Jurnal DEDIKASI www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi PELAKSANAAN TEKNIK SUPERVISI INDIVIDUAL GUNA MENINGKATKAN KINERJA GURU DALAM MENYUSUN SILABUS DAN RPP DI SD NEGERI 50 KOTA BANDA ACEH TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Nani Irawati SD Negeri 50 Kota Banda Aceh Jl. Residen Danu Broto, Lamlagang, Baiturrahman, Lam Lagang, Banda Raya, Kota Banda Aceh, email: wahana.inspirasi13@gmail.com Abstract: Teachers are profession that requires special skills. The existence of the teachers for a nation is very important especially for the survival of the nation in the middle of the journey of the increasingly sophisticated technology era, all the changes as well as the shifts of. It brings consequences to the teacher to improve his or her role and competence. The Principal conducts the academic supervision to provide the assistance in the development and improvement of the teachers' performance in order to achieve national education objectives. Professional teachers have teaching experience, intellectual capacity, morals, faith, devotion, discipline, responsibility, broad educational insight, managerial skills, skilled, creative, professional openness in understanding potential, characteristics and developmental problems of the learners, able to develop the study plan and career of the learners and have the ability to research and develop the curriculum. The purpose of this study is to measure the improvement of the teachers’ performance in preparing syllabus and RPP after individual supervision technique. It has been done to the teachers who have compiled syllabus and RPP in previous year and the teachers who have not yet compiled syllabus and RPP. This research was conducted by classroom action research in 2 cycles. Each cycle consists of planning, implementation, observation and reflection. The researcher carried out the academic supervision. It includes traditional supervision and clinical supervision. The subjects of this study were all the classroom teachers and the subject teachers in SD Negeri 50 Kota Banda Aceh. The totatal numbers of the sample was 23 teachers. The results showed that there is an increasing in the teachers’ competence in preparing syllabus and RPP through individual supervision techniques in SD Negeri 50 Banda Aceh city. The teachers’ activities in the preparation of syllabus and RPP which are complete and systematic in the second cycle is better than at the first cycle. Keywords : Individual Supervision Technique, Teachers’ Performance, Syllabus and RPP Abstrak: Guru merupakan jabatan profesi yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. Keberadaan guru bagi suatu bangsa amatlah penting terlebih-lebih bagi keberlangsungan hidup bangsa ditengahtengah lintasan perjalanan jaman dengan teknologi yang kian canggih dan segala perubahan serta pergeseran nilai yang bervariasi. Hal ini membawa konsekuensi kepada guru untuk meningkatkan peranan dan kompetensinya. Kepala sekolah melaksanakan supervisi akademik tersebut adalah untuk memberikan bantuan pembinaan dan perbaikan kinerja guru agar dapat mencapai tujuan pendidikan nasional. Guru profesional memiliki pengalaman mengajar, kapasitas intelektual, moral, keimanan, ketaqwaan, disiplin, tanggungjawab, wawasan kependidikan yang luas, kemampuan manajerial, terampil, kreatif, memiliki keterbukaan profesional dalam memahami potensi, karakteristik dan masalah perkembangan peserta didik, mampu mengembangkan rencana studi dan karir peserta didik serta memiliki kemampuan meneliti dan mengembangkan kurikulum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur peningkatan prosentasi kinerja guru dalam menyusun silabus dan RPP setelah teknik supervisi individual kepada guru yang sudah menyusun silabus dan RPP di tahun sebelumnya dan pada guru yang belum menyusun silabus dan RPP. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian tindakan kelas yang berlangsung selama 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Metode penelitian yang dilakukan peneliti adalah dengan melaksanakan supervisi akademik yang meliputi supervisi tradisional dan supervisi klinis. Subjek penelitian ini adalah seluruh guru kelas dan guru mata pelajaran di SD Negeri 50 Kota Banda Aceh yang berjumlah 23 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kompetensi Guru dalam menyusun silabus dan RPP melalui teknik supervisi individual di SD Negeri 50 kota Banda Aceh. Aktivitas guru dalam penyusunan Volume 1, No. 2, Juli 2017 214 Jurnal DEDIKASI www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi silabus dan RPP yang lengkap dan sistematis pada siklus kedua lebih baik daripada pada saat siklus kesatu. Kata kunci : Teknik Supervisi Individual, Kinerja Guru, Silabus dan RPP. Dalam pelaksanaanya, guru dituntut memiliki berbagai keterampilan atau kreativitas mengajar, strategi belajar mengajar Pengertian Kinerja Guru dan Menurut Mangkunegara (2001:67) kinerja kemampuan melaksanakan evaluasi yang baik. adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas Menurut pada yang dicapai oleh seorang pegawai dalam dasamya ada tiga hal pokok yang harus dimiliki melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung seorang guru dalam menghadapi situasi apapun, jawab termasuk dalam menghadapi tantangan yang rendahnya kinerja pekerja berkaitan erat dengan penuh persaingan pada era globalisasi. sistem pemberian penghargaan yang diterapkan Dardjo yang tepat, KAJIAN PUSTAKA Sukardja (2003:21), yang diberikan kepadanya. Tinggi Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan oleh lembaga/organisasi tempat mereka bekerja. kualitas sumber daya manusia sebagaimana yang Pemberian penghargaan yang tidak tepat dapat telah digariskan melalui Undang Undang Sistem berpengaruh Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 bertujuan seseorang. untuk berkembangnya potensi peserta didik agar terhadap peningkatan kinerja Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa antara lain : kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, 1. Faktor personal/individual, meliputi unsur sehat, berilmu, cakap, kreatif mandiri, dan menjadi pengetahuan, warga negara yang demokratis serta bertanggung kemampuan, kepercayaan diri, motivasi, dan jawab. komitmen yang dimiliki oleh tiap individu Silabus memberikan arah tentang apa saja yang harus dicapai guna menggapai tujuan keterampilan (skill), guru 2. Faktor kepemimpinan, meliputi aspek kualitas pembelajaran dan cara seperti apa yang akan manajer dan team leader dalam memberikan digunakan. Selain itu silabus juga memuat teknik dorongan, semangat, arahan dan dukungan penilaian seperti apa untuk menguji sejauh mana kerja pada guru keberhasilan pembelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah 3. Faktor tim, meliputi kualitas dukungan dan instrument semangat yang diberikan oleh rekan dalam perencanaan yang lebih spesifik dari silabus. satu tim, kepercayaan terhadap sesama Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ini dibuat anggota tim, kekompakan dan keeratan untuk memandu guru dalam mengajar agar tidak anggota tim d. Faktor sistem, meliputi sistem melebar jauh dari tujuan pembelajaran. kerja, fasilitas kerja yang diberikan oleh pimpinan sekolah, proses organisasi (sekolah) 215 Volume 1, No. 2, Juli 2017 Jurnal DEDIKASI www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi dan kultur kerja dalam organisasi (sekolah). mempengaruhi kinerja guru, tetapi permasalahan Upaya yang dapat dilaksanakan untuk dalam makalah ini difokuskan pada peran meningkatkan kinerja guru antara lain antara lain: kepemimpinan kepala sekolah, pemberian 1) menerima kehadiran baru dengan baik; 2) kompensasi, kedisiplinan guru, dan pengembangan memberi tugas mengajar baru sesuai dengan Sumber Daya Guru (SDM). bidang dan kompetensi yang dikuasi oleh guru baru; 3) membentuk dan melaksanakan kelompok kerja guru bidang studi dan musyawarah guru bidang studi sejenis (MGMP) sebagai wadah bagi guru untuk berdiskusi merencanakan masalah dan memecahkan masalah yang terjadi di kelas; 4) melakukan supervisi administrasi dan akedemik terhadap guru baru sebagai bahan perbaikan dan menentukan kebijakan; 5) melukukan pembinaan baik bersifat administratif, akademik, maupun karier guru baru; 6) memberi kesempatan pada guru baru untuk mengikuti pelatihan baik yang dilaksanakan di sekolah, kabupaten, propinsi maupun pada tingkat nasional; 7) memberi reward (penghargaan) pada guru yang berprestasidan memberikan hukuman pada guru yang malas dan bermasalah; 8) memberi tugas tambahan pada guru baru; 9) membentuk ikatan keluarga di sekolah masing-masing dengan pertemuan dilaksanakan di rumah anggota ikatan keluarga. Peran Kepala Sekolah Tugas kepala sekolah sebagai manajer adalah melaksanakan fungsi-fungsi manajemen yang berupa perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan mengevaluasi kinerja guru. Untuk menyusun rencana kinerja guru, kepala sekolah melibatkan semua unsur personalia sekolah. Dengan diterapkannya manajemen sumber daya manusia oleh kepala sekolah atau dalam istilah manajemennya adalah manajer telah direspon oleh tenaga pendidik yang ada di. Mereka dengan rasa tanggung jawab dan secara profesionalisme sebagai tenaga pendidik telah melaksanakan tanggung jawab atau tugas yang dibagikan (job discription). Apabila dalam melaksanakan kinerja guru mengalami kesulitan disarankan untuk mencari literatur yang berkaitan dengan MSDM dan mengatasi sendiri kesulitan itu, sebelum minta bantuan kepala sekolah. Kepala sekolah merupakan salah satu Faktor yang dapat Meningkatkan Kinerja Guru komponen pendidikan yang berpengaruh dalam Guru juga merupakan salah satu tokoh yang meningkatkan kinerja guru. Kepala sekolah harus dijunjung tinggi, yaitu: guru, ratu, wongatua bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan karo’ (Tilaar, 2004: 11). Pemerintah sering pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan melakukan berbagai upaya peningkatan kualitas tenaga kependidikan lainnya, dan pendayagunaan guru, antara lain melalui pelatihan, seminar, dan serta pemeliharaan sarana dan prasarana. Hal lokakarya, bahkan melalui pendidikan formal, tersebut menjadi lebih penting sejalan dengan dengan menyekolahkan guru pada tingkat yang semakin kompleksnya tuntutan tugas kepala lebih tinggi. Kendatipun pada pelaksanaannya sekolah, yang menghendaki dukungan kinerja masih jauh dari harapan. Banyak faktor yang yang semakin efektif dan efisien. Volume 1, No. 2, Juli 2017 216 Jurnal DEDIKASI www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi seseorang tersebut dapat diperoleh baik melalui Kedisiplinan Guru Disiplin adalah kesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan perusahaan pendidikan formal maupun pengalaman. Syah (2000:229) mengemukakan pengertian dan norma-norma sosial yang berlaku. Adapun arti dasar kesadaran adalah sikap seseorang yang secara kecakapan. USMPn (1994:1) mengemukakan sukarela menaati semua peraturan dan sadar akan kompentensi tugas dan tanggung jawabnya. Sedangkan arti menggambarkan kualifikasi atau kemampuan kesediaan adalah suatu sikap, tingkah laku, dan seseorang, baik yang kualitatif maupun yang perbuatan seseorang yang sesuai dengan peraturan kuantitatif. McAhsan (1981:45), sebagaimana perusahaan baik yang tertulis maupun tidak dikutip oleh Mulyasa (2003:38) mengemukakan (Hasibuan, 1997:212). Menurut Davis disiplin bahwa kompetensi: “…is a knowledge, skills, and kerja dapat manajemen diartikan untuk kompetensi adalah berarti kemampuan suatu hal atau yang sebagai pelaksanaan abilities or capabilities that a person achieves, memperteguh pedoman- which become part of his or her being to the extent pedoman organisasi (Mangkunegara, 2001:129). he or she can satisfactorily perform particular Pada dasarnya banyak indikator cognitive, affective, and psychomotor behaviors”. yang mempengaruhi tingkat kedisplinan karyawan suatu Muhaimin (2004:151) menjelaskan organisasi di antaranya ialah : (1) tujuan dan kompetensi adalah seperangkat tindakan intelegen kemampuan, (2) teladan pimpinan, (3) balas jasa penuh tanggung jawab yang harus dimiliki (gaji dan kesejahteraan), (4) keadilan, (5) waskat seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu (pengawasan melekat), (6) sanksi hukuman, (7) melaksankan tugas-tugas dalam bidang pekerjaan ketegasan, kemanusiaan tertentu. Sifat intelegen harus ditunjukan sebagai (Hasibuan, 1997:213). Disiplin juga merupakan kemahiran, ketetapan, dan keberhasilan bertindak. salah satu fungsi manajemen sumber daya manusia Sifat tanggung jawab harus ditunjukkan sebagai yang penting dan merupakan kunci terwujudnya kebenaran tindakan baik dipandang dari sudut ilmu tujuan, karena tanpa adanya disiplin maka sulit pengetahuan, teknologi maupun etika. Depdiknas mewujudkan (2004:7) merumuskan definisi kompetensi sebagai dan (8) hubungan tujuan yang maksimal (Sedarmayanti, 2009:19). pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan Kompetensi Guru Sukardja (2003:6) menjelaskan kompetensi yang dimiliki oleh setiap guru akan menunjukkan kualitas guru dalam mengajar. Kompetensi tersebut akan terwujud dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan profesional dalam menjalankan fungsinya sebagai guru. Diyakini Robotham (1996:27), kompetensi yang diperlukan oleh 217 bertindak. Menurut Syah (2000:230), “Kompetensi” adalah kemampuan, kecakapan, keadaan berwenang, atau memenuhi syarat menurut ketentuan hukum. Selanjutnya masih menurut Syah, dikemukakan bahwa kompetensi guru adalah kemampuan seorang guru dalam Volume 1, No. 2, Juli 2017 Jurnal DEDIKASI www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi melaksanakan kewajiban-kewajibannya secara Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah seluruh guru SD bertanggung jawab dan layak. Negeri 50 Kota Banda Aceh yang berjumlah 23 Pengertian Supervisi orang, yang terdiri dari 8 laki-laki dan 15 Konsep supervisi tidak bisa disamakan perempuan. dengan inspeksi, Inspeksi lebih menekankan kepada kekuasaan dan bersifat otoriter, sedangkan Perencanaan Tindakan supervisi lebih menekankan kepada persahabatan Penelitian ini dilakukan dengan metode yang dilandasi oleh pemberian pelayanan dan penelitian tindakan kelas yang berlangsung selama kerjasama yang lebih baik diantara guru-guru, 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari tahapan karena bersifat demokratis. Istilah supervisi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. pendidikan dapat dijelaskan baik menurut asal usul Metode penelitian yang dilakukan peneliti adalah (etimologi), bentuk perkataannya (morfologi), dengan melaksanakan supervisi akademik yang maupun isi yang terkandung dalam perkataan itu meliputi supervisi tradisional dan supervisi klinis. Langkah awal yang direncanakan pada (semantik). Depdiknas (2001) merumuskan supervisi sebagai berikut : “ Pembinaan yang diberikan penilitian tindakan sekolah ini terdiri dari beberapa kegiatan, yakni: kepada seluruh staf sekolah agar mereka dapat a. Identifikasi masalah meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan b. Pengajuan proposal situasi belajar mengajar yang lebih baik “. Dengan c. Mempersiapkan instrument demikian, supervisi ditujukan kepada penciptaan atau pengembangan situasi belajar mengajar yang lebih baik. Membantu guru kesesuaian perencanaan tindakan tersebut, maka mengembangkan kompetensinya berikut ini peneliti melaporkan pelaksanaan tindakan sebagai berikut: b. Mengembangkan kurikulum c. Mengembangkan kelompok kerja guru dan membimbing Bagaimanakah pelaksanaan dari perencanaan tindakan yang diuraikan di atas. Untuk melihat Tujuan supervisi akademik adalah: a. Pelaksanaan Tindakan penelitian Langkah awal yang direncanakan pada tindakan kelas (Glickman, et al; 2007, Sergiovanni, 1987). METODE PENELITIAN Lokasi penelitian adalah di SD Negeri 50 penilitian tindakan sekolah ini terdiri dari beberapa kegiatan, yakni: a. Identifikasi masalah Pengidentifikasian masalah dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan data penyerahan Kota Banda Aceh. Waktu pelaksanaan selama satu perangkat pembelajaran tahun pelajaran bulan mulai tanggal 1 s.d. 30 Oktober 2015. 2015/2016. Ini dilakukan pada bulan Agustus 2015. Volume 1, No. 2, Juli 2017 218 Jurnal DEDIKASI www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi b. Penyusunan proposal menjadi beberapa pertemuan untuk RPP dari Penyusunan proposal dilaksanakan oleh KD yang membutuhkan materi pembelajaran peneliti pada tanggal 22 Agustus 2015 dengan yang luas, sehingga cenderung dirancang judul “Pelaksanaan Teknik Supervisi Individual untuk satu pertemuan. dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SD Negeri 4) Guru masih kesulitan membedakan antara 50 Kota Banda Aceh Tahun Pelajaran 2015/2016”. bentuk evaluasi (penilaian) proses dan hasil c. Mempersiapkan instrument belajar denganformat / lembaran butir soal- Pada tahap ini, peneliti menyiapkan seluruh soal dalam komponen Evaluasi (Penilaian) instrument penelitian berupa lembar pengamatan supervisi yang terdiri dari data jumlah guru yang Proses dan Hasil Pembelajaran. 5) Guru menemukan adanya peluang menambah membuat silabus dan RPP dan data kualitas silabus komponen RPP, dan beberapa guru telah dan RPP yang dibuat oleh guru. menambahkannya menurut pendapat mereka. 6) HASIL DAN PEMBAHASAN Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), nilainya mencapai nilai 298, yang berarti Hasil Belajar Siklus I berada pada katagori baik. Berdasarkan hasil observasi pelaksanaan tindakan perbaikan pada siklus kesatu, masih ada 7) Guru kesulitan menentukan pembelajaran yang sistematis, meliputi Pembelajaran kegiatan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selama secara Kegiatan KKG, nilainya mencapai nilai 30, dilakukan : (1) Pendahuluan yang berati berada pada katagori baik. Kegiatan : orientasi, apersepsi, motivasi, pemberian acuan, dan pembagian kelompok belajar, (2) Kegiatan Pembelajaran Inti : eksplorasi, elaborasi, dan Hasil Belajar Siklus II Berdasarkan hasil observasi pelaksanaan tindakan kedua, ditemukan bahwa : 1) konfirmasi, dan (3) Kegiatan Pembelajaran Penutup membuat : mengarahkan kesimpulan, peserta didik memeriksa hasil belajar, dan memberikan arahan tindak lanjut. 2. Guru kesulitan menentukan dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai. 3. Guru kesulitan membagi kegiatan pembelajaran Guru mencantumkan komponen Identitas dengan segala rinciannya dengan benar. 2) Guru mencantumkan standar kompetensi (SK) yang sesuai dengan standar isi dan silabus. 3) Guru mencantumkan kompetensi dasar (KD) metode pembelajaran yang disesuaikan dengan situasi 219 Hasil observasi melalui Rubrik Penilaian Aktivitas Guru dalam Menyusun Rencana beberapa hal yang perlu diperbaiki, yaitu : 1. Hasil observasi melalui Rubrik Penilaian yang sesuai dengan standar isi dan silabus. 4) Guru mencantumkan komponen Indikator Pencapaian dengan rumusan kalimat yang mengandung kata kerja operasional yang terukur sebagai penjabaran kompetensi dasar, dan sesuai dengan materi pembelajaran. Volume 1, No. 2, Juli 2017 Jurnal DEDIKASI www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi 5) Guru mencantumkan komponen Tujuan Pembelajaran dengan kalimat yang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), mencantumkan subyek belajar (learner), nilainya mencapai nilai 495, yang berarti target yang dicapai siswa, dan relevan dengan berada pada katagori sangat baik. kompetensi dasar (KD) 6) 7) 12) Hasil observasi melalui Rubrik Penilaian Guru mencantumkan komponen Materi Aktivitas Guru dalam Menyusun Rencana Pembelajaran dengan rincian yang sistematis, Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) melalui sesuai dengan tujuan pembelajaran (TP) dan supervisi akademik yang berkelanjutan di SD standar isi, dan telah mencantumkan materi Negeri 50 kota Banda Aceh, nilainya pembelajaran untuk pengayaan. mencapai nilai 36, yang berati berada pada Guru mencantumkan komponen Kegiatan katagori sangat baik. Pembelajaran, Kegiatan membaginya Pembelajaran kedalam Pendahuluan, Kegiatan Pembelajaran Inti dan Kegiatan Pembelajaran Penutup. Setiap bagian dirinci menjadi kegiatan pembelajaran yang student centered, disertai alokasi waktu tiap kegiatan Guru mencantumkan komponen Metoda / Model Pembelajaran yang disatukan secara sistematis Pembahasan Hasil observasi terhadap tindakan perbaikan siklus kesatu dengan menggunakan Rubrik Penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), nilainya mencapai 119, yang berarti berada pada katagori baik, dan hasil observasi dengan siswa. 8) 11) Hasil observasi melalui Rubrik Penilaian dengan komponen Kegiatan Pembelajaran. 9) Guru dapat mencantumkan komponen Media / Sumber Pembelajaran dengan menentukan jenis sumber belajarnya sesuai dengan tuntutan kurikulum (kompetensi dasar dan silabus), tujuan pembelajaran, dan bentuk evaluasi. 10) Guru mencantumkan komponen Penilaian (Evaluasi) Proses dan Hasil Pembelajaran, dan merincinya dengan lengkap, dari mulai bentuk evaluasi, menyertakan lembaran / format instrumen penilaian (butir soal, rubrik, dan lain-lain), pedoman penilaian, dan kunci jawabannya. menggunakan Rubrik Penilaian Aktivitas Guru kelas dan guru mata pelajaran dalam Proses Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selama Penyusunan RPP melalui pelaksanaan teknik supervisi individual di SD Negeri 50 Kota Banda Aceh, nilainya mencapai 30, yang berati berada pada katagori baik. Hasil observasi terhadap tindakan perbaikan siklus kesatu dengan menggunakan Rubrik Penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), nilainya mencapai 151, yang berarti berada pada katagori sangat baik, dan hasil observasi dengan menggunakan Rubrik Penilaian Aktivitas Guru SD Negeri 50 Banda Aceh dalam Proses Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selama Penyusunan RPP melalui pelaksanaan teknik supervisi individual di SD Negeri 50 kota Banda Aceh, nilainya mencapai 36, Volume 1, No. 2, Juli 2017 220 Jurnal DEDIKASI www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi yang berati berada pada katagori sangat baik. DAFTAR PUSTAKA Anwar, Moch. Idochi. (2004). Administrasi KESIMPULAN DAN SARAN Pendidikan Kesimpulan dan Manajemen Biaya Pendidikan. Bandung: Alfabeta. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut : Depdiknas. (1997). Petunjuk Pengelolaan Adminstrasi Sekolah Dasar. Jakarta: 1. Terjadi peningkatan kinerja guru dalam pelaksanaan teknik supervisi individual di SD Negeri 50 Kota Banda Aceh Tahun Pelajaran 2015/2016. Depdiknas. Depdiknas. (2001). Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Jakarta: Depdiknas. 2. Kinerja guru dalam penyusunan silabus dan RPP yang lengkap dan sistematis pada siklus kedua lebih baik daripada pada saat siklus kesatu. Depdiknas. (2010). Supervisi Akademik; Materi Pelatihan Penguatan Kemampuan Kepala Sekolah. Jakarta: Depdiknas. Glickman, C.D., Gordon, S.P., and RossGordon, J.M. (2007). Supervision and Saran Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh dari Instructional Leadership A Development penelitian tindakan sekolah ini, saran penulis Approach. Seventh Edition. Boston: adalah : Perason. 1. Agar mengoptimalkan perannya sebagai perencana, 2. pengorganisir, dan penilai Dilaksanakan oleh Guru, Kepala pembelajaran yang handal. Khusus dalam Sekolah, Penilik dan Pengawas Sekolah. peran Jakarta: Damai Jaya. sebagai perencana pembelajaran, diharapkan bisa menjadi penemu model Hasibuan Malayu S.P. (1997). Manajemen rencana pembelajaran baru yang lebih efektif. Sumber Daya Manusia. Jakarta: Gunung Agar rajin menghadiri kegiatan KKG guna Agung. menjadikannya sebagai forum sharing Mangkunegara, A.A. Anwar Prabu, 2001, pengetahuan bersama guru kelas dan guru Manajemen mata pelajaran. perusahaan, 3. Agar terus mengembangkan kompetensinya, sumber daya Bandung: manusia Remaja Rosdakarya. baik melalui pendidikan formal, informal, Majid, A. 2005. Perencanaan Pembelajaran: maupun non formal atas keinginan sendiri Mengembangkan Standar Kompetensi atau saat disertakan dalam kegiatan-kegiatan Guru. pengembangan profesi dalam jabatan (in Rosdakarya. service training) berbagai kegiatan diklat, seminar, workshop dan lain-lain. 221 Harahap, B. (1983). Supervisi Pendidikan yang Bandung: PT Remaja Muhaimin (2004). Paradigma Pendidikan Islam. Bandung: PT Remaja Volume 1, No. 2, Juli 2017 Jurnal DEDIKASI www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi Rosdakarya. Sukardja, Dardjo. (2003). Kompetensi Guru Mulyasa, E., (2003). Kurikulum Berbasis dan Kompetensi: Konsep, Karakteristik, dan Implementasi. Bandung: PT Remaja Kesehatan Mental. Bandung: Angkasa. Supandi. (1996). Administrasi dan Supervisi Rosdakarya. Pendidikan. Jakarta: Departemen Agama Nofia Umrotul Hasanah. (2010). Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Dalam Universitas Terbuka. Suprihatin, MD. (1989). Meningkatkan Kinerja Guru di SMP Pendidikan, Islam 02 Pujon. Malang: Unversitas Jawab Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Administrator dan Supervisor Sekolah. Robotham, David. (1996). Competences : Measuring The Immeasurable. Fungsi Administrasi Kepala dan Tanggung Sekolah sebagai Semarang: IKIP Semarang Press. Surya, Muhammad. (2003). Management Developme nt Review, Pembelajaran Vol. 9, No. 5, hal. 25-29. Bandung: Yayasan Bhakti Winaya. Sahertian, Piet A. (2000). Konsep-Konsep dan Suryasubrata. dan Psikologi (1997). Pengajaran. Proses Belajar Teknik Supervisi Pendidikan Dalam Mengajar di Sekolah. Jakarta: Rineka Rangka Pengembangan Sumber Daya Cipta. Manusia. Jakarta: Rineka Cipta. Syah, Muhibbin, (2000). Psikologi Pendidikan. Sapari, Achmad. (2002). Pemahaman Guru Bandung: Remaja Rosda Karya. Terhadap Inovasi Pendidikan. Artikel. Tilaar. (2004). Paradigma Baru Pendidikan Jakarta: Kompas (16 Agustus 2002). Nasional. Jakarta : Grasindo. Sedarmayanti. (2009). Manajemen Sumber USMPn, Moh. Uzer. (1994). Menjadi Guru Daya Manusia, Reformasi Birokrasi dan Profesional. Manajemen Pegawai Negeri Sipil. PT. Rosdakarya. Bandung : Refika Aditama. Sergiovanni, T.J. (1987). Supervision and of (2006). Wardani, I G.A.K. (1998). Pemberdayaan Guru: Suatu Usaha Peningkatan Mutu Dirjen Peran Remaja Kepala Sekolah Yang Efektif. Curriculum Development. Sugiyarto. PT Wahidin. (2008). 13 Faktor untuk menjadi Teaching. Alexandria: Association for Supervision Bandung: Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kompetensi Guru dan Dikti (1996). Alat Penilaian Kemampuan Guru (APKG). Jakarta: Dirjen Dikti. Motivasi Kerja Guru Terhadap Kinerja Guru SMP Negeri di Sub Rayon 03 Kabupaten Semarang. Tesis. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Volume 1, No. 2, Juli 2017 222