105 JURNAL SISTEM DAN INFORMATIKA (JSI) Metode End User Computing Satisfaction untuk Analisis Kepuasan Siswa SMK Farmasi XYZ Terhadap Penggunaan E-learning Tubagus Mahendra Kusuma1. I Made Pasek Pradnyana Wijaya2 Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali e-mail: 1mahendra_kusuma@stikom-bali. id, 2pradnyana_ambara@yahoo. Diajukan: 21 Desember 2022. Direvisi: 25 Januari 2023. Diterima: 26 Januari 2023 Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai tingkat kepuasan siswa terhadap sistem e-learning di SMK Farmasi XYZ menggunakan metode End User Computing Satisfaction (EUCS). Metode EUCS digunakan untuk mengumpulkan data dan menganalisis tingkat kepuasan siswa terhadap berbagai aspek sistem e-learning. Dengan melakukan pengukuran dan analisis tingkat kepuasan siswa, pihak pengelola elearning dapat membuat keputusan yang lebih tepat untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas sistem elearning, sehingga memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi siswa. Data dikumpulkan melalui survei yang dibagikan kepada siswa SMK Farmasi XYZ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan siswa terhadap sistem e-learning secara keseluruhan cukup tinggi, yaitu 73,8 persen, maka hal tersebut dapat dikategorikan sebagai pengaruh yang kuat atau signifikan. Kelima dimensi yang disebutkan . onten, format, akurasi, dan kemudahan penggunaa. pada sistem e-learning jika ditingkatkan secara bersamaan maka kepuasan siswa SMK Farmasi XYZ akan meningkat. Faktor yang memengaruhi kepuasan siswa SMK farmasi XYZ sebagai pengguna e-learning yang aktif menggunakan metode End User Computing Satisfaction (EUCS) adalah Content . Kata kunci: E-learning. EUCS. Tingkat kepuasan. Abstract This research aims to evaluate the level of student satisfaction with the e-learning system at SMK Farmasi XYZ using the End User Computing Satisfaction (EUCS) method. The EUCS method is used to collect data and analyze the level of student satisfaction with various aspects of the e-learning system. Data was collected through a survey distributed to students of SMK Farmasi XYZ. The results showed that the level of student satisfaction with the e-learning system as a whole was quite high, which was 73. 8 percent, therefore, this falls into the category of a strong or significant influence. The five dimensions mentioned . ontent, format, accuracy, and ease of us. in the e-learning system if improved simultaneously, the satisfaction of SMK Farmasi XYZ students will increase. The factor that affects the satisfaction of SMK pharmacy XYZ students as active e-learning users using the End User Computing Satisfaction (EUCS) method is Content. Keywords: E-learning. EUCS. Satisfaction level. Pendahuluan Dunia pendidikan terus bertransformasi seiring kemajuan teknologi. Fleksibilitas dan kemudahan akses materi menjadikan e-learning digemari siswa. E-learning telah menjadi salah satu metode pembelajaran yang populer di era digital saat ini. E-learning menawarkan banyak keuntungan terutama bagi siswa, seperti aksesibilitas, fleksibilitas, dan interaktivitas. Namun, penting untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa terhadap sistem e-learning agar dapat terus ditingkatkan. Kepuasan pengguna adalah faktor utama dalam pembuatan sistem e-learning . SMK Farmasi XYZ adalah salah satu Sekolah Menengah Kejuruan yang menerapkan sistem e-learning untuk membantu siswa dalam proses belajar mengajar. Sebelum Tahun 2020 SMK farmasi XYZ belum menggunakan fasilitas e-learning dalam proses pembelajarannya, pada saat dilakukan penelitian sistem e-learning di SMK Farmasi XYZ menggunakan platform moodle. Keputusan menggunakan moodle sebagai platform e-learning pada SMK Farmasi XYZ berdasarkan keputusan rapat guru dengan komite sekolah agar siswa tetap memeroleh pembelajaran p-ISSN: 1858-473X, e-ISSN: 2460-3732 meskipun pada saat pandemi Tahun 2020 pertemuan tatap muka tidak diperbolehkan oleh Pemerintah. Pada e-learning yang digunakan tersedia beberapa menu navigasi, seperti: informasi mata pelajaran, deskripsi tiap pertemuan, unggah file, dan aktifitas forum diskusi. Namun, di balik kemudahan tersebut, tersimpan pertanyaan krusial: apakah siswa benar-benar puas dengan pengalaman belajar mereka menggunakan e-learning. Menurut . , konsumen akan puas jika produk memenuhi atau bahkan melebihi ekspektasi mereka. Tingkat kepuasan pengguna merupakan indikator penting untuk menilai kinerja sistem informasi. Permasalahan penelitian ini adalah kesulitan dalam mendefinisikan dan mengukur konsep "kepuasan" secara objektif dan terukur serta faktor-faktor yang memengaruhi atau berkontribusi pada kepuasan siswa dalam hal menggunakan e-learning. Keberhasilan sistem tidak dapat diasumsikan, tetapi harus dibuktikan melalui evaluasi. , maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan siswa terhadap sistem e-learning di SMK Farmasi XYZ menggunakan metode End User Computing Satisfaction (EUCS). Definisi EUCS adalah Pengukuran tingkat kepuasan pengguna terhadap sistem informasi secara keseluruhan, berdasarkan interaksi dan pengalaman mereka saat menggunakannya. Berbagai aspek sistem e-learning berdasarkan dimensi seperti content . , accuracy . , format . , ease of use . , dan timeliness . etepatan wakt. EUCS yang digunakan untuk mengukur kepuasan sudah terbukti menjadi instrumen yang sistematis dan akurat . Metode EUCS memiliki kelebihan dalam memberikan informasi yang lebih komprehensif tentang aspek-aspek yang mempengaruhi kepuasan pengguna. Hal ini dapat membantu pihak sekolah dalam merumuskan strategi perbaikan yang lebih tepat. Metode EUCS menggunakan kuesioner yang berisi pernyataan-pernyataan terkait dengan lima dimensi tersebut. Siswa diminta untuk memberikan penilaian terhadap pernyataan-pernyataan tersebut berdasarkan pengalaman mereka menggunakan e-learning. Hasil penilaian dianalisis untuk mendapatkan skor kepuasan siswa secara keseluruhan, serta skor kepuasan untuk setiap dimensi. Dengan demikian, metode EUCS merupakan alat yang valuable untuk mengukur tingkat kepuasan siswa terhadap e-learning. Memahami persepsi dan pengalaman siswa dalam menggunakan platform e-learning memberikan wawasan berharga bagi pihak sekolah untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas pembelajaran. Pengukuran tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan sistem e-learning menjadi hal yang perlu dilakukan, hasil pengukuran ini dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas platform e-learning dan memastikan bahwa e-learning menjadi pengalaman belajar yang positif dan efektif bagi siswa SMK Farmasi XYZ. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Penelitian deskriptif analitik bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis data yang diperoleh dari penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan menggunakan kuesioner dengan skala likert 5. Skala likert berfungsi untuk mengukur pendapat, sikap, dan persepsi seseorang atau suatu kelompok tentang fenomena sosial. Kuesioner tersebut dibagikan kepada sampel penelitian secara daring melalui Google Forms. Kuesioner tersebut berisi pertanyaanpertanyaan yang berkaitan dengan lima dimensi EUCS. Data yang diperoleh dari kuesioner dianalisis dengan menggunakan SPSS. Tahapan penelitian ini bisa dilihat pada Gambar 1. Identifikasi Masalah Pengumpulan Data Menentukan Metode Penelitian Hasil Penelitian Analisis Data Populasi dan Gambar 1. Tahapan Penelitian. Teknik Pengumpulan data dengan cara menyebarkan kuesioner dan wawancara kepada siswa SMK Farmasi XYZ kelas X. Xi, dan XII menggunakan metode random sampling. Random sampling memastikan bahwa sampel yang diambil mewakili populasi siswa secara keseluruhan. Dengan memilih responden secara acak, setiap siswa memiliki peluang yang sama untuk terpilih, sehingga hasil survei dapat Populasi dalam penelitian ini adalah siswa sebab mereka adalah pengguna aktif sistem e-learning. JURNAL SISTEM DAN INFORMATIKA Vol. No. Mei 2023. Analisis data menggunakan analisis deskriptif juga menggunakan teknik analisis statistik Pada penelitian ini, dalam mengukur kepuasan siswa SMK Farmasi XYZ terhadap penggunaan e-learning digunakan variabel-variabel diantaranya: Content mengukur kepuasan siswa ditinjau dari isi dari sistem e-learning yang digunakan. Isi tersebut mencakup modul yang digunakan, informasi yang dihasilkan oleh sistem e-learning, termasuk fungsi-fungsi yang ada pada sistem e-learning. Accuracy mengukur kepuasan siswa ditinjau pada saat sistem e-learning menerima data dan memrosesnya sehingga menghasilkan informasi yang akurat . Format Mengukur kepuasan siswa ditinjau dari bagaimana sistem e-learning menyajikan informasi kepada siswa dari sisi struktur heading, subheading dan bullet point. Visual pada saat menampilkan informasi dan juga antarmuka secara keseluruhan dari sistem e-learning. Ease of Use Mengukur kepuasan siswa ditinjau dari bagaimana kemudahan dalam mengoperasikan sistem e-learning, misalnya proses input berkas atau data, mengolah data dan mencari informasi yang dibutuhkan . Timeliness Mengukur kepuasan siswa ditinjau dari ketepatwaktuan sistem e-learning menyajikan informasi yang mereka perlukan termasuk juga kecepatan dalam merespon permintaan siswa saat menggunakan sistem e-learning. Pada penelitian ini rumusan hipotesis yang digunakan adalah: H0: kelima variabel independent tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependent . H1: kelima variabel independent berpengaruh signifikan terhadap variabel dependent Peneltian ini untuk menafsirkan besarnya presentase yang didapatkan dari tabulasi data, digunakan metode penafsiran yang dikemukakan oleh Arikunto dalam . sebagai berikut : 0 % - 20 % = sangat lemah 21 % - 40 % = lemah . 41 % - 60 % = cukup . 61 % - 80 % = kuat . 81 % - 100 % = sangat kuat. Penelitian ini mengadopsi kerangka berpikir penelitian yang digambarkan dalam Gambar 2. Kerangka kerja tersebut memanfaatkan indikator-indikator dari variabel EUCS (End User Computing Satisfactio. dan menerapkan skala Likert untuk mengukur dan menganalisis tingkat kepuasan pengguna terhadap platform e-learning di SMK Farmasi XYZ. Content Accuracy Format penggunaan elearning tingkat kepuasan Ease of Use Timeliness Gambar 2. Kerangka Pikir Penelitian. Metode End User Computing Satisfaction untuk Analisis Kepuasan Siswa SMK Farmasi XYZ Terhadap Penggunaan E-learning (Tubagus Mahendra Kusum. 108 Hasil dan Pembahasan Karakterisktik Responden Penelitian ini dilakukan selama tiga puluh hari kerja, kuesioner disebarkan secara online kepada responden yang pada penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X. XI, dan XII sebaran usia responden adalah pada rentang 15-17 tahun yang terdiri dari 64 siswa dan sisanya 36 siswi dengan total 100 responden. Responden tersebut merupakan sampel yang mewakili populasi. Pada Tabel 1. Disajikan sebaran responden berdasarkan jenis kelamin pria dan wanita. Mayoritas responden pada penelitian ini adalah 64 persen berjenis kelamin pria, sisanya sebanyak 36 persen responden berjenis kelamin 36 persen. Perbedaan ini terjadi karena metode random sampling yang digunakan pada penelitian ini, kuesioner yang disebarkan menghasilkan hasil yang tertera seperti pada Tabel 1. Tabel 1. Jenis Kelamin Responden. Jenis_Kelamin Frequency Valid Percent Valid Percent Cumulative Percent Pria Wanita Total Uji Normalitas Data Uji normalitas data adalah proses untuk menentukan apakah data yang diamati berdistribusi normal atau tidak. Distribusi normal adalah distribusi data di mana data tersebar secara simetris di sekitar rata-rata, dengan sebagian besar data terkonsentrasi di sekitar rata-rata dan semakin sedikit data yang semakin jauh dari rata-rata. Uji normalitas data penting karena banyak metode statistik yang membutuhkan asumsi bahwa data berdistribusi normal. Jika data tidak normal, maka hasil analisis statistik yang diperoleh mungkin tidak akurat atau menyesatkan. Uji Kolmogorov-Smirnov membandingkan distribusi data dengan distribusi normal secara statistik. Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Data. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Interpretasi hasil analisis data, seperti nilai p dan effect size, menjadi lebih mudah jika data berdistribusi normal. Hal ini karena tabel dan rumus yang biasa digunakan untuk interpretasi hasil ini didasarkan pada asumsi normalitas data. Tabel 2. menampilkan hasil uji normalitas data Kolmogorovsmirnov, diketahui nilai Asymp. Sig . -taile. 0,982>0,05 dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal, maka syarat normalitas dalam model regresi sudah terpenuhi. JURNAL SISTEM DAN INFORMATIKA Vol. No. Mei 2023. Uji Multikoleniaritas Uji multikolinearitas adalah metode statistik untuk mendeteksi adanya hubungan linear yang tinggi antara dua atau lebih variabel independen dalam model regresi. Kondisi ini dapat menyebabkan masalah pada model, seperti estimasi parameter yang tidak stabil, kurang akurat, dan interpretasi yang tidak Uji multikolinearitas dapat dilakukan dengan beberapa metode, seperti Variance Inflation Factor (VIF). Tolerance, dan Eigenvalue. Nilai VIF yang tinggi (>. atau nilai Tolerance yang rendah (<0. menunjukkan adanya multikolinearitas. Jika multikolinearitas terdeteksi, beberapa langkah dapat diambil, seperti menghapus variabel yang redundan, melakukan transformasi data, atau menggunakan regresi ridge. Dalam regresi linier berganda, multikolinearitas dapat menjadi kendala serius. Hal ini dapat menyebabkan Koefisien Determinasi (R-square. yang tinggi: Meskipun R-squared tinggi menunjukkan model yang "fit" dengan baik, multikolinearitas dapat memberikan ilusi akurasi. Koefisien Regresi yang Tidak Stabil: Estimasi koefisien regresi menjadi tidak stabil dan mudah berubah dengan sedikit perubahan Interpretasi yang Sulit: Sulit untuk menafsirkan arti koefisien regresi individual karena variabel independen saling terkait erat. Oleh karena itu, penting untuk mendeteksi dan menangani multikolinearitas sebelum melanjutkan analisis regresi. Tabel 3. Hasil Uji Multikoleniaritas. Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. Content Accuracy Format Ease of USe Timeliness Dependent Variable: Satisfaction Sig. Collinearity Statistics Tolerance VIF Berdasarkan Tabel 3. diketahui bahwa nilai Tolerance untuk variabel Content. Accuracy. Format. Ease of use, dan Timeliness berturut-turut 0,485 (Toleranc. , 0,493 (Accurac. , 0,967 (Forma. , 0,955 (Ease of us. , dan 0,97 (Timelines. kelimanya lebih besar dari 0,10. Sementara itu nilai VIF < 10,00 maka dapat diinterpretasikan berdasarkan nilai Tolerance >0,10 dan nilai VIF<10,00 bahwa tidak terjadi gejala multikoleniaritas dalam model regresi. Uji Koefisien Korelasi Uji koefisien korelasi bertujuan untuk mengevaluasi kekuatan dan arah hubungan linear antara dua variabel. Uji Koefisien Korelasi membantu untuk memahami bahwa kepuasan siswa terhadap elearning tidak hanya dipengaruhi oleh satu dimensi, tetapi juga oleh hubungan antar dimensi. Uji ini dapat membantu mengidentifikasi dimensi mana yang perlu mendapat perhatian lebih dalam evaluasi dan pengembangan platform e-learning. Hasil olah data SPSS untuk uji korelasi terlihat pada Tabel 4. Tabel 4. Hasil Uji Koefisien Korelasi. Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Timeliness. Format. Accuracy. Ease of Use. Content Nilai Adjusted R-Square sebesar 0,783 menunjukkan bahwa 78,3 persen variabel dependen (Satisfactio. dapat dijelaskan oleh variabel independen setelah memperhitungkan jumlah variabel independen dalam model, bahwa model regresi linear sederhana ini cukup baik dalam memprediksi nilai Satisfaction berdasarkan nilai variabel-variabel independen. 5 Uji F Uji F bertujuan untuk mengevaluasi apakah secara keseluruhan, kombinasi semua variabel bebas memiliki efek yang signifikan terhadap variabel terikat. Dalam konteks EUCS. Uji F digunakan untuk menilai pengaruh dari setiap dimensi. Jika nilai p lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa Metode End User Computing Satisfaction untuk Analisis Kepuasan Siswa SMK Farmasi XYZ Terhadap Penggunaan E-learning (Tubagus Mahendra Kusum. 110 terdapat pengaruh yang signifikan dari dimensi tersebut terhadap kepuasan siswa secara keseluruhan. Uji F membantu memperkuat kesimpulan yang diperoleh dari skor EUCS. Dengan mengetahui signifikansi hasil pengukuran, kita dapat lebih yakin dalam menyatakan bahwa dimensi tertentu memang memiliki pengaruh pada kepuasan siswa. Hasil olah data SPSS untuk uji F terlihat pada Tabel 5. Tabel 5. Hasil Uji Koefisien Korelasi. ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Sig. Regression Residual Total Dependent Variable: Satisfaction Predictors: (Constan. Timeliness. Format. Accuracy. Ease of USe. X1 Nilai F yang besar . dan nilai Sig. yang kecil . kurang dari 0,05 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara variabel independen (Timeliness. Format. Accuracy. Ease of Use, dan Conten. dengan variabel dependen (Satisfactio. 6 Uji T Untuk mengetahui efek individual atau secara parsial dari setiap variabel independen, perlu dilakukan uji T. Uji T merupakan alat yang melengkapi metode EUCS. Dengan menggabungkan skor EUCS dan hasil Uji T, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang tingkat kepuasan pengguna e-learning. Uji T menyediakan informasi yang valuable untuk membuat keputusan yang tepat terkait pengembangan dan pengelolaan platform e-learning. Berikut pada Tabel 6. adalah hasil uji T. Tabel 6. Hasil Uji T. Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model Sig. Std. Error Beta (Constan. Content Accuracy Format Ease of USe Timeliness Dependent Variable: Satisfaction Sebelum menentukan pengaruh satu variabel secara parsial lebih dahulu ditentukan nilai t tabel untuk data yang berjumlah 100. Nilai t tabel untuk df=198 dengan alpha ( )=0,05 adalah 1,96. Hubungan kausalitas antar konstruk dapat dikatakan signifikan secara statistik pada level alpha = 0,05, jika memiliki nilai t-value > 1,96 . ilai kritis atau t-critica. Secara parsial berdasarkan Tabel 5. Variabel content berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kepuasan (Sig. 0,000<=0,. Berdasarkan nilai t hitung . > dari t tabel . , maka dapat diinterpretasikan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, artinya Content berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap variabel Satisfaction. Hasil ini sejalan dengan pendapat . bahwa semakin besar persepsi positif pengguna aplikasi terhadap konten aplikasi ini, semakin besar pula persepsi kepuasan pengguna Keempat variabel indenden lainnya memiliki nilai JURNAL SISTEM DAN INFORMATIKA Vol. No. Mei 2023. signifikansi>0,05 dan nilai thitung