Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera Volume. Nomor. 4 Tahun 2024 e-ISSN : 2963-3877, p-ISSN : 2962-0929. Hal 53-58 DOI: https://doi. org/10. 59059/jpmis. Available online at: https://journal. id/index. php/jpmis Peningkatan Literasi Digital di SDN 02 Tualang Improving Digital Literacy at SDN 02 Tualang Akhmad Suyono 1*. Merlina Sari 2. Fitri Wulandari 3. Sari Tri Ningsih 4 Universitas Islam Riau. Indonesia akhmad@edu. id 1*, merlinasari@edu. id 2, fitriwulandari@edu. id 3, sari@student. Alamat: Jl. Kaharuddin Nst No. Simpang Tiga. Kec. Bukit Raya. Kota Pekanbaru. Riau 28284 Korespodensi email: akhmad@edu. Article History: Received: November 03, 2024. Revised: November 17, 2024. Accepted: Desember 04, 2024. Published: Desember 05, 2024. Keywords: Literacy. Internet. Education. Digital Abstract: The development of science and technology has brought major changes to human literacy in the world, including Indonesia. The internet is a result of the development of science and technology which not only provides entertainment but also information and literacy for its users. This makes the internet a human necessity in everyday needs. As previously explained, the problems faced by the internet generation are this generation's vulnerability to pornographic content. vulnerable to being encouraged to participate in spreading hate speech. vulnerable to being involved in cyber crime. vulnerable to plagiarism in completing learning assignments at vulnerable to exposure to terrorism and radicalism. the rise of cyber bullying among the Internet Generation. and vulnerable to being involved in spreading fake news . In guiding the Internet Generation in using the internet wisely to prevent the negative impacts of internet use in high school, digital literacy outreach can be For this reason, we offer the "Digital Literacy Socialization" activity. Through this socialization activity, it is hoped that we can increase the insight and knowledge of the Internet Generation in using the internet in a way that benefits themselves and does not harm others based on the ITE Law. Abstrak Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan besar terhadap literasi pada manusia di dunia, termasuk Indonesia. Internet merupakan salah satu hasil perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bukan hanya menyediakan hiburan tapi juga informasi dan literasi bagi penggunanya. Hal ini menjadikan internet menjadi sebuah kebutuhan manusia dalam kebutuhan sehari-hari. Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, permasalahan yang dihadapai oleh generasi internet yaitu rentannya generasi ini terhadap konten porno. rentan terdorong untuk ikut menyebarkan ujaran kebencian. rentan terlibat dalam cyber crime. rentan melakukan plagiarisme dalam menyelesaikan tugas-tugas belajar di sekolah. rentan terpapar paham terorisme dan radikalisme. maraknya cyber bullying di kalangan Generasi Internet. dan rentan terlibat dalam penyebaran berita bohong . Dalam membimbing Generasi Internet dalam penggunaan internet secara bijaksana untuk mencegah dampak negatif penggunaan internet di sekolah menengah atas dapat dilaksanakan dengan sosialisasi literasi digital. Untuk itu kami menawarkan kegiatan AuSosialisasi Literasi DigitalAy Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan Generasi Internet dalam menggunakan internet yang menguntungkan dirinya sekaligus tidak merugikan orang lain berdasarkan UndangUndang ITE Kata Kunci: Literasi. Internet. Pendidikan. Digital PENDAHULUAN Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan besarm terhadap literasi pada manusia di dunia, termasuk Indonesia. Internet merupakan salah satu hasil perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bukan hanya menyediakan Peningkatan Literasi Digital di SDN 02 Tualang hiburan tapi juga informasi dan literasi bagi penggunanya. Hal ini menjadikan internet menjadisebuah kebutuhan manusia dalam kebutuhan sehari-hari. Di Indonesia, berdasarkan hasil survei dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan Polling Indonesia tahun 2018, menunjukkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia adalah 17 juta orang melalui telepon seluler, laptop/notebook. PC dekstop dan tablet. Persebaran pengguna internet yang paling banyak adalah di Pulau Jawa yaitu 55%, kemudian disusul Pulau Sumatera 21%. Lima hal yang paling sering diakses oleh pengguna internet di Indonesia adalah pesan instan, media sosial, baca berita, cari data dan informasi, dan streaming video. Namun penggunaan internet ibarat pedang bermata dua, di mana penggunaannya bisa berdampak positif sekaligus berdampak negatif. Penggunaan internet berdampak positif jikadigunakan untuk edukasi yang memberikan informasi kepada penjualan produk. community seperti memberi konten hiburan. dan virtual Penggunaan internet dapat berdampak negatif jika digunakan untuk membuka konten porno. menyebarkan ujaran kebencian. cyber crime. penyebaran paham terorisme dan radikalisme. cyber bullying. dan penyebaran berita bohong . Di Indonesia sendiri, setidaknya sudah terdapat Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang digawangi oleh Direktorat Aplikasi Telematika Departemen Komunikasi dan Informatika. Subyek-subyek muatannya ialah menyangkut masalah yurisdiksi, perlindungan hak-hak pribadi, azas perdagangan secara ecomerce, azas persaingan usaha tidak sehat dan perlindungan konsumen, azas hak atas kekayaan intelektual (HaKI) dan hukum Internasional serta azas Cyber Crime. METODE Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat adalah melalui observasi, penilaian, sosialisasi dan diskusi tanya jawab. Observasi dilakukan tim pengabdian untuk pengamatan kondisi nyata di sekolah mitra dan mencari tahu persoalan yang dihadapi di lokasi pengabdian. Setelah observasi dilakukan, tim pengabdian melakukan penilaian untuk mengukur potensi dari target agar sosialisasi literasi digital bermanfaat bagi generasi internet di sekolah dasar, baik untuk proses belajar maupun menggunakan media sosial. Selanjutnya tim pengabdian melakukan sosialisasi literasi digital untuk generasi internet di sekolah menengah atas agar siswa-siswi dapat menggunakan gawai untuk belajar dan menggunakan media sosial dengan bijaksana tanpa melanggar undang-undang yang ditetapkan oleh pemerintah. Setelah sosialisasi, diskusi tanya jawab dilakukan agar siswa-siswi dapat menyampaikan pengalaman dan pertanyaan Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera - VOLUME 3. NOMOR. TAHUN 2024 e-ISSN : 2963-3877, p-ISSN : 2962-0929. Hal 53-58 mereka terkait penggunaan internet sebagai media belajar dan hiburan HASIL Berdasarkan pre-test dan post-test, sebanyak 87% peserta menunjukkan peningkatan pemahaman tentang keamanan digital, etika dalam dunia maya, dan cara mengenali informasi palsu. Materi yang paling mudah dipahami siswa adalah: Cara menjaga privasi data pribadi . %). Etika penggunaan media sosial . %). Keterampilan Praktis yang Dicapai: Siswa mampu membuat password yang aman dan memahami pentingnya pengaturan privasi di media sosial. Siswa dapat mengenali ciri-ciri informasi palsu dengan mengecek sumber dan bertanya kepada guru atau orang tua. Peningkatan Kesadaran Etika Digital: Sebagian besar siswa . %) menyatakan lebih memahami pentingnya tidak menyebarkan informasi tanpa memverifikasi kebenarannya. Siswa mulai menunjukkan sikap yang lebih positif dalam menggunakan teknologi, seperti berhenti mem-bully secara online dan menghormati teman di media sosial. DISKUSI