Jurnal Infotekmesin Vol. No. Januari 2019 ISSN: 2087-1627 PENERAPAN RAPID APLICATION DEVELOPMENT MELALUI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PEMETAAN LEMBAGA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Andi Setiawan1. Ade Irma Purnamasari2. Nana Suarna3 Program Studi Teknik Informatika. STMIK IKMI Cirebon 42andisetiawan@gmail. com1, irma2974@yahoo. com2, st_nana@yahoo. 1, 2, 3 Abstrak Kata Kunci: Rapid Aplication Development. Sistem Informasi Geografis. Pemetaan. Lembaga Pendidikan Usia Dini. Semakin tumbuh dan berkembangnya lembaga pendidikan anak usia dini di Kabupaten Cirebon, membutuhkan pendataan lokasi yang sangat akurat agar informasi dapat segera diakses dan disajikan secara cepat. Pendataan lokasi yang akurat dapat disajikan melalui mekanisme penyajian sistem informasi dari beberapa tahapan dalam proses pemodelan sistemnya. Pemodelan sistem harus menekankan kepada siklus pengembangan yang sangat pendek sangat dibutuhkan pada saat pengembangan sistem. Penelitian ini menekankan pada pemodelan sistem Rapid Aplication Development, agar sistem informasi pendataan lokasi PAUD di Kabupaten Cirebon dapat dihasilkan dengan cepat dan akurat kurang dari 30 hari kerja. Beberapa tahapan yang dikembangkan dalam penelitian ini meliputi pemodelan bisnis, pemodelan data, pemodelan proses, dan diakhiri dengan implementasi aplikasi. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah sistem dapat membantu memberikan informasi lokasi lembaga pendidikan anak usia dini di Kabupaten Cirebon sebanyak 84,390%, sedangkan kualitas informasi yang dihasilkan sebanyak 85,366%, dan respon terhadap sistem yang dapat diterima oleh masyarakat sebanyak 84,390%. Abstract Keywords: Rapid Application Development. Geographic Information System. Mapping. Institution Early Childhood Education. The growth and development of early childhood education institutions in Cirebon Regency requires very accurate data collection of the location so that information can be quickly accessed and presented. Accurate data collection of the location can be presented through a mechanism of information system presentation from several stages in the system modeling process. System modeling must emphasize a very short development cycle that is needed during system This study emphasizes the modeling of the Rapid Application Development therefore the information system for PAUD location data collection in Cirebon Regency can be produced quickly and accurately in less than 30 working days. Some of the stages developed in this study include business modeling, data modeling, process modeling, and ended with application implementation. The expected result of this research is that the system can help to provide information on the location of early childhood education institutions in Cirebon Regency as much as 84,390%, while the quality of information produced is 85,366%, and the response to the system that can be accepted by the community is 84,390%. Alamat korespondensi: E-mail: 42andisetiawan@gmail. ISSN : 2087 - 1627 ISSN: 2087-1627 Pendahuluan Pendidikan anak usia dini merupakan jenjang pendidikan sebelum masuk ke jenjang pendidikan dasar yang merupakan upaya pembinaan ditujukan bagi anak sejak lahir sampai usia enam tahun dilakukan pemberian rangsangan pendidikan dalam membantu anak memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan dasar. Seperti yang disampaikan oleh suharni dalam sebuah jurnal bahwa AuPAUD tidak seharusnya memberikan tekanan dalam pemberian stimulus pengayaan pengetahuan kepada anak usia dini, akan tetapi lebih memberikan motivasi untuk pembentukan karakter dan watak yang dilandasi oleh nilai-nilai keagamaanAy . Lembaga yang menaungi pendidikan anak usia dini saat ini menunjukan trend yang cukup positif ditandai dengan semakin tumbuh dan berkembang terutama di kabupaten Cirebon, hal tersebut dipengaruhi dengan semakin banyak masyarakat di kabupaten Cirebon terutama orang tua yang ingin memberikan pendidikan terhadap putra putrinya pada usia dini untuk mendapatkan pendidikan usia dini sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar. Menurut data referensi satuan pendidikan yang diinformasikan melalui jejaring Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan jumlah PAUD di kabupaten Cirebon terdata sebanyak 1. 167 paud yang tersebar di 40 kecamatan, diantaranya taman kanak - kanak atau raudatul athfal (TK/RA) sebanyak 618, kelompok bermain (KB) sebanyak 510, tempat penitipan anak (TPA) sebanyak 4, dan satuan paud sejenis (SPS) sebanyak 35 lembaga yang terdata oleh Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia. Banyaknya jumlah PAUD di kabupaten Cirebon akan terus bertambah sesuai dengan kebutuhan masyarakat, hal inilah yang membutuhkan perhatian khusus. Jumlah lokasi PAUD yang tersebar dikabupaten Cirebon harus dapat dipetakan melalui suatu mekanisme sistem informasi geografis, agar dapat memberikan informasi lokasi dari PAUD terutama di kabupaten Cirebon. Penelitian ini difokuskan untuk memanfaatkan sistem informasi geografis untuk memberikan info lokasi PAUD yang berada di kabupaten Cirebon. Menurut Dwi Yuli Prasetyo dan Aprianto dalam sebuah jurnal menyatakan AuSIG dapat membantu dalam memetakan lokasi peribadatan dikecamatan kempas kabupaten Indragiri Hilir Provinsi RiauAy. Sedangkan menurut Faiz Isma dan rekan menyatakan bahwa AuPemetaan SIG memudahkan untuk memetakan estimasi erosi dan sedimentasi lahan pada DAS LangsaAy . Kemudian menurut Dodi Setiawan dan rekan menyatakan bahwa AuPemetaan melalui SIG dapat membantu untuk menganalisis alat dan mesin pertanian dikabupaten Lampung TengahAy . Menurut Andhy Sulistyo beserta rekan menyatakan bahwa AuPerpaduan antara GPS dan SIG dapat membantu dalam memantau penyebaran lokasi jentik nyamuk demam berdarah dikabupaten BantulAy . Kemudian menurut Aditya Nugroho dan rekan menyatakan bahwa AuSIG dan Android dapat memetakan lokasi Bird Contest di Kota MalangAy . Sedangkan menurut Siwi Pramatama Mars Wijayanti dan rekan menyatakan bahwa AuAplikasi SIG dapat dimanfaatkan untuk sistem surveilans penyakit menular dikabupaten BanyumasAy . Oman Somantri dan rekan dalam sebuah jurnal menyatakan AuAplikasi SIG dapat membantu untuk memetakan pondok pesantren diwilayah TegalAy . Menurut Arum Amartiwi dan rekan menyatakan bahwa AuSistem informasi geografis dapat membantu manajemen lalu lintas dikabupaten TegalAy . Sedangkan menurut Ni Ketut Pradani Gayatri S menyatakan bahwa AuMelalui penerapan SIG menggunakan metode Topsis dapat membantu merekomendasikan objek wisata di BaliAy . Sedangkan menurut Andi Setiawan dan rekan menyatakan AuPenerapan SIG dengan metode clustering dapat membantu memberikan informasi persebaran lokasi praktek bidan di wilayah kabupaten CirebonAy . Dan yang terakhir menurut Eko Budi Setiawan menyatakan bahwa AuSIG dapat membantu pemetaan potensi usaha industri kreatifAy . Dari beberapa penelitian terdahulu, semuanya menyebutkan bahwa penerapan sistem informasi geografis dapat membantu memetakan lokasi lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) yang ada di wilayah kabupaten Cirebon. Metode Metode yang dikembangkan dalam penelitian ini menerapkan metode pengembangan perangkat lunak Rapid Aplication Development (RAD). Menurut Ardian Prima Atmaja dan Aminudin Aziz dalam sebuah jurnal menyatakan bahwa AuRapid Aplication Development (RAD) merupakan model pengembangan perangkat lunak yang menekankan siklus pengembangan yang sangat pendekAy . Fase yang dikembangkan dalam metode RAD adalah Business Modelling. Data Modelling. Process Modelling. Aplication Generation. Testing and Turnover, seperti yang digambarkan dalam Business Modelling Data Modelling Process Modelling Aplication Generation Testing and Turover Gambar 1. Fase Rapid Aplication Development (RAD) ISSN: 2087-1627 1 Fase Business Modelling (Bisnis Mode. Pada fase ini bertujuan untuk menemukan informasi penting yang dibutuhkan untuk diproses dalam tahap berikutnya. Informasi yang dibutuhkan adalah jumlah lembaga PAUD di wilayah kabupaten Cirebon. 2 Fase Data Modelling (Data Mode. Fase ini bertujuan untuk menganalisa informasi yang sudah dikumpulkan dari fase Dalam fase ini data lembaga PAUD di wilayah kabupaten Cirebon yang sudah diperoleh kemudian dibuat pemodelannya. Halaman Informasi Lembaga PAUD menyediakan informasi-informasi lembaga PAUD yang ada di Kabupaten Cirebon, ketika user memilih kecamatan beserta kelurahan dan jenis lembaga PAUD maka akan muncul informasi mengenai lembaga PAUD yang ada di kelurahan tersebut, seperti Gambar 3. Halaman Informasi TK/RA pada Gambar 4 menyediakan informasi-informasi lembaga PAUD TK/RA yang ada di Kabupaten Cirebon. Gambar 5 merupakan halaman Cetak digunakan untuk mencetak informasi lokasi PAUD yang sudah diinputkan sebelumnya. 3 Fase Process Modelling (Proses Pemodela. Fase ini bertujuan untuk menetapkan arus informasi bisnis yang diperlukan untuk mencapai tujuan bisnis yang spesifik. Pada fase ini informasi lembaga PAUD di wilayah kabupaten Cirebon, kemudian dibuat pemodelan prosesnya. 4 Fase Application Generation Fase ini bertujuan untuk membangun aplikasi dan pengkodean. Pada fase ini informasi lembaga PAUD di wilayah kabupaten Cirebon kemudian diimplementasikan aplikasinya. Gambar 2. Halaman Pengguna 5 Fase Testing and Turover Fase ini bertujuan untuk pengujian keseluruhan sistem yang dibangun. Pada fase ini aplikasi yang sudah dibuat pada fase sebelumnya kemudian diuji dengan menerapkan blackbox Hasil Dan Pembahasan Dari informasi yang diperoleh mengenai jumlah lembaga pendidikan anak usia dini diperoleh dari dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Cirebon yang tersebar di empat puluh kecamatan, seperti pada tabel 1. Gambar 3. Halaman Pemetaan Lembaga PAUD Tabel 1. Jumlah Lembaga PAUD Lembaga PAUD Jumlah Taman Kanak - Kanak atau Raudatul Athfal (TK/RA) Kelompok Bermain (KB) Tempat Penitipan Anak (TPA) Satuan Paud Sejenis (SPS) Jumlah Gambar 4. Halaman Informasi TK/RA 1 Implementasi Sistem Pada halaman user terdapat beberapa pilihan kecamatan dan kelurahan serta jenis lembaga Paud yang ada di Kabupaten Cirebon, ditampilkan pada Gambar 2. Fungsi dari halaman ini, digunakan untuk pemetaan lembaga PAUD, mencari lokasi dan informasi tentang lembaga yang berada diwilayah kabupaten Cirebon. Gambar 5. Halaman cetak ISSN: 2087-1627 3 Pengujian Sistem Pengujian pada sistem dilakukan dengan menggunakan Black Box Testing. Untuk mengetahui respon dari pengguna menggunakan skala likert. Pengujian black box dilakukan dengan menguji setiap fungsi pada sistem apakah telah bekerja dengan baik atau belum. Adapun hasilnya dapat disajikan pada tabel 2. Tabel 2. Hasil Pengujian Black Box Halaman Halaman Home Halaman Kelurahan Halaman Kecamatan Halaman TK/RA Halaman KB Halaman TPA Halaman SPS Hasil Yang Diharapkan Dapat menampilkan informasi lokasi PAUD Dapat melakukan CRUD data kelurahan Dapat melakukan CRUD data kecamatan Dapat melakukan CRUD data TK/RA Dapat melakukan CRUD data KB Dapat melakukan CRUD data TPA Dapat melakukan CRUD data SPS Hasil Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Skala likert digunakan untuk mengetahui respon dari pengguna terhadap sistem yang telah Skala likert ini melibatkan 41 responden, adapun hasil yang didapatkan pada perhitungan skala likert ini dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3. Hasil Skala Likert Halaman Informasi yang ditampilkan dapat memberikan informasi lokasi TK/RA. Informasi yang ditampilkan dapat memberikan informasi lokasi KB. Informasi yang ditampilkan dapat memberikan informasi lokasi TPA / SPS. Sistem dapat membantu memberikan informasi lokasi lembaga pendidikan anak usia dini di Kabupaten Cirebon Kualitas informasi yang dihasilkan Rata-Rata (%) 80,976 83,415 84,390 85,366 Respon terhadap sistem yang dapat diterima oleh masyarakat. 84,390 Rata-rata (%) 83,089 Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan, untuk setiap pertanyaan dengan jumlah responden sebanyak 41 orang maka dapat disimpulkan bahwa hasil akhir rata-rata persentase untuk semua pertanyaan adalah sebesar 83,089%. Hasil tersebut didapatkan dengan cara menjumlahkan semua total persentase dibagi dengan total pertanyaan. Untuk itu dapat disimpulkan bahwa sistem ini telah memenuhi kebutuhan pemohon paspor. Kesimpulan Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan, diantaranya adalah informasi yang ditampilkan dapat memberikan informasi lokasi TK/RA dengan tingkat akurasi pengujian sebesar 80%, sedangkan informasi yang ditampilkan dapat memberikan informasi lokasi KB sebesar 80,976%, sedangkan informasi yang ditampilkan dapat memberikan informasi lokasi TPA sebesar 83,415%, untuk sistem dapat membantu memberikan informasi lokasi lembaga pendidikan anak usia dini di Kabupaten Cirebon sebesar 84,390%, sedangkan kualitas informasi yang dihasilkan sebesar 85,366%, untuk respon terhadap sistem yang dapat diterima oleh masyarakat sebesar 84,390%, sedangkan nilai rata-rata keseluruhan yang dibangun sebesar 83,089%. Daftar Pustaka: