Jurnal Ekonomi & Keuangan Islam Volume 1 No. Januari 2011: 1-15 HUBUNGAN SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN DAN PRESTASI PEMBIAYAAN BAGI HASIL: RESOURCE-BASED VIEW Ataina Hudayati Universitas Islam Indonesia. Yogyakarta e-mail: ahudayati@yahoo. Sofiah Md Auzair Universiti Kebangsaan Malaysia e-mail: sofiah@pkrisc. Abstract Many Islamic economics as the basic concepts of Islamic banks, but the practice shows that the financing by buying and selling more practiced. The purpose of this study is to see the impact of performance measurement system as a management control system in improving organizational learning. The process of data collected by survey respondents RB field with Sharia and Islamic branches of Islamic banking in Indonesia. By analysis of partial least square, show an interactive performance measurement system is positively associated with organizational learning. This study also found that the quantity and quality of financing for the outcome positively related to achievement of financial and non financial BPRS, but only the quality of financing are related to the achievement of financial and non financial performance of Islamic bank branches. Keywords: Managemetn control system, resource-based view. BPRS. PLS LATAR BELAKANG Secara umumnya, terdapat dua jenis pembiayaan dalam bank Islam yaitu pembiayaan berdasarkan kontrak pertukaran/kontrak jual beli dan pembiayaan berdasarkan kontrak bagi hasil (Saiful Azhar Rosly 2005:. Di dalam pembiayaan berdasarkan kontrak pertukaran, bank akan memberikan pembiayaan dalam bentuk barang yang diperlukan nasabah dan selanjutnya, nasabah akan membayar kembali pembiayaan tersebut sebesar harga barang ditambah mark-up. Contoh pembiayaan berdasarkan kontrak pertukaran ialah murabahah. Berbeda dengan pembiayaan berdasarkan kontrak pertukaran yang mendasarkan pada kepemilikan barang, pembiayaan bagi hasil mendasarkan pada konsep investasi. Dalam pembiayaan ini, bank akan memberikan uang yang diperlukan nasabah dan nasabah akan membayar kembali pembiayaan tersebut sebesar uang yang diberikan bank ditambah bagian keuntungan yang menjadi hak bank (Lewis & Algoud 2001:. Contoh pembiayaan berdasarkan bagi hasil yaitu mudharabah dan musyarakah. Meskipun dalam bank Islam dipraktikkan dua jenis pembiayaan, tetapi para ahli ekonomi Islam mendukung bagi hasil sebagai konsep dasar bank Islam (Siddiqi 1983:22. Omar & Haq 1996:12. Lewis & Algaoud 2001:1-. Dibandingkan dengan kontrak jual beli, kontrak bagi hasil mempunyai beberapa kelebihan yaitu . sesuai dengan prinsip keadilan pengalokasian . meningkatkan efisiensi pengalokasian sumber daya. lebih menimbulkan kestabilan nilai uang dan . mendorong aktivitas investasi (Siddiqi 1983:85-. Tujuan perbankan Islam adalah agar pembiayaan bagi hasil tersedia dalam jumlah yang wajar bagi sebanyak-banyaknya pengusaha (Chapra 1. Lebih lanjut. Habib Ahmed . menyatakan bahwa hendaklah ada jumlah yang seimbang antara pembiayaan berdasarkan bagi hasil dan berdasarkan jual beli. Dari berbagai kajian yang telah dibicarakan di atas, nampaknya dapat disimpulkan bahwa kuantitas pembiayaan bagi hasil yang tinggi merupakan salah satu ukuran prestasi bank Islam, sebagaimana dinyatakan oleh Abdus Samad & Kabir Hassan . Meskipun pembiayaan bagi hasil mendapat dukungan dari para pengkaji, tetapi dalam praktik pembiayaan berdasarkan kontrak jual beli lebih banyak dipraktikkan. Menurut Iqbal dan Mirakhor . 2, 2007:. , jumlah persentase pembiayaan bagi hasil perbankan Islam di dunia sekitar 20%. Bahkan dibeberapa negara, contohnya Malaysia persentase pembiayaan tersebut jauh lebih kecil. Penelitian pendahuluan dalam pembiayaan perbankan menemukan bahwa peranan sistem pengendalian sangat mempengaruhi prestasi pembiayaan. Sistem pengendalian yang mendapat banyak perhatian dari peneliti lebih mendasarkan pada sistem pengendalian untuk mengawasi perilaku penerima dana yang terdiri dari aturan badan profesi akuntansi tentang pelaporan keuangan (Beaulieu 1994. Lawrence et al 2002. serta Kwok 2. , aturan yang dibuat bank yang memberikan dana (Bester Besanko & Thakor 1987. Deakins 1. serta aturan dari pemerintah tentang batasan maksimal pemberian pembiayaan dan syarat kecukupan modal minimal (Fabi et al. Meskipun kajian pendahuluan menemukan bahwa perilaku manajer mempengaruhi portofolio pembiayaan (Berger & DeYoung Wiliam 2. , belum banyak kajian yang mendasarkan pada peranan sistem pengendalian untuk mengawasi perilaku manajer bank terlebih perilaku manajer bank Islam yang biasa disebut sistem pengendalian manajemen . eterusnya disingkat SPM). Banyak pengkaji menghubungkan SPM seperti sistem pengukuran prestasi dengan efektivitas organisasi . ebagai contoh Hoque Henri 2006. Widener 2. Meskipun demikian, kajian yang sistematik tentang praktik sistem pengendalian pada bank Islam yang mendorong tercapainya prestasi bank khususnya prestasi pembiayaan bagi hasil masih terbatas atau bahkan tidak ditemukan. Oleh karena itu, adanya kesenjangan dalam kajian SPM di bank Islam membuka ruang untuk kajian ini dilaksanakan, dengan mencoba mengaitkan peranan sistem pengukuran prestasi terhadap prestasi pembiayaan bagi hasil. Hudayati dan Tohirin . berpandangan bahwa terdapat dua perspektif yang dapat digunakan untuk meningkatkan prestasi pembiayaan bagi hasil yaitu incentive-based view . andangan yang berdasarkan perilaku negatif age. dan knowledge-based view . andangan berdasarkan pengetahuan atau kemampuan organisas. Sebagian besar kajian pendahuluan dalam bidang pembiayaan bagi hasil mendasarkan pada incentive-based view dengan menggunakan teori agensi . ebagai contoh: Habib Ahmed 2002. Khalil et al. and Muhammad 2005,). Berbeda dengan kajian pendahuluan, paper ini memfokuskan pembahasan pada faktor yang mempengaruhi prestasi pembiayaan bagi hasil dengan berdasarkan pada pandangan berdasarkan kemampuan organisasi yaitu resource based view (RBV). Sarker . berpandangan bahwa teori yang berdasarkan kemampuan organisasi lebih sesuai dengan perspektif Islam. Duchessi et al. juga mendukung digunakannya pandangan berdasarkan kemampuan organisasi dalam meningkatkan prestasi pembiayaan. RBV merupakan teori yang berasal dari bidang manajemen strategi. RBV berpandangan bahwa sumber daya yang dimiliki perusahaan akan meningkatkan kemampuan organisasi (Grant 1. Seiring dengan meningkatnya kemampuan organisasi tersebut, prestasi perusahaan akan meningkat. Tidak banyak kajian dalam bidang sistem pengendalian manajemen yang mendasarkan pada teori RBV, dan salah satunya adalah Henri . Henri . berpandangan bahwa sistem pengukuran prestasi yang digunakan secara interaktif akan dapat meningkatkan kemampuan organisasi yang berupa pembelajaran organisasi, keusahawanan, orientasi pasar dan kemampuan berinovasi. Beberapa kajian secara implisit menyatakan bahwa pembelajaran organisasi merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan prestasi pembiayaan bagi hasil. Beberapa penulis menyatakan bahwa keterbatasan kemampuan bank Islam dalam memilih dan menilai kelayakan proyek dan pengusaha (Kuran 1995. Khan 1995. Ahmed 2003. Lewis & Algoud 2001:. serta kurangnya kemampuan bank dalam melakukan pengawasan ke atas pembiayaan yang diberikan (Errico & Farahbaksh 1998. Khan 1. diperkirakan mempengaruhi prestasi pembiayaan tersebut. Abdul Gafoor . Khan dan Mirakhor . serta Samad dan Hassan . menyatakan bahawa pembiayaan bagi hasil kurang dipraktikkan bank Islam karena kurangnya keahlian dan pengalaman dalam melaksanakan pembiayaan tersebut. Sebagai jenis pembiayaan yang baru dalam industri perbankan, adanya keterbatasan kemampuan bank dalam menjalankan pembiayaan tersebut nampaknya sesuatu yang dapat difahami. Sehubungan dengan keterbatasan kemampuan bank Islam tersebut, kajian ini berpendapat bahwa pembelajaran organisasi dapat meningkatkan prestasi pembiayaan bagi hasil. Pembelajaran ! "# $ organisasi diperkirakan meningkatkan prestasi pembiayaan bagi hasil, karena melalui pembelajaran organisasi, kemampuan bank Islam dalam menilai kelayakan proyek dan pengusaha serta dalam melakukan pengawasan selepas pembiayaan diberikan akan meningkat (Nienhaus 1. Selain penggunaan sistem pengukuran prestasi yang digunakan secara interaktif. Chenhall . menemukan bahwa sistem pengukuran prestasi keuangan dan non keuangan . ang disebut strategic performance measurement syste. terbukti dapat meningkatkan pembelajaran organisasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Henri . dan Chenhall . , kajian ini merancang model yang menghubungan sistem pengukuran prestasi dan penggunaan sistem pengukuran prestasi secara interaktif terhadap pembelajaran Selanjutnya, kajian ini mencoba menemukan bukti empiris hubungan pembelajaran organisasi terhadap prestasi pembiayaan bagi hasil. Dari penjelasan di atas juga dapat disimpulkan bahwa pembiayaan bagi hasil mempunyai kelebihan jika dibandingkan dengan pembiayaan dengan prinsip jual beli. Meskipun demikian, kelebihan pembiayaan bagi hasil dibandingkan dengan pembiayaan berdasarkan kontrak jual beli masih dalam tataran teoritis. Oleh karena itu, selain mencoba menemukan bukti empiris hubungan antara sistem pengendalian manajemen dan prestasi pembiayaan bagi hasil, tulisan ini juga ingin menemukan bukti empiris pengaruh pembiayaan bagi hasil terhadap prestasi perbankan Islam secara keseluruhan. prestasi secara diagnostik memfokuskan peranan sistem pengendalian sebagai alat pengawasan, pengukuran pencapaian prestasi dan membandingkan prestasi tersebut dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya (Simons 1994. Penggunaan pengukuran prestasi interaktif lebih mendasarkan pada apa yang berlaku pada masa depan . dan mempunyai ciri timbulnya diskusi yang aktif dan sering antara berbagai jenjang Dalam konteks ini sistem pengendalian berperanan sebagai data-based yang mendukung proses pembelajaran organisasi serta mendorong timbulnya ide maupun strategi baru (Simons, 1. Kaplan dan Norton . menyatakan bahwa sistem pengukuran prestasi tradisional yang memfokuskan pada pengukuran prestasi keuangan menghambat proses perubahan organisasi dan menghambat proses perbaikan yang terus menerus. Oleh karena itu. Kaplan dan Norton . mengembangkan konsep pengukuran prestasi baru yang mendasarkan pada pengukuran prestasi keuangan dan non Sistem pengukuran prestasi keuangan dan non keuangan tersebut selain dapat digunakan untuk mengaplikasikan strategi perusahaan juga dapat digunakan untuk mengubah strategi yang sudah ada, serta digunakan untuk mengembangkan ide-ide baru. Chenhall . telah menemukan bukti empiris bahwa sistem pengukuran prestasi keuangan dan non keuangan tersebut dapat meningkatkan pembelajaran organisasi. RBV dan Peranan Sistem Pengendalian Resource-based view (RBV) mengandaikan bahwa sumber daya yang dimiliki perusahaan akan meningkatkan kemampuan organisasi, dan selanjutnya dengan kemampuan tersebut keunggulan daya saing perusahaan akan mening(Grant 1. Dalam RBV, sumber daya Simons . memberikan definisi sistem kat . adalah segala sesuatu yang merupapengendalian manajemen (SPM) sebagai pro- kan kekuatan sesebuah organisasi. Sumber daya sedur dan sistem formal yang menggunakan terdiri dari mesin-mesin, gedung dan tanah, informasi untuk mengekalkan atau merubah kesetiaan karyawan, kemampuan pola dalam aktivitas organisasi. Untuk mening- teknologi, dan pengetahuan atau pengalaman katkan peranan sistem pengendalian tersebut, yang dimiliki perusahaan (Wernerfelt 1. Simons . menggolongkan Sumber daya yang difokuskan dalam RBV sistem pengukuran prestasi dalam dua jenis pengetahuan, sehingga RBV sering juga yaitu penggunaan sistem pengukuran prestasi yaitu pandangan berdasarkan pengetahuan yang digunakan secara diagnostik dan secara . nowledge-based Penggunaan sistem pengukuran LANDASAN TEORI DAN PENELITIAN PENDAHULUAN Sistem Pengendalian Manajemen (SPM) Sistem Pengendalian Manajemen(SPM) Pembelajaran Organisasi Prestasi Perusahaan Gambar 1: Hubungan SPM dan prestasi perusahaan prestasi pembiayaan bagi hasil tidak bersifat langsung tetapi melalui pembelajaran Oleh karena itu, hubungan sistem pengukuran prestasi dan penggunaan sistem pengukuran prestasi secara interaktif ke atas prestasi pembiayaan dalam kajian ini dilakukan melalui pembelajaran organisasi. Pembiayaan bagi hasil akan memberikan kesan positif kepada prestasi bank Islam dalam aspek ekonomi jika kuantitas pembiayaan MODEL KAJIAN dalam jumlah yang berarti dan Hammermeister . dan Zimmerman . 3: tersebut tersebut berkualitas. Pembiayaan . menggolongkan elemen sistem disebut berkualitas jika tingkat non-performing pengendalian manajemen pada 3 aspek yaitu financing atau investment risk reserve rendah. sistem pengukuran prestasi, struktur organisasi Oleh karena itu, prestasi pembiayaan bagi hasil dan sistem kompensasi. Kajian ini hanya dalam kajian ini terdiri dari dua aspek memfokuskan pada elemen sistem pengukuran kuantitas pembiayaan dan kualitas pembiayaan. prestasi dan penggunaan sistem pengukuran Selain itu, kajian ini memasukkan tiga prestasi tersebut. Hal ini karena Zimmerman pemboleh ubah pengendali yaitu jumlah aktiva, . 3: . melihat bahwa sistem pengukuran jumlah karyawan bank dan umur bank sebagai prestasi merupakan elemen sistem pengendalian faktor yang diperkirakan manajemen yang paling penting. Sistem prestasi pembiayaan bagi hasil. Adapun pengukuran prestasi telah dikenal sebagai kunci kajian yang digunakan ditunjukkan model perubahan organisasi (Brignall 1. Sistem gambar 2. Karena belum banyak kajian pengukuran prestasi tidak hanya berperanan pendukung, hubungan antara kuantitas dan sebagai alat pengawasan tetapi juga sebagai alat kualitas pembiayaan bagi hasil terhadap prestasi membantu proses manajerial yang lain keuangan dan non keuangan bank Islam akan (Amizawati & Sofiah 2. Berdasarkan resource-based view (RBV), dikaji dalam model yang terpisah. hubungan sistem pengukuran prestasi terhadap Pengetahuan tersebut selanjutnya akan meningkatkan kemampuan organisasi (Foss & Klein, 2. Sistem pengendalian manajemen dapat dipandang sebagai ilmu yang merupakan salah satu sumber daya perusahaan (McNamara et al. Adapun model konsepsual peranan sistem pengendalian manajemen (SPM) menurut RBV dijelaskan dalam gambar 1. Sistem Pengukuran Prestasi Penggunaan Sistem Pengukuran Prestasi Secara Interaktif Pembelajaran Organisasi Kuantitas Pembiayaan Bagi Hasil Kualitas Pembiayaan Bagi Hasil Gambar 2: Model Kajian Aktiva Jumlah Karyawan Umur Bank ! "# $ H2: Penggunaan sistem pengukuran prestasi HIPOTESA secara interaktif berhubungan positif Sistem Pengukuran Prestasi dan Pemdengan pembelajaran organisasi. belajaran Organisasi Beberapa kajian telah memfokuskan peranan Pembelajaran Organisasi dan Prestasi sistem pengukuran prestasi yang lebih kom- Pembiayaan Bagi Hasil. prehensif, yang terdiri dari pengukuran prestasi keuangan dan non keuangan (Kaplan 1992. Ittner at al. Chenhall 2. Sistem pengukuran prestasi yang lebih komprehensif tersebut . iasa disebut strategic performance measuremen. sangat sesuai digunakan dalam lingkungan yang bersifat dinamis dan menghendaki organisasi untuk selalu menyesuaikan dengan kondisi lingkungan, agar tetap dapat eksis dalam persaingan (Santos et al. Sistem pengukuran prestasi tersebut dikembangan mendasarkan pada konsep manajemen strategi, dan diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran organisasi melalui fungsinya sebagai proses pengumpulan informasi, interpretasi informasi tersebut serta mendistribusikan informasi kepada seluruh anggota Dalam penelitiannya. Chenhall . telah menemukan bahwa sistem pengukuran prestasi terbukti berhubungan positif dengan pembelajaran organisasi. Oleh karena itu, hipotesa atas hubungan sistem pengukuran prestasi dan pembelajaran organisasi dapat dinyatakan sebagai berikut: H1: Sistem pengukuran prestasi berhubungan positif dengan pembelajaran organisasi. Penelitian pendahuluan telah menemukan bahwa pembelajaran organisasi berpengaruh ke atas prestasi perusahaan secara keseluruhan (GarcAa-Morales & Llorens-Montes 2006. Prieto & Revilla, 2006. Garcia-Morales et al. Jimynez-Jimynez & Cegarra-Navarro 2. dan prestasi pada spesifik aspek. Panayides . menemukan bahwa pembelajaran organisasi berhubungan dengan prestasi proses logistik, sedangkan Carter . berpendapat bahwa pembelajaran organisasi berpengaruh kepada prestasi pemasok. Berdasarkan argumen kajian pendahuluan, kajian ini berpendapat bahwa pembelajaran organisasi berhubungan positif dengan prestasi pembiayaan bagi hasil. Dengan meningkatkan kemampuan pembelajaran organisasi, bank Islam akan dapat menyesuaikan pola aktivitasnya sesuai dengan syariah Islam, yang mendasarkan pada kontrak pembiayaan bagi hasil. Oleh karena itu, hipotesa atas hubungan pembelajaran organisasi dapat dinyatakan sebagai berikut: H3: Pembelajaran organisasi berpengaruh positif dengan prestasi pembiayaan bagi hasil. Penggunaan Sistem Pengukuran Prestasi METODE PENELITIAN secara Interaktif dan Pembelajaran Organisasi Objek Kajian Dengan memfokuskan pada dialog yang terus menerus antara bawahan dan atasan, sistem pengukuran prestasi yang digunakan secara interaktif akan mendorong pembelajaran Sistem pengukuran prestasi yang digunakan secara intensif, memfokuskan pada ketidakpastian yang dihadapi organisasi yang mendorong timbulkan berbagai ide baru (Kohli & Jaworski 1. Adanya ide-ide baru yang muncul tersebut, diharapkan proses pembelajaran organisasi akan berjalan yang selanjutnya proses perubahan organisasi dapat dilakukan. Sehubungan dengan itu. Henri . menemukan bahwa penggunaan sistem pengukuran prestasi secara interaktif tersebut berhubungan positif dengan pembelajaran organisasi. Oleh karena itu, dapat dinyatakan bahwa: Kajian ini menggunakan survei lapangan pada perbankan Islam di Indonesia. Pemilihan objek kajian di Indonesia dengan alasan data pembiayaan bagi hasil pada perbankan Islam di Indonesia secara relatif lebih besar dibandingkan negara lain yaitu sekitar 30-33% (Laporan Tahunan Bank Indonesia 2005 dan 2. Dengan digunakanya pandangan berdasarkan kemampuan organisasi, sistem pengendalian manajemen (SPM) lebih dibutuhkan keberadaanya baik untuk perusahaan besar maupun kecil. Hal ini karena. SPM tersebut dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan organisasi suatu perusahaan agar dapat bertahan dalam persaingan. Untuk dapat lebih memahami peranan SPM dalam meningkatkan pembelajaran organisasi, kajian ini mengguna- kan dua kelompok responden yaitu bank Islam dengan skala menengah yang diwakili oleh Bank Perkreditan Rakyat Syariah dan bank dengan skala besar yang diwakili kantor cabang bank Syariah. Menurut data dari Bank Indonesia pada Januari 2008, jumlah BPR Syariah seluruh Indonesia 115 bank. Adapun jumlah kantor cabang Syariah menurut data dari Bank Indonesia dan website bank sekitar 256 bank. Daftar pertanyaan dikirimkan melalui pos kepada seluruh responden . eluruh populas. Daftar pertanyaan yang dikembalikan terdiri dari 100 responden BPR Syariah dan 99 responden kantor cabang bank Syariah. Pengoperasian dan Pengukuran Variabel Sistem pengukuran prestasi Yang dimaksud sistem pengukuran prestasi dalam kajian ini adalah sekumpulan alat ukur pencapaian prestasi yang berupa alat ukur yang bersifat keuangan dan non keuangan (Neely. Gregory, & Platts, 1. Untuk mengukur sistem pengukuran prestasi, digunakan instrumen yang dikembangkan Ittner et al . yang telah digunakan dalam penelitian pada perbankan. Item pengukuran terdiri dari 10 indikator yaitu: prestasi keuangan jangka pendek, hubungan dengan konsumen, hubungan dengan karyawan. hubungan dengan pemasok, prestasi operasional . ontoh: produktivitas kerja, keamanan kerj. kualitas produk atau hubungan dengan organisasi lain. kepedulian dengan lingkungan. inovasi produk atau jasa serta hubungan kemasyarakatan. Penggunaan pengukuran prestasi secara Variabel ini diukur melalui instrumen yang dikembangkan oleh Simons . Daftar pertanyaan menggunakan 7 skala likert . =penggunaan rendah, 7=penggunaan tingg. , yang terdiri dari 7 indikator yaitu pertanyaan yang terdiri dari seberapa jauh penggunaan sistem pengukuran prestasi digunakan untuk . memungkinkan adanya pembicaraan dalam rapat yang dihadiri atasan dan bawahan. memungkinkan timbulnya pembicaraan mengenai data, andaian yang digunakan serta pelaksanaan perencanaan. menyediakan common view dari organisasi. mempersatukan berbagai bagian dalam organisasi. memungkinkan organisasi mendasarkan pada common issue. memungkinkan organisasi mendasarkan pada faktor kritikal keberhasilan serta . memungkinkan pembangunan common vocabulary dalam organisasi. Pembelajaran Organisasi Dalam kajian ini pembelajaran organisasi didefinisikan sebagai proses dalam organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan tindakan melalui pengembangan dan penyebaran pengetahuan yang berhubungan dengan pekerjaan, untuk meningkatkan prestasi pembiayaan perkongsian untung rugi. Pengukuran pembelajaran organisasi menggunakan 4 item pertanyaan yang dikembangkan oleh Hult . Prestasi Pembiayaan Bagi Hasil Untuk mengukur prestasi pembiayaan bagi hasil, penelitian ini menggunakan rational goal model (Lewin &Minton 1. yang dinyatakan dalam product maximization dalam arti jumlah pencapaian responden atas jumlah persentase pembiayaan bagi hasil dibagi dengan total Selain dari itu, prestasi pembiayaan bagi hasil akan dilihat dari internal process model (Lewin &Minton 1. yang dinyatakan dalam kualitas pembiayaan bagi hasil. Pengukuran kualitas pembiayaan sebagaimana disarankan Lin Peter dan Mei Albert . Instrumen tersebut mengukur kualitas bank dalam melakukan proses analisa usulan pembiayaan bagi hasil. dokumentasi pembiayaan dan proses setelah pembiayaan diberikan. Daftar pertanyaan untuk mengukur kualitas pembiayaan terdiri dari 10 pertanyaan. Prestasi Keuangan dan Non Keuangan Bank Islam Yang dimaksudkan dengan prestasi keuangan adalah pencapaian prestasi dalam aspek tingkat laba, aliran kas dari operasi, pengendalian biaya, pengembalian investasi serta volume Adapun prestasi non keuangan yaitu pencapaian prestasi dalam aspek pangsar pasar, pengembangan karyawan, pengembangan produk baru, aktivitas kemasyarakatan, pengembangan pasar, kesehatan karyawan serta tempat dan suasana kerja. Pengukuran prestasi keuangan dan non keuangan tersebut berdasarkan ! "# $ instrumen yang dikembangkan Govindarajan and Gupta . Penganalisisan Data Penganalisisan data menggunakan model persamaan struktural . tructural equation modelin. dengan tehnik Partial Least Square. Model persamaan struktural digunakan karena model tersebut memungkinkan mengkaji secara bersama-sama hipotesa dan pengukuran instrumen (Hulland 1. Adapun partial least square digunakan karena sesuai untuk kajian dengan sampel kecil. HASIL DAN PEMBAHASAN Demografi Responden Usia terendah BPR syariah yang menjadi objek kajian adalah 1 tahun dan usia tertinggi 18 tahun dengan usia rata-rata 10 tahun. Jumlah karyawan terendah 5 dan jumlah karyawan tertinggi 120 orang dengan rata-rata jumlah karyawan 20 Untuk kantor cabang bank Syariah, usia terendah kantor cabang bank 1 tahun dan usia tertinggi 15 tahun dengan rata rata usia 5 tahun. Adapun jumlah pegawai minimal 9 dan jumlah pegawai tertinggi 3200 orang dengan rata-rata jumlah pegawai 65 orang. Reliabilitas dan Validitas Daftar Pertanyaan Untuk mengukur validitas dan reliabilitas daftar pertanyaan digunakan tiga ukuran yaitu convergent validity, composite reliability dan discriminant validity (Hulland 1. Convergent validity menunjukkan realibilitas setiap indikator dalam menjelaskan laten variabel. Convergent validity diukur dengan melihat nilai loading faktor untuk setiap indikator. Indikator dikatakan reliabel jika memiliki loading faktor di atas 0. Meskipun demikian, untuk instrumen yang masih dalam tahap pengembangan, 5 boleh digunakan. Informasi yang terdapat dalam tabel A. C dan D yang terdapat dalam lampiran menunjukkan bahwa sebagian besar indikator mempunyai loading faktor di atas 0. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa instrumen yang digunakan mempunyai convergent validity. Namun demikian, terdapat satu indikator dengan loading faktor di bawah 0. 5 yaitu kualitas pembiayaan indikator ke-6. Convergent validity juga ditunjukkan oleh nilai Average Variance Extracted (AVE) untuk setiap indikator. Data dalam tabel E. G dan H yang terdapat dalam lampiran menunjukkan bahwa nilai AVE untuk keseluruh indikator yang digunakan berada diatas nilai minimal 0. Cara kedua untuk melibat kualitas pengukuran dengan melihat composite reliability dari suatu variabel serta nilai cronbach alpha. Suatu konstruk dikatakan mempunyai pengukuran yang reliabel jika nilai composite reliability atau cronbach alpha lebih besar Tabel E. G dan H yang terdapat dalam lampiran menunjukkan bahwa kesemua variabel mempunyai nilai composite reliability dan cronbach alpha di atas 0. 7 dan menunjukkan kualitas reliabilitas yang cukup tinggi. Discriminant validity menunjukkan bahwa indikator setiap konstruk menjelaskan konstruk yang diwakilinya secara lebih baik berbanding dengan indikator tersebut menjelaskan konstruk yang lain. Diukur dengan melihat cross loading antara indikator. Dalam tabel A. C dan D yang terdapat dalam lampiran menunjukkan bahwa korelasi antara indikator dengan konstruk yang diwakilinya lebih besar dibandingkan korelasi indikator dengan konstruk yang lain. Dengan demikian, keseluruh variabel yang digunakan mempunyai discriminant validity. HASIL PENGUJIAN HIPOTESA Bank Perkreditan Rakyat Syariah Nilai path coefficient hubungan antara variabel laten dan nilai t untuk objek kajian BPR syariah dapat dilihat dalam tabel 1. Nilai path coefficient dan nilai t hubungan antara sistem pengukuran prestasi dan pembelajaran organisasi berturut-turut 0. 434905 dan 3. 671718 signifikan dengan <1%. Hal tersebut berarti sistem pengukuran prestasi berhubungan positif dengan pembelajaran organisasi. Dengan demikian, hipotesa pertama diterima. Adapun nilai path coefficient dan nilai t hubungan antara penggunaan sistem pengukuran prestasi secara interaktif dan pembelajaran organisasi berturut-turut 0. 238786 dan 354459 signifikan dengan <5%. Hal tersebut berarti penggunaan sistem pengukuran prestasi secara interaktif berhubungan positif dengan pembelajaran organisasi. Dengan demikian, hipotesa kedua diterima. Tabel 1: Nilai path coefficient dan nilai t . ngka dalam tanda kurun. hubungan variabel INDEPENDEN VARIABEL Sistem Pengukuran Prestasi Penggunaan Sistem Pengukuran Prestasi secara Interaktif Pembelajaran Organisasi Aktiva Jumlah Karyawan Umur Bank DEPENDEN VARIABEL Pembelajaran Kuantitas Kualitas Organisasi Pembiayaan Pem biayaan . *** *** ***Signifikan pada p <0. ** signifikan pada p <0. * signifikan pada p<0. 10 (Pengujian 2 sis. Nilai t diperoleh dengan prosedur bootstrapping 500 resample. Selanjutnya, hipotesa ketiga menghubungan pembelajaran organisasi dan prestasi pembiayaan bagi hasil baik dari aspek kuantitas pembiayaan maupun kualitas pembiayaan. Nilai path coefficient dan nilai t hubungan antara pembelajaran organisasi dan kuantitas pembiayaan berturut-turut 0. 107574 dan 1. tidak signifikan. Hal tersebut berarti pembelajaran organisasi tidak berhubungan dengan kuantitas pembiayaan bagi hasil. Adapun nilai path coefficient dan nilai t hubungan antara pembelajaran organisasi dan kualitas pembiayaan berturut-turut 0. 614893 dan 7. signifikan dengan <1%. Hal tersebut berarti pembelajaran organisasi berhubungan dengan kualitas pembiayaan bagi hasil. Dengan demikian, hipotesa ke tiga sebagian diterima. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa ketiga pemboleh ubah pengendali tidak berhubungan dengan prestasi pembiayaan bagi hasil. Nilai R2 pembelajaran organisasi sebesar 39%, bermakna 39% perubahan dalam pembelajaran organisasi dipengaruhi oleh sistem pengukuran prestasi dan penggunaan sistem pengukuran prestasi secara interaktif. Kantor Cabang Bank Syariah Nilai path coefficient hubungan antara variabel laten dan nilai t untuk objek kajian kantor cabang bank syariah dapat dilihat dalam tabel 2. Nilai path coefficient dan nilai t hubungan antara sistem pengukuran prestasi dan pem- belajaran organisasi berturut-turut 0. 232928 dan 861216 signifikan dengan <10%. Hal tersebut berarti sistem pengukuran prestasi berhubungan positif dengan pembelajaran organisasi. Dengan demikian, hipotesa pertama diterima. Adapun nilai path coefficient dan nilai t hubungan antara penggunaan sistem pengukuran prestasi secara interaktif dan pembelajaran organisasi berturut-turut 0. 384348 dan 676302 signifikan dengan <1%. Hal tersebut berarti penggunaan sistem pengukuran prestasi secara interaktif berhubungan positif dengan pembelajaran organisasi. Dengan demikian, hipotesa kedua diterima. Selanjutnya, hipotesa ketiga menghubungan pembelajaran organisasi dan prestasi pembiayaan bagi hasil baik dari aspek kuantitas pembiayaan maupun kualitas pembiay aan. Nilai path coefficient dan nilai t hubungan antara pembelajaran organisasi dan kuantitas pembiayaan berturut-turut 0. 225904 dan 2. signifikan dengan <5%. Hal tersebut berarti pembelajaran organisasi berhubungan dengan kuantitas pembiayaan bagi hasil. Adapun nilai path coefficient dan nilai t hubungan antara pembelajaran organisasi dan kualitas pembiayaan berturut-turut 0. 512017 dan 7. signifikan dengan <1%. Hal tersebut berarti pembelajaran organisasi berhubungan dengan kualitas pembiayaan bagi hasil. Dengan demikian, hipotesa ke tiga diterima. ! "# $ Hasil analisis juga menunjukkan bahwa jumlah aktiva berhubungan positif dengan kualitas pembiayaan, tetapi jumlah karyawan berhubungan negatif dengan kualitas Nilai R2 pembelajaran organisasi sebesar 37%, bermakna 37% perubahan dalam pembelajaran organisasi dipengaruhi oleh sistem pengukuran prestasi dan penggunaan sistem pengukuran prestasi secara interaktif. Tabel 2: Nilai path coefficient dan nilai t . ngka dalam tanda kurun. hubungan variabel INDEPENDEN VARIABEL Sistem Pengukuran Prestasi Penggunaan Sistem Pengukuran Prestasi secara Interaktif Pembelajaran Organisasi Aktiva Jumlah Karyawan Umur Bank DEPENDEN VARIABEL Pembelajaran Kuantitas Kualitas Organisasi Pem biayaan Pem biayaan . *** ** . *** *** *** ***Signifikan pada p <0. ** signifikan pada p <0. * signifikan pada p<0. 10 (Pengujian 2 sis. Nilai t diperoleh dengan prosedur bootstrapping 500 resample. HUBUNGAN PRESTASI PEMBIAYAAN BAGI HASIL DAN PRESTASI BANK Bank Perkreditan Rakyat Syariah Tabel 3: Nilai path coefficient dan nilai t . ngka dalam tanda kurun. hubungan variabel INDEPENDEN VARIABEL Kuantitas Pembiayaan Kualitas Pembiayaan DEPENDEN VARIABEL Prestasi Keuangan Prestasi Non Keuangan 455550. *** 0. *** *** 0. *** ***Signifikan pada p <0. ** signifikan pada p <0. * signifikan pada p<0. 10 (Pengujian 2 sis. Nilai t diperoleh dengan prosedur bootstrapping 500 resample. Kantor Cabang Syariah Tabel 4: Nilai path coefficient dan nilai t . ngka dalam tanda kurun. hubungan variabel INDEPENDEN VARIABEL Kuantitas Pembiayaan Kualitas Pembiayaan DEPENDEN VARIABEL Prestasi Keuangan Prestasi Non Keuangan 173079. *** 0. *** ***Signifikan pada p <0. ** signifikan pada p <0. * signifikan pada p<0. 10 (Pengujian 2 sis. Nilai t diperoleh dengan prosedur bootstrapping 500 resample. PEMBAHASAN kecil dalam meningkatkan prestasi pembiayaan Dengan demikian, untuk meningkatSalah satu motivasi penelitian ini adalah untuk bagi pembiayaan bagi hasil, kualitas menguji hubungan antara sistem pengukuran sistemprestasi manajemen untuk mengenprestasi serta penggunaan sistem pengukuran dalikan perilaku manajer bank lebih dibutuhkan prestasi dan pembelajaran organisasi. Hasil keberadaannya. kajian menunjukkan bahwa kedua elemen ini juga memberikan sumbangan sistem pengendalian manajemen berhubungan kajian Kajian pada pembiayaan positif dengan pembelajaran organisasi, baik bagi hasil, dengan memberikan untuk responden BPR syariah maupun kantor pentingnya meningkatkan kemampuan cabang bank syariah. Dengan demikian, temuan sasi yang berupa pembelajaran organisasiorganidalam kajian mendukung peranan sistem pengendalian perbankan Islam. Selain itu, kajian pendahuluan manajemen dengan berdasarkan resource-based lebih banyak memfokuskan pada kelakuan view baik untuk bank skala menengah maupun negatif penerima dana sebagai faktor yang pembiayaan bagi hasil. Kajian Selanjutnya, kajian ini mengkaji hu- mempengaruhi faktor yang bungan pembelajaran organisasi dan prestasi mempengaruhi perilakupentingnya Islam pembiayaan bagi hasil. Hasil kajian menunjuk- memberikan pembiayaan bagi hasil. Dengan kan bahwa pembelajaran organisasi ber- demikian, untuk meningkatkan prestasi pemhubungan dengan kuantitas dan kualitas pem- biayaan bagi hasil, kajian perlu dilakukan baik biayaan bagi hasil untuk kantor cabang syariah, dari aspek penerima dana . isi permintaa. tetapi pembelajaran organisasi hanya ber- maupun sisi penawaran . ari aspek pemberi hubungan dengan kualitas pembiayaan bagi dana/ bank Isla. hasil untuk BPR syariah. Temuan kajian lain menunjukkan bahwa kuantitas pembiayaan bagi hasil berhubungan Saran Kajian Mendatang positif dengan prestasi keuangan dan non Kajian ini hanya memfokuskan satu elemen keuangan BPR syariah. Namun demikian, untuk sistem pengendalian manajemen yaitu sistem kantor cabang syariah, hanya kualitas pem- pengukuran prestasi. Kajian mendatang dapat biayaan bagi hasil yang terbukti berhubungan dilakukan dengan memasukkan elemen sistem positif dengan prestasi keuangan dan non pengendalian manajemen yang lain, yang keuangan bank. Hal ini bermakna, dalam kantor berupa struktur organisasi dan sistem cabang bank Syariah, kualitas pembiayaan bagi kompensasi. Kemampuan organisasi yang difokuskan hasil lebih penting dibandingkan dengan kuandalam kajian ini hanya pembelajaran organisasi. titas pembiayaan. Kajian mendatang dapat dilakukan dengan mengkaji peranan keusahawanan, kemampuan KESIMPULAN bekerja sama dalam Penelitian ini mendukung peranan RBV dalam meningkatkankemampuan bagi hasil. menjelaskan peranan sistem pengendalian manajemen baik untuk perusahaan besar dan DAFTAR PUSTAKA