REMITTANCE JURNAL AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBANKAN VOLUME 06 NOMOR 02 DESEMBER 2025 ISSN 2774-2407 . -iss. | 2774-2288 . -iss. PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS MIKRO KECIL DAN MENENGAH (SAK EMKM) DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN TOKO ALDAM MART DI KOTA GRESIK Ahmad Dandi Kurniawan. Dewi Sutjahyani. Prodi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Correspondence author: A. Kurniawan, nduyekelek@gmail. Surabaya. Indonesia Abstract This study aims to determine how Indonesian Accounting Standards (SAK) for MSMEs (Micro. Small, and Medium Enterprise. are applied in preparing financial reports for Aldam Mart Store, as well as the obstacles Aldam Mart Store faces in preparing these reports. The study used a qualitative descriptive research method with data collection techniques of observation, interviews, and documentation. The results show that the current process for recording and preparing financial reports for Aldam Mart Store records only daily transactions as income and expenses, without separating personal and business finances. Formal financial reports, such as balance sheets, income statements, and notes to the financial statements, prepared in accordance with SAK for MSMEs, are not yet available. The current obstacle for Adam Mart Store is a lack of resources and knowledge to prepare financial reports in accordance with the After implementing SAK for MSMEs, financial reports are more transparent and informative. Several changes are visible in the current final financial reports: fixed assets and working capital are recorded more clearly, store liabilities are well documented, and the income statement shows a more structured net profit. After implementing SAK for MSMEs, financial reports become more systematic and meet recognized accounting standards. Keywords: sak emkm, financial reports, balance sheet, liabilities, profit and loss Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan SAK EMKM dalam penyusunan laporan keuangan Toko Aldam Mart, serta kendala apa yang dihadapi oleh Toko Aldam Mart dalam penyusunan laporan keuangan. Penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pencatatan dan penyusunan laporan keuangan Toko Aldam Mart saat ini hanya mencatat transaksi harian berupa pemasukan dan pengeluaran tanpa memisahkan antara keuangan pribadi dan usaha. Belum tersedia laporan keuangan formal seperti neraca, laporan laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan yang disusun sesuai SAK EMKM. Kendala saat ini yang dihadapi oleh Toko Adam Mart adalah kurangnya sumber daya dan pengetahuan untuk menyusun laporan keuangan yang sesuai dengan standar. Setelah penerapan SAK EMKM, laporan keuangan lebih transparan dan informatif. Beberapa perubahan yang terlihat dalam laporan keuangan akhir saat ini yaitu aset tetap dan modal usaha tercatat lebih jelas, liabilitas atau kewajiban toko terdokumentasi dengan baik, dan laporan laba rugi menunjukkan laba bersih yang lebih terstruktur. Setelah menerapkan Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM) Dalam Penyusunan Laporan Keuangan Toko Aldam Mart di Kota Gresik Ahmad Dandi Kurniawan. Dewi Sutjahyani SAK EMKM, laporan keuangan menjadi lebih sistematis dan memenuhi standar akuntansi yang diakui. keuangan, neraca, liabilitas, laba rugi PENDAHULUAN Dalam perekonomian. Indonesia tidak terlepas dari kegiatan usaha yang di lakukan oleh individu maupun kelompok, terkait pula dengan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang merupakan kegiatan ekonomi paling banyak dilakukan oleh masyarakat indonesia. UKM sangat berperan penting dalam menciptakan lapangan pekerjaan, sekaligus membantu pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran yang ada (Yolanda & Hasanah, 2. Kegiatan UKM pastinya tidak terlepas dari aktivitas akutansi yang perkembangan atau kondisi keuangan pada UKM sehingga kelangsungan hidup UKM tersebut dapat terekam dan menjadi bahan untuk mengevaluasi kegiatan UKM. Aktivitas akuntansi dapat juga disebut sebagai siklus akuntansi yang dimana harus berjalan secara terstruktur (Yoioga et al. , 2. Tingginya UKM perkembangan perekonomian tidak di imbangi dengan kualitas UKM seperti kurangnya pencatatan dan pengelolaan keuangan yang merupakan faktor kunci dalam keberhasilan UKM tersebut. Menyadari situasi dan kondisi seperti ini, maka diperlukan inovasi dalam penyusunan laporan keuangan yang sesuai (Rahmadhani, 2. UKM telah dipermudah dengan adanya Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro. Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) yang diterbitkan oleh IAI yang dimana exposure draft Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro. Kecil, dan Menengah (ED SAK EMKM) telah disetujui Dewan Standar Akuntansi Keuangan dalam rapatnya pada tanggal 18 Mei 2016, dengan adanya SAK EMKM dapat membantu memudahkan pelaku UKM dalam mengaplikasikan Akuntansi pada usaha mereka sehingga dapat dengan mudah menyusun laporan keuangan sesuai dengan standar (Oktaviyah, 2. Akuntansi keuangan merupakan salah satu bidang akuntansi yang berfokus pada penyiapan laporan keuangan yang dilakukan secara bertahap dalam setiap perusahaan. Laporan kepada para pemegang saham dan investor. Persamaan akuntansi yang diterapkan mengacu pada Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yaitu Aset = Ekuitas Liabilitas (Amelia et al. , 2. Standar akuntansi keuangan berfungsi memberikan acuan dan pedoman dalam penyusunan laporan keuangan sehingga laporan keuangan antar entitas menjadi lebih Manajemen lebih mudah menyusun memberikan ketentuan cara penyusunan tersebut (Gunawan & Nilwan, 2. Standar akuntansi terdiri atas kerangka koseptual penyusunan laporan keuangan dan pernyataan standar akuntansi. kerangka konseptual karakteristik kualitatif, dan asumsi dalam penyusunan laporan keuangan, sedangkan pernyataan standar Akuntansi Keuangan berisikan pedoman untuk penyusunan laporan, pengaturan transaksi atau kejadian, dan komponen tertentu dalam laporan keuangan (Afifah, 2. Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM) merupakan standar akuntansi keuangan yang berdiri sendiri yang dapat digunakan oleh entitas yang memenuhi definisi entitas tanpa sebagaimana yang diatur dalam SAK ETAP dan karakteristik dalam Undang-Undang No 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) (Arlinda, 2. SAK EMKM mendeskripsikan konsep entitas bisnis sebagai REMITTANCE JURNAL AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBANKAN VOLUME 06 NOMOR 02 DESEMBER 2025 ISSN 2774-2407 . -iss. | 2774-2288 . -iss. salah satu asumsi dasarnya dan oleh karena itu untuk dapat menyusun laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM, entitas harus dapat memisahkan kekayaan pribadi pemilik dengan kekayaan dan hasil usaha entitas tersebut, dan usaha/entitas usaha/entitas lainnya (Mus et al. , 2. Penyusunan laporan keuangan yang berdasarkan pada standar akuntansi keuangan dapat dianggap sebagai suatu upaya untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan, karena hal tersebut dapat memastikan bahwa laporan keuangan tersebut dibuat dengan memperhatikan prinsip-prinsip akuntansi yang benar dan dapat diandalkan. Dengan demikian, laporan keuangan yang dihasilkan akan memiliki tingkat kepercayaan yang lebih tinggi di kalangan pemangku kepentingan, seperti investor, kreditor, dan pihak-pihak lain yang berkepentingan dengan kinerja keuangan suatu perusahaan. Hal ini pada akhirnya akan memberikan dampak positif pada peningkatan kredibilitas laporan keuangan tersebut (Miradji et al. , 2. Dalam Penyusunan laporan keuangan berdasarkan pada standar akuntansi keuangan merupakan suatu bentuk peningkatan kualitas laporan keuangan, yang akan memberikan dampak dalam peningkatkan kredibilitas laporan keuangan yang dimaksud. Semua pihak sangat mengerti akan pentingnya laporan keuangan dalam usaha, tetapi kebanyakan UKM di Indonesia belum semuanya mempraktikkan akuntansi di pencatatan keuangannya, masih banyak dari mereka yang menghadapi kendala di dalam penyusunan laporan keuangan (Azaro et al. Salah satunya UKM Toko Aldam Mart di kota Gresik yang merupakan sebuah perusahaan UKM yang berlokasi di Jl. Raya Mentaras. Desa Mentaras. Kec. Dukun. Kabupaten Gresik. Jawa Timur 61155. Toko Aldam Mart sebagai sebuah entitas mikro kecil memiliki keterbatasan sumber daya manusia dan keuangan, sehingga perlu melakukan upaya yang efektif dan efisien dalam menyusun laporan keuangannya. SAK EMKM memberi kemudahan untuk UKM karena ketentuan pelaporan yang mudah di mengerti di dalam penerapannya. Namun pada kenyataannya SAK EMKM masih banyak belum diterapkan pada pelaku UKM di keuangannya mengingat bahwa SAK EMKM merupakan Standar Akuntansi Keuangan yang baru dikeluarkan oleh IAI khusus untuk Entitas Mikro. Kecil, dan Menengah. Berdasarkan uraian diatas, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan membantu pihak Toko Aldam Mart Gresik dalm penyusunan laporan keuangan yang sesuai standar SAK EMKM. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang menggambarkan objek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya (Dirwan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian kualitatif adalah data yang disajikan secara deskriptif atau berupa uraian. Data kualitatif dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara dan observasi. Sumber data berasal dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan pemilik usaha atau karyawan yang bertugas di bagian keuangan Toko Aldam Mart. Data sekunder dalam penelitian ini merupakan laporan keuangan Toko Aldam Mart. Pengumpulan data melalui teknik observasi dan wawancara yang melibatkan pengamatan langsung terhadap objek yang sedang diteliti. Observasi bertujuan menjawab masalah penelitian pada Toko Aldam Mart untuk mengetahui kendala-kendala yang Wawancara adalah Teknik pengumpulan data dengan proses tanya jawab atau lisan melalui tatap muka secara langsung antara peneliti dan narasumber. Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM) Dalam Penyusunan Laporan Keuangan Toko Aldam Mart di Kota Gresik Ahmad Dandi Kurniawan. Dewi Sutjahyani Data yang telah dikumpulkan, disusun, serta dianalisis dengan memakai metode deskriptif kualitatif, dengan lebih banyak bersifat uraian dari hasil wawancara dan observasi kemudian membandingkan laporan keuangan yang sudah sesuai dan yang belum sesuai dengan SAK EMKM dan fenomena yang terjadi di lapangan. Tempat penelitian ini dilakukan di Toko Aldam Mart yang berlokasi di Jl. Raya Mentaras. Desa Mentaras. Kec. Dukun. Kabupaten Gresik. Jawa Timur 61155. Dilaksanakan pada bulan Oktober sampai bulan Desember 2023. Data yang sudah diperoleh akan dianalisis secara kualitatif dan diuraikan dalam bentuk deskriptif. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu Data Reduction (Reduksi Dat. Data Display (Penyajian Dat. Conclusion Drawing (Penarikan Kesimpula. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian yang diperoleh di Toko Aldam Mart yaitu : Pada proses pencatatan dan penyusunan laporan keuangan saat ini. Toko Aldam Mart hanya mencatat transaksi harian berupa pemasukan dan pengeluaran tanpa memisahkan antara keuangan pribadi dan Tidak ada laporan keuangan formal seperti neraca, laporan laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan yang disusun sesuai SAK EMKM. Pemilik usaha memiliki pemahaman yang terbatas terhadap SAK EMKM. Hal ini keuangan masih dilakukan secara sederhana tanpa mengacu pada prinsip akuntansi yang diatur dalam SAK EMKM. Ketiga. Toko Aldam Mart belum sepenuhnya menerapkan prinsip SAK EMKM. Masalah utama adalah kurangnya sumber daya dan pengetahuan untuk menyusun laporan keuangan yang sesuai dengan standar ini. Berdasarkan ketiga temuan tersebut, dapat ditarik kesimpulan pada toko Aldam mart memiliki peluang dan potensi untuk membangun usaha yang berkembang dengan SAK EMKM, dilakukannya hal tersebut laporan keuangan lebih terstruktur, bijak dalam pengambilan keputusan bisnis, evaluasi kinerja, dan akses Berdasarkan SAK EMKM, laporan keuangan untuk entitas mikro, kecil, dan menengah harus mencakup: Laporan Posisi Keuangan (Nerac. Menampilkan aset, liabilitas, dan ekuitas pada suatu periode tertentu. Laporan Laba Rugi: Memuat pendapatan, beban, dan laba atau rugi yang dihasilkan dalam periode tersebut. Catatan Laporan Keuangan Memberikan mengenai kebijakan akuntansi yang digunakan serta informasi lain yang Perbandingan dengan Laporan Keuangan sebelum menerapkan SAK EMKM, laporan keuangan toko ini hanya mencatat transaksi secara sederhana, tanpa adanya pemisahan yang jelas antara aset dan kewajiban. Beberapa kelemahan dalam laporan keuangan sebelumnya antara lain: Tidak adanya pencatatan aset tetap secara Pencatatan pendapatan dan biaya hanya dalam bentuk laporan kas masuk dan Tidak ada catatan atas laporan keuangan yang memberikan informasi lebih lanjut tentang kebijakan akuntansi. Hasil Setelah Penerapam SAK EMKM Setelah penerapan SAK EMKM, laporan keuangan toko ini lebih transparan dan Berikut perubahan yang terlihat dalam laporan keuangan akhir: Aset tetap dan modal usaha tercatat lebih jelas, sehingga pemilik usaha dapat melihat nilai investasi secara akurat. Liabilitas pembayaran utang. REMITTANCE JURNAL AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBANKAN VOLUME 06 NOMOR 02 DESEMBER 2025 ISSN 2774-2407 . -iss. | 2774-2288 . -iss. Laporan laba rugi menunjukkan laba bersih yang lebih terstruktur, sehingga pemilik dapat lebih mudah mengevaluasi profitabilitas usaha. Setelah menerapkan SAK EMKM, laporan keuangan menjadi lebih sistematis dan memenuhi standar akuntansi yang diakui. Berikut adalah perbandingan laporan keuangan sebelum dan sesudah penerapan SAK EMKM : Tabel 1. Perbandingan Sebelum dan Sesudah Penerapan SAK EMKM Aspek Laporan Posisi Keuangan Laporan Laba Rugi Catatan atas Laporan Keuangan Sebelum SAK EMKM Tidak disajikan atau tidak Hanya mencatat pemasukan dan pengeluaran kas Tidak tersedia Setelah SAK EMKM Tersaji dengan jelas sesuai standar Menyajikan perhitungan laba atau rugi secara Disertakan untuk informasi lainnya Dampak Penerapan SAK EMKM Penerapan laporan keuangan berbasis SAK EMKM memberikan beberapa dampak positif bagi toko, antara lain: Kemudahan dalam Akses Pendanaan. Laporan keuangan yang lebih jelas dan sesuai standar meningkatkan kepercayaan pihak eksternal seperti bank atau investor dalam memberikan pembiayaan. Evaluasi Kinerja yang Lebih Akurat. Pemilik usaha dapat memantau kesehatan finansial toko dengan lebih baik dan membuat keputusan bisnis berdasarkan data yang lebih valid. Kepatuhan terhadap Regulasi. Dengan menerapkan standar akuntansi yang berlaku, toko lebih siap menghadapi kewajiban perpajakan dan audit keuangan. Perencanaan Keuangan yang Lebih Baik. Dengan laporan keuangan yang lebih rapi, pemilik usaha dapat menyusun strategi bisnis jangka panjang yang lebih efektif. Dengan implementasi SAK EMKM, toko ini dapat mengelola keuangan dengan lebih baik, meningkatkan kepercayaan stakeholder, dan membuka peluang ekspansi usaha di masa Keterbatasan Penelitian Penelitian ini memiliki keterbatasan terhadap pengaruh hasil penelitian yang Namun demikian, upaya telah dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengurangi dampak dari keterbatasan tersebut agar kesimpulan yang ditarik tetap dapat diandalkan. Sebagai berikut: Data Terbatas Data yang digunakan dalam penelitian ini terbatas pada data yang tersedia di Toko Aldam Mart, yang mungkin tidak mencakup semua aspek yang relevan dengan penelitian ini. Keterbatasan Waktu Penelitian ini dilakukan dalam waktu yang Oleh karena itu beberapa spek mungkin tidak dapat diteliti secara Keterbatasan Subjektivitas Penelitian ini melibatkan subjektivitas dari responden yang terlibat dalam Oleh karena itu hasil penelitian ini mungkin terpengaruh oleh persepsi atau pendapat dari responden. Meskipun terdapat beberapa keterbatasan pada penelitian ini, namun penelitian ini dapat memberikan wawasan yang berguna bagi perusahaan dan para peneliti lainnya dalam meningkatkan kinerja dan efektivitas PENUTUP Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro. Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) pada Toko Aldam Mart di Kota Gresik menunjukkan bahwa standar ini dapat membantu entitas mikro, kecil, dan menengah dalam menyusun laporan keuangan yang lebih terstruktur, sederhana, dan sesuai dengan regulasi akuntansi yang Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM) Dalam Penyusunan Laporan Keuangan Toko Aldam Mart di Kota Gresik Ahmad Dandi Kurniawan. Dewi Sutjahyani Dengan mengacu pada SAK EMKM. Toko Aldam Mart mampu menghasilkan laporan keuangan yang transparan dan dapat dipahami oleh berbagai pihak, seperti pemilik usaha, investor, atau lembaga Namun, pelaksanaan SAK EMKM di Toko Aldam Mart juga menghadapi beberapa kendala, seperti kurangnya pemahaman pemilik atau pengelola usaha tentang standar ini dan keterbatasan sumber daya, baik dari sisi tenaga kerja yang kompeten maupun teknologi pendukung. Meskipun demikian, penerapan SAK EMKM tetap memberikan manfaat signifikan dalam meningkatkan kualitas pelaporan keuangan. DAFTAR PUSTAKA