n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1025-1038 Available online at http://jurnal. id/dedikasi ISSN 2548-8848 (Onlin. Universitas Abulyatama Jurnal Dedikasi Pendidikan KORELASI DISIPLIN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA KELAS VI SD 1 MIJEN Karima Noor Malikatus SaAoadah 1. Lintang Kironoratri 2. Diana Ermawati 3 1,2,3 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan . Universitas Muria Kudus ,Kudus , 59352. Indonesia. *Email korespondensi : 202133113@std. Diterima Mei 2025. Disetujui Juli 2025. Dipublikasi 31 Juli 2025 Abstract: This research is a quantitative correlational method research conducted in class VI of SD 1 Mijen with 36 students as research subjects. The independent variable in the study is learning discipline while the dependent variable is the students' Indonesian language learning outcomes. In collecting data, the researcher used research instruments in the form of questionnaires and documentation. Data analysis was carried out using descriptive statistical analysis and hypothesis testing using product moment correlation. The results of the study classified learning discipline into 2 categories, namely in the very good category of 70%, and the good category of 30%. The results of the product moment correlation coefficient calculation produced an rcount value of 0. 985 and a significance of 0. 000 <0. Based on the guidelines for interpreting the correlation coefficient, the value of 0. 985 is in the range of 0. 80 - 1,000, which is included in the category of a very strong Based on the results of the research that has been conducted at SD 1 Mijen, it can be concluded that students who achieved learning discipline in the very good category were 25 students, and in the good category there were 11 students. The results of the study also showed that there was a positive and significant relationship between learning discipline and students' Indonesian language learning outcomes. The suggestion in this study is that teachers should pay attention to factors that influence student learning outcomes, such as student learning discipline so that students in following the learning process have enthusiasm or passion in learning and students can use their time well and usefully, not only for playing. Keywords : Learning Discipline. Learning Outcomes. Indonesian. Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif metode korelasional yang dilaksanakan di kelas VI SD 1 Mijen dengan subjek penelitian 36 siswa. Variabel bebas dalam penelitian yaitu disiplin belajar sedangkan variabel terikatnya yakni hasil belajar Bahasa Indonesia siswa. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan instrument penelitian berupa angket dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan analisis statistik deskriptif dan uji hipotesis menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian mengklasifikasikan disiplin belajar dalam 2 kategori yakni pada kategori sangat baik sebesar 70%, dan kategori baik sebesar 30%. Hasil perhitungan koefisien korelasi product moment menghasilkan nilai r-hitung 0,985 dan sigifikansi 0,000 < 0,05. Berdasarkan pedoman interpretasi koefisien korelasi, nilai 0,985 berada pada rentang 0,80 Ae 1,000, yang termasuk dalam kategori hubungan sangat kuat. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan di SD 1 Mijen dapat disimpulkan bahwa siswa yang mencapai disiplin belajar pada kategori sangat baik ada 25 siswa, dan pada kategori baik ada 11 siswa. Hasil penelitian juga menunjukkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara disiplin belajar dengan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa. Saran dalam penelitian ini yakni guru hendaknya memperhatikan faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa, seperti disiplin belajar pada siswa sehingga siswa dalam mengikuti proses pembelajaran memiliki semangat atau gairah dalam belajar dan siswa dapat menggunakan waktunya dengan baik bermanfaat tidak hanya untuk bermain. Kata kunci : Disiplin Belajar. Hasil Belajar. Bahasa Indonesia Korelasi Disiplin BelajarA. (SaAoadah. Kironoratri, & Ermawati, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 1025-1038 http://jurnal. id/index. php/dedikasi PENDAHULUAN Disiplin belajar merupakan faktor penting yang memengaruhi hasil belajar siswa di sekolah. Disiplin dapat diartikan sebagai kepatuhan peserta didik terhadap aturan yang berlaku, baik dalam konteks sekolah maupun kegiatan belajar secara umum. Sikap disiplin dalam belajar merupakan hal yang sangat penting dimiliki oleh setiap siswa. Berdasarkan pengalaman dalam kegiatan mendidik, disiplin belajar juga berperan sebagai sarana pencegahan yang efektif untuk menghindari berbagai hal yang berpotensi mengganggu kelancaran proses belajar dan mengajar (Nurfebrianti, 2. Dalam proses belajar mengajar, kedisiplinan membantu siswa untuk lebih terfokus, terarah, serta memiliki tanggung jawab terhadap tugas dan kewajiban akademiknya. Pihak sekolah perlu menetapkan aturan yang jelas dan tegas guna membentuk lingkungan belajar yang disiplin. Sejalan dengan Ridlwan Imamuddin . adanya aturan tersebut, diharapkan siswa dapat berkembang secara positif, baik dalam hal prestasi akademik maupun pembentukan karakter pribadi. Pembelajaran merupakan kegiatan interaktif antara guru dan siswa yang bertujuan untuk menyampaikan pengetahuan, mengembangkan keterampilan, serta menanamkan nilai-nilai (Tyas, 2. Untuk mengoptimalkan hasil belajar, pembelajaran perlu dirancang dengan mendorong pengembangan potensi siswa. Hasil belajar adalah perubahan yang terjadi pada diri siswa, mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, yang diperoleh melalui proses kegiatan belajar (Cahyani, 2. Hasil belajar kognitif merupakan hasil belajar yang menilai tentang pengetahuan siswa. Setiap anak memiliki hasil belajar yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Hal ini sejalan dengan Sujarwo . bahwa hasil belajar merujuk pada pencapaian yang diperoleh siswa setelah mengikuti proses pembelajaran, di mana nantinya akan terlihat adanya peningkatan dalam diri siswa tersebut. Untuk meningkatkan hasil belajar, dibutuhkan guru yang memiliki kompetensi tinggi. Kompetensi guru mencakup kemampuan dalam proses belajar mengajar yang diberikan kepada siswa. Oleh karena itu, kualitas dan hasil kerja guru mencerminkan profesionalisme yang berkualitas. Guru dan siswa adalah dua komponen utama dalam pendidikan. Dalam hal ini, jika tujuan pembelajaran ingin tercapai, guru perlu membimbing siswa dengan baik agar hasil belajar siswa dapat meningkat. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara awal yang dilakukan di kelas VI SD 1 Mijen menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menunjukkan perilaku yang mencerminkan rendahnya disiplin belajar. Beberapa siswa yang kurang disiplin dalam belajar, seperti halnya masih ada peserta didik yang suka bermain sendiri, berbicara sendiri pada saat guru menjelaskan maupun menerangkan pembelajaran, tidak hanya itu peserta didik juga masih ada beberapa yang tidak mengerjakan PR, beberapa peserta didik juga ada yang datang terlambat ke sekolah, bahkan ada beberapa siswa yang suka membuat kegaduhan di dalam kelas seperti bersorak sorak saat temen sekelasnya salah dalam proses pembelajaran dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, dalam keadaan lelah siswa juga mengalami kesulitan dalam menerima pembelajaran yang disampaikan oleh guru, sehingga siswa sering kali merasa mengantuk, melamun, bahkan ada beberapa siswa yang meninggalkan pembelajaran dengan beralasan izin pergi ke kamar mandi. Dengan adanya kejadian seperti itu akan menjadikan proses belajar terganggu sehingga akan berdampak pada hasil belajar khusunya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kurang ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1025-1038 baik dikarenakan peserta didik tidak disiplin dalam mengikuti pembelajaran yang berlangsung. Hal ini merupakan tugas guru untuk memperbaiki sikap disiplin dalam belajar peserta didik. Oleh karena itu, sikap disiplin sangatlah penting dalam proses belajar mengajar agar peserta didik lebih terarah dan teratur dalam Beda dari peserta didik yang memang sudah menerapkan sikap disiplin belajar, peserta didik yang memiliki sikap disiplin belajar akan lebih terarah dan teratur, peserta didik akan menyadarinya sendiri bahwa belajar bukan lagi sebuah paksaan, melainkan suatu usaha dirinya dalam mencapai tujuan belajar dan hasil belajar yang maksimal. Peserta didik mendapatkan hasil belajar yang maksimal itu harus mencapai bahkan melebihi rataAerata atau KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajara. yang telah ditentukan oleh sekolah. KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajara. pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas VI ini yaitu 70. Namun secara keseluruhan nilai rata-rata kelas belum mencapai nilai KKTP. Dengan begitu, peserta didik harus bisa mendapatkan nilai 70 atau lebih dari itu untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan adanya hubungan antara disiplin belajar dan hasil belajar. Matussolikhah & Rosy . bahwa, disiplin belajar yaitu kepatuhan peserta didik terhadap peraturan sehingga mampu mempengaruhi tingkah laku peserta didik selama belajar baik dirumah maupun disekolah. Disiplin belajar juga dipahami sebagai keyakinan diri dalam mengontrol atau mengalihkan diri sendiri agar benar-benar Sustriyani . menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara disiplin belajar dengan hasil belajar, peserta didik yang memiliki sikap kedisiplinan belajar yang tinggi pada umumnya akan memperoleh hasil belajar yang tinggi pula, sedangkan peserta didik yang memiliki sikap kedisiplinan rendah maka akan memperoleh hasil belajar yang kurang baik Sementara itu. Yusuf . menyatakan bahwa, disiplin belajar siswa merupakan factor yang penting untuk dikaji dan diteliti lebih mendalam pengaruhnya terhadap hasil belajar, sebab dengan adanya disiplin belajar yang tinggi dari diri siswa maupun sekolah akan berpengaruh terhadap hasil belajar dari siswa tersebut. Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa apabila peserta didik mempunyai sikap disiplin belajar yang tinggi maka akan mendapatkan hasil belajar yang tinggi juga, begitupula sebaliknya peserta didik yang mempunyai sikap disiplin belajar yang rendah maka hasil belajar yang didapatkan juga kurang baik. Sebagian besar penelitian sebelumnya membahas hubungan antara disiplin belajar dan hasil belajar secara umum, namun belum mengkaji hubungan tersebut secara kuantitatif, khususnya di jenjang sekolah dasar seperti di SD 1 Mijen, sehingga diperlukan penelitian yang mampu memberikan data empiris dan terukur di konteks tersebut. Dari pernyataan tersebut penulis ingin melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar disiplin belajar peserta didik dengan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas VI SD 1 Mijen. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara disiplin belajar dengan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas VI SD 1 Mijen. Korelasi Disiplin BelajarA. (SaAoadah. Kironoratri, & Ermawati, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 1025-1038 http://jurnal. id/index. php/dedikasi KAJIAN PUSTAKA Disiplin Belajar Disiplin merupakan perilaku dan tata tertib yang sesuai dengan peraturan dan ketetapan atau perilaku yang Disiplin sangatlah diperlukan bagi setiap orang, dimanapun dan kapanpun. Hal tersebut dikarenakan disiplin menentukan kelancaran seseorang di dalam menggapai tujuannya. Salah satu kewajiban terhadap diri sendiri ialah menempa dan melatih diri sendiri untuk membina disiplin diri terutama dalam hal belajar dan bekerja akan memudahkan kelancaran dalam belajar, karena adanya rasa disiplin akan timbul rasa segan, rasa malas dalam belajar maupun berkerja dapat mudah teratasi. Menurut Naryanto . disiplin timbul dari kebutuhan untuk mengadaka keseimbangan antara apa yang diinginkannya dari orang lain untuk dilakukan dengan batas-batas serta kekurangan-kekurangan dari masyarakat. Disiplin juga merupakan suatu latihan, bimbingan suatu pengaturan kondsi untuk belajar. Orang yang disiplin selalu membuka diri untuk mempelajari banyak hal. Sebaliknya orang yang terbuka untuk bersikap baik selalu membuka diri untuk mulai berdisiplin. Untuk karena itu disiplin bukan lagi paksaan atau tekana dari luar. Tetapi disiplin muncul dari dalam batin yang telah sadar. Disiplin kini telah menjadi bagian perilaku kehidupan sehari-hari (Huda, 2. Disiplin belajar juga dapat berpengaruh terhadap hasil belajar yang didapatkan peserta didik, dengan pernyataan tersebut dapat dibuktikan ketika seorang peserta didik mengikuti pembelajaran dengan taat dan tertib, maka akan dengan mudah mengerjakan tugas-tugas yang telah diberikan oleh guru dan hasil yang didapat juga akan baik. Siswa yang rajin, taat serta patuh terhadap disiplin belajar tentu saja akan mendapatkan hasil yang maksimal jika dibandingkan dengan peserta didik yang malas malasan, kurang rajin, tidak menaati disiplin belajar. Makna kata disiplin dapat dipahami dalam kaitannya dengan latihan yang memperkuat, koreksi, dan sanksi kendali atau terciptanya ketertiban dan keteraturan dan sistem aturan tata laku (Loheni et al. , 2. Indikator dari disiplin belajar yaitu bahwa disiplin belajar mencakup serangkaian sikap dan kebiasaan positif yang mendukung Beberapa indikator utama disiplin belajar meliputi konsisten dalam mengikuti pembelajaran, pengelolaan waktu dengan baik, dan kepatuhan pada tata tertib sekolah. Sikap disiplin pada anak harus dibentuk sedini mungkin, sikap disiplin dapat dibentuk melalui proses pembelajaran. Jadi, sangat penting menanamkan sikap displin belajar kepada peserta didik, apalagi jika mulai ditanamkan pada usia dini, dalam arti mulai menerapkan disiplin belajar sejak kelas rendah, sehingga nanti peserta didik akan terus menerapkan sikap disiplin belajar sampai kapan pun. Dengan sikap disiplin belajar tentu siswa akan berkonsentrasi sungguh-sungguh sehingga pembelajaran di kelas akan berjalan lebih kondusif dan optimal (Nurfebrianti et al. , 2. Selain itu menanamkan kedisiplinan ini sebagai upaya membentuk sikap dan kepribadian siswa agar berperilaku yang bijak dalam menghadapi semua tanggung jawab belajar mereka, dalam dunia pendidikan khususnya di lingkungan sekolah Hasil Belajar Hasil belajar tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar, karena kegiatan belajar yang dilaksanakan oleh peserta didik merupakan proses, sedangkan hasil belajar merupakan tujuan. Dengan hasil belajar ini akan ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1025-1038 mengukur penguasaan peserta didik terhadap pembelajaran yang diterimanya, seberapa besar peserta didik memahami dalam kegiatan belajarnya. Somayana . mengemukakan bahwa hasil belajar siswa merupakan prestasi yang dicapai siswa secara akademis melalui ujian dan tugas, keaktifan bertanya dan menjawab pertanyaan yang mendukung perolehan hasil belajar tersebut. Hasil belajar yang dimaksudkan adalah pencapaian prestasi belajar yang dicapai siswa dengan kriteria. Menurut Endayani . hasil belajar dapat dijelaskan dengan memahami dua kata yaitu AuhasilAy dan AubelajarAy. Hasil menunjuk suatu aktivitas atau proses yang mengakibatkan berubahnya input secara fungsional, begitu pula dalam kegiatan kegiatan belajar mengajar, setelah mengalami belajar siswa berubah perilakunya dibanding sebelumnya. Sedangkan menurut Suprihatin & Manik . pengertian hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya baik yang diperoleh melalui bantuan orang lain atau pengalaman yang diperoleh sendiri. Hasil belajar dikatakan bermakna apabila hasil belajar tersebut dapat membentuk perilaku siswa, bermanfaat untuk mempelajari aspek lain dan dapat digunakan sebagai alat untuk memperoleh informasi dan pengetahuan lainnya, adanya kemauan dan kemampuan untuk belajar sendiri dapat digunakan sebagai modal untuk mengembangkan kreativitas sendiri. Dari beberapa teori diatas yang menjelaskan tentang hasil belajar dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah suatu perubahan tingkah laku melalui proses belajar dengan kemampuan yang dimilikinya. Karena pada dasarnya dalam kegiatan belajar mengajar peserta didik mengalami proses perubahan yang terjadi dalam diri peserta didik akibat pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh peserta didik saat proses pembelajaran Hasil belajar tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar, karena kegiatan belajar yang dilaksanakan oleh peserta didik merupakan proses, sedangkan hasil belajar merupakan tujuan. Kunandar . berpendapat bahwa hasil belajar ibarat cermin yang bisa dijadikan alat untuk instropeksi dan refleksi atas pembelajaran yang telah dilakukan. Dengan hasil belajar ini akan mengukur penguasaan peserta didik terhadap pembelajaran yang diterimanya, seberapa besar peserta didik memahami dalam kegiatan belajarnya. Peserta didik harus rajin dan tekun apabila ingin mendapatkan hasil yang baik dan memuaskan. Peserta didik dapat memanfaatkan waktu yang tersedia untuk memahami dan mempelajari pelajaran yang diberikan oleh guru. Hasil belajar merupakan bagian terpenting dari berubahnya tingkah laku, pada hakikatnya hasil belajar adalah bagian yang tak terpisahkan dari adanya interaksi, proses, dan evaluasi belajar. Interaksi antara siswa dan guru untuk melakukan proses pembelajaran dan evaluasi belajar agar mendapatkan hasil yang memuaskan. Sehingga peserta didik dapat mencapai tujuan belajarnya yang disebut dengan hasil belajar. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. penelitian ini dilaksanakan di SD 1 Mijen Kecamatan Kaliwungu Kudus dengan subjek kelas VI yang berjumlah 36 siswa. Menurut Ermawati . penelitian kuantitatif digunakan untuk meneliti pada populasi dan sampel, pengumpulan data dengan instrument penelitian, analisis data statstik dengan tujuan untuk menguji hipotsis yang telah diterapkan. Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam melakukan penelitian, karena inti dari kegiatan Korelasi Disiplin BelajarA. (SaAoadah. Kironoratri, & Ermawati, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 1025-1038 http://jurnal. id/index. php/dedikasi penelitian adalah memperoleh data (Kurniawan, 2. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan angket dan instrumen pengumpulan data berupa lembar angket. Analisis data dilakukan untuk menguji hipotesis dari penelitian dan dari hasil analisis tersebut ditarik suatu kesimpulan. Uji hipotesis dari penelitian ini yaitu menggunakan uji korelasional product moment. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional, yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk mencari apakah terdapat hubungan antara dua variabel atau lebih. Menurut Efanovia . korelasi digunakan untuk mencari hubungan antara variabel bebas dengan variabel terkait dan untuk mengetahui arah hubungan yang Alasan peneliti memilih penelitian kuantitatif karena dalam penelitian ini terdapat lebih dari satu variabel dan peneliti igin mencari hubungan antara variabel-variabel tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara disiplin belajar dengan hasil belajar Bahasa Indonesia. Penelitian ini dilakukan di SD 1 Mijen Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VI SD 1 Mijen yang berjumlah 36 orang yang terdiri dari 22 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah teknik total sampling atau istilah lainnya yaitu teknik sampling jenuh. Menurut Fajrie & Kironoratri . teknik sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Deskriptif Dalam analisis deskriptif, pegukuran variabel ini dilakukan untuk memperoleh gambaran umum mengenai Pada penelitian ini melibatkan 36 peserta didik sebagai subjek penelitian dengan menggunakan teknik sampel total. Peserta didik menjawab angket atau kuesioner disiplin belajar. Hasil dari pengukuran tersebut disajikan dalam tabel berikut. Tabel 1. Hasil Peserta Didik Kategori Penilaian Disiplin Belajar Keterangan Nilai Jumlah Peserta Didik Presentase Sangat Baik Baik Cukup Kurang Jumlah 36 Peserta Didik Sumber: Data yang diolah peneliti Berdasarkan tabel di atas menyatakan bahwa hasil angket disiplin belajar peserta didik memperoleh kategori sangat baik 25 peserta didik presentase 70 % dengan nilai 76-100. Disiplin belajar yang memperoleh kategori sangat baik 25 peserta didik presentase 30 % dengan nilai 76-100, kategori baik 11 peserta didik presentase 30 % dengan nilai 51-75, untuk kategori cukup dan kurang 26-50 dan 1-25 tidak ada. Dalam pengukuran analisis deskriptif variabel ini perlu dilakukan untuk melihat gambaran data secara umum. Pada penelitian ini yang menjadi subjek penelitian yaitu 36 peserta didik. Berdasarkan data yang diperoleh dari daftar ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1025-1038 nilai ulangan tengah semester 36 peserta didik pada mata pelajaran Bahasa Indonesia bahwa jumlah nilai 3030, nilai minimum 75 sedangkan nilai maksimum sebesar 93, nilai rata-rata hasil ulangan tengah semester sebesar 84 terbilang tinggi. Analisis Uji Normalitas Data Disiplin Belajar dan Hasil Belajar Penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS Statistic untuk melakukan uji normalitas. Menurut Cahyani . uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data memiliki distribusi normal atau tidak. Dalam konteks penelitian ini, data dianggap tidak berdistribusi normal jika nilai signifikansi < 0,05 dan sebaliknya, jika nilai signifikansi > 0,05 maka data dianggap berdistribusi normal. Hasil uji normalitas untuk masing-masing variabel, yaitu variabel disiplin belajar dan variabel hasil belajar dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2 Hasil Uji Normalitas Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Disiplin Shapiro-Wilk Statistic Sig. Statistic Sig. Belajar Hasil Belajar This is a lower bound of the true significance. Lilliefors Significance Correction Sumber: Data yang diolah Tabel diatas mendeskripsiskan bahwa uji statistic terhadap data disiplin belajar dan hasil belajar menggunakan teknik Shapiro-Wilk menyatakan bahwa nilai signifikansi > 0,05 data berdistribusi normal. Dalam uji ini, dirumuskan hipotesis Ha adalah berdistribusi normal, sedangkan Ho adalah berdistribusi tidak normal. Dengan demikian. Ha diterima apabila nilai signifikansi > 0,05, dan Ho ditolak apabila nilai signifikansi < 0,05. Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa statistik disiplin belajar 0,962, dan statistic hasil belajar 0,961. Sementara itu, variabel disiplin belajar memperoleh nilai Sig. 0,252 dan hasil belajar nilai Sig. 0,234. Analisis Uji Linearitas Uji linearitas digunakan untuk melihat garis regresi antar variabel mempunyai hubungan yang linear secara signifikan atau tidak dalam uji ini menggunakan aplikasi SPSS Statistic. Sejalan dengan Fajrie . uji linearitas data memiliki tujuan untuk mengetahui apakah variabel independent memiliki hubungan yang linear dengan variabel dependent. Data yang baik seharusnya terdapat hubungan yang linear antara variabel disiplin belajar (X) dengan hasil belajar (Y). dapat dilihat tabel 3. Korelasi Disiplin BelajarA. (SaAoadah. Kironoratri, & Ermawati, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 1025-1038 http://jurnal. id/index. php/dedikasi Tabel 3 Hasil Uji Linear Disiplin Belajar Dengan Hasil Belajar ANOVA Table Sum of Squares Mean Sig. Square Hasil Belajar * Between (Combine. Disiplin Groups Linearity Within Groups Total Belajar Deviation from Linearity Sumber: Data yang diolah Berdasarkan tabel diatas hasil uji linearitas antara disiplin belajar dengan hasil belajar menyatakan adanya hubungan yang linear antara disiplin belajar dengan hasil belajar. Hal ini ditujukkan oleh nilai Sig. deviation from linearity variabel disiplin belajar dengan hasil belajar sebesar 0,905 > 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hubungan antara disiplin belajar dengan hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas VI SD 1 Mijen adalah Pada tahap uji prasyarat yaitu normalias dan uji linear yang memenuhi akan dilakukan selanjutnya untuk uji korelasi menggunakan product moment pearson. Apabila data tidak linear maka tidak bisa dilakukan untuk uji korelasi product moment pearson tapi menggunakan korelasi rank/spearman karena untuk uji rank/spearman tidak memperhatikan hubungan linear antara kedua variabel yang dicari korelasinya. Analisis Uji Korelasi Product Moment Uji hipotesis pada rumusan masalah dalam penelitian ini menggunakan analisis pearson product moment correlation mengunakan alat bantu Statistical Product and Service Solutions (SPSS) 25. 0 for windows. Korelasi product moment bertujuan untuk mengetahui korelasi dua variabel kontinu yang memiliki skala data interval dan rasio (Akbar, 2. Analisis tersebut digunakan untuk mengetahui apakah variabel disiplin belajar (X) dan hasil belajar (Y) terdapat hubungan atau tidak. Jika rhitung > rtabel maka Ho ditolak dan Ha diterima, begitu juga sebaliknya. Berdasarkan perhitungan menggunakan bantuan program SPSS 25. 0 for windows dengan kriteria pengujian Jika Sig. -taile. < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya ada hubungan signifikan antara variabel X dan Y. Jika Sig. -taile. > 0,05, maka H0 diterima dan Ha ditolak yang artinya tidak ada hubungan signifikan antara variabel X dan Y. Korelasi Pearson atau sering disebut Korelasi Product Moment merupakan alat uji statistic spss 25 yang digunakan untuk menguji hipotesis asosiatif . ji hubunga. dua variabel bila datanya berskala interval atau rasio. Dan dibawah ini adalah hasil uji korelasi product moment tabel 4. ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1025-1038 Tabel 4 Hasil Uji Korelasi Product Moment Correlation Disiplin Belajar Pearson Correlation Disiplin Belajar Hasil Belajar Sig. -taile. Sum of Squares and Covariance Pearson Correlation Sig. -taile. Sum of Squares and Covariance Cross-products Hasil Belajar Cross-products **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Sumber: Data yang diolah Berdasarkan hasil perhitungan yang disajikan pada tabel 4. 9 diperoleh nilai koefisien korelasi . -hitun. sebesar 0,985 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 (<0,. Nilai tersebut menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara disiplin belajar dengan hasil belajar siswa kelas VI SD 1 Mijen pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Untuk mengetahui signifikansi hubungan tersebut, peneliti mengacu pada tabel nilai r Product Moment. Pada taraf signifikansi 5% dengan jumlah sampel N = 36, diketahui bahwa nilai r tabel adalah sebesar 0,433. Karena nilai r hitung . > r tabel . , maka Ha diterima dan H0 ditolak artinya, terdapat hubungan yang signifikansi antara variabel disiplin belajar dan hasil belajar siswa kelas VI SD 1 Mijen pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Selain itu, berdasarkan pedoman interpretasi koefisien korelasi, nilai 0,985 berada pada rentang 0,80 Ae 1,000, yang termasuk dalam kategori hubungan sangat kuat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan sangat kuat antara disiplin belajar dengan hasil belajar siswa kelas VI SD 1 Mijen pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pembahasan Dalam penelitian ini ingin mengetahui adanya korelasi positif yang signifikan antara disiplin belajar dengan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil analisis uji hipotesis korelasi antara disiplin belajar dengan hasil belajar menunjukkan adanya korelasi positif signifikan antara disiplin belajar dengan hasil belajar siswa kelas VI SD 1 Mijen Kaliwungu. Dalam indikator disiplin belajar Sahputra . dan Ramdani & Suprapmanto . berdasarkan hasil penyebaran angket disiplin belajar yang sesuai dengan indikator, diperoleh bahwa tingkat disiplin belajar peserta didik sudah tergolong cukup baik. Oleh karena itu, penelitian ini menyatakan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara variabel disiplin belajar dengan hasil belajar Bahasa Indonesia. Hal ini ditunjukkan oleh nilai r-hitung sebesar 0,985 yang termasuk dalam kategori korelasi sangat kuat, serta nilai Korelasi Disiplin BelajarA. (SaAoadah. Kironoratri, & Ermawati, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 1025-1038 http://jurnal. id/index. php/dedikasi signifikansi sebesar 0,000 yang kurang dari 0,05. Hasil mengenai korelasi positif ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat disiplin belajar siswa, maka semakin tinggi juga hasil belajarnya. Sebaliknya, jika semakin rendah disiplin belajar siswa, maka semakin rendah juga hasil belajarnya. Hasil analisis uji hipotesis terhadap hubungan antara variabel disiplin belajar dengan hasil belajar Bahasa Indonesia menunjukkan bahwa nilai korelasi r-hitung 0,985 memiliki tingkat korelasi hubungan yang kuat dan besar. Berdasarkan uraian uji hipotesis korelasi di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara variabel disiplin belajar dengan hasil belajar dengan tingkatan korelasi hubungan besar dan Hal ini dapat dilihat dari siswa dalam pengerjaan angket, siswa memiliki antusias yang tinggi dengan aktif mengajukan pertanyaan terkait isi angket untuk memastikan pemahaman mereka, siswa juga memahami petunjuk angket dan siswa mengisi angket sesuai dengan keadaan sebenarnya. Proses pengerjaan angket berlangsung dengan tertib dan kondusif. Siswa mengikuti intruksi dengan baik, mengerjakan angket secara mandiri, serta menunjukkan sikap kooperatif selama kegiatan berlangsung. Selain itu, siswa mampu menyelesaikan pengisian angket tepat waktu, sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan oleh peneliti. Pada indikator konsisten dalam mengikuti pembelajaran memiliki kecenderungan kriteria baik. Hal ini mengindikasikan bahwa Sebagian besar siswa konsisten dalam mengerjakan angket berdasarkan pengamatan oleh peneliti, siswa sangat serius dan fokus selama proses pengisian angket berlangsung. Siswa mengerjakan angket dengan tertib tanpa terburu-buru, serta memperhatikan setiap butir pertanyaan secara seksama. Siswa juga tidak ragu untuk bertanya dan berpendapat jika menemui kendala atau ketidakjelasan, hal tersebut menunjukkan adanya tanggung jawab dan keterlibatan aktif dalam proses pengisian angket. Pada indikator pengelolaan waktu yang baik menunjukkan bahwa indikator pengelolaan waktu yang baik memiliki kecenderungan kriteria baik. Hal ini menunjukkan bahwa siswa mampu mengatur waktu secara efektif selama proses pengisian angket. Berdasarkan pengamatan langsung oleh peneliti, siswa mengerjakan angket dengan memanfaatkan waktu yang tersedia secara optimal. Siswa tidak tergesa-gesa dalam menjawab, namun juga tidak terlalu lama dalam Siswa dapat menyelelesaikan pengisian angket tepat waktu sesuai dnegan batas waktu yang telah ditentukan. Hal ini mencerminkan kemampuan siswa dalam mengelola waktu secara baik, yang sejalan dengan kebiasaan mereka dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas secara disiplin dan teratur. Pada indikator kepatuhan pada tata tertib sekolah menunjukkan bahwa indikator kepatuhan pada tata tertib sekolah memiliki kecenderungan baik. Hal ini menunjukkan bahwa Sebagian besar siswa menunjukkan sikap patuh dengan mematuhi aturan yang berlaku selama proses pengisian angket. Siswa mengerjakan angket dengan tertib, fokus, dan tidak mengganggu teman sekitarnya. Namun, terdapat beberapa siswa yang kurang tertib, terlihat dari kebiasaan ngobrol dengan teman saat pengerjaan angket berlangsung. Meskipun hal ini tidak terlalu mengganggu keseluruhan proses, perilaku tersebut menunjukkan bahwa masih ada siswa yang perlu ditingkatkan kesadarannya dalam mematuhi tata tertib demi kelancaran dan ketertiban selama kegiatan ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1025-1038 Berdasarkan pernyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa indikator disiplin belajar memegang peranan penting dalam pencapaian hasil belajar siswa. Disiplin belajar yang diterapkan secara konsisten oleh siswa memungkinkan mereka untuk mengikuti proses pembelajaran dengan lebih baik, sehingga berdampak positif pada hasil belajar yang diperoleh. Hal ini menyatakan bahwa disiplin belajar berpengaruh terhadap hasil belajar, keadaan demikian sependapat dengan Kholidah . disiplin belajar berpengaruh dalam membentuk sikap patuh terhadap aturan dalam diri siswa, yang pada akhirnya menciptakan suasana kelas yang kondusif dan mendukung efektivitas proses pembelajaran, sehingga memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Dalam kegiatan belajar, disiplin belajar sangat diperlukan untuk membentuk pola belajar yang teratur dan bertanggung jawab, sehingga siswa dapat mengelola waktu dan tugas dengan baik, siswa akan lebih fokus dan konsisten dalam mencapai tujuan belajar secara optimal. Novita & Akhsan, . berpendapat bahwa hasil belajar adalah wujud pencapaian berupa perubahan perilaku yang relatif mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik yang diperoleh melalui proses pembelajaran dalam waktu tertentu. Hal ini sejalan dengan Rofiuddin & Darmawan . yang menyatakan bahwa peningkatan hasil belajar dapat dicapai melalui penerapan disiplin belajar yang konsisten, karena disiplin memiliki peran penting dalam mengarahkan siswa untuk fokus pada tujuan pembelajaran. Semakin tinggi disiplin belajar siswa maka semakin baik hasil belajar yang didapatkannya. Begitupun sebaliknya semakin rendah disiplin belajar siswa, maka semakin menurun hasil belajar yang didapatkannya. Selaras dengan itu. Anwar & Mardiana . juga menegaskan bahwa disiplin belajar merupakan sesuatu yang mempengaruhi keberhasilan siswa, disiplin belajar mencerminkan kepatuhan terhadap aturan serta kemampuan mengatur waktu secara efektif dan efisien, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik dan hasil belajar yang didapatkan juga optimal. Tanpa adanya disiplin belajar pada diri siswa, maka proses pembelajaran akan menjadi tidak terarah, hasil belajar cenderung menurun, dan tujuan pendidikan sulit untuk dicapai. Siswa yang memiliki disiplin belajar yang tinggi cenderung lebih antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, karena mereka memiliki kesadaran akan pentingnya belajar dan tanggung jawab terhadap pencapaian hasil belajarnya. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan belajar tidak hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual semata, tetapi juga oleh dorongan internal seperti disiplin. Hasil penelitian ini diperkuat dengan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Damanik . yang berjudul AuHubungan Disiplin Belajar dengan Hasil Belajar Matematika Siswa di Kelas IV SD Negeri Sipintuangin Tahun Pembelajaran 2022/2023Ay penelitian tersebut menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan antara disiplin belajar dan hasil belajar siswa dengan nilai . sebesar 0,81 dan nilai signifikansi korelasi . sebesar 7,32. Jika dibandingkan dengan nilai ttabel sebesar 1,70 pada taraf signifikansi 0,05 maka thitung > ttabel . ,32 > 1,. , sehingga nilai tersebut signifikan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara disiplin belajar dengan hasil belajar matematika siswa di kelas IV SD Negeri Sipintuangin tahun pembelajaran 2022/2023. Hasil penelitian lain yang mendukung dilakukan oleh Novita & Akhsan . yang berjudul AuHubungan Disiplin Belajar dengan Hasil Belajar MatematikaAy penelitian tersebut menunjukkan kekuatan hubungan disiplin Korelasi Disiplin BelajarA. (SaAoadah. Kironoratri, & Ermawati, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 1025-1038 http://jurnal. id/index. php/dedikasi belajar dengan hasil belajar matematika ditunjukan dengan koefisien korelasi sebesar 0,486. Harga koefisien tersebut menunjukan bahwa terdapat hubungan sedang antara disiplin belajar dengan hasil belajar matematika ditunjukan dengan determinasi . sebesar 0,24 dengan koefisien determinasi sebesar 24%. Hal tersebut berarti bahwa penaikan atau penurunan hasil belajar matematika dipengaruhi disiplin belajar 24%. Sedangkan sisanya 76% dipengaruhi oleh faktor lainnya. Maka berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara disiplin belajar dengan hasil belajar matematika. Penelitian serupa juga dilakukan oleh Dwijayanti . dalam penelitiannya yang berjudul AuHubungan Disiplin Belajar dengan Hasil Belajar Matematika Siswa SDAy penelitian tersebut menyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara disiplin belajar dengan hasil belajar matematika dengan koefisien korelasi sebesar 0,418. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara disiplin belajar dengan hasil belajar. Dengan demikian, semakin tinggi disiplin belajar dan semikin tinggi konsentrasi belajar maka akan emaikin membaik pula hasil belajar matematika dicapai oleh siswa tersebut. Hasil peneltian ini menunjukkan bahwa disiplin belajar mempunyai hubungan positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas VI SD 1 Mijen Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus. Siswa mampu mengoptimalkan disiplin belajarnya, maka akan berpengaruh pada hasil belajar yang dicapainya dan memperoleh hasil yang baik. Begitupun sebaliknya jika siswa tidak bisa mengoptimalkan disiplin belajarnya maka hasil belajarnya akan kurang. Disarankan agar guru dapat terus berupaya meningkatkan disiplin belajar siswa dengan menerapkan pendekatan yang konsisten, memberikan motivasi secara positif, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, serta membiasakan siswa untuk membuat jadwal belajar yang teratur. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Pengujian hipotesis ini menggunakan analisis korelasi, dengan teknik yang digunakan adalah rumus product moment. Berdasarkan hasil analisis diketahui hasil uji korelasi product moment memperoleh nilai signifikansi pada variabel disiplin belajar sebesar 0,000 . -taile. < 0,. dan variabel hasil belajar sebesar 0,000 . -taile. < 0,. Artinya nilai sig tersebut lebih dari taraf signifikansi 5% . , sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikansi antara disiplin belajar dengan hasil belajar bahasa Indonesia kelas VI SD 1 Mijen. Berdasarkan hasil analisis diketahui hasil uji korelasi product moment diperoleh bahwa nilai rhitung sebesar 0,985 maka dapat disimpulkan bahwa interpretasi dari disiplin belajar dengan hasil belajar bahasa Indonesia memiliki hubungan yang besar dan sangat kuat. Hal ini dapat dilihat tabel interpretasi koefisien korelasi pada 5 dikatakan ada hubungan sangat kuat antara disiplin belajar siswa dengan hasil belajar bahasa Indonesia berada pada rentang nilai 0,80-1,000. Saran Pentingnya peran disiplin belajar dalam memengaruhi hasil belajar siswa, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memperdalam pemahaman mengenai hubungan antara kedua variabel tersebut. Dengan hasil ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1025-1038 penelitian yang lebih komprehensif, peneliti menyarankan agar penelitian selanjutnya dilakukan secara lebih mendalam, sehingga dapat memberikan landasan yang kuat bagi penyusunan program pembinaan disiplin belajar yang mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan DAFTAR PUSTAKA