Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Penguatan Literasi Membaca bagi Siswa Madrasah Ibtidaiyah melalui Program GEMA MI Khoirunisa Nur AoAini1. Qurnia Isna Arahim2. Hakim Nur Seha3. Yunus Sulistyono4*. Niken Pupy Satyawati5 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Indonesia Fakultas Komunikasi dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Karanganyar. Indonesia INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK Histori Artikel: Program GEMA MI (Gerakan Membaca Madrasah Ibtidaiya. merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan literasi membaca siswa di MI Muhammadiyah Pilang. Program ini dirancang untuk menumbuhkan minat baca dan keterampilan literasi siswa melalui kombinasi metode membaca bersama, pemanfaatan E-book, tayangan video animasi edukatif, serta diskusi reflektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan mahasiswa PGSD UMS sebagai pendamping kegiatan literasi. Kegiatan dilakukan setiap Jumat dan Sabtu selama delapan kali pertemuan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan minat dan kemampuan membaca, memahami, serta menganalisis informasi dari bacaan. Pemanfaatan media digital seperti proyektor dan video animasi terbukti efektif dalam menarik perhatian siswa dan membantu mereka memahami isi bacaan dengan lebih Selain itu, diskusi interaktif setelah menonton video mendorong siswa untuk berpikir kritis dan mampu mengungkapkan pendapat secara lisan. Meskipun terdapat tantangan berupa keterbatasan fasilitas teknologi, program ini secara keseluruhan berhasil menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan membangun budaya literasi di lingkungan sekolah. Program GEMA MI memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai model pembelajaran literasi di tingkat pendidikan dasar, guna mewujudkan generasi yang memiliki kecakapan literasi sebagai bekal pembelajaran sepanjang hayat. Submit: 15 Mei 2025 Revisi: 22 Juni 2025 Diterima: 25 Juni 2025 Publikasi: 29 Juni 2025 Periode Terbit: Juni 2025 Kata Kunci: GEMA MI, literasi membaca, minat baca, teknologi dalam literasi Correspondent Author: Yunus Sulistyono Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Indonesia Email: ys122@ums. Pendahuluan Literasi merupakan aktivitas yang melekat dalam kehidupan masyarakat modern, terutama dalam konteks pendidikan (Wardhani et al. 2022, 2. Literasi tidak hanya sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi mengevaluasi, serta menggunakan informasi secara efektif dalam berbagai aspek kehidupan. Salah satu bentuk literasi yang fundamental adalah membaca (Ningrum et al. , 2. Dalam dunia pendidikan, gerakan literasi membaca di kalangan peserta didik dirancang agar siswa tidak sekadar mampu membaca secara mekanis, tetapi juga dapat memahami, menginterpretasi, serta mengevaluasi bacaan yang mereka konsumsi (Mahardhani et al. , 2. Hal ini selaras dengan tujuan pendidikan nasional yang menekankan pada pembentukan manusia yang berpengetahuan, cerdas, dan berkarakter. Pemerintah Indonesia telah memberikan perhatian serius terhadap peningkatan literasi Penguatan Literasi Membaca bagi Siswa Madrasah Ibtidaiyah melalui Program GEMA MI . e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 melalui berbagai kebijakan, salah satunya adalah Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 yang mewajibkan kegiatan membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai (Antasari, 2. Kebijakan ini bertujuan menumbuhkan minat baca siswa, sekaligus meningkatkan kemampuan kognitif, intelektual, dan karakter siswa sejak Upaya ini menunjukkan bahwa penguatan literasi menjadi bagian integral dalam sistem pendidikan nasional, baik di sekolah umum maupun di lembaga pendidikan berbasis keagamaan seperti Madrasah Ibtidaiyah. Irianto & Febrianti . mengemukakan bahwa kemampuan literasi pada dasarnya merupakan kemampuan dasar seseorang untuk Tanpa kemampuan literasi yang baik, seseorang akan mengalami kesulitan dalam memahami informasi, baik secara lisan maupun Literasi pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kreatif yang sangat diperlukan dalam Namun, kenyataannya, tingkat literasi di Indonesia masih tergolong rendah, terutama di tingkat sekolah dasar (Abidin, 2. Rendahnya kemampuan literasi ini berimplikasi pada rendahnya minat baca di kalangan siswa, yang pada akhirnya berdampak pada kemampuan kognitif dan intelektual yang kurang optimal. Faktor-faktor rendahnya minat baca siswa cukup beragam, mulai dari kurangnya akses terhadap sumber bacaan, minimnya fasilitas pendukung seperti perpustakaan, hingga kecenderungan anak-anak yang lebih memilih bermain gawai daripada membaca buku. Dafit . menegaskan bahwa salah satu penyebab rendahnya minat baca siswa adalah kesulitan mereka dalam memahami bacaan serta kurangnya perhatian dari pihak sekolah dalam menyediakan sumber belajar yang Di banyak sekolah, perpustakaan belum menjadi sarana yang optimal dalam menunjang kebiasaan membaca siswa. Bukubuku yang tersedia pun seringkali belum sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa. Praktik pendidikan di Indonesia juga memperlihatkan bahwa proses pembelajaran belum sepenuhnya berjalan merata dan responsif terhadap kebutuhan siswa (Mas et al. , 2. Pendidikan seharusnya menjadi sarana yang mampu menjadikan setiap individu sebagai pembelajar sepanjang hayat, namun dalam praktiknya masih terdapat kesenjangan, terutama dalam pengembangan literasi. Keterampilan literasi yang rendah menunjukkan adanya tantangan dalam proses pendidikan yang perlu segera diatasi melalui inovasi dan strategi yang efektif. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan literasi siswa adalah melalui program-program khusus yang dirancang untuk membudayakan kebiasaan membaca di sekolah. Salah satunya adalah Program GEMA MI (Gerakan Membaca Madrasah Ibtidaiya. , yang merupakan gerakan untuk membiasakan siswa Madrasah Ibtidaiyah dalam kegiatan membaca secara rutin dan terstruktur (Widayoko et al. , 2. Program ini tidak hanya fokus pada kemampuan membaca teks, tetapi juga mengembangkan kemampuan memahami, menganalisis, serta menyebarkan informasi yang diperoleh dari bacaan. Dengan demikian, siswa tidak hanya menjadi pembaca pasif, tetapi juga mampu mengolah informasi menjadi pengetahuan yang berguna bagi dirinya dan lingkungan sekitarnya (Ifrida et al. , 2. Penguatan Literasi Membaca bagi Siswa Madrasah Ibtidaiyah melalui Program GEMA MI . Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 Pelaksanaan Program GEMA MI di MI Muhammadiyah Pilang menjadi salah satu contoh upaya peningkatan literasi di tingkat sekolah dasar berbasis keagamaan. Berdasarkan pengamatan awal, kemampuan literasi siswa di MI Muhammadiyah Pilang menunjukkan adanya disparitas yang cukup signifikan. Beberapa siswa memiliki kemampuan literasi yang kuat, sedangkan sebagian lainnya masih mengalami kesulitan dalam membaca dan memahami teks. Faktor-faktor seperti latar belakang keluarga, ketersediaan literatur di rumah, dan pengalaman belajar yang didapatkan siswa menjadi determinan penting dalam perkembangan literasi Selain itu, tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan literasi di sekolah tidak hanya terkait dengan kebiasaan membaca, tetapi juga dengan perubahan perilaku anak-anak yang lebih tertarik pada teknologi digital seperti Penggunaan gawai yang tidak terkontrol mengakibatkan berkurangnya waktu yang digunakan untuk membaca buku secara Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam mengintegrasikan literasi dengan teknologi agar minat baca siswa tetap terjaga di tengah pesatnya perkembangan era digital. Gambar 1 menunjukkan keterlibatan mahasiswa dalam memberikan pendampingan kepada siswa dalam kegiatan membaca. Pendampingan seperti ini penting untuk memastikan bahwa siswa tidak hanya membaca secara teknis, tetapi juga mendapatkan bimbingan dalam memahami makna bacaan. Selain itu, kegiatan ini juga dapat membantu menanamkan kebiasaan membaca sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari siswa. Dengan demikian. Program GEMA MI diharapkan mampu menumbuhkan minat baca sejak usia e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. dini serta membangun kebiasaan membaca yang Melalui terstruktur dan didukung oleh berbagai pihak, seperti guru, mahasiswa pendamping, dan orang tua, diharapkan siswa dapat memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan literasi, dan memiliki keterampilan berpikir kritis yang menjadi dasar bagi kesuksesan pendidikan dan kehidupan mereka di masa depan. Metode Pelaksanaan Program GEMA MI (Gerakan Membaca Madrasah Ibtidaiya. dilaksanakan di MI Muhammadiyah Pilang intervensi untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa. Kegiatan ini dilakukan selama dua hari dalam satu minggu, yaitu setiap hari Jumat dan Sabtu, dengan total delapan kali pertemuan. Program ini menyasar siswa Madrasah Ibtidaiyah yang menjadi peserta bimbingan belajar, dengan melibatkan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sebagai pendamping kegiatan. Setiap sesi kegiatan diawali dengan kegiatan membaca bersama yang dilakukan selama 15 menit sebelum dimulainya bimbingan Mahasiswa pendamping menyediakan Ebook yang telah disusun oleh mahasiswa PGSD UMS sebagai bahan bacaan utama. E-book tersebut ditampilkan melalui proyektor sehingga seluruh siswa dapat membaca bersama-sama Dalam pelaksanaannya, siswa membaca secara bergiliran dengan bimbingan mahasiswa agar setiap siswa mendapatkan kesempatan untuk berlatih membaca dan memahami isi bacaan yang disampaikan. Penguatan Literasi Membaca bagi Siswa Madrasah Ibtidaiyah melalui Program GEMA MI . e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 Selain membaca E-book, metode lain yang digunakan untuk meningkatkan pemahaman literasi siswa adalah dengan menonton video animasi edukatif. Video animasi ini dipilih karena dinilai mampu menyajikan materi berupa cerita, konsep, maupun informasi dalam bentuk visual yang menarik dan dinamis. Penyajian materi secara visual dapat membantu siswa dalam memproses informasi dengan lebih baik serta meningkatkan daya ingat terhadap isi materi yang disampaikan. Setelah menonton video, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang difasilitasi oleh mahasiswa. Siswa diajak untuk merefleksikan isi video melalui pertanyaan-pertanyaan merangsang kemampuan berpikir kritis dan keterampilan mengungkapkan pendapat. Dengan kombinasi metode membaca bersama, pemanfaatan media digital seperti Ebook dan video animasi, serta diskusi interaktif, diharapkan siswa tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga memahami, menganalisis, dan mengomunikasikan informasi yang diterima, sejalan dengan tujuan penguatan literasi dalam pendidikan (Ifrida et al. , 2023. Widayoko et al. , 2. pemahaman literasi melalui media digital dan aktivitas reflektif. Berdasarkan hasil observasi dan pendampingan, terdapat beberapa aspek penting yang dapat dikemukakan sebagai hasil dari implementasi program GEMA MI, yang mencakup pengertian literasi membaca, tujuan dan manfaat program, serta dampak yang dihasilkan dari pelaksanaan program tersebut. Hasil Pelaksanaan dan Pembahasan Pelaksanaan Program GEMA MI (Gerakan Membaca Madrasah Ibtidaiya. di MI Muhammadiyah Pilang menunjukkan capaian yang signifikan dalam upaya meningkatkan minat baca dan keterampilan literasi siswa. Program ini dirancang sebagai upaya untuk membangun budaya membaca di kalangan siswa Madrasah Ibtidaiyah melalui pendekatan yang variatif dan inovatif. Dalam pelaksanaannya, program ini tidak hanya menitikberatkan pada aktivitas membaca teks, tetapi juga memperkuat Literasi Membaca Literasi merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap individu dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan di era modern ini. Menurut Rahmawati et al. dan Wahyudi et al. , literasi menjadi fondasi utama bagi setiap orang untuk mampu mengakses, memahami, serta mengolah informasi yang diperoleh dari berbagai sumber. Literasi tidak hanya sekadar aktivitas membaca dan menulis, tetapi lebih dari itu, literasi mencakup keterampilan berpikir kritis, analitis, perkembangan teknologi dan informasi. Putri et al. menjelaskan bahwa literasi juga dapat dimaknai sebagai gerakan yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan buta huruf yang masih ada di lingkungan Dalam pengertian yang lebih luas, literasi adalah kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi yang diperoleh melalui proses membaca dan menulis. Sudarso . menegaskan bahwa membaca merupakan aktivitas yang kompleks, karena tidak hanya melibatkan kemampuan melafalkan tulisan, tetapi juga melibatkan aktivitas visual, berpikir, psikolinguistik, dan metakognitif secara simultan. Literasi sendiri memiliki berbagai bidang, di antaranya literasi baca-tulis, literasi numerasi. Penguatan Literasi Membaca bagi Siswa Madrasah Ibtidaiyah melalui Program GEMA MI . Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 literasi sains, literasi digital, literasi finansial, literasi budaya, dan literasi kewarganegaraan (Pamungkas et al. , 2. Dengan beragamnya bentuk literasi tersebut, jelas bahwa kemampuan literasi menjadi kompetensi yang harus dikuasai oleh individu sejak dini agar mampu menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi informasi (Hayati et al. , 2. Dalam perkembangannya, definisi literasi terus mengalami evolusi sesuai dengan perubahan zaman. Dahulu, literasi hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan Namun, saat ini literasi sudah meluas dalam berbagai dimensi, seperti literasi media, literasi komputer, literasi sains, literasi sekolah, dan lain sebagainya (Susanti et al. , 2. Istilah literasi sendiri dalam bahasa Indonesia merupakan serapan dari kata literacy dalam bahasa Inggris, yang secara etimologis berasal dari bahasa Latin literatus, yang berarti "orang yang belajar". Oleh karena itu, literasi memiliki hubungan yang erat dengan proses pembelajaran sepanjang hayat (Supriyono et al. , 2. UNESCO (The United Nations Educational. Scientific Cultural Organizatio. mendefinisikan literasi sebagai seperangkat keterampilan nyata, terutama keterampilan dalam membaca dan menulis, tanpa memandang konteks di mana keterampilan Pengertian ini menegaskan bahwa literasi bukan hanya sekadar kemampuan teknis, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan fungsional dalam memanfaatkan informasi untuk meningkatkan kualitas hidup seseorang. Implementasi program literasi di sekolahsekolah dasar menjadi sangat penting, mengingat masa pendidikan dasar adalah fondasi utama bagi perkembangan kemampuan literasi anak. e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Oleh karena itu, penguatan literasi membaca menjadi prioritas utama dalam pendidikan dasar untuk memastikan bahwa siswa memiliki keterampilan yang memadai dalam mengakses informasi, memahami isi bacaan, serta mampu berpikir kritis terhadap informasi yang diperoleh (Adhantoro et al. , 2. Program GEMA MI Literasi dasar, khususnya literasi membaca, merupakan keterampilan fundamental yang wajib ditanamkan sejak dini, terutama di tingkat sekolah dasar (Ristanto et al. , 2. Membaca tidak hanya menjadi bagian integral dari kegiatan belajar, tetapi juga merupakan pintu gerbang untuk mengenal, memahami, dan menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh dari berbagai sumber. Penguatan literasi membaca memiliki dasar hukum yang jelas sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, khususnya pada BAB i Pasal 4 Ayat 5, yang menyatakan bahwa: AuPendidikan mengembangkan budaya membaca, menulis, dan berhitung bagi segenap warga dan masyarakat. Ay Peraturan ini menegaskan pentingnya membangun budaya literasi sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional. Thomas . dalam penelitiannya juga menyatakan bahwa program literasi memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan prestasi siswa. Dengan kata lain, literasi bukan hanya sekadar keterampilan teknis, tetapi juga berpengaruh signifikan terhadap capaian akademik siswa di sekolah. Tujuan umum dari Program GEMA MI adalah untuk menumbuhkan budi pekerti Penguatan Literasi Membaca bagi Siswa Madrasah Ibtidaiyah melalui Program GEMA MI . e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah. Dengan adanya pembiasaan membaca melalui GEMA MI, siswa diharapkan dapat menjadi pembelajar sepanjang hayat yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan reflektif dalam menghadapi berbagai persoalan Literasi yang tertanam dalam diri siswa tidak hanya meningkatkan kemampuan memahami bacaan, tetapi juga memperkuat kemampuan menganalisis dan mengevaluasi informasi secara lebih mendalam. Andreani . menyatakan bahwa budaya literasi menjadi salah satu indikator kemajuan bangsa dan memperoleh perhatian serius di tingkat Literasi yang baik menciptakan masyarakat yang cerdas, adaptif, dan mampu bersaing di era global (Sulistyanto et al. , 2. Program GEMA MI yang diterapkan di MI Muhammadiyah Pilang telah memberikan hasil yang positif. Sebelum program dilaksanakan, sebagian besar siswa kurang memiliki minat membaca, bahkan ada yang merasa membaca adalah aktivitas yang membosankan. Namun, setelah implementasi program ini yang memadukan media digital dan metode pembelajaran interaktif, terjadi perubahan yang signifikan pada antusiasme siswa terhadap kegiatan membaca. Mahasiswa pendamping dari PGSD UMS memfasilitasi kegiatan membaca dengan menampilkan E-book melalui proyektor agar siswa dapat membaca secara bersama-sama. Selain itu, pemanfaatan tayangan visual seperti video animasi edukatif menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa. Nasrullah et al. mengemukakan bahwa literasi digital sangat efektif dalam meningkatkan minat baca karena siswa dapat memproses berbagai informasi, memahami pesan, dan berkomunikasi secara efektif melalui beragam bentuk media. Kegiatan membaca yang diiringi dengan menonton video animasi edukasi mampu menyajikan cerita, konsep, atau informasi dalam bentuk visual yang dinamis. Hal ini memudahkan siswa untuk memproses informasi yang kompleks dengan cara yang lebih Setelah menonton video, siswa diajak berdiskusi bersama untuk merefleksikan isi video, mengajukan pertanyaan, dan memberikan pendapat (Adhantoro et al. , 2. Proses ini secara tidak langsung melatih kemampuan berpikir kritis dan keterampilan berbicara siswa. Pada tahap ini, mahasiswa pendamping memiliki peran penting sebagai fasilitator sekaligus motivator dalam mendampingi siswa. Tidak hanya sekadar membimbing dalam membaca, tetapi juga mengarahkan siswa untuk memahami isi bacaan dan mengaitkannya dengan pengalaman sehari-hari. Kegiatan ini juga memperkuat aspek afektif siswa, seperti menumbuhkan rasa ingin tahu, meningkatkan percaya diri saat berbicara, serta kemampuan bekerja sama dalam kelompok. Gambar 1 berikut ini memperlihatkan proses pendampingan mahasiswa dalam mendukung kegiatan membaca siswa melalui Program GEMA MI: Gambar 1. Mahasiswa Memberikan Pendampingan dalam Membaca Penguatan Literasi Membaca bagi Siswa Madrasah Ibtidaiyah melalui Program GEMA MI . Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 Pendekatan yang diterapkan dalam program ini berhasil membuat siswa lebih aktif dalam kegiatan membaca. Sebagian besar siswa mulai menunjukkan ketertarikan terhadap buku bacaan, bahkan ada siswa yang mulai berinisiatif untuk membaca di luar waktu yang telah Ini menandakan adanya perubahan perilaku yang positif terkait minat baca siswa. Di samping itu, meskipun pelaksanaan program berjalan cukup efektif, terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi, seperti keterbatasan fasilitas teknologi dan kendala teknis saat pemutaran video atau proyeksi Ebook. Namun demikian, kendala tersebut dapat diminimalisir dengan dukungan dari pihak sekolah serta kreativitas mahasiswa dalam mengatasi keterbatasan tersebut. Secara keseluruhan. Program GEMA MI terbukti mampu memberikan dampak positif dalam meningkatkan literasi siswa. Program ini bukan hanya sekadar meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga memperkuat kemampuan memahami, menganalisis, dan menyampaikan informasi kembali dalam bentuk lisan maupun Dengan demikian, program ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut, baik di sekolah-sekolah dasar lainnya maupun di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Ke depan, penguatan program serupa perlu mendapat dukungan lebih lanjut dari berbagai Peningkatan fasilitas teknologi, penyediaan bahan bacaan yang bervariasi, serta pelatihan bagi pendidik dalam menggunakan media digital untuk literasi menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan program ini. Dengan kolaborasi yang solid, upaya peningkatan budaya e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. literasi di Indonesia akan semakin efektif dan merata di berbagai kalangan. Simpulan Berdasarkan hasil pelaksanaan Program GEMA MI (Gerakan Membaca Madrasah Ibtidaiya. di MI Muhammadiyah Pilang, dapat disimpulkan bahwa program ini efektif dalam meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi siswa. Program yang dirancang melalui menggunakan E-book yang ditayangkan melalui proyektor, menonton video animasi edukatif, serta diskusi interaktif, mampu menciptakan menyenangkan bagi siswa. Kegiatan literasi yang dikemas dengan media digital terbukti mampu memotivasi siswa untuk lebih aktif dalam membaca, memahami isi bacaan, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan Selain pendampingan yang dilakukan oleh mahasiswa PGSD UMS memberikan kontribusi signifikan dalam membimbing siswa agar lebih terarah dalam membaca dan memahami informasi. Program ini juga berkontribusi dalam membangun budaya literasi yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis membaca, tetapi juga pada penguatan kemampuan analitis, reflektif, dan komunikatif siswa. Meskipun terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan fasilitas teknologi dan perangkat pendukung, secara umum Program GEMA MI berhasil memberikan dampak positif yang nyata terhadap peningkatan keterampilan literasi siswa. Oleh karena itu, program ini memiliki potensi besar untuk direplikasi dan dikembangkan lebih luas di berbagai lembaga pendidikan dasar lainnya, dengan dukungan penuh dari sekolah, orang tua. Penguatan Literasi Membaca bagi Siswa Madrasah Ibtidaiyah melalui Program GEMA MI . e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. serta pemangku kepentingan terkait guna mewujudkan generasi pembelajar sepanjang Daftar Pustaka