TEMATIK Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Januari 2026, pp. 79 Ae 85 e-ISSN: 2775-3360 https://journals. id/index. php/tematik npage 79 Membangun Fundamental Keuangan UMKM: Pelatihan Pencatatan Transaksi sebagai Pilar Keberlanjutan Usaha Windasari Rachmawati*1. Abdul Karim2. Hani Krisnawati3 ,Muhammad Iqbal4,Iskandar Bukhori5 Universitas Semarang1,2,3,4. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta5 windasarirachmawati@usm. id1 , abdulkarim@usm. id2 , hanikrisnawati094@gmail. iqbal@usm. id4, iskandar. bukhori@umy. Informasi Artikel Abstrak Diterima : 03-12-2025 Direview : 10-12-2025 Disetujui : 30-01-2026 Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan pelaku UMKM melalui pelatihan penyusunan laporan keuangan sederhana. Berdasarkan pemetaan awal terhadap 10 UMKM di Kelurahan Lamper Kidul Kecamatan Semarang Selatan, ditemukan bahwa sebagian besar pelaku usaha belum melakukan pencatatan transaksi keuangan secara teratur dan belum memahami keterkaitan antara biaya, harga jual, dan laba. Kegiatan dilakukan melalui metode ceramah interaktif, demonstrasi, dan praktik pencatatan langsung menggunakan template laporan keuangan sederhana berbasis Microsoft Excel. Evaluasi peningkatan kemampuan dilakukan melalui pre-test dan post-test serta penilaian hasil praktik Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan peserta dalam menyusun laporan arus kas, laporan aktivitas, dan laporan aset. Selain itu, peserta mulai menerapkan pencatatan transaksi harian serta menentukan harga jual berdasarkan perhitungan biaya dan laba. Kegiatan ini memiliki keunggulan karena menggunakan pendekatan praktik langsung dengan data riil UMKM, meskipun perbedaan kemampuan digital antar peserta menjadi tantangan yang memerlukan pendampingan lanjutan. Ke depan, kegiatan ini berpotensi dikembangkan menuju pelatihan yang lebih mendalam, seperti perencanaan arus kas, analisis biaya, dan pendampingan akses pembiayaan usaha berbasis laporan keuangan. Kata Kunci literasi keuangan, laporan keuangan sederhana. UMKM, pencatatan keuangan. PENDAHULUAN UMKM merupakan sektor usaha yang memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah dan nasional, termasuk dalam penciptaan lapangan kerja serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan survei awal yang dilakukan di Kelurahan Lamper Kidul. Kecamatan Semarang Selatan, ditemukan bahwa terdapat 10 pelaku UMKM aktif yang menjalankan usaha di bidang kuliner, jasa laundry, toko kelontong, dan usaha rumah tangga lainnya. Meskipun memiliki potensi ekonomi yang besar, pelaku UMKM menghadapi tantangan serius pada aspek pengelolaan keuangan usaha. Sebanyak 9 dari 10 pelaku UMKM . %) belum melakukan pencatatan transaksi secara teratur, 8 UMKM e-ISSN: 2775-3360 . %) masih mencampurkan keuangan pribadi dan usaha, dan 7 UMKM . %) menetapkan harga jual tanpa perhitungan biaya dan laba yang memadai. Kondisi ini mengakibatkan pelaku usaha kesulitan menilai performa bisnis, memetakan arus kas, maupun menentukan strategi pengembangan usaha. Sumber: Data yang diolah 2025 Dilihat dari kondisi fisik. Kelurahan Lamper Kidul berlokasi pada lingkungan padat penduduk dengan aktivitas ekonomi masyarakat yang cukup tinggi, sehingga peluang pemasaran produk UMKM sebenarnya sangat terbuka. Dari sisi sosial, masyarakat memiliki antusiasme tinggi dalam menjalankan usaha produktif, terbukti dari bertambahnya pelaku usaha rumahan dalam dua tahun terakhir. Namun dari aspek ekonomi, sebagian besar pelaku UMKM belum mampu mengelola keuangan secara tertib, sehingga kesulitan mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan akibat ketiadaan laporan keuangan yang dapat Fakta ini menunjukkan bahwa wilayah tersebut memiliki potensi ekonomi yang besar, namun membutuhkan penguatan kompetensi manajemen keuangan agar pelaku UMKM dapat mengembangkan bisnis secara berkelanjutan. Permasalahan inti yang muncul dari kondisi tersebut adalah rendahnya literasi keuangan pelaku UMKM, yang tercermin dari belum adanya pemahaman mengenai pentingnya pencatatan keuangan sebagai fondasi pengelolaan usaha. Ketidakmampuan dalam menyusun laporan keuangan sederhana berdampak pada tidak tersedianya informasi kinerja usaha yang dapat digunakan untuk evaluasi maupun pengambilan keputusan Selain itu, ketidaktahuan mengenai keterkaitan antara biaya produksi, penetapan harga jual, dan prediksi keuntungan menyebabkan pelaku UMKM menjalankan bisnis berdasarkan intuisi, bukan pada dasar data yang valid dan akurat. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kesadaran pelaku UMKM dalam mengelola keuangan usaha melalui pelatihan literasi keuangan berbasis praktik langsung. Kegiatan ini diharapkan dapat membekali pelaku UMKM dengan keterampilan menyusun laporan arus kas, laporan aktivitas, dan laporan aset menggunakan template keuangan sederhana yang mudah diterapkan dalam aktivitas bisnis Lebih jauh lagi, kegiatan ini ditujukan untuk membantu pelaku UMKM menerapkan pencatatan transaksi secara konsisten, sehingga data keuangan dapat dijadikan dasar dalam evaluasi kinerja usaha, pengambilan keputusan, dan rencana pengembangan bisnis ke depan. Kajian literatur empiris memperkuat urgensi kegiatan ini. (Aribawa, 2. menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif terhadap kinerja dan keberlangsungan UMKM. (Eresia-Eke & Raath, 2. membuktikan bahwa pemahaman TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Januari 2026 e-ISSN: 2775-3360 keuangan membantu pelaku UMKM menghindari kesalahan pengelolaan arus kas dan mengambil keputusan yang lebih rasional. Penelitian (Sukma, 2. menemukan bahwa UMKM dengan literasi keuangan baik lebih adaptif terhadap perubahan pasar dan lebih cepat pulih dari tekanan ekonomi. Selain itu, (Kunttu & Torkkeli, 2. menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas manajemen keuangan berdampak pada kemampuan inovasi dan perluasan pasar. Literasi keuangan merupakan strategic enabler, bukan automatic driver artinya pengetahuan finansial baru menghasilkan kinerja terbaik ketika disejajarkan dengan nilai budaya, struktur kepemimpinan, dan tujuan organisasi (Diyguez-Soto et al. , 2022. Ramirez & Lim, 2. Upaya peningkatan literasi keuangan sebelumnya telah dilakukan oleh berbagai pihak, namun sebagian besar masih bersifat konseptual sehingga tidak berlanjut pada implementasi nyata dalam pencatatan transaksi harian. Untuk itu, kegiatan pengabdian ini dirancang menggunakan pendekatan praktik langsung dengan memanfaatkan data keuangan milik peserta, sehingga keterampilan yang diperoleh dapat langsung diterapkan setelah pelatihan selesai. Literasi keuangan bukan hanya kompetensi teknis, tetapi juga proses pengambilan keputusan yang dipengaruhi budaya, nilai, dan kepentingan sosial dalam (Basha et al. , 2025. Nguyen Ngoc et al. , 2. Literasi keuangan pemilik meningkatkan kecenderungan menggunakan pembiayaan eksternal hanya ketika nilai keluarga mendukung ekspansi (Zhou et al. , 2. Penggunaan layanan keuangan UKM tergantung pengetahuan finansial dan norma sosial & strategi bisnis(Kren et al. , 2. Dengan memperhatikan kebutuhan mitra, potensi wilayah, dan temuan empiris sebelumnya, pelatihan literasi keuangan berbasis praktik langsung diharapkan dapat menjadi solusi nyata bagi peningkatan kapasitas manajemen keuangan UMKM di Kelurahan Lamper Kidul serta mendorong keberlanjutan usaha secara jangka panjang. METODE Metode penerapan pada kegiatan pengabdian ini disusun secara sistematis untuk mencapai tujuan peningkatan literasi keuangan pelaku UMKM. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui lima tahapan utama, yaitu identifikasi kebutuhan, penyusunan materi, implementasi pelatihan, praktik pencatatan keuangan, serta evaluasi ketercapaian hasil. Tahap pertama adalah identifikasi kebutuhan mitra, yang dilakukan melalui observasi dan wawancara terhadap 10 pelaku UMKM di Kelurahan Lamper Kidul untuk menilai kondisi pencatatan keuangan dan pengetahuan finansial sebelum kegiatan dimulai. Tahap ini menghasilkan peta masalah dan indikator keberhasilan yang akan dicapai di akhir Tahap kedua adalah penyusunan materi pelatihan dan template laporan keuangan. Materi dirancang berbasis kebutuhan mitra sehingga berfokus pada pencatatan arus kas, laporan aktivitas, laporan aset, serta perhitungan harga jual dan laba berbasis biaya. Template laporan keuangan disusun menggunakan Microsoft Excel agar mudah digunakan oleh pelaku UMKM. Tahap ketiga adalah implementasi pelatihan, yang dilakukan melalui ceramah interaktif dan diskusi untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya pencatatan keuangan serta konsep dasar laporan keuangan sederhana. Pada tahap ini peserta diberikan modul pelatihan sebagai panduan. Tahap keempat adalah praktik pencatatan keuangan, di mana pelaku UMKM mencatat transaksi usahanya secara langsung menggunakan template laporan keuangan TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Januari 2026 e-ISSN: 2775-3360 yang disediakan. Pendekatan praktik ini bertujuan untuk mengubah pemahaman konseptual menjadi keterampilan nyata dalam pengelolaan keuangan. Tahap kelima adalah evaluasi keberhasilan kegiatan, yang dilakukan melalui dua Pertama, evaluasi deskriptif menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah pelatihan untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta terhadap literasi keuangan. Kedua, evaluasi kualitatif dilakukan melalui penilaian produk praktik berupa laporan keuangan sederhana yang berhasil disusun peserta. Keberhasilan pelatihan dinilai tercapai apabila sekurang-kurangnya 70% peserta mampu menyusun laporan arus kas, laporan aktivitas, dan laporan aset sesuai dengan format yang diberikan. Tingkat ketercapaian hasil juga diukur dari perubahan pada peserta setelah kegiatan. Dari sisi perubahan sikap, indikatornya terlihat dari kesediaan peserta untuk melakukan pencatatan transaksi keuangan secara konsisten. Dari sisi perubahan sosial budaya, keberhasilan ditandai dengan munculnya kebiasaan saling berbagi pengalaman dan saling memberi dorongan antar pelaku UMKM untuk mengelola keuangan secara lebih tertib. Dari sisi perubahan ekonomi, ketercapaian terlihat dari penggunaan laporan keuangan sebagai dasar evaluasi usaha dan penetapan harga jual yang lebih realistis sehingga mendukung peningkatan profitabilitas UMKM dalam jangka panjang. Dengan demikian, metode penerapan dirancang tidak hanya menekankan transfer pengetahuan, tetapi juga memastikan keterampilan peserta dapat diterapkan secara mandiri setelah kegiatan selesai melalui mekanisme evaluasi yang terukur dan terstruktur. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan upaya untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan keterampilan pengelolaan keuangan kepada pelaku UMKM di Kelurahan Lamper Kidul. Pelatihan literasi keuangan yang dilakukan tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman teoritis, tetapi juga mendorong perubahan perilaku ekonomi melalui penerapan pencatatan keuangan pada aktivitas bisnis sehari-hari. Penerapan ilmu ini memberikan nilai tambah bagi masyarakat dalam hal perencanaan usaha, pengelolaan arus kas, dan pengambilan keputusan usaha berbasis data. Kegiatan pelatihan dilakukan melalui penyampaian materi dan praktik langsung menggunakan template laporan keuangan sederhana. Pelatihan berlangsung secara intensif, di mana peserta dilatih mencatat pemasukan dan pengeluaran, menyusun laporan arus kas, laporan aktivitas, dan laporan aset, serta menghitung harga jual berbasis biaya. Penyampaian materi disertai pendampingan sehingga peserta mendapatkan pengalaman langsung dalam melakukan pencatatan transaksi usaha masing-masing. Tingkat ketercapaian sasaran diukur melalui evaluasi sebelum dan sesudah kegiatan. Berdasarkan hasil kuesioner dan penilaian produk praktik, pelatihan menunjukkan hasil yang sangat signifikan. Sebanyak 9 dari 10 peserta . %) menunjukkan peningkatan pemahaman literasi keuangan setelah pelatihan, yang terlihat dari kemampuan mereka menjelaskan fungsi pencatatan keuangan bagi keberlangsungan usaha. Selain itu, 8 peserta . %) berhasil menyusun laporan keuangan sederhana secara mandiri menggunakan template yang telah diberikan. Dari sisi operasional usaha, 6 peserta . %) mulai menentukan harga jual berdasarkan perhitungan biaya dan laba dalam minggu pertama setelah pelatihan, bukan lagi berdasarkan kebiasaan pasar. TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Januari 2026 e-ISSN: 2775-3360 Keberhasilan kegiatan dapat diamati dari dua perspektif waktu. Dalam jangka pendek, pelatihan telah mendorong perubahan sikap peserta terhadap pentingnya pencatatan keuangan, tercermin dari antusiasme untuk menerapkan template laporan keuangan dalam aktivitas usaha. Dalam jangka panjang, keterampilan pencatatan keuangan diharapkan menjadi dasar bagi pelaku UMKM dalam mengelola usaha secara lebih terukur, mengevaluasi kinerja bisnis, menentukan strategi pengembangan, bahkan mengajukan pembiayaan ke lembaga keuangan ketika dibutuhkan. Jika ditinjau dari sisi kesesuaian luaran dengan kebutuhan masyarakat, produk utama pengabdian berupa template laporan keuangan siap pakai menjadi keunggulan kegiatan. Template ini mudah digunakan karena disusun secara sederhana, terstruktur, dan sesuai dengan kebutuhan UMKM skala mikro. Kelemahan kegiatan adalah masih ditemukannya beberapa pelaku UMKM yang belum terbiasa mengoperasikan spreadsheet komputer, sehingga membutuhkan pendampingan tambahan. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi lanjutan berbasis mentoring akan meningkatkan keberlanjutan aktivitas pencatatan keuangan peserta. Dari sisi proses, tingkat kesulitan pelaksanaan relatif sedang. Tantangan terbesar terletak pada heterogenitas tingkat pendidikan, pengalaman usaha, dan kemampuan peserta dalam mengoperasikan perangkat digital. Meskipun demikian, praktik penerapan menggunakan data real peserta menjadi solusi efektif untuk mempercepat pemahaman. Peluang pengembangan ke depannya sangat besar, khususnya pada integrasi pencatatan keuangan dengan pelatihan pemasaran digital dan strategi penetapan harga berbasis analisis biaya, sehingga UMKM dapat meningkatkan daya saing dan profitabilitas usaha. Dokumentasi kegiatan berupa grafik distribusi jenis usaha UMKM dan hasil pencatatan transaksi peserta turut memperkuat capaian kegiatan. Grafik sebaran UMKM menggambarkan keragaman sektor usaha mitra, sedangkan dokumen laporan keuangan hasil praktik menunjukkan bahwa peserta telah mampu menerapkan keterampilan baru setelah mendapatkan pelatihan. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini dinilai berhasil mencapai tujuannya karena mampu menghasilkan perubahan nyata baik pada tingkat individu maupun pada lingkungan usaha melalui peningkatan literasi keuangan, perubahan perilaku pengelolaan keuangan, dan kemampuan penerapan pencatatan keuangan yang berkelanjutan. Potret UMKM di Lokasi Kegiatan Berdasarkan survei awal terhadap sepuluh pelaku UMKM di Kelurahan Lamper Kidul, ditemukan variasi sektor usaha sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 1. Informasi ini berfungsi untuk memahami karakteristik usaha dan kebutuhan pembinaan keuangan pada masing-masing pelaku usaha. Tabel 1. Sebaran UMKM Berdasarkan Jenis Usaha Jenis Usaha Kuliner Laundry Toko kelontong Jumlah UMKM Persentase TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Januari 2026 e-ISSN: 2775-3360 Jenis Usaha Jumlah UMKM Persentase Usaha rumah tangga lainnya 2 Total Sumber: Data Yang Diolah 2025 Sebaran tersebut menunjukkan dominasi usaha kuliner, diikuti sektor jasa dan usaha rumah tangga lainnya. Variasi bidang usaha ini menunjukkan bahwa pelatihan literasi keuangan harus bersifat fleksibel agar dapat diterapkan pada karakteristik transaksi yang berbeda pada tiap usaha. Gambar 1: Foto Kegiatan PKM Gambar 3. Hasil test kemampuan dasar (%) peserta pelatihan literasi keuangan yang diuji pada awal dan akhir kegiatan pengabdian. KESIMPULAN Kegiatan pelatihan literasi keuangan bagi UMKM di Kelurahan Lamper Kidul telah berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam melakukan pencatatan keuangan secara sederhana. Penerapan metode praktik langsung menggunakan data transaksi usaha membuat peserta lebih mudah memahami cara menyusun laporan arus kas, laporan aktivitas, dan laporan aset, sehingga kemampuan pengelolaan keuangan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan sebelum pelatihan. Selain memberikan manfaat langsung berupa perubahan perilaku dalam mencatat transaksi dan menentukan harga jual berbasis perhitungan biaya dan laba, kegiatan ini juga menghasilkan luaran yang dapat diterapkan secara mandiri berupa template laporan keuangan yang mudah digunakan. TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Januari 2026 e-ISSN: 2775-3360 Meskipun demikian, perbedaan kemampuan digital antar peserta menjadi tantangan tersendiri sehingga beberapa pelaku usaha masih membutuhkan pendampingan lanjutan untuk memastikan konsistensi pencatatan keuangan. Ke depan, kegiatan ini berpotensi dikembangkan ke arah pelatihan lanjutan seperti perencanaan arus kas, digital marketing berbasis laporan keuangan, serta pendampingan akses pembiayaan apabila UMKM telah memiliki laporan keuangan yang tertib dan akuntabel. DAFTAR PUSTAKA