LISTRA Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Oktober 2025, pp. https://e-jurnal. id/index. php/LISTRA/index || Penerapan Pendekatan Pembelajaran Berdiferensiasi pada Materi Menulis Teks Eksposisi Kelas IV Sekolah Dasar Dwiyanti Agustina 1. Sariban 2. Sutardi 3 *1-3 Universitas Islam Darul AoUlum Lamongan. Indonesia 1 wiyanti. agustina13@gmail. 2 sariban@unisda. 3 sutardi@unisda. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas siswa, aktivitas guru, dan hasil belajar siswa dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada materi menulis teks eksposisi di kelas IV SD. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Wotanngare I Kalitidu Bojonegoro yang berjumlah 11 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa selama pembelajaran tergolong sangat baik, dengan nilai rata-rata 85,8%. Siswa menunjukkan perhatian yang tinggi, antusiasme dalam bertanya, serta kemampuan menyelesaikan tugas tepat waktu. Namun, terdapat kelemahan pada kemampuan menghasilkan ide kreatif dan memperhatikan struktur teks eksposisi. Aktivitas guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dinilai sangat baik, mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Guru berhasil menyediakan bahan ajar sesuai gaya belajar siswa, mengelola kelas secara kondusif, serta memberikan bimbingan individual. Kata kunci: pembelajaran berdiferensiasi, teks eksposisi, aktivitas siswa, hasil belajar. ABSTRACT This study aims to analyze student activities, teacher activities, and student learning outcomes in the implementation of differentiated learning in expository text writing material in fourth grade elementary school. The research method used is a descriptive quantitative method with a case study The research subjects were 11 fourth-grade students of SD Negeri Wotanngare I Kalitidu Bojonegoro. Data collection was carried out through observation, learning outcome tests, and The results showed that student activity during learning was classified as very good, with an average score of 85. Students demonstrated high attention, enthusiasm in asking questions, and the ability to complete tasks on time. However, weaknesses were found in generating creative ideas and paying attention to the structure of expository texts. The teacher's activity in implementing differentiated learning was rated as very good, covering lesson planning, implementation, and evaluation. Kata Kunci: differentiated learning, expository text, student activities, learning outcomes. This is an open-access article under the CCAeBY-SA license. Pendahuluan Era globalisasi membawa perubahan signifikan di berbagai bidang, termasuk pendidikan. Era globalisasi menuntut generasi yang cerdas, kreatif, dan kompetitif. Hal ini mendorong para pemangku kepentingan di bidang pendidikan untuk terus berinovasi dan beradaptasi dalam metode pembelajaran, strategi pembelajaran, maupun fasilitas pendukung pembelajaran dalam mensukseskan tujuan dari pembelajaran sesuai dengan perkembangan zaman. Inti dari pembelajaran yang efektif adalah tidak hanya mengutamakan pada hasil, tetapi juga memperhatikan proses pembelajaran sehingga dapat memberikan manfaat dengan menerapkan prosedur yang tepat (Yusuf, 2017: . Oleh karena itu, setiap lembaga pendidikan diharapkan untuk berinovasi dalam mengembangkan proses pembelajaran yang Pemilihan metode pembelajaran yang sesuai pasti akan mendukung pelaksanaan proses belajar mengajar, sehingga mencapai pembelajaran yang efektif dan tujuan pendidikan https://e-jurnal. id/index. php/LISTRA/index listra@unisda. yang telah ditetapkan. Pendidikan mengenai kesiapan guru menghadapi perkembangan teknologi sebisa mungkin diiringi dengan solusi untuk mengatasi permasalahan yang ada. Salah satu hal yang harus dipersiapkan dalam menghadapi pendidikan berbasis teknologi adalah persiapan sumber daya manusia yang responsive, adaptif dan handal (Aspi & Syahrani, 2022: . Pembelajaran dirancang dengan fokus pada diferensiasi, juga dikenal sebagai pembelajaran berdiferensiasi (Wahyuningsari, dkk 2022: . Pendekatan ini mengutamakan pada memahami kebutuhan individu setiap peserta didik, tidak hanya mengandalkan prinsip satu guru untuk satu peserta didik. Andiri . alam Warsiyah, 2021: . menjelaskan bahwa pembelajaran berdiferensiasi melibatkan penggabungan semua. Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam kurikulum merdeka belajar dilaksanakan dengan implikasi belajar, berpikir, berfilsafat, dan mencari pengetahuan. Bahasa Indonesia, yang merupakan bahasa utama di Indonesia, diajarkan sejak usia dini dan terus berlanjut hingga tingkat perguruan tinggi (Munsi, 2020:. Proses pembelajaran yang bersifat diferensiasi adalah suatu rangkaian kegiatan yang digunakan untuk mengenal peserta didik dan menyesuaikan cara belajar berdasarkan perbedaan perbedaan individu (Marlina, 2019:. Diferensiasi memiliki pandangan bahwa setiap pemelajar seharusnya diberikan kesempatan untuk belajar sesuai dengan dirinya (Puspita & Walujo, 2020: . Dalam pembelajaran, guru hendaknya melakukan diferensiasi berdasarkan konten/isi . , proses . dan produk . Selain itu, pemelajar juga hendaknya memiliki kesempatan untuk bekerja di dalam kelompok yang fleksibel (Mahmudah, 2024: . Pembelajaran berdiferensiasi merupakan strategi yang mengedepankan keberagaman kebutuhan dan kemampuan siswa (Faiz. Prama, & Kurniawati, 2022: 2. Tujuan pembelajaran berdiferensiasi adalah untuk mengkordinir pembelajaran siswa dengan memperhatikan minat belajar, kesiapan belajar, dan gaya belajar, untuk membantu semua siswa dalam belajar (Laila, 2022: . Berdasarkan permasalahan yang telah di uraikan, maka di perlukannya pembelajaran yang kreatif dan inovatif dalam rangka menjadikan pembelajaran semakin menarik dan menyenangkan salah satunya dengan menerapkan model pembelajaran berdiferensiasi serta dapat memunculkan rasa solidaritas dantoleransi antar siswa. Sehingga diharapkan siswa lebih termotivasi dalam mengikuti pembelajaran yang berdampak positif terhadap hasil belajar yang diperoleh. Hal tersebut juga sebagai saran adaptasi pada Pendidikan yang akan Dengan ini maka peneliti melakukan penelitian menggunakan strategi pembelajaran Berdasarkan dari uraian latar belakang, maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul AuPenerapan Pendekatan Pembelajaran Berdiferensiasi pada Materi Menulis Teks Eksposisi Kelas Iv Sekolah DasarAy. Metode Penelitian Prosedur penelitian merupakan rangkaian tahapan penelitian dari awal hingga akhir Penelitian ini adalah proses pengkajian sistem berdaur sebagaimana kerangka Prosedur dalam Penelitian ini mencakup langkah-langkah: . persiapan, . studi/survei awal, . pelaksanaan penerapan pembelajaran, dan . penyusunan laporan. Pelaksanaan pembelajaran meliputi . perencanaan, . pelaksanaan, . , . Hasil dan Pembahasan Aktivitas Siswa pada Penerapan Pendekatan Pembelajaran Berdiferensiasi Materi Menulis Teks Eksposisi Kelas IV Sekolah Dasar Hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa dalam pendekatan pembelajaran berdiferensiasi materi menulis teks eksposisi dinyatakan dengan deskriptif. Adapun data aktivitas siswa yang diperoleh dari lembar pengamatan aktivitas siswa kelas V SD dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 1. Hasil Observasi Aktivitas Siswa Hal-hal yang diamati Nama Siswa Jml Skor Ahmad Faizut Thoriq Ahmad Febrian Arga S. Aurel Yulia Putri Ayu Bertha Rahmawati Debby Khayla Asadiya Dedy Tri Prastyo Dewi Nawang Wulan Gibran Tirta Zaidhan Hafizh Aydin Candra D. Hanif Nur Sinthia Lubis Isro'yah Lailatul Varikah Jumlah Nilai Rata-rata Kriteria Penilaian A A A Skor 3 = Baik Skor 2 = Cukup Skor 1 = Kurang Kriteria hasil aktivitas siswa Rentang dalam Persen 85100% 7185% 4170% 040% Keterangan Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Berdasarkan tabel 1 tersebut, penilaian aktivitas siswa di atas dapat disimpulkan seperti pada hasil perincian tiap aktivitas siswa pada tabel 2 berikut. Tabel 2. Hasil Observasi Terhadap Aktivitas Siswa No. Aspek yang dinilai Perhatian siswa ketika menerima Antusias siswa dalam bertanya Baik . Cukup . Kurang . Secara aktif siswa berbagi dalam kelompok berpasangan Secara berpasangan siswa berdiskusi Dalam memberikan sumbangsih Memperhatikan penggunaan ejaan dalam teks eksposisi Memperhatikan struktur teks eksposisi Menghasilkan teks eksposisi dengan ide yang menarik dan sesuai tema Menyelesaikan tugas sesuai dengan waktu yang ditentukan Memberikan tanggapan atau umpan balik terhadap hasil karya teman Jumlah Kriteria Penilaian Skor 3 = Baik Skor 2 = Cukup Skor 1 = Kurang Berdasarkan hasil observasi aktivitas siswa yang disajikan pada Tabel 4. terdapat 11 siswa yang terlibat dalam pembelajaran berdiferensiasi pada materi menulis teks eksposisi. Aktivitas siswa dinilai berdasarkan 10 indikator, dengan skor maksimum Secara keseluruhan, jumlah skor yang diperoleh siswa adalah 283, dengan nilai ratarata aktivitas siswa mencapai 85,8%. Berdasarkan kriteria penilaian, rata-rata tersebut termasuk dalam kategori Sangat Baik . 100%). Siswa dengan skor tertinggi adalah Ayu Bertha Rahmawati dengan total skor 29 . ,7%), menunjukkan partisipasi dan keterlibatan yang sangat baik dalam pembelajaran. Sebaliknya. Aurel Yulia Putri memperoleh skor terendah dengan total 24 . %), yang masih berada dalam kategori Baik. Sebagian besar siswa menunjukkan aktivitas yang positif dengan nilai yang merata pada indikator-indikator yang dinilai, meskipun terdapat beberapa perbedaan pada aspek-aspek tertentu. Dengan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi pada materi menulis teks eksposisi berhasil mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif, menunjukkan antusiasme, dan menghasilkan karya yang baik sesuai dengan tujuan pembelajaran. Hal ini mengindikasikan bahwa pendekatan tersebut efektif dalam mendukung keterlibatan siswa secara optimal. Berdasarkan Tabel 4. 2, aktivitas siswa pada pembelajaran berdiferensiasi dalam materi menulis teks eksposisi dinilai melalui 10 aspek. Pada aspek perhatian siswa ketika menerima materi, terdapat 7 siswa yang dinilai baik, sementara 4 siswa cukup baik, menunjukkan mayoritas siswa fokus terhadap materi yang disampaikan. Pada aspek antusias siswa dalam bertanya, sebanyak 8 siswa memperoleh kategori baik, sedangkan 3 siswa cukup baik, mengindikasikan minat bertanya yang cukup tinggi. Aspek aktif berbagi dalam kelompok berpasangan juga menunjukkan hasil yang positif, dengan 8 siswa mendapat kategori baik dan 3 siswa cukup baik. Hal ini sejalan dengan aspek berdiskusi secara berpasangan, di mana 9 siswa dinilai baik, sementara 2 siswa cukup baik, yang menggambarkan kerja sama yang baik antar siswa. Namun, pada aspek aktif memberikan sumbangsih dalam kelompok, hanya 6 siswa yang memperoleh kategori baik, sementara 5 siswa cukup baik, yang menunjukkan bahwa kontribusi siswa dalam kelompok masih perlu ditingkatkan. Pada aspek memperhatikan penggunaan ejaan dalam teks eksposisi, hanya 5 siswa yang mendapat kategori baik, sementara 6 siswa cukup baik, menunjukkan bahwa perhatian terhadap detail teknis seperti ejaan masih perlu diperbaiki. Hal serupa terlihat pada aspek memperhatikan struktur teks eksposisi, di mana 4 siswa dinilai baik dan 7 siswa cukup baik, yang menunjukkan bahwa pemahaman terhadap struktur teks masih belum merata. Dalam aspek menghasilkan teks eksposisi dengan ide menarik dan sesuai tema, hanya 1 siswa yang dinilai baik, 9 siswa cukup baik, dan 1 siswa kurang, yang menandakan perlunya peningkatan kreativitas dalam menyusun ide. Pada aspek menyelesaikan tugas sesuai waktu, sebanyak 7 siswa dinilai baik dan 4 siswa cukup baik, menunjukkan manajemen waktu yang cukup baik. Terakhir, pada aspek memberikan tanggapan terhadap hasil karya teman, 9 siswa mendapat kategori baik dan 2 siswa cukup baik, yang menunjukkan kemampuan siswa dalam memberikan umpan balik secara positif. Secara keseluruhan, meskipun mayoritas siswa menunjukkan aktivitas yang baik pada berbagai aspek, terdapat beberapa aspek, seperti memperhatikan ejaan, struktur teks, dan menghasilkan ide menarik, yang memerlukan perhatian dan pembinaan lebih Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi telah berhasil mendorong keterlibatan siswa, tetapi masih ada ruang untuk perbaikan dalam beberapa aspek keterampilan menulis. Sedangkan berdasarkan Tabel 4. 2, aktivitas siswa pada pembelajaran berdiferensiasi dalam materi menulis teks eksposisi dinilai melalui 10 aspek. Pada aspek perhatian siswa ketika menerima materi, terdapat 7 siswa yang dinilai baik, sementara 4 siswa cukup baik, menunjukkan mayoritas siswa fokus terhadap materi yang Pada aspek antusias siswa dalam bertanya, sebanyak 8 siswa memperoleh kategori baik, sedangkan 3 siswa cukup baik, mengindikasikan minat bertanya yang cukup Aspek aktif berbagi dalam kelompok berpasangan juga menunjukkan hasil yang positif, dengan 8 siswa mendapat kategori baik dan 3 siswa cukup baik. Hal ini sejalan dengan aspek berdiskusi secara berpasangan, di mana 9 siswa dinilai baik, sementara 2 siswa cukup baik, yang menggambarkan kerja sama yang baik antar siswa. Namun, pada aspek aktif memberikan sumbangsih dalam kelompok, hanya 6 siswa yang memperoleh kategori baik, sementara 5 siswa cukup baik, yang menunjukkan bahwa kontribusi siswa dalam kelompok masih perlu ditingkatkan. Pada aspek memperhatikan penggunaan ejaan dalam teks eksposisi, hanya 5 siswa yang mendapat kategori baik, sementara 6 siswa cukup baik, menunjukkan bahwa perhatian terhadap detail teknis seperti ejaan masih perlu diperbaiki. Hal serupa terlihat pada aspek memperhatikan struktur teks eksposisi, di mana 4 siswa dinilai baik dan 7 siswa cukup baik, yang menunjukkan bahwa pemahaman terhadap struktur teks masih belum merata. Dalam aspek menghasilkan teks eksposisi dengan ide menarik dan sesuai tema, hanya 1 siswa yang dinilai baik, 9 siswa cukup baik, dan 1 siswa kurang, yang menandakan perlunya peningkatan kreativitas dalam menyusun ide. Pada aspek menyelesaikan tugas sesuai waktu, sebanyak 7 siswa dinilai baik dan 4 siswa cukup baik, menunjukkan manajemen waktu yang cukup baik. Terakhir, pada aspek memberikan tanggapan terhadap hasil karya teman, 9 siswa mendapat kategori baik dan 2 siswa cukup baik, yang menunjukkan kemampuan siswa dalam memberikan umpan balik secara positif. Secara keseluruhan, meskipun mayoritas siswa menunjukkan aktivitas yang baik pada berbagai aspek, terdapat beberapa aspek, seperti memperhatikan ejaan, struktur teks, dan menghasilkan ide menarik, yang memerlukan perhatian dan pembinaan lebih Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi telah berhasil mendorong keterlibatan siswa, tetapi masih ada ruang untuk perbaikan dalam beberapa aspek keterampilan menulis. Aktivitas Guru pada Penerapan Pendekatan Pembelajaran Berdiferensiasi Materi Menulis Teks Eksposisi Kelas IV Sekolah Dasar Pembelajaran dengan metode berdiferensiasi pada materi menulis teks eksposisi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa yang beragam, baik dari segi minat, gaya belajar, maupun kemampuan akademik. Metode ini memberikan peluang kepada setiap siswa untuk belajar sesuai dengan potensi dan keunikan masing-masing, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran secara keseluruhan. Dalam konteks siswa kelas V sekolah dasar, pembelajaran diferensiasi menjadi pendekatan yang relevan, mengingat pada tahap ini siswa sedang berada dalam fase pengembangan kemampuan berpikir kritis, logis, dan kreatif. Pada kegiatan ini peneliti mempersiapkan beberapa hal yaitu. Modul Ajar dengan mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP). Tujuan Pembelajaran (TP), dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Selain itu, peneliti juga menyiapkan alat peraga sederhana dan bahan pembelajaran yang dibutuhkan dalam pembelajaran baik buku paket, maupun dokumen modul ajar yang dilengkapi juga dengan Lembar Kerja Siswa (LKS), instrumen tes akhir, lembar observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa yang semua dapat dilihat pada Kegiatan pembelajaran berdiferensiasi pada materi teks eksposisi diawali dengan perencanaan yang matang oleh guru. Guru menyusun rencana pembelajaran yang mengintegrasikan pendekatan berdiferensiasi secara jelas, memastikan bahwa strategi yang digunakan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Selain itu, guru menyediakan bahan ajar yang beragam untuk memenuhi gaya belajar siswa, baik visual, audio, maupun kinestetik. Pada tahap pelaksanaan, guru memulai dengan menjelaskan tujuan pembelajaran secara jelas agar siswa memahami apa yang akan dicapai. Guru juga mengelola kelas dengan baik, menciptakan suasana belajar yang kondusif, serta memberikan bimbingan individual kepada siswa sesuai kebutuhan mereka. Dalam penggunaan strategi berdiferensiasi, guru membagi tugas berdasarkan tingkat kemampuan siswa, menyediakan variasi tugas mulai dari yang ringan hingga yang lebih menantang. Media pembelajaran yang beragam juga disiapkan untuk mendukung gaya belajar siswa yang berbeda-beda, seperti gambar, video, atau aktivitas fisik. Guru mendorong interaksi aktif melalui diskusi kelompok atau kolaborasi, sehingga siswa dapat belajar bersama dan saling berbagi ide. Pada tahap evaluasi dan refleksi, guru memberikan umpan balik terhadap hasil kerja siswa untuk memperkuat pemahaman dan motivasi mereka. Selain itu, guru melibatkan siswa dalam refleksi pembelajaran, mengajak mereka untuk mengevaluasi pengalaman belajar mereka sendiri. Proses pembelajaran ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan kesempatan belajar yang optimal sesuai dengan potensi dan kebutuhannya. Pengamatan terhadap guru pada penerapan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi materi menulis teks eksposisi melalui 4 indikator aspek yang diamati, yaitu: . perencanaan pembelajaran, . Pelaksanaan pembelajaran, . Penggunaan Strategi Berdiferensiasi, . Evaluasi dan Refleksi. Kegiatan pembelajaran yang diakukan oleh guru diamati oleh penulis. Hasil pengamatan terhadap aktivitas kemampuan guru, adapun dapat dilihat pada tabel 3 di bawah ini. Tabel 3. Hasil Observasi Aktivitas Guru Nama Nofikha Widyaningrum Hal-hal yang diamati Jumlah Nilai Rata-rata Jml Skor Kriteria hasil aktivitas siswa Rentang Dalam Persen 81100% 6180% 4160% 2140% 020% Keterangan Memuaskan Baik Cukup Kurang Sangat Kurang Brdasarkan data pada tabel 3 di atas, dapat dirinci berdasarkan masing-masing asprk yang diamati dan jumlah ketercapaian masing-masing aspek sesuai dengan pengamatan di lapangan dipaparkan sebagaimana tabel 4 mberikut: Tabel 4. Rincian Aktivitas Guru Aspek yang Diamati Perencanaan Pembelajaran Guru menyusun rencana pembelajaran dengan pendekatan berdiferensiasi yang jelas Guru menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan tingkat kebutuhan siswa . isual, audio, kinesteti. Pelaksanaan Pembelajaran Guru menjelaskan tujuan pembelajaran secara jelas Guru mengelola kelas dengan baik, menciptakan suasana yang kondusif untuk belajar Guru memberikan bimbingan kepada siswa secara individual sesuai kebutuhan Penggunaan Strategi Berdiferensiasi Guru membagi tugas berdasarkan tingkat kemampuan siswa . ugas ringan, sedang, suli. Guru menyediakan berbagai media pembelajaran sesuai gaya belajar siswa Guru mendorong interaksi aktif antar siswa melalui diskusi kelompok atau kolaborasi Evaluasi dan Refleksi Guru memberikan umpan balik terhadap hasil kerja Guru melakukan refleksi terhadap pembelajaran bersama siswa Jumlah Total Baik Cukup Kurang Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Berdasarkan hasil observasi aktivitas guru dalam pembelajaran berdiferensiasi pada materi teks eksposisi kelas V SD yang ditunjukkan dalam Tabel 4. 3, nilai total aktivitas guru mencapai skor 27 dengan rata-rata 90%. Berdasarkan kriteria penilaian, hasil ini termasuk dalam kategori Memuaskan. Guru secara umum mampu melaksanakan perannya dengan sangat baik selama proses pembelajaran. Dari rincian aktivitas guru dalam Tabel 4. 4, diketahui bahwa pada aspek perencanaan pembelajaran, guru berhasil menyusun rencana pembelajaran dengan pendekatan berdiferensiasi yang jelas, meskipun penyediaan bahan ajar belum sepenuhnya optimal sesuai dengan tingkat kebutuhan siswa. Dalam pelaksanaan pembelajaran, guru mampu menjelaskan tujuan pembelajaran secara jelas, mengelola kelas dengan baik, dan memberikan bimbingan individual sesuai kebutuhan siswa. Pada aspek penggunaan strategi berdiferensiasi, guru dengan baik membagi tugas berdasarkan tingkat kemampuan siswa dan mendorong interaksi aktif melalui diskusi kelompok atau kolaborasi. Namun, penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajar siswa memerlukan peningkatan lebih lanjut. Dalam evaluasi dan refleksi, guru memberikan umpan balik terhadap hasil kerja siswa secara memuaskan, meskipun refleksi bersama siswa belum sepenuhnya optimal. Secara keseluruhan, aktivitas guru menunjukkan keberhasilan dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dengan beberapa aspek yang masih memerlukan pengembangan. Berikut adalah analisis masing-masing aspek berdasarkan Tabel 4. 4 yang telah dipaparkan di atas: Guru menyusun rencana pembelajaran dengan pendekatan berdiferensiasi yang jelas Guru telah menyusun rencana pembelajaran dengan baik, mencakup langkahlangkah yang relevan dengan pendekatan berdiferensiasi. Perencanaan ini memungkinkan siswa dengan berbagai kebutuhan belajar mendapatkan perhatian yang sesuai. Kelebihannya adalah rencana pembelajaran yang terstruktur dan mudah Namun, kelemahannya adalah kurangnya eksplorasi terhadap inovasi dalam perencanaan, seperti mengintegrasikan teknologi pembelajaran untuk meningkatkan daya tarik dan keterlibatan siswa. Guru menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan tingkat kebutuhan siswa . isual, audio, kinesteti. Guru menunjukkan upaya yang cukup baik dalam menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Siswa dengan gaya belajar visual, audio, dan kinestetik mulai mendapatkan perhatian melalui variasi bahan ajar. Namun, kelemahannya adalah belum semua gaya belajar terakomodasi secara maksimal, sehingga ada potensi siswa tertentu merasa kurang mendapatkan materi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran secara jelas Guru mampu menjelaskan tujuan pembelajaran dengan sistematis, sehingga siswa memahami apa yang akan dicapai selama pembelajaran. Penjelasan yang diberikan membantu siswa mengarahkan fokus mereka terhadap materi yang Kelebihannya adalah komunikasi yang jelas dan langsung. Namun, kelemahannya adalah kurangnya metode interaktif, seperti melibatkan siswa dalam menggali tujuan pembelajaran melalui tanya jawab atau aktivitas diskusi. Guru mengelola kelas dengan baik, menciptakan suasana yang kondusif untuk belajar Guru berhasil menciptakan suasana belajar yang kondusif dengan pengelolaan kelas yang baik. Hal ini membuat siswa merasa nyaman dan fokus dalam belajar. Kelebihannya adalah lingkungan belajar yang mendukung kolaborasi dan interaksi Namun, kelemahannya adalah kurangnya variasi strategi manajemen kelas yang lebih kreatif untuk menjaga semangat belajar siswa sepanjang waktu. Guru memberikan bimbingan kepada siswa secara individual sesuai kebutuhan Guru memberikan perhatian kepada siswa yang memerlukan bimbingan khusus, yang menjadi salah satu keunggulan dalam pendekatan berdiferensiasi. Siswa merasa dihargai dan termotivasi karena mendapatkan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Kelebihannya adalah pendekatan personal yang meningkatkan kepercayaan diri siswa. Namun, kelemahannya adalah keterbatasan waktu yang membuat bimbingan individual belum dapat menjangkau semua siswa secara optimal. Guru membagi tugas berdasarkan tingkat kemampuan siswa . ugas ringan, sedang. Guru telah berhasil membagi tugas sesuai dengan kemampuan siswa, yang memungkinkan mereka untuk menyelesaikan tugas dengan percaya diri. Kelebihannya adalah pembelajaran yang lebih inklusif dan sesuai dengan tingkat perkembangan Namun, kelemahannya adalah kurangnya tantangan tambahan bagi siswa yang lebih mampu untuk mengembangkan potensi mereka secara maksimal. Guru menyediakan berbagai media pembelajaran sesuai gaya belajar siswa Guru menunjukkan usaha untuk menyediakan media pembelajaran yang beragam, tetapi masih dalam tahap cukup. Media yang disediakan belum sepenuhnya mencakup kebutuhan siswa dengan gaya belajar yang berbeda-beda. Kelebihannya adalah adanya kesadaran untuk mengakomodasi variasi gaya belajar siswa. Namun, kelemahannya adalah kurangnya pemanfaatan teknologi atau media inovatif untuk mendukung pembelajaran. Guru mendorong interaksi aktif antar siswa melalui diskusi kelompok atau kolaborasi Guru telah mendorong interaksi aktif melalui kegiatan diskusi kelompok atau kolaborasi, yang memungkinkan siswa untuk berbagi ide dan belajar dari teman Kelebihannya adalah terciptanya suasana belajar yang dinamis dan kolaboratif. Namun, kelemahannya adalah kurangnya panduan yang lebih terarah dalam diskusi, sehingga beberapa siswa mungkin belum terlibat secara optimal dalam aktivitas Guru memberikan umpan balik terhadap hasil kerja siswa Guru memberikan umpan balik yang konstruktif kepada siswa, membantu mereka memahami kelebihan dan kekurangan pekerjaan mereka. Kelebihannya adalah umpan balik yang mendorong siswa untuk memperbaiki dan meningkatkan hasil kerja Namun, kelemahannya adalah kurangnya variasi dalam metode pemberian umpan balik, seperti melalui media visual atau teknologi yang dapat membuat proses lebih menarik. Guru melakukan refleksi terhadap pembelajaran bersama siswa Guru telah mengajak siswa untuk melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Kelebihannya adalah adanya kesadaran guru untuk melibatkan siswa dalam mengevaluasi proses belajar. Namun, kelemahannya adalah pelaksanaan refleksi yang kurang mendalam dan kurang menarik, sehingga dampaknya terhadap perbaikan pembelajaran belum maksimal. Berdasarkan analisis tersebut menggambarkan bahwa guru telah melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan berdiferensiasi secara baik, meskipun masih ada ruang untuk pengembangan dalam beberapa aspek untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kesimpulan Aktivitas siswa dinilai berdasarkan 10 indikator, dengan skor maksimum 30. Secara keseluruhan, jumlah skor yang diperoleh siswa adalah 283, dengan nilai rata-rata aktivitas siswa mencapai 85,8%. Berdasarkan kriteria penilaian, rata-rata tersebut termasuk dalam kategori Sangat Baik . 100%). Dengan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi pada materi menulis teks eksposisi berhasil mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif, menunjukkan antusiasme, dan menghasilkan karya yang baik sesuai dengan tujuan pembelajaran. Berdasarkan pengamatan terhadap aktivitas guru nilai total aktivitas guru mencapai skor 27 dengan rata-rata 90%. Berdasarkan kriteria penilaian, hasil ini termasuk dalam kategori Memuaskan. Guru secara umum mampu melaksanakan perannya dengan sangat baik selama proses pembelajaran. Kelebihan dari aspek ini adalah guru mampu merancang langkahlangkah pembelajaran yang terstruktur sesuai dengan kebutuhan siswa, sehingga pembelajaran dapat berjalan efektif. Rencana yang disusun mencakup diferensiasi tugas dan pendekatan pembelajaran yang relevan. Simpulan Dari penelitian yang dilakukan, ditemukan bahwa siswa secara dominan menggunakan majas perbandingan, seperti metafora, simile, dan personifikasi. Penggunaan metafora membantu mereka menggambarkan emosi dan pengalaman abstrak dengan cara yang lebih imajinatif, sedangkan simile memungkinkan mereka menciptakan deskripsi yang lebih konkret melalui perbandingan langsung. Personifikasi pun sering digunakan untuk menghidupkan benda mati sehingga puisi yang dihasilkan terasa lebih ekspresif dan menarik. Selain itu, siswa juga menggunakan majas pertentangan seperti antitesis dan oksimoron, meskipun dalam jumlah yang lebih terbatas. Beberapa siswa menunjukkan kreativitas dalam mengeksplorasi oksimoron, tetapi masih banyak yang memerlukan bimbingan untuk memahami dan memanfaatkannya secara efektif. Sementara itu, majas penegasan seperti paralelisme, retoris, dan klimaks ditemukan dalam banyak puisi siswa, terutama untuk memperkuat tema dan emosi yang ingin disampaikan. Namun, dalam beberapa kasus, penggunaan paralelisme yang berlebihan justru mengurangi keindahan puisi. Secara keseluruhan, penggunaan bahasa figuratif memberikan kontribusi besar terhadap estetika dan makna puisi, tetapi masih terdapat kekurangan dalam hal variasi dan penerapan yang tepat. Daftar Pustaka Aspi & Syahrani. Pendidikan dan Teknologi di Era Digital. Jakarta: Pustaka Edukasi. Faiz. Prama, & Kurniawati. Strategi Pembelajaran Inovatif dalam Pendidikan Dasar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Laila. Pembelajaran Berdiferensiasi: Konsep dan Implementasi di Sekolah Dasar. Bandung: Media Edukasi. Mahmudah. Diferensiasi dalam Pembelajaran: Teori dan Praktik di Kelas Inklusif. Malang: Universitas Negeri Malang Press. Marlina. Model Pembelajaran Inovatif dan Kreatif di Sekolah Dasar. Jakarta: RajaGrafindo Persada. Munsi. Bahasa Indonesia dalam Kurikulum Merdeka: Pendekatan dan Implementasi. Jakarta: Pustaka Ilmu.