Vol. XI Jilid 1 No. 78 November 2017 MENARA Ilmu HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PRESTASI SISWA DI SDN 010 PANGKALAN KERINCI KABUPATEN PELALAWAN Putri Wulandini S. Diana Mustika Korespondensi: Program StudiKeperawatanUniversitasAbdurrab Email putri. wulandini@univrab. ABSTRAK Prestasi belajar yang baik menjadi salah satu indikator kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan. Dalam pendidikan, hasil dan prestasi belajar di sekolah merupakan bentuk penilaian kemampuan siswa selama melakukan kegiatan belajar. Prestasi belajar dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal tesebut salah satunya adalah kesehatan. Gizi merupakan salah satu aspek yang mempengaruhi kesehatan individu dan pada anak sekolah. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi dengan prestasi siswa di SDN 010 Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Tahun 2017. Jenis penelitian korelasi dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SDN 010 Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan pada tanggal 16 Ae 25 Februari 2017. Populasi penelitian adalah seluruh siswa/i kelas i Ae V SDN 010 Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan sebanyak 229 Sampel 70 orang diambil dengan tehnik sampling Stratified Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pemeriksaan kepada siswa untuk status gizi yaitu dengan indikator Berat Badan (BB) dan Tinggi Badan (TB) dan dokumentasi untuk menentukan nilai siswa, yaitu dengan menganalisa hasil rapor siswa kemudian diolah dengan menggunakan chi square selanjutnya dianalisa secara univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan status gizi siswa di SDN 010 Pangkalan Kerinci adalah normal sebanyak 55 orang . ,6%). Prestasi siswa di SDN 010 Pangkalan Kerinci adalah baik sebanyak 42 orang . %). Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh nilai P value = 0,017, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan status gizi dengan prestasi siswa di SDN 010 Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan tahun 2017. Diharapkan kepada para tenaga pengajar di SDN 010 Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan agar dapat melakukan sosialisasi dan pendidikan kesehatan secara kontinue kepada siswa tentang pentingnya status gizi untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci : Status Gizi. Prestasi Siswa ABSTRACT A good learning achievement becomes one of the indicators of quality of human resources in the field of education. In education, the results and achievement of learning in school is a form of assessment of the ability of students during learning activities. Learning achievement is influenced by internal and external factors. Internal factors tesebut one of them is health. Nutrition is one aspect that affects the health of individuals and in school children. The purpose of this study was to determine the relationship of nutritional status with student achievement in SDN 010 PangkalanKerinciPelalawan Regency Year 2017. Type of correlation research with cross sectional study design. This research was conducted at SDN 010 PangkalanKerinciPelalawan Regency on 16 - 25 February 2017. The research population is all students of class i - V SDN 010 PangkalanKerinciPelalawan Regency as many as 229 A sample of 70 people was taken with Stratified Random Sampling technique. The data were collected by conducting examination to the students for nutritional status with weight indicator and documentation to determine the students score, that is by analyzing student report result then processed by using chi square then analyzed by univariat and bivariat Based on the result of the research, the nutritional status of students in SDN 010 LPPM UMSB ISSN 1693-2617 E-ISSN 2528-7613 MENARA Ilmu Vol. XI Jilid 1 No. 78 November 2017 PangkalanKerinci is normal as much as 55 people . ,6%). Student achievement in SDN 010 PangkalanKerinci is good as much as 42 people . %). Based on the results of statistical tests obtained value Pvalue = 0,017, it can be concluded that there is a relationship of nutritional status with student achievement at SDN 010 PangkalanKerinciPelalawan District in 2017. It is expected to the teachers in SDN 010 PangkalanKerinciPelalawan District in order to conduct socialization and health education continuously to students about the importance of nutritional status to improve student learning outcomes. Keywords: Nutrition Status. Student Achievement PENDAHULUAN Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu faktor utama yang diperlukan dalam melaksanakan Pembangunan Nasional. Untuk meningkatkan kualitas SDM tersebut maka harus dilakukan upaya-upaya yang saling berkesinambungan. Dari beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas SDM, faktor kesehatan dan gizi memegang peranan penting, karena orang tidak akan dapat mengembangkan kemampuannya secara maksimal apabila yang bersangkutan tidak memiliki status kesehatan dan gizi yang optimal (Depkes. Prestasi belajar yang baik menjadi salah satu indikator kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan. Dalam pendidikan, hasil dan prestasi belajar di sekolah merupakan bentuk penilaian kemampuan siswa selama melakukan kegiatan belajar. Prestasi belajar dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal tesebut salah satunya adalah Gizi merupakan salah satu aspek yang mempengaruhi kesehatan individu dan pada anak sekolah. Defisiensi zat gizi berpengaruh pada tingkat kehadiran dan kemampuan belajar (Budsiana, 2. Usia anak adalah usia emas yang menjadi bibit yang menentukan bagi masa depan bangsa, artinya kualitas SDM generasi muda harus mulai diperhatikan sejak usia anak-anak. Dewasa ini muncul masalah pada anak usia Sekolah Dasar (SD), yaitu terhambatnya pertumbuhan, menurunnya kecerdasan, menurunnya daya tahan tubuh. Hal tersebut disebabkan karena kurangnya pemenuhan gizi yang baik anak usia SD. Di Indonesia masih ada yang mengalami gizi buruk terutama pada daerah-daerah pedesaan yang kurang mendapat perhatian dari pemerintah (Depkes, 2. Kelompok usia sekolah termasuk golongan penduduk berada pada massa pertumbuhan yang cepat dan aktif. Dalam kondisi ini, anak harus mendapatkan masukan gizi dalam kuantitas dan kualitas yang cukup. Status gizi anak sebagai cerminan kecukupan gizi, merupakan salah satu tolok ukur yang penting untuk menilai keadaan pertumbuhan dan status Usia antara 6 sampai 12 tahun adalah usia anak yang duduk dibangku SD. Pada masa ini anak mulai masuk ke dalam dunia baru, anak mulai banyak berhubungan dengan orang-orang di luar keluarganya dan berkenalan dengan suasana dan lingkungan baru dalam kehidupannya (Mochji, 2. Pada umur ini anak lebih banyak aktivitasnya, baik di sekolah maupun di luar sekolah, sehingga perlu energi lebih banyak. Pertumbuhan anak lambat tapi pasti, sesuai dengan banyaknya makanan yang dikomsumsi anak. Sebaiknya anak diberikan makanan pagi sebelum ke sekolah, agar anak dapat berkonsentrasi pada pelajaran dengan baik dan berprestasi (Soetjiningsih, 2. Anak usia sekolah pada masa perkembangannya sering mengalami masalah gizi (Hidayati, 2. Masalah gizi anak . sia sekolah dasa. merupakan dampak dari ketidakseimbangan antara asupan makan dan zat gizi yang dikeluarkan oleh tubuh. Asupan yang melebihi atau sebaliknya asupan yang kurang, dan kesalahan dalam memilih bahan makanan untuk disantap (Arisman, 2. Gizi dibutuhkan anak sekolah untuk pertumbuhan dan perkembangan, energi, berpikir, beraktivitas fisik, dan daya tahan tubuh (Devi, 2. Gizi ISSN 1693-2617 E-ISSN 2528-7613 LPPM UMSB Vol. XI Jilid 1 No. 78 November 2017 MENARA Ilmu yang berkualitas sangat penting karena pada usia tersebut anak mengalami tumbuh kembang yang pesat (Hidayati, 2. Rendahnya status gizi anak akan membawa dampak negatif pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, walaupun belum konklusif namun diyakini bahwa kurang gizi kronis berhubungan erat dengan pencapaian akademik murid sekolah yang semakin rendah. Saat ini diperkirakan sekitar 50% penduduk di Indonesia atau lebih dari 100 juta jiwa mengalami beraneka masalah kekurangan gizi, yaitu gizi kurang dan gizi lebih (Agustini, 2. Masalah kurang konsumsi gizi harus di atasi sejak dini, kalau menginginkan anakanak Indonesia tumbuh dan berkembang dengan baik. Dalam jangka panjang kurang gizi akan mengakibatkan hambatan pertumbuhan dan akhirnya berdampak buruk bagi perkembangan mental intelektual individu. Kurang gizi pada fase cepat tumbuh otak akan bersifat ireversible. artinya, kecerdasan anak tersebut tidak bisa lagi berkembang secara optimal. Ini jelas akan semakin menurunkan kualitas bangsa Indonesia. KEP pada masa anak akan menurunkan IQ, menyebabkan kemampuan geometrik rendah, dan anak tidak bisa berkonsentrasi secara Perilaku gizi yang salah pada anak sekolah perlu mendapat perhatian. Misalnya, tidak sarapan pagi, jajanan yang tidak sehat di sekolah, kurang mengonsumsi sayuran dan buah, terlalu banyak mengonsumsi fast food dan junk food, terlalu banyak mengonsumsi zat makanan tambahan seperti pengawet, pewarna, dan penamabah rasa (Agustini, 2. Anak yang menderita kurang gizi . berat mempunyai rata-rata IQ 11 point lebih rendah dibandingkan rata-rata anak-anak yang tidak menderita stunted. Lebih dari sepertiga . ,1%) anak usia sekolah di Indonesia tergolong pendek ketika memasuki usia sekolah yang merupakan indikator adanya kurang gizi kronis. Prevalensi anak pendek ini semakin meningkat dengan bertambahnya umur dan gambaran ini ditemukan pada laki-laki maupun perempuan (Legi, 2. Banyak penelitian menunjukkan bahwa status gizi anak sekolah yang baik akan menghasilkan derajat kesehatan yang baik dan tingkat kecerdasannya yang baik pula. Sebaliknya, status gizi yang buruk menghasilkan derajat kesehatan yang buruk, mudah terserang penyakit, dan tingkat kecerdasan yang kurang sehingga prestasi anak di sekolah juga kurang (Devi, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Agustini, dkk . , yang dilakukan pada anak kelas 4 dan 5 Sekolah Dasar di Kelurahan Maasing Kecamatan Tuminting Kota Manado, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar anak baik yaitu sebanyak 50 anak . ,96%), sedangkan yang kurang sebanyak 11 anak . ,04%), status gizi anak berdasarkan BB/U paling banyak adalah gizi baik sebanyak 51 anak . ,6%), sedangkan paling sedikit yaitu gizi lebih sebanyak 2 anak . ,3%), status gizi anak berdasarkan TB/U paling banyak adalah status gizi normal sebanyak 54 anak . ,5%), sedangkan paling sedikit yaitu sangat pendek sebanyak 3 anak . ,9%), status gizi anak berdasarkan BB/TB paling banyak adalah status gizi normal yaitu 56 anak . ,8%), sedangkan paling sedikit adalah gemuk yaitu 2 anak . ,3%), selanjutnya status gizi anak berdasarkan IMT/U paling banyak adalah status gizi normal yaitu 46 anak . ,4%), sedangkan paling sedikit adalah sangat kurus yaitu 2 anak . ,3%). Selanjutnya hasil penelitian menunjukkan bahwa, tidak terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi berdasarkan BB/U dengan prestasi belajar anak kelas 4 dan 5 Sekolah Dasar di Kelurahan Maasing Kecamatan Tuminting Kota Manado. Kemudian, tidak terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi berdasarkan TB/U dengan prestasi belajar anak kelas 4 dan 5 Sekolah Dasar di Kelurahan Maasing Kecamatan Tuminting Kota Manado, selanjutnya tidak terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi berdasarkan BB/TB dengan prestasi belajar anak kelas 4 dan 5 Sekolah Dasar di Kelurahan Maasing KecamatanTuminting Kota Manado, selanjutnya tidak terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi berdasarkan IMT/U dengan prestasi belajar anak kelas 4 dan 5 Sekolah Dasar di Kelurahan Maasing Kecamatan Tuminting Kota Manado. Fathia dkk . , juga menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi anak dengan kemampuan kognitif anak Sekolah Dasar di daerah endemik GAKY (Gangguan Akibat LPPM UMSB ISSN 1693-2617 E-ISSN 2528-7613 MENARA Ilmu Vol. XI Jilid 1 No. 78 November 2017 Kekurangan Yodiu. dalam penelitiannya tentang hubungan antara status gizi dan faktor sosiodemografi dengan kemampuan kognitif anak Sekolah Dasar di daerah endemis GAKY. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 01 November 2016 di SDN 010 Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan yang dilakukan pada 10 anak dengan cara menimbang berat badan anak dan mengukur tinggi badan anak, hasil disesuaikan dengan hasil Diperoleh hasil pada 5 anak laki-laki didapatkan hasil 2 anak laki-laki dengan status gizi baik dan berprestasi belajar baik, 1 anak laki-laki status gizi kurang dan prestasi belajar cukup, 2 anak laki-laki status gizi buruk dan prestasi belajar kurang. Sedangkan pada 5 anak perempuan didapatkan hasil 1 anak perempuan status gizi baik dan prestasi belajar baik, 1 anak perempuan status gizi baik dan prestasi belajar cukup, 3 anak perempuan status gizi buruk prestasi belajar kurang. Berdasarkan latar belakang tersebut maka maka peneliti tertarik untuk meneliti tentang hubungan status gizi dengan prestasi siswa di SDN 010 Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan METODOLOGI PENELITIAN Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian korelasi yang bersifat kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional yaitu penelitian untuk melihat hubungan variabel independen dan dependen sehingga diperoleh informasi tentang hubungan status gizi dengan prestasi siswa di SDN 010 Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan. Populasi adalah seluruh objek yang akan diteliti, pada penelitian ini yang menjadi populasi penelitian adalah seluruh siswa/i kelas i Ae V SDN 010 Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawansebanyak 229 Sampel pada penelitian ini adalah sebagian siswa/i kelas i Ae V SDN 010 Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan rumus dalam Nursalam . Keterangan: N : besar populasi n : besar sampel d : tingkat kesalahan yang masih diterima . Tehnik sampling . enarikan sampe. dalam penelitian ini adalah tehnik Probability Sampling jenis Stratified Random Sampling yaitu merupakan tehnik pengambilan sampel anggota populasi yang dilakukan dengan memperhatikan strata yang ada dalam populasi Tehnik sampling ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi berstrata secara proporsional. Rumus Stratified Random Sampling HASIL DAN PEMBAHASAN Setelah peneliti melakukan penelitian hubungan status gizi dengan prestasi siswa di SDN 010 Pangkalan Kerinci yang berlangsung pada tanggal 16 Ae 25 Februari 2017 dengan jumlah responden sebanyak 70 orang, maka didapatkan hasil sebagai berikut ISSN 1693-2617 E-ISSN 2528-7613 LPPM UMSB Vol. XI Jilid 1 No. 78 November 2017 MENARA Ilmu Analisa Univariat Tabel 1 Distribusi Frekuensi Status Gizi Siswa di SDN 010 Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Tahun 2017 Frekuensi Persentase Status Gizi (F) (%) Normal Tidak Normal Jumlah Dari tabel dapat dilihat bahwa mayoritas status gizi siswa di SDN 010 Pangkalan Kerinci adalah normal sebanyak 55 orang . ,6%). Tabel 2 Distribusi Frekuensi Prestasi Siswa di SDN 010 Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Tahun 2017 Frekuensi Persentase Prestasi Siswa (F) (%) Baik Kurang Baik Jumlah Dari tabel dapat dilihat bahwa mayoritas prestasi siswa di SDN 010 Pangkalan Kerinci adalah baik sebanyak 42 orang . %). Analisa Bivariat Tabel 3 Hubungan Status Gizi dengan Prestasi Siswa di SDN 010 Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Tahun 2017 Prestasi Siswa Total Baik Kurang Status Gizi Pvalue POR Baik 37 67,3 18 32,7 55 1 Normal 5 33,3 10 6,0 15 100 0,017 4,111 2 Tidak Normal Total Dari tabel dapat dilihat bahwa dari 55 responden yang memiliki status gizi normal, 37 orang . ,3%) berprestasi baik dan 18 orang . ,7%)berprestasi kurang baik. Sedangkan dari 15 responden yang memiliki status gizi tidak normal, 5 orang . ,3%) berprestasi baik dan 10 orang . ,0%) berprestasi kurang baik. Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh nilai P value = 0,017, maka dapat disimpulkan bahwa adahubungan status gizi dengan prestasi siswa di SDN 010 Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan tahun 2017. Analisis keeratan hubungan antara variabel diperoleh nilai POR=4,111, artinya responden yang memiliki status gizi tidak normal berpeluang 4 kali mengalamiprestasi kurang baik. Pembahasan Status Gizi Siswa di SDN 010 Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Tahun 2017 Berdasarkan hasil penelitian di SDN 010 Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan dilihat dari Indeks Massa Tubuh (IMT) dapat diketahui bahwa sebagian besar siswa memiliki status gizi normal sebanyak 55 orang . ,6%). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa sudah memiliki status gizi yang baik, sehingga perlu dipertahankan agar dapat menghasilkan generasi penerus bangsa yang lebih baik lagi. Seperti yang dinyatakan oleh Joy Miller dan Rina Arlianti . , yang menyatakan bahwa anak yang lebih sehat dan bergizi lebih baik akan berada disekolah lebih lama, belajar lebih banyak, dan akan menjadi orang dewasa yang lebih sehat dan lebih produktif. Dari hasil observasi yang peneliti lakukan pada kantin sekolah, diketahui bahwa ruangan kantin tidak ada kotoran/sampah dan peralatan tertata rapi. Ruangan kantin tidak pengap dan tidak berbau, ruangan terang . entilasi dari sisi kiri dan kana. , dan sirkulasi LPPM UMSB ISSN 1693-2617 E-ISSN 2528-7613 MENARA Ilmu Vol. XI Jilid 1 No. 78 November 2017 udara baik. Makanan yang dijual sudah mengandung4 unsur gizi atau lebih . arbohidrat, protein, vitamin, mineral, ai. Semua makanan yang dijual diletakkan dalam tempat tertutup/semua terbungkus. Makanan yang dijual tidak ada yang diduga mengandung zat Petugas penjaga kantin tampak bersih, rapi, dan sehat. Pencucian alat-alat makan/minum dan tempat cuci tangan sudah dengan air mengalir/ledeng. Meskipun secara keseluruhan status gizi siswa SDN 010 Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan normal, akan tetapi ada yang perlumendapat perhatian. Beberapa anak di SD juga memiliki BB kurang dan BB Lebih. Menurut Muhilal . 6 dalam Ginting 2. , bahwa kekurangan gizi menyebabkan anak mudah cepat lelah tidak kuat melakukan akifitas fisik yang lama, tidak mampu berpikir dan berpartisipasi penuh dalam proses Hasil penelitian lain yang dilakukan Sari . , tentang status gizi siswa sekolah dasar negri 032 Bukit Raya Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru juga didapatkan sebagian besar siswa memiliki status gizi normal. Penelitian serupa juga dilakukan Legi . , tentang status gizi pada siswa sekolah dasar negeri Malalayang Kecamatan Malalayang juga didapatkan bahwa sebagian besar siswa memiliki status gizi normal. Menurut asumsi peneliti makanan yang mengandung asupan gizi yang cukup sangat membantu dalam kebutuhan gizi anak dan dapat mempengaruhi status gizi anak tersebut, namun status gizi tidak hanya dipengaruhi oleh asupan makanan saja. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi status gizi yaitu faktor secara langsung yang meliputi konsumsi makanan dan faktor tidak langsung seperti kesediaan pangan ditingkat rumah tangga, ketahanan pangan dikeluarga, dan tingkat pengetahuan orang tua mengenai kesehatan gizi. Prestasi Siswa di SDN 010 Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Tahun 2017 Berdasarkan hasil penelitian di SDN 010 Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan dilihat dari nilai raport dapat diketahui bahwa mayoritas prestasi siswa di SDN 010 Pangkalan Kerinci adalah baik sebanyak 42 orang . %). Prestasi belajarmerupakan bukti keberhasilan yangtelah dicapai oleh seseorang setelahmelaksanakan usaha-usaha belajar. Menurut sudjana dalam Uswatun . ,prestasi hasil belajar adalah prosespenentuan tingkat kecakapanpenguasaan belajar seseorang dengancara membandingkan dengan nilaiyang dicapai. Prestasi belajar pada seorang anakdipengaruhi oleh kondisi kesehatanfisik, tingkat kecerdasan dasarseseorang, kemauan, bakat, daya ingatserta lingkungan. Sehingga denganadanya kondisi kesehatan fisik yangsehat dan segar (FIT), tingginya tingkatkecerdasan dasar, adanya kemauan dankepemilikan bakat, daya ingat yangbaik dan lingkungan yang mendukungsangat mempengaruhi keberhasilanbelajar seseorang. Menurut Simbolon dkk . , berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, setelah dirata-ratakan maka prestasi belajar anak yang paling banyak adalah dengan kategori baik yaitu 79,7%. Minimnya anak yang memiliki indeks prestasi dengan kategori sangat baik seharusnya menjadi perhatian bagi orang tua dan pihak sekolah, peningkatan mutu pengajarandan pengawasan dari orang tua akan membantu meningkatkan prestasi belajar pada Menurut asumsi peneliti, prestasi siswa yang baik disebabkan oleh beberapa faktor seperti pengaruh dari teman-teman yang memiliki motivasi dan semangat belajar yang tinggi atau dukungan keluarga yang baik. Sesuai dengan teori Syah . , yang menyebutkan terdapat tiga faktor yang mempengaruhi prestasi belajar yaitu faktor internal . nteligensi, sikap, bakat dan minat belaja. Hubungan Status Gizi dengan Prestasi Siswa di SDN 010 Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Tahun 2017 Prestasi belajar yang baik jugaditunjang oleh adanya status gizi yangbaik pada setiap Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa dari 55 responden yang memiliki status gizi normal, 37 orang . ,3%) berprestasi baik dan 18 orang . ,7%) berprestasi kurang baik. ISSN 1693-2617 E-ISSN 2528-7613 LPPM UMSB Vol. XI Jilid 1 No. 78 November 2017 MENARA Ilmu Sedangkan dari 15 responden yang memiliki status gizi tidak normal, 5 orang . ,3%) berprestasi baik dan 10 orang . ,0%) berprestasi kurang baik. Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh nilai Pvalue = 0,017, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan status gizi dengan prestasi siswa di SDN 010 Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan tahun 2017. Hasil penelitian ini didukungdengan penelitian yang dilakukan oleh Ijarotimi dan Ijadunola pada tahun 2007 di Nigeria. Mereka menemukan bahwa, pada anak yang kekurangan gizi akan terjadi perubahan pada metabolisme yang berdampak pada kemampuan kognitif dan kemampuan otak. Karena, dengan keadaan kurangnya asupan nutrisi pada anak seperti kekurangan energi protein, akan berefek pada fungsi hippocampus dan korteks dalam membentuk dan menyimpan memori. Sorhaindo dan Feinstein pada tahun 2006 di London juga menyatakan bahwa terdapat hubungan antara status gizi dengan prestasi belajar. Dalam penelitiannya, mereka menemukan bahwa gizi buruk yang dialami anak akan mempengaruhi system imun sehingga anak lebih mudah menderita penyakit infeksi. Keadaan ini akan mempengaruhi kehadiran anak di sekolah sehingga anak cenderung tertinggal dalam proses pembelajaran sehingga mempengaruhi hasil belajar (SaAoadah, 2. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Uswatun . , yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara status gizi dengan prestasi belajar anak SD kelas V di SDN 1 Kadilanggon Wedi Klaten (Pvalue = 0,. Penelitian pendukung lain yaituBudiarti . , dengan hasilpenelitian bahwa ada hubungan statusGAKY dengan prestasi belajar padaanak sekolah dasar yang tinggal didaerah endemik. Hasil inimenunjukkan bahwa status gizimerupakan salah satu faktor pentingyang mempengaruhi prestasi belajarpada seorang anak. Menurut asumsi peneliti, status gizi akan mempengaruhi tingkat kecerdasan seseorang dan kemampuan seseorang dalam menangkap pelajaran di sekolah, sehingga seseorang yang memiliki status gizi baik akan memiliki daya tangkap yang lebih baik dan dapat memperoleh prestasi yang baik pula di sekolahnya. Sebaliknya jika seseorang memiliki status gizi yang kurang atau lebih akan berdampak pada kecerdasan sehingga kurang optimal dalam menangkap pelajaran di sekolah sehingga prestasi belajar kurang baik. Kekurangan atau kelebihan zat-zat esensi gizi bisa mempengaruhi terjadinya gangguan belajar, kinerja kurang dan rentan terhadap berbagai penyakit. Menurut Burkhalter dan Hillman . , anak yang memiliki status gizi berlebih dapat mempercepat penuaan dan kematian sel di otak sehingga menurunnya volume dan fungsi otak berpengaruh terhadap prestasi akademiknya. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada tanggal 16 - 25Februari 2017didapatkan hasil sebagai berikut: Status gizi siswa di SDN 010 Pangkalan Kerinci adalah normal sebanyak 55 orang . ,6%). Prestasi siswa di SDN 010 Pangkalan Kerinci adalah baik sebanyak 42 orang . %). Ada hubungan status gizi dengan prestasi siswa di SDN 010 Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Tahun 2017dengan nilai Pvalue< 0,05 (Pvalue = 0,. Diharapkan kepada Universitas Abdurrab Pekanbaru agar dapar menambah buku-buku yang terbaru khususnya yang berhubungan dengan Status Gizi dan Prestasi Belajar yang berguna bagi mahasiswa dalam meningkatkan atau menambah pengetahuannya dan mempermudah dalam mencari referensi untuk menyelesaikan tugas kampus dan pelaksanaan tugas-tugas dan lainnya. Diharapkan kepada peneliti selanjutnya hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai data dasar untuk acuan dan pedoman dalam melakukan penelitian selanjutnyan dengan penambahan jumlah variabel dan sub variabel yang belum diteliti dalam penelitian ini sehingga mendapatkan pengetahuan dan wawasan yang baru dan lebih baik. DAFTAR PUSTAKA