E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 DOI: https://doi. org/10. 31933/eej. Received: 20/06/2022. Revised: 30/06/2022. Publish: 23/07/2022 PENERAPAN MEDIA GAMBAR DENGAN MODEL KOOPERATIF TIPE THE POWER OF TWO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN TEMATIK DI KELAS IV-B UPT. SD NEGERI 01 LIMO KAUM Ratnawilis UPT. SD Negeri 01 Limo Kaum Email: ratnawilis639@gmail. Abstrak Rendahnya hasil belajar dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya adalah pemanfaatan media dan model pembelajaran yang kurang bervariasi dalam proses pembelajaran sehingga membuat siswa menjadi pasif. Hal ini ternyata membuat siswa menjadi bosan dan kurang dapat menyerap materi yang diajarkan, sehingga hasil belajar menjadi rendah. Salah satu alternatif media dan model pembelajan yang meningkatkan hasil belajar dan aktivitas guru serta siswa adalah dengan pemanfaatan media gambar dengan model pembelajaran the power of two. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI-B di UPT Sekolah Dasar Negeri 01 Limo Kaum yang berjumlah 35 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui lembar observasi untuk siswa, serta Post test . es akhi. Teknik analisis data dilakukan dengan dengan skor presentase. Berdasarkan hasil penelitian, aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran pada siklus I memperoleh presentase 74 (Bai. , pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 93,75 (Baik sekal. Sedangkan aktivitas peserta didik pada siklus I memperoleh presentase 67,05 (Bai. , pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 86,90 (Baik sekal. Sedangkan hasil belajar yang diperoleh peserta didik pada siklus I hanya 24 peserta didik yang tuntas dengan persentase 68,57% dan tidak tuntas 11 siswa dengan persentase 31,43%, sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan yaitu 32 peserta didik mencapai ketuntaasan dengan presentase 91,43% dan 3 peserta didik tidak tuntas dengan presentase 8,57%. Dengan demikian berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media gambar dengan model the power of two dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI-B di UPT Sekolah Dasar Negeri 01 Limo Kaum. Kata Kunci: Media Gambar. Kooperatif Tipe The Power of Two. Tematik PENDAHULUAN Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia, melalui pendidikan manusia akan tumbuh berkembang sebagai suatu pribadi yang utuh. Pendidikan memiliki peranan penting untuk meningkatkan dan memajukan suatu negara, semakin tinggi pendidikan maka semakin makmurlah negara tersebut. Pendidikan adalah suatu E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 proses dalam rangka mempengaruhi siswa agar dapat menyesuaikan diri sebaik mungkin terhadap lingkungannya dan dengan demikian akan menimbulkan perubahan dalam dirinya. Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdikna. pasal 3 menyebutkan. Aupendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawabAy. Dengan adanya UU Sisdiknas jelas bahwa pendidikan sangat mempengahiri kehidupan manusia dimasa sekarang dan dimasa yang akan datang. Terlaksanakannya pendidikan yang baik dan tercapainya tujuan pembelajaran sangat ditentukan oleh kemampuan guru dalam menyusun media dan model sesuai dengan materi atau tema yang akan diajarkan dan disampaikan kepada siswa. Disekolah guru berperan sebagai orang tua kedua bagi siswa. Jadi, guru dan siswa adalah sebagai dwi tunggal yang kokoh dan bersatu dalam proses belajar mengajar. Tujuan siswa untuk belajar adalah untuk melakukan perubahan terhadap dirinya secara terencana baik pada segi kognitif, psikomotor, maupun efektif. Tercapainya proses pembelajaran sangat tergantung pada cara guru melaksanakan proses pembelajaran, penguasaan materi, komunikasi dengan siswa, pemberian motivasi, dan menggunakan model serta media pembelajaran yang baik yang sesuai materi atau tema. Media pembelajaran digunakan dalam rangka upaya peningkatan atau mempertinggi mutu proses kegiatan belajar mengajar. Secara umum media pembelajaran mempunyai kegunaan untuk memperjelas tulisan atau lisan dalam suatu proses belajar mengajar dan juga untuk mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera seperti misalnya objek terlalu besar atau terlalu kecil, suatu kejadian yang terjadi pada masa lalu, objeknya terlalu kompleks dan konsepnya terlalu luas. Menurut Azhar Arsyad . 4: . media merupakan alat untuk memberikan rangsangan bagi siswa supaya terjadinya proses belajar. Alasan utama pemilihan media dalam pembelajaran, karena didasarkan atas konsep pembelajaran sebagai sebuah sistem yang didalamnya terdapat suatu keutuhan yang terdiri atas sejumlah komponen yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. Dasar pertimbangan dalam pemilihan media adalah dapat terpenuhinya kebutuhan dan tercapainya tujuan. Terdapat beberapa media yang dapat digunakan dalam pembelajaran antara lain media teks, audio, visual, proyeksi gerak, benda-benda tiruan dan manusia. Sama seperti media lain, media visual berfungsi untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, menggambarkan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan. Ada beberapa media yang termasuk dalam media visual salah satunya adalah media gambar. Media gambar akan membantu guru dalam menjelaskan materi sehingga siswa mudah memahaminya. Dengan menggunakan media gambar yang baik dapat mendorong pertanyaan yang kreatif, melalui gambar-gambar para siswa akan didorong untuk mengembangkan keterampilan berbahasa lisan dan tulisan, seni grafis dan bentuk-bentuk lainnya. Melalui penggunaan media gambar yang baik dan kreatif serta sesuai dengan materi pembelajaran, guru dapat membuat siswa lebih fokus pada materi yang akan dipelajari, karena biasanya dengan penggunaan media yang baik serta kreatif akan membuat siswa memperhatikan materi-materi yang disampaikan oleh guru,dapat memperjelas suatu masalah. E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 proses pembelajaran menjadi lebih menarik, dan juga meningkatkan kualitas hasil belajar Dalam upaya meningkatkan hasil belajar tidak cukup menggunakan media saja tetapi perlu ditambahkan model pembelajaran yang dapat membuat siswa lebih semangat dan aktif dalam belajar. Salah satu model yang dapat digunakan adalah model Kooperatif tipe the Power of Two. Dengan penggunaan model Kooperatif tipe the Power of Two akan membantu guru dalam proses pembelajaran dan siswa juga dapat melengkapi dan membantu siswa yang berkemampuan sedang dan lemah. Menurut Trianto . 0: . Pembelajaran Kooperatif tipe the Power of Two merupakan suatu bentuk pembelajaran kooperatif yang melatih siswa berfikir kritis terhadap suatu masalah, kemudian bersama pasangan mencari solusi dan mengembangkan pengembangkan pengetahuan secara lebih mintegratif. Secara keseluruhan penerapan model Kooperatif tipe the Power of Two bertujuan agar membiasakan siswa belajar aktif baik secara individu maupun kelompok dan membantu siswa agar dapat bekerja sama dengan orang lain. Model pembelajaran Kooperatif tipe the Power of Two ini memiliki beberapa kelebihan. Kelebihan tersebut antara lain maningkatkan partisipasi siswa, lebih banyak kesempatan untuk konstribusi masing-masing anggota kelompok, interaksi lebih mudah dan cepat dalam pembentukan kelompok. Penggabungan antara media dan model pembelajaran diharapkan dapat membantu siswa dalam dalam peningkatan hasil belajarnya. Karena dengan adanya kombinasi antara media dan model dalam suatu pembelajaran membuat siswa lebih aktif, kreatif dan bekerja sama dengan kawan kelompoknya, dengan begitu hasil belajar siswa pun dapat meningkat. Penggunaan media dan model dalam pembelajaran juga sangat membantu dan memudahkan guru dalam proses pembelajaran dikarenakan guru dapat menarik perhatian belajar dari Berdasarkan hasil observasi awal di kelas IV-B di UPT Sekolah Dasar Negeri 01 Limo Kaum diketahui bahwa guru sudah menggunakan media namun tidak sesuai dengan materi pembelajaran siswa dan juga masih sering menggunakan media teks atau bacaan yang ada di buku siswa. Suasana dalam proses pembelajaran juga terasa tidak tenang dan juga siswa kurang memahami materi sehingga sangat berpengaruh kepada hasil belajar siswa atau dengan kata lain materi yang disampaikan guru tidak dapat diserap oleh siswa secara Selain itu kurangnya keaktifan siswa dalam pembelajaran serta kecenderungan siswa yang pasif dalam pembelajaran. Masalah lain yang ditemukan pada saat proses pembelajaran berlangsung yaitu kurangnya kemauan siswa dalam belajar, siswa kurang tanggap dalam diskusi, serta kecenderungan siswa pasif dalam pembelajaran. Hal tersebut terlihat pada saat diskusi, di mana anggota kelompok diskusi terdiri atas 5 orang tetapi tidak semua anggota kelompok yang aktif berdiskusi, diskusi kelompok hanya hanya didominasi 2 atau 3 orang anggota kelompok, sedangkan anggota kelompok yang lain hanya bermain dan membicarakan hal-hal yang tidak berhubungan dengan materi pembelajaran siswa dan juga masih sering menggunakan media teks atau bacaan yang ada di buku siswa. Suasana dalam proses pembelajaran juga terasa tidak tenang dan juga siswa kurang memahami materi sehingga sangat berpengaruh kepada hasil belajar siswa atau dengan kata lain materi yang disampaikan guru tidak dapat diserap oleh siswa secara keseluruhan. Selain itu kurangnya keaktifan siswa E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 dalam pembelajaran serta kecenderungan siswa yang pasif dalam pembelajaran. Masalah lain yang ditemukan pada saat proses pembelajaran berlangsung yaitu kurangnya kemauan siswa dalam belajar, siswa kurang tanggap dalam diskusi, serta kecenderungan siswa pasif dalam Berdasarkan masalah diatas, penggunaan media dan model yang tepat sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Maka dari itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai penerapan media gambar dengan menggunakan model kooperatif tipe the Power of Two dengan judul: AuPenerapan Media gambar dengan model kooperatif tipe the Power of Two untuk meningkatkan hasil belajar pada pembelajaran Tematik di Kelas IV-B di UPT Sekolah Dasar Negeri 01 Limo Kaum. Ay Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut: Bagaimana aktivitas guru dalam penerapan media gambar dengan model kooperatif tipe the Power of Two pada pembelajaran Tematik kelas IV-B di UPT Sekolah Dasar Negeri 01 Limo Kaum? Bagaimana aktivitas siswa dalam penerapan media gambar dengan model kooperatif tipe the Power of Two pada pada pembelajaran Tematik kelas IV-B di UPT Sekolah Dasar Negeri 01 Limo Kaum? Bagaimana hasil belajar siswa dalam penerapan media gambar dengan kooperatif tipe the Power of Two pada pada pembelajaran Tematik kelas IV-B di UPT Sekolah Dasar Negeri 01 Limo Kaum? Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah: Untuk mengetahui aktivitas guru dalam penerapan media gambar dengan model kooperatif tipe the Power of Two pada pembelajaran Tematik kelas IV-B di UPT Sekolah Dasar Negeri 01 Limo Kaum. Untuk mengetahui aktivitas siswa dalam penerapan media gambar dengan model kooperatif tipe the Power of Two pada pembelajaran Tematik kelas IV-B di UPT Sekolah Dasar Negeri 01 Limo Kaum. Untuk mengetahui hasil belajar siawa dalam penerapan media gambar dengan model kooperatif tipe the Power of Two pada pembelajaran Tematik kelas IV-B di UPT Sekolah Dasar Negeri 01 Limo Kaum. METODOLOGI PENELITIAN Menurut Wiriatmadja . 7: . Rancangan penelitian adalah sebuah gambaran kegiatan yang akan dilakukan dalam kegiatan penelitian. Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas . lassroom action Penelitian tindakan kelas adalah penelitian praktis yang dimaksudkan untuk memperbaiki pembelajaran di kelas. Penelitian ini merupakan salah satu upaya guru atau praktisi dalam bentuk berbagai kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu pembelajaran di dalam kelas. Penelitian tindakan kelas adalah suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki atau meningkatkan pelaksanaan pembelajaran secara profesional. Penelitian tindakan kelas merupakan ragam penelitian pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru untuk memecahkan masalah yang E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 terdapat dalam pembelajaran. Tujuan utama dalam penelitian tindakan kelas ini adalah untuk memperbaiki mutu dan hasil belajar serta mencoba hal-hal yang baru dalam pembelajaran. Penelitian tindakan kelasmengikuti beberapa tahapan yang pelaksanaannya terdiri atas beberapa siklus. Setiap sikluis terdiri atas tahap perencanaamn, pelaksanaan tidakan, pengamatan, dan refleksi. Tahap-tahap penelitian dalam masing-masing tindakan tersebut terjadi secara berulang-ulang hingga pada akhirnya menghasilkan beberapa tindakan dalam penelitian ini. Suharmi arikunto dalam bukunya menjekaskan kekempat thap tersebu, yaitu: Tahap 1: Menyusun rancangan tindakan . Dalam tahap ini peneliti menjelaskan tentang apa,mengapa, kapan, di mana, oleh siapa, dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan. Penelitian ini dilakukan secara berpasangan antara pihak yang melakukan dan pihak yang mengamati proses jalannya Oleh sebab itu perlu adanya kolaborasi antara pelaksana tindakan dengan pengamat Adapun yang menjadi pelaksana tindakan kelas tersebut adalah penulis sendiri sedangkan yang menjadi pengamat tindakan ini adalah guru kelas 1V. Hal ini disebabkan untuk menghindari subjektivitas dalam penelitian. Tahap 2: Pelaksanaan tindakanPada tahap ini pelaksanna yang dirancang merupakan penerapan isi rancangan, yaitu melaksanakan tindakan berupa proses pembelajaran tematik menggunakan media gambar dengan model the Power of Two. Tahap 3: PengamatanTahap ini berupa kegiatan pengamatan yang dilakukan oleh pengamat yaitu guru kelas IV. Pengamatan ini dilakukan bersamaan dengan saat proses tindakan Guru kelas IV diharapkan dapatmenulis semua hal yang dianggap masih kurang dalam proses tindakan yang dilakukan oleh pelaksana tindakan yaitu penulis sendiri dan siswa kelas IV sebagai objek penelitian. Hal ini dilakukan agar memperoleh data yang akurat untuk perbaikan siklus berikutnya. Tahap 4: Refleksi Tahap refleksi merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan, kemudian penulis berhadapan dengan pengamat untuk mendiskusikan implementasi rancangan tindakan, serta mengevalusi maslah yang dianggap masih kurang sehingga dapat memperbaiki pada siklus berikutnya. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di UPT. SD Negeri 01 Limo Kaum. pada kelas VI-B semester genap tahun ajaran 2021/2022 Adapun yang menjadi subjek penelitian ini adalah siswa kelas VI-B yang berjumlah 35 siswa, sebelum melaksanakan penelitian, peneliti melakukan konsultasi dengan teman sejawat. Sebelum melaksanakan penelitian di lapangan, peneliti terlebih dahulu menyiapkan instrumen-instrumen penelitian. Instrumen penelitian merupakan salah satu perangkat yang digunakan dalam mencari sebuah jawaban pada suatu penelitian. Berikut ini merupakan uraian satu persatu macam-macama instrumen yang digunakan oleh peneliti, antara lain: Lembar Observasi Lembar observasi adalah lembar pengamatan untukmelihat seberapa jauh efek tindakan yang telah mencapai tujuan. (Iskandar, 2009: . Dalam penelitian ini penulis bertindak langsung sebagai pengajar atau guru untuk memperoleh data yang akurat. Oleh karena itu, tujuan observasi ini adalah untuk melihat situasi dan kondisi kelas pada saat E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 guru dansiswamelakukan proses belajar mengajar. Observasi yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu mengamati aktivitas yang dilakukan siswa dan guru selama proses pembelajaran untuk setiapkali pertemuan. Tes Tes berfungsi sebagai alat untuk mengukur sejauh mana kemampuan siswa terhadap meteri yang dipelajari. Dalam penelitian ini siswa diberi tes awal (Pre tes. dan tes akhir (Post tes. Pre test merupakan tes yang dilakukan untuk mengukur kemapuan awal yang dilakukan oleh siswa sebelum diberikan tindakan. Sedangkan post test merupakan tes yang diberikan diakhir pembelajaran setelah diberikannya tindakan untuk mengukur keberhasilan suatu pembelajaran. Untuk memperoleh data dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan beberapa teknik pengumpulan antara lain: Observasi aktivitas Observasi aktivitas guru Lembar observasi diberikan kepada pengamat digunakan untuk memperoleh data aktivitas guru dengan mengamati kegiatan guru selama proses pembelajaran Sasaran pengamatan dalam lembar observasi adalah penggunaan media gambar, perilaku guru dalam membuka pembelajaran, pelaksanaan kegiatan inti dan dalam mengakhiri pembelajaran. Observasi aktivitas siswa Lembar observasi diberikan kepada pengamat yang digunakan untuk memperoleh data aktivitas siswa dengan mengamati kegiatan siswa selama proses pembelajaran Sasaran pengamatan dalam lembar observasi adalah keaktifan siswa dalam belajar dan hasil yang diperoleh siswa. Tes Tes merupakan tes yang diberikan kepada siswa setelah berlangsungnya pembelajaran di setiap siklus. Tes ini bertujuan untuk melihat perbandingan hasil belajar siswa setelah menggunakan media gambar dengan model the Power of Two pada setiap Analisis hasil observasi yaitu suatu analisis terhadap aktivitas guru dan siswa selama proses belajar mengajar, yaitu terdiri dari pendahuluan, kegiatan inti, penutup, alokasi dan pengelolaan waktu serta pengelolaan kelas. Observasi dilakukan dengan cara melihat secara langsung keadaan proses pembelajaran dikelas IV-B UPT. SD Negeri 01 Limo Kaum. , baik pengamatan terhadap guru dan siswa. Analisis hasil observasi aktivitas guru Data observasi aktivitas guru dilakukan oleh pengamat selama pelaksanaan tindakan, dengan berpedoman pada lembar observasi yang disediakan peneliti. Analisis data hasil observasi aktivitas guru dan penggunanmedia gambar dengan model the Power of Two dilakukan dengan menganalisis persentasi berikut ini: P = F x 100 E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 Keterangan : = persentase yang diperoleh = jumlah skor yang diperoleh = jumlah skor nilai maksimal = Nilai konstan Tabel 1. Kriteria Penilaian Aktivitas Guru Nilai Angka Nilai Huruf Kategori 80 - 100 Baik Sekali 66 Ae 79 Baik 56 Ae 65 Cukup 40 Ae 55 Kurang 30 Ae 39 Gagal Anas sudjono . 5: . menjelaskan bahwa Auaktivitas guru elama pembelajaran dikatakan mencapai taraf keberhasilan jika berada pada kategoti aktivitas baik atau baik sekaliAy. Apabila dari hasil analisi data yang dilakukan masih terdapa aspek-aspek pengamatan yang masih berada dalam kategori sangat kurang, kurang atau cukup maka akan dijadikan bahan pertimbangan untuk merevisi perangkat pembelajran selanjutnya Anas sudjono . 5: . menjelaskan bahwa Auaktivitas guru Selama pembelajaran dikatakan mencapai taraf keberhasilan jika berada pada kategori baik atau baik sekaliAy. Apabila dari analisi data yang dilakukan masih terdapat aspek-aspek pengamatan yang masih berada dalam kategori yang sangat kurang, kurang atau cukup maka akan dijadikan bahan petimbangan untuk merevisi perangkat pembelanjaran selanjutnya. Data penagamatan aktivitas peserta didik selama kegiatan pembelajaran berlangsung dengan menggunakan media gambar dengan model the Power of Two dianalisis dengan menggunakan persentase berikut: P = F x 100 Keterangan : = persentase yang diperoleh = jumlah skor nilai skor diperoleh = jumlah skor nilai maksimal = Nilai konstan Tabel 2. Kriteria Penilaian Aktivitas Peserta Didik Nilai Angka Nilai Huruf Kategori 80 - 100 Baik Sekali 66 Ae 79 Baik 56 Ae 65 Cukup 40 Ae 55 Kurang 30 Ae 39 Gagal Anas sudjono menjelaskan bahawa Auaktivitas peserta didik selama pembelajaran dikatakan mencapai taraf keberhasilan jika berada pada kategori baik atau baik sekali. Apabila dari hasil analisi data yang dilakukan masih terdapat aspek-aspek pengamatan E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 yang masih berada dalam kategori sangat kurang, kurang atau cukup, maka akan dijadikan bahan pertimbangan untuk merivisi perangkat pembelajaran selanjutnya. Hasil belajar adalah suatu akibat dari proses belajar dengan menggunakan alat pengukur, yaitu berupa tes yang disusun secara terencana, baik tes tulis, tes lisan maupun tes perbuatan. Untuk melihat hasil belajar dilakukan suatu penilaian terhadap siswa yang bertujuan untuk mengetahui apakah siswa telah menguasai suatu materi atau belum. Data yang digunakan untuk menganalisis keberhasilan belajar adalah tes hasil yang diberikan pada setiap selesai kegiatan pembelajaran. Jawaban tes digunakan untuk melihat keberhasilan belajar. Tes hasil belajar ini dianalisis dengan menggunakan Uji Persentase sebagai berikut: P = F x 100 Keterangan : P = persentase yang diperoleh F = jumlah siswa yang tuntas N = jumlah keseluruhan siswa 100 = Nilai konstan Dari tes hasil belajar peserta didik dinalisis dengan statistic deskriptif yaitu melaksanakan tingkat ketuntasan individual dan klasikal. Setiap peserta didik dikatakan tuntas belajarnya jika proporsi jawaban benar siswa >75% dan suatu kelas dikatakan tuntas jika didalam kelas tersebut terdapat >85% siswa tuntas belajarnya. Tabel 3. Kriteria Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Nilai Angka Nilai Huruf Kategori 80 - 100 Baik Sekali 66 Ae 79 Baik 56 Ae 65 Cukup 40 Ae 55 Kurang 30 Ae 39 Gagal Media gambar dengan model kooperatif tipe the Power of Two untuk meningkatkan hasil belajar pada pembelajaran Tematik di Kelas IV-B UPT. SD Negeri 01 Limo Kaum. pada penelitian ini dapat dikatakan berhasil apabila persentase hasil belajar peserta didik secara klasikal mengalami peningkatan hingga mencapai Ou80% dari jumlah siswa pada kelas yang diteliti. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Kondisi Awal (Pra Siklu. Dalam pengelolaan pembelajaran di kelas IV-B UPT. SD Negeri 01 Limo Kaum, guru umumnya menggunakan metode konvensional dan penugasan. Guru sebagai penyampai materi sedangkan peserta didik hanya sebagai pendengar yang selesai mendengar kemudian mengerjakan latihan. Yang demikian itu membuat peserta didik kebosanan, apalagi tema Indahnya Negeriku sebagian besar uraian panjang dan banyak hafalan sehingga pembelajaran kurang efektif. E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 Dari hasil penelitian pra siklus yang diambil dari nilai pre tes harian peserta didik, masih terdapat banyak peserta didik yang kesulitan dalam pemebelajaran tema Indahnya Negeriku. Dari 35 peserta didik di kelas IV-B hanya 19 peserta didik yang berhasil memenuhi standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Untuk Kriteria Ketuntasan Minimal pada mata pelajaran tema Indahnya Negeriku adalah 80. Artinya masih ada 16 peserta didik yang masih mengalami kesulitan dalam pembelajaran atau 45,71% dari jumlah peserta didik, sehingga perlu untuk memperbaiki keadaan tersebut. Berikut data hasil dari penelitian pada kondisi awal atau pra siklus. Adapun hasil pretes tersebut dapat disajikan dalam tabel berikut ini. Tabel 4. Rekapitulasi Hasil Belajar Peserta Didik Pra Siklus Keterangan Nama Peserta Didik KKM Nilai Tuntas Belum Tuntas Ahmad Fachry Alsyafiz Ainiya Faida Azmi Azzira Ali Bagas Hadi Firjatullah Oo Fajri Akbar Avika Genta Osa Berzellius Hafiza Khaira Lubna Hafizhah Naura Hanaa Fazila Amri 10 Hanifah Efendi 11 Naura Berlianski Oo 12 Maryam 13 Monalisa Putri Burhani Oo 14 Muhammad Faqi Pratama 15 Muhammad Aqila Fikri 16 Muhammad 17 Muhammad Hakim 18 Muhammad Rizky Oo 19 Muhammad Salim Muzzaqi Oo 20 Nailatul Qoddyah 21 Najwa Sabilla Azzalea 22 Natasya Putri Novindra 23 NugieAdelio Pratama 24 Olivia Mardiyanti Oo 25 Panca Erlanda Prasetya 26 Pramadipta Kenzi Evrado 27 Puti Dahlia A Shidiq 28 Putri Nur Azizah 29 Qonitah Hardiyanti Oo 30 Refeyfa Asyla Arista 31 Raffades Is Tamara 32 Raka Akena Saverio 33 Rishelya Realita 34 Salsabila 35 Syifa Rahmadani Oo E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 Jumlah Nilai rata-rata kelas Presentase 70,29 54,29% 45,71% Dari data tabel di atas, dapat dilihat nilai rata-rata kelas adalah 70,29 peserta didik yang berhasil mencapai KKM atau mendapat nilai Ou 80 adalah 19 siswa . ,29%) dan peserta didik yang belum berhasil mencapai KKM atau mendapatkan nilai C 80 adalah 16 peserta didik ( 45,71% ). Berdasarkan hasil pre test maka peneliti dan observer (Rukmini. SPd. SD) sepakat melakukan perbaikan berupa penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada tema Indahnya Negeriku. Rencana perbaikan ini Penerapan media gambar dengan model kooperatif tipe the Power of Two, yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar dalam proses pembelajaran sehingga hasil belajar juga meningkat. Siklus I Setelah kegiatan pembelajaran pada RPP I berlangsung, guru memberikan soal post test yang diikuti oleh 35 orang peserta didik. Adapun Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan di kelas IV-B di UPT SD Negeri 01 Limo Kaum adalah 80. Skor hasil belajar Post test peserta didik pada siklus I dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 5. Hasil Evaluasi Peserta Didik Siklus I Keterangan No Nama Peserta Didik KKM Nilai Tuntas Belum Tuntas Ahmad Fachry Alsyafiz Ainiya Faida Azmi Azzira Ali Bagas Hadi Firjatullah Oo Fajri Akbar Avika Genta Osa Berzellius Hafiza Khaira Lubna Hafizhah Naura Hanaa Fazila Amri 10 Hanifah Efendi 11 Naura Berlianski Oo 12 Maryam 13 Monalisa Putri Burhani Oo 14 Muhammad Faqi Pratama 15 Muhammad Aqila Fikri 16 Muhammad 17 Muhammad Hakim 18 Muhammad Rizky Oo 19 Muhammad Salim Muzzaqi Oo 20 Nailatul Qoddyah 21 Najwa Sabilla Azzalea 22 Natasya Putri Novindra 23 NugieAdelio Pratama 24 Olivia Mardiyanti Oo E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 25 Panca Erlanda Prasetya 26 Pramadipta Kenzi Evrado 27 Puti Dahlia A Shidiq 28 Putri Nur Azizah 29 Qonitah Hardiyanti 30 Refeyfa Asyla Arista 31 Raffades Is Tamara 32 Raka Akena Saverio 33 Rishelya Realita 34 Salsabila 35 Syifa Rahmadani Jumlah Nilai rata-rata kelas Presentase Volume 2. Issue 2. Juli 2022 68,57% 31,43% Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa 24 peserta didik . ,57%) tuntas belajarnya, sedangkan 11 peserta didik . ,43%) tidak tuntas. Berdasarkan KKM yang ditetapkan di UPT. SD Negeri 01 Limo Kaum bahwa seorang peserta didik dikatakan tuntas belajarnya bila memiliki nilai ketuntasan secara individu minimal 80. Oleh karena itu, persentase ketuntasan belajar siswa masih berada di bawah 80% maka hasil belajar dengan penerapan media gambar dengan model kooperatif tipe the Power of Two untuk siklus I belum mencapai ketuntasan belajar klasikal. Siklus II Setelah pembelajaran pada siklus II berlangsung, guru memberikan post test. Adapun Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan di UPT. SD Negeri 01 Limo Kaum Skor hasil post test belajar peserta didik pada siklus II dapat dilihat pada tabel Tabel 6. Hasil Evaluasi Peserta Didik Siklus II Keterangan No Nama Peserta Didik KKM Nilai Tuntas Belum Tuntas Ahmad Fachry Alsyafiz Ainiya Faida Azmi Azzira Ali Bagas Hadi Firjatullah Oo Fajri Akbar Avika Genta Osa Berzellius Hafiza Khaira Lubna Hafizhah Naura Hanaa Fazila Amri 10 Hanifah Efendi 11 Naura Berlianski Oo 12 Maryam 13 Monalisa Putri Burhani Oo 14 Muhammad Faqi Pratama 15 Muhammad Aqila Fikri 16 Muhammad E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 17 Muhammad Hakim 18 Muhammad Rizky 19 Muhammad Salim Muzzaqi 20 Nailatul Qoddyah 21 Najwa Sabilla Azzalea 22 Natasya Putri Novindra 23 NugieAdelio Pratama 24 Olivia Mardiyanti 25 Panca Erlanda Prasetya 26 Pramadipta Kenzi Evrado 27 Puti Dahlia A Shidiq 28 Putri Nur Azizah 29 Qonitah Hardiyanti 30 Refeyfa Asyla Arista 31 Raffades Is Tamara 32 Raka Akena Saverio 33 Rishelya Realita 34 Salsabila 35 Syifa Rahmadani Jumlah Nilai rata-rata kelas Presentase Volume 2. Issue 2. Juli 2022 84,29 91,43% 8,57% Berdasarkan tabel dapat diketahui bahwa pada siklus II menunjukkan jumlah peserta didik mencapai ketuntasan secara individu sebanyak 32 peserta didik . ,43%). Sedangkan 3 siswa . ,57%) belum mencapai ketuntasan belajar. Rata-rata hasil belajar yang diperoleh peserta didik adalah 84,29 dan sudah mencapai KKM yang ditentukan oleh UPT. SD Negeri 01 Limo Kaum yaitu minimal 80. Oleh karena itu persentase 91,43% ketuntasan belajar berada di atas 80. Maka hasil belajar siswa pada siklus II sudah mencapai ketuntasan belajar secara klasikal. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari siklus II tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran melalui penerapan media gambar dengan model kooperatif tipe the Power of Two dapat meningkat dari siklus I hasil belajar hanya mendapat 68,57% dan pada siklus II lebih meningkat lagi menjadi 91,43% Hasil belajar peserta didik melalui penerapan media gambar dengan model kooperatif tipe the Power of Two membuktikan bahwa dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada siklus II. Hal ini dikarenakan pada saat peserta didik memulai penerapan media gambar dengan model kooperatif tipe the Power of Two, peserta didik mengingat penjelasan guru dan juga belajar secara kelompok dapat membuat peserta didik lebih aktif dan kreatif serta terjalin kerjasama yang baik antara peserta didik. Hasil belajar secara klasikal dapat dilihat pada tabel Tabel 7. Daftar Hasil Belajar Peserta Didik per Siklus Frekuensi (F) Persentase (%) Ketuntasan Siklus I Siklus II Siklus I Siklus II Tuntas 68,57% 91,43% Belum Tuntas 31,43% 8,57% Jumlah E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 Berdasarkan tabel dapat disimpulkan bahwa penelitian telah selesai. Hal ini dikarenakan aktivitas guru pada siklus II sudah sangat baik dan aktivitas peserta didik terlihat aktif dalam pembelajaran. sedangkan hasil belajar peserta didik dengan penerapan media gambar dengan model kooperatif tipe the Power of Two menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar. Berdasarkan analisis hasil belajar peserta didik yang menunjukkan bahwa persentase ketuntasan 91,43% sudah tercapai. Oleh karena itu peneliti tidak melanjutkan penelitian pada siklus berikutnya. Pembahasan Hasil Penelitian Untuk melihat hasil belajar siswa pada pembelajaran melalui penerapan media gambar dengan model kooperatif tipe the Power of Two, maka peneliti mengadakan tes pada setiap akhir pembelajaran. Tes yang dilakukan setelah pembelajaran berlangsung bertujuan untuk mengetahui keberhasilan dan kemampuan peserta didik dalam memahami materi pelajaran. Setelah hasil tes terkumpul maka data tersebut diolah dengan melihat kriteria ketuntasan minimal yang berlaku di UPT. SD Negeri 01 Limo Kaum yaitu secara individu 80 dan 80% siswa tuntas klasikal. Hasil belajar melalui model pembelajaran penerapan media gambar dengan model kooperatif tipe the Power of Two menunjukkan adanya peningkatan ketuntasan belajar untuk setiap siklusnya. Peserta didik yang tuntas pada siklus I berdasarkan hasil tes 11 peserta didik . ,43%) dari 35 peserta didik belum tuntas hasil belajarnya, dan yang tuntas belajarnya 24 peserta didik . ,57%). Kategori ketuntasan peserta didik dalam pembelajaran secara klasikal adalah jika mencapai 80% sehingga ketuntasan siswa secara klasikal pada siklus I belum Hal ini terjadi karena kurangnya kemampuan konsentrasi dan rendahnya pemahaman siswa terhadap materi yang sedang dibelajarkan sehingga hasil belajar peserta didik ketuntasan peserta didik secara klasikal belum tercapai. Jadi untuk mengatasi hal ini, guru harus mampu meningkatkan aktivitas belajar peserta didik sehingga peserta didik selalu aktif, kreatif dan mandiri dalam mengikuti proses pembelajaran. Pada siklus II hanya 3 peserta didik . ,57%) yang tidak tuntas belajarnya, peserta didik tuntas belajar 32 peserta didik . ,43%). Kategori ketuntasan dalam pembelajaran secara klasikal adalah jika mencapai 80%. Pada siklus II guru mampu memberikan motivasi belajar peserta didik sehingga peserta didik aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran, sehingga dapat merubah hasil belajar menjadi lebih baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan media gambar dengan model kooperatif tipe the Power of Two ini dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IV UPT. SD Negeri 01 Limo Kaum. Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan penulis pada peserta didik kelas IV-B di UPT. SD Negeri 01 Limo Kaum dengan penerapan media gambar dengan model kooperatif tipe the Power of Two dalam pembelajaran dapat dikemukakan kesimpulan dan saran-saran sebagai berikut: E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 Aktivitas guru selama proses pembelajaran dengan penenerapan media gambar dengan model kooperatif tipe the Power of Two pada tema 6 Indahnya Negeriku, siklus I sudah mencapai katogeri baik yaitu 74 dan siklus II mengalami peningkatan menjadi 93,75 dengan kategori baik sekali. Aktivitas peserta didik selama proses pembelajaran dengan penerapan media gambar dengan model kooperatif tipe the Power of Two pada tema 6 Indahnya Negeriku, pada siklus I sudah mencapai kategori baik yaitu 67,05 dan siklus II mengalami peningkatan menjadi 86,90 dengan kategori baik sekali. Peningkatan Hasil peserta didik siswa dengan penerapan media gambar dengan model kooperatif tipe the Power of Two pada tema 6 Indahnya Negeriku di kelas IV-B UPT. Negeri 01 Limo Kaum, pada siklus I belum mencapai ketuntasan hanya mencapai 68,57% sementara pada siklus II mengalami peningkatan mencapai 91,43%. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan perlu di kemukakan saran sebagai berikut: Untuk mencapai kualitas belajar yang baik dan maksimal, diharapkan kepada pendidik atau guru agar lebih kreatif, efektif, terampil dan profesional dalam mengajar. Dengan penelitian ini diharapkan kepada guru agar dapat memilih model, metode, pendekatan serta media yang tepat dalam melaksanakan proses pembelajaran. Hal ini dapat berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik, seperti penerapan media gambar dengan model kooperatif tipe the Power of Two yang cocok diterapkan pada materi yang susah bagi peserta didik untuk mengingat dan memhami materi tersebut karena dengan penerapan media gambar dengan model kooperatif tipe the Power of Two peserta didik dituntut lebih aktif dan kreatif dengan kegiatan menulis, berbicara dan saling berdiskusi dengan anggota kelompok dengan begitu peserta didik akan lebih mudah mengingat materi dalam menjawab soal. Untuk menghasilkan nilai kelulusan yang baik dan berkarakter, di harapkan kepada lembaga kependidikan agar dapat memberikan perhatian, motivasi dan bantuan yang berguna dalam proses pembelajaran DAFTAR PUSTAKA