GEMILANG: Jurnal Manajemen dan Akuntansi Vol. No. 4 Oktober 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 46-68 PENERAPAN PERENCANAAN PRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PRODUKSI DI ERA NEW NORMAL PADA HOME INDUSTRY AR BAKERY NGANJUK Nur Rahmanti Ratih Universitas Islam Kadiri Kediri Hazzel Mellya Nanda Universitas Islam Kadiri Kediri Putri Awalina Universitas Islam Kadiri Kediri Email: hazzelmellya85@gmail. ABSTRACT This research was motivated by problems in the AR Bakery home industry which had not produced during the Covid-19 pandemic. The existence of slack for activities in the new normal era makes the AR Bakery home industry have a new production strategy in the face of a surge in consumer purchases. The existence of these problems, the researcher aims to determine the application of production planning in increasing the efficiency and effectiveness of production in the new normal era in the Home industry AR Bakery Nganjuk. This study uses a research method with a descriptive quantitative approach with interview data collection techniques and sales data documentation during the 2021 period. An analysis of the calculation of the aggregate method will be carried out using the level strategy, chase strategy and mix strategy. Based on the results of the analysis and interpretation, it can be concluded that: the aggregate level strategy method has a fixed labor efficiency, 34. 2% cost efficiency, 0% efficiency, and 0. 28% effectiveness. the chase strategy hire and layoff has 50. 2% cost efficiency, 0. 49% time efficiency and 0. 28% effectiveness. subcontract chase strategy has 20% labor efficiency, 45. 3% cost efficiency, 20% time efficiency and 0. 22% effectiveness. mix strategy overtime has 40. 2% cost efficiency, time efficiency is less than 5. 15% and effectiveness is 0. 30% and overtime mix strategy with layoff has 20% labor efficiency, 51. cost efficiency, 1. 63% time efficiency and 0. 27% effectiveness . So that the AR Bakery home industry can apply the overtime aggregate production planning method by using 5 workers with lower cost effectiveness and sufficient production effectiveness. Keywords: Production Planning. Efficiency. Effectiveness. New Normal Era ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi adanya permasalahan di home industry AR Bakery yang sempat tidak berproduksi selama pandemi Covid-19. Adanya kelonggaran aktivitas di era new normal membuat home industry AR Bakery memiliki strategi produksi baru dalam menghadapi lonjakan pembelian konsumen. Adanya permasalahan tersebut, peneliti bertujuan untuk mengetahui penerapan perencanaan produksi dalam meningkatkan Received Agustus 30, 2022. Revised September 2, 2022. September 22, 2022 *Corresponding author, e-mail address hazzelmellya85@gmail. MERG GEMILANG Vol. No. 4 Oktober 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 46-68 efisiensi dan efektivitas produksi di era new normal pada Home industry AR Bakery Nganjuk. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data interview dan dokumenasi data penjualan selama periode 2021 akan dilakukan analisis perhitungan metode agregat dengan menggunakan level strategy, chase strategy dan mix strategy. Berdasarkan hasil analisis dan interpretasi dapat disimpulkan bahwa: metode agregat level strategy memiliki efisiensi tenaga kerja yang tetap, efisiensi biaya sebesar 34. 2% efisiensi 0%, dan efektifitas 0,28%. chase strategy hire and layoff memiliki efisiensi biaya 50. efisiensi waktu 0,49% dan efektivitas 0,28%. chase strategy subkontrak memiliki efisiensi tenaga kerja 20%, efisiensi biaya 45. 3%,efesiensi waktu 20% dan efektifitas 0,22%. strategy overtime memiliki efisiensi biaya 40,2%, efisiensi waktu kurang dari 5. 15% dan efektivitas 0,30% dan untuk mix strategy overtime dengan layoff memiliki efisiensi tenaga kerja 20%, efisiensi biaya 51. 8%, efisiensi waktu 1. 63% dan efektivitas 0. Sehingga home industry AR Bakery dapat menerapkan perencanaan produksi metode agregat overtime dengan menggunakan 5 tenaga kerja dengan efektifitas biaya lebih rendah dan efektifitas produksi cukup. Kata Kunci : Perencanaan Produksi. Efisiensi. Efektivitas. Era New normal LATAR BELAKANG Pada era new normal atau masa pemulihan pandemi Covid-19 membuat persaingan di berbagai sektor bisnis beregulasi sangat pesat. Begitu juga dalam sector industri perdagangan makanan dan minuman semakin banyak yang mengenalkan perusahaan baru dari jenis yang sama dengan item yang inovatif dan sangat baik. Bermunculnya industri yang sejenis memicu setiap industri untuk menunjukkan kemampuannya. Setiap pengelola industri memiliki cara dan teknik tersendiri untuk mengembangkan usahanya. Hampir setiap perusahaan dan industri baik dari skala mikro maupun makro terusmenerus memperkenalkan kemajuan baru pada produk yang mereka buat. Inovasi-inovasi tersebut dilakukan agar terjadi korporasi yang mampu memenangkan persaingan dan menguasai pasar. Semakin ketatnya persaingan di bidang makanan dan kuliner seperti sekarang ini, menuntut setiap perusahaan harus memiliki manajemen yang efektif. Untuk mengantisipasi dan mengatasi setiap perubahan yang terjadi, yang salah satunya terinspirasi dari terobosan-terobosan teknis, karena perkembangan tersebut memiliki kemampuan untuk mengarah pada inovasi produk yang menghasilkan kebutuhan masyarakat yang lebih besar. Perusahaan harus dapat menentukan metode-metode yang sesuai yang dapat digunakan dalam membuat strategi yang mampu memberikan hasil yang ingin dicapai yakni PENERAPAN PERENCANAAN PRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PRODUKSI DI ERA NEW NORMAL PADA HOME INDUSTRY AR BAKERY NGANJUK efisiensi dan efektiktivitas. Apalagi dimasa pemulihan ekonomi dampak Covid-19, sebagai industri harus mampu memaksimalkan sumber-sumber yang ada dan mengoptimalkan biaya agar mampu membantu menyerap tenaga kerja yang dapat memulihakan masyarakat sekitar. Perencanaan dan perkiraan yang mampu mencangkup sumber daya dan biaya adalah perencanaan produksi. Menurut (Hanum, 2. , dapat melakukan perencanaan produksi dan optimalisasi sumber daya serta efisiensi biaya perusahaan dapat memnggunakan agregat Metode ini dilakukan untuk meramalkan permintaan, kapasitas fasilitas, persediaan jumlah tenaga kerja dan input produksi yang saling berkaitanKonsep efektivitas dan efisiensi dalam aktifitas produksi merupakan satu kesatuan yang memiliki konsentrasi berbeda, meskipun dalam satuan aktifitas produksi yang sama dalam satu perusahaan. Menurut Suharsana & Natalelawati . , efisiensi adalah hubungan antara keluaran berupa produk atau jasa yang dihasilkan dengan sumber daya yang dibutuhkan untuk menghasilkan keluaran tersebut. Sehingga jika perusahaan menghendaki produksinya efisien harus dapat memperhatikan perencanaan perhitungan sumber daya yang digunakan baik sumber daya manusia dengan memberikan pengaturan jumlah pekerja dan jam kerja dalam melakukan proses produksi. Menurut Rudianto & Saat . , efektivitas proses produksi adalah aktivitas bisni yang menjadi kunci dalam mengidentifikasi bagaimana proses dan aktivitas tersebut bisa diperbaiki untuk menurunkan biaya dan meningkatkan nilai . bagi pelanggan. Beberapa faktor-faktor yang dapat direncanakan dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas terkait aktiftas produksi adalah aneka biaya biaya-biaya yang dapat direncakan dan diatur dalam mencapai tujuan produksi adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead serta manajemen tenaga kerja dan waktu kerja yang digunakan dalam menghasilkan produk. Salah satu pabrik roti yang ada di Kabupaten Nganjuk adalah AR BAKERY yang terletak di Desa Garu. Kecamatan Baron. AR Bakery berdiri pada tahun 2002 dengan kapasitas produksi yang cukup tinggi mencapai >1. 000 packing box. AR Bakery merupakan rumah industri aneka jenis roti manis, bakpia dan donat. Pada pengelola AuAR BakeryAy ada beberapa bahan yang dibatasi saat produksinya yaitu, roti-roti yang menggunakan bubuk kakao dan gula pasir, yang memerlukan tenaga ahli dan harga coklat yang lebih mahal dari GEMILANG - VOLUME 2. NO. Oktober 2022 GEMILANG Vol. No. 4 Oktober 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 46-68 bahan lainnya. Sehingga perlu dibatasi tenaga kerjanya dan perencanaan bahan baku saat produksi, agar sesuai dengan target hasil prduksi dan biaya produksi yang dapat Selama masa pandemi seiring dengan adanya pemberlakukan pembatasan kegiatan ekonomi, membuat home industri AuAR BakeryAy sempat tutup dikarenakan sepi Pada tahun 2021 seiring dengan adanya kelongarann aktivitas seperti acara pernikahan, dan pemulihan ekonomi nasional di era new normal. AuAR BakeryAy mulai beroperasional lagi dengan diiringi banyaknya harga bahan baku yang juga mengalami Tenaga kerja yang dulu harus berhenti sementara juga dipekerjakan kembali. Karena di awal tahun 2021 mulai banyak pesanan dari bebagai acara pernikahan, event-event keagamaan maupun acara perkumpulan warga seperti arisan, rapat dan lainnya. Adanya peningkatan pembeli ini diprediksikan pemilik AuAR BakeryAy akan terus naik di masa new normal di tahun-tahun berikutnya. Pemilik usaha sekaligus manajer produksi perlu menata lagi keuangan dalam aktivitas produksi mulai dari pemenuhan baku dengan sistem harga baru dengan perhitungan hasil produksi yang harus memenuhi target, lamanya waktu kerja untuk dapatmenyelesaikan target pruduksi di beberapa produk roti, serta manajemen kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk dapat menyelesaikan target produksi dengan pengeluaran biaya dan waktu yang se-efisien dan se-efektif mungkin untuk dijalankan dalam menghadapai kemungkinan lonjakan pesanan dan kecukupan modal di era new normal. Adanya perubahan kebijakan era new normal membuat Home industry AuAR BakeryAy harus dapat membuat perencanaan baru yang belum pernah diterapkan, sehingga belum mencapai keuntungan yang maksimal dan efisiensi serta efektifitas pelaksanaan produksi yang belum terukur. Peneliti berkeinginan memberikan kontribusi perencanaan produksi dengan metode baru yang mempu mencapai tingkat efesiensi dan efektivitas yang dapat mengurangi resiko kerugian di era new normal, maka peneliti memutuskan membuat judul penelitian AuPenerapan Perencanaan Produksi Untuk Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas Produksi di Era New normal Pada Home industry AR Bakery NganjukAy. KAJIAN TEORITIS PERENCANAAN PRODUKSI PENERAPAN PERENCANAAN PRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PRODUKSI DI ERA NEW NORMAL PADA HOME INDUSTRY AR BAKERY NGANJUK Perencanaan produksi merupakan suatu perencanaan taktis yang bertujuan untuk dapat memberikan suatu keputusan yang optimum berdasarkan sumber daya yang dimiliki pada setiap perusahaan dalam memenuhi permintaan produk yang dihasilkan. Menurut Hanum . AuPerencanaan produksi disusun berdasarkan kapasitas yang dimiliki perusahaan seperti bahan baku, mesin, tenaga kerja, dan bahan pembantu. Sumber daya dan fasilitas produksi merupakan sesuatu yang sifatnya terbatas sehingga perlu digunakan secara efektif dan efisienAy Sedangkan Patrobas et al. , . berpendapat bahwa. AuPerencanaan produksi merupakan suatu proses menetapkan tingkat output manufakturing secara keseluruhan guna memenuhi tingkat penjualan yang direncanakan dan inventori yang diinginkanAy. Pada perusahaan yang bergerak dibidang pengelolaan adanya perencanaan produksi dilakukan untuk mengendalikan biaya produksi, meramalkan permintaan dimasa mendatang dan menghindari adanya resiko biaya yang seminimal mungkin. Kirana . juga menjelasakan bahwa. AuPerencanaan produksi merupakan suatu aktivitas untuk memperoleh produk atau jasa sesuai dengan kebutuhan dua pihak yaitu antara perusahaan dengan konsumenAy. Berdasarkan penjelasakan tersebut maka, dapat disimpulkan bahwa Ketika sebuah perusahaan memproduksi barang atau jasa, itu mengikuti rencana strategis yang memastikan barang yang dibuat, volume produksi, kapasitas, bahan yang dibutuhkan, penjadwalan, dan faktor lainnya. Perencanaan manufaktur adalah fase dalam pengembangan desain dan produksi barang atau jasa tertentu yang membantu organisasi mencapai efisiensi dan PERENCANAAN AGREGAT Menurut Yani . , perencanaan agregat adalah suatu pendekatan yang menyangkut penentuan jumlah dan kapan produksi akan dilangsungkan. Sedangkan menurut Kirana . , perencanaan produksi agregat atau aggregate planning merupakan keputusan produksi jangka menengah di sebuah perusahaan manufaktur yang menentukan tingkat produksi, tingkat persediaan, kuantitas subkontrak dan tingkat tenaga kerja dalam periode tertentu yang memiliki batasan-batasan tertentu Menurut Eunike et al. , . perencanaan produksi agregat di pergunakan untuk beberapa kelompok produk yang GEMILANG - VOLUME 2. NO. Oktober 2022 GEMILANG Vol. No. 4 Oktober 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 46-68 memiliki kemiripan secara keseluruhan atau sebagaian tingkat bruto, sumber daya atau fasilitas yang ditandai dengan proses pembuatan di mesin yang sama oleh operator dengan ketrampilan dan keahlian yang sama. EFISIENSI Menurut Suharsana & Natalelawati, . Efisiensi adalah kegiatan yang dikatakan mampu menghasilkan output tertentu dengan input serendah-rendahnya, atau dengan input tertentu mampu menghasilkan output sebesar-besarnya. Sedangkan menurut Massie et al. Efisiensi merujuk pada sejumlah konsep yang terkait pada kegunaan pemaksimalan serta pemanfaatan seluruh sumber daya dalam proses produksi barang dan jasa. Berdasarkan penjelasan dari beberapa ahli tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa efisiensi adalah kemampuan perusahaan yang memiliki manajer dengan kemampuan mengatur tingkat efisiensi dalam aktivitas produksi dalam menghasilkan keluaran . dengan hasil sebesar-besarnya dengan melakukan kerja dengan benar dalam menekan biaya sumber daya demi mencapai target tujuan. Untuk mengukur seberapa besar tingkat efisiensi dalam proses produksi ini tidak jauh berbeda dengan mencari nilai produktivitas yang melibatkan nilai output dan input. Menurut Umar . , rasio efisiensi digunakan untuk menentukan penilaian efektifnya perusahaan dalam menggunakan aktivanya dalam menghasilkan penjualan atau biasa disebut dengan rasio perputaran aktiva tetap. Berikut rumus rasio efisiensi menurut (Umar, 2018:. Rasio Efisiensi = Penjualan Aktiva tetap X 100% Untuk mengetahui tingkat produksi dalam melakukan efisiensi, maka terdapat beberapa kriteria-kriteria dalam pencapaian efisiensi produksi sebagai berikut: Prosentase Kriteria Efisiensi >100% Tidak efisien PENERAPAN PERENCANAAN PRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PRODUKSI DI ERA NEW NORMAL PADA HOME INDUSTRY AR BAKERY NGANJUK Gambar 1 Efisiensi 91%-100% Kurang efisien 81% - 90% Cukup efisien 60 % - 80% Efisien < 60 Sangat efisien Kriteria Produksi EFEKTIVITAS Efektivitas adalah ukuran yang menggambarkan ketercapaian target dari segi waktu dan kualitas. Menurut Umar . , efektifitas adalah kemampuan manajer untuk memilih pekerjaan yang benar untuk tujuan tepat dalam mencaoai kunci keberhasilan organisasi dalam memusatkan sumber daya dan upaya. Sedangkat menurut ahli lain yang disampaikan Kadim, . , dalam produksi dan operasi perusahaan dikatakan efektif jika mampu membina dan mengendalikan arus masukkan . dan keluaran . serta mengelolas sumber-sumber daya yang terbatas maupun mampu memperkirakan dampak sasaran pengimplementasian dari rencana. Untuk mengukur tingkat efektifitas dalam produksi menurut Suharsana & Natalelawati . Auefektifitas dapat diukur dengan perbandingan antara hasil yang diharapkan merupakan outcome sedangkan hasil yang dicapai merupakan outputAy. Berikut formulasi efektivitas : Rasio Efektivitas = Outcome Output X 100% Suatu perusahaan dapat dinilai efektif apabila output yang dihasilkan bisa memenuhi tujuan yang diharapkan, atau dengan kata lain anggaran digunakan secara tepat. Berikut ini kriteria dalam penilaian efektivitas: Gambar 2 Kriteria Efektivitas produksi Prosentase Kriteria Efektivitas 81% - 100% Sangat efektif GEMILANG - VOLUME 2. NO. Oktober 2022 GEMILANG Vol. No. 4 Oktober 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 46-68 61% - 80% Efektif 41% - 60% Cukup efektif 20 % - 40% Tidak Efisien < 20% Sangat tidak efektif METODE PENELITIAN Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Menurut Duli . AuPenelitian kuantitatif adalah jenis penelitian yang menjelaskan fenomena dengan mengumpulkan data numerik yang dianalisis menggunakan metode berbasis matematika, utamanya, utamanya statistikAy. Alasan peneliti menggunakan jenis penelitian kuantitatif adalah data yang akan dianalisis dalam penelitian ini berbentuk angka yang sifatnya konkrit, obyektif, dapat diukur,secara rasional dan sistematis terkait biaya, jumlah unit dan jumlah tenaga kerja. Pendekatan kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan motede analisa deskriptif. Penelitian kuantitatif dengan deskriptif berkaitan dengan pengkajian fenomena secara lebih rinci atau membedakannya dengan fenomena yang lain (Radjab & JamAoan, 2017:. Peneliti menggunakan teknik ini karena dapat mengidentifikasi metode perencanaan produksi yang dapat menghasilkan efisiensi dan efektifitas di produksi Home industry AR BAKERY. Pengumpulan data ditujukan untuk mendapatkan dan mengumpulkan data yang dapat menganalisa dan menjelaskan permasalahan variabel-variabel penelitian yang bersangkutan secara objektif. Data yang dikumpulkan pada saat penelitian terdiri dari data primer. Menurut Duli . Ausumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. AyData primer dalam penelitian ini adalah hasil wawancara terkait biaya-biaya produksi seperti, biaya bahan baku, hasil produk, biaya overhead, biaya tak langsung, hasil penjualan selama periode 2021 serta jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan dalam produksi. Menurut Sugiyono . AuTeknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan dataAy. Penelitian ini menggunakan sumber penelitian primer, yaitu secara langsung yang melalui wawancara dan observasi. PENERAPAN PERENCANAAN PRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PRODUKSI DI ERA NEW NORMAL PADA HOME INDUSTRY AR BAKERY NGANJUK HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Perencanaan Metode Agregat dengan Level Strategy Berdasarkan hasil wawancara dalam memperoleh informasi kebijakan produksi di home industry AR Bakery, maka peneliti akan melakukan perhitungan strategi perencanaan produksi metode agregat dengan level strategy atau membuat perencanaan dengan kondisi yang sama jika mengalami permintaan penjualan yang didasarkan pada penjualan periode 2021 dengan jumlah karyawan tetap sebelumnya 6 orang. Berikut hasil perhitungan metode agregat dengan perencanaan output dan tenaga kerja tetap . evel strateg. Gambar 3 Data Perencanaan Metode Ageragat dengan Level strategy Bulan Unit Perkiraan Hari Jumlah Produksi (Uni. Kerja Pekerja Perhari Total Produksi . Inventori Adding/ Shortage (Uni. Ending Inventori/ Shortage (Uni. Inventori Ending akhir Shortage (Uni. Januari . Februari . Maret . April . Mei . Juni Juli . Agustus September . Oktober November . Desember . TOTAL Sumber: Diolah Peneliti . Berdasarkan data tabel 4. 2 di atas, dapat diketahui bahwa metode agregat perhitungan juga menunjukkan bahwa dengan jumlah tenaga kerja tetap dan output perhari GEMILANG - VOLUME 2. NO. Oktober 2022 GEMILANG Vol. No. 4 Oktober 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 46-68 yang tetap akan menimbulkan penambahan atau kekurangan persediaan akibat permintaan yang fluktuatif. Untuk jumlah kelebihan produksi yang akan digudangkan sebesar 12. unit selama periode tahun 2021. Sedangkan, untuk kekurangan persediaan yang diambil akibat tingginya permintaan 1. 600 unit selama satu periode 2021. Maka antara penambahan persediaan dan kekurangan persediaan lebih besar kekurangan persediaan. Sehingga terdapat pengenaan biaya penyimpanan persediaan dan pemenuhan kekurangan atas persediaan unit produksi. Pada perhitungan ini tidak ada persediaan awal tahun yang tersedia sebelumnya. Berikut ini hasil perhitungan biaya yang ditimbulkan atas metode agregat dengan level strategy: Gambar 4 Data Perhitungan Biaya Metode Ageragat dengan Level strategy Bulan Persediaan . Ending Biaya Inventori Biaya Rp. Rp. Gaji Tenaga Rp. Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah PENERAPAN PERENCANAAN PRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PRODUKSI DI ERA NEW NORMAL PADA HOME INDUSTRY AR BAKERY NGANJUK Bulan Persediaan . Ending Biaya Inventori Biaya Rp. Rp. Total Biaya Gaji Tenaga Rp. Sumber: Diolah Peneliti . Berdasarkan data tersebut, maka dengan biaya inventori sebesar Rp. 25,00 dan biaya shorstage sebesar Rp. 50,00 dapat dihitung biaya kelebihan unit yang harus digudangkan sebagai persediaan adalah Rp. 900 dari 116 unit yang masuk dalam jumlah penambahan persediaan gudang di bulan Oktober akibat kelebihan produksi. Sedangkan, biaya kekurangan persediaan di gudang . horstage cos. sebesar Rp. 00 dari jumlah kekurangan persediaan akibat tingginya permintaan yang harus dipenuhi sebesar 12. Sehingga dengan metode agregat dengan level strategy membutuhkan biaya tenaga kerja dan biaya persediaan sebesar Rp. 700 dengan tenaga kerja tetap selama satu tahun periode 6 orang dan output harian yang tetap. Deskripsi Perencanaan Metode Agregat dengan Perubahan Tenaga Kerja (Chase Strateg. Berdasarkan data perkiraan permintaan yang sama peneliti akan melakukan rekayasa metode agregat dengan chase strategy. Chase strategy ini akan dilakukan di home industry AR Bakery tanpa adanya persediaan awal tahun, dengan tenaga kerja yang akan menyesuaikan target produksi harian yang harus mengejar jumlah permintaan harian. Berikut ini hasil perhitungan chase strategi tanpa inventori dan shirtage: Gambar 5 Data Perhitungan Biaya Metode Ageragat dengan Chase Strategy Bulan Perminta an (Uni. Hari Kerja Unit Produksi Perhari Total Produksi . Chase Chase Gaji Pekerja Pekerja Rp. Januari Februari GEMILANG - VOLUME 2. NO. Oktober 2022 GEMILANG Vol. No. 4 Oktober 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 46-68 Bulan Perminta an (Uni. Hari Kerja Unit Produksi Perhari Total Produksi . Chase Chase Gaji Pekerja Pekerja Rp. Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Total Biaya: 164. Sumber: Diolah Peneliti . Berdasarkan data tabel chase strategy di atas, dengan diketahui jumlah permintaan selama periode 2021 di home industry AR Bakery sebanyak 1. 800 unit, maka dalam melaksanakan produksi setiap harinya akan selalu berubah-ubah demi mencapai target penjualan harian. Chase strategy ini tidak mengasumsikan adanya biaya pengambilan persediaan Gudang dan kekurangan barang . Sehingga pada kolom unit produksi harian dan jumlah tenaga kerja setiap periodenya akan berubah-ubah sesuai dengan jumlah permintaan yang akan berubah-ubah. Berdasarkan adanya fluktuasi jumlah tenaga kerja yang berbeda peda setiap periode. Langkah kedua dalam melakukan penyesuaian metode agregat dengan chase strategy adalah rekayasa hire dan layoff. Berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik home industry AR Bakery biaya untuk merekrut karyawan adalah Rp. 000 perorang dan jika ingin merumahkan pekerja karena penurunan produksi diberikan tambahan sebesar Rp. 000 di akhir masa kerjanya. Berikut hasil perhitungan dengan metode chase strategy dengan hire dan lay off: PENERAPAN PERENCANAAN PRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PRODUKSI DI ERA NEW NORMAL PADA HOME INDUSTRY AR BAKERY NGANJUK Gambar 6 Data Perhitungan Chase Strategy dengan Hire dan lay off Bulan Permintaan Hari Kerja Unit Produksi Perhari Total Produksi Jumlah Pekerja Gaji Tenaga Hire Layoff Rp. Rp. Rp. Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah Total Biaya = Rp. Sumber: Diolah Peneliti . Berdasarkan data chase strategy dengan rekayasa hire dan lay off demi memenuhi kebutuhan produksi yang harus memenuhi berapapun jumlah permintaan pada periode tersebut. Maka dengan chase strategy ini jumlah pekerja akan selalu berubah-ubah sehingga hasil produksi harian juga selalu berubah-ubah sesuai kebutuhan yang juga berubah-ubah tanpa menggunakan persediaan gudang. Pada metode hire dan lay off di bulan Januari, februari, maret, juni dan desember diperlukan jumlah tenaga kerja yang melebihi dari jumlah pegawai tetap 6 orang atau kapasitas harian selama periode itu melebihi rata-rata data reguler per bulan sejumlah 92. 883 unit, sehingga perusahaan haru melakukan hire atau merekrut pekerja di periode tersebut dengan biaya tambahan untuk merekrut sebesar Rp. 000,00 dalam satu tahun periode. Untuk bulan Mei dan Agustus kebutuhan produksi harian kurang dari 3. 728 unit atau kurang dari 6 pekerja, maka home industry AR Bakery dapat melakukan lay off dengan biaya tambahan sebesar Rp. GEMILANG - VOLUME 2. NO. Oktober 2022 GEMILANG Vol. No. 4 Oktober 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 46-68 Deskripsi Perencanaan Metode Agregat Mix strategy Subkontrak Pada metode perencanaan produksi metode agregat dengan subkontrok ini adalah dengan mempertahankan jumlah tenaga kerja pada tingkat permintaan terendah dan memenuhi kebutuhan permintaan selebihnya dengan sub kontrak. Karenssa home industry AR Bakery memiliki kebijakan tiap unit produk yang disubkontrakkan sebesar Rp. 50,00/unit. Maka peneliti dapat dilakukan perhitungan metode agrgaet dengan mix strategy subkontrak sebagai berikut: Gambar 6 Data Perhitungan Metode Agregat dengan Mix Strategy Subkontrak Sumber: Diolah Peneliti . Hari Permintaa Kerj n (Uni. Bulan Perkiraa n Harian Tingkat Terenda Total Produksi Jumlah Sub Biaya Sub Biaya Tenaga Kerja Rp. Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah Jumlah biaya Biaya layoff Total Biaya Berdasarkan data perhitungan perencanaan produksi metode agregat dengan subkontrak dari dasar permintaan terendah selama periode 2021, maka home industry AR Bakery dapat melakukan perkiraan produksi harian sejumlah 44. 730 unit/hari dengan menggunakan 5 tenaga kerja selama 299 hari kerja dibutuhkan biaya sejumlah PENERAPAN PERENCANAAN PRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PRODUKSI DI ERA NEW NORMAL PADA HOME INDUSTRY AR BAKERY NGANJUK Rp. Karena jumlah pegawai tetap sebelumnya 6 orang, sehingga diawal periode 1 orang harus dirumahkan . dengan biaya tambahan Rp. Untuk semua unit produksi kekurangan yang disubkontrakkan dengan biaya Rp. 50,00 perunit dengan jumlah selama satu periode 13. 981 unit dengan jumlah biaya subkontrak sebesar Rp. Maka dapat disimpulkan dengan metode agregat mix strategy subkontrak dengan pedoman permintaan harian terendah membutuhkan total biaya tenaga kerja dan biaya tambahan produksi subkontrak Rp. Deskripsi Perencanaan Metode Agregat Mix Strategy Overtime Pada perencanaan produksi metode agrgeat mix strategy dengan jam lembur . peneliti melakukan perencanaan dengan tetap mempergunakan tenaga kerja tetap 6 tenaga kerja yang sudah ada di home industry AR Bakery. Karena kondisi lingkungan yang bekerja kebanyakan ibu rumah tangga, maka kapasitas jam lembur yang diterapkan dengan kebijakan maksimal 2 jam/hari dengan biaya 20. 000,00 maka biaya lembur perjam adalah Rp. 000,00 dengan kapasitas perjam tiap pekerja 78 unit/jam Biaya lembur unit = = Rp 28,6 Maka dapat dibuat tabel perencanaan metode overtime dengan pekerja tetap 6 orang sebagai Gambar 7 Data Perhitungan Kebutuhan Overtime dengan Tenga Kerja Tetap Bulan Permintaan Hari Kerja Pekerja Tetap Kapasitas Reguler Kurang Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September GEMILANG - VOLUME 2. NO. Oktober 2022 Inventori Produksi Lembur (Uni. GEMILANG Vol. No. 4 Oktober 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 46-68 Bulan Permintaan Hari Kerja Pekerja Tetap Kapasitas Reguler Kurang Inventori Produksi Lembur (Uni. Oktober November Desember Jumlah Sumber: Diolah Peneliti . Berdasarkan data tabel kebutuhan overtime dengan mempekerjakan tenaga kerja tetap sebelumnya, maka peneliti akan merencanakan perencanaan produksi yang harus dipenuhi dengan jam kerja tambahan harian yang dapat dikerjakan tenaga kerja sejumlah 6 orang dalam perkiraan permintaan selama tahun 2021 tersebut dibutuhkan jam lembur dari jam reguler 8 jam kerja perhari terjadi pada bulan Mei. Sedangkan dalam periode berikutnya meskipun terjadi kekurangan produksi atas permintaan dapat terpenuhi dari inventori yang dihasilkan dari hasil produksi dari bulan sebelumnya yang mengalami kelebihan produksi yang dapat digunakan untuk menutupi kebutuhan produksi diperiode masa mendatang yang mengalami permintaan penjualan yang melebihi kapasitas produksi reguler. Berikut hasil perhitungan mix strategy dengan mix strategy overtime: Gambar 8 Data Perhitungan Biaya Metode Agregat Mix strategy Overtime Bulan Persediaan Kebutuhan Lembur (Uni. Overtime Perhari (Ja. Biaya Overtime Biaya Inventori Rp. Rp. Gaji Rp. Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September PENERAPAN PERENCANAAN PRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PRODUKSI DI ERA NEW NORMAL PADA HOME INDUSTRY AR BAKERY NGANJUK Bulan Persediaan Kebutuhan Lembur (Uni. Overtime Perhari (Ja. Biaya Overtime Biaya Inventori Rp. Rp. Gaji Rp. Oktober November Desember Jumlah Total Biaya 136,448,814 Sumber: Diolah Peneliti . Berdasarkan data perencanaan produksi metode agregat di atas, maka dengan menggunakan tenaga kerja kerja tetap sebelumnya dan kebijakan jam lembur . , tetapi akan timbul adanya biaya tambahan terkait kelebihan produksi yang harus digudangkan akibat adanya kelebihan yang lebih tinggi dari permintaan yang terjadi dipertengahan periode Mei yang mampu menutupi kebutuhan permintaan yang tidak terpenuhi dengan hasil produksi reguler di bulan Juni yang lebih tinggi. Berdasarkan perencanaan tersebut, maka dapat menerapkan jam lembur dengan biaya Rp. dengan menimbulkan biaya inventori yang lebih besar sejumlah Rp. 750 dengan tambahan gaji tetap 6 karyawan produksi dengan total biaya sebesar Rp. 136,448,814,00 selama satu periode. Untuk metode agregat mix strategy overtime dengan hire atau layoff dengan dasar permintaan harian terkecil selama periode 2021 sebesar unit 3. 728 perhari, maka berikut dapat dibuat perencanaan produksi untuk satu tahun periode kedepan dalah sebagai berikut: Gambar 9 Data Perhitungan Biaya Metode Agregat Mix strategy Overtime dan layoff Bulan Permintaa Hari Kerj Level Ter Total Produks Tenag Kerja Overtim e Harian /Jam Biaya Overtime Rp. Gaji Pekerja Rp. Januari 136,218 Februari Maret April Mei GEMILANG - VOLUME 2. NO. Oktober 2022 GEMILANG Vol. No. 4 Oktober 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 46-68 Permintaa Bulan Hari Kerj Level Ter Total Produks Tenag Kerja Overtim e Harian /Jam Biaya Overtime Rp. Gaji Pekerja Rp. Juni Juli Agustus Septembe Oktober Novembe Desember Jumlah Biaya Layoff Total Biaya Sumber: Data Diolah Peneliti . Berdasarkan data perencanaan agregat overtime dengan dasar permintaan harian terkecil selama periode 2021, maka untuk perkiraan perencanaan di periode yang akan datang dapat melakukan produksi harian secara konstan sebanyak 3. 728 unit perhari dengan dengan hanya tenaga kerja sejumlah 5 orang dengan menerapkan jam kerja lembur 263 jam selama satu tahun periode dengan total biaya lembur saja sebesar Rp. 077,00 dan gaji tenaga kerja 5 orang selama satu tahun periode sebesar Rp. 000,00 ditambah biaya layoff di bulan Mei 1 orang karyawan bagian produksi sebesar Rp. 000 maka dengan metode overtime dan perubahan tenaga kerja produksi dibutuhkan biaya sebesar Rp. 000,00 selam satu tahun periode. Deskripsi Perbandingan Perencanaan Produksi Metode Agregat Berdasarkan hasil perhitungan perencanaan produksi yang sudah peneliti rencanakan dengan level strategy, chase strategy murni, chase strategy dengan hire dan layoof, mix strategy subkontrak, mix strategy overtime. Berikut rekapitulasi hasil perhitungan: PENERAPAN PERENCANAAN PRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PRODUKSI DI ERA NEW NORMAL PADA HOME INDUSTRY AR BAKERY NGANJUK Gambar 10 Data Perbandingan Biaya Metode Agregat Strategi dalam metode agregat Level Strategy (Variansi jumlah persediaa. Chase strategy murni Chase strategy dengan hire & layoff Chase stategy subkontrak Mix strategy overtime dengan persediaan Mix strategy overtime dan layoff Total Biaya Tenaga Kerja dan Tambahan Rp. 162,023,700 164,520,000 164,730,000 160,133,774 136,448,814 Sumber: Diolah Peneliti . Berdasarkan data tersebut, maka biaya yang paling rendah adalah dengan perencanaan produksi metode agregat dengan mix strategy overtime dan layoff dengan total biaya Rp. 00,00 dengan rata-rata produksi harian sejumlah 3. 278 unit per hari dan 5 tenaga kerja harian secara konstan. Analisis Efisiensi dan Efektifitas Produksi Berdasarkan hasil perhitungan perencanaan produksi dalam meramalkan adanya permintaan di periode mendatang dalam aktivitas produksi bakpia dan roti manis di home industry AR Bakery, maka hasil perencanaan metode agregat dapat dijadikan pertimbangan di dalam melaksanakan perencanaan maupun penjadwalan tenaga kerja dalam menghadapi permintaan konsumen. Berdasarkan data dari perusahaan dengan tenaga kerja tetap 6 orang bagian produksi dapat melakukan penjualan sebanyak 1. 600 unit dengan biaya untuk tenaga pekerja produksi sebanyak Rp. 000 selama satutahun periode 2021. Data tersebut akan dibandingkan dengan hasil perhitungan metode agregat yang sudah peneliti rencanakan untuk dapat diterapkan sebagai dasar penerapan produksi di periode yang akan Berikut rekapitulasi hasil perhitungan efisiensi dan efektifitas masingCUmasing metode GEMILANG - VOLUME 2. NO. Oktober 2022 GEMILANG Vol. No. 4 Oktober 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 46-68 Gambar 11 Data Perbandingan Rekapitulasi Biaya Metode Agregat Strategy Metode Agregat Total Biaya Tenaga Kerja Tambahan Efisiensi Efisiensi Efisiensi Efektifitas 162,023,700 34,2% 0,00% 0,28% Chase 164,520,000 Tidak tetap 50,2% 0,49% 0,28% Chase 164,730,000 Tidak tetap 50,2% 0,49% 0,28% Chase 160,133,774 45,3% 20,0% 0,22% Mix 136,448,814 40,2% -5,15% 0,30% 51,8% 1,63% 0,27% Level Strategy Rp. (Variansi Mix dan layoff Sumber: Diolah Peneliti . PENERAPAN PERENCANAAN PRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PRODUKSI DI ERA NEW NORMAL PADA HOME INDUSTRY AR BAKERY NGANJUK KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Metode level strategy memiliki efisiensi tenaga kerja 0%, efisiensi biaya sebesar 2% efisiensi 0%, dan efektifitas 0,28%. chase strategy hire dan layoff memiliki efisiensi 2%, efisiensi waktu 0,49% dan efektivitas 0,28%. chase strategy subkontrak memiliki efisiensi tenaga kerja 20%, efisiensi biaya 45. 3%, efesiensi waktu 20% dan efektifitas 0,22%. mix strategy overtime memiliki efisiensi biaya 40,2%, efisiensi waktu kurang dari 5. 15% dan efektivitas 0,30% dan untuk mix strategy overtime dengan layoff memiliki efisiensi tenaga kerja 20%, efisiensi biaya 51. 8%, efisiensi waktu 1. 63% dan Berdasarkan hasil perhitungan penerapan perencanaan produksi dengan metode agregat dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas produksi di era new normal pada home industry AR Bakery Nganjuk dapat menerapkan metode agregat dengan jam kerja lembur . hanya dengan memperkejakan tenaga produksi sejumlah 6 orang dengan kapasitas produksi 3. 681 unit perhari dan jam kerja lembur selama 263 jam selama satu tahun periode atau rata-rata jam kerja lembur harian selama 1,8 jam dari jam kerja reguler dengan membutuhkan total biaya pekerja, biaya layoff 1 karyawan sebelumnya sebesar Rp. 000,00 lebih rendah 4% dari penggunaan biaya tenaga kerja reguler dalam aktifitas produksi sebelumnya dengan tingkat efektifitas biaya lebih rendah. Saran