Modal / Aset Tertimbang Menurut Risik. y Rasio Berliana Dwi Angraeni. Saniman Widodo, and Suryani Sri Lestari. AuAnalisis Pengaruh Non Performing Financing (NPF). Financing to Deposit Ratio (FDR). Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Return on Equity (ROE) pada Bank Umum Syariah di Indonesia Periode 2016-2Ay 7, no. 128Ae55, https://doi. org/http://dx. org/10. 30651/jms. Erwin Putra Yokoyama dan Dewi Putra Khrisna Mahardika. AuPengaruh Non Performing Financing (NPF). Return On Asset (ROA), dan Financing to Deposit Ratio (FDR) terhadap Capital Adequacy Ratio (CAR) (Studi Kasus pada Bank Umum Syariah di Indonesia yang Terdaftar di Otoritas Jasa Keuanga. ,Ay Jimea 3, no. : 28Ae44, https://doi. org/10. 31955/mea. Supiah Ningsih. Dampak Dana Pihak Ketiga pada Bank Konvensional dan Bank Syariah Serta Pertumbuhan Ekonomi dI indonesia (Widina Bhakti Persada Bandung, 2. Slamet Riyadi. Banking Assets and Liability Management (Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2. P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. DATA DAN PEMBAHASAN Uji Statistik Deskriptif Uji statistik deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran mengenai karakteristik data penelitian melalui nilai minimum, maksimum, rata-rata . , dan standar deviasi dari setiap variabel yang digunakan. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui kondisi umum data serta tingkat penyebaran masing-masing variabel selama periode penelitian. Variabel yang dianalisis meliputi Financing to Deposit Ratio (FDR) sebagai proksi Asset Liability Management (ALMA), serta Non Performing Financing (NPF). Dana Pihak Ketiga (DPK), dan Capital Adequacy Ratio (CAR). Hasil statistik deskriptif dari seluruh variabel penelitian disajikan pada Tabel 2. Tabel 2. Uji Statistik Deskriptif FDR NPF DPK Mean 83,79880 2,687800 16,05620 Median 83,77500 1,860000 16,12000 Maximum 196,7300 9,540000 17,68000 Minimum 38,33000 0,500000 13,61000 Std. Dev. 23,50192 2,071828 0,933383 Skewness 1,820102 1,577931 -0,66583 Kurtosis 12,20760 5,293508 3,739339 Sumber: Data diolah . CAR 32,53940 25,70000 149,6800 15,21000 20,71426 3,880365 21,65642 Berdasarkan statistik deskriptif pada Tabel 2, penelitian ini menggunakan populasi dari 10 Bank Umum Syariah selama periode Variabel dependen FDR sebagai proksi Asset Liquidity Management (ALMA) menunjukkan nilai minimum 38. 33000 dan maksimum 196,7300 dengan rata-rata 83,79880 serta standar deviasi 23,50192 Nilai mean yang lebih besar dari standar deviasi mengindikasikan bahwa variasi data FDR masih dalam batas wajar meskipun terdapat perbedaan tingkat likuiditas antar bank vang mencerminkan adanya variasi kinerja pengelolaan likuiditas. Untuk variabel independen. NPF memiliki nilai rata-rata 2,687800 dengan standar deviasi 2,071828 yang menunjukkan adanya perbedaan kualitas pembiayaan antar bank, namun penyebarannya masih relatif terkendali meskipun terdapat nilai maksimum yang cukup tinggi DPK memiliki mean 16,05620 dengan standar deviasi yang kecil 0,933383, menandakan bahwa P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. penghimpunan dana pihak ketiga relatif stabil selama periode penelitian Sementara itu. CAR menunjukkan adanya heterogenitas tingkat permodalan antar bank yang tercermin dari besarnya variasi data, yang menggambarkan perbedaan struktur permodalan sesuai dengan skala usaha dan dukungan pemegang saham masing-masing Uji Asumsi Klasik Uji Multikolinearitas Berdasarkan hasil perhitungan Asset Liability Manajemen (ALMA) dengan menggunakan FDR, diperoleh nilai VIF sebagai berikut. NPF = 1,34. DPK = 1,68, dan CAR = 1,56 Seluruh nilai tersebut berada jauh di bawah batas umum yang digunakan dalam pengujian multikolinearitas, yaitu sebesar 10. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa model penelitian ini tidak mengalami gejala multikolinearitas antar variabel independen. Hal ini menunjukkan bahwa masing-masing variabel, yaitu NPF. DPK, dan CAR, memiliki kontribusi informasi yang berbeda dalam menjelaskan variasi ALMA tanpa adanya hubungan linear yang kuat antar variabel tersebut. Oleh karena itu, model regresi yang digunakan telah memenuhi asumsi klasik, khususnya terkait tidak adanya multikolinearitas. Tabel 3. Hasil Uji Multikolinearitas Variable Centered VIF NPF 1,338872 DPK 1,678480 CAR 1,558407 Sumber: Data diolah . Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji Glejser, dimana uji ini melibatkan pemeriksaan pengaruh variabel independen yang dinyatakan dalam diferensiasi terhadap nilai residual absolut. Dari uji yang sudah dilakukan dengan hasil pengujian yang ditampilkan pada tabel, diperoleh nilai probabilitas masing-masing variabel yaitu D(NPF) sebesar 0,4506. D(DPK) sebesar 0,0218, dan D(CAR) sebesar 0,8178. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar variabel memiliki nilai probabilitas di atas tingkat signifikansi 0,05, kecuali variabel D(DPK) P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. yang berada di bawah 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model penelitian masih mengindikasikan adanya gejala heteroskedastisitas yang berasal dari variabel DPK. Kondisi ini menunjukkan bahwa varians residual tidak konstan pada seluruh observasi sehingga berpotensi memengaruhi akurasi standar error dan pengujian signifikansi koefisien regresi. Oleh karena itu, hasil estimasi perlu diinterpretasikan dengan hati-hati dan penelitian selanjutnya disarankan menggunakan metode estimasi yang lebih robust terhadap heteroskedastisitas untuk memperoleh hasil yang lebih reliabel. Secara umum, hal ini mengindikasikan bahwa tidak ada gejala heteroskedastisitas dalam model regresi ini karena hanya satu variabel yang signifikan. Dengan ini, maka variasi residual yang diterima antar pengamatan bisa dikatakan homogen, sehingga memenuhi asumsi dalam klasik regression. Ini sangatlah penting untuk menghasilkan perhitungan standar error yang akurat dan juga pengujian signifikansi parameter pada model. Tabel 4 . Hasil Uji Heteroskedastisitas Variable t-Statistic Prob 4,789225 D(NPF) 0,761106 0,4506 D(DPK) -2,376402 0,0218 D(CAR) 0,231782 0,8178 Sumber: Datai diolah . Teknik Estimasi Regresi Data Panel Pemilihan teknik estimasi regresi data panel memiliki tiga macem pendekatan estimasi yaitu antara lain Common Effect Model. Fixed Effect Model dan Random Effect Model Untuk menentukan teknik terbaik yang akan digunakan untuk regresi data panel maka akan dilakukan pengujian yaitu menggunakan uji Chow dan uji Hausman. Common Effect Model Langkah pengujian pertama dilakukan pengolahan data menggunakan pendekatan Common Effect Model (CEM). Adapun hasil dari pengolahan data dengan menggunakan pendekatan Common Effect Model yaitu sebagai berikut: Rezzy Eko Caraka. Pengantar Spasial Data Panel (Wade, 2. P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. Tabel 5 . Hasil Regresi Common Effect Model Std. Variable Coefficient t-Statistic Prob. Error 332,9782 70,10596 4,749641 0,0000 NPF 0,555601 1,613782 0,344285 0,7322 DPK -15,07745 4,010764 -3,759247 0,0005 CAR -0,263867 0,174141 -1,515253 0,1366 Mean dependent R-squared 0,304641 83,79880 Adjusted R0,259292 dependent var 23,50192 20,22679 Akaike info criterion 8,928511 Sum squared 18819,65 Schwarz criterion 9,081473 Log likelihood -219,2128 Hannan-Quinn criter. 8,986760 F-statistic 6,717632 Durbin-Watson stat 0,780405 Prob(F0,000745 Sumber: Data diolah . Fixed Effect Model Pengujian selanjutnya dilakukan pengolahan data menggunakan pendekatan Fixed Effect Model (FEM). Adapun hasil dari pengolahan data dengan menggunakan pendekatan Fixed Asset Model yaitu sebaigai berikut: Tabel 6 . Hasi Regresi Fixed Effect Model Std. Variable Coefficient t-Statistic Prob. Error 983,8509 168,5114 5,838481 0,0000 NPF -2,916576 1,601661 -1,820970 0,0767 DPK -54,77537 10,26500 -5,336129 0,0000 CAR -0,391174 0,16128 -2,425439 0,0203 Effects Specification Cross-section fixed . ummy variable. R-squared 0,75749 Mean dependent var 83,79880 P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. Adjusted Rsquared Sum squared Log likelihood 0,678839 S. dependent var 23,50192 13,31880 Akaike info criterion 8,235125 6563,442 Schwarz criterion 8,732250 -192,8781 Hannan-Quinn criter. 8,424433 F-statistic 9,630937 Durbin-Watson stat Prob(F0,0000 Sumber: Data diolah . 1,274877 Random Effect Model (REM) Pengujian terakhir dalam teknik estimasi regresi data panel adalah dengan menggunakan model Random Effect Model Adapun hasil dari pengolahan data dengan menggunakan pendekatan Random Effect Model yaitu sebagai berikut: Tabel 7 . Hasil Regresi Random Effect Model Std. tVariable Coefficient Prob. Error Statistic 494,9950 92,46281 5,353449 0,0000 NPF -1,745079 1,474930 0,2428 1,183160 DPK -24,79234 5,508403 0,0000 4,500822 CAR -0,259223 0,14811 0,0868 1,750200 Effects Specification Rho Cross-section random 14,88682 0,5554 Idiosyncratic random 13,31880 0,4446 Weighted Statistics R-squared 0,263854 Mean dependent var 31,12938 Adjusted R0,215844 dependent var 16,77462 P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. F-statistic Prob(F-statisti. 14,85435 Sum squared resid 10149,98 5,495867 Durbin-Watson stat 0,002597 Unweighted Statistics 0,16314 Mean dependent var 1,118316 Durbin-Watson stat 0,501157 R-squared Sum squared 22649,35 Sumber: Data diolah . 83,79880 Uji Chow Uji Chow adalah uji untuk menentukan model mana di antara Common Effect Model (CEM) atau Fixed Effect Model (FEM) yang terbaik untuk digunakan. Hasil uji chow dari tinjauan adalah sebagai berikut: Tabel 8 . Hasil Uji Chow Effects Test Statistic Cross-section F 7,676863 Prob. 0,0000 Cross-section Chi-square 0,0000 52,669326 Sumber: Data diolah . Hasil uji Chow menunjukkan bahwa probabilitas cross section F berada di kisaran 0,0000 < 0,05, yang terpilh Fixed Effect Model. Dengan demikian, maka dilanjutkan dengan uji Hausman. Uji Hausman Uji Hausman adalah metode yang digunakan untuk memilih pendekatan terbaik antara Model Efek Acak dan Model Efek Tetap untuk mengestimasi panel data. Tabel 9 . Hasil Uji Hausman Chi-Sq. Test Summary Statistic Cross-section random 14,218345 Sumber: Data diolah . P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah Prob. 0,0026 | DOI: http://10. 30762/wadiah. Hasil uji Hausman menunjukkan bahwa probabilitas cross section random berada di kisaran 0,0026 < 0,05, yang berarti H1 ditolak Dengan demikian. Fixed Effect Model (FEM) merupakan model yang paling tepat untuk mengestimasi persamaan regresi. Hasil Regresi Data Panel Dari analisis regresi data panel pada penelitian ini yang terpilih menggunakan Fixed Effect Model (FEM). Pemilihan Fixed Effect Model (FEM) sebagai metode analisis data panel pada penelitian ini dihasilkan melalui uji Chow dan Uji Hausman sehingga Fixed Effect Model (FEM) adalah metode yang paling tepat untuk menguji data panel pada penelitian ini selanjutnya. Hasil estimasi regresi data panel ada sebagai berikut: Variable Tabel 10 . Hasil Regresi Coefficien Std. t-Statistic Error 983,8509 168,5114 5,838481 -2,916576 1,601661 -1,820970 -54,77537 10,26500 -5,336129 -0,391174 0,16128 -2,425439 0,757490 NPF DPK CAR R-squared Adjusted R0,678839 F-statistic 9,630937 Prob(F-statisti. 0,000000 Sumber: Data diolah . Prob 0,0000 0,0767 0,0000 0,0203 Berdasarkan hasil pengolahan regresi data panel dengan temuan estimasi model FEM dengan menggunakan metode Pooled Least Squares, didapatkan persamaan regresi diantaranya ialah FDRit = 983,8509it - 2,916576NPFit - 54,77537DPKit - 0,391174CARit eit Hasil regresi menunjukan bahwa koefisien NPF bernilai negatif sebesar -2,916576 dengan probabilitas 0,0767 yang berarti berpengaruh negatif namun tidak signifikan pada taraf 5%. Koefisien DPK juga bernilai negatif sebesar -54,77537 dengan probabilitas 0,0000, sehingga berpengaruh negatif terhadap ALMA. Selanjutnya. P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. koefisien CAR bernilai negatif sebesar -0,391174 dengan probabilitas 0,0203 yang menunjukkan bahwa CAR berpengaruh negatif pada taraf 5%. Nilal Adjusted R-squared sebesar 0,678839 menunjukkan bahwa ketiga variabel independen (NPF,DPK, dan CAR) pada penelitian ini mampu menjelaskan variasi FDR, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Sementara itu, nilai prob(F- statisti. sebesar 0,000000 < 0,05 menandakan bahwa secara silmultan variabel NPF. DPK dan CAR berpengaruh terhadap ALMA. Dengan demikian, berdasarkan hasil pengujian pada penelitian ini dengan menggunakan pemilihan model dan estimasi FEM, model ini dapat digunakan untuk menggambarkan hubungan struktural antar variabel, serta mampu membuktikan pengaruh yang kuat dari ketiga variabel terhadap likuiditas Bank Umum Syariah di Indonesia. UJI HIPOTESIS Uji Silmultan (Uji F) Uji F dilakukan untuk mengetahui apakah variabel independen yaitu Non Performing Financing (NPF). Dana Pihak Ketiga (DPK), dan Capital Adequacy Ratio (CAR) secara bersama- sama memiliki pengaruh signifikan terhadap Assat Liquidity Management (ALMA) yang diproksikan melalui Financing to Deposit Ratio (FDR) Berdasarkan hasil estimasi FEM, diperoleh nilai Prob(F- statisti. sebesar 0,000000 < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa secara simultan ketiga variabel independen berpengaruh terhadap ALMA pada Bank Umum Syariah periode 2020-2024 Demikian, hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh bersama-sama antara NPF. DPK, dan CAR terhadap ALMA dapat diterima. Secara empiris, hasil ini membuktikan bahwa pergerakan likuiditas bank urum syariah selama periode penelitian ini sangat bergantung pada pengelolaan pembiayaan bermasalah, penghimpunan dana masyarakat, serta kecukupan modal bank secara kolektif. Uji Parsial (Uji T) Uji t adalah metode pengujian yang digunakan untuk mengevaluasi koefisien regresi secara parsial, bertujuan untuk menilai signifikansi pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. 25 Kriteria pengambilan keputusan dilakukan pada taraf signifikansi 5% ( = 0,. Syafrida Hanif Sahir. Metode Penelitian Hipotesis (KBM Indonesia, 2. , 1Ae91. P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. Pengaruh NPF terhadap ALMA Variabel NPF memiliki nilai koefisien sebesar -2,916576 dengan nilai Probabilitas 0,0767 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa NPF berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap AL. MA Dengan demikian hipotesis H1 ditolak. Artinya, peningkatan pembiayaan bermasalah belum terbukti memberikan pengaruh yang kuat terhadap efektifitas pengelolaan likuiditas bank syariah. Arah koefisian mengidikasikan bahwa kenaikan NPF cenderung diikuti penurunan FDR, namun hubungan tersebut tidak cukup kuat secara statistik. Pengaruh DPK terhadap ALMA Variabel DPK memperoleh koefisien sebesar -54,77537 dengan probabilitas 0,0000 < 0,05, sehingga DPK berpengaruh negatif terhadap ALMA dan hipotesis H2 ditolak. Hal ini menunukkan bahwa peningkatan dana pihak ketiga FDR, mengindikasikanadanya kecendrungan bank lebih berhati-hati dalam menyalurkan pembiayaan atau menjaga likuiditasnya. Pengaruh CAR terhadap ALMA Variabel Capital Adequacy Ratio (CAR) memiliki koefisien sebesar -0,391174 dengan nilai probabilitas sebesar 0,0203 yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa CAR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Asset Liability Management (ALMA) yang diproksikan dengan Financing to Deposit Ratio (FDR). Dengan demikian, peningkatan CAR cenderung diikuti oleh penurunan nilai FDR. Kondisi ini mengindikasikan bahwa bank yang memiliki tingkat kecukupan modal yang lebih tinggi cenderung lebih berhati-hati dalam menyalurkan pembiayaan sehingga rasio pembiayaan terhadap dana pihak ketiga menjadi lebih Karena arah hubungan yang diperoleh berbeda dengan hipotesis awal yang mengasumsikan pengaruh positif CAR terhadap ALMA, maka hipotesis H3 dinyatakan ditolak atau tidak didukung oleh data empiris dalam penelitian ini. Uji Koefisien Determinasi (R. Berdasarkan dari hasil penilitian menggunakan estimasi FEM diperoleh nilai Adjusted R-squared sebesar 0,678839, yang menunjukkan bahwa kemampuan variabel NPF,DPK, dan CAR dalam menjelaskan variasi ALMA dapat dijelaskan oleh ketiga variabel P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. independen dalam model, sedangkan sisanya sebesar 32,12 dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian, seperti efisiensi manajemen aset dan liabilitas, kebijakan penyaluran pembiayaan, risiko likuiditas, kondisi makroekonomi, serta strategi internal masingmasing bank. Nilai koefisien determinasi ini mengindikasikan bahwa model yang digunakan sudah cukup representatif dalam menjelaskan dinamika pengelolaan likuiditas Bank Umum Syariah selama periode PEMBAHASAN Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Non Performing Financing (NPF) berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap Asset Liability Management (ALMA) pada Bank Umum Syariah di Indonesia Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan tingkat pembiayaan bermasalah mampu menjelaskan fluktuasi Financing to Deposit Ratio (FDR) sebagai proksi ALMA. Nilai probabilitas yang lebih besar dari 0,05% mengindikasikan bahwa NPF secara statistik tidak signifikan, meskipun arah koefisien menunjukan hubungan Secara hipotesis, penelitian ini mengajukan bahwa NPF berpengaruh negatif terhadap ALMA Hasil penelitian menunjukan bahwa arah hubungan tersebut sejalan dengan hipotesis negatif, namun tidak signifikan secara statistik, sehingga pengaruh bersifat lemah dan tidak langsung. Kondisi ini sejalan dengan Teori Manajemen Likuiditas Perbankan teori manajemen likuiditas menekankan pada kemampuan bank untuk memenuhi kebutuhan dana jangka pendek. Dalam konsep manajemen risiko pembiayaan, dampak NPF terhadap likuiditas dapat diminimalkan apabila bank memiliki sistem pengelolaan kualitas aset, pencadangan kerugian, serta kebijakan restrukturasi yang baik. Dalam data penelitian ini, rata-rata NPF bank umum syariah masih berada di bawah batas aman, sehingga kenaikan NPF belum mengganggu arus kas dan kemampuan bank dalam menjaga Artinya, fungsi ALMA sebagai penyeimbang aset dan liabilitas tetap berjalan meskipun terdapat pembiayaan bermasalah Hasil dalam penelitian ini didukung oleh penelitian Lisa Fidyasari dan Safitriani. AuPengaruh DPK. NPF. FDR. CAR dan ROA terhadap Manajemen Likuiditas dalam Perbankan Syariah. P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. Yusvita Nena Arinta . 27 yang menyatakan bahwa NPF tidak berpengaruh terhadap likuiditas bank syariah karena manajemen bank telah memiliki mekanisme mitigasi risiko yang memadai. Dengan demikian, temuan penelitian ini memperkuat bahwa pada industri perbankan syariah, pengaruh NPF terhadap ALMA tidak bersifat langsung. Secara teoritis, ketidak signifikanan pengaruh NPF terhadap ALMA dapat dijelaskan karena ALMA tidak hanya dipengaruhi oleh kualitas pembiayaan, tetapi juga oleh kemampuan bank dalam mengelola struktur aset dan liabilitas secara keseluruhan. Dalam kerangka Asset Liability Management, bank syariah memiliki berbagai instrumen pengendalian likuiditas seperti pengelolaan cadangan likuiditas, diversifikasi portofolio pembiayaan, penyesuaian jatuh tempo aset dan kewajiban, serta penguatan penghimpunan dana pihak ketiga. Dengan adanya mekanisme tersebut, peningkatan NPF dalam batas tertentu belum tentu secara langsung mengganggu likuiditas bank maupun menurunkan nilai FDR. Selain itu, karakteristik Bank Umum Syariah di Indonesia yang menerapkan prinsip kehatihatian . rudential bankin. memungkinkan risiko pembiayaan bermasalah diserap melalui pencadangan dan strategi mitigasi risiko yang memadai. Oleh karena itu, meskipun secara teoritis peningkatan NPF berpotensi menurunkan kemampuan bank dalam menyalurkan pembiayaan dan menjaga likuiditas, pada kondisi aktual pengaruh tersebut tidak selalu terlihat secara signifikan karena adanya faktorfaktor pengelolaan risiko dan likuiditas yang mampu meredam dampak pembiayaan bermasalah terhadap kinerja ALMA. Selanjutnya, hasil uji parsial Dana Pihak Ketiga (DPK) berpengaruh negatif terhadap ALMA Namun hasil penelitian menunjukan bahwa arah hubungan tidak sejalan dengan hipotesis, karena ditemukan hubungan negatif. Perbedaan dalam penelitian ini dapat dijelaskan bahwa peningkatan DPK tidak selalu diikuti dengan penyaluran pembiayaan yang optimal. Dalam kondisi tertentu bank cenderung lebih berhati-hati dalam penyaluran dana sehingga sebagian dana ditempatkan pada aset likuid beresiko rendah . dle Hal ini menyababkan dana yang dihimpun tidak berputar secara maksimal dalam fungsi intermediasi. Selain itu juga Lisa dan Yusvita Nena Arinta. AuPengaruh Capital Adequacy Ratio (Ca. Kualitas Aktiva Produktif (Ka. Dan Non Performing Financing (Np. Terhadap Kinerja Keuangan Dengan Likuiditas Perusahaan Sebagai Variabel Intervening Pada Bank Umum Syariah Di Indonesia Periode 2017 Ae 2021. P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. peningkatan DPK juga meningkatkan kewajiban bank kepada nasabah semakin besar dana yang dihimpun, semakin besar pula potensi penarikan dana, sehingga bank lebih memperioritaskan stabilitas likuiditas dibandingkan ekspansi pembiayaan. Secara teoritis, kondisi tersebut dapat dijelaskan melalui konsep Asset Liability Management (ALMA) yang menekankan pentingnya keseimbangan antara penghimpunan dana dan penyaluran dana. Meskipun DPK merupakan sumber dana utama bank, peningkatan DPK tidak selalu berdampak pada peningkatan pembiayaan apabila bank menghadapi keterbatasan permintaan pembiayaan yang berkualitas atau meningkatnya risiko pembiayaan. Dalam situasi tersebut, bank cenderung menerapkan prinsip kehatihatian . rudential bankin. dengan menempatkan sebagian dana pada instrumen yang lebih likuid dan berisiko rendah untuk menjaga kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek. Kondisi ini menimbulkan idle fund, yaitu dana yang berhasil dihimpun namun belum dapat disalurkan secara optimal ke sektor pembiayaan. Akibatnya, pertumbuhan DPK yang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan pembiayaan dapat menyebabkan penurunan FDR sebagai proksi ALMA. Selain itu, selama periode penelitian, kondisi industri perbankan syariah yang dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi dan tuntutan menjaga kualitas aset juga mendorong bank untuk lebih selektif dalam menyalurkan pembiayaan. Oleh karena itu, peningkatan DPK justru dapat diikuti oleh penurunan ALMA apabila dana yang dihimpun lebih banyak dialokasikan untuk menjaga likuiditas daripada untuk ekspansi pembiayaan. Temuan ini dapat dijelaskan melalui Teori Signalling, dimana peningkatan DPK merupakan sinyal positif atas kepercayaan masyarakat terhadap bank, namun tidak selalu diikuti oleh peningkatan penyaluran pembiayaan karena pertimbangan risiko dan 28 Hasil ini sejalan dengan penelitian Oktaviani Alvita Kusumawati dkk . 29 yang menemukan bahwa DPK berpengaruh terhadap likuiditas Bank Umum Syariah namun dana yang dihimpus lebih banyak ditempatkan pada instrumen likuid dibandingkan disalurkan sebagai pembiayaan. Dengan demikian, hasil penelitian ini Vivi Kumalasari Subroto dan Eni Endaryati. Kumpulan Teori Akuntansi, vol. 1 (Yayasan Prima Agus Teknik dan Universitas STEKOM, 2. Prastiwi. ThoAoin, dan Kusumawati. AuFaktor Internal yang Mempengaruhi Likuiditas Bank Syariah: Analisis Rasio Capital Adequacy Ratio (CAR). Dana Pihak Ketiga (DPK). Non Performing Financing (NPF). P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. mengonfirmasi bahwa fungsi DPK sebagai sumber likuiditas sangat tergantung pada strategi penyaluran dana bank. Hasil regresi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa CAR berpengaruh negatif terhadap ALMA. Tingginya kecukupan modal belum mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan likuiditas bank Secara koefisien, arah negatif ini menunjukan bahwa setiap peningkatan CAR cenderung diikuti dengan penurunan FDR sebagai proksi ALMA Secara hipotesis dalam penelitian ini menyatakan bahwa CAR berpengaruh positif terhadap ALMA namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa arah hubungan tidak sejalan dengan hipotesis, karena ditemukan hubungan negatif. Secara teoritis CAR yang tinggi mencerminkan kondisi permodalan yang kuat dan seharusnya meningkatkan stabilitas likuiditas. Namun dalam penelitian ini kondisi tersebut dapat dijelaskan bahwa tingginya CAR mencerminkan adanya modal yang belum dimanfaatkan secara optimal dalam kegiatan produktif. Kondisi ini sejalan dengan Teori Agency yang menjelaskan bahwa manajemen bank cenderung bersikap konservatif dalam mengelola modal untuk meminimalkan risiko dan menjaga kepentingan pemilik dana. 30 Pada data penelitian. CAR Bank Umum Syariah rata-rata berada jauh di atas ketentuan minimum, sehingga modal lebih difungsikan sebagai buffer risiko dibandingkan untuk mendorong ekspansi pembiayaan Akibatnya, peningkatan CAR tidak diikuti dengan peningkatan aktivitas intermediasi, sehingga berdampak pada penurunan rasio FDR. Dalam perspektif manajemen likuiditas bank syariah, peningkatan CAR tidak selalu diikuti oleh peningkatan penyaluran pembiayaan karena tujuan utama kecukupan modal adalah menjaga kemampuan bank dalam menyerap potensi kerugian dan mempertahankan stabilitas Ketika tingkat modal berada pada posisi yang sangat tinggi, manajemen bank cenderung mengalokasikan sumber daya pada aset yang lebih aman dan likuid dibandingkan melakukan ekspansi pembiayaan yang memiliki risiko lebih besar. Kondisi ini menyebabkan sebagian modal berfungsi sebagai cadangan pengaman . apital buffe. daripada digunakan untuk mendukung aktivitas intermediasi. Akibatnya, pertumbuhan pembiayaan menjadi lebih lambat dibandingkan pertumbuhan sumber dana yang dimiliki Fat'chatus Chanifa Jikhan. Bambang Arianto, and Mahsun. Pengantar Agency Theory (Borneo Novelty, 2. P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. bank sehingga nilai FDR sebagai proksi ALMA mengalami Selain itu, bank syariah juga harus mempertimbangkan risiko pembiayaan, kualitas aset, serta ketentuan regulator terkait kecukupan modal. Oleh karena itu, hubungan negatif antara CAR dan ALMA dalam penelitian ini menunjukkan bahwa strategi permodalan bank selama periode penelitian lebih berorientasi pada penguatan stabilitas dan mitigasi risiko daripada peningkatan fungsi intermediasi, sehingga peningkatan modal justru diikuti oleh penurunan FDR. Dengan demikian tingginya CAR tidak selalu mencerminkan efektifitas pengeluaran likuiditas Hasil ini didukung oleh penelitian Febri Widyaningsih dkk . 31 yang juga menemukan bahwa CAR berpengaruh terhadap likuiditas bank syariah karena kebijakan permodalan lebih diarahkan pada stabilitas dan kepatuhan regulasi dibanding peningkatan intermediasi. Hasil uji simultan menunjukkan bahwa NPF. DPK, dan CAR secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap ALMA. Nilai probabilitas F yang lebih kecil dari 0,05 mengindikasikan bahwa model mampu menjelaskan variasi FDR secara memadai yang juga didukung oleh nilai Adjusted R-Squared sebesar 0,678839 yang menunjukkan kemampuan model cukup baik. Berdasarkan teori manajemen perbankan. ALMA merupakan sistem yang komprehensif vang dipengaruhi oleh banyak faktor seperti struktur jatuh tempo dana, kebijakan pembiayaan, efisiensi operasional, dan kondisi Oleh karena itu, signifikannya ketiga variabel tersebut menunjukkan bahwa kinerja likuiditas bank umum syariah pada periode penelitian dipengaruhi oleh kombinasi faktor intemal bank. Temuan ini juga relevan dengan kondisi aktual industri perbankan syariah Indonesia selama periode 2020-2024. Pada awal periode penelitian, industri perbankan syariah menghadapi dampak perlambatan ekonomi akibat pandemi COVID-19 yang memengaruhi kualitas pembiayaan, penghimpunan dana, dan strategi pengelolaan likuiditas bank. Dalam kondisi tersebut, bank syariah cenderung memperkuat permodalan, meningkatkan pencadangan risiko, serta menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan untuk menjaga stabilitas keuangan. Memasuki periode pemulihan ekonomi, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang relatif kuat tidak selalu diikuti oleh peningkatan pembiayaan dalam jumlah yang Widyaningsih. Musfiroh, dan Hinawati. AuPengaruh CAR. NPF. BOPO. SizePerusahaan, dan DPK Terhadap Likuiditas Bank Panin Dubai SyariahTahun 2017-2021. P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. sama karena bank tetap memperhatikan kualitas aset dan risiko Di sisi lain, kecukupan modal yang tinggi juga menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan industri perbankan syariah di tengah ketidakpastian ekonomi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan ALMA pada Bank Umum Syariah selama periode 2020-2024 tidak hanya dipengaruhi oleh masing-masing variabel secara terpisah, tetapi oleh interaksi antara kualitas pembiayaan, kemampuan penghimpunan dana, dan kekuatan permodalan dalam menghadapi dinamika industri perbankan syariah Indonesia. Temuan ini sejalan dengan penelitian Oktaviani Alvita Kusumawati dkk . 32 yang menyatakan bahwa variabel intemal seperti NPF. DPK, dan CAR memiliki kontribusi dalam menjelaskan perubahan likuiditas namun tetap perlu mempertimbangkan faktor eksternal dan strategi ALMA vang lebih luas. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Non Performing Financing (NPF) berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap Asset Liability Management (ALMA) bank syariah di Indonesia Dana Pihak Ketiga (DPK) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Asset Liability Management (ALMA) bank umum syariah di Indonesia. Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Asset Liability Management (ALMA) bank umum syariah di Indonesia. Secara simultan NPF. DPK, dan CAR berpengaruh signifikan terhadap ALMA bank umum syariah di Indonesia. Secara teoritis, hasil penelitian ini memperkaya literatur mengenai Asset Liability Management (ALMA) pada perbankan syariah dengan menunjukkan bahwa faktor-faktor internal bank memiliki peran dalam memengaruhi pengelolaan likuiditas. Temuan bahwa DPK dan CAR berpengaruh negatif signifikan terhadap ALMA menunjukkan bahwa peningkatan dana pihak ketiga dan kecukupan modal tidak selalu diikuti oleh peningkatan rasio FDR sebagai proksi ALMA. Hal ini mengindikasikan bahwa pengelolaan aset dan liabilitas bank syariah Prastiwi. ThoAoin, dan Kusumawati. AuFaktor Internal yang Mempengaruhi Likuiditas Bank Syariah: Analisis Rasio Capital Adequacy Ratio (CAR). Dana Pihak Ketiga (DPK). Non Performing Financing (NPF). P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. tidak hanya dipengaruhi oleh besarnya dana dan modal yang dimiliki, tetapi juga oleh kebijakan manajemen dalam mengelola risiko dan Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen Bank Umum Syariah dalam merumuskan strategi pengelolaan likuiditas yang lebih efektif. Bank perlu menjaga keseimbangan antara penghimpunan dana, penyaluran pembiayaan, dan kecukupan modal agar kinerja ALMA tetap optimal. Selain itu, pengelolaan risiko pembiayaan juga perlu ditingkatkan untuk menjaga kualitas aset dan mendukung stabilitas keuangan bank. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan menambahkan variabel lain yang berpotensi memengaruhi ALMA, seperti ukuran bank, profitabilitas, efisiensi operasional, kondisi makroekonomi, inflasi, atau suku bunga, serta memperluas periode pengamatan dan cakupan sampel agar diperoleh hasil yang lebih komprehensif dan mampu menjelaskan pengelolaan ALMA pada perbankan syariah secara lebih mendalam. P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. DAFTAR PUSTAKA