MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 Menakar Peluang dan Tantangan dalam Membidik Strategi Pendidikan Islam di Era Globalisasi Rifqi Nur Alfian SMKN 1 Kebonsari Madiun rifqinuralfian@gmail. Mughniatul Ilma Institut Agama Islam Negeri Ponorogo mughniatul@iainponorogo. Abstract: Globalization does not always have a bad impact on the development of Islamic On the one hand, it can bring a positive impact which is called an opportunity. On the other hand, it can also bring weaknesses that can be called challenges. Islamic education experts must be able to predict the various forms of opportunities and challenges that arise as a result of the unavoidable onslaught of globalization. This is important to do to develop a specific strategy so that Islamic education can continue to carry out its vision and mission in forming kAmil people who have akhlaqul karimah and are happy in this world and the hereafter. Therefore. Islamic education is expected to synergize with various aspects of modernity so as not to be eroded by the times because it is undeniable that students are beginning to be touched by all forms of modernity in the fields of fun, fashion and food. Islamic education must be able to play a role in controlling modernity so that it does not set aside religious values and is able to make a contribution to the development of science and technology as part of the progress of the globalization era. Keywords: Islamic Education. Globalization. Opportunity. Challenge. Strategy. Abstrak: Globalisasi tidak selalu berdampak buruk bagi perkembangan pendidikan Islam. satu sisi, ia dapat menghadirkan dampak positif yang disebut dengan peluang. Di sisi lain, ia juga dapat mendatangkan kelemahan yang dapat disebut sebagai tantangan. Para pakar pendidikan Islam harus mampu memperkirakan beragam bentuk peluang dan tantangan yang ada akibat gempuran globalisasi yang tak dapat terhindarkan. Hal ini penting dilakukan untuk menyusun strategi khusus agar pendidikan Islam tetap dapat menjalankan visi misinya dalam membentuk insan kAmil yang ber-akhlAqul karmah dan bahagia di dunia dan akhirat. Oleh karena itu, pendidikan Islam diharapkan dapat bersinergi dengan berbagai aspek modernitas agar tidak tergerus oleh zaman karena tidak dapat dipungkiri bahwa peserta didik pun mulai terjamah oleh segala bentuk modernitas dalam bidang fun, fashion, dan food. Pendidikan Islam harus mampu mengambil peran dalam mengendalikan modernitas agar tidak mengesampingkan nilai-nilai agama dan mampu menghadirkan kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai bagian dari kemajuan era globalisasi. Kata kunci: Pendidikan Islam. Globalisasi. Peluang. Tantangan. Strategi. PENDAHULUAN Pendidikan selalu mengalami dinamika senada dengan perkembangan yang terjadi dalam Dewasa ini. Indonesia sedang bertransisi dari masyarakat agraris menjadi MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 masyarakat industri, atau bahkan dari masyarakat agraris menjadi masyarakat berbasis informasi. Perubahan ini menuntut pendidikan untuk selalu relevan dengan kebutuhan masyarakat yang terus berubah. Oleh karena itu, desain pendidikan harus disesuaikan agar tetap sesuai dengan tuntutan zaman. Pendidikan merupakan sebuah wadah yang paling penting terhadap penghasilan sumber daya manusia untuk masa depan suatu negara. Untuk diharapkan pendidikan dapat mendampingi peserta didik agar dapat berkompetisi dalam dunia global . lobal worl. Untuk mengatasi arus global tersebut banyak dari pakar pendidikan meneliti dan mengeksplor pendidikan agar mengacu kepada kebutuhan zaman agar terhindar dari ketinggalan zaman itu sendiri termasuk di dalamnya pendidikan Islam. Fauti Subhan dalam tulisannya memaparkan bahwa pendidikan merupakan kunci dari segala bentuk kemajuan hidup manusia sepanjang sejarah. Melalui pendidikan, umat manusia akan tumbuh dan berkembang dengan cepat seirama dengan kemajuan zaman dan tuntutan kehidupan masyarakat. Dalam menghadapi tantangan-tantangan baru, penting bagi para pemikir dan praktisi pendidikan Islam untuk mengadopsi strategi baru. Jika masih menggunakan strategi lama, kemungkinan besar usaha tersebut akan mengalami kegagalan. Oleh karena itu, mereka dituntut untuk menemukan strategi pendidikan Islam yang tepat dalam menghadapi era globalisasi. Globalisasi menciptakan arus yang begitu cepat sehingga tidak dapat dihentikan dan arus informasi begitu bervariasi. Arus informasi ini tidak hanya mempengaruhi pengetahuan, tetapi juga nilai-nilai pendidikan agama Islam. Gaya hidup yang semakin mengglobal, seperti standarisasi gaya pakaian, kebiasaan makan, dan kegiatan rekreasi, terutama di kalangan anak muda yang berdampak pada aspek sosial, ekonomi, dan keagamaan. Nilai-nilai agama terkadang semakin ditolak karena dipandang kuno dan terbelakang, sedangkan trendsetter dipandang progresif dan modern, padahal nilai-nilai agama dan moral mulai ditinggalkan dalam Globalisasi juga menuntut persiapan menghadapi persaingan kehidupan global. Persaingan ini memiliki konsekuensi yang harus dihadapi generasi bangsa, antara lain Suriana Suriana. AuPendidikan Islam Di Era Globalisasi: Menggapai Peluang. Menuai Tantangan,Ay Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam 4. No. Desember 2. : 356Ae75. Https://Doi. Org/10. 22373/Jm. V4i2. Fauti Subhan. AuMemahami Pendidikan Islam,Ay Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam 7. No. April 2. 141Ae60. Https://Doi. Org/10. 21580/Nw. Ade Imelda Primayanti. AuStrategi Pendidikan Islam Menghadapi Problematika Globalisasi,Ay Al-Hikmah: Jurnal Agama Dan Ilmu Pengetahuan No. April 46Ae60. Https://Doi. Org/10. 25299/Jaip. Vol12. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 kecerdasan, keuletan, dan inovasi. Dibutuhkan banyak upaya untuk tidak jatuh ke jurang yang lebih dalam dan siap menghadapi persaingan global. Upaya ini penting untuk dipikirkan oleh para pakar dan praktisi pendidikan untuk menyelamatkan anak negeri sebagai pendukung perjuangan dan pembangunan negara. Menurut K. Abdurrahman Wahid, konsep pendidikan Islam di era globalisasi didasarkan pada konsep neomodernisme, di mana ia mengekstraksi informasi dari pengetahuan klasik dan pemikiran kritis Barat modern dengan tujuan memahami pesan dalam Al-QurAoan secara holistik dan memposisikan dirinya dalam masyarakat modern. Basis selanjutnya adalah pembebasan dalam arti bahwa tugas agama adalah untuk mendukung dan mengembangkan kebaikan sebagai agama yang raumatan lil AoAlamn, bukan sebagai pembatasan, marginalisasi, dan bentuk diskriminasi lainnya sehingga pendidikan Islam menjadi sarana perbaikan diri, mengembangkan rasa kemanusiaan dan pemerataan pendidikan sesuai dengan kemampuannya. Basis berikutnya adalah multikulturalisme di mana pendidikan Islam diimplementasikan dalam kebijakan dengan kesediaan menerima kelompok lain sebagai satu kesatuan tanpa memandang perbedaan budaya, etnis, gender, dan agama. 5 Oleh karena itu, tantangan pendidikan Islam dalam era globalisasi ini semakin berat karena dituntut untuk terus berevolusi tanpa mengabaikan modernitas yang tidak dapat terelakkan dan tetap terfokus untuk menggapai tujuan pendidikan Islam dalam mewujudkan peserta didik yang kAmil menuju ketakwaan kepada Allah Swt. menjadikan mereka manusia yang bahagia dan selamat di dunia dan akhirat. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan untuk menulis artikel ini adalah metode penelitian literature review . enelitian kepustakaa. Penelitian kepustakaan adalah kegiatan yang berkaitan dengan metode pengumpulan informasi perpustakaan dan membaca, menyimpan dan mengolah bahan Dapat dikatakan bahwa studi literatur adalah suatu kegiatan yang mengumpulkan informasi penting tentang suatu topik atau masalah. Teknik atau metode pengumpulan data dengan cara mengkaji buku, artikel dan sumber lain yang berhubungan dengan fokus pembahasan tentang pendidikan Islam di era globalisasi. Syifa Safira Dkk. AuPendidikan Islam Dalam Era Globalisasi,Ay Humantech: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia 2. No. Mei 2. Https://Journal. Ikopin. Ac. Id/Index. Php/Humantech/Article/View/3280. Nur Asiyah. AuAnalisis Kritis Pemikiran Pendidikan Progresif Abdurrahman Wahid,Ay Journal of Islamic Studies And Humanities 6. No. Juni 2. : 32Ae43. Https://Doi. Org/10. 21580/Jish. V6i1. Primayanti. AuStrategi Pendidikan Islam Menghadapi Problematika Globalisasi. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 HASIL DAN PEMBAHASAN Dinamika Pendidikan Islam Dalam Arus Globalisasi Globalisasi berasal dari bahasa Inggris AoglobalAo yang berarti mendunia. Era globalisasi, dewasa ini dan mendatang, terus mempengaruhi perkembangan sosial budaya masyarakat muslim Indonesia umumnya, atau pendidikan Islam pada khususnya. Itu sebabnya, masyarakat muslim tidak dapat menghindari diri dari proses globalisasi tersebut. Padahal, pendidikan Islam bertujuan untuk membentuk pribadi muslim seutuhnya, mengembangkan seluruh potensi manusia baik yang berbentuk jasmaniah maupun rohaniah, menumbuhsuburkan hubungan yang harmonis setiap pribadi dengan Allah, manusia, dan alam semesta. Di sisi lain, pendidikan Islam diharapkan mampu mengatasi dan menyelesaikan krisis multidimensial yang dihadapi bangsa ini, terutama yang menyangkut aspek moral, etika, dan sekaligus hendak memberikan kontribusi dalam menjabarkan pendidikan nasional yang berfungsi mengembangkan kemampuan dan membangun watak serta beradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal tersebut diharapkan dapat bermuara pada perkembangan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Konsep di atas mendapatkan tantangan baru bersamaan dengan bergulirnya era Globalisasi berasal dari kata dasar AoglobalAo yang berarti seluruhnya, menyeluruh, garis besar, umumnya, secara utuh. Globalisasi perspektif terminologis ialah pengglobalan seluruh aspek kehidupan, perwujudan secara menyeluruh di segala aspek kehidupan. Jika kita mengacu kepada penjelasan Azyumardi Azra, globalisasi bukanlah fenomena baru sama sekali bagi masyarakat Muslim di Indonesia. Sejak akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, sumber globalisasi datang dari Timur Tengah yang bersifat religio-intelektual, meskipun dalam kurunkurun waktu tertentu juga diwarnai oleh semangat religio-politik. 8 Artinya, globalisasi lebih dimaknai sebagai modernisasi. Kerangka dasar modernisasi pendidikan Islam secara keseluruhan mengacu pada modernisasi pemikiran dan kelembagaan Islam yang merupakan prasyarat bagi kebangkitan Abdullah Idi dan Toto Suharto. Revitalisasi Pendidikan Islam (Yogyakarta: Tiara Wacana, 2. Azyumardi Azra. Pendidikan Islam: Tradisi Dan Modernisasi Menuju Milenium Baru (Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 2. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 kaum muslim di masa modern. Oleh karenanya, pemikiran dan kelembagaan Islam termasuk pendidikan haruslah dimodernisasi atau dalam bahasa sederhana diperbaharui sesuai dengan kerangka modernitas, mempertahankan pemikiran kelembagaan Islam tradisional hanya akan memperpanjang nestapa ketidakberdayaan kaum muslim dalam berhadapan dengan kemajuan dunia modern. Ketika globalisasi dihadapkan dengan pendidikan Islam, terselip dua implikasi sekaligus, yakni peluang dan tantangan. Zubaedi menjelaskan, globalisasi sebagai peluang di satu sisi akan memudahkan pendidikan Islam untuk mengakses berbagai informasi dengan mudah. Juga memudahkan pendidikan Islam untuk menyebarluaskan . produk-produk keilmuan yangmemberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat. Sedangkan globalisasi sebagai tantangan, selain mempengaruhi tatanan kehidupan pada tataran makro, globalisasi juga dapat mengubah tata kehidupan pada tataran mikro, misalnya terhadap ikatan kehidupan sosial Masyarakat, fenomena disintegrasi sosial, hilangnya nilai-nilai tradisi, lunturnya adat-istiadat, sopan santun, dan penyimpangan sosial lainya. 9 Dampak negatif dari globalisasi yang lain ialah pemiskinan spiritual, keringnya nilai-nilai religiusitas yang tercermin dari perubahan cara pandang terhadap kehidupan kemasyarakatan. Misalnya, tindakan sosial yang tidak mempunyai implikasi materi . idak produkti. dianggap sebagai tindakan yang tidak rasional. Pengaruh globalisasi dan modernitas mempunyai andil besar dalam merubah gaya dan pola hidup . ife styl. hampir di semua lapisan masyarakat, termasuk masyarakat muslim. Sehingga, tidak bisa dipungkiri bahwa anak-anak belajar nilai kebanyakan dari budaya popular dan media sosial. 10 Pengaruh-pengaruh inilah yang penting untuk dipetakan manakah yang menjadi peluang dan manakah yang menjadi tantangan bagi masa depan pendidikan Islam sehingga dapat menjadi dasar penyusunan strategi yang tepat bagi pengembangan pendidikan Islam yang up to date sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Peluang Pendidikan Islam di Era Globalisasi Globalisasi memiliki potensi untuk menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pendidikan Islam. Penting untuk mempertahankan posisi pendidikan Islam yang telah memiliki sifat selektif. Zubaedi. Isu-Isu Baru Dalam Diskursus Filsafat Pendidikan Islam Dan Kapita Selekta Pendidikan Islam (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2. Djulaiha Gaus. AuPendidikan Islam Indonesia dan Tantangan Globalisasi: Perspektif Sosio-Historis,Ay Ibriez: Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains 2, no. Juni 2. : 13Ae22, https://doi. org/10. 21154/ibriez. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 kritis, dan terbuka terhadap dampak arus global, bukan dengan bersikap eksklusif atau terbawa arus global yang dapat mengaburkan identitas pendidikan Islam itu sendiri. Baik menutup diri maupun membuka diri terhadap arus global, keduanya memiliki implikasi yang perlu Dalam menghadapi akibat yang timbul akibat globalisasi sebagaimana dijelaskan di atas, peran dan posisi strategis pendidikan Islam menjadi semakin penting. Namun, pendidikan Islam tetap menjadi instrumen yang sangat efisien dalam menghadapi dampak globalisasi dunia. Melalui pendidikan Islam, nilai-nilai dan moral para peserta didik dapat ditanamkan. Meskipun lembaga-lembaga pendidikan Islam menghadapi tantangan dan kelemahan yang relatif berat, namun jika kita mengamati dengan cermat, ada beberapa argumen yang kuat untuk menyatakan bahwa peluang lembaga pendidikan Islam di masa depan tetap menjanjikan, bahkan mungkin semakin meningkat. 12 Peluang ini bisa diwujudkan dan diperkuat oleh beberapa kondisi berikut: Karakteristik masyarakat Indonesia yang memiliki kecenderungan yang kuat terhadap agama menjadi dasar yang kuat bagi eksistensi lembaga pendidikan Islam. Keinginan masyarakat untuk memberikan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi juga pada aspek keagamaan kepada anak-anak mereka, memberikan dasar yang solid bagi lembaga-lembaga ini. Peningkatan kesadaran beragama di kalangan individu yang sebelumnya dianggap sebagai bagian dari komunitas Islam yang lebih formal telah meningkat. Peningkatan kesadaran ini juga diiringi oleh minat yang semakin tinggi akan pendidikan Islam bagi generasi muda. Peran pendidikan Islam terutama dalam konteks madrasah, telah menjadi lebih mapan seiring dengan diberlakukannya Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam undang-undang ini, peran pendidikan Islam termasuk madrasah diakui sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional. Desi Sabtina. AuProblematika Pendidikan Islam di Era Globalisasi dan Alternatif Solusinya,Ay Edu-Riligia: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan 7, no. Juni 2. : 95, https://doi. org/10. 47006/er. Syaripudin Basyar. AuPendidikan Islam di Era Globalisasi: Antara Konsepsi dan Aplikasi,Ay Al-Idarah : Jurnal Kependidikan Islam 8, no. Oktober 2. : 1Ae19, https://doi. org/10. 24042/alidarah. Sholeh Sholeh. AuKonsep Pendidikan Islam yang Ideal: Upaya Pembentukan Keperibadian Muslim,Ay AlHikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan 13, no. April 2. : 52Ae70, https://doi. org/10. 25299/alhikmah:jaip. Vita Fitriatul Ulya. AuPendidikan Islam Di Indonesia: Problem Masa Kini Dan Perspektif Masa Depan,Ay Al Hikmah: Jurnal Studi Keislaman 8, no. : 136Ae50, https://doi. org/10. 36835/hjsk. Idi dan Suharto. Revitalisasi Pendidikan Islam. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 Keteguhan iman dan kepatuhan beragama semakin menduduki posisi yang strategis dalam struktur kehidupan nasional. Dengan kata lain, segala upaya pembangunan negara haruslah didasari oleh prinsip-prinsip agama. Prestise sosial-politik kalangan santri mengalami peningkatan. Saat ini, banyak elit politik, birokrat, serta tokoh masyarakat dan intelektual yang berasal dari kalangan santri. Secara tidak langsung, hal ini juga memberikan dampak positif terhadap meningkatnya perhatian dan pengakuan terhadap lembaga pendidikan Islam. Terjadi peningkatan kualitas sejumlah lembaga pendidikan Islam, termasuk madrasah dan sekolah Islam yang sebelumnya memiliki standar yang rendah. Beberapa madrasah bahkan mampu mengungguli prestasi lembaga pendidikan umum. Tantangan Pendidikan Islam Di Era Globalisasi Tantangan yang dihadapi oleh pendidikan Islam pada masa sekarang jauh lebih kompleks dibandingkan dengan tantangan di masa lalu. Era globalisasi dengan berbagai karakteristiknya, seperti yang telah dijelaskan di atas, telah memunculkan paradigma baru dalam bidang Visi, misi, tujuan, kurikulum, metode pengajaran, tenaga pengajar, peserta didik, manajemen, fasilitas, struktur lembaga pendidikan, dan aspek lainnya mengalami transformasi yang signifikan. Pendidikan Islam, berdasarkan sejarahnya yang panjang, seharusnya mampu memberikan respon yang sesuai terhadap tantangan-tantangan tersebut. 18 Berikut beberapa tantangan yang perlu dibenahi oleh lembaga-lembaga pendidikan Islam: Kualitas lembaga pendidikan Islam secara keseluruhan masih mengkhawatirkan. Meskipun ada beberapa lembaga pendidikan seperti madrasah yang berhasil melebihi standar yang ditetapkan oleh sekolah umum. Namun secara umum, kualitas lembaga pendidikan Islam masih relatif kurang. Persepsi terhadap lembaga pendidikan Islam cenderung tidak menguntungkan. Fakta mengatakan bahwa jika mempertimbangkan posisi dalam peringkat tingkat kelulusan, lembaga pendidikan Islam umumnya berada di bawah sekolah umum. Ajibah Quroti Aini. AuSistem. Tantangan Dan Prospek Pendidikan Islam Di Pondok Pesantren Ribatul MutaAoallimin Kota Pekalongan,Ay Allimna: Jurnal Pendidikan Profesi Guru 1, no. Desember 2. : 94Ae113, https://doi. org/10. 30762/allimna. Abdan Rahim. AuPeran Madrasah Sebagai Pendidikan Islam Masa Kini (Studi Tradisi dan Perubaha. ,Ay At-TaAodib 9, no. Januari 2. , https://doi. org/10. 21111/at-tadib. Khamam Khosiin. Pendidikan Islam: Dinamika dan Tantangan Masa Depan (Malang: Inteligensia Media, 2. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 Kualitas dan kuantitas guru yang kurang memadai, yang memiliki peran penting dalam kesuksesan pendidikan. Jika para guru memiliki kualitas rendah dan rasio peserta didik-guru tidak memadai, hasil pendidikan itu sendiri akan berkurang. Perolehan gaji guru secara umum cenderung kecil Latar belakang peserta didik pada lembaga pendidikan Islam rata-rata berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah. Daya saing dan tuntutan kompetensi yang semakin tinggi Masuknya pengaruh globalisasi asing dalam bidang ekonomi, politik, dan budaya yang cenderung menggeser budaya religius di negara kita. Hal ini terlihat dari semakin menonjolnya orientasi global dalam bidang hiburan, mode, dan kuliner di kalangan remaja. Kekhawatiran yang semakin meningkat terhadap kenakalan remaja, seperti maraknya penyalahgunaan narkoba. Tuntutan masyarakat terhadap lembaga pendidikan Islam untuk menghasilkan individu yang berintelektual dan juga memiliki pengetahuan dalam hal agama. Tuntutan ini menjadi tantangan yang harus diatasi dengan sungguh-sungguh dengan terus berupaya meningkatkan kualitas lembaga pendidikan Islam. Di samping tantangan yang telah disebutkan di atas, terdapat tantangan-tantangan lain yang tidak kalah urgen yang harus mampu dihadapi oleh lembaga pendidikan Islam di era globalisasi ini, antara lain: Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Saat ini, pendidikan Islam dihadapkan dengan tugas untuk berkontribusi dalam membentuk peradaban dan budaya modern yang kontemporer dan relevan sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Dalam konteks ini, terjadi penurunan efektivitas fungsional pendidikan Islam, terutama karena penekanannya yang lebih kuat pada dimensi moral dan spiritual. Banyak pandangan yang menyatakan bahwa pendidikan Islam tidak memberikan prioritas yang cukup pada aspek praktis dan pragmatis, seperti keahlian teknologi. Akibatnya, pendidikan Islam berada dalam posisi yang kurang menguntungkan ketika bersaing di panggung budaya global. Dari analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan Islam menganggap kemajuan ilmu pengetahuan dan Amir Rahman. AuReformasi Dan Arah Pembaharuan Pendidikan Islam Di Indonesia,Ay Literasi (Jurnal Ilmu Pendidika. 7, no. Februari 2. : 75, https://doi. org/10. 21927/literasi. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 teknologi sebagai tantangan yang memerlukan baik konfrontasi maupun penguasaan, sehingga generasi muslim dapat sejajar dengan perkembangan budaya yang sedang 20 Dalam hal ini, terdapat dua aspek penting yang harus menjadi perhatian. Memastikan bahwa kemajuan iptek tetap mengacu pada nilai-nilai ajaran Islam. Mewujudkan kontribusi pendidikan Islam bagi kemajuan iptek di masa depan. Tuntutan terhadap demokratisasi pendidikan Islam Demokratisasi termasuk dalam isu pendidikan Islam terkini di Indonesia. Fokus awal dari tuntutan demokratisasi adalah pada struktur politik negara, berkontrastasi dengan sistem politik otoriter. Seiring berjalannya waktu, tuntutan-tuntutan ini berkembang untuk melibatkan kerangka pengelolaan dalam berbagai bidang yang beragam, termasuk Demokratisasi pendidikan Islam memerlukan transformasi dari model pendidikan yang terstandarisasi dan terpusat menjadi model yang lebih independen, beragam dan otonom. Transformasi budaya Perubahan budaya yang luar biasa pesatnya merupakan imbas dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan Islam yang menganjurkan silaturahmi door to door sudah jarang dilakukan akibat masifnya penggunaan jejaring sosial seperti instagram, facebook dan twitter. Banyak anak-anak dan remaja mengalami kecanduan terhadap game Lebih miris lagi, muncul adanya praktik cyberporn . ornografi online melalui jaringan interne. 22 Pendidikan Islam bukan sekedar penyampaian nilai-nilai moral untuk melindungi diri dari dampak negatif globalisasi. Aspek yang paling penting terletak pada bagaimana nilai-nilai moral yang terinternalisasi dari pendidikan Islam ini dapat berfungsi sebagai kekuatan pembebasan, melepaskan diri dari keterbatasan kemiskinan, kurangnya pengetahuan, dan keterbelakangan sosial, budaya, dan ekonomi. Pola yang dapat diamati ini mengarah pada kesimpulan yang tak terbantahkan bahwa transformasi dalam berbagai ranah dan sistem, baik pada tingkat individu maupun global, dapat terjadi dalam jangka waktu Masduki Masduki dan Masduki. AuPendidikan Islam Dan Kemajuan Sains: Historisitas Pendidikan Islam Yang Mencerahkan,Ay Jurnal Pendidikan Islam 4, no. Desember 2. : 261Ae75, https://doi. org/10. 14421/jpi. Ahmad Suryadi. Muljono Damopolii, dan Salahuddin. AuModernisasi Dan Demokratisasi Pendidikan Islam Menurut Fazlur Rahman,Ay Jurnal Pendidikan Kreatif 2, no. Juni 2. : 31Ae43, https://doi. org/10. 24252/jpk. Indra Hasbi. Pendidikan Islam Melawan Globalisasi. Cet. Ii, (Jakarta: Rida Mulia, 2. , 72. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 yang relatif singkat. Ini menyajikan tantangan yang tegas yang harus dihadapi oleh pendidikan Islam dipandu oleh tujuan dan cita-citanya mulia. Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa Islam sebagai sistem fundamental pada hakikatnya meniscayakan adanya perubahan-perubahan yang memang dibutuhkan untuk mencapai tujuan hidup manusia. Prinsip-prinsip ini menjadi dasar tujuan pendidikan Islam. Strategi Pendidikan Islam dalam Menghadapi Era Globalisasi Allah Swt. berfirman dalam QS. ar-RaAod ayat 11: AacEEa aE Oaa acOa aI Ca eOsI a acO Oaa acOaO aI aaIe Aa N eIA ca Au acIA Artinya: AuSesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Ay Ayat di atas merefleksikan bahwa Islam mensyariatkan adanya transformasi ke arah yang lebih baik dalam berbagai kondisi untuk menciptakan kemajuan. Pemahaman ini sangat penting untuk ditanamkan dalam pikiran para peserta didik dalam menghadapi gempuran globalisasi. Memperluas wawasan mereka dan menanamkan sikap inklusif merupakan cara terbaik agar mereka dapat menyikapi berbagai perubahan dengan tetap mempertahankan pendirian dan keyakinan mereka, karena bagaimanapun segala perubahan yang terjadi adalah kehendak Allah Swt. Dalam menghadapi berbagai tantangan globalisasi yang telah dijelaskan, pendidikan Islam harus menyusun berbagai macam strategi. Baharudin mengungkapkan beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi problema akibat globalisasi antara lain: . Agama yang disajikan dalam proses pendidikan haruslah agama yang lebih menekankan kepada Aokesalehan aktualAo bukan semata-mata Aokesalehan ritualAo. Hal ini penting ditekankan mengingat millennium ketiga akan semakin diwarnai selain oleh trust juga oleh kompetisi. Pendidikan Islam harus mempunyai generasi terdidik yang pluralis yang mampu menghadapi kemajemukan baik internal maupun eksternal. Pengembangan sifat pluralis tersebut harus merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya besar mewujudkan masyarakat madani yang demokratis, terbuka dan beradab yang menghargai perbedaan pendapat. Justru selalu diupayakan sebgai rahmat bukan Khosiin. Pendidikan Islam: Dinamika dan Tantangan Masa Depan. Nurhayati Nurhayati. AuTantangan Dan Peluang Guru Pendidikan Agama Islam Di Era Globalisasi,Ay Jurnal Ilmiah IqraAo 7, no. Februari 2. , https://doi. org/10. 30984/jii. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 sebagai laknat. Masyarakat madani yang diharapkan adalah Masyarakat yang penuh percaya diri, memiliki kemandirian dan kreatifitas yang tinggi dalam memecahkan masalah yang dan . Pendidikan yang dilakukan harus menyiapkan generasi yang siap berpartisipasi aktif dalam interaksi global, hal iini berarti pengetahuan dan keterampilan yang diberikan harus memiliki relevansi yang kuat dengan trend global tersebut. Baharudin juga memaparkan bahwa pendidikan Islam juga harus memperhatikan beberapa hal lain diantaranya yaitu: . Peningkatan mutu sumber daya manusia, di antara tuntutan internal dan tantangan eksternal global, maka keunggulan-keunggulan yang mutlak dimiliki oleh peserta didik adalah penguasaan atas sains dan teknologi dan keunggulan kualitas sumber daya manusia (SDM). Menyiapkan kurikulum yang handal yang berwawasan masa kini dan masa depan. Kurikulum ini diharapkan dapat menciptakan manusia-manusia yang memiliki kemampuan yang berkualitas dan memiliki keterampilan dan kecakapan dalam hidup. Sarana dan prasarana yang memadai. Sarana dan prasarana merupakan unsur penting yang sangat menunjang bagi kelancaran dan keberhasilan proses pendidikan. Oleh karena itu, sarana dan prasarana akademik mutlak perlu, baik berupa perpustakaan, gedung, pembelajaran, masjid dan lain sebagainya. Mendekonstruksi metode dan manajemen. Metodologi dan manjemen yang selama ini kita pakai harus dirubah dan dibangun lagi yang baru, yang dapat membawa semangat dan konsep baru sehingga menghasilkan tujuan yang diinginkan sesuai dengan tuntutan modern sekarang ini. Pengembangan ilmu sosial profetik. Ilmu sosial profetik adalah ilmu sosial yang dalam pengembangan ilmu selalu didasarkan dengan konsep keilahian. Abudin Nata juga menambahkan beberapa strategi yang dapat dilakukan pendidikan Islam dalam menghadapi tantangan globalisasi adalah: . Peningkatan mutu akademis. guru/dosen, mutu proses pembelajaran, mutu atmosfer akademis, dan tersedianya sarana . Peningkatan mutu manajemen pendidikan dengan menerapkan konsep manajemen mutu terpadu. Peningkatan keuangan dengan tidak hanya berorientasi dan fokus pada pembiayaan pendidikan dari pemerintah. Muzayyin Arifin juga mengungkapkan pendapatnya terkait strategi pendidikan Islam dalam menghadapi tantangan modernisasi akibat kemajuan IPTEK sebagaimana berikut: . Motivasi kreativitas anak didik ke arah pengembangan iptek itu sendiri di mana nilai-nilai Islami Baharudin. Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial (Yogyakarta: Kurnia Kalam Semesta, 2. Abudin Nata. Manajemen Pendidikan: Mengatasi Kelemahan Pendidikan Islam di Indonesia. (Jakarta: Kencana, 2. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 menjadi sumber acuannya. Mendidik keterampilan memanfaatkan produk iptek bagi kesejahteraan hidup umat manusia pada umumnya dan umat Islam pada khususnya. Menciptakan jalinan yang kuat antara ajaran agama dan iptek, dan hubungan yang akrab dengan para ilmuwan yang memegang otoritas iptek dalam bidang masing-masing. Menanamkan sikap dan wawasan yang luas terhadap kehidupan masa depan umat manusia melalui kemampuan menginterpretasikan ajaran agama dari sumber-sumbernya yang murni kontekstual dengan masa depan kehidupan manusia. KESIMPULAN Era globalisasi membawa dampak positif dan negatif bagi perkembangan pendidikan Islam. Dampak positif yang terjadi memberikan peluang besar yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan pendidikan Islam agar terus eksis dan menjadi perhatian dalam setiap perubahan era. Sedangkan dampak negatif dari era globalisasi sesungguhnya merupakan tantangan yang harus dihadapi dan dibenahi dengan tepat agar pendidikan Islam tidak dianggap kuno dan selalu relevan dengan perkembangan zaman dan kemajuan iptek. DAFTAR PUSTAKA