Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 797-804 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.4978 Supervisi Akademik Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Mengajar Guru di SMAN 1 Cibungbulang Ima Rahmawati1, Alsabila Nurazmie2, Hana Lestari3, Muzhir Ihsan4, Hadi Dafenta S5 1-4 Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Institut Agama Islam Sahid Bogor 4Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Indonesia *dafenta.ima13@gmail.com *bilaalsa9@gmail.com ABSTRACT This study aimed to determine the effect of the principal's academic supervision on the teaching performance of teachers at SMAN 1 Cibungbulang Bogor. This study uses quantitative research. Data collected in the form of numbers were analyzed using simple regression analysis. This study uses an associative method with survey techniques because it aims to explore and find out the correlation of school principals' academic supervision on teacher teaching performance. The data collection technique used in this study was a questionnaire. The questionnaire in this study uses a closed questionnaire, namely a questionnaire given to respondents with answers provided so that respondents determine an answer that suits them. The questionnaire in this study used a Likert scale with five alternative answers consisting of positive and negative statements. Based on the regression test obtained a significant value of (0.009) < a (0.05), it can be concluded that there is a significant influence between teacher teaching performance and academic supervision. Keywords: teacher teaching performance, academic supervision ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh supervisi akademik kepala sekolah terhadap kinerja mengajar guru di SMAN 1 Cibungbulang Bogor. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Data yang terkumpul dalam bentuk angka dianalisis dengan analisis regresi sederhana. Penelitian ini menggunakan metode asosiatif dengan teknik survei, karena bertujuan untuk mendalami dan mengetahui korelasi supervisi akademik kepala sekolah terhadap kinerja mengajar guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner. Kuesioner pada penelitian ini menggunakan angket tertutup yaitu angket yang diberikan kepada responden dengan disediakannya jawaban sehingga responden menentukan satu jawaban yang sesuai dengan dirinya. Kuesioner pada penelitian ini menggunakan skala Likert dengan lima alternatif jawaban yang terdiri dari pernyataan positif dan negatif. Berdasarkan uji regresi diperoleh nilai signifikan sebesar (0,009) < a (0,05), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kinerja mengajar guru terhadap supervisi akademik. Kata kunci: kinerja mengajar guru, supervisi akademik 797 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 797-804 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.4978 PENDAHULUAN Revolusi industri era 4.0 dengan adanya perkembangan teknologi yang berkembang pesat dunia pendidikan dituntut untuk bisa mengikutinya dengan upaya memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai fasilitas proses pembelajaran sehingga bisa terciptanya proses pembelajaran yang efektif dan inovatif (Educational Testing Service (ETS), 2002; Lestari et al., 2020; Wandira et al., 2023). Oleh karena itu, adanya revolusi industri era 4.0 menjadi peluang bagi pendidik untuk bisa meraih kualitas pendidikan yang unggul. Kualitas pendidikan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 57 tahun 2021 yang menjelaskan bahwa dalam memenuhi standar pendidikan nasional terdapatnya mutu pendidik dan tenaga kependidikan yang berperan aktif dalam menyelenggarakan pendidikan. Pendidikan yang bermutu akan diraih dengan adanya kualitas guru yang baik, kualitas guru yang baik akan dilihat apabila gurunya memiliki kinerja mengajar yang baik dalam mengelola proses pembelajaran. Kualitas pendidikan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 57 tahun 2021 yang menjelaskan bahwa dalam memenuhi standar pendidikan nasional terdapatnya mutu pendidik dan tenaga kependidikan yang berperan aktif dalam menyelenggarakan pendidikan. Pendidikan yang bermutu akan diraih dengan adanya kualitas guru yang baik, kualitas guru yang baik akan dilihat apabila gurunya memiliki kinerja mengajar yang baik dalam mengelola proses pembelajaran (Lestari et al., 2022; Nugroho et al., 2022). Guru menjadi sarana bagi peserta didik untuk menggali pelajaran dan pengetahuan, sehingga guru perlu mencari bahan referensi sebagai sumber belajar dalam proses kegiatan pembelajaran yang akan diajarkan kepada peserta didik (Lestari & Rahmawati, 2020; Rahmawati et al., 2022). Pada proses kegiatan pembelajaran untuk memudahkan peserta didik perlu adanya pelayanan yang diberikan oleh guru. Kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan semestinya karena guru memiliki kinerja yang baik. Kinerja guru dalam mengajar adalah kecakapan guru dalam mewujudkan kegiatan pembelajaran efektif agar terjalannya perencanaan pembelajaran sampai tingkat analisis dan tindak lanjut pembelajaran untuk memenuhi tujuan pengajaran (Yogaswara & Sa’ud, 2010). Seseorang yang mampu menyelesaikan tanggung jawabnya dalam bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab yang tinggi dengan semestinya sehingga akan memperoleh tingkat penyelesaian yang mengacu pada kelengkapan kerja seseorang maka seseorang dapat dikatakan sudah melaksanakan kinerja dengan sebaik-baiknya perolehan nilai 67.38 pada guru di Kabupaten Bogor. Berdasarkan hasil data tersebut maka dikategorikan adanya permasalahan terkait proses pembelajaran dikelas hal ini menyangkut perihal kinerja mengajar guru. Hal ini didukung oleh penelitian Lastriyani & Herawan (2013) terkait kinerja mengajar guru di Sekolah Dasar Negeri dan Swasta di wilayah Sukabumi terjadi penurunan hasil prestasi siswa disekolah yang disebabkan oleh kurangnya persiapan guru menyusun RPP, guru tidak memanfaatkan alat atau media yang disediakan oleh sekolah dalam mengajar, dan kurangnya rasa tanggung jawab guru dalam bekerja. Hal ini diperkuat dengan adanya studi pendahuluan kepada guru SMAN 1 Kecamatan Cibungbulang Bogor dengan menggunakan kuesioner berupa angket pada 798 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 797-804 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.4978 tanggal 20-23 Mei 2022 pada 20 responden mengenai kinerja mengajar guru yang menunjukkan masih rendahnya kinerja mengajar guru di sekolah tersebut. Kinerja mengajar guru merupakan keberhasilan guru dalam mencapai tujuan pembelajaran dengan menyelesaikan kewajibannya sebagai pendidik secara maksimal dalam mengelola proses pembelajaran (Dewi, 2018). Kinerja guru dalam mengajar berkaitan dengan aktivitas seseorang dalam mengerjakan tugasnya sebaik mungkin agar memperoleh hasil dan balasan yang baik baginya sebagaimana selaras dengan ayat Al-Qur’an Surat An-Nahl ayat 97: ۚ َ ً ‫ﻣْﻦ ﻋﻤَﻞ ﺻﺎﻟﺤﺎ ﻣْﻦ ذََﻛﺮ ا َو ا ُْﻧٰﺜﻰ وُھﻮ ﻣْﺆﻣٌﻦ ﻓَﻠَﻨُْﺤﯿﯿﻨﱠٗﮫ ﺣٰﯿﻮة‬ (٩٧) ‫ﺴِﻦ َﻣﺎ َﻛﺎﻧُْﻮا ﯾَْﻌَﻤﻠُْﻮَن‬ ِ ُ َ َ َِ َ ِّ ً ِ َ ْ ٍ َ ‫ط ِﯿّﺒَﺔً َوﻟَﻨَْﺠِﺰﯾَﻨﱠُﮭْﻢ ا َْﺟَﺮُھْﻢ ِﺑﺎ َْﺣ‬ َ َِ Artinya: “Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” Ayat di atas menerangkan bahwa seseorang harus bekerja dengan baik, ikhlas serta tanggung jawab sesuai dengan apa yang telah Rasullah ajarkan bahwa seseorang harus memiliki sifat amanah atas kewajiban yang telah ditugaskan kepadanya supaya memperoleh ganjaran yang baik di dunia dan di akhirat kelak. Sehingga ilmu yang didapatkan ialah pentingnya kualitas kerja seseorang akan menghasilkan kinerja yang baik serta mampu membantu tercapainya tujuan suatu organisasi. Kinerja mengajar guru adalah prestasi guru dalam melaksanakan tugasnya yang diperoleh melalui keterampilan dalam mengelola perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang optimal. Karena kinerja mengajar guru akan menentukan berhasil atau tidaknya guru menjalankan kewajibannya sebagai pendidik serta pengajar, sehingga akan terlihat keberhasilan seorang guru dalam meningkatkan prestasi siswa dalam pendidikan (Lestari et al., 2021; Nurdin et al., 2020; Purba et al., 2022; Saputro et al., 2022). Kinerja mengajar guru mampu ditingkatkan dengan cara membantu guru dalam memahami dan memperbaiki hal-hal yang mempengaruhi rendahnya kualitas mengajar guru. Hal yang mendorong kinerja mengajar guru antara lain: kemampuan menyusun perencanaan pembelajaran dan menyiapkan bahan ajar yang akan disampaikan pada saat mengajar, menguasai bahan ajar atau materi yang akan disampaikan pada kegiatan pembelajaran berlangsung, penguasaan cara dan metode mengajar, kemampuan dalam mengelola kelas, kemampuan memberi tugas-tugas kepada siswa, penilaian dan evaluasi terhadap siswa (Yogaswara, 2010). Selain itu hal yang mempengaruhi pencapaian kinerja mengajar guru yaitu: (1) Merumuskan tujuan pembelajaran (2) Menyusun bahan pembelajaran (3) Merencanakan penggunaan metode pembelajaran (4) Merencanakan penggunaan alat dan sumber yang akan dipakai dalam pembelajaran (5) Merencanakan penilaian hasil pembelajaran (6) Keterampilan membuka pembelajaran (7) Keterampilan menjelaskan (8) Keterampilan menutup pembelajaran (9) Menggunakan berbagai strategi dan metode penilaian untuk memantau hasil belajar siswa (10) Melakukan tindakan lanjut hasil belajar siswa (Yulianingsih, L. T., & Sobandi, A. 2017). 799 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 797-804 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.4978 Pendapat lain mengemukakan bahwa faktor kinerja mengajar guru antara lain: (1) kemampuan guru menguasai materi yang akan diajarkan kepada peserta didik pada kegiatan belajar mengajar; (2) guru memiliki komitmen tinggi dalam menjalankan tugasnya; (3) kemampuan guru mengelola pembelajaran (Suhayati, 2013). Adapun indikator dalam penelitian ini yang diperlukan dalam keberhasilan kinerja mengajar guru yakni: (1) Perencanaan pembelajaran; (2) pelaksanaan pembelajaran; (3) penilaian atau evaluasi pembelajaran. Hal ini serupa dengan pendapat (Isbianti & Andriani, 2021) yang menjelaskan bahwa supervisi akademik adalah pembimbingan profesional terhadap guru yang bermaksud untuk memaksimalkan keahlian guru dalam mengerjakan kegiatan pembelajaran disekolah. ۞ ‫ﺐ ۗ ا َﻓََﻼ ﺗ َْﻌِﻘﻠُْﻮَن‬ َ ‫ﺴُﻜْﻢ َوا َْﻧﺘ ُْﻢ ﺗ َﺘْﻠُْﻮَن اْﻟِﻜٰﺘ‬ َ ُ‫ﺴْﻮَن ا َْﻧﻔ‬ َ ‫س ِﺑﺎْﻟِﺒِّﺮ َوﺗ َْﻨ‬ َ ‫ا َﺗ َﺄ ُْﻣُﺮْوَن اﻟﻨﱠﺎ‬ Artinya: “Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca Kitab (Taurat)? Tidakkah kamu mengerti?”. Ayat tersebut menjelaskan bahwa manusia membiarkan diri mereka dalam kerugian sebab manusia melupakan pengawasan atas dirinya. Istilah “melupakan” pada ayat tersebut menunjukkan betapa manusia terlena dan seolah tidak memedulikan apa yang telah mereka perbuat. Susunan kalimat ini mengandung celaan sebab barang siapa yang menyeru orang lain pada kebajikan akan tetapi dia tidak melaksanakannya, maka ia telah menentang perkataannya sendiri. Supervisi akademik adalah pelayanan profesional guru yang disediakan oleh pimpinan sekolah terhadap pengajar bertujuan untuk mengembangkan kemampuannya dalam mengelola pembelajaran melalui perencanaan supervisi, pemantauan supervisi, penilaian dan melaksanakan pembinaan supervisi agar tercapai tujuan pendidikan. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor. SMAN 1 Kecamatan Cibungbulang merupakan salah satu sekolah seKabupaten Bogor yang sudah menerapkan kurikulum merdeka. Pelaksanaan berlangsung mulai pada bulan Juni 2022 sampai dengan bulan November 2022. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Data yang terkumpul dalam bentuk angka nantinya akan dianalisis dengan analisis regresi linier sederhana. HASIL DAN PEMBAHASAN Kinerja Mengajar Guru Berdasarkan gambar 1 menunjukkan hasil perhitungan distribusi frekuensi diperoleh panjang interval sejumlah 4, sedangkan jumlah responden sebanyak 47. Jumlah responden yang menjawab butir soal terbanyak terdapat pada rentang skor 126-129 yaitu 14 responden dengan perolehan persentase sebanyak 30%, sedangkan 800 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 797-804 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.4978 jumlah responden yang menjawab butir soal paling sedikit terdapat pada rentang skor 134-137 yaitu 2 responden dengan perolehan persentase sejumlah 4%. Kinerja Mengajar Guru F r e k u e n s i 16 14 12 10 8 6 4 2 0 114-117 118-121 122-125 126-129 130-133 134-137 138-141 Interval Gambar 1. Histogram Distribusi Frekuensi Kinerja Mengajar Guru (Y) Supervisi Akademik Kepala Sekolah Berdasarkan gambar 2 menunjukkan hasil perhitungan distribusi frekuensi menurut aturan Sturges (Supardi, 2014) didapatkan jumlah panjang interval 3, sedangkan jumlah responden atau frekuensi adalah 47, skor rata-rata berada pada interval 125-127 sebanyak 28% . Supervisi Akademik 14 12 F r 10 e k 8 u e 6 n 4 s i 2 0 113-115 116-118 119-121 122-124 125-127 128-130 131-133 Interval Gambar 2. Histrogram Distribusi Frekuensi Supervisi Akademik (X) 801 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 797-804 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.4978 Uji Regresi Tabel 1. Hasil Uji Regresi Coefficientsa Model 1 Unstandardized Coefficients Std. B Error (Constant) 87.848 15.577 supervisiakademik 0.349 0.127 Standardized Coefficients Beta t Sig. 5.640 0.000 0.379 2.945 0.009 a. Dependent Variable: Kinerja Mengajar Guru Berdasarkan tabel 1 dapat ditarik simpulan bahwa persamaan regresi linier sederhana Y= 87.848 + 0.349 X. Persamaan tersebut menjelaskan sebagai berikut : 1) Setiap kenaikan satu unit skor variabel supervisi akademik (X) akan mengakibatkan kenaikan sejumlah 88.197. 2) Setiap penurunan satu unit skor variabel supervisi akademik (X) akan mengakibatkan kenaikan sejumlah 87.847. Hal ini menunjukkan setiap kenaikan maupun penurunan satu unit skor variabel supervisi akademik (X) tetap bernilai positif. Nilai uji t pada hasil uji regresi linier sederhana yaitu 2.945 karena nilai t (2945) > r tabel (2876) maka terdapat pengaruh antara variabel X dan variabel Y. Nilai Sig. (0,009) < a (0,05) maka nilai tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel X dan variabel Y. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan pembahasan yang telah dijelaskan dengan segala keterbatasan peneliti yang meneliti variabel Y (kinerja mengajar guru) dan variabel X (supervisi akademik kepala sekolah) yang dilaksanakan pada sekolah SMAN 1 Kecamatan Cibungbulang Bogor dapat ditarik kesimpulan adalah Supervisi Akademik Kepala Sekolah (X) berpengaruh terhadap Kinerja Mengajar Guru (Y) di SMAN 1 Kecamatan Cibungbulang Bogor. 802 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 797-804 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.4978 DAFTAR PUSTAKA Dewi, R. S. (2018). Kemapuan Profesional Guru dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Mengajar Guru Sekolah Dasar. Jurnal Administrasi Pendidikan, 25(1). https://doi.org/10.17509/jap.v25i1.11581 Educational Testing Service (ETS). (2002). Digital Transformation: A Framework for ICT Literacy. Http://Www.Ets.Org/Media/Tests/Information_And_Communication_Techn ology_Literacy/Ictreport.Pdf Isbianti, P., & Andriani, D. E. (2021). Pelaksanaan Supervisi Akademik oleh Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri di Klaten Jawa Tengah. Jurnal Manajemen Pendidikan: Jurnal Ilmiah Administrasi, Manajemen Dan Kepemimpinan Pendidikan, 3(1). https://doi.org/10.21831/jump.v3i1.39020 Lastriyani, I., & Herawan, E. (2013). Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah dan Kompensasi terhadap Kinerja Mengajar Guru. Jurnal Administrasi Pendidikan, 17(1), 96-106. Lestari, H., Ali, M., Sopandi, W., & Wulan, A. R. (2021). Infusion Of Environment Dimension Of ESD Into Science Learning Through The RADEC Learning Model In Elementary Schools. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 7(Specialissue), 205– 212. Https://Doi.Org/10.29303/Jppipa.V7ispecialissue.817 Lestari, H., Putriani, S., & Rahmawati, I. (2022). Kontribusi Gaya Belajar Terhadap Minat Belajar Siswa Selama Masa Pandemi Covid-19 Di Madrasah Ibtidaiyah Anwarul Hidayah. Kajian Islam Modern, 08(02), 2–9. Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.56406/Jurnalkajianislammodern.V8i0 2.111 Lestari, H., & Rahmawati, I. (2020). Commitment To Teacher’s Work And Authentic Leadership In The Industrial Revolution Era 4.0. 400(Icream 2019), 76–79. Https://Doi.Org/10.2991/Assehr.K.200130.143 Lestari, H., Siskandar, R., & Rahmawati, I. (2020). Digital Literacy Skills of Teachers in Elementary School In The Revolution 4.0. International Conference on Elementary Education, 2(1), 302–311. Nugroho, A., Kuswandi, S., Purba, S., Aswan, N., Ermawati, E., Yuniwati, I., Kato, I., Yustita, A., Rahmawati, I., Lestari, H., Hardiyanti, S., Suesilowati, & Subakti, H. (2022). Manajemen Mutu Terpadu Untuk Pendidikan. Yayasan Kita Menulis. Nurdin, F., Ihsan, M., Rahmawati, I., & Lestari, H. (2020). Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Dan Budaya Organisasi Terhadap Perilaku Kerja Inovatif Guru di SMA Swasta Se-Kecamatan Pamijahan Bogor. Indonesian Journal Of Science, 1(2), 99–105. Http://Journal.Pusatsains.Com/Index.Php/Jsi Purba, Chamidah, D., Anzelina, D., Nugroho, A., Mary, M., Lestari, H., Salamun, Suesilowati, Rahmawati, I., & Kato, I. (2022). Keterampilan Berpikir Tingkat 803 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 797-804 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.4978 Tinggi. Yayasan Kita Menulis. In Suparyanto Dan Rosad (2015) (Vol. 5, Issue 3). Rahmawati, I., Lestari, H., Permana, J., Komariah, A., & Kurniatun, T. (2022). Innovative Work Behavior Development Through Technopreneurship Leadership In Vocational Schools : An Mixed Method. Jurnal Pendidikan Progresif, 12(2), 943–959. Https://Doi.Org/10.23960/Jpp.V12.I2.202242 Saputro, A., Kuswandi, S., Purba, S., Ernawati, E., Yuniwati, I., Kato, I., Yustita, A., Rahmawati, I., Lestari, H., Hardiyanti, S., Suesilowati, & Subakti, H. (2022). Manajemen Mutu Terpadu Untuk Pendidikan. Yayasan Kita Menulis. In Https://Medium.Com/. Https://Medium.Com/@Arifwicaksanaa/PengertianUse-Case-A7e576e1b6bf Suhayati, I. (2013). Supervisi Akademik Kepala Sekolah, Budaya Sekolah dan Kinerja Mengajar Guru. Jurnal Administrasi Pendidikan UPI, 17(1). Https://Doi.Org/10.17509/Jap.V17i1.6435 Wandira, P. N., Lestari, H., & Mukri, R. (2023). Efektivitas Media Big Book Untuk Meningkatkan Kemampuan Minat Membaca Siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Bogor. Primer Edukasi Journal, 2(1). Https://JurnalInais.Id/Index.Php/JPE/Article/View/134 Yogaswara. (2010). Kontribusi Manajerial Kepala Sekolah dan Sistem Informasi Kepegawaian Terhadap Kinerja Mengajar Guru. Jurnal Penelitian Pendidikan, 11(2). Yulianingsih, L. T., & Sobandi, A. (2017). Kinerja Mengajar Guru Sebagai Faktor Determinan Prestasi Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran, 2(2). https://doi.org/10.17509/jpm.v2i2.8105. Supardi, (2014). Aplikasi Statistika dalam Penelitian. Edisi Revisi. Jakarta: Change Publication. 804 | Volume 6 Nomor 2 2024