P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 5 No. 1, 2025 Page:52-61 PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN TALKING STICK TERHADAP KEMAMPUAN MEMAHAMI STRUKTUR ISI TEKS NEGOSIASI PADA SISWA KELAS X MA MAZROAoILLAH LUBUKLINGGAU Rani1. Agung Nugroho,2. Dian Ramadan Lazuardi,3 Universitas PGRI Silampari ranioktavia800@gmail. com , agungnugroho88@gmail. com2 , dianramadan77@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketuntasan secara signifikan pembelajaran memahami struktur isi teks negosiasi siswa kelas X MA Mazro'illah Lubuklinggau melalui penerapan metode pembelajaran Talking Stick. Metode penelitian yaitu eksprimen semu. Populasi siswa kelas X berjumlah 48 siswa yang terdiri dari 2 kelas. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dan sampel adalah kelas X IPA berjumlah 24 siswa. Pengumpulan data dengan teknik tes. Data dianalisis dengan menggunakan rumus uji t pada taraf signifikan sebesar = 0,05. Hasil analisis data di dapat thitung = E 3. 9476 ttabel = 1,71, sehingga dapat disimpulkan kemampuan memahami struktur isi teks negosiasi siswa MA MazroAoillah Lubuklinggau setelah penerapan pembelajaran talking stick signifikan tuntas. Kata Kunci: Metode talking stick, struktur isi teks negosiasi. ABSTRACT This research aims to determine the significant completeness of learning to understand the structure of the content of negotiation texts for class X MA Mazroillah Lubuklinggau students through the application of the talking stick learning method. The research method is quasiexperimental. The population of class X students is 48 students consisting of 2 classes. The sampling technique used simple random sampling technique and the sample was class X Science with a total of 24 students. Data collection using test techniques. The collected data was analyzed using uu-t at a significance level of a = 0. The results of data analysis can be obtained tcount = > 3. 9476 ttable 1. 71, so it can be concluded that the ability to understand the content structure of the negotiation text of MA Mazroillah Lubuklinggau students after implementing the talking stick learning method is significantly complete. Keywords: Talking stick method, structure of negotiation text content. PENDAHULUAN Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah memiliki kedudukan, dan fungsi yang sangat penting sebagai sarana keterampilan siswa dalam menggunakan bahasa. Oleh karena itu, pengajaran Bahasa Indonesia diarahkan meningkatkan kemampuan siswa berkomunikasi baik secara lisan maupun tertulis. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan Mulyati (Gereda, 2. mengatakan bahwa keteterampilan berbahasa itu pada umumnya mencakup empat komponen, yaitu menyimak . , dan menulis . Keterampilan berbahasa ialah kemampuan dan kecekatan menggunakan bahasa yang mencakup keterampilan mendengarkan atau menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Trianto . P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 5 No. 1, 2025 Page:52-61 mengatakan istilah pembelajaran merupakan suatu proses untuk mengembangkan potensi peserta didik agar berinteraksi antar sesama individu sebagai warga negara yang baik termasuk maupun mengelola lingkungan alam secara bijak. Nurhadi . mengemukakan bahwa proses membaca terlibat aspek-aspek berfikir seperti mengingat, memahami, membeda-bedakan, membandingkan, menerapkan apa yang terkandung dalam bacaan. Kedua keterampilan bahasa tersebut sangatlah penting untuk memahami suatu teks, termasuk teks negosiasi. Anwar . mengatakan penerapan merupakan sebuah tindakan yang dilakukan baik secara individu maupun kelompok dengan maksud untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan. Taufik . menyatakan penerapan adalah suatu perbuatan mempraktikkan suatu teori, metode, dan hal lain untuk mencapai tujuan tertentu dan untuk suatu kepentingan yang diinginkan oleh suatu kelompok atau golongan yang telah terencana dan tersusun sebelumnya. Amaludin . mengatakan penerapan adalah kesanggupan seseorang dalam menerapkan atau menggunakan ide-ide umum, tata cara ataupun metode-metode, prinsip-prinsip, rumus-rumus, teori-teori dan sebagainya, dalam situasi dan kongkret. Pemahaman siswa terhadap memahami struktur isi teks negosiasi hendaknya dianalisis terlebih dahulu, sehingga nantinya diketahui struktur isi yang ada dalam teks negosiasi tersebut. Untuk itu guru perlu mencari dan menentukan metode pembelajaran yang cocok untuk diterapkan, karena kegiatan dalam pembelajaran ini ditekankan pada kemampuan memahami struktur isi teks negosiasi yang akan dilakukan. Teks negosiasi merupakan proses interaksi yang di dalamnya terjadi komunikasi untuk mencapai satu kata sepakat dengan memenuhi ketentuan ketentuan yang diajukan oleh kedua belah pihak dan hasil perundingan atau kesepakatan tersebut diresmikan dalam bentuk teks. Baksin . mengatakan bahwa teks negosiasi adalah sebuah teks berbentuk interaksi sosial saat pihak- pihak yang terlibat berusaha untuk saling menyelesaikan tujuan yang berbeda dan bertentangan. Fatimah . mengatakan bahwa teks negosiasi merupakan teks yang digunakan untuk berinteraksi sosial antara dua/lebih orang ataupun lembaga yang memiliki sengketa untuk mencari jalan tengah tanpa ada pihak yang dirugikan, dengan jalan perundingan dan hasil perundingan tersebut diresmikan dalam bentuk teks. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan pada tanggal 19 januari 2024 dengan guru bahasa Indonesia kelas X MA MazroAoillah Lubuklinggau yaitu bapak Agus Siswanto S. Pd mengatakan bahwa dalam pembelajaran bahasa Indonesia siswa masih merasa sulit memahami tentang materi pembelajaran yang dijelaskan oleh Hal ini sangat berdampak pada siswa karena merasa sulit memahami materi pembelajaran teks negosiasi dilihat dari nilai yang didapat masih di bawah KKM yaitu Dari jumlah 24 siswa hanya 8 siswa yang nilainya di atas KKM sedangkan 16 siswa belum mencapai KKM. Masalah ini disebabkan karena siswa tidak fokus dan konsentrasi dalam menyimak ketika guru menjelaskan materi pembelajaran dan siswa merasa bosan karena guru menjelaskan materi pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah. Untuk itu peneliti perlu menggunakan model pembelajaran yang tepat P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 5 No. 1, 2025 Page:52-61 agar dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami struktur isi teks Model pembelajaran yang peneliti gunakan yaitu model pembelajaran talking Berdasarkan pendapat Soekamto (Rahmadhani,2. metode pembelajaran merupakan suatu hal yang penting dalam proses pembelajaran, karena dalam suatu pembelajaran memerlukan metode untuk membentuk suatu rancangan dalam pola pembelajaran yang tepat. Metode-metode pembelajaran memang sudah banyak dikembangkan pada kurikulum 2013 (K. ini untuk memudahkan dalam proses pembelajaran, salah satu metode pembelajaran yang bisa digunakan adalah metode pembelajaran Talking Stick. (Huda,2. Talking stick . ongkat bicar. yang dahulunya digunakan oleh penduduk asli Amerika untuk mengajak semua orang berbicara atau menyampaikan pendapat dalam suatu forum . ertemuan antar suk. (Suprijono,2. Mengatakan metode pembelajaran talking stick adalah pembelajaran dimana siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya dan berkewajiban bercerita di depan kelas saat menerima tongkat yang berputar. Kurniasih dan Berlin . menyatakan bahwa metode pembelajaran talking stick ini dilakukan dengan bantuan Tongkat dijadikan sebagai jatah atau giliran untuk berpendapat atau menjawab pertanyaan dari guru setelah siswa mempelajari materi pelajaran. Metode pembelajaran Talking Stick . ongkat berbicar. adalah metode yang pada mulanya digunakan oleh penduduk asli Amerika untuk mengajak semua orang berbicara atau menyampaikan pendapat dalam suatu forum . ertemuan antar suk. Shoimin, . mengatakan Talking Stick . ongkat berbicar. telah digunakan selama berabadabad oleh suku-suku Indian sebagai alat menyimak secara adil dan tidak memihak. Tongkat berbicara sering digunakan kalangan dewan untuk memutuskan siapa yang mempunyai hak berbicara. Pada saat pimpinan rapat mulai berdiskusi dan membahas masalah, ia harus memegang tongkat. Tongkat akan pindah ke orang lain apabila ingin berbicara atau menanggapinya. Dengan cara ini tongkat berbicara akan berpindah dari satu orang ke orang lain jika orang tersebut ingin mengemukakan pendapatnya. Apabila semua mendapatkan giliran, tongkat itu lalu dikembalikan lagi ke ketua atau pimpinan Metode pembelajaran Talking Stick termasuk salah satu metode pembelajaran Strategi pembelajaran ini dilakukan dengan bantuan tongkat, siapa yang memegang tongkat wajib menjawab pertanyaan dari guru setelah peserta didik mempelajari materi pokoknya. Pembelajaran Talking Stick sangat cocok diterapkan bagi peserta didik SD. SMP. SMA atau SMK. Selain untuk melatih berbicara, pembelajaran ini akan menciptakan suasana yang menyenangkan dan membuat peserta didik menjadi lebih aktif. Sehubungan dengan materi yang dihadapi siswa kelas X MA Mazro'illah Lubuklinggau dalam memahami struktur isi teks negosiasi, maka metode pembelajaran Talking Stick cocok untuk eksperimen permasalahan yang terjadi pada proses Alasan penulis memilih metode pembelajaran Talking Stick adalah pembelajaran dengan metode pembelajaran Talking Stick mendorong peserta didik P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 5 No. 1, 2025 Page:52-61 untuk berani mengemukakan pendapat. Model pembelajaran ini diawali dengan penjelasan guru mengenai materi pokok yang akan dipelajari. Kemudian dengan bantuan Stick . yang bergulir peserta didik dituntun untuk merefleksikan atau mengulang kembali materi yang sudah dipelajari dengan cara menjawab pertanyaan dari guru. Siapa yang memegang tongkat, dialah yang wajib menjawab pertanyaan (Talkin. Metode pembelajaran Talking Stick memiliki keunggulan, yaitu sangat sederhana dan cukup mudah untuk dipraktikkan, khususnya untuk peserta didik di sekolah SMA yang menginginkan kegiatan pembelajaran sambil bermain tetapi tidak mengurangi makna dan tujuan pembelajaran yang diterimanya. Metode pembelajaran Talking Stick juga memiliki beberapa keunggulan, yaitu: . Menguji kesiapan siswa dalam menguasai materi pembelajaran. Melatih membaca dan memahami dengan cepat materi struktur isi teks negosiasi. Agar lebih giat belajar karena siswa tidak pernah tau tongkat sampai pada gilirannya. (Nilayanti, 2. Berdasarkan uraian yang dikemukakan di atas, untuk membantu siswa mencapai kompetensi perlu adanya bantuan dari metode pembelajaran agar siswa tidak mudah bosan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia terutama materi struktur isi teks negosiasi dengan mengunakan model pembelajaran Talking Stick. Oleh karena itu, peneliti ingin melakukan penelitian dengan judul AuPenerapan Metode Pembelajaran Talking Stick Terhadap Kemampuan Memahami Struktur Isi Teks Negosiasi Pada Siswa Kelas X MA MazroAoillah LubuklinggauAy METODE Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan ekperimen semu dan desain pretest, treatment, dan posttest. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teknik tes dan wawancara. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Teknik tes yang dilakukan sebanyak 3 kali yaitu sebelum penerapan pretest, treatment . , dan sesudah posttest penerapan metode pembelajaran talking stick pada materi memahami struktur isi teks negosiasi. Analisis data dari hasil penelitian tentang penerapan metode pembelajaran talking stick dalam memahami struktur isi teks negosiasi di kelas X MA MazroAoillah Lubuklinggau. Menghitung skor rata-rata dan simpangan baku dari tes awal dan tes akhir. Uji normalitas digunakan untuk mengetahui kenormalan sebuah data dan uji t digunakan untuk pengujian HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 22 April sampai tanggal 23 mei 2024 di MA MazroAoillah Lubuklinggau dengan siswa 24 orang. Kemampuan yang akan diuji adalah memahami struktur isi teks negosiasi pada siswa kelas X MA MazroAoillah Lubuklinggau. Data dalam penelitian ini berupa data pretest diperoleh dari tes kemampuan P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 5 No. 1, 2025 Page:52-61 Jurnal Language education and literature memahami struktur isi teks negosiasi sebelum menggunakan metode pembelajaran talking Tes yang diberikan kepada siswa berupa tes esai yang bertujuan mengetahui kentuntasan secara signifikan kemampuan memahami struktur isi teks negosiasi siswa X MA MazroAoillah Lubuklinggau setelah diterapkan metode pembelajaran talking stick. Hasil tes memahami struktur isi teks negosiasi sebelum menerapkan metode pembelajaran talking stick, diketahui bahwa nilai terendah yang diperoleh siswa adalah 40 dan nilai tertinggi 81 sedangkan nilai rata-rata 58,15 dan hasil tes memahami struktur isi teks negosias setelah menerapakan metode pembelajaran talking stick diketahui bahwa nilai terendah yang diperoleh siswa adalah 55 dan nilai tertinggi 87 sedangkan nilai ratarata adalah 75,47 jadi secara deskriptif dapat dikatakan bahwa kemampuan akhir siswa setelah menerapkan metode pembelajaran talking stick dikatakan menjadi lebih baik dari Hasil Data Pretest Tes awal ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan siswa sebelumnya menggunakan metode pembelajaran dengan materi memahami struktur isi teks negosiasi. Hasil tes memahami struktur isi teks negosiasi sebelum menggunakan metode pembelajaran talking stick diketahui bahwa nilai terendah yang diperoleh siswa adalah 43 dan nilai tertinggi 75, sedangkan nilai rata-ratanya adalah 55,83, untuk lebih jelasnya mengenai hasil pretest dapat dilihat pada tabel 1 dibawah ini, sehingga kemampuan siswa sebelum diberi penerapan metode pembelajaran talking stick belum mencapai ketuntasan . Untuk lebih jelasnya dapat dilhat pada tabel 1 berikut ini : Tabel 1 Hasil Belajar Tes Awal (Pretes. Kemampuan Memahami Struktur Isi Teks Negosiasi Kelas Interval Jumlah Fo atau Frekiuensi Presentase Berdasarkan tabel di atas dapat di deskripsikan bahwa siswa yang berada pada rentang interval 40-45 sebanyak 6 orang . %), 46-50 sebanyak 5 orang . 17%), 51-55 sebany ak 4 orang . %),56-63 sebanyak 3 orang . 5%) , 64-69 sebanyak 4 orang . %), 70-75 sebanyak 2 orang . 33%). P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Tabel 2 Hasil Ketuntasan Belajar Tes Awal (Pretes. Rentang nilai Keterangan Frekuensi KKTP>70 Tuntas KKTP>70 Tidak Tuntas Jumlah 24 Siswa Nilai Rata-rata Vol. 5 No. 1, 2025 Page:52-61 Persentase Berdasarkan tabel 2 diatas, maka dideskripsikan bahwa siswa yang mendapatkan nilai Ou 70 dengan kriteria tuntas adalah 2 siswa . %) dan nilai < 70 dengan kriteria tidak tuntas adalah 22 siswa . 66%). Sedangkan ketuntasan siwa secara klasikal adalah 90%, dari data tes awal ini dapat disimpulkan bahwa masih banyak siswa tidak tuntas dalam memahami struktur isi teks negosiasi. Hal ini di sebabkan karena pada kegiatan pretes siswa kurang antusias, keinginan kecil, sehingga pemahaman siswa tentang materi memahami struktur isi teks negosiasi masih kurang. Hasil Data Postest Pada akhir penelitian dilakukan tes akhir untuk mengetahui kemampuan akhir siswa. Kemampuan akhir siswa adalah kemampuan dalam penguasaan materi memahami struktur isi teks negosiasi yang merupakan hasil belajar siswa setelah proses pembelajaran menggunakan metode pembelajaran talking stick. Soal tes yang digunakan berbentuk tertulis dengan meminta siswa memahami struktur isi teks tegosiasi. Data tes akhir digunakan untuk melihat kemampuan siswa setelah penerapan metode pembelajaran talking stick dengan demikian dapat diketahui perbedaan hasil belajar siswa. Hasil memahami struktur isi teks tegosiasi setelah menerapkan metode pembelajaran talking stick diketahui bahwa nilai terendah yang diperoleh siswa adalah 50 dan nilai tertinggi 87, sedangkan nilai rata-rata adalah 77,54. Untuk lebih jelasnya menggenai hasil posttest dapat dilihat pada tabel 4. 3 dibawah ini, sehingga kemampuan siswa setelah menerapkan metode pembelajaran talking stick mencapai ketuntasan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat tabel 3 berikut ini: Tabel 3 Hasil Belajar Tes Akhir (Postes. Kelas Interval Fo atau Frekuensi Presentase P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 5 No. 1, 2025 Page:52-61 Jurnal Language education and literature Jumlah Tabel di atas dapat dideskripsikan bahwa siswa yang berada rentang interval 5257 sebanyak 1 orang . 16%), 58-63 sebanyak 1 orang . 16%), 64-69 sebanyak 4 orang . %),70-75 sebanyak 6 orang . %), 76-81 sebanyak 6 orang . %), 82-87 sebanyak 6 orang . %). Tabel 4 Hasil Belajar Tes Akhir (Postes. Nilai Keterangan Postest Frekuensi Prensentase Ou70 Tuntas <70 Tidak Tuntas Jumlah Berdasarkan tabel dan diagram di atas, maka dapat dideskripsikan bahwa siswa yang dapat nilai Ou 70 dengan kriteria tuntas adalah 20 siswa dengan . %) dan nilai < 70 dengan kriteria tidak tuntas adalah 6 orang siswa . %). Sedangkan ketuntasan siswa secara klasikal adalah . %), dari data akhir ini dapat disimpulkan bahwa banyak siswa yang tuntas dalam memahami struktur isi teks negosiasi. Hal ini dibuktikan dari nilai kriteria tuntas mencapai 80% Ou 70%. Pengujian Hipotesis Uji Normalitas Data Uji normalitas data yang dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah data hasil tes siswa berdistribusi normal atau tidak. Berdasarkan ketentukan ketentukan perhitungan statistic uji normalitas normalitas dengan taraf = 0. 05 jika X2 hitung < X2 tabel maka data berdistribusi normal Uji Hipotesis . Uji hipotesis ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah nilai post-tes memiliki perberdan atau tidak. Dengan kriteria pengujiaannya adalah jika thitung Outtabel , maka Ho ditolak dan Ha diterima , sebaliknya jika thitung < ttabel maka Ho diterima dan Ha tolak. Berdasarkan hasil perhitungan pre-test diperoleh thitung = 6. Selanjutnya thitung dikonsultasikan dengan nilai ttabel pada distribusi t dengan taraf signifikan 5 % pada derajat kebebasan 24-1 = 23. Untuk taraf ini berarti Ho diterima. Dengan demikian dapat di signifikan bahwa nilai thitung dan ttabel berdistribusi normal. Dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima kebenaranya, sehingga dapat signifikan penerapan metode pembelajaran talking stick terhadap kemampuan memahami struktur isi teks negosiasi pada siswa kelas X MA Mazro'illah Lubuklinggau. P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 5 No. 1, 2025 Page:52-61 Pembahasan Kajian penelitian yang dilakukan oleh penulis ini relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh Winda Noviasari . , mahasiswa Universitas institut agama islam negeri . metro dengan judul AuPenggunaan metode talking stick untuk meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran ilmu pengetahuan alam kelas VI SD Negeri Bumi Rahayu tahun pelajaran 2017/2018Ay. Kemudian penelitian yang dilakukan oleh Dharma Indrianti . mahasiswa Universitas Agama Islam Negeri Raden Intan Lampung dengan judul AuPenerapan metode pembelajaran talking stick dalam meningkatkan aktivitas belajar peserta didik kelas IV min 11 Bandar lam Lampung. Berdasarkan hasil tes awal . dan data tes akhir . , penulis dapat menyimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran talking stick dapat menuntaskan secara signfikan kemampuan memahami struktur isi teks negosiasi Siswa Kelas X MA MazroAoillah Lubuklinggau. Pada hasil memahami struktur isi teks negosiasi sebelum menerapakan metode pembelajaran talking stick diketahui nilai terendah 43 dan nilai tertinggi 75, sedangkan nilai rata-ratanya adalah 57,52 sehingga kemampuan memahami struktur isi teks negosiasi belum mencapai ketuntasan hasil belajar. Hal ini disebabkan karena kegiatan pretes siswa kurang antusias, keinginannya kecil, kurangnya pemahaman siswa tentang materi pelajaran menganalisis unsur pembanun puisi. Selanjutnya penulis mengadakan kegiatan treatment dengan menerapkan metode pembelajaran talking stick. Adanya perubahan cara mengajar yang dirasakan oleh siswa sebagai hal baru, siswa berantusias untuk mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran talking stick. Dalam pembelajaran ini guru memberikan tugas kepada siswa untuk memahami struktur isi teks negosiasi dengan pemahaman mereka tentang struktur isi teks negosiasi, lalu ketika melakukan pertemuaan kedua guru membentuk kelompok berjumlah 4-5 orang lalu guru menjelaskan tentang struktur isi teks negosiasi siswa diberikan tantangan tentang kekompakan mereka dalam satu tim untuk menyelesaikan permasalahan, tugas guru disini membimbing siswa serta memberi motivasi semangat kepada siswa dalam perbedaan pendapat dan teakhir guru dan siswa menyimpulkan dari hasil dikusi. Setelah proses pembelajaran dengan menerapkan metode pembelajaran talking stick pada kemampuan memahami struktur isi teks negosiasi diketahui bahwa nilai terendah yang diperoleh siswa adalah 50 dan nilai tertinggi 87, sedankan nilai rata-ratanya adalah 77,54, sehingga kemampuan memahami struktur isi teks negosiasi siswa kelas X MA MazroAoillah Lubuklinggau setelah menerapkan metode pembelajaran talking stick menjadi lebih baik. Jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan akhir siswa terdapat Terlihat bahwa rata-rata pretest besar dari posttest. Hal ini dikarenakan siswa lebih berminat dan termotivasi untuk mengikuti proses belajar menajar dengan aktif, karena pada pembelajaran siswa diberi kebebasan beargumen menyelidiki, memberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan menarik kesimpulan serta guru membantu siswa untuk mempergunakan ide, konsep dan keterampilan yang mereka miliki untuk P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 5 No. 1, 2025 Page:52-61 menemukan pengetahuan baru. Berkenaan dengan itu berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan rumus statistik uji . didapat thitung 3. 9476 Kemudian nilai thitung dibandingakan dengan nilai ttabel denan db/df= N-1. = 23 pada taraf kepercayaan 5% adalah. 71 Jadi nilai thitung > ttabel 3. 9476 > 1. 71 ttabel. Hal ini berarti hipotesis yang menyatakan bahwa penerapan metode pembelajaran talking stick secara signiffikan menuntaskan kemampuan memahami struktur isi teks negosiasi siswa kelas X MA Mazro'illah Lubuklinggau terbukti kebenarnnya. Hal ini sejalan dengan AuPenerapan Metode Pembelajaran Talking Stick Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pembelajaran Memahami Struktur Isi Teks NegosiasiAy menujukan bahwa hasil belajar siswa meningkat setelah penerapan metode pembelajaran talking stick. Hal ini dibuktikan dari peningkatan ketuntasan klasikal dan rata-rata hasil belajar siswa. Ketuntasan klasikal siswa sebesar 3,20% menjadi 90,30%, sedangkan rata-rata hasil hasil belajar siswa meningkat sebesar 28,94 poin yaitu dari 59. menjadi 88,52. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat di simpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran talking stick secara signifikan dapat menuntaskan kemampuan memahami struktur isi teks negosiasi Siswa Kelas X MA MazroAoillah Lubuklinggau. Hal ini dibuktikan dengan uji . didapat thitung 3. Kemudian thitung dibandingkan dengan nilai ttabel dengan db/df = N-1. = 23 pada taraf kepercayaan 5% adalah 1,71. Jadi nilai thitung > ttabel 3. 9476 > 1,71 . Besarnya peningkatan rata-rata posttest dengan pretest = 77. 54 - 55,83 = 21. 71 Dengan demikian besar peningkata dari pretest ke posttest 71 Sedangkan ketuntasan secara klasikal yang ditetapkan adalah 70% dan hasil penelitian ini mencapai 96,32%. DAFTAR PUSTAKA