Jurnal Pendidikan Multidisipliner Volume 8 Nomor 7, Juli 2025 ISSN: 27342488 PEMAHAMAN, KESIAPAN DAN PELAKSANAAN TERHADAP PROGRAM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM) PADA MAHASISWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PGRI MADIUN Zidni Karimatan Nisa1, Ninik Srijani2, Wikanso3 Email: zidnikarina@gmail.com1, niniksrijani@unipma.ac.id2, wikanso@unipma.ac.id3 Universitas PGRI Madiun ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat Pemahaman, Kesiapan, dan Pelaksanaan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Madiun. Program MBKM merupakan kebijakan pendidikan yang memberikan hak belajar di luar program studi guna meningkatkan kompetensi dan daya saing lulusan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa FKIP Universitas PGRI Madiun yang telah mengikuti MBKM Kampus Mengajar angkatan 6 dan Pertukaran Mahasiswa Merdeka angkatan 6 pada tahun 2023, dengan pengambilan sampel secara purposive proporsional sampling. Instrumen pengumpulan data berupa angket yang telah divalidasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh antara pemahaman mahasiswa terhadap MBKM, tidak ada pengaruh antara kesiapan mahasiswa terhadap MBKM, dan ada pengaruh pelaksanaan mahasiswa terhadap program MBKM. Dari penelitian ini, peneliti menyimpulkan yaitu dengan pemahaman yang baik tentang MBKM mahasiswa dapat memanfaatkan program ini secara optimal, baik dalam hal kegiatan pembelajaran maupun pengembangan diri. Kata Kunci: MBKM, Pemahaman, Kesiapan, Pelaksanaan, Mahasiswa FKIP. ABSTRACT This study aims to determine the level of understanding, readiness, and implementation of the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Program among students of the Faculty of Teacher Training and Education (FKIP) at Universitas PGRI Madiun. The MBKM program is an educational policy that grants students the right to learn outside their study program to enhance their competencies and competitiveness upon graduation. The method used in this study is descriptive quantitative with a survey approach. The population in this research consists of FKIP students at Universitas PGRI Madiun who participated in the Kampus Mengajar Batch 6 and the Indonesian Student Mobility Program (Pertukaran Mahasiswa Merdeka) Batch 6 in 2023. The sample was selected using purposive proportional sampling. Data were collected using a validated questionnaire. The results of the study indicate that there is an influence of students’ understanding of MBKM on their involvement in the program. However, there is no significant influence of students’ readiness on the program, while the implementation of MBKM activities by students does show an influence on the program. Based on these findings, it can be concluded that a good understanding of MBKM enables students to make optimal use of the program, both in terms of learning activities and personal development. Keywords : MBKM, Understanding, Readiness, Implementation, Student. 31 PENDAHULUAN Pada saat pendidikan modern ini, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) telah termasuk pada kebijakan utama yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia. Kebijakan ini memiliki tujuan agar mahasiswa secara fleksibel dalam penentuan cara dan tempat belajar, sehingga dapat mengoptimalkan mutu pendidikan serta relevansi berdasarkan kebutuhan pada masyarakat. Menurut Aby Maulana, Herwina Bahar, Nuraeni, Ismah (2022) Kebijakan Kemendikbudristek melalui Program MBKM merupakan langkah strategis untuk mencetak generasi yang berkompeten dalam softskill, hardskill, kepemimpinan, dan karakter. Kebijakan MBKM bertujuan membentuk mahasiswa yang terampil disiplin ilmu sekaligus bidang spesialisnya, sehingga mampu bersaing di tingkat global dengan memberikan kebebasan memilih mata kuliah sesuai minat. Terlaksananya Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) mendukung terciptanya proses pembelajaran di perguruan tinggi yang lebih mandiri dan adaptif (Deni Sopiansyah, Siti Masruroh, Qiqi Yuliati Zaqiah, 2022). Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) di Universitas PGRI Madiun sebagai bagian institusi pendidikan tinggi di Indonesia, mempunyai kontribusi penting untuk menerapkan prinsip-prinsip MBKM. Namun, implementasi kebijakan ini memerlukan pemahaman dan kesiapan yang memadai dari mahasiswa, agar mereka dapat memanfaatkan kesempatan yang ada secara optimal. Kebijakan MBKM dengan tujuan mengembangkan kemampuan soft skill dan hard skill, lulusan diharapkan mampu menghadapi tantangan zaman serta menjadi pemimpin bangsa yang berkarakter unggul (Doa et al., 2022). Terdapat permasalahan yang muncul, yaitu diantaranya kurang informasi mengenai kebijakan MBKM, ketidakpahaman terhadap konsep belajar mandiri, serta keterbatasan dalam mengakses berbagai sumber belajar di luar kampus. Kondisi ini dapat mempengaruhi motivasi dan keikutsertaan mahasiswa untuk kegiatan pembelajaran yang diusung oleh kebijakan tersebut. Perlu diperhatikan mengenai pemahaman dan kesiapan mahasiswa terhadap program MBKM. Menurut (Rahman, 2023) Program MBKM di Lembaga Pendidikan tinggi menghadapi kendala seperti halnya keterbatasan sumber daya, kurangnya pemahaman stakeholder, serta kesulitan menentukan aktivitas yang sesuai kebutuhan mahasiswa. Selain itu menurut Bhakti et al. (2022) Dalam implementasi MBKM, program studi dan mahasiswa mengalami tantangan seperti penyesuaian kurikulum, minimnya mitra industri untuk magang dan studi independen, serta keterbatasan waktu dosen. Kendala tidak hanya dialami oleh program studi, tapi juga mahasiswa dalam pelaksanaan MBKM termasuk masalah stabilitas jaringan internet dan kurangnya interaktivitas dalam pembelajaran, Implementasi MBKM juga menghadapi kendala seperti tidak terintegrasinya sistem penginputan nilai dan komunikasi yang kurang efektif dengan mitra. Menurut Giantomi Muhammad, R. Rofiani (2023) Kunci sukses implementasi MBKM adalah transformasi mindset menuju kurikulum berbasis kompetensi yang fleksibel, mempersiapkan mahasiswa menjadi individu mandiri dan adaptif. ME TODE PE NE LITIA N Pemahaman, Kesiapan Dan Pelaksanaan Terhadap Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Pada Mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Madiun merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Madiun yang telah berpartisipasi dalam program MBKM, yaitu Kampus Mengajar Angkatan 6 dan Pertukaran Mahasiswa Merdeka Angkatan 3 pada tahun 2023. Teknik dalam pengumpulan data dalam penelitian menggunakan teknik survey dengan instrumen kuisioner skala likert. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. i i i i i 32 Prosedur penelitian dimulai dengan mengumpulkan teori atau eksplorasi teori. Dari kajian teori tersebut dikembangkan instrumen penelitian berdasarkan konstruk atau indikator yang diperoleh dari kajian teori. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan untuk mensurvei Pemahaman, Kesiapan Dan Pelaksanaan Terhadap Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Pada Mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Madiun yang sampel dari penelitian ini yaitu mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Madiun yang telah berpartisipasi dalam program MBKM, yaitu Kampus Mengajar Angkatan 6 dan Pertukaran Mahasiswa Merdeka Angkatan 3 pada tahun 2023. Berdasarkan kuesioner yang telah di sebar, berikut ini data responden berdasarkan program MBKM yang diikuti pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Madiun: Tabel 1 Data responden berdasarkan Program MBKM yang diikuti No 1 2 Pelaksanaan MBKM Kampus Mengajar Angkatan 6 Pertukaran Mahasiswa Merdeka Angkatan 3 Jumlah Mahasiswa Jumlah 42 9 51 Sumber : Data di olah dari Ms Excel Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden berasal dari Program MBKM Kampus Mengajar Angkatan 6 yaitu sebanyak 42 mahasiswa atau sebesar 82,4% sedangkan sisanya berasal dari Program MBKM Pertukaran Mahasiswa Merdeka angkatan 3 yaitu sebanyak 9 mahasiswa atau sebesar 17,6%. Hasil Tabel 2 Deskripsi Data Variabel X1 N X2 X3 Y Valid 51 51 51 51 Missing 0 0 0 0 Mean 28.45 32.04 21.47 35.98 Median 29.00 33.00 22.00 36.00 Std. Deviation 2.369 2.842 2.292 2.634 Minimum 21 24 14 29 Maximum 32 36 24 40 Sum 1451 1634 1095 1835 Sumber : Data yang di olah SPSS versi 25 Berdasarkan uji analisis deskriptif dengan sampel 51 orang diperoleh hasil X1 mean = 28.45, median = 29.00, standar deviasi = 2.369, minimum = 21, maksimum = 32. Hasil X2 mean = 32.04, median = 33.00, standar deviasi = 2.842, minimum = 24, maksimum = 36. hasil X1 mean = 28.45, median = 29.00, standar deviasi = 2.369, minimum = 21, maksimum = 32. Hasil X3 mean = 21.47, median = 22.00, standar deviasi = 2.292, minimum = 14, maksimum = 24. Hasil X4 mean = 35.98, median = 36.00, standar deviasi = 2.634, minimum = 29, maksimum = 40. 33 Uji Prasyarat Analisis Uji prasyarat analisis dalam penelitian ini mencakup uji normalitas. Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah suatu data berdistribusi normal atau tidak. Tabel 3 Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test N 51 Test Statistic .080 Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d Sumber : Data yang di olah SPSS versi 25 Berdasarkan tabel 3 di atas, diperoleh nilai sig (2-tailed) 0.200 Lebih besar dari 0.05, maka sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dalam uji normalitas-kolmogrov smirnov disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Uji Hipotesis Uji hipotesis dilakukan dengan cara melakukan uji regresi linear berganda. Model regresi linear berganda adalah pengembangan dari regresi linear yang melibatkan satu variabel kontinu dan sejumlah variabel independen (dua atau lebih). Tabel 4 Analisis Regresi Linear Berganda Model Unstandardized Coefficients B Std. Error Standardized Coefficients Beta 1 (Constant) 8.041 2.975 Pemahaman (X1) .530 .118 .476 4.486 .000 Kesiapan (X2) .199 .115 .215 1.730 .090 Pelaksanaan MBKM (X3) .303 .133 .263 2.276 .027 t Sig. 2.703 .010 Sumber : Data yang di olah SPSS versi 25 Y = 8.041 + 0.530X1 + 0.199X2 + 0.303X3 a. Konstanta sebesar 8.041 hal ini menunjukkan bahwa apabila X1, X2 dan X3 bernilai sebesar 0 maka nilai Y tetap sebesar 8.041. b. Berdasarkan variabel X1 hasil uji regresi yang menunjukkan bahwa variabel X1 memiliki koefisien regresi positif dengan nilai b = 0.530. artinya apabila terjadi kenaikan nilai variabel X1 sebesar 1 point maka akan terjadi pula peningkatan terhadap variabel Y sebesar 0.530. c. Berdasarkan variabel X2 hasil uji regresi yang menunjukkan bahwa variabel X2 memiliki koefisien regresi positif dengan nilai b = 0.199. artinya apabila terjadi kenaikan nilai variabel X2 sebesar 1 point maka akan terjadi pula peningkatan terhadap variabel Y sebesar 0.199. d. Berdasarkan variabel X3 hasil uji regresi yang menunjukkan bahwa variabel X3 memiliki koefisien regresi positif dengan nilai b = 0.303. artinya apabila terjadi kenaikan nilai variabel X3 sebesar 1 point maka akan terjadi pula peningkatan terhadap variabel Y sebesar 0.303. 34 PEMBAHASAN Berdasarkan beberapa penjelasan sebelumnya, maka di peroleh pembahasan sebagai berikut: 1. Pengaruh Pemahaman terhadap Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Hasil dari penelitian ini adalah, Pemahaman (X1) secara parsial berpengaruh terhadap Merdeka Belajar Kampus Merdeka (Y), hal ini didasari oleh hasil uji t hitung (4.486) > t tabel (2.009) dan sig (0.000) < 0.05, maka disimpulkan Terdapat pengaruh yang signifikan antara Pemahaman terhadap Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Madiun. H1 diterima dan H0 ditolak. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Doa et al., 2022) bahwa pemahaman tidak mempengaruhi mahasiswa dalam Program MBKM, data yang dianalisis menunjukkan bahwa mahasiswa Akuntansi belum banyak mengetahui detail kebijakan MBKM. Dari penelitian ini, peneliti menyimpulkan yaitu dengan pemahaman yang baik tentang MBKM mahasiswa dapat memanfaatkan program ini secara optimal, baik dalam hal kegiatan pembelajaran maupun pengembangan diri. Selain itu juga Pemahaman yang baik memungkinkan mahasiswa untuk membuat keputusan yang tepat terkait pilihan mata kuliah, proyek, atau kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan minat dan tujuan karir mereka. 2. Pengaruh Kesiapan terhadap Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Hasil dari penelitian ini adalah, Kesiapan (X2) secara parsial tidak berpengaruh terhadap Merdeka Belajar Kampus Merdeka (Y), hal ini didasari oleh hasil uji t diperoleh nilai t hitung (1.730) < t tabel (2.009) dan sig (0.090) > 0.05, maka disimpulkan Tidak Terdapat pengaruh yang signifikan antara Kesiapan terhadap Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Madiun. H1 ditolak dan H0 diterima. Hasil penelitian ini berbeda dengan temuan yang diungkapkan dalam studi yang dilakukan oleh (Sufriadi et al., 2022) bahwa kesiapan mahasiswa pada kegiatan belajar daring menunjukan hasil yang positif. Analisis tersebut di bagi dalam empat bagian yaitu keterampilan saat penggunaan, aspek kesiapan software dan hardware, dan interaktivitas. Dari penelitian ini peneliti menyimpulkan bahwa program MBKM dirancang untuk fleksibel dan adaptif, sehingga mahasiswa dengan berbagai tingkat kesiapan dapat tetap mengikuti dan mendapatkan manfaat. Selain itu Program MBKM fokus pada pengalaman belajar yang beragam, sehingga mahasiswa dapat belajar dan berkembang meskipun memiliki tingkat kesiapan yang berbeda-beda. 3. Pengaruh Pelaksanaan terhadap Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Hasil dari penelitian ini adalah, Pelaksanaan (X3) secara parsial berpengaruh terhadap Merdeka Belajar Kampus Merdeka (Y), hal ini didasari oleh hasil uji t diperoleh nilai t hitung (2.276) > t tabel (2.009) dan sig (0.027) > 0.05, maka bisa diambil kesimpulan Terdapat hubungan yang signifikan antara Pelaksanaan terhadap Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Madiun. H1 diterima dan H0 ditolak. Penelitian ini memiliki kesamaan hasil dengan penelitian yang dilakukan oleh (Pohan & Kisman, 2022) bahwa pelaksanaan Program MBKM di Prodi Manajemen dapat memberikan kompetensi tambahan, memperluas perspektif dalam pemecahan masalah, dan meningkatkan soft-skill mahasiswa, sehingga lulusan lebih siap menghadapi kebutuhan masa depan tanpa mengorbankan ketepatan waktu kuliah. Dari penelitian ini peneliti menyimpulkan bahwa pelaksanaan program MBKM yang baik oleh mahasiswa dapat meningkatkan pengalaman belajar mereka, baik dalam hal kegiatan akademis maupun non-akademis. Selanjutnya mahasiswa yang aktif dalam program MBKM dapat lebih mudah beradaptasi dengan perubahan dan tantangan yang dihadapi dalam dunia pendidikan dan industri. 35 4. Pengaruh Pemahaman, Kesiapan dan Pelaksanaan terhadap Merdeka Belajar Kampus Merdeka Berdasarkan hasil analisis Uji f yang telah dilakukan peneliti, didapatkan nilai f hitung (30.117) > f tabel (3.20) dan nilai sig (0.000) < 0.05. Maka disimpulkan terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel X1, X2 dan X3 secara simultan terhadap Y sehingga H4 diterima dan H0 ditolak. Hal ini tidak sejalan dengan temuan yang diungkapkan dalam penelitian oleh (Doa et al., 2022) yang juga meneliti mengenai Pemahaman dan Kesiapan mahasiswa hasil analisis menunjukkan bahwa mahasiswa Program Studi Akuntansi memiliki pemahaman terbatas tentang kebijakan MBKM, namun menunjukkan kesiapan dan respon positif untuk mengikuti program tersebut. Sedangkan hasil penelitian ini variabel pemahaman berpengaruh positif sedangkan variabel kesiapan tidak berpengaruh positif. Temuan dalam penelitian ini selaras dengan hasil penelitian yang dikemukakan oleh (Pohan & Kisman, 2022) bahwa pelaksanaan Program MBKM di Prodi Manajemen dapat memberikan kompetensi tambahan, memperluas perspektif dalam pemecahan masalah, dan meningkatkan soft-skill mahasiswa, sehingga lulusan lebih siap menghadapi kebutuhan masa depan tanpa mengorbankan ketepatan waktu kuliah. Variabel pelaksanaan pada penelitian ini berpengaruh positif. KESIMPULAN Berdasarkan pengujian dan analisis hipotesis yang sudah di lakukan, Dari pemaparan tersebut, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. Ada pengaruh Pemahaman terhadap Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Hasil yang di peroleh dari pengujian hipotesis pertama (H1) di terima dan variabel tersebut berpengaruh parsial dan signifikan terhadap Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). 2. Tidak ada pengaruh Kesiapan terhadap Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Hasil yang di peroleh dari pengujian hipotesis kedua (H2) di tolak dan variabel tersebut tidak berpengaruh parsial dan signifikan terhadap Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). 3. Ada pengaruh Pelaksanaan terhadap Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Hasil yang di peroleh dari pengujian hipotesis ketiga (H3) di terima dan variabel tersebut berpengaruh parsial dan signifikan terhadap Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). 4. Ada pengaruh dari variabel Pemahaman, Kesiapan dan Pelaksanaan terhadap Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Hasil yang di peroleh dari pengujian hipotesis keempat (H4) di terima dan ketiga variabel tersebut berpengaruh parsial dan signifikan terhadap Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). DAFTAR PUSTAKA Aby Maulana, Herwina Bahar, Nuraeni, Ismah, H. R. (2022). Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Dalam Mewujudkan SDM Unggul dan Kompetitif di Perguruan Tinggi (Berdasarkan Survey SPADA di Universitas Muhammadiyah Jakarta Tahun 2022). Al-Qisth Law Review, 6(1), 1. https://doi.org/10.24853/al-qisth.6.1.1-21 Bhakti, Y. B., Simorangkir, M. R. R., Tjalla, A., & Sutisna, A. (2022). Kendala Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (Mbkm) Di Perguruan Tinggi. Research and Development Journal of Education, 8(2), 783. https://doi.org/10.30998/rdje.v8i2.12865 Deni Sopiansyah, Siti Masruroh, Qiqi Yuliati Zaqiah, M. E. (2022). Konsep dan Implementasi Kurikulum MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka ). Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal, 4(2), 34–41. 36 Doa, H., Banda, F. L., & Marselina, A. (2022). Pemahaman Dan Kesiapan Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Flores Tentang Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). JURNAL PAJAR (Pendidikan Dan Pengajaran), 6(2), 598–607. https://doi.org/10.33578/pjr.v6i2.8698 Giantomi Muhammad, R. Rofiani, Q. Y. Z. (2023). Kebijakan Pendidikan MBKM Dan Evaluasi Implementasi MBKM. Jurnal Penelitian Pendidikan Sosial Humaniora, 8(1), 121–131. Pohan, F. S., & Kisman, Z. (2022). Dampak Pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka Di Universitas Trilogi (Studi Kasus: Prodi Manajemen). Islamic Banking : Jurnal Pemikiran Dan Pengembangan Perbankan Syariah, 7(2), 307–314. https://doi.org/10.36908/isbank.v7i2.391 Rahman, M. A. (2023). Tantangan dan Solusi Dalam Implementasi Program Kebijakan “ Merdeka Belajar , Kampus Merdeka ” ( MBKM ) di Perguruan Tinggi. Thesis Commons, 1–8. Sufriadi, D., Agustina, Y., Zakaria, Z., & Hamid, A. (2022). Kesiapan Mahasiswa Mengaplikasikan Pembelajaran Berbasis Daring. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(4b). https://doi.org/10.29303/jipp.v7i4b.995 37