PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 I Love My Self: Pengaruh Pelatihan Afirmasi Positif terhadap Body Image I Love My Self: The Effect of Positive Affirmation Training on Body Image Shinta Ayu Wulandari. Asri Rima Oktavia. Kania Jeanrita. Tuti Rahmi. Utari Febriani Universitas Negeri Padang 01wulanshinta@gmail. com*, asririma422@gmail. com, kaniajeanrita27@student. rahmi@fip. id, utari. febriani@unp. ABSTRAK Beberapa bukti telah dijelaskan jika kesehatan fisik dan psikologis menjadi rusak karena ketidakpuasan terhadap body image. Remaja perempuan cenderung melaporkan tingkat ketidakpuasan body image yang lebih tinggi daripada laki-laki. Maka dari itu tujuan dari penelitian untuk mengetahui bagaimana tingkat kepuasan body image. Subjek penelitian adalah remaja dari usia 13-21 tahun sebanyak 20 orang terdiri atas kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik sampling digunakan adalah purposive Desain penelitian adalah pretest-postest control group design menggunakan intervensi pelatihan afirmasi positif. Alat ukur digunakan adalah alat ukur alat ukur Mulitidimensional Body Self Relations Questionnare-Appearance Scale (MBSRQ-AS) dengan item yang dikembangkan berdasarkan aspek body image oleh Cash. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode pelatihan afirmasi positif bisa meningkatkan body image bagi remaja. Data dianalisis dengan menggunakan analisis desktiptif, uji Mann-Whitney dan uji Wilcoxon. Implikasi penelitian pelatihan afirmasi positif dilakukan saat ini mungkin efektif pada sampel tidak begitu banyak namun hasilnya bisa menjadi solusi awal melalui pelatihan afirmasi positif bagi peningkatan body image. Kata Kunci: pelatihan afirmasi positif, remaja, body image ABSTRACT Some evidence has been described that physical and psychological health are damaged by body image dissatisfaction. Adolescent girls tend to report higher levels of body image dissatisfaction than boys. Therefore, the purpose of the study was to determine how the level of body image satisfaction. The research subjects were adolescents aged 13-21 years as many as 20 people consisting of experimental and control groups. The sampling technique used was purposive sampling. The research design was pretest-postest control group design using positive affirmation training intervention. The measuring instrument used was the Mulitidimensional Body Self Relations Questionnare-Appearance Scale (MBSRQ-AS) measuring instrument with items developed based on aspects of body image by Cash. The results of this study indicate that the positive affirmation training method can improve body image for adolescents. Tested with descriptive analysis. Mann-Whitney test and Wilcoxon The research implications of positive affirmation training conducted at this time may be effective on a small sample but further research is needed on a larger population. Keywords: positive affirmation training, adolescent, body image http://journal. id/TIT PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . ISSN . PENDAHULUAN Akhir ini sering ditemui pergeseran literatur body image untuk menjauh dari fokus utama body image yang positif (Tylka, 2. dalam (Halliwell dkk. , 2. Metanalisis mencatat terdapat perbedaan kecil antara wanita memiliki kulit hitam dan putih (Grabe & Hyde, 2006. Roberts. Cash. Feingold, & Johnson, 2. dalam (Watson , 2. dan menunjukkan bahwa kelompok perempuan rentan terhadap body image. Menurut (Cash & Fleming, 2. dalam (Senyn-Calderyn dkk. , 2. menyatakan jika penilaian sosial dapat masuk menjadi bagian dari landasan interaksi dengan orang lain. Beberapa bukti telah mengungkapkan jika kesehatan fisik dan psikologis menjadi rusak karena ketidakpuasan terhadap body image (Kilpela dkk. , 2. Laporan menyatakan jika 50-70% remaja putri memiliki masalah body image dan jumlahnya banyak mengarah kepada konsekuensi negatif (Wertheim & Paxton, 2. dalam (Halliwell dkk. , 2. Remaja perempuan cenderung melaporkan tingkat ketidakpuasan body image yang lebih tinggi daripada laki-laki, pada sampel anak perempuan dan lakilaki sekolah menengah/atas menurut (Griffiths, 2. dalam (Engeln dkk. , 2. Individu sangat termotivasi dalam mempertahankan konsep yang positif disaat bertemu dengan ancaman, kemudian merespon dengan melibatkan pertahanan psikologis untuk menetralkan ancaman atau dengan memperkuat pertahanan dengan afirmasi positif (Sherman & Cohen, 2006. Steele, 1. Menurut teorinya, afirmasi dapat menjadi sumber akurasi dan penyebab bukan menjadi gangguan dalam pelaksanaan proses informasi (Harris dkk. , 2. Dua komponen perseptual mengacu bagaimana kita melihat ukuran tubuh kita, berat, bentuk, karakteristik fisik, kinerja, dan gerakan dan komponen evaluatif mengacu bagaimana perasaan kita dan bagaimana caranya perasaan itu mempengaruhi perilaku kita (Mills dkk. , 2. Menurut Eric Patterson tidak bisa dipungkiri persepsi terhadap body image menyebabkan individu menghakimi dan membandingkan penampilan fisik dengan orang lain. Perlu adanya tujuan bagi individu supaya lebih menghargai keberadaan dirinya dan menghindari rasa tidak puas sehingga menimbulkan emosional yang kuat hal ini dikatakan oleh Silvi Saxena. Rasa dapat ditumbuhkan dimulai dari diri individu itu sendiri, salah satu caranya yaitu dengan melakukan afirmasi positif. Menurut (Kevin, http://journal. id/TIT PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 2. dalam Chrisa dkk. afirmasi positif dapat meningkatkan rasa kepercayaan diri dan meyakinkan diri akan potensi yang dimilikinya. Dari pembahasan yang melatarbelakangi permasalahan tersebut, penting bagi individu untuk mengurangi ketidakpuasan body image (Halliwell et al. , 2. Penelitian ini didukung data Halliwell et al. , . mengungkapkan jika terdapat intervensi yang efektif untuk mengurangi ketidakpuasan body image. Peneliti berupaya melakukan eksperimen yang bertujuan melihat seberapa besar pengaruh afirmasi positif terhadap body image remaja. METODE PENELITIAN Metode digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan memberikan pelatihan afirmasi positif terhadap kelompok eksperimen. Desain digunakan adalah pretest-posttest control grup design. Intervensi diberikan dan akan dilakukan pengukuran sebanyak dua kali yaitu sebelum pelatihan afirmasi positif dan sesudah diberikan pelatihan afirmasi positif. Partisipan Penelitian Subjek penelitian adalah remaja Kubu Gulai Bancah. Bukittinggi dengan usia 1321 tahun sejumlah 20 orang. Penentuan subjek ini menggunakan sampling bertujuan . urposive samplin. , yaitu teknik sampling digunakan oleh peneliti apabila peneliti memiliki pertimbangan-pertimbangan tertentu di dalam pengambilan sampelnya. Pertimbangan sampel dipilih secara acak namun juga memiliki atribut atau karakteristik yang sama (Sugiyono, 2. Peneliti mengambil sampel kelompok eksperimen sejumlah 10 remaja dan kelompok kontrol sebanyak 10 remaja. Kedua kelompok dibagi dengan cara randomisasi dengan teknik simple random sampling bertujuan guna mengurangi bias peneliti. Prosedur Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap pelaksanaan penelitian antara lain: Pre-test pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pelaksanaan pre-test dilakukan pada subjek penelitian untuk mengetahui gambaran mengenai body image pada subjek penelitian. Pre-test dilaksanakan dengan memberikan kuesioner body image kepada kedua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. http://journal. id/TIT PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 . Pelatihan afirmasi positif Setelah terbentuk dua kelompok subjek penelitian, tahapan selanjutnya adalah memberikan perlakuan berupa pelatihan afirmasi positif yang hanya Proses mempersiapkan pelatihan afirmasi positif dengan cara melaksanakan pertemuan sebanyak 5 kali terdiri dari 15 sesi. Kelompok eksperimen diberi arahan untuk menjalankan beberapa tahapan kegiatan pelatihan afirmasi positif. Tabel 1. Modul Kegiatan Pelatihan Afirmasi Positif HARI SESI DURASI TREATMENT TREATMENT Hari I Sesi 1 15 menit Hari II Hari i Hari IV Hari V http://journal. id/TIT Sesi 2 25 menit Sesi 3 Sesi 1 20 menit 15 menit Sesi 2 Sesi 3 25 menit 20 menit Sesi 1 15 menit Sesi 2 25 menit Sesi 3 Sesi 1 20 menit 15 menit Sesi 2 20 menit Sesi 3 25 menit Sesi 1 15 menit Sesi 2 20 menit Sesi 3 25 menit KEGIATAN PELATIHAN Perkenalan kepada para subjek dan Pembagian kontrak belajar Mengutarakan disediakan peneliti dan bercerita tentang diri . Pengaplikasian afirmasi positif Pembukaan evaluasi aplikasi afirmasi positif Penggunaan multimedia musik Aplikasi Afirmasi Positif dengan membaca, menulis, menghafal Pembukaan evaluasi pengaplikasian afirmasi positif dalam bentuk hafalan Saling bertukar pendapat dan mendengarkan lagu bermakna Aplikasi afirmasi positif Pembukaan evaluasi afirmasi positif Mendengarkan video afirmasi Mendengarkan puisi bermakna Pembukaan Evaluasi afirmasi positif Mendengarkan kisah inspiratif Pengaplikasian afirmasi positif PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 . Post-test pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Pelaksanaan post-test diberikan kepada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan memberikan kuesioner body image secara online melalui google form. Post-test pada kelompok eksperimen dilakukan setelah Selanjutnya hasil post-test dianalisis untuk mengetahui gambaran mengenai efektivitas pelatihan afirmasi positif yang diberikan kepada kelompok Teknik Pengumpulan Data Alat pengumpulan data yang digunakan adalah pengumpulan skala. Alat ukur yang digunakan adalah alat ukur Mulitidimensional Body Self Relations QuestionnareAppearance Scale (MBSRQ-AS) dengan item yang dikembangkan berdasarkan aspek body image oleh Cash yang terdiri atas evaluasi penampilan . ppereance evaluatio. , orientasi penampilan . ppereance orientatio. , kepuasan terhadap bagian tubuh . ody areas . verweight pengkategorian ukuran tubuh . elf-classified weigh. Skala yang digunakan merupakan alat ukur mengadaptasi skala yang dibuat oleh Nurul Aulia . Variabel penelitian ini terdiri atas variable bebas . elatihan afirmasi positi. dan variabel terikat . ody imag. Pengumpulan skala didasarkan kepada aspek-aspek body Skala ini berisikan seperangkat pernyataan yang merupakan pendapat yang positif . maupun negative . Dalam penskalaan model Likert dikenal lima alternatif jawaban atas pernyataan yang ada yakni Sangat Tidak Sesuai (STS). Tidak Sesuai (TS). Agak Sesuai (AS). Sesuai (S). Sangat Sesuai (SS). Teknik Analisis Data Analisa statistik yang digunakan dalam peneitian ini adalah statistik nonparametrik. Data yang di dapatkan dari penelitian dianalisis dengan menggunakan uji Mann Whitney dan uji Wilocoxon untuk melihat perbedaan, peningkatan dan pengaruh perlakuan yang diberikan. Analisa digunakan dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah pelatihan afirmasi positif diberikan. HASIL PENELITIAN http://journal. id/TIT PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 Berikut deskripsi data hasil penelitian berdasarkan selisih nilai (Gain Scor. dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Tabel 2. Hasil Pre-test dan Post-test kelompok kontrol dengan gain score NO Hasil Pretest Hasil Posttest Gain Score Tabel 3. Hasil Post-test dan Pre-test serta Gain Score Kelompok Eksperimen Hasil Pretest Hasil Posttest Grain Score Membandingkan butir rata-rata kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, kelompok eksperimen 2% lebih tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa metode pelatihan afirmasi positif dapat meningkatkan body image pada remaja. Kelompok eksperimen menunjukkan bahwa 10 remaja mengalami kenaikan sebanyak 70% dan berselisih angka http://journal. id/TIT PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 naik berkisar 0-14. Kelompok kontrol menunjukkan bahwa 10 remaja mengalami 50% dan berselisih angka naik berkisar 0-7. Tabel 4. Kesimpulan Mean Kelompok Eksperimen dan Kontrol Kelas Mean Pretest Mean Posttest Peningkatan Kontrol Eksperimen Analisis Deskriptif Kelompok Eksperimen Terdapat perbedaan antara nilai pretest dan posttest pada kelompok eksperimen. Nilai minimum didapat ketika pretest sementara itu nilai maksimum didapat ketika SD . tandar devias. didapatkan lebih tinggi saat di posttest menunjukkan angka 75905 dan variasi lebih tinggi didapatkan ketika posttest ditunjukkan dengan angka Hasil analisis dapat dilihat pada tabel 5. Tabel 5. Analisis Deskriptif Kelompok Eksperimen Min Max Variasi Pre Post Kelompok Kontrol Nilai minimum didapat ketika pretest dan posttest berjumlah sama. Sementara nilai maksimum didapat ketika posttest sebesar 29. SD . tandar devias. didapatkan lebih tinggi saat di posttest menunjukkan angka 3. 62859 dan variasi kelompok kontrol lebih tinggi didapatkan ketika terjadi posttest ditunjukkan dengan angka 13. Hasil analisis dapat dilihat pada tabel 6. Tabel 6. Analisis Deskriptif Kelompok Kontrol Min Max Variasi Pre Post http://journal. id/TIT PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 Uji mann-whitney menunjukan perbedaan jumlah ranking kelompok eksperimen dan kelompok kontrol ketika posttest. Kelompok eksperimen sebanyak 135. 50 dan kelompok kontrol sebanyak 74. Skor didapatkan yaitu Z= -2. 322 dan p=0,020 . <0,. Maka dapat disimpulkan bahwa adanya perbedaan rerata body image yang signifikan pada setelah diberikan intervensi berupa pelatihan afirmasi positif. Skor kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol menandakan pelatihan afirmasi positif dapat meningkatkan body image. Tabel 7. Hasil Uji Mann-Whitney posttest kelompok eksperimen dan kontrol Body Image Kelas Kelas Eksperimen Kelas Kontrol Total Mean Rank Sum of Ranks Test Statisticsa Mann-Whitney U Wilcoxon W Asymp. Sig. Exact Sig. tailed Sig. Body Image Tabel 8. Hasil Uji Wilcoxon Pretest Eksperimen Pretest Kontrol Negative Ranks Positive Ranks Ties Total Mean Rank Sum of Ranks Test Statisticsa Asymp. Sig. -taile. http://journal. id/TIT Pretest Eksperimen - Pretest Kontrol PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 Berdasarkan tabel diatas, terdapat negative ranks didapat sebesar 1. Positive ranks didapat sebesar 9. Mean rata-rata sebanyak 5. 78, dengan peningkatan jumlah rangking Sementara itu kesamaan nilai . diperoleh adalah 0. Diketahui Z didapat Zhitung< Ztabel . 5< 2. Sig . kelompok eksperimen 012 . =0,. Berarti 0,012 lebih kecil dari 0,05 menandakan terdapat perbedaan signifikan sebesar 0,012 pada pretest kelompok eksperimen dan kontrol. Tabel 9. Hasil Uji Rank Wilcoxon postest eksperimen dan kontrol Posttest - Posttest Kontrol Negative Ranks Positive Ranks Ties Total Mean Rank Sum of Ranks Tabel 10. Hasil Uji statistik Posttest Eksperimen dan kontrol Test Statisticsa Posttest eksperimen - Posttest Kontrol Asymp. Sig. -taile. Berdasarkan tabel diatas, jika negative ranks didapat sebesar 1. Positive ranks didapat sebesar 8. Mean rata-rata sebanyak 5. 06, dengan peningkatan jumlah rangking Sementara itu kesamaan nilai . diperoleh adalah 1. Z didapat sebesar 2. Zhitung< Z tabel . 5<2. Sig . kelompok eksperimen dan kontol 031 . =0,. Berarti 0,031 lebih kecil dari 0,05 menandakan terdapat perbedaan signifikan sebesar 0,031 pada posttest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang berarti adanya pengaruh pelatihan afirmasi positif dalam meningkatkan body image remaja. DISKUSI Berdasarkan hasil uji diatas, peneliti mengambil kesimpulan bahwa terjadi peningkatan dalam penilaian body image remaja RT 005 Kubu Gulai Bancah. Bukittinggi http://journal. id/TIT PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 yang menyatakan jika intervensi pelatihan afirmasi positif terbukti efektif dalam meningkatkan body image secara komprehensif. Data mengenai rendahnya body image pada remaja ditunjukkan dengan respon subjek sebelum pelatihan afirmasi positif diberikan. Beberapa bukti yang ditemukan dari remaja memiliki skor 21,8 pada kelompok kontrol dan skor 25,8 pada kelompok Akan tetapi, hal tersebut akhirnya dapat berubah melalui penerapan intervensi yang telah dilakukan peneliti. Dapat dilihat berdasarkan hasil pemaparan data dari tabel diatas menunjukkan bahwa setelah diberikan perlakuan pelatihan afirmasi positif remaja mengalami peningkatan skor. Skor posttest menjadi 22,5 pada kelompok kontrol dan 28,5 pada kelompok eksperimen. Hasil penelitian pada kelompok kontrol dan eksperimen mengalami peningkatan. Kelompok eksperimen mengalami peningkatan sebanyak 2,7 sedangkan kelompok kontrol hanya 0,7. Kelompok eksperimen 2% lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Melalui afirmasi positif, remaja mampu membentuk body image sehingga berkurangnya pemikiran mengenai diri yang tidak sempurna. Temuan penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan jika afirmasi positif meningkatkan citra tubuh. Itu ditandai dengan memberikan energi yang lebih besar dan membawa hal-hal positif ke dalam kehidupan, sementara afirmasi negatif membuat kita lelah dan berujung pada kegagalan (Ola, 2. Penelitian sebelumnya (AuMindful Breathing and Positive Affirmations: Empowering Body Image among Women with Polycystic Ovarian Syndrome Ae A Case Study,Ay 2. pernah mengkaji pengaruh afirmasi positif terhadap body image dan menunjukkan hasil jika intervensi afirmasi positif selama enam minggu dengan melibatkan latihan pernafasan sadar telah memberikan hasil positif dalam meningkatkan body image subjek. Bentuk dari pelatihan afirmasi positif pada penelitian ini dengan memberikan panduan praktik pernapasan sadar selama 15 menit setiap pagi dan menggunakan afirmasi positif sebanyak 3-4 kali sehari. Hasil pemaparan data menunjukkan jika kelompok eksperimen memiliki rata rata lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen memiliki skor sebanyak 13,5 sementara kelompok kontrol memiliki skor 7,45. Hasil hipotesis http://journal. id/TIT PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 membuktikan bahwa terdapat pengaruh signfikan pemberian pelatihan afirmasi positif selama 5 hari dengan 3 sesi per hari. Sejalan dengan penelitian dilakukan oleh (Armitage, 2. menyatakan bahwa afirmasi diri memiliki efek signifikan dalam meningkatkan kepuasan tubuh pada remaja Afirmasi memiliki efek yang signifikan dalam mengurangi ketidakpuasan tubuh pada remaja perempuan. Penelitian dilakukan oleh (Halliwell, 2. menyoroti pentingnya penelitian lebih lanjut tentang body image yang positif, aspek intervensi efektif berkonstribusi dalam meningkatkan body image positif. Dalam model pengembangan citra tubuh Cash, ketidakpuasan terhadap tubuh relative tidak berbahaya jika dialami tanpa adanya investasi pada penampilan. Bukti penelitian menunjukan jika apreasiasi terhadap tubuh meningkat seiring dengan bertambahnya usia pada Namun, terdapat bukti menunjukkan jika perempuan dewasa pertengahan . Tingkat apreasiasi tubuh lebih rendah dari perempuan dewasa muda usia . Karena itu, terdapat perbedaan dalam peningkatan ataupun penurunan body image positif tergantung kelompok usia yang diteliti. Body Image cenderung berubah dan tidak statis. Pembentukannya dipengaruhi oleh imajinasi, emosi, persepsi dan suasana hati serta lingkungan dan pengalaman fisiknya. Menurut (Ridha, 2. body image adalah penilaian objektif terhadap tubuh berkaitan dengan jangkauan tubuhnya dapat beradaptasi dengan baik sesuai dengan pandangan dari orang lain. Body image dikaitkan dengan penampilan fisik, namun terdapat penelitian tidak hanya mengikat pada penampilan fisik tetapi juga mengaitkannya pada koordinasi tubuh, fungsi tubuh atau gerakan tubuh. Body image sangat berhubungan dengan seperti apa pandangan orang terhadap dirinya tentang bentuk, ukuran tubuhnya hal ini sinkron dengan pendapat dikemukakan (Audrey, 2. Efektifnya afirmasi yang positif dapat menjadikan pikiran negatif menjadi positif (Harris dkk. , 2. Hal ini sesuai dengan penelitian dilakukan oleh (Muklis, 2. menyatakan bahwa ketidakpuasan terhadap body image dapat diminimalisir dengan melakukan pelatihan afirmasi positif. Menurut (Corey, 2. Orang-orang yang memiliki ketidakpuasan mampu merusak dirinya. Akibat ketidakpuasan terhadap body image menyebabkan seseorang diet ketat, olahraga berlebihan atau perilaku menghukum diri http://journal. id/TIT PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 Untuk itu perilaku pelatihan akan mengarahkan subjek merubah pandangannya terhadap tubuh menjadi lebih baik. Sebelumnya, oleh Sman & Ponorogo AuEfektifitas Pelatihan berpikir positif menurunkan kecemasanAy. Menghasilkan output jika pelatihan berpikir positif bisa menurunkan kecemasan. Hasil penelitian ini menunjukkan jika pelatihan afirmasi positif mampu membangun body image pada remaja. Dukungan orang sekitar keinginan subjek pada penelitian ini merupakan salah satu faktor penting. Peningkatan pemahaman dan dan pengetahuan subjek tentang kata kata afirmasi positif. Penelitian dilakukan oleh (Tia Indriana Putri, 2. menunjukkan jika adanya hubungan antara berpikir positif dengan body image. Berpikir positif merupakan pola pikir yang akan membawa seseorang dalam mencapai kesuksesan, sebab dengan berpikir positif maka hasil yang didapatkan akan positif juga. Sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan mendapatkan uji beda 0. 020 p<0,05. 020 lebih kecil dari 0. bahwa hipotesis menyatakan terdapat pengaruh pelatihan afirmasi positif terhadap body image dapat diterima sementara H0 ditolak. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan diatas, dapat disimpulkan bahwa pelatihan afirmasi positif berpengaruh terhadap body image remaja. Artinya, afirmasi positif mampu menciptakan body image baik dan memberikan ilmu tentang kondisi diri yang lebih baik dari sebelumnya. Kesimpulan hasil penelitian ini diambil dari ouput uji Mann Whitney dan uji Wilcoxon. Pada uji Mann Whitney diketahui bahwa nilai mean mengalami peningkatan baik pada postest 13. 5 kelas eksperimen dan 45 kelas kontrol. Output uji Wilcoxon pada kelompok eksperimen mendapatkan peningkatan dari pretest didapat 3. 00 postest didapat 4. Sedangkan kelompok kontrol mengalami penurunan pretest 5. 78 saat postest menjadi 5. Hal ini terjadi dipengaruhi oleh faktor kelompok kontrol tidak mendapatkan perlakuan afirmasi positif. Uji Wilcoxon menunjukkan angka signifikansi 0,031 yang berarti lebih kecil dari 0,05. Hal ini menandakan jika adanya pengaruh signifikan pada pelatihan afirmasi positif dalam meningkatkan body image remaja. Penelitian dapat ditingkatkan secara signifikan dengan penyelesaian yang didukung, memberikan saran afirmasi positif lebih terstandarisasai dan bisa dimasukkan ke dalam program intervensi. Implikasinya adalah bahwa pelatihan afirmasi positif dilakukan saat http://journal. id/TIT PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 ini mungkin efektif pada sampel tidak begitu banyak namun diperlukan penelitian lebih lanjut pada populasi lebih banyak. Oleh karena itu. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah peneliti menggunakan pengembangan afirmasi positif cukup baru sehingga masih perlu dikaji ulang dan dilakukan kepada subjek yang berbeda-beda untuk melihat efektivitas pelatihan afirmasi positif. Untuk langkah selanjutnya, peneliti dapat mengembangkan, menerapkan, dan melanjutkan pengajaran afirmasi positif pada subjek yang memiliki karakteristik serupa atau sebanding. DAFTAR PUSTAKA