2319 J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 12 Mei 2025 PELATIHAN PEMBUATAN PUDING DAUN KELOR DAN EDUKASI STUNTING DI PKK DUSUN NGIRENG-IRENG. SIDOMULYO. BAMBANGLIPURO. BANTUL Oleh Dewi Lanjar Sukmawati1. Dimas Adityo Saksono2. Yulia Miftahul Jannah3. Yuan Maulana Akhsan4. Minatun Nazwa5. Erlita Sekar Amelia6. Muhammad Aqil Fattah7. Sulastri8. Melani Lumbessy9. Stefani Yuliantari R10. Annisa Fatmawati11* 1,2,3,6,9,10,11Fakultas Ilmu Ilmu Kesehatan. Universitas Alma Ata. Yogyakarta 4,5,7Fakultas Komputer dan Teknik. Universitas Alma Ata. Yogyakarta. Indonesia 8Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Universitas Alma Ata. Yogyakarta. Indonesia E-mail: 11*annisafatma20@almaata. Article History: Received: 05-03-2025 Revised: 25-03-2025 Accepted: 09-04-2025 Keywords: Stunting. Puding. Kelor. KKN. PKK Abstract: Masyarakat di Dusun Ngireng-Ireng menanam kelor di pekarangan rumah dan belum pernah mendapatkan penyuluhan tentang stunting serta pemanfaatan daun kelor. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu-ibu PKK Dusun Ngireng-Ireng dalam pengolahan daun kelor menjadi puding. Metode kegiatan ini dengan penyampaian materi edukasi dan workshop pembuatan puding daun kelor (Moringa oleifer. dan pencegahan stunting. Lokasi kegiatan di Rumah Kepala Dusun Ngireng-Ireng. Media yang digunakan untuk mendukung penyampaian materi antara lain booklet AuPuding Kelor Kaya Gizi Cegah StuntingAy, laptop, ponsel, dan proyektor. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat peningkatan pemahaman tentang pencegahan stunting dan pengolahan puding daun kelor sebesar A40%. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif dan praktis secara partisipatif efektif dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat. PENDAHULUAN Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang masih menjadi tantangan di Indonesia. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting nasional mencapai 21,6%, yang meskipun mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, namun masih jauh dari target yang ditetapkan pemerintah sebesar 14% pada tahun 2024 (Kemenkes RI, 2. (Setiyawati et al. , 2. Stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan kognitif dan produktivitas jangka panjang (Daracantika. Aprilia. Besral, 2. Salah satu penyebab utama stunting adalah kurangnya asupan gizi yang seimbang sejak masa kehamilan hingga anak usia dua tahun. Oleh karena itu, intervensi yang berfokus pada peningkatan kualitas gizi keluarga, khususnya balita dan ibu hamil, menjadi sangat penting (Mustika and Syamsul, 2. Masyarakat perlu diberdayakan untuk mengenal dan memanfaatkan potensi pangan lokal yang kaya nutrisi untuk pencegahan stunting (Putri. Sulastri and Apsari, 2. Daun kelor (Moringa oleifer. merupakan salah satu sumber pangan lokal yang memiliki kandungan gizi tinggi, seperti protein, vitamin A, vitamin C, zat besi, dan kalsium, http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 12 Mei 2025 yang bermanfaat dalam mencegah dan mengatasi stunting (Fatmawati et al. , 2. Pengolahan daun kelor menjadi makanan yang menarik dan disukai, seperti puding, menjadi strategi efektif dalam memperkenalkan gizi seimbang kepada keluarga, terutama anak-anak (Yazid dan Nainggolan, 2. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Dusun Ngireng-Ireng. Sidomulyo. Bambanglipuro. Kabupaten Bantul, yang merupakan salah satu wilayah dengan potensi pengembangan pangan lokal namun masih menghadapi tantangan dalam edukasi gizi dan pencegahan stunting. Melalui pelatihan pembuatan puding daun kelor serta edukasi mengenai stunting kepada anggota PKK, diharapkan tercipta pemahaman dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari guna meningkatkan status gizi keluarga. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata Tematik Kelompok 12 (KKNT. Universitas Alma Ata Tahun 2025 yang mengusung tema kesehatan dan ketahanan pangan berbasis potensi lokal. Kegiatan dilaksanakan selama bulan Februari hingga Maret 2025 di Dusun Ngireng-Ireng. Kalurahan Sidomulyo. Kapanewon Bambanglipuro. Kabupaten Bantul. Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pendekatan partisipatif edukatif, yaitu melibatkan masyarakat sebagai mitra aktif dalam kegiatan pelatihan dan edukasi (Fatmawati et al. , 2. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan praktis dan penyuluhan interaktif, yang dirancang untuk mendorong partisipasi dan keberlanjutan program setelah kegiatan Sasaran utama kegiatan ini adalah kelompok PKK Dusun Ngireng-Ireng, khususnya para ibu rumah tangga yang memiliki peran strategis dalam pengelolaan gizi keluarga (Fatmawati et al. , 2. Jumlah peserta kegiatan sebanyak 15 orang yang tergabung dalam kelompok PKK setempat. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui beberapa tahapan yang terdapat pada Gambar 1. Observasi dan koordinasi awal (Gambar . Tim KKNT12 melakukan observasi lapangan dan koordinasi dengan perangkat dusun serta pengurus PKK untuk mengetahui kondisi sosial, potensi lokal, dan kebutuhan masyarakat terkait gizi dan pangan sehat. Penyuluhan stunting. Edukasi tentang stunting diberikan melalui penyampaian materi menggunakan media visual seperti slide presentasi dan booklet, serta diskusi tanya jawab (Parmadi et al. , 2. Materi meliputi definisi stunting, penyebab, dampak, dan upaya pencegahan melalui pola asuh dan konsumsi gizi seimbang. Pelatihan pembuatan puding daun kelor dilakukan secara demonstratif dan partisipatif (Yazid dan Nainggolan, 2. Tim memberikan contoh proses pembuatan puding daun kelor mulai dari pemilihan bahan, proses pembuatan, hingga penyajian. Peserta juga dilibatkan secara aktif dalam praktik Evaluasi dilakukan secara lisan dengan mengukur pemahaman peserta terhadap materi edukasi dan kemampuan mereka dalam mempraktikkan resep puding daun kelor. Peserta juga diberikan booklet resep dan informasi gizi untuk digunakan secara mandiri di rumah (Fatmawati et al. , 2. ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 12 Mei 2025 Observasi dan Koordinasi Awal Penyuluhan Stunting Pelatihan Pembuatan Puding Daun Kelor Evaluasi dan Tindak Lanjut Gambar 1. Metode Pengabdian Masyarakat di Dusun Ngireng-Ireng Data penyuluhan dan pelatihan dikumpulkan menggunakan metode observasi partisipatif, wawancara informal, dan dokumentasi kegiatan berupa foto dan catatan Selain itu, kuisioner singkat juga dibagikan untuk mengevaluasi tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan edukasi (Kharisna et al. , 2. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan proses, partisipasi, dan dampak awal dari kegiatan pelatihan dan edukasi (Ekasari et al. , 2. Gambar 2. Media Booklet Puding Daun Kelor dan Stunting HASIL Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh tim KKNT Kelompok 12 Universitas Alma Ata pada 16 Februari 2025 memberikan hasil yang positif dan berdampak langsung bagi masyarakat sasaran, yaitu kelompok PKK Dusun Ngireng-Ireng. Kegiatan ini terdiri atas dua agenda utama, yaitu edukasi mengenai stunting dan pelatihan pembuatan puding daun kelor. Berikut hasil yang diperoleh dari pelaksanaan kegiatan: Sesi edukasi berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai definisi stunting, faktor penyebab, dampak jangka panjang, serta cara pencegahannya. Berdasarkan hasil kuisioner pra dan pasca kegiatan (Tabel . , terdapat peningkatan pemahaman sebesar A40% dari peserta yang sebelumnya belum mengetahui secara rinci tentang stunting. Peserta mulai memahami pentingnya gizi seimbang sejak masa kehamilan hingga usia balita, serta peran ibu dalam pengasuhan dan pemenuhan nutrisi anak . Melalui pelatihan pembuatan puding daun kelor, peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam mengolah makanan bergizi dari bahan lokal yang mudah diperoleh dan terjangkau (Tabel . Peserta mengikuti seluruh proses secara aktif, mulai dari persiapan bahan, proses pengolahan, hingga penyajian akhir. Beberapa peserta bahkan menyatakan minat untuk mencoba resep tersebut di rumah sebagai variasi camilan sehat http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 12 Mei 2025 untuk keluarga (Munawaroh et al. , 2. Tabel 1. Pemahaman tentang Pencegahan Stunting & Pembuatan Puding Kelor Pretes (%) Postes (%) No Pernyataan (N=. Paham Tidak Paham Tidak Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada 1 anak akibat kekurangan gizi dalam waktu (Jawaban: Sala. Daun kelor mengandung vitamin A, kalsium, 2 dan zat besi yang baik untuk mencegah stunting pada anak. (Jawaban: Bena. Anak yang terkena stunting hanya mengalami perkembangan otaknya tetap normal. (Jawaban: Sala. Puding daun kelor dapat menjadi alternatif makanan sehat yang disukai anak-anak karena memiliki rasa yang lezat dan tetap (Jawaban: Bena. Pencegahan stunting hanya bergantung pada pemberian suplemen gizi, tanpa perlu memperhatikan pola makan sehari-hari. (Jawaban: Sala. Kegiatan ini dihadiri oleh 15 peserta dari anggota PKK, 10 mahasiswa KKNT, serta didampingi oleh dosen pembimbing apt. Annisa Fatmawati. Farm dan dihadiri oleh Ibu Lurah Dusun Ngireng-Ireng. Sunarti. Pd. Seluruh peserta menunjukkan keterlibatan aktif, baik dalam sesi edukasi maupun pelatihan. Tingginya partisipasi mencerminkan bahwa isu gizi dan pengolahan pangan lokal merupakan tema yang relevan dengan kebutuhan ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 12 Mei 2025 Gambar 3. Pelatihan Pembuatan Puding Daun Kelor di Dusun Ngireng-Ireng DISKUSI