IMPLEMENTASI CONTRACTUNTUK UNTUK IMPLEMENTASITEKNIK TEKNIKBEHAVIOR BEHAVIOR CONTRACT MEMOTIVASI SISWA DALAM PENYELESAIAN PEKERJAAN RUMAH (PR) DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI (MTSN) PILANGKENCENG MADIUN 0XFKDPPDG. DKA&KDOLPL Program Pascasarjana Institute Agama Islam Tribakti Kediri Abstrak Penggunaan metode pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan mutu pembelajran harus terus Di samping itu pendampingan kepada siswa juga perlu dilakukan untuk mengarahkan siswa agar tercapai tujuan belajarnya. Behavioral Contract (Kontrak Perilak. adalah salah satu teknik pembelajaran pendekatan konseling terapi behavioral yang dapat digunakan untuk membantu menyelesaikan permasalahan perilaku maladaptif pada diri klien/konseli yang berkeinginan merubah perilaku tersebut menjadi lebih baik. Untuk mendalami teknik ini perlu diadakan penelitian. Permasalahn yang diajukan dalam penelitianini meliputi :. bagaimana implementasi teknik behavior contract untuk memotivasisiswa dalam penyelesai an PR. bagaimana Hasil implementasi teknik behavior contract untuk memotivasi siswa dalam penyelesaian PR di MTsN Pilangkenceng Madiun . Jenis penelitian yang dipilih adalah deskriptif kualitatif, adapun informan penelitiannya adalah kepala sekolah, guru bimbingan konseling, dan siswa. Dan tehnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan, bahwa . implementasi teknis behavior contract ini ada beberapa tahap pelaksanaanya. Pertama konselor mengawali pertemuan dengan konseli untuk membentuk keakraban, dengan maksud agar tidak terjadi ketakutan atau kekakuan oleh konseli karena paradigma konseli setiap yang berhubungan dengan BK adalah menyeramkan. Keduda, menentukan data awal yakni tingkah laku dari konseli yang mana yang akan dirubah, dan dilanjut proses pembuatan kontrak antara konselor dengan konseli. Ketiga, konselor menetapkan jenis penguatan serta yang akan diterapkan setiap kali tingkah laku yang diinginkan ditampilkan oleh konseli, pemberian penguatan maupun reward kepada konseli diberikan sesering mungkin agar konseli semakin termotivasi. Sementara hasil dari teknik behavior contract untuk memotivasi siswa dalam menyelesaikan PR siswa MTsN Pilangkenceng Madiun sudah cukup baik. Hasil dari proses konseling tersebut menyatakan bahwa kedua konseli itu menghasilkan berubahan perilaku yang cukup baik Kata Kunci: Behavior Contract. Motivasi. Pekerjaan Rumah Konteks Penelitian Penggunaan metode pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan mutu pembelajran harus terus Di samping itu pendampingan kepada siswa juga perlu dilakukan untuk mengarahkan siswa agar tercapai tujuan belajarnya. Behavioral Contract (Kontrak Perilak. adalah salah satu teknik pembelajaran pendekatan konseling terapi behavioral yang dapat digunakan untuk perilaku maladaptif pada diri klien/konseli yang berkeinginan merubah perilaku tersebut menjadi lebih baik. Untuk mendalami teknik ini perlu diadakan penelitian. Pemberian tugas rumah adalah suatu metode yang digunakan dalam proses belajar mengajar dan mempunyai tujuan dan fungsi yang tersendiri. Dengan kegiatan melaksanakan tugas, siswa aktif belajar dan merasa terangsang untuk meningkatkan belajar yang lebih baik. Implementasi Teknik Behavior Contract untuk . (M. KahA Chalim. serta memupuk inisiatif dan berani bertanggung jawab sendiri. Banyak tugasAetugas yang harus dikerjakan siswa. Hal itu diharapkan mampu menyadarkan siswa untuk selain memanfaatkan waktu sengganggnya untukhalAehal yang menunjang belajarnyadenganmengisikegiatanAekegiatan yang berguna dan konstruktif pemberian tugas rumah. Pemberian tugas pada akhir pengajaran adalah untuk lebih memahami materi yang diajarkan di dalam mencapai hasil yang diharapkan. Negeri (MTsN) Pilangkenceng Madiun. Bagaimana hasil teknik behavior dengan prosedur contract dalam memotivasi siswa dalam menyelesaikan tugas pekerjaan rumah (PR) pada siswa Madrasah Tsanawaiyah Negeri (MTsN) Pilangkenceng Madiun. Bagi orang tua. PR merupakan suatu Aualat bantuAy yang sangat penting bagi kegiatan belajaanak dirumah. Dikatakan sangat penting karena bagi sebagian besar orang tua. PR merupakan suatu AupaksaanAy bagi anak-anaknya supaya tetap belajar di rumah, supaya waktu tidak melulu diisi dengan bermain game di GHSDQ3OD\VWDWLRQDWDXPHQRQWRQAOP6HEDJLDQ besar orang tua mengakui bahwa mereka tidak sanggup menyuruh anaknya belajar jika dari sekolah anaknya tidak dibebani dengan setumpuk PR. Menurut pengakuan mereka, tanpa PRanakanak menjadi malas belajar bahkan sama sekali tidak mau membuka bukupelajaran. Meskipun tidak jarang para orang tua sendiri menjadi Aubulan-bulananAy PR anak-anaknya karena harus membantu proses penyelesaiannya. Kontrak perilaku . ehavior contrac. yaitu mengatur kondisi konseli menampilkan tingkah laku yang diinginkan berdasarkan kontrak antara konseli dan konselor. Pada akhirnya, kita akan melihat siswa yang sungguh-sungguh mengerjakan PR adalah yang benar-benar ingin meningkatkan wawasan Bukan sematademi meraih nilai atau menghindari hukuman gurunya. Kita jugaakan melihat orang tua yang sungguh mendorong anaknya untuk mengerjakanPR, memaksimalkan potensi yang ada pada diri anak sendiri tanpa terlibat secara langsung di dalam proses penyelesaiannya. Fokus Penelitian Focus penelitian in di rinci menjadi dua hal yakni: . Bagaimana teknik behavior dengan prosedur contract dapat memotivasi siswa dalam menyelesaikan tugas pekerjaan rumah (PR) pada siswa Madrasah Tsanawaiyah http://andasabar. com/2012/06/pengaruhpemberian-tugas-rumah-terhadap. http://bambangpurnama. com/2008/02/esensipemberian-pekerjaan-rumah-pr. Tinjauan Tentang Teknik Kontrak Perilaku (Behavior Contrac. Menurut Latipun kontrak perilaku . ehavior contrac. adalah persetujuan antara dua orang atau lebih . onselor dan konsel. untuk mengubah perilaku tertentu pada Konselor dapat memilih perilaku yang realistik dan dapat diterima oleh kedua belah Setelah perilaku dimunculkan sesuai dengan kesepakatan, ganjaran dapat diberikan kepada konseli. Dalam terapi ini ganjaran positif terhadap perilaku yang dibentuk lebih dipentingkan dari pada pemberian hukuman jika kontrak perilaku tidak berhasil. Syarat-syarat Dalam Kontrak Perilaku Memantapkan Syarat-syarat kontrak perilaku adalah: Adanya batasan cermat mengenai masalah konseli, situasi masalah itu muncul, danKesediaan konseli untuk mencoba suatu . Selain itu tugas mereka perlu dirinci, dan criteria sukses disebutkan serta reinforcement-nya ditentukan. Kalau semua itu ada, kontrak akan dapat dimantapkan melalui reinforcement yang cukup dekat dengan tugas dan kriterium yang diharapkan. Prinsip Dasar Kontrak Menurut Gantina, prinsip dasar kontrak perilaku adalah sebagai berikut: . Kontrak disertai dengan penguatan, . Reinforcement Komalasari. Teori dan Teknik Konseling, 2011, hal. Latipun. Psikologi Konseling, 2008, hal. | Vol. No. Mei 2017 : 82 - 89 diberikan dengan segera, . Kontrak harus dinegosiasikan secara terbuka dan bebas serta disepakati antara konseli dan konselor, . Kontrak harus fair jelas dan terbuka, . Kontrak harus jelas . arget tingkah laku, frekuensi, lamanya kontra. , . Kontrak dilaksanakan secara teritegrasi dengan program sekolah. Tujuan Kontrak Perilaku 0HQXUXW /XWA )DX]DQ WXMXDQ NRQWUDN perilaku adalah sebagai berikut: . Menciptakan kondisi baru bagi belajar . emperoleh tingkah laku bar. , . penghapusan tingkah laku maladaptif, . memperkuat & mempertahankan tingkah laku yang diinginkan, . tujuan utama yaitu meningkatkan pilihan pribadi dan untuk menciptakan kondisi - kondisi baru dalam Tinjauan Tentang Motivasi Motivasi . adalah kekuatan berperilaku, berpikir dan merasa seperti yang mereka lakukan. Perilaku yang termotivasi diberi kekuatan, diarahkan, dan dipertahankan. Para psikolog telah mengajukan serangkaian teori mengenai mengapa organisme termotivasi untuk melakukan apa yangmereka lakukan. Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya. Menurut kamus, motivasi berasal dari kata motif yang berarti AudoronganAy atau rangsangan atau Audaya penggerakAy yang ada dalam diri Menurut Weiner yang dikutip Elliot et al. motivasi didefenisikan sebagai kondisi internal yang membangkitkan kita untuk bertindak, mendorong kita mencapai tujuan tertentu, dan membuat kita tetap tertarik dalam Komalasari. Teori dan teknik konseling. 2011, hal. )DX]DQOXWA KontrakPerilaku. Dalam KWWSOXWAIDX]DQZRUGSUHVVFRPNRQWUDNSHULODNX Laura A. King. Psikologi Umum Sebuah Pandangan Apresiatif, (Jakarta: Salemba Humanika, 2. , hal. Mitchell. penelitian dalam organisasi behavior. (Greenwich. CT: JAI Press, 1. , hal. kegiatan tertentu. Menurut Uno, motivasi dapat diartikan sebagai dorongan internal dan eksternal dalam diri seseorang yang diindikasikan dengan adanya. hasrat dan minat. dorongan dan kebutuhan. harapan dan citacita. penghargaan dan penghormatan. Motivasi adalah sesuatu apa yang membuat seseorang bertindak. Sargent menyatakan bahwa motivasi merupakan dampak dari interaksi seseorang dengan situasi yang dihadapinya. Teori-teori Motivasi Teori hierarki kebutuhan Teori motivasi yang paling terkenal adalah hierarki teori kebutuhan milik Abraham Maslow. 10 Ia membuat hipotesis bahwa dalam setiap diri manusia terdapat hierarki dari lima kebutuhan, yaitu AVLRORJLV . asa lapar, haus, seksual. GDQ NHEXWXKDQ AVLN ODLQQ\D UDVD DPDQ UDVD LQJLQ GLOLQGXQJL GDUL EDKD\D AVLN dan emosiona. , sosial . asa kasih sayang, kepemilikan, penerimaan, dan persahabata. , penghargaan . aktor penghargaan internal dan eksterna. , dan aktualisasi diri . artumbuhan, pencapaian potensi seseorang, dan pemenuhan diri sendir. Maslow memisahkan lima kebutuhan ke GDODPXUXWDQXUXWDQ. HEXWXKDQAVLRORJLVGDQ rasa aman dideskripsikan sebagai kebutuhan tingkat bawah sedangkan kebutuhan sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri sebagai kebutuhan tingkat atas. Perbedaan antara kedua tingkat tersebut ada- lah dasar pemikiran bahwa kebutuhan tingkat atas dipenuhi secara internal dan kebutuhan tingkat rendah secara dominan dipenuhi secara eksternal. Teori X dan teori Y Douglas McGregor menemukan teori X dan teori Y setelah mengkaji cara para manajer berhubungan dengan para karyawan. http://w. com/2013/09/pengertian-motivasi-menurut-para-ahli. 10 Abraham Harold Maslow,Motivasi dan Kepribadian, ( New York: Harper & Row, 1. , hal. 11 A. Judge. Perilaku Organisasi, (Jakarta: Salemba Empa. ,hal. Implementasi Teknik Behavior Contract untuk . (M. KahA Chalim. Kesimpulan yang didapat adalah pandangan manajer mengenai sifat manusia didasarkan atas beberapa kelompok asumsi tertentu dan mereka cenderung membentuk berdasarkan asumsi-asumsi tersebut. Teori motivasi kontemporer Teori motivasi kontemporer bukan teori yang dikembangkan baru-baru ini, melainkan teori yang menggambarkan kondisi pemikiran saat ini dalam menjelaskan motivasi Area Motivasi Manusia Empat area utama motivasi manusia adalah makanan, cinta,seks, dan pencapaian. 13 Tujuantujuan yang mendasari motivasi ditentukan sendiri oleh individu yang melakukannya, individu dianggap tergerak untuk mencapai tujuan karena motivasi intrinsik . einginan beraktivitas atau meraih pencapaian tertentu semata-mata demi kesenangan atau kepuasan dari melakukan aktivitas tersebu. , atau karena motivasi ekstrinsik, yakni keinginan untuk mengejar suatu tujuan yang diakibatkan oleh imbalanimbalan eksternal. disamping itu terdapat pula fsktor yang lain yang mendukung diantaranya ialah faktor internal yang datang dari dalam diri orang itu sendiri. Pekerjaan Rumah Pengertian Pekerjaan Rumah/Resitasi Menurut Oemar Hamalik ialah sebagai berikut: AuPekerjaan rumah ialah suatu tugas yang diberikan oleh guru kepada murid-murid, tugas mana dikerjakan dan diselesaikan serta dipecahkan di rumah, dalam hubungannya dengan suatu mata pelajaran atau beberapa mata pelajaran. Pekerjaan rumah memberikan kesempatan belajar di rumah dan kegiatankegiatan ini merupakan pelengkap bukan sebagai duplikat dari kegiatan belajar di sekolah. Pekerjaan rumah mengandung 3 . unsur yakni: . unsur tugas, . unsur belajar . ome stud. , . unsur penilaian. Ay Sementara Nana Sudjana mengemukakan bahwa Autugas dan resitasi tidak sama dengan pekerjaan rumah, tetapi jauh lebih luas dari itu. Tugas bisa dilaksanakan di rumah, di sekolah, dan perpustakaan, dan di tempat lainya. Ay Oleh sebab itu, adanya perbedaan dari pendapat tersebut, bahwa pada dasarnya pengertian metode resitasi maupun pekerjaan rumah harus dapat merangsang para siswa untuk aktif belajar baik secara individual maupun secara kelompok. Dalam pelaksanaan metode ini siswa dapat mengerjakan tugasnya tidak hanya di rumah, mungkin di perpustakaan, di laboratorium, di kebun percobaan dan sebagainya untuk dipertanggung jawabkan kepada guru. Dengan demikian, dari uraian tersebut dapat diambil suatu kesimpulan bahwa pekerjaan rumah maupun resitasi yaitu untuk memberikan selingan variasi teknik penyajian ataupun dapat berupa pekerjaan rumah. Tugas semacam itu dapat dikerjakan di luar jam pelajaran, di rumah maupun sebelum pula, sehingga dapat dikerjakan bersama temannya. Tujuan Pekerjaan Rumah Teknik pemberian tugas . ekerjaan ruma. biasanya digunakan dengan tujuan. Agar hasil belajar siswa memuaskan, guru perlu merumuskan tujuan yang jelas hendak dicapai oleh para siswa. Hal ini dikemukakan oleh Imam Sutari Bernadib merumuskan ialah sebagai berikut: Merangsang bertanggung jawab dan berdiri sendiri. Membawa berharga kepada minat siswa yang masih Waktu terluang dari murid agar dipergunakan secara konstruktif. Memperkuat hasil belajar latihan yang perlu di rumah. 12 Ibid, hal. 13 Carol. Wade. Carol. Tavris. Psikologi: Jilid 2,( Jakarta: Erlangga, 2. , hal. | Vol. No. Mei 2017 : 82 - 89 Metode Penelitian Penelitian yang dilakukan oleh peneliti merupakan penelitian berjenis kualitatif tentang Implementasi Teknik Behavior Contract Untuk Memotivasi siswa dalam menyelesaikan Tugas Pekerjaan Rumah (PR) Di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Pilangkenceng Madiun, sedangkan pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatifdengan melakukan analisa yang bersifat kualitatif. Dalam penelitian kualitatif data yang dikumpulkan bukan angka-angka, akan tetapi berupa kata-kata atau gambaran. Data yang dimaksud berasal dari wawancara, catatan lapangan, foto, dokumen pribadi dan 14 Karena dalam penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif, maka untuk menganalisa data . aik dari literatur maupun hasil penelitia. akan dianalisa dengan menggunakan teknik analisa, deskriptif kualitatif adalah suatu analisa yang menggambarkan obyek penelitian dengan didukung data yang bersifat kualitatif atau uraian kata-kata atau kalimat. Penelitian ini berkenaan dengan kondisi atau hubungan yang ada: praktek-praktek yang sedang berlaku, keyakinan, sudut pandang atau sikapyang dimiliki, proses-proses yang berlangsung, pengaruh-pengaruhyang kecenderungankecenderungan yangsedang berkembang. Lokasi Penelitian Adapun lokasi penelitian ini berada di kota Madiun Propinsi Jawa Timur, tepatnya di Madrasah Tsanawiyah NegeriPilangkenceng, yang terletak di Jl. Raya Pilangkenceng, kecamatan PilangkencengMadiun. Dalam penelitian kualitatif, kehadiran sekaligus pengumpul data. Kehadiran peneliti mutlak diperlukan, karena disamping itu kehadiran peneliti juga sebagai pengumpul Sebagaimana salah satu ciri penelitian kualitatif dalam pengumpulan data dilakukan sendiri oleh peneliti. Sedangkan kehadiran 14 Lexy J. Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT. Remaja Rosda karya,1. , hal. 15 Ibid. , hal. peneliti dalam penelitian ini sebagai pengamat partisipan/berperan serta, artinya dalam proses pengumpulan data peneliti mengadakan pengamatan dan mendengarkan secermat mungkin sampai pada yang sekecil-kecilnya Analisis Data Analisis merupakan langkah terakhir dalam penelitian ini, yang mana peneliti akan menganalisa data-data yang diperoleh dari hasil wawancara dan observasi yang mendukung terselesainya penelitian ini. Data-data yang akan dianalisa ini merupakan data yang berhubungan dengan kasus yang telah diteliti tentang AuImplementasi Teknik Behavior Contract Untuk Memotivasi siswa dalam menyelesaikan Tugas (PR) Di MTSNPilangkencengMadiunAy Dengan demikian peneliti mencoba menganalisa data sesuai dengan temuan-temuan dilapangan yang berhubungan dengan teori yang ada dari penelitian yang peneliti lakukan di MTsN Pilangkenceng Madiun. Dalam proses pelaksanaan teknik kontrak perilaku untuk memotivasi siswa dalam menyelesaikan PR ini, peneliti mengamati pelaksanaan konseling yang sedang berlangsung antara konselor dengan konseli X dan Y dalam beberapa waktu. Dalam proses konseling yang dilakukan oleh konselor dan dua konseli, peneliti melihat dan mendapat beberapa fenomena yang terjadi. Dalam pelaksanaan proses konseling ini peneliti mengamati setiap jalannya proses konseling, mulai dari saat pertemuan awal konselor dengan konseli, yang mana konselor mulai mencoba membuat hubungan yang akrab dengan konseli agar konseli merasa nyaman saat proses konseling. Dan peneliti juga mengikuti proses saat konselor dan konseli membuat kontrak secara bersama dengan tujuan merubah perilaku konseli yang kurang baik menjadi lebih baik lagi. Dalam kontrak itu antara konselor maupun konseli harus samasama setuju tanpa adanya busaan. Seperti halnya disebutkan oleh Gantina dalam bukunya Auteori dan teknik konselingAy. Implementasi Teknik Behavior Contract untuk . (M. KahA Chalim. terdapat tahap dalam melaksanakan kontrak perilaku, diantaranya: . Memilih tingkah laku yang akan diubah dengan melakukan analisisABC, . Menentukan data awal . ingkah laku yang akan diuba. , . Menentukan jenis penguatan yang akan diterapkan, . Memberikan reinforcement setiap kali tingkah laku yang di inginkanditampilkan sesuai jadwal kontrak, . Memberikan penguatan setiap saat tingkah laku yang ditampilkanmenetap. Konselor MTsN Pilangkenceng dalam menerapkan teknik kontrak perilaku pada siswa juga tidak jauh berbeda dengan teori yang ada. Dibuktikan dengan hasil wawancara dan observasi peneliti saat proses konseling dengan konselor, yakni pada awal pertemuan yang dilakukan antara konselor dengan konseli adalah membentuk keakraban, maksudnya antara konselor dengan konseli harus memiliki keakraban agar tidak terjadi ketakutan atau kekakuan yang dimiliki konseli karena paradigma konseli setiap yang berhubungan dengan BK adalah menyeramkan setelah itu konselor mencoba menganalisis permasalahan yang terjadi dengan melihat penyebab dari terbentuknya perilaku konseli serta dambu yang muncul akibat perilaku tersebut. Pada tahap kedua adalah menentukan data awal yakni tingkah laku dari konseli yang mana yang akan dirubah, setelah mendapat data tentang tingkah laku manayang akan diubah selanjutnya adalah proses pembuatan kontrak antara konselor dengan konseli, tahap selanjutnya konselor menetapkan jenis penguatan serta yang diterapkan setiap kali tingkah laku yang diinginkan ditampilkan oleh konseli, pemberian penguatan reward kepada konseli diberiakn sesering mungkin agar konseli semakin termotivasi untuk melaksanakan isi dari kontrak yang sudah dibuat, penguatan juga harus diberikan setiap kali tingkah laku yang diinginkan ditampilkan sesuai jadwal kontrak dan dilakukan secara menetap oleh konseli. Dalam proses konseling ini, peneliti diberi kesempatan oleh konselor untuk mengamati jalannya proses konseling dengan teknik behavior contract, yang menjadi masalah inti yang harus diubah oleh konselor serta konseli X dan Y adalah rendahnya motivasi kedua konseli tersebut dalam mengerjakan PR Hasil Teknik Behavior Contract Dalam Memotivasi Siswa untukmenyelesaikan Tugas Pekerjaan Rumah di MTsN Pilangkenceng Madiun. Setelah peneliti mengikuti dan mengamati proses konseling yang dilakukan pada intensitas waktu yang sama oleh konselor, peneliti dapat menyimpulkan hasilnya yakni antara konseli X dan Y setelah dilakukannya proses konseling memiliki perbedaan sikap. Jadi sudah jelas bahwa tujuan dari teknik behavior contract yang mengubah perilaku maladaptif menjadi adaptif kini terlihat. Namun hasil antara konseli X dan Y berbeda, konseli Y lebih menambukan dan mengasilkan perilaku baru yang sesuai dibanding konseli X. 6HSHUWL \DQJ GLXQJNDSNDQ ROHK /XWA Fauzan bahwa tujuan dari kontrak perilaku . ehavior contrac. adalah penghapusan tingkah laku maladaptif, dan menciptakan kondisi-kondisi baru . emperoleh perilaku bar. , dalam hal ini adalah kondisi memiliki motivasi untuk selalu mengerjakan PR. Jadi, antara konselor dengan konseli Y telah berhasil dalam proses konseling dengan teknik behavior contract, sedangkan antara konselor dengan konseli X bukan berarti proses konseling mereka gagal, akan tetapi konseli X harus lebih mendapat konseling secara intensif. Untuk konseli yang masih belum mendapat hasil yang baik dalam pelaksanaanteknik behavior contract, teknik tersebut tidak hanya dapat diterapkan antara konselor dengan konseli saja melainkan teknik tersebut dapat dilakukan oleh diri sendiri, yang dalam teorinya disebut Au Self ContractAy . dan jika hal itu dirasa kurang HAVLHQ SHODNVDQDDQQ\D PDND GDSDW PHPLQWD bantuan teman atau keluarga atau siapapun yang dianggap dapat membantunya dalam proses kontrak tersebut. Kesimpulan Hasil penelitian menjelaskan, bahwa . implementasi teknis behavior contract ini ada beberapa tahap pelaksanaanya. Pertama 16 Komalasari. Teori dan tekhnik Konseling. 2011, hal 175 | Vol. No. Mei 2017 : 82 - 89 konselor mengawali pertemuan dengan konseli untuk membentuk keakraban, dengan maksud agar tidak terjadi ketakutan atau kekakuan oleh konseli karena paradigma konseli setiap yang berhubungan dengan BK adalah Keduda, menentukan data awal yakni tingkah laku dari konseli yang mana yang akan dirubah, dan dilanjut proses pembuatan kontrak antara konselor dengan konseli. Ketiga, konselor menetapkan jenis penguatan serta yang akan diterapkan setiap kali tingkah laku yang diinginkan ditampilkan oleh konseli, pemberian penguatan maupun reward kepada konseli diberikan sesering mungkin agar konseli semakin termotivasi. Sementara hasil dari teknik behavior contract untuk memotivasi siswa dalam menyelesaikan PR siswa MTsN Pilangkenceng Madiun sudah cukup baik. Hasil dari proses konseling tersebut menyatakan bahwa kedua konseli itu menghasilkan berubahan perilaku yang cukup baik Dahlan. Kamus induk istilah ilmiyah : Target press,Surabaya Early. AuPerencanaan Tugas EnergiCurahan: Eksplorasi BagaimanaTujuan Pengaruh KinerjaAy. Jurnal Psikologi Furchan. Arif. Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan. UsahaNasional,Surabaya Judy. Cameron. David, pierce. Penguatan. Reward, dan MotivasiIntrinsik: sebuah Meta-Analisis. Ulasan Penelitian Pendidikan, tanpa penerbit. Khan. Wahiduddin. Maulana. Psikologi kesuksesan belajar dari kegagalandan keberhasilan: Jakarta : Robbani Press. King. Laura A. Psikologi umum sebuah pandangan apresiatif. Jakarta: Salemba Humanika. Komalasari. Gantina. Teori dan teknik konseling: PT. Indeks. Jakarta DAFTAR PUSTAKA