Vol. Information Science and Library eISSN:2723-2778 http://journals. id/index. php/jils PERAN SISTEM AUTOMASI DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PADA PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI ISLAM Rahmat Iqbal1. Irva Yunita2. Reza Nawafella Alya Parangu3. Wildan Awwalin. Jamiatun4 rahmatiqbal@radenintan. irva@radenintan. nawafella@radenintan. miaa62559@gmail. DOI: Info Artikel ___________________ Sejarah Artikel: Disubmit 2 Desember 2024 Direvisi 10 Desember 2024 Disetujui 17 Desember 2024 ___________________ Keywords: Role. Automation System. Service. ____________________ Abstrak: Otomasi perpustakaan dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan pengguna perpustakaan tentang informasi yang semakin kompleks, baik kualitas maupun Pengguna ingin memperoleh pelayanan secara cepat, tepat. Otomasi perpustakaan juga dilaksanakan oleh suatu perpustakaan, dalam rangka meningkatkan kinerja perpustakaan, sehingga perpustakaan dapat memiliki daya saing dengan perpustakaan lainnya, dengan menonjolkan segi kepraktisan, kemudahan, kecepatan, dan keakuratan dalam pelayanannya. penelitian ini bertujuan untuk peran mengetahui sistem otomasi dalam meningkatkan pelayanan. Sistem otomasi dapat dimaknai sebagai pengganti tenaga tenaga manusia dengan tenaga mesin secara otomatis sehingga tidak memerlukan pengawasan manusia. Sistem otomasi perpustakaan merupakan suatu manajemen sistem yang dapat mempermudah akses baik bagi pengelola maupun pengguna perpustakaan. Sistem otomasi perpustakaan yang baik adalah sistem yang terintegrasi, mulai dari sistem pengadaan bahan pustaka, pengolahan bahan pustaka, sistem pencarian kembali bahan pustaka, sistem sirkulasi . eminjaman, pengembalian dan perpanjangan peminjama. , keanggotaan . , pengaturan hak akses keanggotaan, pengaturan denda keterlambatan pengembalian. Kata Kunci : Peran. Sistem Automasi. Layanan Abstract Library automation is implemented to meet the needs of library users regarding increasingly complex information, both in quality and quantity. Users want to obtain services quickly, precisely, and accurately. Library automation is also implemented by a library, in order to improve library performance, so that the library can be competitive with other libraries, by emphasizing the practicality, convenience, speed, and accuracy of its services. This study aims to determine the role of the automation system in improving services. The automation system can be interpreted as a replacement for human power with machine power automatically so that it does not require human supervision. The library automation system is a system management that can facilitate access for both library managers and users. A good library automation system is an integrated system, starting from the library material procurement system, library material processing, library material retrieval system, circulation system . orrowing, returning and extending loan. , membership, membership access rights settings, late return fine settings. Keywords: Role. Automation System. Service A Alamat Korespondensi: E-mail: rahmatiqbal@radenintan. e-ISSN: 2723-2778 Information Science and Library e-ISSN: 2723-2778 vol. PENDAHULUAN Teknologi informasi di perpustakaan merupakan seperangkat teknik untuk mengoptimalkan pemanfaatan informasi, mulai dari pengadaan, pengolahan, temu balik dan penyebarannya. Aplikasi teknologi informasi yang beragam dan menuntut kecepatan, ketepatan dan keakuratan dalam pelayanannya. Dalam teknologi harus terkandung muatan etika yang selalu menyertai hasil teknologi pada saat akan diterapkan. Dalam era digital yang berimbas pada globalisasi informasi dan era perdagangan perpustakaan dituntut agar memiliki standar kinerja yang lebih berkualitas, sehingga Tanpak memiliki kemampuan tersebut, perpustakaan kurang memiliki daya saing dan Pengguna berkembang menjadi masyarakat informasi, senantiasa memerlukan informasi yang beragam dan kecepatan, ketepatan dan keakuratan dalam pelayanan. Untuk memenuhi kebutuhan pengguna tersebut,pengelolah perpustakaan mengharapkan memiliki kemampuan dalam hal menyediakan dan memberikan layanan informasi yang dibutuhkan dalam berbagai bentuk dan medianya secara Hal tersebut dapat diwujudkan dengan menerapkan teknologi informasi di perpustakaan . hususnya otomasi perpustakaa. terutama untuk kegiatan perpustakaan seperti pengadaan, pengololaan dan pelayanan pada pengguna perpustakaan. Dalam penerapan otomasi perpustakaan, diperlukan perencanaan strategis yang matang dan infrastruktur teknologi informasi diantaraanya perangkat keras dan perangkat lunak komputer, perangkat teknologi komunikasi seperti saluran telepon,dan sistem jaringan Otomasi perpustakaan dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan pengguna perpustakaan tentang informasi yang semakin kompleks, baik kualitas maupun Pengguna ingin memperoleh pelayanan secara cepat, tepat, akurat. Otomasi perpustakaan juga dilaksanakan oleh suatu perpustakaan, dalam rangka meningkatkan kinerja perpustakaan, sehingga perpustakaan dapat memiliki daya saing dengan perpustakaan lainnya, dengan menonjolkan segi kepraktisan, kemudahan, kecepatan, dan keakuratan dalam pelayanannya. Perpustakaan diharapkan mampu memenuhi dan mengantisipasi kebutuhan pengguna pada era globalisasi, dimana informasi dengan mudah menyebar keseluruh penjuru dunia dalam waktu sekejap. Tanpa kemampuan memenuhi kebutuhan pengguna di bidang aktualitas informasi, kecepatan, dan keakuratan informasi yang disampaikan, maka perpustakaan akan ditinggalkan dan oleh penggunanya. Pelaksanaan otomasi perpustakaan dapat dilakukan secara bertahap oleh suatu perpustakaan,mulai dari proses pengadaan koleksi, pengolahan dan pelayanan Information Science and Library e-ISSN: 2723-2778 vol. Tahap-tahap tersebut dapat berbeda dengan perpustakaan lainnya, tergantung pada prioritas perpustakaan yang bersangkutan. Perencanaan sistem teknologi informasi, khususnya otomasi Perpustakaan, diantaraanya meliputi analisis dan desain sistem, rencana implementasi dan sistem pemeliharaannya. Melalui perencanaan strategis tersebut, pengembangan teknologi informasi di perpustakaan dapat dilaksanakan secara terintegrasi dalam pengembangan perpustakaan secara keseluruhan. Bidang pekerjaan yang dapat dilakukan dengan 4 sistem otomasi sirkulasi, bahan pustaka,pengolahan,statistik, dan lain sebagainya. Pada saat ini, di perpustakaan sering terjadi pencatatan deskripsi data buku yang sama dilakukan berulang kali. Misalnya, katalogisasi dan klasifikasi dan lain-lain. di era teknologi seperti sekarang ini, pekerjaan rutin dalam pengolahan bahan pustaka yang dilakukan secara manual sedikit demi sedikit dapat dihilangkan dan diganti dengan cara otomasi yang menghemat tenaga, biaya dan waktu. Sistem otomasi perpustakaan adalah seperangkat aplikasi komputer untuk kegiatan di perpustakaan terutama bercirikan penggunaan pangkalan data ukuran besar, dengan kandungan cantuman tekstual yang dominan, dan dengan fasilitas utama dalam hal menyimpan, menemukan dan menyajikan informasi Singkat kata otomasi akan menjadikan pekerjaan dan layanan dapat dilaksanakan secara tepat, tepat dan akurat (Harmawan, 2001:. Sistem otomasi perpustakaan pada umumnya hanya mempunyai tiga modul yaitu katalogisasi, sirkulasi, dan OPAC dan ini merupakan Modul-modul tersebut merupakan sistem yang sudah terintegrasi sehingga istilah sistem otomasi perpustakaan juga disebut dengan sistem perpustakaan METODE PENELITIAN Metode Penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Ada pun jenis Penelitian ini adalah studi literatur. Zed dalam penelitian Kartiningsih . mengatakan bahwa metode studi literatur adalah serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat, serta mengelolah bahan penelitian. Kartiningsih menambahkan bahwa Studi kepustakaan dilakukan oleh setiap peneliti dengan tujuan utama yaitu mencari dasar pijakan/ pondasi untuk memperoleh dan membangun landasan teori, kerangka berpikir, dan menentukan dugaan sementara atau disebut juga dengan hipotesis penelitian. Sehingga para peneliti Information Science and Library e-ISSN: 2723-2778 vol. dapat mengelompokkan, mengalokasikan menggunakan variasi pustaka dalam Sedangkan Populasi dalam penelitian ini adalah orangAeorang bekerja di lingkungan bisnis, termasuk karyawan karyawan yang menggunakan Bahasa Inggris. Gambaran suatu objek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, hipotesis atau teori. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Peran Menurut Soerjono Soekanto . Peran merupakan aspek dinamis kedudukan . , apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya, maka ia menjalankan suatu peranan. Sedangkan status merupakan sekumpulan hak dan1 kewajiban yang dimiliki seseorang apabila seseorang melakukan hak-hak dan kewajiban-kewajiban sesuai kedudukannya, maka ia menjalankan suatu Hakekatnya peran juga dapat dirumuskan sebagai suatu rangkaian perilaku tertentu yang ditimbulkan oleh suatu jabatan tertentu. Kepribadian seseorang juga mempengaruhi bagaimana peran itu harus dijalankan atau diperankan pimpinan tingkat atas, menengah maupun bawah akan mempunyai peran yang sama. Peran merupakan tindakan atau perilaku yang dilakukan oleh seseorang yang menempati suatu posisi di dalam status sosial2. Menurut Veithzal Rivai . Peranan diartikan sebagai perilaku yang diatur dan diharapkan seseorang dalam posisi tertentu. Miftha Thoha . peranan sebagai suatu rangkaian perilaku yang timbul karena suatu jabatan. Jadi, peran adalah suatu rangkaian kegiatan yang teratur yang ditimbulkan karena suatu jabatan. Manusia sebagai makhluk sosial memiliki kecenderungan untuk hidup berkelompok. Salam kehidupan berkelompok tadi akan terjadi interaksi antara anggota masyarakat yang satu dengan anggota masyarakat lainnya. Timbulnya interaksi diantara mereka ada saling Dengan adanya saling ketergantungan tersebutlah maka suatu peran tersebut akan terbentuk. 3 Peran menurut ahli sosiologi, seperti Raph Linton yaitu Authe dynamic aspect of statusAy seseorang menjalankan peranan manakala ia menjalankan hak (AuJurusan Ilmu Komunikasi. Fakultas Ilmu Sosial Dan IlmuPolitikIISIPYapisBiak. Pdf,Ay n. , . (Nuah, n. , . Information Science and Library e-ISSN: 2723-2778 vol. dan kewajiban yang merupakan status, sedangkan suatu status adalah Aucollection of right and dutiesAy suatu kumpulan hak dan kewajiban4. Menurut Sukanto peran adalah proses dinamis kedudukan . Jika seseorang melakukan hak dan kewajiban sesuai dengan perannya, berarti telah menjalankan suatu peranan. Perbedaan antara kedudukan dengan peranan adalah untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Keduanya tidak dapat dipisahkan karena peran sangat bergantung pada kedudukan, dan kedudukan pun bergantung pada 5 Sedangkan menurut Merton . alam Raho 2007 : . mengatakan bahwa peranan didefinisikan sebagai pola tingkah laku yang diharapkan masyarakat dari orang yang menduduki status tertentu. Sejumlah peran disebut sebagai perangkat peran . ole-se. Dengan demikian peran juga diartikan sebagai kelengkapan dari hubungan antar manusia berdasarkan peran yang dimiliki oleh seseorang dalam kedudukan di masyarakat. Peran adalah suatu konsep perilaku apa yang dapat dilaksanakan oleh individuindividu dalam masyarakat sebagai organisasi6. Peran juga dapat dikatakan sebagai perilaku individu, yang penting bagi struktur sosial masyarakat. Peran adalah suatu rangkaian yang teratur yang ditimbulkan karena suatu jabatan. Manusia sebagai makhluk kecenderungan untuk Dalam berkelompok akan terjadi interaksi antara anggota masyarakat yang satu dengan anggota masyarakat yang lainnya. Tumbuhnya interaksi diantaraa mereka ada saling Dalam kehidupan bermasyarakat itu munculah apa yang dinamakan peran . Peran merupakan aspek yang dinamis dari kedudukan seseorang, apabila seseorang melaksanakan hak-hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya maka orang yang bersangkutan menjalankan suatu peranan. Untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas ada baiknya terlebih dahulu kita pahami tentang pengertian peran. SISTEM OTOMASI PERPUSTAKAAN Peran sistem otomasi adalah untuk membantu pustakawan dalam mengolah perpustakaan sehingga dalam proses pelayanan dapat berjalan secara efektif dan efisien. Automasi perpustakaan adalah sebuah proses pengelolaann perpustakaan dengan menggunakan bantuan teknologi informasi (TI). (Nur: 2. Dengan bantuan teknologi informasi maka beberapa pekerjaan manual dapat dipercepat dan diefisienkan. Selain itu proses pengolahan data koleksi menjadi lebih akurat dan cepat untuk ditelusuri (AuTeori Peran_Role Theory. Pdf,Ay n. , . (Mahsyar and Tahir 2021, . (Mahsyar and Tahir 2021, . Information Science and Library e-ISSN: 2723-2778 vol. Dengan demikian para pustakawan dapat menggunakan waktu lebihnya untuk mengurusi pengembangan perpustakaan karena beberapa pekerjaan yang bersifat . sudah diambil alih oleh komputer. Automasi Perpustakaan bukanlah hal yang baru lagi dikalangan dunia perpustakaan. Konsep dan implementasinya sudah dilakukan sejak lama, namun di indonesia baru populer baru-baru ini setelah perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia mulai berkembang pesat. Sistem Automasi Perpustakaan adalah penerapan teknologi informasi pada pekerjaan administratif di perpustakaan agar lebih efektif dan efisien. Bidang pekerjaan yang dapat diintegrasikan dengan sistem informasi perpustakaan adalah pengadaan, inventarisasi, katalogisasi, sirkulasi bahan pustaka, pengelolaann anggota, statistik dan lain sebagainya7. Menurut Wahyu Suprianto dan Ahmad Muhsin yang dikutip oleh Sri Hardiyanti. Perpustakaan sebagai institusi pengelola informasi merupakan salah satu bidang pengelola sumber informasi yang telah berkembang dengan pesat. Perkembangan dari penerapan teknologi informasi bisa kita lihat dari perkembangan jenis perpustakaan yang selalu berkaitan dengan teknologi informasi, diawali dari perpustakaan manual, perpustakaan terotomasi atau perpustakaan digital. 8 Menurut Miyarso Dwi Ajie, otomasi perpustakaan adalah sebuah proses pengolahan perpustakaan dengan menggunakan bantuan teknologi informasi (TI). Sistem otomasi perpustakaan yang baik adalah yang terintegrasi, mulai dari sistem pengadaan bahan pustaka, pengolahan bahan pustaka, sistem pencarian kembali bahan pustaka, sistem sirkulasi, membership, pengaturan denda keterlambatan pengembalian, dan sistem reporting aktivitas perpustakaan dengan berbagaiparameter pilihan. Menurut Decky Hendarsyah. Sistem otomasi perpustakaan merupakan suatu manajemen sistem yang dapat mempermudah akses baik bagi pengelola maupun pengguna perpustakaan. Sistem otomasi perpustakaan yang baik adalah sistem yang terintegrasi, mulai dari sistem pengadaan bahan pustaka, pengolahan bahan pustaka, sistem pencarian kembali bahan pustaka, sistem sirkulasi . eminjaman, pengembalian dan perpanjangan peminjama. , keanggotaan . , pengaturan hak akses keanggotaan, pengaturan denda keterlambatan pengembalian, sistem booking dan sistem reporting aktivitas perpustakaan dengan berbagai parameter pilihan. Lebih sempurna lagi, apabila sistem otomasi perpustakaan dilengkapi dengan barcoding, dan mekanisme (Subrata and Kom, n. , 1Ae. (AuPENGANTAR SISTEM OTOMASI PERPUSTAKAAN. Pdf,Ay n. , . (Potoboda. Sumendap, and Pasoreh, n. , . Information Science and Library e-ISSN: 2723-2778 vol. pengaksesan data berbasis web dan internet10. Jadi, dapat disimpulkan bahwa otomasi perpustakaan adalah sistem atau aplikasi yang digunakan perpustakaan menjalankan kegiatan perpustakaan seperti kegiatan input data, sirkulasi maupun keanggotaan secara modern. Otomasi perpustakaan sudah dikenal sejak tahun 1970-an, dan pertamanya digunakan pada fungsi sirkulasi. Ini adalah mengingat proses sirkulasi adalah tugas rutin yang menonton, menyita banyak waktu dan kompleks . encatatan peminjaman, pengembalian, denda, peringatan keterlambatan dan menyusun laporan Kemajuan otomasi perpustakaan berikutnya tercipta melalui penemuan sistem katalog OPAC (Online Public access Catalo. , yang terhubung dengan mekanisme Berkat penemuan ini para pemakai perpustakaan dapat mencari koleksi bahan pustaka dengan lebih mudah dan cepat dibandingkan kalau memakai kartu katalog secara Pada akhir dasawarsa 1980-an, banyak perpustakaan mengadopsi otomatisasi dengan sistem terpadu yang mencangkup fungsi-fungsi sirkulasi. OPAC. Sekarang otomatisasi perpustakaan sudah mengakomodasi semua fungsi perpustakaan, katalogisasi, sirkulasi, akses publik, dan pelaporan11 Fungsi Automasi Perpustakaan Fungsi dari sistem otomasi perpustakaan menurut Supriyanto dan Muhsin . antara lain : Layanan Jarak Jauh Keberhasilan perpustakaan ditentukan pada layanan yang diberikan kepada Layanan perpustakaan sebenarnya merupakan suatu proses aktivitas yang mencakup perencanaan dan implementasi. Keberhasilan layanan harus diukur dalam konteks sejauh mana layanan dapat memuaskan pemakainya. Dengan adanya akses layanan jarak jauh dapat memenuhi kebutuhan pengguna tanpa dibatasi jarak antara perpustakaan dan pengguna perpustakaan. Akses yang Mudah Kehadiran pengelolaanninformasi pada perpustakaan akan menjadi lebih mudah dan cepat. Murah (Potoboda. Sumendap, and Pasoreh, n. , . (AuPENGANTAR SISTEM OTOMASI PERPUSTAKAAN. Pdf,Ay n. , . Information Science and Library e-ISSN: 2723-2778 vol. Desain otomasi perpustakaan yang sederhana dan dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan perpustakaan sehingga dalam penerapannya tidak membutuhkan biaya yang mahal. Pemeliharaan Koleksi Digital Koleksi digital menekankan pada isi informasi, jenis dokumen dan hasil Semua mendukung manajemen koleksi, penyimpanan, pemeliharaan Manfaat Sistem Automasi Perpustakaan Manfaat otomasi perpustakaan secara umum adalah: Mempercepat proses temu balik informasi . nformasi retrieva. Sudah tidak bisa dipungkiri lagi bahwa pada sistem manual bahwa temu balik informasi tidak dapat dilakukan secara cepat kalaupun dapat ditemukan judul bahan pustaka yang dicari tapi belum tentu bahan pustakanya ada di perpustakaan karena mungkin saja bahan pustaka sedang dipinjam oleh pengguna perpustakaan atau bahan pustakanya sudah hilang atau rusak. Hal ini disebabkan karena informasi yang didapat adalah melalui penelusuran dengan menggunakan katalog bahan pustaka. Sedang bila dilakukan dengan menggunakan otomasi maka dengan cepat informasi yang dicari akan diperoleh karena basis data perpustakaan telah menyediakan untuk kepentingan penelusuran yaitu dengan tersediannya OPAC (Online Public Access Catalo. Memperlancar proses pengelolaann pengadaan bahan pustaka. Dengan adanya basis data yang baik dan akurat dalam sistem otomasi perpustakaan maka untuk kepentingan proses pengelolaann pengadaan bahan pustaka akan terbentuk sekali. Sehingga pengadaan bahan pustaka dapat dilakukan sesuai dengan keperluan dari pengguna perpustakaan, artinya penambahan judul dan eksemplar bahan pustaka dapat disesuaikan dengan keperluan pengguna perpustakaan, karena basis data pengadaan bahan pustaka dapat ditelusuri dengan mudah dan cepat. Bahkan untuk kepentingan pengolahan bahan pustaka otomasi perpustakaan sangat membantu sekali karena ada hal-hal yang diperlukan dalam pengolahan bahan pustaka sudah tersedia dalam basis data misal untuk mencetak label punggung bahan pustaka, katalog bahan pustaka dan barcode bahan pustaka. Ketiga kegiatan (AuJurusan Ilmu Komunikasi. Fakultas Ilmu Sosial Dan IlmuPolitikIISIPYapisBiak. Pdf,Ay n. , . Information Science and Library e-ISSN: 2723-2778 vol. ini dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Komunikasi antarperpustkaan. Dengan tersedianya basis data yang baik dan sarana telekomunikasi data dan informasi yang baik maka komunikasi antar perpustakaan yang sangat mudah Antar perpustakaan dapat melakukan komunikasi melalui media internet, demikian juga untuk tukar menukar data dan informasi dapat, antar perpustakaan dapat melakukannya dengan mudah melalui media internet. Menjamin pengelolaan dan administrasi perpustakaan. Pada sistem manual pengelolaann data administrasi akan terasa tidak efisien karena banyak kegiatan yang harus dikerjakan yang terkesan sangat bertele-tele yang bisa membuat bosan bagi petugas perpustakaan. Hal ini dapat dilihat bagai prosedur yang harus dilalui dan dikerjakan mulai dari pengolahan bahan pustaka dan sirkulasi peminjaman bahan pustaka. Prosedur akan menjadi sederhana bila sudah menggunakan sistem otomasi. Dan juga akan menjadi tertib administrasinya. Otomasi perpustakaan dengan menerapkan kemajuan Teknologi informasi akan memberikan manfaat: Mengefisienkan dan mempermudah pekerjaan dalam perpustakaan Memberikan layanan yang lebih baik kepada pengguna perpustakaan Meningkatkan citra perpustakaan Pengembangan infrastruktur nasional, regional, dan global. Contoh Sistem Otomasi Perpustakaan: SLiMS atau Senayan Library Management System merupakan salah satu Free Open Source Software (FOSS) berbasis web yang dapat digunakan untuk membangun sistem otomasi perpustakaan dan menggunakan MODS (Metadata Object Description Schem. sebagai metadatanya. Menurut Azwar . 3, . SLiMS mampu berjalan sempurna di dalam sistem jaringan lokal . ataupun internet. Saat ini. SLiMS banyak diminati masyarakat Indonesia khususnya para pustakawan dikarenakan berbagai fasilitas yang dimilikinya dapat memenuhi kebutuhan sistem otomasi suatu perpustakaan. Dengan menggunakan SLiMS, pemustaka dapat mengakses layanan informasi perpustakaan jauh lebih cepat dibandingkan saat masih manual. Di samping itu, software SLiMS juga bisa diakses melalui akses internet, sehingga pemustaka dapat menelusuri katalog perpustakaan dari mana saja dan kapan saja melalui website atau portal yang disediakan perpustakaan. (AuPengertian-Otomasi-Perpustakaan-Tujuan-Manfaat-Dan-Fungsi. Html,Ay n. , . Information Science and Library e-ISSN: 2723-2778 vol. INLIS Lite. Menurut Hamid . 5, . INLIS lite merupakan perangkat lunak . aplikasi otomasi perpustakaan yang dibangun dan dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusna. sejak tahun 2011. Penamaan INLIS diambil dari kata Integrated Library System, nama dari perangkat lunak manajemen informasi perpustakaan terintegrasi dibangun sejak tahun 2003 untuk keperluan kegiatan rutin pengelolaann informasi perpustakaan di internal Perpusnas. INLIS Lite menggunakan INDOMARC sebagai metadatanya yang dimana INDOMARC merupakan pengembangan dari format MARC dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Menurut Suhartika . 5, . INDOMARC menguraikan format cantuman bibliografi yang sangat lengkap mendeskripsikan objek fisik sumber pengetahuan seperti jenis monograf, manuskrip, dan terbitan berseri termasuk buku, pamphlet, lembar tercetak, atlas, skripsi, tesis, disertasi dan jurnal buku langka. Koha juga merupakan salah satu contoh sistem otomasi perpustakaan yang sudah digunakan diberbagai penjuru dunia dan menggunakan MARC (Machine Readable Catalo. sebagai metadatanya. Sama dengan SLiMS. Koha juga merupakan open source berbasis web. Menurut Jawahir . 4, . Koha meliputi modul untuk akuisisi, sirkulasi, katalogisasi, manajemen serials, otoritas, pelaporan fleksibel, percetakan label, multi-format pemberitahuan, dan banyak Istilah Koha masih asing karena di Indonesia sendiri belum terlalu banyak Contoh perpustakaan di Indonesia yang sudah menggunakan Koha sebagai otomasi perpustakaan adalah Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Perpustakaan Kementerian Kesehatan RI14. Layanan Perpustakaan Sebuah perpustakaan menyediakan bahan pustaka atau sumber informasi bagi masyarakat, dengan demikian koleksi atau sumber informasi yang disediakan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat . Akan sayang sekali jika berbagai sumber informasi yang telah disediakan tidak dimanfaatkan oleh pengguna. Menjadi sangat penting apabila sebuah informasi yang telah disediakan oleh perpustakaan di manfaatkan dengan sebaik-baiknya15 (Potoboda. Sumendap, and Pasoreh, n. , 5Ae. (Suratmi 2021, . Information Science and Library e-ISSN: 2723-2778 vol. Secara umum, pelayanan menurut Andi Prastowo merupakan AuKegiatan yang ditawarkan oleh organisasi atau perorangan kepada konsumen . onsumer atau yang dilayan. , yang bersifat tidak berwujud dan tidak dapat dimilikiAy. Pengertian pelayanan bahwa layanan merupakan suatu aktivitas yang tidak berwujud dan yang memberikan suatu tingkat kepuasan bagi pemakai jasa tersebut tetapi tidak dapat disimpan atau Kepuasan pengguna merupakan respon setelah pengguna membandingkan pelayanan yang dirasakan dengan pelayanan yang diharapkan16. Menurut Pawit M. Yusuf dan Yaya Suhendar pelayanan perpustakaan adalah AuProses penyebarluasan segala macam informasi kepada masyarakat luasAy Layanan perpustakaan merupakan salah satu kegiatan utama disetiap perpustakaan. Layanan tersebut merupakan kegiatan yang langsung berhubungan dengan pemustaka dan sekaligus merupakan barometer keberhasilan penyelenggaraan perpustakaan. Oleh karena itu dari meja layanan akan dikembangkan gambaran dan citra perpustakaan, sehingga seluruh kegiatan perpustakaan akan diarahkan dan terfokus kepada bagaimana memberikan layanan yang baik sebagaimana dikehendaki oleh pemustaka. Layanan yang baik adalah yang dapat memberikan rasa senang dan puas kepada pemakai. Sistem Layanan Perpustakaan Agar layanan berjalan dengan baik sesuai dengan kondisi perpustakaan , maka perlu suatu sistem layanan yang jelas. Pelayanan di perpustakaan lazimnya menggunakan duasistem, yaitu: Sistem Terbuka (Open Acces Syste. Menurut Bafadal . layanan terbuka adalah pelayanan yang memberikan kebebasan kepada para pengunjung perpustakaan untuk masuk ke ruang buku untuk memilih bahan pustaka yang akan dipinjam kemudian dibawa ke petugas sirkulasi untuk dicatat dalam transaksi peminjaman. Ini berarti bahwa sistem terbuka membebaskan pengguna masuk ke ruang koleksi yang dijajarkan untuk memilih dan mengambil sendiri koleksi yang diinginkan. Mereka juga bisa membuka-buka, melihat-lihat buku, bila tidak cocok mereka dapat memilih bahan lain yang hampir sama maupun mengambil yang berbeda. Keuntungan sistem menghemat tenaga, karena petugas tidak perlu mengambilkan koleksi yang dibutuhkan karena pengguna mengambil sendiri di rak (AuLayanan Perpust Tegalgondo Bb. Pdf,Ay n. , . (Buwana, n. , . Information Science and Library e-ISSN: 2723-2778 vol. memungkinkan pengguna memilih judul lain yang sesuai apabila tidak menemukan koleksi yang dicari. Pengguna akan merasa puas karena bisa langsung memilih koleksi yang diinginkannya dijajaran rak. Mengurangi terjadinya kesalahpahaman antara pengguna dan petugas. Kerugian sistem terbuka: Memerlukan tenaga akstra untuk mengembalikan koleksi kejajaran rak dan membetulkan letak koleksi. Frekuensi kerusakan koleksi lebih besar A Memerlukan ruangan yang relatif lebih luas untuk pengaturan rak susunan koleksi dijajaran rak akan lebih mudah rusak. Pengguna baru sering bingung . Sistem Tertutup (Closed acces Syste. Layanan tertutup menurut Bafadal . adalah proses layanan dimana pengunjung perpustakaan tidak dipersilahkan memasuki ruangan perpustakaan sehingga jika ingin mencari bahan-bahan pustaka harus melalui petugas sirkulasi. Jadi dalam sistem layanan tertutup ini bila pengguna memerlukan koleksi, pengguna bisa memilih melalui katalog, dan selanjutnya petugas akan mengambilkan. Kelebihan layanan A Susunan koleksi di rak lebih teratur dan tidak mudah rusak, karena yang mengambilkan dan mengembalikan adalah petugas. Faktor kehilangan dan kerusakan koleksi bisa diperkecil. Daya tampung koleksi lebih banyak karena jarak rak bisa dipersempit. Kerugian layanan tertutup A Memerlukan tenaga ekstra untuk mengambil dan mengembalikan koleksi yang A Prosedur peminjaman tidak bisa cepat atau harus antri bila ramai pengguna yang A Sejumlah koleksi tidak pernah disentuh atau dipinjam A Pengguna sering tidak puas apabila koleksi yang dipinjam tidak sesuai dengan yang dikehendaki18 (AuLayanan Perpust Tegalgondo Bb. Pdf,Ay n. , 14Ae. Information Science and Library e-ISSN: 2723-2778 vol. Sistem layanan campuran . ixed Acces. Layanan campuran merupakan layanan gabungan antara layanan terbuka dan layanan Layanan campuran ini biasanya digunakan oleh perpustakaan perguruan Untuk koleksi skripsi, dan referensi menggunakan sistem layanan tertutup sedangkan untuk koleksi umum atau koleksi sirkulasi menggunakan sistem layanan Jenis layanan ini memiliki kelebihan sebagai berikut : Pengguna dapat langsung menggunakan referensi dan umum/sirkulasi sekaligus. Tidak memerlukan ruang baca khusus koleksi referensi Jenis layanan ini juga memiliki kekurangan sebagai berikut : Petugas perpustakaan sulit mengontrol pengguna atau pemustaka yang menggunakan koleksi referensi dan koleksi umum/sirkulasi sekaligus. Perlu pengawasan yang lebih ketat19 KESIMPULAN Automasi perpustakaan adalah sebuah proses pengelolaann perpustakaan dengan menggunakan bantuan teknologi informasi (TI). (Nur: 2. Dengan bantuan teknologi informasi maka beberapa pekerjaan manual dapat dipercepat dan diefisienkan. Selain itu proses pengolahan data koleksi menjadi lebih akurat dan cepat untuk ditelusuri kembali. Dengan demikian para pustakawan dapat menggunakan waktu lebihnya untuk mengurusi pengembangan perpustakaan karena beberapa pekerjaan yang bersifat . sudah diambil alih oleh komputer. Automasi Perpustakaan bukanlah hal yang baru lagi dikalangan dunia perpustakaan. Konsep dan implementasinya sudah dilakukan sejak lama, namun di indonesia baru populer baru-baru ini setelah perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia mulai berkembang pesat. Sistem Automasi Perpustakaan adalah penerapan teknologi informasi pada pekerjaan administratif di perpustakaan agar lebih efektif dan efisien. Bidang pekerjaan yang dapat diintegrasikan dengan sistem informasi perpustakaan adalah pengadaan, inventarisasi, katalogisasi, sirkulasi bahan pustaka, pengelolaann anggota, statistik dan lain sebagainya. (Buwana, n. , . Information Science and Library e-ISSN: 2723-2778 vol. Otomasi perpustakaan dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan pengguna perpustakaan tentang informasi yang semakin kompleks, baik kualitas maupun Pengguna ingin memperoleh pelayanan secara cepat, tepat, akurat. Otomasi perpustakaan juga dilaksanakan oleh suatu perpustakaan, dalam rangka meningkatkan kinerja perpustakaan, sehingga perpustakaan dapat memiliki daya saing dengan perpustakaan lainnya, dengan menonjolkan segi kepraktisan, kemudahan, kecepatan, dan keakuratan dalam pelayanannya. Perpustakaan diharapkan mampu memenuhi dan mengantisipasi kebutuhan pengguna pada era globalisasi, dimana informasi dengan mudah menyebar keseluruh penjuru dunia dalam waktu sekejap. Tanpa kemampuan memenuhi kebutuhan pengguna di bidang aktualitas informasi, kecepatan, dan keakuratan informasi yang disampaikan, maka perpustakaan akan ditinggalkan dan oleh Pelaksanaan otomasi perpustakaan dapat dilakukan secara bertahap oleh suatu perpustakaan,mulai dari proses pengadaan koleksi, pengolahan dan pelayanan DAFTAR PUSTAKA