Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 9 No. 2 Maret 2022 P - ISSN : 2503-4413 E - ISSN : 2654-5837. Hal 170 Ae 183 PENGARUH PROFITABILITAS. UKURAN PERUSAHAAN. KEPEMILIKAN MANAJERIAL. KOMPLEKSITAS OPERASI. DAN LEVERAGE TERHADAP KETEPATAN WAKTU PENYAMPAIAN LAPORAN KEUANGAN (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2. Oleh : Emil Lia Majid. Ekonomi/Akuntansi. Universitas Muhammadiyah Surakarta Email : b200180444@student. Suyatmin. Ekonomi/Akuntansi. Universitas Muhammadiyah Surakarta Articel Info Article History : Received 24 February - 2022 Accepted 24 March - 2022 Available Online 30 March 2022 Keywords : Profitability. Managerial Operational Managerial Leverage Abstract This study aims to determine the effect of profitability, firm size, managerial ownership, operating complexity, and leverage on the timeliness of financial statement submission. Empirical study on consumption industry companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2018-2020. The sampling method used purposive sampling. The samples obtained in this study were 81 companies that had sample The results of this study are that profitability as proxied by ROA has no effect on the timeliness of submitting financial reports. Company size affects the timeliness of submitting financial reports. Managerial Ownership proxied by MOWN does not affect the timeliness of submitting financial statements. Operational Complexity proxies by Dummy has no effect on the timeliness of submitting financial statements, and the leverage proxied by DER has no effect on the timeliness of submitting financial statements. Firm Size. Ownership. Complexity. Ownership, sektor, yaitu sub sektor makanan dan minuman, sub sektor rokok, sub sektor farmasi, sub sektor kosmetik, dan keperluan rumah tangga, sub sektor peralatan rumah tangga, serta sub sektor barang konsumsi Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Indonesian Stock Exchange (IDX) merupakan pasar modal yang ada di Indonesia. Bursa Efek Indonesia memiliki peranan penting sebagai sarana bagi masyarakat untuk berinventasi, yang merupakan salah satu alternatif penanaman Bagi perusahaan. BEI membantu perusahaan untuk mendapatkan tambahan modal dengan cara go public yaitu kegiatan penawaran saham atau efek lainnya yang PENDAHULUAN perkembangan pasar modal semakin meningkat di Indonesia, terutama yang paling mendukung perekonomian Indonesia adalah industri barang konsumsi. Industri barang konsumsi merupakan salah satu sektor industri yang sangat dibutuhkan, dikarenakan semua produk barang konsumsi selalu diminati oleh masyarakat, apalagi saat ini Indonesia menjadi negara yang sangat besar dengan memiliki penduduk yang cukup banyak. Tentu saja masyarakat perlu untuk mengkonsumsi produk-produk kebutuhaan pokok seperti. makanan, minuman, obat-obatan, dan yang Industri konsumsi memiliki 6 sub dilakukan oleh emiten . erusahaan yang go publi. kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur oleh UU Pasar Modal dan Peraturan Pelaksanaannya (Basir &Fakhrudin, 2005:. dalam Qoribulloh . Investor merupakan salah satu pihak yang menggunakan informasi keuangan untuk mengambil keputusan investasi yang akan dilakukan. Informasi keuangam yang berguna dalam pengambilan keputusan adalah informasi mengenai sumber daya ekonomi dan klaim entitas, serta perubahan sumber daya ekonomi dan klaim entitas tersebut (IAI 2. Perusahaan sebagai pihak yang menyediakan laporan keuangan dalam prosesnya membutuhkan tingkat kecermatan dan ketelitian sehingga audit yang dilakukan mengalami keterlambatan. Laporan keuangan merupakan proses akhir dari proses akuntansi yang pengukuran dan penilaian kinerja sebuah Laporan keuangan memuat catatan-catatan tentang kegiata bisnis yang dilakukan oleh sebuah entitas dalam periode Laporan keuangan mempunyai tujuan untuk memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja keuangan, arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar pengguna laporan dalaam pembuaatan keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga mempunyai peranan penting sebagai alat komunikasi antar para pelaku bisnis (IAI. Ketepatan waktu perusahaan dalam tergantung pada ketepatan auditor dalam mengerjakan audit atas laporan keuangan. Apabila dalam mempublikasikan laporan keuangan terjadi peundaan, maka dapat berdampak negatif pada reaksi pasar (Faricha dan Ardini, 2. Perusahaan sebagai pihak yang menyediakan laporan keuangan dalam prosesnya membutuhkan tingkat kecermatan dan ketelitian sehingga Profitabilitas merupakan kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba selaama periode tertentu pada tingkat penjualan, asset, dan modal saham tertentu. Penelitian yang dilakukan oleh Wicaksono signifikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Namun, pada penelitian lain yang dilakukan oleh Komang dan Wayan . menunjukkan hasil bahwa profitabilitas tidak berpengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan Ukuran Perusahaan adalah suatu skala dimana dapat diklasifikasi sebagai besar kecilnya perusahaan dengan berbagai cara antara lain dengan total aset perusahaan, log size, nilai pasar saham, dan lain-lain. Pada penelitian yang dilakukan oleh Saragih dan Gultom . menunjukkan hasil uji secara parsial bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan Namun, pada penelitian Nurlen. Sutarjo, dan Bustari . menunjukkan berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Kepemilikan manajerial merupakan pemilik saham perusahaan yang berasal dari manajemen yang ikut serta dalam pengambilan keputusan suatu perusahaan yang bersangkutan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Ifada dan Kartika Sari . menyatakan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Abdul Khadir . dan Rianti . yang menyatakan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. Kompleksitas operasi merupakan akibat dari pembentukan departemen dan pembagian pekerjaan yang memiliki fokus terhadap jumlah unit yang berbeda. Penelitian ini dilakukan oleh Ariyani dan Budiartha . yang menyatakan bahwa signifikan terhadap keterlambatan laporan Perusahaan yang memiliki unit operasi . lebih banyak akan memerlukan pekerjaan auditnya. Namun, berkebalikan dengan hasil penelitian Prasetyo dan Sari . dimana kompleksitas operasi perusahaan tidak berpengaruh terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan audit. Leverage adalah penggunaan dana utang atau pinjaman yang dipergunakan untuk meningkatkan return atau keuntungan dalam sebuah bisnis atau investasi. Penelitian mengenai pengaruhnya leverage yang menggunakan debt to equity ratio terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan dilakukan oleh Utari dan Amin . Dalam penelitiannya ditemukan bukti empiris bahwa debt to equity ratio berpengaruh terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Maharani . , dimana leverage tidak berpengaruh terhadap ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan. Dalam penelitiannya, seluruh perusahaan sampel cenderung memiliki tingkat laba dan total mengimbangi dengan total hutang yang dimiliki perusahaan, sehingga masalah hutang tidak mempengaruhi lamanya perusahaan untuk melaporkan pelaporan keuangannya secara tepat waktu. Berdasarkan uraian diatas dapat ketidakonsistenan hasil penelitian satu dengan yang lainnya dan terdapat perbedaan hasil penelitian pada beberapa peneliti untuk varibael penelitian yang Hal ini mendorong peneliti untuk melakukan pengujian kembali mengenai pengaruh profitabilitas, ukuran perusahaan, operasi, dan leverage terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan perusahaan di Bursa Efek Indonesia, khususnya perusahaan manufaktur sektor industri konsumsi. Ruang lingkup tahun penelitian yaitu dari selama tiga tahun yaitu tahun 2018,2019,2020. KAJIAN PUSTAKA DAN PEGEMBANGAN HIPOTESIS Laporan . inancial statement. merupakan produk akhir serangkaian proses pencatatan dan pengikhtisaran data transaksi bisnis. Seorang akuntan diharuskan mampu untuk mengorganisir seluruh data akuntansi hingga menghasilkan laporan keuangan menginterpretasikan serta menganalisis laporan keuangan yang dibuat. Laporan keuangan pada dasarnya hasil dari proses yang akan digunakan sebagai alat untuk mengkomunikasikan data keuangan atau aktivitas perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan menjadi penting bagi pasar Para investor memerlukan informasi yang sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan untuk penyebaran informasi keuangan asimetris Penundaan tidak semestinya menghasilkan inefficiency pasar lebih besar, yang mengurangi relevasi dokumen, keputusan investasi. Utami . indicator yang digunakan untuk mengukur ketepatan waktu pelaporan keuangan dilihat dari tanggal diterbitkannya laporan keuangan di BEI. Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan, total aktiva maupun modal sendiri (Sartono, 2011:. Semakin besar profitabilitas akan menunjukkan bahwa perusahaan tersebut memiliki kinerja baik, sehingga laporan keuangan yang dihasilkan mengandung berita baik dan akan menyampaikan informasi kepada pihak yang berkepentingan (Utami & Yennisa. Adapun rumus ROA (Kasmir, 2016:. adalah sebagai berikut : Laba bersih ycIycCya = ycu100% Total aktiva Ukuran perusahaan dapat dilihat dari total nilai asset, beberapa total nilai penjualan dan nilai kapasitas pasar dan banyaknya tenaga kerja serta lain Ukuran perusahaan menjadi salah satu indikator yang mmpengaruhi jangka waktu penyelesaian terhadap audit karena besar kecilnya perusahaan di pengaruhi oleh kompleksitas operasional, variabel, serta intensitas dari operasional perusahaan yang berupa total penjualan. Ukuran perusahaan dapat dirumuskan sebagai berikut: Ukuran Perusahaan = Ln Total Asset Kepemilikan manajerial merupakan pemegang saham yang juga sebagai pemilik perusahaan ang mempunyai tugas dan wewenang serta ikut aktif dalam pengambilan keputusan pada perusahaan . ewan komisaris dan dewan direks. dan juga kepemilikan manajerial merupakan mekanisme yang dapat digunakan agar pengelola melakukan aktivitas sesuai dengan kepentingan pemilik perusahaan. Kepemilikan manajerial sangat penting karena terkait dengan pengendalian operasional perusahaan yang akan ikut menentukan kebijakan dan pengambilan keputusan terhadap metode akuntansi yang diterapkan pada perusahaan yang mereka kelola (Muhammad, 2. Adapun rumus managerial ownership (MOWN) adalah sebagai berikut: Total saham manajemen MOWN= Total saham beredar x100% Kompleksitas operasi adalah akibat dari adanya departemen dan pembagian pekerjaan yang memiliki focus tehadap jumlah unit yang berbeda. (Yoga dan sari. Ketergantungan yang semakin komplek terjadi apabila organisasi dengan berbagai jenis atau jumlah pekerjaan dan unit menimbulkan masalah organisasi yang lebih rumit. Kompleksitas dalam penelitian ini ditentukan dengan ada tidaknya anak Pengukurannya menggunakan Di mana kategori 1 untuk perusahaan dan kategori 0 untuk perusahaan yang tidak memiliki anak perusahaan, sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Lestari, 2015. Leverage adalah penggunaan hutang untuk kegiatan pengelolaan perusahaan untuk mencapai laba yang tinggi, sehingga perusahaan yang memiliki tingkat leverage yang tinggi cenderung sulit untuk melunasi (Diatmika & Yadnyana. Menurut (Sumardi, 2. leverage diartikan sebagai pengunaan dana dimana sebagai akibat dari penggunaan dana tersebut perusahaan harus mengeluarkan biaya tetap. (Sumardi, 2. menyatakan bahwa bila dilihat dari income statement terdapat 3 macam leverage yaitu: . Bagian statement yang berhubungan dengan operating leverage, . Bagian yang berhubungan dengan financial leverage, . Kombinasi antara operating dan financial leverage. Leverage diproksi melalui Debt Equity Ratio (DER) dengan persamaan sebagai berikut: Total Kewajiban DER = Total Ekuitas x100% Hipotesis sementara yang bersifat penduga karena H1 : Profitabilitas berpengaruh terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan H2: Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. H3: Kepemilikan Manajerial berpengaruh terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. H4: Kompleksitas Operasi berpengaruh terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. H5: Leverage berpengaruh terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan Regresi Linier Berganda. Variabel independennya adalah: Profitabilitas (X. Ukuran Perusahaan (X. Kepemilikan Manajerial (X. Kompleksitas Operasi (X. , dan Leverage (X. sedangkan variabel dependennya adalah Ketepatan Waktu (Y). Lokasi penelitian yang dilakukan pada website Bursa Efek Indonesia . perusahaan-perusahaan sektor industri konsumsi pada tahun 20182020 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mempunyai laporan yang lengkap. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sektor industri konsumsi yang terdaftar di BEI pada tahun 2018-2020. Sampel dalam penelitisn ini berjumlah 81 perusahaan dengan 27 perusahaan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Kriteria-kriteria yang ditentukan oleh penulis sebagai berikut: Perusahaan industri konsumsi yang go public dan masih terdafar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode tahun Perusahaan manufaktur yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang mengungkapkan laporan tahunan . nnual repor. mulai dari tahun 2018 hingga 2020 secara lengkap. Dengan akhir periode laporan keuangan setiap 31 Desember. Perusahaan manufaktur sektor industri konsumsi yang menggunakan satuan Rupiah (R. Perusahaan manufaktur sektor industri konsumsi yang tidak mengalami HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Data Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur sektor industri konsumsi yang terdaftar di BEI pada tahun 2018-2020. Sampel pada penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sektor industri konsumsi yang sesuai kriteria hasil pemilihan sampel dengan metode purposive Berikut tabel proses pemilihan sampel dalam penelitian ini: Tabel 1 Data Sampel Penelitian Keterangan Populasi manufaktur sektor industri konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode Februari 2018 sampai Januari 2021. Perusahaan menerbitkan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit dan annual report tetapi tidak menggunakan satuan Rupiah (R. Perusahaan melakukan audit terhadap laporan keuangannya. Perusahaan yang mengalami kerugian selama periode 20182020. Jumlah sampel penelitian Outlier Jumlah sampel yang dapat Jumlah . Sumber: Data Sekunder yang Diolah, 2022 Berdasarkan data sampel penelitian diperoleh 162 perusahaan yang termasuk dalam perusahaan manufaktur sektor industri konsumsi periode Februari 2018 sampai Januari 2021. Sebanyak 60 perusahaan telah menerbitkan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit dan annual report tetapi tidak menggunakan satuan Rupiah (R. dan 21 perusahaan yang mengalami kerugian selama periode 2018-2020. Terdapat 4 masukan kedalam outlier karena memiliki nilai yang ekstrim dan tidak terdistribusi normal. Sehingga diperoleh 77 perusahaan yang dapat digunakan sebagai sampel dalam penelitian nilai rata-rata dan standar deviasi dari masing-masing variabel. Adapun hasulnya sebagai berikut: Statistik Deskriptif Pada pengujian ini digunakan untuk mengetahui nilai minimum dan maksimum. Tabel 2 Statistik Deskriptif Minimum ,33 -,02 25,95 -,81 ,04 Valid N . Maximum 2,07 ,26 32,73 ,48 3,16 Mean 1,0840 ,0059 29,1495 -,0467 ,87 ,7721 Std. Deviation ,36805 ,03112 1,42820 ,17734 ,338 ,65568 Sumber: Data Sekunder yang Diolah, 2022 Hasil analisis deskriptif yang disajikan pada sebesar -,0467 dengan standar deviasi Tabel IV. 2 menunjukkan jumlah sampel (N) ,17734. sebanyak 77 perusahaan selama tahun 2018e. Kompleksitas operasi diperoleh nilai 2020, dari masing-masing variabel dapat minimum sebesar 0 dan nilai maximum 1 diinterpretasikan sebagai berikut: dengan nilai rata-rata sebesar ,87 dengan Ketepatan waktu diperoleh nilai minimum standar deviasi ,338. Leverage diperoleh sebesar ,33 dan nilai maximum 2,07 nilai minimum sebesar ,04 dan nilai dengan nilai rata-rata sebesar 1,0840 maximum 3,16 dengan nilai rata-rata dengan standar deviasi ,36805. sebesar ,7721 dengan standar deviasi Profitabilitas diperoleh nilai minimum ,65568. sebesar -,02 dan nilai maximum ,26 dengan Uji Asumsi Klasik nilai rata-rata sebesar ,0059 dengan standar Uji Normalitas deviasi ,03112. Uji normalitas dilakukan agar mengetahui Ukuran perusahaan diperoleh nilai sebaran data variabel apakah terdistribusi minimum sebesar 25,95 dan nilai secara normal atau tidak dengan melihat maximum 32,73 dengan nilai rata-rata Dalam penelitian ini pengujian sebesar 29,1495 dengan standar deviasi Kolmogorov1,42820. Smirnov. Jika nilai signifikasi Kolmogorovd. Kepemilikan manajerial diperoleh nilai Smirnov > 0,05 maka data terdistribusi secara minimum sebesar -,81 dan nilai maximum,48 dengan nilai rata-rata Tabel 3 Hasil Uji Normalitas (Tidak Norma. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Asymp. Sig. -taile. ,009c Sumber: Data Sekunder yang Diolah,2022 Karena tidak terdistribusi secara normal maka diupayakan untuk menormalkan data, dengan cara menghilangkan data-data yang terindikasi sebagai outlier dengan cara boxplot didapatkan 4 data yang ekstrim sehingga dilakukan outlier. Berikut merupakan table Kolmogorov-Smirnov terdistribusi secara normal: Tabel 4 Hasil Uji Normalitas (Norma. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Asymp. Sig. -taile. ,191c Sumber: Data Sekunder yang Diolah,2022 Berdasarkan hasil uji Kolmogorov-Smirnov Model regresi dikatakan baik jika diperoleh hasil seperti yang ditunjukkan Tabel tidak terjadi korelasi diantara variabel IV. 4 dapat diketahui nilai signifikasi Untuk mendeteksi ada atau Kolmogorov-Smirnov tidak nya multikolinearitas, dapat dilakukan sebesar ,191 > 0,05, hal ini menunjukkan dengan melihat nilai dari Tolerance dan bahwa data sudah terdistribusi secara normal. Variance Inflation Factor (VIF). Jika nilai tolerance > 0,1 dan nilai VIF < 10 maka dapat Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas dilakukan agar dapat Berikut merupakan tabel mendeteksi adanya korelasi antar variabel hasil uji multikolinearitas dalam penelitian ini: Tabel 5 Hasil Uji Multikolinearitas Variabel Profitabilitas Ukuran Perusahaan Kepemilikan Manajerial Kompleksitas Operasi Leverage Collinearity Statistics Tolerance VIF ,957 1,045 ,813 1,230 ,985 1,015 ,882 1,134 ,833 1,200 Keterangan Tidak terjadi Multikolinearitas Tidak terjadi Multikolinearitas Tidak terjadi Multikolinearitas Tidak terjadi Multikolinearitas Tidak terjadi Multikolinearitas Sumber: Data Sekunder yang Diolah, 2022 Berdasarkan Tabel IV. 5 menunjukkan bahwa satu dengan pengamatan lain adalah tetap, semua variabel independen yang diteliti tetapi sebaliknya model regresi dikatakan memiliki nilai Tolerance > 0,1 dan nilai VIF heteroskedastisitas jika variance residual < 10, sehigga dapat disimpulkan model regresi diantara pengamatan satu dengan pengamatan lain berbeda-beda. Model regresi yang baik adalah homoskedstisitas . dalam Arviana & Pratiwi. Untuk mendeteksi Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas digunakan untuk apakah data terjadi heteroskedastisitas dapat menguji apakah dalam model regresi terjadi menggunakan uji Sperman Rho. Jika nilai ketidaksamaan variance residual diantara signifikansi setiap variabel > 0,05 maka tidak pengamatan satu dengan pengamatan lain. terjadi heteroskedastisitas dan sebaliknya. Model regresi dikatakan homoskedastisitas Berikut jika variance residual diantara pengamatan heteroskedastisitas dalam penelitian ini: Tabel. Hasil Uji Heteroskedastisitas Variabel Profitabilitas Ukuran Perusahaan Kepemilikan Manajerial Kompleksitas Operasi Leverage Sig. ,830 ,631 ,157 ,799 ,483 Keterangan Tidak Terjadi Heteroskedastisitas Tidak Terjadi Heteroskedastisitas Tidak Terjadi Heteroskedastisitas Tidak Terjadi Heteroskedastisitas Tidak Terjadi Heteroskedastisitas Sumber: Data Sekunder yang Diolah, 2022 Berdasarkan 6 menunjukkan bahwa semua . dalam Arviana & Pratiwi . Suatu variabel independen yang diteliti memiliki model regresi terjadi problem autokorelasi jika nilai signifikansi > 0,05 sehingga dapat adanya observasi yang berurutan sepanjang disimpulkan model regresi pada penelitian ini waktu dan berkaitan satu sama lain. Model tidak terjadi heteroskedastisitas. regresi dikatakan baik jika regresi bebas dari Untuk mendeteksi adanya Uji Autokorelasi Uji Autokorelasi berguna untuk menguji korelasi dapat menggunakan uji Durbin apakah dalam model regresi linear ada korelasi Watson (DW). Berikut merupakan tabel hasil antara kesalahan pengganggu pada periode t uji Durbin Watson (DW) dalam penelitian ini: dengan periode t-1 sebelumnya (Santosa Tabel 7 Hasil Uji Autokorelasi dengan Durbin Watson Model Model Summaryb Adjusted Std. Error Square R Square Of The Estimate ,151 ,091 ,35090 Durbin Watson 1,749 Sumber: Data Sekunder yang Diolah, 2022 Berdasarkan Tabel IV. 7 diperoleh DW terjadi autokorelasi. Untuk mengatasi masalah sebesar 1,749 yang berarti lebih kecil dari dU autokorelasi tersebut maka diperlukan uji yaitu 1,7704 dan lebih kecil dari . -d. sebesar tambahan, yaitu dengan melakukan uji Run 2,2296 . -1,7. atau 1,7704 > 1,749 < Test. Uji Run Test digunakan untuk melihat 2,2296. Hasil tersebut diperoleh dari tabel DW apakah data residual terjadi secara random atau dengan jumlah sampel (N) 77 dan jumlah tidak . Adapun hasil output uji Run variabel independen . Dari hasil Test adalah sebagai berikut: tersebut dapat disimpulkan model regresi Tabel 8 Uji Autokorelasi dengan Run Test Run Test Test Value Cases < Test Value Cases >= Test Value Total Cases Number of Runs Asymp. Sig. -taile. Unstandardized Residual -,02679 -1,261 ,207 Sumber: Data Sekunder yang diolah, 2022 Berdasarkan hasil uji autokorelasi dengan Run Test pada tabel IV. 8 menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,207 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa model regresi bebas dari masalah autokorelasi atau tidak terjadi autokorelasi. Dengan demikian, menggunakan uji Run Test. Uji Hipotesis Uji hipotesis bertujuan untuk mengetahui luas nya pengaruh dari variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen. Hasil uji hipotesis dalam penelitian ini diolah menggunakan analisis regresi berganda yang meliputi uji simultan atau uji kelayakan model (Uji . , uji parsial atau uji statistik (Uji . , dan uji koefisien determinasi (R. sebagaimana diuraikan berikut ini: Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda bertujuan untuk menguji pengaruh profitabilitas, ukuran kompleksitas operasi, dan leverage terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan pada perusahaan manufaktur sektor industri konsumsi yang terdaftar di BEI tahun Berikut merupakan tabel hasil uji analisis regresi linear berganda yang dilakukan dengan menggunakan program SPSS versi 26: Tabel 8 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Variabel Constan. ROA_X1 TOTALASSET_X2 MOWN_X3 DUMMY_X4 DER_X5 Unstandardized Coefficients Std. Error 3,226 ,879 ,433 1,322 -,073 ,031 ,100 ,229 ,104 ,127 -,120 ,067 Standardized Coefficients Beta ,037 -,285 ,048 ,096 -,214 Sig. 3,672 ,328 -2,346 ,438 ,822 -1,787 ,000 ,744 ,022 ,663 ,414 ,078 Sumber: Data Sekunder yang Diolah, 2022 Berdasarkan rumus regresi yang telah 0,100 dengan tanda positif ( ). Hal ini ditentukan, maka model regresi yang menunjukkan setiap kenaikan 1 . diperoleh adalah sebagai berikut: kepemilikan manajerial (MOWN) dapat Y = bx1 bx2 bx3 bx4 bx5 u menurunkan nilai p setiap kenaikan 1 Y = 3,226 0,433ROA - 0,073SIZE kepemilikan manajerial (MOWN) 0,100MOWN 0,104 DUMMY -0,120DER dapat menaikkan ketepatan waktu u penyampaian laporan keuangan sebesar Dari persamaan regresi diatas, dapat (Y) 0,100. diinterpretasikan sebagai berikut: Nilai koefesien regresi pada variabel Nilai konstanta sebesar 3,226 diartikan jika kompleksitas operasi (DUMMY) sebesar semua variabel konstan atau sama dengan 0,104 dengan tanda positif ( ). Hal ini nol, maka besaran nilai perusahaan (Y) menunjukkan setiap kenaikan 1 . akan tetap sebesar 3,226. kompleksitas operasi (DUMMY) dapat Nilai koefesien regresi pada variabel menurunkan nilai p setiap kenaikan 1 profitabilitas (ROA) sebesar 0,433 dengan . kompleksitas operasi (DUMMY) tanda positif ( ). Hal ini menunjukkan dapat menaikkan ketepatan waktu setiap kenaikan 1 . profitabilitas penyampaian laporan keuangan sebesar (ROA) dapat menurunkan nilai p setiap (Y) 0,104. kenaikan 1 . profitabilitas (ROA) Nilai koefesien regresi pada variabel dapat menaikkan ketepatan waktu leverage (DER) sebesar -0,120 dengan penyampaian laporan keuangan sebesar tanda negatif (-). Hal ini menunjukkan (Y) 0,433. setiap kenaikan 1 . leverage (DER) Nilai koefesien regresi pada variabel dapat menurunkan nilai p setiap kenaikan ukuran perusahaan (SIZE) sebesar -0,073 1 . leverage (DER) dapat dengan tanda negatif (-). Hal ini menunjukkan setiap kenaikan 1 . penyampaian laporan keuangan sebesar (SIZE) (Y) -0,120. menurunkan nilai p setiap kenaikan 1 Uji F . ukuran perusahaan (SIZE) dapat Uji F digunakan untuk menunjukkan apakah semua variabel independen secara bersamapenyampaian laporan keuangan sebesar sama atau simultan memiliki pengaruh (Y) -0,073. terhadap dependen. Berikut merupakan tabel Nilai koefesien regresi pada variabel hasil uji F dalam penelitian ini: kepemilikan manajerial (MOWN) sebesar Tabel IV. Hasil Uji F Model Regression Residual Total Sum of Squares 1,553 8,743 10,295 ANOVAa Mean Square ,311 ,123 Sig. 2,522 ,037b Sumber: Data Sekunder yang Diolah,2022 Berdasarkan Tabel IV. 9 menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,037 < 0,05 yang artinya variabel Profitabilitas. Ukuran Perusahaan. Kepemilikan Manajerial. Kompleksitas Operasi, dan Leverage secara bersama-sama atau simultan berpengaruh terhadap Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan. Dari hasil ini juga menunjukkan bahwa model penelitian telah layak untuk digunakan. Variabel Profitabilitas Ukuran Perusahaan Kepemilikan Manajerial Kompleksitas Operasi Leverage Uji T Uji t bertujuan untuk menunjukkan sejauh mana variabel independen secara individu atau Pengujian dilakukan dengan menggunakan signifikasi 5% ( = 0,. Jika nilai signifikasi dari suatu hipotesis < 0,05 maka hipotesis diterima dan sebaliknya jika nilai signifikasi suatu hipotesis > 0,05 maka hipotesis ditolak. Berikut merupakan tabel hasil uji t dalam penelitian ini: Tabel 10 Hasil Uji T Sig. ,744 ,022 ,663 ,414 ,078 Keterangan Hipotesis Ditolak Hipotesis Diterima Hipotesis Ditolak Hipotesis Ditolak Hipotesis Ditolak Sumber: Data Sekunder yang Diolah, 2022 Dari Tabel 10 diatas dapat dijelaskan sebagai Berdasarkan uji t untuk variabel Kepemilikan Manajerial, diperoleh nilai Pengujian Hipotesis Pertama signifikansi sebesar 0,663 > 0,05, maka Berdasarkan uji t untuk variabel dapat disimpulkan bahwa hipotesis ketiga Profitabilitas, diperoleh nilai signifikansi Menyatakan AuKepemilikan sebesar 0,744 > 0,05, maka dapat Manajerial disimpulkan bahwa hipotesis pertama yang Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan menyatakan AuProfitabilitas berpengaruh Keuangan pada perusahaan manufaktur terhadap Ketepatan Waktu Penyampaian sektor industri konsumsi di BEI tahun Laporan Keuangan pada perusahaan 2018-2020Ay ditolak. manufaktur sektor industri konsumsi di Pengujian Hipotesis Keempat BEI tahun 2018-2020Ay ditolak. Berdasarkan uji t untuk variabel Pengujian Hipotesis Kedua Kompleksitas Operasi, diperoleh nilai Berdasarkan uji t untuk variabel Ukuran signifikansi sebesar 0,414 > 0,05, maka Perusahaan, diperoleh nilai signifikansi dapat disimpulkan bahwa hipotesis sebesar 0,022 < 0,05, maka dapat keempat yang menyatakan AuKompleksitas disimpulkan bahwa hipotesis kedua yang Operasi berpengaruh terhadap Ketepatan AuUkuran Perusahaan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan berpengaruh terhadap Ketepatan Waktu pada perusahaan manufaktur sektor Penyampaian Laporan Keuangan pada industri konsumsi di BEI tahun 2018perusahaan manufaktur sektor industri 2020Ay ditolak. konsumsi di BEI tahun 2018-2020Ay Pengujian Hipotesis Kelima Berdasarkan uji t untuk variabel Leverage. Pengujian Hipotesis Ketiga diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,078 > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis kelima yang menyatakan AuLeverage Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan pada perusahaan manufaktur sektor industri konsumsi di BEI tahun 2018-2020Ay ditolak. Koefisien Determinasi (R. Pengukuran koefisien determinasi (Adjusted R. digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen (Ghozali, 2. Hasil pengukuran dapat menunjukkan independen dalam menjelaskan variabel dependen, sedangkan sisanya dijelaskan diluar Berikut merupakan tabel hasil uji koefisien determinasi dalam penelitian ini: Tabel 11 Hasil Analisis Koefisien Determinasi Model Model Summary Adjusted Square R Square ,151 ,091 Std. Error of the Estimate ,35090 Sumber: Data Sekunder yang Diolah, 2022 Berdasarkan Tabel IV. 11 menunjukkan bahwa besaran koefisien determinasi (Adjusted R . sebesar 0,091 atau 9,1%. Hal ini berarti bahwa besaran variabel Ketepatan Waktu dipengaruhi variabel Profitabilitas. Ukuran Perusahaan. Kepemilikan Manajerial. Kompleksitas Operasi, dan Leverage sebesar 9,1% dan sisanya 90,9% Ketepatan Waktu dipengaruhi oleh variabel lain. KESIMPULAN Berdasarkan dari hasil analisis dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab IV, maka dapat diambil kesimpulan sebagai Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui Profitabilitas. Ukuran Perusahaan. Kepemilikan Manajerial. Kompleksitas Operasi, dan Leverage terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan manufaktur sektor industri konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan menufaktur sektor industri konsumsi yang go public dan masih terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2018-2020, dengan teknik perngambilan sampel purposive sampling dan menggunakan metode analisis desktiptif. Hasil penelitian membuktikan bahwa Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap Ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan pada perusahaan manufaktur sektor industri konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 20182020. Hasil penelitian membuktikan bahwa Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap Ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan pada perusahaan manufaktur sektor industri konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 20182020. Hasil penelitian membuktikan bahwa Kepemilikan Manajerial tidak berpengaruh terhadap Ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan pada perusahaan manufaktur sektor industri konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2018-2020. Hasil penelitian membuktikan bahwa Kompleksitas Operasi tidak berpengaruh terhadap Ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan pada perusahaan manufaktur sektor industri konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2018-2020. Hasil penelitian membuktikan bahwa Leverage tidak berpengaruh terhadap Ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan pada perusahaan manufaktur sektor industri konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 20182020. REFERENSI