IT-EXPLORE Jurnal Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi ISSN 2828-7940, e-ISSN 2829-1727. DOI: 10. 24246/itexplore. Volume 05 Nomor 02 Tahun 2026 Journal homepage: https://ejournal. edu/itexplore Perancangan aplikasi e-fitness berbasis website menggunakan framework laravel Dhimas Satya Arinata 1. Teguh Wahyono2 1,2Faculty of Information Technology. Satya Wacana Christian University. Salatiga City. Central Java. Indonesia Informasi Artikel ABSTRAK Riwayat Artikel: Digitalisasi dalam industri kebugaran semakin penting untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan. Namun, masih banyak pusat kebugaran yang mengelola data secara manual, termasuk KRESNA GYM, yang mengalami kendala dalam pendaftaran member, pengaturan jadwal latihan, dan penyampaian informasi fasilitas. Penelitian ini bertujuan merancang aplikasi e-fitness berbasis website menggunakan framework Laravel untuk mendukung pengelolaan layanan secara digital. Metode pengembangan yang digunakan adalah model Waterfall, dengan tahapan analisis kebutuhan, desain, implementasi, pengujian, dan evaluasi. Aplikasi yang dibangun memiliki fitur seperti landing page, login/register admin dan member, dashboard pengelolaan, jadwal latihan, panduan alat, dan daftar Hasil pengujian dengan metode black-box menunjukkan seluruh fitur berfungsi sesuai harapan. Sistem ini mampu mempermudah proses administrasi dan meningkatkan kenyamanan bagi member, sehingga efektif untuk mendukung transformasi digital di KRESNA GYM. Dikirim: 2 April 2026 Direvisi: 18 Mei 2026 Diterima: 18 Mei 2026 Kata Kunci: E-Fitness. Website. Laravel. Fitness Center. Sistem Informasi Keywords: ABSTRACT E-Fitness. Website. Laravel. Fitness Center. Information System Digitalization in the fitness industry is increasingly essential to improve efficiency and service quality. However, many fitness centers still manage data manually, including KRESNA GYM, which faces challenges in member registration, workout scheduling, and facility information delivery. This study aims to design a web-based e-fitness application using the Laravel framework to support digital service management. The development follows the Waterfall model through stages of requirement analysis, design, implementation, testing, and evaluation. The application includes features such as a landing page, admin/member login and registration, management dashboards, workout schedules, equipment guides, and supplement listings. Black-box testing confirms that all features function as expected. This system simplifies administrative processes and enhances member experience, making it effective in supporting digital transformation at KRESNA GYM. This is an open access article under the CC BY-SA license Corresponding Author: Dhimas Satya Arinata Fakultas Teknologi Informasi. Universitas Kristen Satya Wacana Jl. Diponegoro No. Sidorejo. Salatiga. Jawa Tengah. Indonesia Email: dimassa42@gmail. Arinata. Wahyono IT-EXPLORE Vol. No. Hal 167 - 186 PENDAHULUAN Perkembangan dan kemajuan teknologi informasi telah mempengaruhi digitalisasi di berbagai sektor termasuk industri kebugaran . Namun, ada beberapa fitness center yang masih dikelola secara manual seperti pada KRESNA GYM, hal ini menghadirkan tantangan dalam manajemen pengelolaan data dan layanan kepada member. Seiring bertambahnya jumlah member, kebutuhan akan solusi digital semakin terasa untuk mendukung pengelolaan yang lebih terstruktur. Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah pendaftaran dan pengelolaan data member yang tidak efisien. Metode pendaftaran manual yang diterapkan saat ini memerlukan waktu yang lebih lama bagi pengelola untuk memasukkan data secara tertulis, tidak hanya memakan waktu tetapi juga dapat menghambat proses administratif lainnya. Selain itu, pengaturan jadwal latihan bagi member juga menjadi tantangan tersendiri. Pengelolaan jadwal yang dilakukan secara manual sering kali membuat pengelola mengalami kewalahan dalam menentukan jadwal yang pas untuk Hal ini dapat menyebabkan member kebingungan dengan jadwal yang diberikan, sehingga dapat menurunkan kepuasan dan loyalitas member terhadap layanan gym. Tantangan lain yang dihadapi adalah risiko kehilangan catatan atau data penting terkait member. Karena data ditulis secara manual, ada kemungkinan dokumen-dokumen ini hilang atau rusak, baik karena kelalaian penulisan maupun faktor eksternal, seperti kondisi lingkungan. Kehilangan data ini dapat menghambat layanan bagi member, terutama saat diperlukan verifikasi data di kemudian hari. Dikarenakan proses pencatatan manual juga rentan terhadap kesalahan penulisan data, hal ini dapat mengakibatkan informasi member menjadi tidak akurat. Misalnya, kesalahan dalam mencatat informasi kontak atau status keanggotaan dapat menyebabkan gangguan dalam komunikasi antara pihak pengelola gym dan member, sehingga pelayanan yang diberikan tidak optimal. Maka dari itu, sistem informasi berbasis website sangat diperluankan dalam proses bisnis ini . Aplikasi e-fitness juga mampu memberikan layanan yang lebih personal kepada member. Setiap member dapat mengakses program latihan khusus yang sesuai dengan jadwal latihan dan kebutuhan fisik mereka melalui aplikasi. Personalisasi tidak hanya meningkatkan kepuasan pengguna tetapi juga mendorong loyalitas terhadap layanan yang diberikan . Selain itu, peningkatan penggunaan internet dan perangkat mobile di kalangan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam penerapan aplikasi e-fitness. Pengguna aktif Internet di Indonesia mencapai 221. 479 jiwa dan sebanyak 39,1% penduduk Indonesia menggunakan internet untuk mengakses layanan kesehatan dan kebugaran . Walaupun sistem informasi gym sudah banyak dikembangkan, sebagian besar layanan digital yang tersedia masih berfokus pada proses administrasi seperti pendaftaran member dan pengelolaan transaksi, sehingga belum memberikan dukungan menyeluruh terhadap kebutuhan latihan member. Banyak pengguna, khususnya pemula, masih mengalami kesulitan dalam memahami cara menggunakan alat fitness dengan benar karena minimnya panduan yang dapat diakses secara mandiri. Oleh sebab itu, aplikasi yang dibangun pada penelitian ini dilengkapi dengan fitur panduan penggunaan alat fitness yang menyajikan gambar dan penjelasan singkat sebagai acuan saat berlatih. Kehadiran fitur ini membuat sistem tidak hanya membantu pengelola dalam administrasi, tetapi juga memberikan informasi latihan yang lebih terarah dan aman bagi Dengan pendekatan tersebut, aplikasi e-fitness ini diharapkan dapat memberikan pengalaman berlatih yang lebih lengkap dan bermanfaat bagi member. Tujuan dari pengembangan aplikasi e-fitness berbasis website ini adalah untuk mempermudah pengelola KRESNA GYM dalam mengelola data member secara digital, sekaligus memudahkan pengunjung dalam memahami penggunaan alat fitness, menentukan jadwal latihan, dan mengingat masa aktif membership Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional dengan mengurangi proses manual yang rentan terhadap kesalahan pencatatan. Selain itu, member dapat memperoleh informasi latihan secara lebih cepat, terstruktur, dan dapat diakses kapan saja sesuai kebutuhan. Fitur-fitur yang disediakan juga diharapkan dapat menghasilkan sebuah platform yang diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan fitness center dan memberikan nilai tambah bagi member . Secara keseluruhan, pengembangan aplikasi e-fitness ini diharapkan mampu mendukung digitalisasi layanan kebugaran dan meningkatkan kualitas pelayanan di KRESNA GYM. IT-EXPLORE Vol. No. Hal 167 - 186 Arinata. Wahyono KAJIAN PUSTAKA State of The Art Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan bahwa masih banyak pusat kebugaran yang menjalankan proses administrasi dan manajemen secara manual, sehingga menimbulkan berbagai kendala dalam efisiensi dan keakuratan data. Kondisi ini menunjukkan adanya kebutuhan yang mendesak untuk melakukan digitalisasi layanan agar operasional dapat berjalan lebih efektif dan terintegrasi. Oleh karena itu, pengembangan sistem berbasis website menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan kualitas manajemen dan pelayanan di pusat kebugaran modern. Penelitian yang berjudul AuRancang Bangun Sistem Informasi Manajemen Administrasi pada Gym Berbasis Web Menggunakan Metode Pengembangan AgileAy . menjelaskan bahwa sistem manajemen administrasi gym yang masih menggunakan metode manual tidak efisien dan rentan terhadap kesalahan serta kehilangan Fokus dari penelitian ini adalah mempermudah administrasi gym yang sebelumnya dikelola secara manual, khususnya untuk staff admin dalam menangani check-in harian, daftar member, penjualan produk, dan laporan keuangan. Sistem ini memanfaatkan aplikasi website dan menggunakan metode pengembangan agile karena lebih responsif dan adaptif. Penelitian lain yang berjudul AuPengembangan Sistem Informasi Manajemen Pengelolaan Member Fitness dan Kebutuhan Nutrisi Member serta Pemantauan Perkembangan Usaha berbasis WebsiteAy . menyoroti pentingnya pemantauan real-time dan pengelolaan nutrisi member sebagai upaya untuk meningkatkan layanan dan efisiensi. Mereka mengembangkan sistem berbasis website yang memungkinkan resepsionis mengelola pengunjung dan member secara efisien, serta memudahkan instruktur dalam menentukan kebutuhan nutrisi member. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sistem berbasis website dapat mengatasi keterbatasan metode manual dalam mendukung strategi pengembangan bisnis. Penelitian lain dengan judul AuPerancangan Sistem Informasi Pengelolaan Member Gym Berbasis WebsiteAy . berfokus pada peningkatan keamanan dan efisiensi pengelolaan data member melalui sistem berbasis Sistem ini dirancang dengan metode pengembangan prototype yang memungkinkan iterasi cepat untuk mendapatkan umpan balik langsung dari pengguna. Dengan PHP dan MySQL sebagai teknologi utama, sistem ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah manajemen data yang sebelumnya dilakukan secara manual. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem informasi yang terkomputerisasi dapat mempercepat pencarian data, perpanjangan keanggotaan, serta memberikan laporan yang lebih aman dan terstruktur bagi pemilik gym. Setelah melihat penelitian-penelitian terdahulu, bisa disimpulkan bahwa pengembangan sistem informasi fitness center berbasis website dapat memudahkan pengelolaan data bagi pengelola fitness center. Namun, penelitian terdahulu lebih berfokus untuk pengelola fitness center saja. Perancangan aplikasi e-fitness menggunakan framework Laravel di KRESNA GYM dirancang untuk platform website. Sistem ini tidak hanya untuk pengelola fitness center saja, tetapi juga dapat berguna bagi member yang ingin mengetahui jadwal latihan yang teratur serta mengetahui cara penggunaan alat fitness yang benar untuk mengurangi risiko cedera. Landasan Teori Penelitian ini didukung oleh beberapa teori yang menjadi dasar dalam perancangan dan pengembangan sistem informasi berbasis website, khususnya dalam konteks aplikasi e-fitness untuk KRESNA GYM. Website merupakan sekumpulan halaman yang berada di dalam domain di internet, dirancang dengan tujuan tertentu, terhubung satu sama lain, dan dapat diakses secara umum melalui peramban web dengan memulai dari halaman depan atau homepage yang memiliki URL tertentu . Framework Laravel merupakan salah satu fondasi utama dalam penelitian ini. Laravel adalah framework berbasis PHP yang populer dan digunakan untuk membangun aplikasi website dengan struktur yang terorganisir dan efisien. Framework ini didesain dengan arsitektur Model-View-Controller (MVC), yang memisahkan logika bisnis, tampilan, dan kontrol aliran aplikasi, sehingga memudahkan pengembangan dan pemeliharaan kode . Arinata. Wahyono IT-EXPLORE Vol. No. Hal 167 - 186 Selain Laravel, sistem ini juga didukung oleh basis data MySQL. SQL (Structured Query Languag. adalah sebuah konsep pengoperasian basis data, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan pemilihan data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis . MySQL termasuk jenis RDBMS (Relational Database Management Syste. dan mendukung bahasa pemrograman PHP. MySQL juga mempunyai query atau bahasa SQL (Structured Query Languag. yang simple dan menggunakan escape character yang sama dengan PHP . Bahasa pemrograman utama yang digunakan adalah PHP. PHP adalah bahasa pemrograman untuk dijalankan melalui halaman web, umumnya digunakan untuk mengolah informasi di internet. Sedangkan dalam pengertian lain. PHP adalah singkatan dari Hypertext Preprocessor yaitu bahasa pemrograman web server-side yang bersifat open source atau gratis . Dalam konteks domain aplikasi, penting juga memahami definisi gym sebagai objek layanan. Gym merupakan suatu jenis usaha olahraga yang menyediakan jasa pelayanan dan fasilitas-fasilitas olahraga yang dikelola dengan baik dan bermanfaat secara komersial. Gym merupakan tempat olahraga dalam ruangan yang menawarkan beragam program latihan kebugaran dengan fasilitas dan peralatan yang mutakhir . Konsep e-fitness yang menjadi fokus utama dalam penelitian ini didefinisikan sebagai platform digital yang dirancang untuk mendukung pengelolaan dan layanan dalam industri kebugaran secara efisien dan E-fitness memungkinkan fitness center untuk mengurangi kesalahan pencatatan manual, mengoptimalkan operasional, dan meningkatkan pengalaman member. Platform ini juga mendukung fleksibilitas bagi pengguna untuk mengakses layanan kebugaran kapan saja sehingga meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pelanggan. Dengan pemahaman teoritis tersebut, pengembangan aplikasi e-fitness ini dirancang agar memiliki landasan ilmiah yang kuat dan sesuai dengan prinsip-prinsip teknologi informasi modern. Aplikasi ini tidak hanya berorientasi pada aspek teknis, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan praktis yang dihadapi oleh pengelola pusat kebugaran. Dengan demikian, e-fitness diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam mendukung digitalisasi dan pengelolaan pusat kebugaran secara lebih efisien, terstruktur, dan METODE PENELITIAN Penelitian Perancangan Aplikasi E-Fitness Berbasis Website Menggunakan Framework Laravel di KRESNA GYM dilakukan dalam lima tahapan yang mengacu pada konsep System Development Life Cycle (SDLC) model waterfall. Model waterfall adalah model yang bersifat linear dari awal pengembangan sistem sampai akhir tahap pengembangan. Tahapan-tahapan tersebut meliputi . analisis kebutuhan, . desain sistem, . implementasi atau penulisan kode, . pengujian program, . evaluasi dan pemeliharaan. Tahapan itu harus dilaksanakan secara urut, tahapan berikutnya tidak akan dilaksanakan sebelum tahapan sebelumnya selesai dilaksanakan dan tidak bisa kembali atau mengulang ke tahap sebelumnya . Gambar 1: System Development Life Cycle Waterfall . IT-EXPLORE Vol. No. Hal 167 - 186 Arinata. Wahyono Berdasarkan Gambar 1, tahapan pertama adalah analisis kebutuhan yang dilakukan melalui proses pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi lapangan di KRESNA GYM. Wawancara dilakukan dengan pemilik gym untuk memperoleh informasi mengenai proses pengelolaan member, fasilitas yang tersedia, serta kendala yang selama ini muncul dalam operasional harian. Selain itu, wawancara juga dilakukan kepada beberapa member gym untuk mengetahui kebutuhan mereka terkait akses informasi jadwal latihan, panduan penggunaan alat, dan informasi suplemen. Hasil wawancara tersebut kemudian divalidasi melalui observasi langsung untuk memastikan kesesuaian antara kondisi lapangan dan pernyataan narasumber. Metode pengumpulan data ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai kebutuhan sistem yang akan dibangun. Data yang dikumpulkan mencakup profil gym, seperti foto fasilitas gym, informasi harga keanggotaan, serta kontak resmi yang meliputi nomor telepon dan akun media sosial. Selain itu, diperoleh juga dokumentasi foto alat-alat fitness beserta cara penggunaannya, jadwal latihan mingguan yang diterapkan di gym, dan daftar suplemen yang tersedia untuk menunjang latihan member. Informasi tersebut sangat penting karena nantinya akan diolah menjadi konten pada website agar dapat diakses oleh member maupun calon member secara luas. Seluruh data ini juga membantu memastikan bahwa sistem yang dirancang mampu menjawab kebutuhan nyata pengguna di lapangan. Dengan demikian, hasil analisis kebutuhan tersebut menjadi dasar kuat dalam memasuki tahap desain sistem. Tahap selanjutnya adalah desain sistem, yang diawali dengan proses perancangan struktur serta tampilan antarmuka website agar mudah dipahami dan digunakan oleh pengguna. Desain sistem ini dibuat berdasarkan hasil analisis kebutuhan dan diterjemahkan ke dalam ERD. Use Case Diagram, serta Class Diagram untuk memastikan seluruh alur proses terdefinisi dengan jelas sesuai tahapan metode Waterfall. ERD dirancang untuk memetakan hubungan antar entitas secara efisien sehingga data tersimpan tanpa redundansi dan mudah dikelola. Use Case Diagram digunakan untuk menggambarkan interaksi antara pengguna dan sistem, terutama perbedaan hak akses antara admin dan member pada setiap fitur. Class Diagram dibuat mengikuti konsep MVC Laravel sehingga setiap class dapat merepresentasikan struktur tabel dan fungsi yang dibutuhkan pada tahap implementasi. Dalam proses perancangannya, ketiga diagram tersebut dibuat menggunakan Draw. io karena tool ini mendukung pembuatan diagram teknis yang rapi, fleksibel, dan sesuai standar dokumentasi sistem Draw. io memudahkan penentuan relasi antar entitas, alur interaksi pengguna, dan struktur kelas secara visual sehingga proses desain menjadi lebih sistematis. Untuk desain antarmuka, digunakan Figma sebagai tools utama dalam menentukan tata letak, pewarnaan, ikon, dan komponen visual lainnya. Penggunaan Figma membantu menghasilkan antarmuka yang konsisten, responsif, serta mudah dipahami oleh calon pengguna website. Dengan demikian, seluruh desain sistem memperoleh pondasi visual dan struktural yang kuat sebelum memasuki tahap penulisan kode program. Kemudian tahapan selanjutnya adalah implementasi dan penulisan kode, dalam tahap ini semua desain yang sudah dipikirkan akan diubah dalam bentuk kode program. Untuk framework dalam pemrograman yang digunakan adalah laravel versi 9. 20 yang berjalan menggunakan bahasa pemrograman PHP versi 8 karena mendukung performa tinggi dan kompatibilitas penuh terhadap fitur-fitur modern Laravel. Pengelolaan basis data dilakukan dengan MySQL versi 8, yang dipilih karena stabilitas, kemudahan integrasi, serta kemampuan menangani struktur data relasional secara efisien. Framework ini didesain dengan arsitektur Model-View-Controller (MVC), yang memisahkan logika bisnis, tampilan, dan kontrol aliran aplikasi, sehingga memudahkan pengembangan dan pemeliharaan kode. Struktur folder pada project ini mengikuti pola standar framework Laravel, di mana folder app/ berisi seluruh logika inti aplikasi seperti controller, model, dan middleware yang mengatur alur proses data serta hubungan antar entitas sistem. Folder resources/ menyimpan tampilan berbasis Blade yang mencakup halaman-halaman penting seperti landing page, panduan alat, dashboard admin, dan antarmuka member, sehingga memisahkan logic dan UI dengan rapi. Selain itu, folder routes/ memuat definisi seluruh jalur HTTP yang menghubungkan request pengguna ke controller terkait, memastikan setiap fungsi seperti manajemen member, jadwal latihan, dan autentikasi berjalan terkoordinasi. Modul-modul utama aplikasi mencakup fitur login/registrasi, manajemen data member, pengaturan jadwal latihan mingguan, serta pengelolaan konten seperti gambar alat fitness dan suplemen, yang semuanya bekerja bersama membentuk ekosistem website e-fitness KRESNA GYM yang terstruktur, modular, dan mudah dikembangkan. Selanjutnya tahap pengujian program, pada tahapan ini pengujian akan melibatkan pengembang aplikasi, pengujian ini dilakukan menggunakan metode black-box testing yang melakukan pendekatan untuk mengetahui apakah semua fungsi software telah berjalan semestinya sesuai dengan kebutuhan fungsional Arinata. Wahyono IT-EXPLORE Vol. No. Hal 167 - 186 yang telah didefinisikan. Tahapan terakhir dalam Perancangan Aplikasi E-Fitness Berbasis Website Menggunakan Framework Laravel di KRESNA GYM adalah evaluasi dan pemeliharaan, pada tahapan ini akan melibatkan pengelola KRESNA GYM yang akan menjadi admin website ini. Apabila dalam penggunaan nya ada ketidaksesuaian dengan perancangan sistem, maka akan ada perbaikan sistem agar dapat digunakan dengan normal. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Kebutuhan Aplikasi e-fitness berbasis website untuk KRESNA GYM melibatkan dua jenis pengguna, yaitu admin dan pengunjung atau member, yang masing-masing memiliki kebutuhan berbeda. Admin membutuhkan sistem untuk mengelola pendaftaran member, termasuk melihat permintaan, menyetujui atau menolak, serta mengatur masa aktif keanggotaan. Selain itu, admin juga harus dapat menambahkan, mengedit, dan menghapus informasi alat gym lengkap dengan panduan penggunaannya. Pengelolaan jadwal latihan mingguan dan data suplemen juga menjadi tanggung jawab admin, sehingga sistem harus menyediakan fitur yang mendukung aktivitas tersebut. Di sisi lain, pengunjung atau member memerlukan akses informasi tentang cara penggunaan alat gym yang mudah dipahami, termasuk visual dan deskripsi singkat. Mereka juga membutuhkan jadwal latihan mingguan yang tersusun per hari dan kategori latihan sebagai panduan dalam berolahraga. Pendaftaran keanggotaan harus dapat dilakukan secara online tanpa perlu datang langsung ke lokasi, dengan adanya konfirmasi dan arahan pembayaran melalui WhatsApp. Selain itu, sistem juga harus mampu menampilkan status keanggotaan, seperti tanggal mulai dan berakhirnya masa aktif. Analisis kebutuhan ini menjadi dasar dalam perancangan sistem, sekaligus digunakan untuk membangun use case diagram yang merepresentasikan interaksi antara pengguna dan sistem secara terstruktur. Gambar 2: Use Case Diagram Dari Use Case Diagram yang ada dapat dilihat bahwa pengunjung jika ingin mengakses fitur penggunaan alat, daftar suplemen, dan jadwal latihan tidak perlu membuat akun dan login akun. Sedangkan untuk mengakses fitur mendaftar membership dan melihat status keanggotaan membership pengunjung harus membuat akun dan login terlebih dahulu. Sedangkan untuk dashboard admin hanya memiliki satu akun. IT-EXPLORE Vol. No. Hal 167 - 186 Arinata. Wahyono Untuk mengakses dashboard admin, pengelola harus melakukan login. Setelah melakukan login pengelola bisa mengakses berbagai fitur yang ada meliputi pengelolaan member, pengelolaan alat fitness, pengelolaan jadwal fitness, dan juga pengelolaan suplemen. Perancangan Aplikasi Untuk mendukung implementasi Aplikasi E-Fitness Berbasis Website Menggunakan Framework Laravel di KRESNA GYM, diperlukan perancangan struktur basis data yang mampu mengelola seluruh entitas dan relasi yang terdapat dalam sistem. Struktur basis data dirancang agar dapat menyimpan dan mengelola data secara terorganisir, efisien, serta mendukung fungsi-fungsi utama aplikasi seperti manajemen pengguna, alat gym, suplemen, jadwal latihan, dan pendaftaran member. Entity Relationship Diagram (ERD) digunakan untuk menggambarkan hubungan antar entitas yang terdapat dalam sistem secara visual. Gambar 3. Diagram Entity Relationship Diagram (ERD) Gambar 3 menunjukkan relasi antar entitas yang digunakan dalam sistem. Berdasarkan ERD tersebut, dirancang sejumlah tabel yang merepresentasikan masing-masing entitas dan atributnya. Penjelasan mengenai struktur dan fungsi dari masing-masing tabel dijelaskan sebagai berikut. Tabel 1 Tabel users Kolom Tipe Data Keterangan bigint (PK) ID unik pengguna Nama lengkap pengguna string . Alamat email, digunakan untuk login Password pengguna . Peran pengguna: admin atau member remember_token string . Token untuk fitur Auremember meAy created_at Waktu data dibuat updated_at Waktu data diperbarui Arinata. Wahyono IT-EXPLORE Vol. No. Hal 167 - 186 Tabel 1 merupakan tabel users yang berfungsi untuk menyimpan seluruh informasi akun yang terdaftar dalam sistem, baik untuk role admin maupun member. Tabel ini menyimpan atribut dasar seperti nama lengkap, email, dan password yang telah dienkripsi demi menjaga keamanan data pengguna. Selain itu, terdapat kolom role yang berfungsi menentukan hak akses pengguna sehingga sistem dapat membedakan mekanisme tampilan dashboard antara admin dan member. Tabel ini juga dilengkapi remember_token serta timestamp yang membantu sistem dalam proses autentikasi dan pencatatan aktivitas pembuatan maupun pembaruan akun. Sedangkan Tabel 2 merupakan tabel member_request, tabel ini digunakan untuk menampung seluruh data pengajuan pendaftaran membership gym yang diajukan oleh user dengan role member. Tabel ini menyimpan informasi detail seperti nomor telepon, alamat, serta pekerjaan user yang diperlukan sebagai data administratif saat proses pengelolaan membership. Tabel 2 Tabel member_request Kolom Tipe Data Keterangan bigint (PK) ID unik pendaftaran member gym user id bigint (PK) ID pengguna dari tabel users Nomor telepon Alamat member Pekerjaan member Status permintaan: pending atau approved start_date date . Tanggal mulai keanggotaan end_date date . Tanggal berakhir keanggotaan created_at Waktu data dibuat update_at Waktu data diperbarui Selain itu, kolom status berfungsi menandai apakah request tersebut masih pending atau telah approved, sehingga admin dapat mengelola proses verifikasi dengan lebih mudah dan terstruktur. Tabel ini juga menyimpan start_date serta end_date untuk menentukan masa aktif member, terutama ketika admin menyetujui dan menetapkan durasi membersship. Tabel 3 Tabel equipment Kolom Tipe Data Keterangan bigint (PK) ID unik alat gym Nama alat gym Deskripsi dan panduan penggunaan image_path Path gambar alat gym created_at Waktu data dibuat updated_at Waktu data diperbarui Untuk Tabel 3 adalah tabel equipment, tabel ini digunakan untuk menyimpan data seluruh alat fitness yang tersedia di KRESNA GYM. Setiap alat dicatat melalui atribut seperti nama alat, deskripsi penggunaan, serta image_path yang berfungsi menampilkan gambar alat pada halaman panduan penggunaan. Penyimpanan data alat secara digital ini sangat membantu member agar dapat memahami fungsi dan cara penggunaan alat sebelum mencobanya secara langsung. Tabel ini juga dilengkapi timestamp guna mencatat kapan data alat ditambahkan atau diperbarui oleh admin. IT-EXPLORE Vol. No. Hal 167 - 186 Arinata. Wahyono Tabel 4 Tabel supplements Kolom Tipe Data Keterangan bigint (PK) ID unik suplemen Nama suplemen Deskripsi produk suplemen image_path Path gambar suplemen created_at Waktu data dibuat update_at Waktu data diperbarui Dalam tabel supplements digunakan untuk menyimpan informasi mengenai berbagai produk suplemen yang tersedia di gym sebagai pendukung program latihan member. Setiap entri pada tabel ini berisi nama suplemen, deskripsi mengenai manfaat atau komposisinya, serta image_path untuk menampilkan gambar produk di halaman daftar suplemen. Tabel ini memungkinkan admin memperbarui katalog suplemen dengan mudah sehingga informasi yang ditampilkan kepada pengguna selalu terbaru dan relevan. Atribut timestamp juga disertakan untuk mencatat waktu penambahan maupun pembaruan data. Tabel 5 Tabel workout_schedule Kolom Tipe Data Keterangan bigint (PK) ID unik jadwallatihan Hari (Senin - Mingg. Jenis latihan (Chest. Leg, dl. Deskripsi atau variasi gerakan created_at Waktu dibuat updated_at Waktu data diperbarui Kemudian tabel workout_schedule berfungsi untuk menyimpan jadwal latihan mingguan yang ditampilkan kepada seluruh pengunjung website. Setiap baris pada tabel ini berisi informasi mengenai hari latihan, kategori latihan seperti Chest Day. Leg Day, atau Rest Day, serta deskripsi opsional yang menjelaskan variasi gerakan atau fokus latihan. Jadwal latihan yang tersimpan secara terstruktur memungkinkan admin mengatur program latihan gym dengan mudah dan dapat diperbarui kapan saja sesuai kebutuhan. Data ini kemudian ditampilkan dalam bentuk tabel pada website agar mudah dipahami oleh pengguna. Setelah merancang struktur tabel pada basis data, tahap selanjutnya adalah pemodelan sistem secara berorientasi objek melalui class diagram. Class Diagram pada Aplikasi E-Fitness Berbasis Website Menggunakan Framework Laravel di KRESNA GYM dirancang untuk menggambarkan struktur utama dari entitas dan hubungan antar objek dalam aplikasi. Terdapat lima kelas utama yang merepresentasikan tabeltabel penting dalam database, yaitu User. MemberRequest. Equipment. Supplement, dan WorkoutSchedule. Masing-masing kelas memiliki atribut yang sesuai dengan informasi yang dibutuhkan untuk pengelolaan data dalam sistem. Arinata. Wahyono IT-EXPLORE Vol. No. Hal 167 - 186 Gambar 4: Class Diagram Kelas User menyimpan informasi akun pengguna seperti nama, email, password, dan peran . yang menentukan apakah pengguna adalah admin atau member. Kelas ini memiliki relasi one-to-many dengan kelas MemberRequest, karena satu pengguna dapat mengajukan lebih dari satu permohonan keanggotaan, meskipun sistem telah dilengkapi validasi untuk mencegah pendaftaran ulang sebelum masa aktif sebelumnya berakhir. Kelas MemberRequest menyimpan data pendaftaran member seperti nomor HP, alamat, pekerjaan, status keanggotaan . ending atau approve. , serta masa aktif dalam bentuk tanggal mulai dan tanggal akhir. Sementara itu, kelas Equipment. Supplement, dan WorkoutSchedule berfungsi sebagai data statis yang dikelola oleh admin dan ditampilkan kepada pengguna atau member. Kelas Equipment menyimpan nama, deskripsi, dan gambar alat fitness. Untik kelas Supplement menyimpan informasi tentang suplemen termasuk gambar dan penjelasannya. Sedangkan WorkoutSchedule menyimpan jadwal latihan mingguan berdasarkan hari dan kategori latihan. Ketiga kelas ini tidak memiliki relasi langsung dengan entitas lain, tetapi tetap esensial dalam menyediakan informasi bagi pengguna. Dengan struktur class diagram ini, sistem KRESNA GYM mampu memfasilitasi kebutuhan pelanggan dalam mengakses informasi alat, jadwal, dan pendaftaran member, serta mendukung admin dalam melakukan manajemen data secara efisien melalui dashboard admin yang tersedia. Pengembangan Aplikasi Berdasarkan hasil analisis kebutuhan yang diperoleh dari calon pengguna aplikasi, dapat disimpulkan bahwa diperlukan sebuah website yang mampu menjawab kebutuhan tersebut secara efektif. Oleh karena itu, dikembangkan sebuah website yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan calon pengguna. Adapun berikut ini merupakan hasil dari proses pengembangan yang telah dilakukan. IT-EXPLORE Vol. No. Hal 167 - 186 Arinata. Wahyono Gambar 5: Halaman landing page Gambar 5 merupakan output halaman landing page. Halaman ini merupakan halaman utama yang diakses pertama kali oleh pengguna saat membuka website KRESNA GYM. Halaman ini dirancang untuk memberikan kesan pertama yang menarik sekaligus memberikan informasi penting mengenai tempat gym kepada pengunjung. Bagian hero section menampilkan gambar interior gym dalam bentuk statis maupun carousel, memberikan kesan visual mengenai fasilitas yang tersedia. Di bawahnya terdapat informasi profil gym yang mencakup visi, misi, layanan, dan keunggulan, disajikan di atas latar bernuansa wayang semitransparan untuk menjaga identitas visual. Gambar 6: Halaman landing page Gambar 6 juga merupakan Landing page pada Aplikasi E-Fitness Berbasis Website KRESNA GYM yang dapat di-scrolling ke bawah dan menampilkan informasi paket keanggotaan, lengkap dengan harga dan ketentuan bagi umum maupun pelajar. Gambar brosur ditambahkan agar pengunjung lebih mudah memahami manfaat menjadi member KRESNA GYM. Di bagian atas terdapat menu navigasi yang memuat logo KRESNA GYM serta tautan menuju Panduan Alat. Jadwal Mingguan. Suplemen, dan Login. Navigasi ini dibuat responsif agar tampil optimal di berbagai perangkat. Arinata. Wahyono IT-EXPLORE Vol. No. Hal 167 - 186 Gambar 7: Halaman login Gambar 7 merupakan output dari halaman login. Halaman login digunakan sebagai gerbang awal untuk mengakses sistem sesuai dengan role yang dimiliki oleh user. Sistem akan mendeteksi secara otomatis apakah akun yang digunakan merupakan admin atau member berdasarkan data yang tersimpan pada tabel user, kemudian mengarahkan user ke dashboard yang sesuai. Selain itu, pengguna yang belum memiliki akun tidak akan dapat melakukan login. Ketika user mencoba masuk dengan data yang tidak terdaftar, sistem akan menampilkan notifikasi bahwa username atau password tidak valid, sehingga user harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu agar dapat mengakses sistem. Gambar 8: Halaman register Sedangkan Gambar 8 merupakan halaman register yang digunakan oleh calon member baru untuk membuat Pada halaman ini, pengguna diminta mengisi nama lengkap, email aktif, serta password sebagai data utama pendaftaran. Setiap form telah dilengkapi validasi untuk memastikan bahwa data yang dimasukkan sesuai dan benar. Tampilan halaman dirancang sederhana dan responsif sehingga nyaman digunakan pada perangkat apa pun. Penggunaan tema warna hijauAehitam khas KRESNA GYM memberikan kesan visual yang konsisten dengan identitas tempat fitness tersebut. Dengan adanya halaman register ini, proses pendaftaran menjadi lebih mudah, terstruktur, dan dapat langsung digunakan untuk mengakses sistem. IT-EXPLORE Vol. No. Hal 167 - 186 Arinata. Wahyono Gambar 9: Dashboard Admin . engelolaan ala. Gambar 9 merupakan dashboard admin pada bagian pengelolaan alat. Halaman ini menampilkan daftar alat fitness yang tersedia di gym, lengkap dengan gambar, nama alat, serta deskripsi singkat mengenai Melalui halaman ini, admin dapat menambahkan alat baru dengan mengisi data yang diperlukan untuk memperbarui informasi di sistem. Admin juga dapat mengedit data alat yang sudah terdaftar apabila terdapat perubahan kondisi atau penyesuaian informasi. Selain itu, tersedia fitur untuk menghapus alat yang sudah tidak digunakan lagi sehingga data yang ditampilkan tetap akurat dan relevan. Gambar 10: Dashboard Admin . engelolaan supleme. Gambar 10 merupakan dashboard admin pada bagian daftar suplemen. Pada halaman ini, admin dapat menambahkan informasi mengenai berbagai produk suplemen seperti whey protein, creatine. BCAA, dan suplemen lainnya yang digunakan oleh member. Setiap produk dapat dilengkapi dengan gambar serta deskripsi manfaat untuk membantu member memahami kegunaan masing-masing suplemen. Admin juga dapat mengedit informasi produk apabila terdapat pembaruan pada deskripsi atau detail lainnya. Selain itu, suplemen yang sudah tidak tersedia atau tidak relevan lagi dapat dihapus agar daftar produk tetap teratur dan akurat. Arinata. Wahyono IT-EXPLORE Vol. No. Hal 167 - 186 Gambar 11. Dashboard Admin . engelolaan membe. Gambar 11 merupakan dashboard admin pada bagian pengelolaan member. Di halaman ini, admin dapat memproses setiap permintaan pendaftaran member baru yang masuk ke sistem. Jika member sudah melakukan konfirmasi pembayaran, admin dapat menerima pendaftaran tersebut sekaligus menetapkan masa aktif keanggotaan. Selain itu, admin juga dapat mengedit data member aktif apabila terdapat perubahan informasi atau kebutuhan pembaruan data. Halaman ini membantu admin memantau status keanggotaan secara menyeluruh sehingga memastikan setiap member memiliki masa aktif yang jelas dan tercatat dengan baik. Gambar 12: Dashboard Admin . engelolaan jadwal latiha. Gambar 12 menunjukkan dashboard admin pada bagian pengelolaan jadwal latihan. Halaman ini berfungsi untuk menampilkan serta mengatur jadwal mingguan latihan yang digunakan sebagai panduan bagi member Admin dapat menambahkan jadwal baru dengan menentukan hari, kategori latihan, dan detail aktivitas yang akan dilakukan. Selain itu, admin dapat mengubah kategori latihan seperti AuPush DayAy. AuBack DayAy, hingga AuRest DayAy apabila terdapat penyesuaian program. Jadwal yang sudah tidak relevan juga dapat dihapus sehingga informasi yang ditampilkan selalu akurat dan sesuai kebutuhan latihan gym. IT-EXPLORE Vol. No. Hal 167 - 186 Arinata. Wahyono Gambar 13: Dashboard Member Pada halaman dashboard member menampilkan fitur utama berupa formulir pendaftaran keanggotaan gym. Formulir ini dilengkapi validasi, sehingga tidak bisa dikirim jika data belum lengkap. Selain itu, sistem juga mencegah akun yang masih aktif untuk mendaftar ulang sebelum masa keanggotaannya berakhir. Pada bagian navbar, terdapat informasi masa aktif member yang ditampilkan otomatis, agar pengguna bisa mengetahui sampai kapan masa berlakunya member gym. Selain itu, untuk proses pembayaran, tersedia tautan langsung ke WhatsApp admin KRESNA GYM, memudahkan konfirmasi dan komunikasi lanjutan. Gambar 14: Halaman Panduan Penggunaan Alat Gambar 14 merupakan tampilan dari halaman Pandian Penggunaan Alat. Fitur ini disediakan untuk membantu pengguna mengenal dan memahami cara menggunakan berbagai alat fitness yang tersedia di KRESNA GYM. Setiap alat ditampilkan dalam bentuk tampilan kartu yang terdiri dari gambar alat dan deskripsi penjelasan penggunaannya secara singkat dan informatif. Tampilan ini dirancang agar rapi dan mudah dipahami oleh semua kalangan pengguna. Halaman ini dapat dilakukan scrolling ke bawah untuk menampilkan informasi yang lebih lengkap mengenai alat-alat yang ada di KRESNA GYM. Arinata. Wahyono IT-EXPLORE Vol. No. Hal 167 - 186 Gambar 15: Halaman Panduan Penggunaan Alat Gambar 15 juga merupakan tampilan dari halaman Panduan Penggunaan Alat yang sudah di-scrolling ke Gambar alat ditampilkan dalan format bentuk persegi dan dengan ukuran yang seragam agar antarmuka terlihat konsisten dan menarik. Penjelasan alat dirancang rata kanan-kiri untuk meningkatkan kenyamanan dalam membaca. Pengguna website dapat mengakses fitur ini tanpa perlu login, sehingga siapa pun dapat mempelajari alat-alat yang tersedia sebelum datang ke KRESNA GYM. Konten panduan alat ini bersifat dinamis dan dapat diperbarui melalui dashboard admin. Administrator dapat menambahkan, mengubah, atau menghapus data alat serta mengganti gambar dan deskripsinya dengan mudah melalui panel kelola alat. Hal ini memungkinkan informasi selalu akurat tanpa perlu mengubah kode secara langsung. Gambar 16: Halaman Jadwal Latihan Mingguan Gambar 16 merupakan tampilan dari fitur Jadwal Latihan Mingguan. Halaman ini bertujuan memberikan panduan kepada pengguna mengenai kegiatan atau fokus latihan setiap harinya di KRESNA GYM. Jadwal ini ditampilkan dalam bentuk tabel yang rapi, berisi informasi hari, kategori latihan, dan variasi gerakan atau deskripsinya. Tampilan tabel dibuat dengan latar berwarna gelap dan tulisan berwarna putih agar nyaman dilihat dan konsisten dengan tema website. IT-EXPLORE Vol. No. Hal 167 - 186 Arinata. Wahyono Data jadwal latihan ini bersifat dinamis dan dapat dikelola melalui dashboard admin. Admin dapat menambahkan, mengedit, atau menghapus jadwal latihan kapan saja sesuai dengan perubahan program latihan gym. Hal ini memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan dan memastikan informasi yang ditampilkan selalu terbaru dan relevan. Pengguna tidak perlu login untuk mengakses jadwal latihan mingguan ini. Fitur ini dapat diakses secara publik melalui menu navigasi di landing page, sehingga siapa saja dapat melihat jadwal latihan dan mempersiapkan diri sebelum berolahraga di gym. Gambar 17: Halaman Daftar Suplemen Gambar 17 merupakan tampilan dari Fitur Daftar Suplemen. Halaman ini menampilkan berbagai produk suplemen yang tersedia di KRESNA GYM untuk mendukung program latihan para member. Informasi yang ditampilkan meliputi gambar suplemen, nama produk, dan deskripsi singkat mengenai manfaat atau Tampilan daftar disusun dalam format grid 3 kolom per baris agar terlihat rapi dan mudah Seluruh data suplemen dikelola melalui dashboard admin. Admin dapat menambahkan produk baru, mengedit deskripsi, serta mengunggah gambar secara langsung tanpa perlu mengubah kode secara Fitur ini dapat diakses oleh pengguna melalui landing page tanpa perlu login. Tujuannya adalah memberikan gambaran kepada calon member maupun pengunjung mengenai jenis suplemen yang tersedia di KRESNA GYM, sekaligus menjadi nilai tambah yang menarik untuk meningkatkan kepercayaan terhadap fasilitas yang disediakan KRESNA GYM. Pengujian Aplikasi Pengujian yang digunakan pada sistem ini adalah pengujian black-box, yaitu metode yang berfokus pada fungsionalitas sistem tanpa memperhatikan struktur kode internal. Pengujian dilakukan dengan cara memberikan input pada sistem dan melihat output yang dihasilkan, apakah sesuai dengan yang diharapkan. Berikut adalah hasil pengujian dari setiap fitur utama pada aplikasi. Tabel 6 Tabel Pengujian Sistem Fitur yang Diuji Deskripsi Pengujian Hasil yang Diharapkan Hasil Aktual Status Akses Landing Page Pengunjung membuka halaman Tampilan halaman utama tampil normal Sesuai Navigasi Navbar Pengunjung menekan link AuPanduanAy. AuJadwalAy. AuSuplemenAy Berpindah ke halaman sesuai link Sesuai Arinata. Wahyono IT-EXPLORE Vol. No. Hal 167 - 186 Halaman Panduan Alat Gym Menampilkan daftar alat gym dan Semua alat tampil dan rapi Sesuai Halaman Suplemen Menampilkan daftar Semua suplemen tampil sesuai isi Sesuai Halaman Jadwal Mingguan Menampilkan jadwal Semua jadwal tampil sesuai data Sesuai Registrasi Akun Baru User mengisi form Data tersimpan dan user bisa login Sesuai Login User dan Role Access User login sesuai role . dmin/membe. Terarahkan ke dashboard masing-masing Sesuai Formulir Pendaftaran Member Member mengisi form pendaftaran dan muncul notifikasi jika sudah terdaftar Tidak bisa daftar dua kali Sesuai Dashboard Admin - Kelola Alat Gym Admin menambah, menghapus data alat Operasi CRUD berjalan Sesuai Dashboard Admin - Kelola Admin menambah, menghapus data Operasi CRUD berjalan Sesuai Dashboard Admin - Kelola Jadwal Latihan Admin mengelola jadwal latihan Operasi CRUD berjalan Sesuai Dashboard Admin - Kelola Member dan Konfirmasi Admin melihat request member dan meng-approve masa Data tersimpan dan tampil ke member Sesuai Dashboard Member - Lihat Masa Aktif Membership Member melihat masa berlaku membership di Informasi tampil dengan Sesuai Logout Admin dan Member Tombol logout Pengguna diarahkan ke landing page Sesuai Berdasarkan hasil pengujian sistem yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa website yang dikembangkan untuk KRESNA GYM telah berjalan sesuai dengan fungsionalitas yang dirancang. Seluruh fitur utama, seperti pengelolaan alat gym, suplemen, jadwal latihan mingguan, serta pendaftaran dan pengelolaan member, telah diuji dan memberikan output yang sesuai harapan. Hal ini menunjukkan bahwa sistem telah memenuhi kebutuhan pengguna dan siap digunakan dalam lingkungan operasional sebenarnya. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa aplikasi e-fitness berbasis website yang dirancang menggunakan framework Laravel untuk KRESNA GYM telah berhasil diimplementasikan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Aplikasi ini mampu memfasilitasi berbagai proses layanan secara digital, seperti pendaftaran member, pengelolaan data alat fitness, jadwal latihan mingguan, dan informasi suplemen. Dengan diterapkannya sistem ini, pengelolaan layanan yang IT-EXPLORE Vol. No. Hal 167 - 186 Arinata. Wahyono sebelumnya dilakukan secara manual menjadi lebih efisien, terstruktur, dan mudah diakses oleh admin maupun member. Seluruh fitur utama telah diuji melalui metode black-box dan menunjukkan bahwa sistem bekerja sesuai dengan fungsionalitas yang telah dirancang, baik dari segi tampilan maupun proses. Penggunaan framework Laravel terbukti memberikan kemudahan dalam proses pengembangan berkat struktur Model-View-Controller (MVC) yang jelas, serta dukungan fitur keamanan dan skalabilitas. Selain itu, pemanfaatan tampilan yang responsif memungkinkan aplikasi diakses dengan baik melalui berbagai perangkat, sehingga meningkatkan kenyamanan dan pengalaman pengguna. Meskipun aplikasi ini telah berjalan dengan baik, terdapat beberapa hal yang dapat dijadikan masukan untuk pengembangan lebih Salah satunya adalah penambahan fitur pembayaran online untuk mendukung proses transaksi keanggotaan secara mandiri, serta pengiriman notifikasi otomatis terkait masa aktif member. Pengembangan aplikasi ke versi mobile atau progressive web app (PWA) juga menjadi potensi lanjutan agar sistem lebih fleksibel digunakan di berbagai platform. Dengan penyempurnaan tersebut, diharapkan sistem informasi ini dapat semakin optimal dalam mendukung digitalisasi layanan kebugaran di KRESNA GYM. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepaga Krisna Gym Salatiga, serta seluruh pihak yang telah membantu, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam menyelesaikan laporan ini. Terima kasih untuk data yang diberikan serta kesempatan melakukan wawancara terkait dengan analisis dan kebutuhan sistem informasi. DAFTAR PUSTAKA