ANALISIS PENGARUH LIKUIDITAS. KEBIJAKAN DIVIDEN. DAN INVESTMENT OPPORTUNITY SET TERHADAP KONSERVATISME AKUNTANSI PADA PERUSAHAAN SEKTOR MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA Christine Email: Christinekhouw34@gmail. Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh likuiditas, kebijakan dividen, dan investment opportunity set terhadap konservatisme akuntansi pada perusahaan sektor manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Bentuk penelitian ini merupakan penelitian asosiatif. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor manufaktur di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2016 sampai tahun 2020 dengan jumlah populasi sebanyak 194 perusahaan sektor Manufaktur di Bursa Efek Indonesia dengan sampel sebanyak 37 perusahaan dengan seleksi menggunakan metode purposive sampling. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder sebanyak 185 data observasi dengan teknik analisis data dengan metode analisis regresi linear berganda menggunakan software Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 26. Hasil Penelitian yang diperoleh adalah likuiditas berpengaruh positif terhadap konservatisme akuntansi pada perusahaan sektor manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Sedangkan, kebijakan dividen dan investment opportunity set tidak berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi pada perusahaan sektor manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Kata Kunci: likuiditas, kebijakan dividen, investment opportunity set, konservatisme akuntansi PENDAHULUAN Perusahaan manufaktur merupakan perusahaan yang berperan penting dalam perekonomian di Indonesia, karena perusahaan manufaktur memberikan kontribusi yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi atau produk domestik, menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat, meningkatkan kegiatan ekspor dan meningkatkan investasi. Hal ini membuat perusahaan yang bergerak di sektor manufaktur berkembang dengan pesat. Sehingga, mulai menarik perhatian investor untuk menanamkan modalnya. Oleh karena itu perusahaan wajib menyajikan laporan keuangan yang relevan dan harus disusun sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). Prinsip konservatisme merupakan prinsip kehati-hatian dalam menyusun laporan Perusahaan yang menggunakan prinsip konservatisme cenderung akan melaporkan kerugian dan biaya lebih cepat, keuntungan serta pendapatan lebih lambat, menilai aset dengan nilai terendah, dan menilai kewajiban dengan nilai tertinggi. Hal ini Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 dilakukan dengan mempertimbangkan ketidakpastian dan risiko yang mungkin akan Perusahaan yang menerapkan prinsip konservatisme akuntansi membuat angka yang disajikan dalam laporan keuangan kurang dapat diinterpretasikan secara tepat karena cenderung lebih rendah dari nilai sebenarnya untuk hal yang bersifat menguntungkan dan lebih tinggi dari nilai sebenarnya untuk hal yang bersifat merugikan. Hal ini dilakukan agar perusahaan dapat lebih bebas untuk melaporkan laba di masa yang akan datang. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi konservatisme akuntansi yaitu likuiditas, kebijakan dividen, dan investment opportunity set. Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aset yang mudah dicairkan. Perusahaan yang memiliki likuiditas tinggi berarti perusahaan memiliki kinerja keuangan yang baik lebih menarik perhatian investor menanamkan modalnya. Perusahaan dengan nilai likuiditas yang rendah menunjukan bahwa perusahaan sedang berada di situasi yang kurang baik, sehingga perusahaan akan cenderung mencatat nilai aset lebih tinggi dari true value atau mencatat kewajiban lebih rendah dari true value untuk meningkatkan nilai likuiditasnya. Kebijakan dividen merupakan penerapan keputusan apakah laba yang diperoleh perusahaan pada akhir tahun akan dibagi pada pemegang saham dalam bentuk dividen atau ditahan untuk menambah modal pembiayaan dan investasi perusahaan di masa yang akan datang. Dividen merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi investor dalam berinvestasi karena dividen merupakan salah satu dari pembagian keuntungan yang diharapkan investor selain dari capital gain. Dividen dibayarkan sesuai dengan laba yang dihasilkan perusahaan sehingga perusahaan yang memiliki laba tinggi akan membagikan dividen lebih tinggi, selain itu besarnya dividen yang diterima investor sesuai dengan jumlah saham yang dimilikinya. Investment opportunity set merupakan kumpulan investasi yang dimiliki dalam bentuk aset yang dimana pilihan investasi tergantung dengan expenditure perusahaan di masa depan. Investment opportunity set dapat mempengaruhi pertumbuhan aset perusahaan serta tingkat pertumbuhan perusahaan dan diharapkan memiliki tingkat pengembalian yang cukup tinggi sehingga, pendapatan yang dihasilkan oleh sebuah investasi melebihi biaya yang dikeluarkan. Perusahaan yang memiliki investment opportunity set yang besar menunjukan bahwa perusahaan memiliki potensi untuk terus Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 berkembang dan memperluas usahanya, hal ini menarik perhatian investor untuk menanamkan modalnya KAJIAN PUSTAKA Teori agensi merupakan teori yang menyangkut dua pihak yaitu agent dan Agent merupakan pihak pengelola perusahaan. Berjalannya perusahaan paling besar tergantung tindakan agent. Pemilik perusahaan atau penyetor dana pada perusahaan disebut principal. Teori agensi menguraikan adanya hubungan antara pemisahan antara kepemilikan dan pengendalian perusahaan, pihak agent sebagai pengendali dituntut untuk menerapkan kemampuan profesionalnya untuk mengelola perusahaan, sedangkan pihak principal sebagai pemilik wajib memberikan fee sebagai imbalan. Laporan keuangan merupakan salah satu media utama yang digunakan oleh perusahaan untuk mengkomunikasikan informasi keuangan kepada pihak internal dan Laporan keuangan disusun dengan tujuan memberikan gambaran dan informasi yang jelas bagi para pengguna laporan keuangan terutama bagi manajemen suatu perusahaan, sehingga manfaatnya dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dan masukan dalam menerapkan langkah-langkah strategis sehingga mempermudah dalam proses pengambilan keputusan demi kemajuan perusahaan dimasa yang akan datang (Savitri, 2016: . Hal ini menyebabkan laporan keuangan harus disusun berdasarkan tujuan, aturan, dan prinsip-prinsip standar akuntansi yang berlaku umum, di Indonesia yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). Terdapat beberapa prinsip dalam menyusun laporan keuangan yaitu salah satunya adalah konservatisme akuntansi. Konservatisme merupakan reaksi yang bersifat hati-hati dalam menghadapi ketidakpastian yang melekat pada perusahaan dan memastikan bahwa ketidakpastian serta risiko dalam lingkungan bisnis sudah cukup dipertimbangkan (Savitri, 2016: . Konservatisme akuntansi mempengaruhi kualitas angka-angka yang dilaporkan di posisi keuangan maupun laba dalam laporan laba rugi. Ketika perusahaan meningkatkan jumlah investasi, maka akuntansi konservatif akan menghasilkan laba lebih rendah dibandingkan dengan akuntansi liberal. Akuntansi konservatif juga akan menciptakan cadangan yang tidak tercatat, sehingga memungkinkan manajemen lebih bebas melaporkan angka laba di masa mendatang (Savitri, 2016: . Perusahaan yang menggunakan prinsip konservatisme cenderung akan melaporkan aset dengan nilai terendah, kewajiban dengan Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 nilai tertinggi, mengakui kerugian dan biaya lebih cepat, serta keuntungan dan pendapatan lebih lambat. Pengaruh Likuiditas Terhadap Konservatisme Akuntansi Menurut Harjito dan Martono . 1: . : likuiditas merupakan indikator kemampuan perusahaan untuk membayar atau melunasi kewajiban-kewajiban finansialnya pada saat jatuh tempo dengan menggunakan aset lancar yang tersedia. Semakin besar rasio likuiditas yang dimiliki oleh perusahaan menunjukkan bahwa perusahaan mampu melunasi kewajibannya secara tepat waktu, berarti perusahaan memiliki kinerja keuangan yang baik. Perusahaan dengan kinerja baik akan cenderung memilih akuntansi yang konservatif karena dengan prinsip konservatif maka kinerja perusahaan akan tetap terjaga. Namun, perusahaan yang memiliki nilai likuiditas yang terlalu tinggi juga mencerminkan kinerja manajemen yang kurang efektif karena terdapat banyak kas yang menganggur, persediaan yang berlebihan dan piutang usaha yang tinggi. Perusahaan yang menentukan standar likuiditas yang baik menerapkan suatu tindakan yang berhati-hati dalam mengantisipasi suatu keadaan. Nilai likuiditas yang tinggi mencerminkan keuangan perusahaan yang baik. Oleh karena itu, dapat mendorong perusahaan untuk melakukan praktik konservatisme akuntansi. Hal ini didukung oleh penelitian Nazir. Ilham, dan Yusniati . bahwa likuiditas berpengaruh positif terhadap konservatisme akuntansi. H1: Likuiditas berpengaruh positif terhadap konservatisme akuntansi. Pengaruh Kebijakan Dividen Terhadap Konservatisme Akuntansi Menurut Harjito dan Martono . 1: . : Kebijakan dividen merupakan penetapan keputusan apakah laba yang diperoleh perusahaan pada akhir tahun akan dibagi pada pemegang saham dalam bentuk dividen atau ditahan untuk menambah modal pembiayaan dan investasi perusahaan di masa yang akan datang. Keputusan membayar dividen harus dilakukan direksi perusahaan setiap tahunnya dan harus mempunyai pertanggungjawaban pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Menurut Halim . 8: . : dividen akan digunakan investor sebagai alat penduga mengenai prestasi perusahaan di masa yang akan datang, sehingga perusahaan akan berusaha agar tidak menurunkan dividen yang dibayarkan kepada investor. Namun, dividen yang dibayarkan tidak sepenuhnya mencerminkan prestasi perusahaan dimasa Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 depan, karena jika perusahaan hendak memperluas usahanya membutuhkan modal yang cukup besar, perusahaan akan mengurangi dividen yang dibayarkan dan menggunakan dananya untuk memperluas usahanya. Dividen payout ratio yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan membagi dividen dengan jumlah yang cukup besar dibandingkan dengan laba per lembar saham. Hal ini dapat menyebabkan investor merasa puas dengan perolehan dividen yang dibagikan oleh perusahaan ditunjukkan dengan kinerja keuangan perusahaan yang Sehingga semakin besar nilai dividen payout ratio semakin mendorong perusahaan untuk menerapkan prinsip konservatisme. Hal ini didukung oleh penelitian Ratnadi et al. bahwa kebijakan dividen berpengaruh positif terhadap konservatisme akuntansi. H2: Kebijakan dividen berpengaruh positif terhadap konservatisme akuntansi. Pengaruh Investment Opportunity Set Terhadap Konservatisme Akuntansi Menurut Mulyatno . 4: . : Investment opportunity set menggambarkan tentang luasnya kesempatan atau peluang investasi bagi suatu perusahaan, namun sangat tergantung pada pilihan expenditure perusahaan untuk kepentingan di masa yang akan datang. Investment opportunity set merupakan sekumpulan keputusan investasi dalam bentuk aset yang dimiliki dan pilihan investasi masa depan. Suatu perusahaan memiliki kesempatan untuk bertumbuh, yang dapat terlihat pada kesempatan investasi yang dimiliki. kesempatan investasi merupakan salah satu faktor yang dapat menarik perhatian dari investor karena kesempatan investasi yang baik menunjukan bahwa perusahaan dapat semakin berkembang dan investor akan mendapatkan return yang lebih besar di masa yang akan datang. Investment opportunity set merupakan kesempatan investasi perusahaan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan aset dan tingkat pertumbuhan perusahaan di masa Pertumbuhan aset secara tidak langsung dapat meningkatkan laba perusahaan. Pendapatan dan laba yang meningkat seringkali menyebabkan ekspektasi investor terhadap arus kas di masa depan, sehingga semakin tinggi nilai investment opportunity set semakin mendorong perusahaan menerapkan prinsip konservatisme akuntansi. Perusahaan yang menerapkan prinsip konservatisme akuntansi akan menilai aset dengan nilai terendah, sehingga semakin tinggi kemungkinan perusahaan menyajikan laporan keuangan yang konservatif. Hal ini didukung oleh penelitian Andreas. Ardeni. Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 dan Nugroho . bahwa investment opportunity set berpengaruh positif terhadap konservatisme akuntansi. H3: Investment opportunity set berpengaruh positif terhadap konservatisme akuntansi. Berdasarkan landasan teori dan hipotesis yang telah dikemukakan, maka dapat dibangun model penelitian pada Gambar 1 sebagai berikut: Likuiditas (X. Konservatisme Kebijakan Dividen (X. Akuntansi (Y) Investment Opportunity Set (X. Gambar 1 Model Penelitian Sumber: Kajian Literatur, 2021 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan bentuk penelitian asosiatif menggunakan teknik analisis kuantitatif. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016 sampai 2020 sebanyak 194 perusahaan. Pada penelitian ini pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 37 perusahaan dan diperoleh 185 data observasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah analisis dengan studi dokumenter menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan. Variabel Independen Likuiditas Menurut Harjito dan Martono . 1: . : likuiditas dapat diukur dengan rumus yaycycycyceycuyc ycIycaycycnycu = yaycyceyc yaycaycuycaycayc ycOycycaycuyci yaycaycuycaycayc Kebijakan Dividen Menurut Novianti dan Simu . : Dividen Payout Ratio dapat diukur dengan rumus berikut: Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 yaycnycycnyccyceycu ycEycaycycuycyc ycIycaycycnycu = yaycnycycnyccyceycu ycyyceyc ycEaycaycyce yaycaycycuycnycuyci ycyyceyc ycEaycaycyce Investment Opportunity Set Menurut Novianti dan Simu . : Investment Opportunity Set dapat diukur dengan rumus berikut: yayaycEyaAycOya = ycAycnycoycaycn yaAycycoyc yaycyceyc ycNyceycycaycyyc Oe ycAycnycoycaycn yaAycycoyc yaycyceyc ycNyceycycaycyycOe1 ycNycuycycayco yaycyceyc Variabel Dependen Menurut Savitri . 6: . : conservatism based on accrual items yang diadaptasi dari Givoly dan Hayn . diproksikan dengan rumus berikut: CONACC= (NIO DEP-CFO)y(-. Keterangan: CONACC NIO DEP CFO = Earning conservatism based on accrued items = Operating profit of current year = Depreciation of fixed asset of current year = Net amount of cash flow from operating activities of current year = Book value of closing total assets PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Berikut ini disajikan hasil pengujian statistik deskriptif dari 37 sampel perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2016 sampai 2020 pada Tabel 1 berkut: Tabel 1 Analisis Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation Likuiditas ,1951 10,4798 2,823725 1,8758540 Kebijakan Dividen -1,6835 3,5211 ,459070 ,4902124 IOS -,1247 ,3675 ,027393 ,0667537 Akuntansi -,2622 ,2256 -,038192 ,0585407 Valid N -,2622 Konservatisme Sumber: Output SPSS 26, 2021 Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 Dari Tabel 1, dapat diketahui hasil analisis statistic deskriptif bahwa variabel likuiditas memiliki nilai minimum sebesar 0,1951. nilai maksimum sebesar 10,4798. nilai rata-rata sebesar 2,823725 dan nilai standar deviasi sebesar 1,8758540. Variabel kebijakan dividen memiliki nilai minimum sebesar -1,6835. nilai maksimum sebesar 3,5211. nilai rata-rata sebesar 0,459070 dan nilai standar deviasi sebesar 0,4902124. Variabel investment opportunity set memiliki nilai minimum sebesar -0,1247. maksimum sebesar 0,3675. nilai rata-rata sebesar 0,2739 dan nilai standar deviasi sebesar 0,667537. Variabel dependennya yaitu konservatisme akuntansi memiliki nilai minimum sebesar -0,2622. nilai maksimum sebesar 0,2256. nilai rata-rata sebesar -0,038192 dan nilai standar deviasi sebesar 0,0585407. Analisis Regresi Linear Berganda Berikut ini merupakan hasil dari pengujian analisis regresi linear berganda dari 37 perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2016 sampai 2020 pada Tabel 2 sebagai berikut: Tabel 2 Hasil Analisis Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. -,058 ,009 Likuiditas ,007 ,002 Kebijakan_Dividen ,005 IOS -,100 Standardized Coefficients Beta Sig. -6,728 ,000 ,230 3,182 ,002 ,009 ,043 ,591 ,555 ,063 -,114 -1,575 ,117 Dependent Variable: Konservatisme_Akuntansi Sumber: Output SPSS 26, 2021 Berdasarkan Tabel 2, dapat dilihat bahwa persamaan regresi linear berganda yang dihasilkan adalah: Y= -0,058 0,007ycU1 0,005ycU2 Oe 0,100ycU3 e Persamaan regresi tersebut: Nilai konstanta sebesar 0,58 yang menunjukkan bahwa jika semua variabel independennya yaitu likuiditas, kebijakan dividen, dan investment opportunity set adalah sebesar nol maka besarnya konservatisme akuntansi adalah -0,058. Nilai koefisien regresi variabel likuiditas memiliki nilai dengan arah positif sebesar 0,007. Hal ini menunjukkan setiap kenaikan likuiditas sebesar satu persen maka Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 akan diikuti kenaikan nilai konservatisme akuntansi sebesar 0,007 dengan asumsi bahwa variabel kebijakan dividen dan investment opportunity set bersifat tetap atau tidak berubah. Nilai koefisien regresi variabel kebijakan dividen memiliki nilai dengan arah positif sebesar 0,005. Hal ini menunjukkan setiap kenaikan kebijakan dividen sebesar satu persen maka akan diikuti kenaikan nilai konservatisme akuntansi sebesar 0,005 dengan asumsi bahwa variabel likuiditas dan investment opportunity set bersifat tetap atau tidak berubah. Nilai koefisien regresi variabel investment opportunity set memiliki nilai dengan arah negatif sebesar 0,100. Hal ini menunjukkan setiap kenaikan investment opportunity set sebesar satu persen maka akan diikuti penurunan nilai konservatisme akuntansi sebesar 0,100 dengan asumsi bahwa variabel likuiditas dan kebijakan dividen bersifat tetap atau tidak berubah. Koefisien Korelasi dan Determinasi Tabel 3 Hasil Uji Koefisien Korelasi Berganda Dan Koefisien Determinasi Model Summary Model R Square ,275 ,076 Adjusted R Square Std. Error of the Estimate ,060 ,0567488 Predictors: (Constan. IOS. Likuiditas. Kebijakan_Dividen Dependent Variable: Konservatisme_Akuntansi Sumber: Output SPSS 26, 2021 Berdasarkan Tabel 3, dapat diketahui besarnya koefisien korelasi (R) memiliki nilai sebesar 0,275 yang menunjukan bahwa terdapat hubungan yang searah dan lemah antara variabel dependen dan variabel independennya. Selain itu pada Tabel 3 dapat diketahui nilai koefisien determinasi yaitu sebesar 0,60 yang menunjukan bahwa perubahan konservatisme akuntansi dapat dijelaskan oleh likuiditas, kebijakan dividen dan investment opportunity set sebesar 6 persen, sedangkan sisanya 94 persen dijelaskan oleh faktor-faktor lainnya yang tidak terdapat dalam model ini. Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 Uji F Tabel 4 Hasil Uji F ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression ,048 ,016 Residual ,583 ,003 Total ,631 4,935 Sig. ,003b Dependent Variable: Konservatisme_Akuntansi Predictors: (Constan. IOS. Likuiditas. Kebijakan_Dividen Sumber: Output SPSS 26, 2021 Berdasarkan Tabel 4 menunjukan hasil signifikansi sebesar 0,003 . ,003 < 0,. , maka dapat disimpulkan bahwa model regresi layak untuk diuji. Uji t Berdasarkan Tabel 2, hasil uji t dalam menyimpulkan hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Pengaruh likuiditas terhadap konservatisme akuntansi Berdasarkan Tabel 2 dapat dilihat hasil uji t variabel likuiditas yang diukur menggunakan proksi rasio utang dengan menghitung nilai current ratio (CR), dapat diketahui bahwa variabel likuiditas memiliki nilai signifikansi 0,002 . ,002 < 0,. dengan nilai koefisien arah positif sebesar 0,007. Hal ini menunjukan bahwa likuiditas berpengaruh positif terhadap konservatisme akuntansi pada perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2016 sampai dengan 2020. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa hipotesis pertama Hal ini sejalan dengan penelitian Nazir. Ilham, dan Yusniati . Likuiditas berfungsi untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya dengan aset lancar yang dimilikinya. Perusahaan dengan nilai likuiditas yang rendah menunjukan bahwa perusahaan sedang dalam kondisi yang kurang baik. Namun, perusahaan yang memiliki likuiditas yang tinggi juga tidak baik, karena dianggap tidak dapat memanfaatkan sumber dayanya secara efektif. Perusahaan yang memiliki likuiditas yang tinggi menunjukan bahwa perusahaan memiliki kebijakan kas, kebijakan persediaan dan kebijakan piutang yang tidak efektif. Oleh sebab itu, perusahaan akan berusaha untuk menetapkan standar untuk likuiditasnya sebagai tindakan hati-hati untuk Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 mengantisipasi keadaan. Sehingga perusahaan akan cenderung menerapkan prinsip konservatisme akuntansi untuk menjaga nilai likuiditasnya. Sehingga, semakin tinggi nilai likuiditas akan meningkatkan penerapan prinsip konservatisme akuntansi dalam menyusun laporan keuangan. Sebaliknya, semakin rendah nilai likuiditasnya maka kemungkinan perusahaan untuk menggunakan prinsip konservatisme akuntansi lebih kecil karena perusahaan tidak akan melaporkan nilai asetnya pada nilai terendah agar dapat meningkatkan nilai likuiditas yang Pengaruh kebijakan dividen terhadap konservatisme akuntansi Berdasarkan Tabel 2 dapat dilihat hasil uji t variabel kebijakan dividen yang diukur menggunakan dividen payout ratio (DPR), dapat diketahui bahwa variabel kebijakan dividen memiliki nilai signifikansi, 0,555 . ,555 > 0,. dengan nilai koefisien arah positif sebesar 0,005. Dengan hal ini menunjukan bahwa kebijakan dividen tidak berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi pada perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2016 sampai dengan 2020. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa hipotesis kedua ditolak. Hal ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ratnadi et al. bahwa kebijakan dividen berpengaruh positif terhadap konservatisme akuntansi. Namun, penelitiaan ini didukung dengan penelitian Aristiyani dan Wirawati . bahwa kebijakan dividen tidak berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi. Kebijakan dividen merupakan keputusan apakah laba yang dihasilkan oleh perusahaan akan dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen atau akan ditahan untuk digunakan dalam menambah modal kegiatan investasi. Kebijakan dividen tidak berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi, hal ini dapat diinterpretasikan bahwa besar atau kecilnya dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham tidak akan mempengaruhi tingkat konservatisme perusahaan. Terdapat teori yang bernama residual dividen teori yaitu selama dimana terdapat peluang investasi yang memiliki tingkat pengembalian yang sama atau melebihi ekspektasinya, perusahaan akan menggunakan laba ditahan serta surat berharganya untuk meningkatkan basis modal sebagai pendanaan investasinya. Jika perusahaan masih memiliki laba ditahan setelah mendanai semua peluang investasi yang menguntungkan, laba akan didistribusikan kepada pemegang saham dalam bentuk Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 Sehingga, dapat disimpulkan bahwa kebijakan dividen akan berfluktuasi sesuai dengan peluang investasi yang dimiliki perusahaan. Selain itu perusahaan juga dapat membagikan dividen berupa dividen saham dengan menerbitkan saham Sehingga semakin kecil kemungkinan perusahaan menerapkan prinsip konservatisme akuntansi. Pengaruh investment opportunity set terhadap konservatisme akuntansi Berdasarkan Tabel 2 dapat dilihat hasil uji t variabel investment opportunity set yang diukur menggunakan Capital Expenditure to Book Value of Asset (CAPBVA), dapat diketahui bahwa variabel investment opportunity set memiliki nilai signifikansi 0,117 . ,117 > 0,. dengan nilai koefisien arah negatif sebesar 0,100. Hal ini menunjukan bahwa investment opportunity set tidak berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi pada perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2016 sampai dengan 2020. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa hipotesis ketiga ditolak. Hal ini tidak sejalan dengan penelitian penelitian Andreas. Ardeni, dan Nugroho . bahwa investment opportunity set berpengaruh positif terhadap konservatisme akuntansi. Namun, penelitiaan ini didukung dengan penelitian Hakiki dsn Solikhah . bahwa investment opportunity set tidak berpengaruh terhadap konservatisme Investment opportunity set merupakan investasi perusahaan yang berkaitan dengan tingkat pertumbuhan perusahaan dan nilai perusahaan. Investment opportunity set merupakan keputusan investasi berupa kombinasi aset yang dimiliki dan pilihan investasi dimasa depan. Akuntansi secara tradisional tidak merespon perubahan nilai pertumbuhan dan aktiva tak berwujud perusahaan. Akuisisi perubahan nilai akibat penurunan nilai dari aktiva biasanya tidak tercatat kecuali secara eksternal diperoleh seperti goodwill dan akuisisi. Sehingga, jika terjadi penurunan nilai aset yang tidak dicatat, maka perusahaan tidak dapat mengakui penurunan nilai aset tersebut. Hal ini mengarahkan bahwa perusahaan memiliki tingkat konservatisme yang rendah. Selain itu, investment opportunity set tidak berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi karena investment opportunity set mempengaruhi nilai perusahaan. Perusahaan akan menunjukan sisi terbaiknya agar investor tertarik untuk menanamkan modalnya. Investor lebih tertarik dengan Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 perusahaan yang memiliki kinerja yang baik. Sehingga, perusahaan akan melaporkan hasil keuangan yang terbaik tanpa mempertimbangkan prinsip konservatisme akuntansi. PENUTUP Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dikemukakan, dapat ditarik kesimpulan bahwa likuiditas berpengaruh positif terhadap konservatisme akuntansi, namun kebijakan dividend an investment opportunity set tidak berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi. Beberapa keterbatasan dalam penelitian ini adalah variabel independen dalam penelitian ini yaitu likuiditas, kebijakan dividen dan investment opportunity set hanya mampu menjelaskan variabel dependen yaitu konservatisme akuntansi sebesar 6 persen sedangkan sisanya 94 persen konservatisme akuntansi dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diuji dalam penelitian ini dan penelitian ini hanya menggunakan perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia tidak semuanya dapat dijadikan sebagai sampel penelitian, namun hanya 37 perusahaan yang datanya dapat diolah dalam penelitian. Saran-saran yang dapat diberikan kepada peneliti selanjutnya diharapkan dapat mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi konservatisme. Hal ini dikarenakan pada penelitian ini nilai koefisien determinasi (R) hanya sebesar 6 persen sedangkan sisanya sebesar 94 persen konservatisme akuntansi dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diuji dalam penelitian ini dan mengganti objek penelitian ke sektor lain dan memperpanjang periode penelitian agar memberikan gambaran pengaruh yang lebih akurat terhadap konservatisme akuntansi. DAFTAR PUSTAKA