Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 22-31 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. 26858/ijosc. Efektifitas Teknik Modeling Simbolis Sebagai Intervensi Perilaku Bullying Verbal pada Siswa SMP This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution License CC-BY-NC-4. 0 A2020 by author . ttps://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. 0/ ). (Received: January-2025. Reviewed: February-2025. Accepted: Maret-2025. Available online: April-2025. Published: April-2. Nurhafidzah Indarti1. Abdullah Sinring2. Suciani Latif3 Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Makassar Email: nurhafidzahindarti29@gmail. ABimbingan dan Konseling Universitas Negeri Makassar Email: abdullah. sinring@unm. ABimbingan dan Konseling Universitas Negeri Makassar Email: suciani. latif@unm. Abstract. This study aims to determine . Description of students' verbal bullying behavior before and after the implementation of symbolic modeling techniques. Description of the implementation procedure of symbolic modeling techniques in overcoming students' verbal bullying behavior, and . Effectiveness of symbolic modeling techniques in reducing students' verbal bullying behavior. This study uses a quantitative approach. The research sample was 20 students divided into two groups, namely the experimental group and the control group, each consisting of 10 students. The data analysis technique used descriptive data analysis and inferential analysis. The results of the study showed that: . The level of students' verbal bullying behavior during the pretest in the experimental and control groups remained in the high and moderate categories. the implementation of the modeling technique was carried out in 5 meetings, . There was an influence of symbolic modeling techniques on students' verbal bullying behavior in the group given treatment and in the group not given treatment in the form of symbolic modeling techniques. Keywords: Verbal Bullying. Symbolic Modeling Techniques. Effectiveness of Counseling Techniques. Bullying Prevention Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui . Gambaran perilaku bullying verbal siswa sebelum dan sesudah penerapan teknik modeling simbolis. Gambaran prosedur pelaksanaan teknik modeling simbolik dalam mengatasi perilaku bullying verbal siswa, dan . Keefektifan Teknik modeling simbolik dalam mengurangi perilaku bullying verbal Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. 22 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 22-31 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. 26858/ijosc. Sampel penelitian sebanyak 20 siswa yang terbagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang masing-masing berjumlah 10 siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis data deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : . Tingkat perilaku bullying verbal siswa pada saat pretest pada kelompok eksperimen dan kontrol tetap berada pada kategori tinggi dan sedang. pelaksanaan teknik modeling dilaksanakan sebanyak 5 kali pertemuan, . Ada pengaruh teknik modeling simbolis terhadap perilaku bullying verbal siswapada kelompok yang diberikan perlakuan dan pada kelompok yang tidak diberikan perlakuan berupa teknik modeling simbolis. Kata Kunci : Bullying Verbal. Teknik modeling simbolis. Efektifitas Teknik Konseling. Pencegahan Perundungan. PENDAHULUAN Masa remaja merupakan tahap transisi dari anak-anak menuju dewasa. Siswa SMP termasuk individu yang berada pada fase remaja awal. Menurut Krori (Wahyuningsih, 2. , masa remaja adalah periode penting dalam siklus kehidupan yang ditandai sebagai masa transisi, perubahan, pencarian identitas, serta masa yang penuh tantangan dan kekhawatiran. Pada tahap ini, remaja mengalami berbagai perubahan, seperti perubahan fisik, hormonal, psikologis, dan sosial. Di masa ini pula, perilaku bullying sering terjadi di lingkungan pendidikan, di mana remaja laki-laki maupun perempuan rentan menjadi korbannya. Menteri Pendidikan. Riset, dan Teknologi yang ingin berkomitmen dalam menghapus tantangan besar Pendidikan Indonesia sekarang ini yaitu adanya AuTiga Dosa BesarAy. Tiga dosa besar ini adalah perundungan . , kekerasan dan intoleransi. Undang-undang perlindungan anak di Indonesia, khususnya terkait dengan Pendidikan di jenjang sekolah menengah pertama, mengatur berbagai aspek perlindungan anak termasuk dalam konteks perundungan, kekerasan dan intoleransi sehingga Undang-undang perlindungan anak ini digunakan sebagai landasan hukum untuk menanggulangi dan mencegah ketiga dosa besar tersebut dilingkungan Pendidikan sehingga dapat membantu menciptakan lingkungan yang aman, adil dan mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai hak-haknya (Septiana & Afifah, 2. Menurut Wibisana . pada tahun 2023. KPAI mencatat sekitar 3. 800 kasus perundungan di Indonesia, meningkat tajam dibandingkan 226 kasus di 2022, 53 kasus di 2021, dan 119 kasus di 2020. Jenis bullying paling umum adalah fisik . ,5 perse. , verbal . ,3 perse. , dan psikologis . ,2 perse. Korban terbanyak adalah siswa SD . , diikuti oleh siswa SMP . dan SMA . ,75 perse. (Bullying verbal adalah salah satu bentuk bullying yang paling sering terjadi dan memiliki dampak mendalam terhadap kesehatan mental dan perkembangan psikologis siswa, termasuk stres, isolasi sosial, dan penurunan prestasi akademik. Penindasan verbal dapat mencakup ejekan, penghinaan, atau kritik 23 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 22-31 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. 26858/ijosc. kejam yang sering kali tidak disadari oleh pelaku namun melukai mental korban (Fauziyah & Rusmana. Berdasarkan hasil survey kemendikbud pada tahun 2022 menteri pendidikan dan kebudayaan mengungkapkan bahwa sebanyak 24,4% siswa di Indonesia berisiko mengalami perundungan, termasuk bullying verbal (Kumparan, 2. Bullying verbal diatur dalam Pasal 76C Jo Pasal 80 ayat . UndangUndang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 mengenai Perlindungan Anak. Pada Pasal 2 ayat . disebutkan bahwa "Perlindungan anak mencakup segala upaya untuk menjamin dan melindungi anak beserta hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berperan secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta terlindungi dari kekerasan dan diskriminasi" (Putri dkk. , 2. Menurut Nursiani . , bullying verbal mencakup tindakan seperti pemberian julukan, hinaan, fitnah, kritik yang kasar, penghinaan . aik secara pribadi maupun rasia. , pernyataan bernada seksual atau pelecehan seksual, ancaman, surat intimidasi, tuduhan tidak benar, ucapan kejam dan salah, gosip, serta tindakan serupa lainnya. Sementara itu, menurut Fadil . , bullying verbal sering dianggap kurang berbahaya dibandingkan dengan bullying fisik, meskipun dampak psikologisnya cenderung lebih sulit untuk Visty . menambahkan bahwa bullying tidak akan terjadi jika pelaku tidak memiliki niat untuk melakukannya. Sebagian besar penelitian sebelumnya lebih banyak membahas bullying secara umum atau bullying fisik, sedangkan kajian khusus mengenai bullying verbal di tingkat SMP masih jarang ditemukan. Bullying verbal seolah-olah telah menjadi kebiasaan yang terus berulang, menciptakan pola perilaku di kalangan remaja. Perilaku ini tidak hanya terjadi karena tradisi yang dilanggengkan, tetapi juga dapat muncul akibat ketidaksadaran dari pelaku, korban, maupun saksi, yang pada akhirnya berkontribusi pada tindakan bullying (Suri dkk. , 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan menguji efektivitas teknik modeling simbolis sebagai metode intervensi spesifik untuk mengurangi perilaku bullying verbal di lingkungan sekolah Teknik modeling simbolis, berdasarkan teori pembelajaran sosial oleh Albert Bandura, memungkinkan siswa belajar dari observasi perilaku model yang disajikan melalui media audiovisual. Teknik ini telah terbukti efektif dalam mengurangi perilaku agresif di berbagai konteks, namun penerapannya untuk mengatasi bullying verbal pada jenjang SMP belum banyak dieksplorasi (Fauziah & Rusmana, 2. Hipotesis penelitian ini adalah bahwa penerapan teknik modeling simbolis dapat secara signifikan mengurangi frekuensi dan intensitas bullying verbal siswa. Dalam penelitian yang dilakukan Nailul . diperoleh hasil bahwa efektivitas teknik ini telah di dokumentasikan dalam konteks yang relevan, di mana peserta yang terpapar model positif menunjukkan penurunan perilaku 10 agresif dan peningkatan dalam interaksi sosial yang lebih baik Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan intervensi berbasis bukti untuk menangani bullying verbal, menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, dan mendukung perkembangan siswa secara psikologis dan sosial. Temuan penelitian ini juga menawarkan model intervensi praktis yang dapat diterapkan oleh guru bimbingan dan konseling serta sekolah secara umum. 24 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 22-31 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. 26858/ijosc. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental berupa pretestposttest. Menurut Sugiyono . , metode penelitian kuantitatif adalah metode yang didasarkan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, dengan pengumpulan data melalui instrumen penelitian dan analisis data yang bersifat kuantitatif atau statistik, serta bertujuan untuk menggambarkan dan menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Objek penelitian ini adalah siswa kelas Vi di SMP Islam Athirah Bukit Baruga, dengan fokus utama pada perubahan perilaku bullying verbal melalui intervensi teknik modeling simbolis. Pendekatan ini dipilih karena penelitian bertujuan untuk mengukur secara objektif perubahan perilaku bullying verbal siswa setelah dilakukan intervensi dengan teknik modeling simbolis. Penelitian ini menggunakan desain non-equivalent control group design, di mana peneliti membandingkan satu kelompok eksperimen dengan satu kelompok kontrol. Penelitian dimulai dengan pretest dan diakhiri dengan posttest. Desain ini dianggap praktis dan sesuai untuk diterapkan di lingkungan sekolah. Populasi penelitian melibatkan 40 siswa kelas Vi SMP Islam Athirah Bukit Baruga. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri dari 20 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen . dan kelompok kontrol . Berdasarkan panduan Furr (Pandang & Anas, 2. , ukuran kelompok dengan rentang usia 12-19 tahun berkisar antara 6-10 orang per kelompok, sehingga pengambilan sampel dilakukan sesuai kriteria tersebut. Intervensi diberikan sebanyak lima kali pertemuan dengan menggunakan teknik modeling simbolis. Menurut Corey (Febrianti & Rosalia, 2. , pelaksanaan teknik modeling simbolis melibatkan lima tahapan, yaitu tahap rasional, pemberian contoh, praktik atau latihan, tugas rumah, dan evaluasi. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan perubahan perilaku bullying verbal siswa, sementara uji hipotesis dilakukan dengan Mann-Whitney U test menggunakan program IBM SPSS versi 24. Penggunaan uji ini didasarkan pada sifat data yang tidak berdistribusi normal dan tidak homogen. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest dengan menggunakan skala perilaku bullying verbal, serta observasi selama proses intervensi. Data tambahan diperoleh melalui wawancara dengan siswa dan guru terkait. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian ini dilaksanakan setelah melalui proses persiapan yang sistematis dan terencana dengan baik. Sebelum penelitian dimulai, tahapan awal yang dilakukan mencakup pengurusan izin penelitian serta penyusunan instrumen yang akan digunakan untuk melaksanakan penelitian dan memberikan perlakuan . Pengumpulan data dan pelaksanaan penelitian berlangsung selama kurang lebih satu bulan, mulai dari 20 Mei hingga 20 Juni 2024. Perlakuan ( treatmen. dilakukan dalam lima kali pertemuan, termasuk pelaksanaan pretest dan posttest. Hasil penelitian diperoleh dengan mengintegrasikan dua jenis 25 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 22-31 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. 26858/ijosc. data, yaitu data hasil pretest dan posttest. Perilaku bullying siswa sebelum diberikan perlakuan berupa teknik modeling simbolis dianalisis melalui hasil pretest yang telah dilakukan pada 20 siswa. Gambaran hasil tersebut dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1. Data Bullying Verbal di SMP Islam Athirah Bukit Baruga Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Pretest Interval Kategori Pretest eksperimen Pretest kontrol Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase 101 Ae 120 Sangat tinggi 81 Ae 100 Tinggi 61 Ae 80 Sedang 41 Ae 60 Rendah 19 Ae 40 Sangat rendah Jumlah Data di atas menggambarkan perilaku bullying verbal siswa SMP Islam Athirah Bukit Baruga pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sebelum dilakukan intervensi. Berdasarkan hasil pretest, tidak ada responden atau 0% siswa, baik pada kelompok eksperimen maupun kontrol, yang menunjukkan perilaku bullying verbal dengan kategori sangat tinggi, rendah, atau sangat rendah. Pada kelompok eksperimen, terdapat 7 responden . %) yang masuk dalam kategori tinggi dengan interval skor 81-100, sedangkan 3 responden . %) berada pada kategori sedang dengan interval skor 61-80. Sementara itu, pada kelompok kontrol, terdapat 6 responden . %) dalam kategori tinggi dan 4 responden . %) dalam kategori sedang. Pemberian treatment menggunakan teknik modeling simbolis dilakukan selama lima pertemuan . ermasuk pretest dan posttes. , melibatkan 10 siswa pada kelompok eksperimen dan 10 siswa pada kelompok kontrol. Treatment ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan perilaku bullying siswa. Hasil posttest yang menggambarkan perilaku bullying siswa setelah diberikan intervensi teknik modeling simbolis dapat dilihat pada tabel berikut. Berdasarkan data yang diperoleh, skor rata-rata perilaku bullying verbal sebelum perlakuan adalah 76,4. Rata-rata ini menunjukkan tingkat umum dari perilaku bullying verbal yang terjadi di antara siswa sebelum intervensi dilakukan. Median, yaitu nilai tengah dalam distribusi data, berada di angka 81,5, yang menunjukkan bahwa separuh dari siswa memiliki skor perilaku bullying verbal di bawah atau sama dengan 81,5, sementara separuh lainnya berada di atasnya. Selain itu, modus dari data ini adalah 82,0, yang merupakan skor paling sering muncul di antara siswa. Tabel 2 Data perilaku bullying verbal siswa di SMP Islam Athirah Bukit Baruga kelompok eksperimen dan 26 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 22-31 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. 26858/ijosc. kontrol posttest Interval Kategori Pretest eksperimen Pretest kontrol 101 Ae 120 81 Ae 100 6 1 Ae 80 41 Ae 60 19 Ae 40 Jumlah Frekuensi Frekuensi Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah Persentase Persentase Data di atas menggambarkan perilaku bullying verbal siswa SMP Islam Athirah Bukit Baruga pada kelompok eksperimen dan kontrol setelah dilakukan intervensi. Pada kelompok kontrol, perubahan yang terjadi setelah posttest tidak terlalu signifikan. Tidak ada responden atau 0% yang berada dalam kategori sangat tinggi maupun sangat rendah. Sebanyak 3 responden . %) berada dalam kategori tinggi dengan interval skor 81-100, 6 responden . %) berada dalam kategori sedang dengan interval skor 61-80, dan 1 responden . %) berada dalam kategori rendah dengan interval skor 41-60. Hasil ini menunjukkan bahwa perubahan perilaku bullying verbal pada kelompok kontrol hanya terjadi dalam skala kecil. Tabel 3 Kecenderungan umum perilaku bullying verbal Kelompok Jenis data Mean Interval Eksperimen Pretest Eksperimen Posttest Kontrol Pretest Kontrol Posttest Kategori Sedang Rendah Sedang Sedang Gain score Berdasarkan hasil pretest dan posttest, kelompok kontrol menunjukkan gambaran umum tentang perilaku bullying verbal siswa. Setelah menghitung rata-rata skor variabel dengan selisih antara pretest dan posttest, diperoleh gain score sebesar 1,8. Selama prosesnya, kelompok kontrol dilibatkan dalam diskusi mengenai perilaku bullying verbal pada awal pertemuan. Dari akumulasi data yang ada, terlihat bahwa kedua kelompok menunjukkan hasil yang berbeda berdasarkan gain score atau selisih nilai. Kelompok eksperimen memperoleh gain score sebesar 19,4, sementara kelompok kontrol hanya mencapai 1,8, yang menunjukkan bahwa perubahan pada kelompok eksperimen lebih signifikan dibandingkan dengan kelompok Tabel 4 Uji Mann-Whitney Dari analisi data dengan menggunakan SPSS 24 for windows diperoleh hasil sebagai berikut: Mann-Whitney U 27 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 22-31 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. 26858/ijosc. Wilcoxon W Asymp. SIG. -taile. Exact Sig. -tailed Sig. Berdasarkan uji Mann-Whitney U, diperoleh nilai Asymp. Sig. -taile. = 0,002. Karena nilai p lebih kecil dari 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa teknik modeling simbolis dalam penelitian ini memberikan pengaruh signifikan dalam mengurangi perilaku bullying verbal pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Desi Ariesta et al. dengan judul "Penerapan Teknik Modeling Simbolis untuk Mengurangi Perilaku Bullying Siswa di SMA 16 Banda Aceh," yang membuktikan bahwa teknik modeling simbolis lebih efektif dalam mengurangi perilaku bullying siswa. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian, gambaran perilaku bullying verbal siswa sebelum intervensi menunjukkan tingkat yang cenderung tinggi, seperti yang ditunjukkan dalam data pretest. Mayoritas siswa pada kelompok eksperimen dan kontrol berada pada kategori sedang hingga tinggi dalam skala perilaku bullying Hal ini mengindikasikan perlunya intervensi yang efektif untuk menangani permasalahan tersebut. Setelah penerapan teknik modeling simbolis, terdapat penurunan signifikan dalam intensitas dan frekuensi perilaku bullying verbal pada kelompok eksperimen. Penurunan ini mengonfirmasi bahwa teknik modeling simbolis mampu memengaruhi perilaku siswa melalui proses pembelajaran observasional terhadap model yang menampilkan perilaku prososial. Penerapan teknik modeling simbolis dilaksanakan melalui lima tahapan: rasionalisasi, pemberian contoh melalui media simbolis . , praktik langsung, pemberian pekerjaan rumah, dan evaluasi. Tahapan ini dirancang agar siswa tidak hanya memahami konsekuensi negatif dari bullying verbal tetapi juga belajar untuk meniru perilaku positif dalam interaksi sehari-hari. Selama proses ini, partisipasi siswa berada pada kategori tinggi, menunjukkan bahwa teknik ini dapat melibatkan siswa secara aktif. Hasil ini mendukung penelitian Hidayah & Lestari . , yang menyatakan bahwa teknik modeling simbolis melalui media visual efektif dalam membangun kesadaran siswa terhadap dampak buruk bullying verbal. Selain itu, penelitian ini memperluas cakupan aplikasi dengan memberikan panduan pelaksanaan yang lebih terstruktur dan Efektivitas teknik ini dibuktikan melalui uji statistik menggunakan Mann-Whitney, yang menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol pada hasil posttest. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi berbasis modeling simbolis memiliki pengaruh positif yang nyata dalam mengurangi perilaku bullying verbal. Hasil ini juga didukung oleh penelitian Nailul FuAoikah . , yang menyatakan bahwa modeling simbolis tidak hanya menurunkan perilaku agresif tetapi juga meningkatkan 28 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 22-31 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. 26858/ijosc. kemampuan siswa dalam mengelola emosi dan berinteraksi secara konstruktif. Temuan ini selaras dengan teori pembelajaran sosial Bandura . , yang menekankan bahwa perilaku dapat diubah melalui pengamatan terhadap model positif yang relevan. Penelitian ini juga menunjukkan konsistensi dengan hasil studi Desi Ariesta et al. , yang menyoroti efektivitas teknik ini dalam mengurangi bullying pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Namun, penelitian ini berfokus secara spesifik pada bullying verbal di tingkat SMP, yang sering kali dianggap kurang berbahaya dibanding bullying fisik, padahal memiliki dampak psikologis yang mendalam. Penelitian ini juga menambahkan dimensi baru dengan mengintegrasikan tahapan evaluasi dalam proses intervensi, yang memberikan umpan balik langsung kepada siswa dan memungkinkan mereka merefleksikan perubahan perilaku yang telah terjadi. Dalam konteks teoritis, penelitian ini memberikan bukti empiris yang mendukung pentingnya norma sosial positif dan penguatan perilaku prososial dalam lingkungan sekolah. Hal ini sejalan dengan studi Espelage et al. , yang menyatakan bahwa pengaruh teman sebaya dan norma sosial memainkan peran penting dalam membentuk perilaku siswa. Dengan menggunakan teknik modeling simbolis, penelitian ini memberikan solusi konkret untuk mengatasi bullying verbal, yaitu melalui pembelajaran berbasis observasi terhadap model yang menampilkan empati, penghargaan terhadap orang lain, dan kontrol diri. Selain itu, penggunaan media simbolis memungkinkan siswa untuk memvisualisasikan dampak positif dari perilaku prososial dan menginternalisasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari. Dibandingkan penelitian terdahulu, penelitian ini mengisi kesenjangan literatur dengan menggunakan pendekatan kuasi-eksperimental, yang memberikan validitas lebih kuat dibandingkan studi deskriptif atau studi kasus. Selain itu, fokus penelitian pada bullying verbal sebagai bentuk bullying yang sering kali dianggap tidak berbahaya namun memiliki dampak serius, memperkuat urgensi intervensi berbasis teknik modeling simbolis. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi teoritis tetapi juga memiliki implikasi praktis yang signifikan bagi guru BK, sekolah, dan pihak-pihak terkait dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, sehat, dan suportif. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian, penerapan teknik modeling simbolis terbukti efektif dalam mengurangi perilaku bullying verbal pada siswa kelas Vi di SMP Islam Athirah Bukit Baruga. Kelompok eksperimen yang menerima intervensi mengalami penurunan rata-rata perilaku bullying verbal sebesar 19,4 poin, sementara kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan signifikan. Proses intervensi dilakukan melalui lima tahapan: rasionalisasi, pemberian contoh, praktik, pemberian pekerjaan rumah, dan evaluasi, yang menghasilkan perubahan positif dalam pola komunikasi, empati, dan penghormatan antar siswa. 29 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 22-31 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. 26858/ijosc. Keberhasilan ini didukung oleh konteks sosial budaya sekolah yang menonjolkan nilai-nilai agama dan Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan, seperti ukuran sampel kecil, durasi intervensi singkat, dan penggunaan desain quasi-eksperimental tanpa randomisasi penuh, sehingga generalisasi hasil perlu dilakukan dengan hati-hati. Saran