JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/jp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. September 2025 Page 966-975 A Author Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMP MUHAMMADIYAH 5 KERJO KABUPATEN KARANGANYAR Imron Wahyu Saputro1. Indah Nurhidayati2. Salman AlFarisi3 1,2,3 Institut Islam MambaAoul Ulum. Indonesia Email: imronlastfriend@gmail. DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 15 June 2025 Final Revised: 21 July 2025 Accepted: 22 August 2025 Published: 24 September 2025 Keywords: Family Environment Parental Attention Learning Interest Islamic Education ABSTRACT This study is motivated by the importance of the family environment, particularly parental attention, in shaping studentsAo interest in learning Islamic Religious Education (PAI). The objectives of this study are: . to identify the level of parental attention toward the learning interest of grade VII students of SMP Muhammadiyah 5 Kerjo in the 2024/2025 academic year, . to determine the level of studentsAo interest in learning PAI, and . to analyze the influence of the family environment on studentsAo learning interest in PAI. The study employed a quantitative associative The population and sample consisted of 56 seventh-grade students selected using total sampling. Data were collected through questionnaires and documentation, and analyzed using validity, reliability, normality, linearity, and simple linear regression tests. NThe results show that parental attention is in the high category . 07%), studentsAo learning interest is in the moderate category . 8%), and 44. of the variation in studentsAo learning interest is influenced by the family environment, while the remaining 56. 0% is influenced by other factors. These findings indicate that family attention significantly contributes to fostering studentsAo interest in PAI ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran lingkungan keluarga, khususnya perhatian orang tua, dalam membentuk minat belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan untuk: . mengetahui tingkat perhatian orang tua terhadap minat belajar siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 5 Kerjo tahun pelajaran 2024/2025 di rumah, . mengetahui tingkat minat belajar siswa terhadap mata pelajaran PAI, dan . menganalisis pengaruh lingkungan keluarga terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran PAI. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas VII sebanyak 56 orang, dengan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data mencakup uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhatian orang tua berada pada kategori tinggi sebesar 60,07%, minat belajar siswa berada pada kategori sedang sebesar 51,8%, dan sebesar 44,0% variasi minat belajar siswa dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, sedangkan 56,0% dipengaruhi oleh faktor lain. Temuan ini menunjukkan bahwa perhatian keluarga memiliki kontribusi yang signifikan terhadap tumbuhnya minat belajar siswa pada mata pelajaran PAI. Kata Kunci: Lingkungan Keluarga. Perhatian Orang Tua. Minat Belajar. Pendidikan Agama Islam Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Lingkungan Keluarga Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam SMP Muhammadiyah 5 Kerjo Kabupaten Karanganyar PENDAHULUAN Keluarga merupakan unit sosial terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari individuindividu yang memiliki hubungan darah, ikatan pernikahan, atau adopsi, dan hidup bersama dalam satu rumah tangga. Mereka saling berinteraksi dan bergantung satu sama lain dalam pemenuhan kebutuhan emosional, sosial, ekonomi, dan pendidikan (Korompot et , 2. Dalam Islam, keluarga memiliki kedudukan yang sangat penting dan merupakan unit sosial paling dasar yang menjadi fondasi di masyarakat. Keluarga bukan hanya sekadar ikatan darah atau pernikahan, tetapi juga merupakan amanah dari Allah Subhanahu Wa TaAoala yang harus dipelihara dan dijalankan sesuai dengan tuntunan-Nya (Nalle, 2. Salah satu fungsi keluarga didalam Islam adalah menjaga diri dan keluarga dari api neraka. Keluarga memiliki tanggung jawab besar untuk saling mengingatkan dalam kebenaran dan menjauhi kemungkaran, serta mendidik anak-anak dalam ajaran Islam agar terhindar dari siksa api neraka. Perintah tersebut terdapat pada QS. At-Tahrim ayat 6. ae ae AacEE aIA a A acacE Oa a aA AEa O aN aIEaa aEU a aaEA a a AA a caA aE I aOa N aEO aE I I a aOCaO aNa EIA a aAOaeaaOac aN EacaOIa a aIIaOe Ca eaOe aIAA a A aO E a aA a ca aOIA AyA aA a aI aN aI aOOa AaEaOIa aI O a aI aOIA Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak pernah durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. Selain perintah untuk menjaga diri sendiri dari perbuatan-perbuatan yang dapat menjerumuskan ke dalam neraka, ayat tersebut secara khusus menyoroti tanggung jawab terhadap keluarga. Seorang muslim tidak hanya bertanggung jawab atas keselamatan dirinya sendiri di akhirat, tetapi juga memiliki kewajiban untuk melindungi dan menyelamatkan keluarganya dari siksa api neraka (Azizah et al. , 2. Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam membentuk kepribadian dan minat anak (Ahmad et al. , 2. Pola asuh orang tua, hubungan antar anggota keluarga, serta dukungan yang diberikan kepada anak memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan minat belajar mereka. Lingkungan keluarga yang harmonis, komunikatif, dan mendukung biasanya mendorong anak untuk memiliki semangat belajar yang tinggi. Sebaliknya, kurangnya perhatian, konflik keluarga, atau sikap acuh tak acuh dari orang tua dapat menghambat perkembangan minat belajar siswa (Framanta, 2. Minat belajar adalah kecenderungan atau keinginan yang kuat dan menetap pada diri seseorang untuk terlibat dalam aktivitas belajar. Tidak hanya sekadar rasa suka terhadap suatu mata pelajaran, tetapi lebih dalam, mencakup perhatian, ketertarikan, keterlibatan aktif, dan perasaan positif terhadap proses pembelajaran (Kusumaningtyas et al. , 2. Singkatnya, minat belajar adalah bahan bakar internal yang mendorong seseorang untuk terus belajar, mencari pengetahuan, dan mengembangkan diri dengan senang hati, tanpa paksaan dan penuh semangat (Nurhayati & . Langlang Handayani, 2. Minat belajar memiliki peran yang sangat penting dalam keberhasilan akademik dan pengembangan potensi individu secara keseluruhan (Maratus Sholikhah et al. , 2. Dalam Islam, minat belajar memiliki kedudukan yang sangat penting dan sangat dianjurkan. Islam mendorong umatnya untuk senantiasa mencari ilmu pengetahuan . halabul 'ilm. sebagai bagian dari ibadah dan jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa TaAoala. Minat belajar dalam Islam tidak hanya terbatas pada ilmu agama, tetapi juga mencakup ilmu pengetahuan duniawi yang bermanfaat bagi kehidupan. Perintah tersebut terdapat pada QS. Al-Alaq ayat 1-5. aAC a A AIa aI Ea I Oa Ea IA a AEac aI a ECaEa aIA a AC C a aO aacEa E a E a aI EacaOA a AIa aI IA a AEIA a AEIA a AEac aIA s aAEA a aA aI aaEa EacaO aEaCa aEaCA Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Lingkungan Keluarga Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam SMP Muhammadiyah 5 Kerjo Kabupaten Karanganyar Artinya: "IqroAo/Bacalah dengan . nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar . dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. Dan juga sabda Rasulullah Shallallahu AoAlaihi Wasallam. AEaO aE aE aI e aE sIA a aAEA a UAA a A eE a eE aI aA aOA Artinya: AyMenuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim. Ay (HR. Ibnu Maja. Minat belajar dalam Islam bukan hanya sekadar ketertarikan intelektual, tetapi merupakan dorongan spiritual yang kuat untuk mencari ilmu sebagai bentuk ibadah dan upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa TaAoala. Minat ini didasari oleh keyakinan akan pentingnya ilmu sebagai cahaya, petunjuk, dan sarana untuk meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat (Aisyah, 2. Seorang muslim yang memiliki minat belajar yang tinggi akan senantiasa berusaha untuk menambah pengetahuannya, memahami ajaran agamanya dengan lebih baik, dan mengamalkan ilmunya dalam kehidupan seharihari (Norhikmah et al. , 2. Pada era modern ini, tantangan yang dihadapi keluarga semakin kompleks. Kesibukan orang tua, pengaruh teknologi, dan perubahan gaya hidup sering kali membatasi interaksi antar anggota keluarga (Sunyoto et al. , 2. Hal ini dapat mengurangi perhatian terhadap kebutuhan pendidikan anak, termasuk dalam membangun minat mereka terhadap pelajaran agama. Padahal, pendidikan agama merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter Islami yang kuat, terutama di tengah derasnya arus globalisasi (Ummah, 2. Selain pengaruh lingkungan keluarga, karakter siswa yang beragam menuntut guru untuk memahami keunikan setiap individu. Hal ini dialami di kelas 7 SMP Muhammadiyah 5 Kerjo tahun 2024/2025. SMP Muhammadiyah 5 Kerjo adalah sebuah sekolah menengah pertama (SMP) swasta yang berlokasi di Jl. Raya Kerjo. Sumberejo. Kecamatan Kerjo. Kabupaten Karanganyar. Jawa Tengah. Terletak tidak di kota tetapi juga tidak di desa yang jauh dari akses informasi dan teknologi. Sekolah ini berada di bawah naungan Yayasan Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kerjo, dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Karanganyar. Selain berada di bawah naungan Yayasan Muhammadiyah, sekolah ini berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sebagai sekolah terakreditasi A. SMP Muhammadiyah 5 Kerjo memiliki fasilitas sarana prasarana yang memadai untuk mendukung proses belajar mengajar. Memiliki program unggulan didalam bidang agama, mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yaitu tahfidz qurAoan, dimana siswa-siswinya dikelas 7 ditargetkan bisa membaca al-qurAoan dan dikelas 9 ditargetkan hafal qurAoan juz 30 atau juz Aoamma. Namun, kurangnya rasa semangat siswa-siswi terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, terkhusus keinginan mereka untuk bisa membaca dan menghafal qurAoan, sikap mereka yang cenderung semaunya sendiri, dan pasifnya orang tua terhadap proses belajar anak-anak ketika dirumah, menjadi salah satu kendala dalam proses pembelajaran. Banyak siswa kelas 7 di semester genap SMP Muhammadiyah 5 Kerjo tahun 2024/2025 masih belum bisa membaca qurAoan, menganggap pelajaran Pendidikan Agama Islam, tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga minat belajar mereka terhadap mata pelajaran ini cenderung kurang, yang mengakibatkan target capaian program unggulan di kelas 7 SMP Muhammadiyah 5 Kerjo tahun 2024/2025 belum tercapai. Meskipun berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi minat belajar siswa, namun penelitian-penelitian tersebut lebih banyak berfokus pada hubungan lingkungan keluarga dengan minat atau motivasi belajar secara umum pada mata pelajaran selain PAI dan pada jenjang pendidikan yang berbeda. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Lingkungan Keluarga Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam SMP Muhammadiyah 5 Kerjo Kabupaten Karanganyar Berdasarkan fenomena dan kesenjangan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pengaruh lingkungan keluarga terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMP Muhammadiyah 5 Kerjo tahun 2024/2025. Dengan memahami hubungan ini secara komprehensif, diharapkan dapat dirumuskan strategi yang efektif untuk meningkatkan peran keluarga dalam mendukung minat belajar siswa, sehingga tujuan pendidikan agama dapat tercapai secara optimal. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Menurut Prof. Dr. Sugiyono, . 0 16-. metode penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/artistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Suwarsa. Sedangkan sampel menurut Sugiyono . adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu teknik sampling jenuh yaitu teknik pengambilan sampel yang menjadikan seluruh populasi menjadi sampel. Jadi sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh populasi yang terdiri dari 56 siswa. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Tingkat Perhatian Orang Tua terhadap Belajar Siswa Kelas VII SMP Muhammadiyah 5 Kerjo Tahun Ajaran 2024/2025 Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari penyebaran angket kepada 56 siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 5 Kerjo, diketahui bahwa perhatian orang tua terhadap belajar siswa di rumah termasuk dalam kategori tinggi. Hal ini dibuktikan melalui kategorisasi skor angket dengan rentang skor 20Ae80, dan hasilnya menunjukkan bahwa 34 siswa . ,7%) berada pada kategori tinggi, sedangkan 22 siswa . ,3%) berada pada kategori sedang, dan tidak ada siswa yang berada dalam kategori rendah. Tabel 1. Hasil Kategorisasi Kategori Rentang Skor Jumlah Siswa Persentase (%) Rendah 20 - 39 0 siswa Sedang 40 - 59 22 siswa 39,3% Tinggi 60 - 80 34 siswa 60,7% Total 56 siswa Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa, sebanyak 34 siswa . ,7%) memiliki tingkat pengaruh lingkungan keluarga tinggi, yang menunjukkan adanya antusiasme, perhatian, dan keterlibatan yang kuat. Sebanyak 22 siswa . ,3%) masuk dalam kategori sedang. Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa merasakan pengaruh yang tinggi dari lingkungan keluarga terhadap minat belajar mereka, khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan keluarga memberikan dukungan yang kuat dan baik dalam bentuk perhatian, motivasi, suasana rumah yang kondusif, maupun keterlibatan orang tua dalam proses belajar siswa. Sementara itu, siswa yang berada dalam kategori sedang tetap menunjukkan adanya pengaruh dari lingkungan keluarga, meskipun tidak sekuat pada kategori tinggi. Tidak adanya siswa dalam kategori rendah menunjukkan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Lingkungan Keluarga Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam SMP Muhammadiyah 5 Kerjo Kabupaten Karanganyar bahwa hampir seluruh responden mendapatkan dukungan yang relatif baik dari lingkungan keluarga dalam membangun minat belajar mereka. Tingkat Minat Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI Penelitian juga mengukur tingkat minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Berdasarkan hasil kategorisasi dari skor angket, diperoleh bahwa 26 siswa . ,4%) memiliki minat belajar yang tinggi, 29 siswa . ,8%) berada pada kategori sedang, dan hanya 1 siswa . ,8%) yang tergolong dalam kategori Tabel 2. Hasil Kategorisasi Tingkat Minat Belajar Kategori Rentang Skor Jumlah Siswa Persentase (%) Rendah 20 - 39 1 siswa 1,80% Sedang 40 - 59 29 siswa 51,80% Tinggi 60 - 80 26 siswa 46,40% Total 56 siswa Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa, sebanyak 26 siswa . ,4%) memiliki tingkat minat belajar tinggi, yang menunjukkan adanya antusiasme, perhatian, dan keterlibatan yang kuat dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Sebanyak 29 siswa . ,8%) masuk dalam kategori sedang, yang berarti mereka memiliki minat yang cukup namun belum sepenuhnya maksimal. Sementara itu, terdapat 1 siswa . ,8%) yang berada dalam kategori rendah, yang menunjukkan bahwa siswa tersebut memiliki minat belajar yang rendah dan kemungkinan kurang terlibat secara aktif dalam pembelajaran PAI. Tingkat Minat Belajar PAI Siswa Rendah Sedang Tinggi Gambar 1. Diagram Tingkat Minat Belajar Pengaruh Lingkungan Keluarga terhadap Minat Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh lingkungan keluarga terhadap minat belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), peneliti melakukan analisis korelasi Pearson Product Moment menggunakan bantuan program SPSS. Analisis ini bertujuan untuk mengukur kekuatan dan arah hubungan antara kedua variabel tersebut, yaitu variabel bebas . ingkungan keluarg. dan variabel terikat . inat belajar sisw. Hasil uji korelasi Pearson diperoleh sebagai Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Lingkungan Keluarga Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam SMP Muhammadiyah 5 Kerjo Kabupaten Karanganyar Tabel 3. Tabel Uji Korelasi Correlations Pengaruh Lingkungan Keluarga Pengaruh Lingkunga n Keluarga Minat Belajar Pearson Correlation Sig. -taile. <,001 Minat Belajar Pearson Correlation Sig. -taile. <,001 **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Berdasarkan Nilai koefisien korelasi Pearson sebesar 0,663, yang berarti terdapat hubungan positif yang kuat antara lingkungan keluarga dan minat belajar siswa. Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh lingkungan keluarga terhadap minat belajar siswa, khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), peneliti melakukan analisis regresi linear sederhana. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi variabel bebas (X), yaitu lingkungan keluarga, terhadap variabel terikat (Y), yaitu minat belajar siswa. Adapun hasil pengolahan data menggunakan program SPSS ditunjukkan dalam tabel berikut: Tabel 4. Uji Regresi Linier Sederhana Model Summaryb Mode R R Square Adjusted R Std. Error of the Square Estimate Predictors: (Constan. Pengaruh Lingkungan Keluarga Dependent Variable: Minat Belajar Nilai Koefisien Korelasi (R) = 0,663 Nilai ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan kuat antara lingkungan keluarga dan minat belajar siswa. Angka 0,663 berada pada rentang 0,60Ae0,799 yang menurut pedoman korelasi dapat dikategorikan sebagai korelasi kuat. Artinya, jika kualitas lingkungan keluarga meningkat, maka minat belajar siswa juga cenderung meningkat secara signifikan. Berdasarkan hasil regresi ini, dapat disimpulkan bahwa lingkungan keluarga memiliki pengaruh yang cukup besar dan signifikan terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Dukungan orang tua dalam proses belajar siswa di rumah, baik berupa bimbingan, perhatian, maupun pemberian motivasi, secara nyata mampu meningkatkan ketertarikan dan semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran PAI di sekolah. Hasil ini memperkuat teori yang menyatakan bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Keteladanan, suasana rumah yang mendukung, komunikasi yang baik antara anak dan orang tua, serta keterlibatan orang tua dalam pendidikan agama Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Lingkungan Keluarga Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam SMP Muhammadiyah 5 Kerjo Kabupaten Karanganyar anak, semuanya menjadi aspek penting dalam membentuk minat belajar. Berdasarkan hasil tersebut, terdapat beberapa implikasi penting yang perlu Bagi guru, terutama guru PAI, penting untuk membangun komunikasi yang baik dengan orang tua agar dukungan belajar siswa di rumah dapat berjalan seiring dengan proses pembelajaran di sekolah. Bagi orang tua, penting untuk terus memberikan perhatian, bimbingan, dan motivasi terhadap kegiatan belajar anak. Sementara itu, bagi pihak sekolah, hasil ini dapat menjadi dasar untuk mengembangkan program-program yang melibatkan peran aktif orang tua, seperti kelas parenting, kegiatan konsultasi belajar, atau laporan rutin perkembangan siswa. Melalui sinergi antara sekolah dan keluarga, diharapkan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran PAI dapat terus ditingkatkan Pembahasan Tingkat Perhatian Orang Tua terhadap Belajar Siswa Kelas VII SMP Muhammadiyah 5 Kerjo Tahun Ajaran 2024/2025 Berdasarkan hasil penyebaran angket kepada 56 siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 5 Kerjo, diperoleh data bahwa perhatian orang tua terhadap proses belajar anak tergolong tinggi. Hal ini terlihat dari kategorisasi skor angket dengan rentang 20Ae80, di mana sebanyak 34 siswa . ,7%) berada pada kategori tinggi, sedangkan 22 siswa . ,3%) berada pada kategori sedang. Tidak ada siswa yang termasuk dalam kategori rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa mayoritas siswa menerima perhatian dan keterlibatan yang memadai dari orang tua, baik berupa bimbingan, motivasi, maupun fasilitas belajar yang mendukung di rumah. Hasil ini sejalan dengan teori Ecological Systems dari Bronfenbrenner, yang menempatkan keluarga sebagai mikrosistem utama yang berpengaruh langsung terhadap perkembangan anak, termasuk aspek akademik (Rahmah et al. , 2. Perhatian orang tua menjadi salah satu bentuk nyata dari dukungan keluarga yang mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di rumah. Dengan tidak adanya siswa yang masuk dalam kategori perhatian rendah, dapat disimpulkan bahwa secara umum, kesadaran orang tua dalam mendukung proses pendidikan anak sudah cukup baik. Tingkat Minat Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI Penelitian ini juga mengukur tingkat minat belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Berdasarkan hasil angket, diperoleh bahwa 26 siswa . ,4%) memiliki minat belajar yang tinggi, 29 siswa . ,8%) tergolong sedang, dan hanya 1 siswa . ,8%) termasuk dalam kategori rendah. Sebagian besar siswa menunjukkan ketertarikan yang cukup besar terhadap mata pelajaran PAI, yang tercermin dalam perhatian dan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. Kondisi ini menunjukkan bahwa pelajaran PAI tidak hanya dianggap sebagai kewajiban akademik, tetapi juga memiliki makna dan nilai relevan dalam kehidupan siswa sehari-hari. Namun demikian, keberadaan satu siswa yang tergolong dalam kategori minat belajar rendah menjadi catatan penting. Diperlukan pendekatan personal yang lebih intensif dari guru, wali kelas, maupun orang tua untuk membantu siswa tersebut dalam meningkatkan semangat belajar dan keterlibatannya dalam pelajaran. Pengaruh Lingkungan Keluarga terhadap Minat Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Lingkungan Keluarga Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam SMP Muhammadiyah 5 Kerjo Kabupaten Karanganyar Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh lingkungan keluarga terhadap minat belajar siswa, peneliti melakukan analisis korelasi Pearson Product Moment. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan kuat antara kedua variabel, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,663 dan signifikansi < 0,001. Ini menunjukkan bahwa semakin positif lingkungan keluarga yang dimiliki siswa, maka semakin tinggi pula minat belajar mereka terhadap pelajaran PAI. Lebih lanjut, analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa lingkungan keluarga memberikan kontribusi sebesar 44% terhadap minat belajar siswa, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai R Square = 0,440. Sementara itu, 56% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain seperti metode pengajaran, lingkungan sekolah, dan faktor internal siswa. Penemuan ini menegaskan bahwa lingkungan keluarga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat belajar siswa. Keluarga yang memberikan dukungan emosional dan intelektual mampu menciptakan suasana yang mendukung anak untuk belajar secara aktif dan penuh semangat. Dalam konteks PAI, keteladanan orang tua, kualitas komunikasi dalam keluarga, serta perhatian terhadap pendidikan agama menjadi faktor penting dalam menumbuhkan minat siswa. Oleh karena itu, implikasi dari temuan ini menyasar pada tiga pihak utama. Pertama, guru PAI diharapkan dapat membangun komunikasi intensif dengan orang tua agar dukungan di rumah dapat selaras dengan proses pembelajaran di sekolah. Kedua, orang tua diharapkan dapat terus memberikan perhatian, motivasi, dan pendampingan belajar anak secara konsisten. Ketiga, sekolah perlu mengembangkan program-program yang melibatkan orang tua secara aktif, seperti kegiatan parenting, forum diskusi perkembangan siswa, dan pemantauan belajar berbasis kolaborasi. Dengan terciptanya sinergi antara sekolah dan keluarga, minat belajar siswa terhadap PAI diharapkan dapat terus meningkat secara berkelanjutan dan berkontribusi pada terbentuknya karakter Islami yang kuat. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa lingkungan keluarga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Muhammadiyah 5 Kerjo Tahun Ajaran 2024/2025. Mayoritas siswa berada pada kategori lingkungan keluarga yang tinggi, dan minat belajar siswa tergolong sedang hingga tinggi. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara lingkungan keluarga dan minat belajar siswa, dengan kontribusi lingkungan keluarga sebesar 44%. Dengan demikian, dukungan keluarga yang baik berperan penting dalam mendorong minat belajar siswa. REFERENSI