Adaptasi Motif Kawung Sebagai Elemen Estetis Interior di Lobby Padma Hotel Semarang Vanessa Aurelia1. Aghastya Wiyoso*2. Irma Damayantie3 Prodi Desain Interior. Fakultas Seni Rupa dan Desain. Universitas Tarumanagara. Jakarta Prodi Desain Interior. Fakultas Desain dan Industri Kreatif. Universitas Esa Unggul. Jakarta 615200074@stu. id, aghastyaa@fsrd. id, damayantie@esaunggul. *Pen. Korespondensi Abstrak Ai Motif batik mengalami perkembangan dan sering diaplikasikan sebagai elemen estetika pada interior di hotelhotel berbintang. Indonesia merupakan negara yang memiliki budaya yang beragam salah satunya yaitu batik, beragam macam batik ada satu batik yang memiliki ciri khas dan telah dikenal luas yaitu batik AukawungAy. Hotel Padma merupakan salah satu hotel yang mewah di Kota Semarang yang bergaya kontemporer dan kaya akan sentuhan budaya lokal, di lokasi strategis yang dekat dengan jantung ibukota semarang. Penelitian kali ini berfokus pada aplikasi elemen estetis batik kawung pada lobby Padma Hotel. Motif ragam batik kawung terbagi menjadi beragam motif dan tipe salah satunya yaitu motif Batik Kawung Bribil. Metode perancangan yang digunakan untuk penerapan motif kawung sebagai elemen estetis interior di lobby Padma Hotel Semarang adalah dengan mengacu pada teori dalam buku Designing Interiors oleh Rosemary Kilmer dan Otie W. Kilmer. Penggunaan motif batik Kawung dapat menjadi elemen estetis pada interior dengan menyesuaikan warna dan material yang digunakan, penerapan motif kawung sebagai elemen estetis interior di lobby Padma Hotel Semarang memiliki makna posotif yang berpengaruh terhadap kenyamanan suasana interior lobby. Kata kunci: Batik. Hotel. Interior. Kawung. PENDAHULUAN Salah Namun secara umum hotel Pulau Jawa merupakan kota metropolitan terbesar bangunannya, untuk memberikan jasa Jakarta, berupa penginapan, makan dan minum. Surabaya. Bandung, dan Medan adalah dan jasa lainnya bagi masyarakat secara Kota Semarang. Selain itu Kota Semarang umum, yang dikelola secara komersial. Jasa juga mengalami perkembangan dalam pelayanan dirancang untuk menyediakan berbagai ruang untuk kegiatan pelanggan, menjadi kota pariwisata. Oleh karena itu, di seperti ruang makan, area relaksasi, area Semarang terus berkembang mulai dari rekreasi, dan ruang untuk kegiatan yang hotel-hotel kelas melati sampai ke hotel berkaitan dengan penyediaan fasilitas. Lobi kelas atas atau hotel bintang. hotel dibagi menjadi tiga area utama: area Indonesia Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia publik, area kamar ke kamar, dan area (KBBI) pengertian hotel yaitu sebagai memudahkan klasifikasi, tipe hotel diatur kamar-kamar disewakan untuk tempat makan maupun MEZANIN Ae Vol. 7 No. Desember . Untuk dalam bintang kelas. Hotel Padma adalah salah satu hotel II. METODE mewah di Kota Semarang yang bergaya Metode perancangan yang digunakan kontemporer dan kaya akan sentuhan untuk penerapan motif kawung sebagai budaya lokal, di lokasi strategis yang dekat elemen estetis interior di lobby Padma dengan jantung ibukota yaitu di Jalan Hotel Semarang adalah dengan mengacu Sultan Agung No. Wonotingal. Kec. pada teori dalam buku Designing Interiors Candisari. Kota Semarang. Jawa Tengah oleh Rosemary Kilmer dan Otie W. Kilmer. Hotel ini memiliki filosofi yang Dalam prosesnya, perancangan dibagi meniadi 2 tahap, yaitu tahap analisis dan Tahap menciptakan suasana menyenangkan agar mengidentifikasi dan menganalisis masalah menikmati pengalaman terbaik dengan fasilitas yang lengkap. Sentuhan budaya permasalahan secara keseluruhan sehingga lokal pada Hotel Padma menjadi salah satu ciri khas serta daya Tarik bagi wisatawan luar maupun lokal yang berkunjung. Batik adalah karya bangsa Indonesia yang dilengkapi dengan gabungan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia. Daya tarik batik adalah memiliki motif yang beragam dan bervariasi dan menyesuaikan budaya dalam kehidupan Pada sidang UNESCO di Abu Dhabi tanggal 2 Oktober 2009 batik Indonesia telah resmi diakui oleh UNESCO Cultural Gambar 1: Bagan Proses Desain (Sumber : Rosemary Kilmer dan Otie W. Kilmer, 2014:. Heritage atau Warisan Budaya Takbenda. Tahap analisis, dibagi menjadi 4 tahap. ICH Intangible Ada beberapa motif batik dengan fislosofi yang berbeda ditemukan di Indonesia salah satu pola yang terkenal adalah motif Commit: perancang mengenal dan berkomitmen dalam menerapkan MEZANIN Ae Vol. 7 No. Desember . motif Tahap terakhir perancang menerima estetis interior di lobby Padma beberapa revisi desain yang telah ditinjau Hotel Semarang dan kemudian lanjut membuat gambar State: Batik tradisional asal Jawa Tengah elemen estetis interior di lobby memiliki nilai-nilai uniknya sendiri yang Padma Hotel Semarang berasal dari proses akulturasi keagamaan Collect: yang menghubungkan tradisi Jawa. Hindu, literatur, data faktual, dan persepsi serta agama Islam dengan pengaruh tradisi Analzye: keagamaan lainnya. Salah satu desain batik data-data tahapan sebelumnya tahap, yaitu: Salah satu motif batik tradisional yang Ideate: Tahap menemukan esensi, paling terkenal di Indonesia adalah motif pemilihan konsep, dan pemilihan batik Kawung. Banyak simbol dan makna dapat ditemukan pada motif kain batik Choose: Pemilihan hasil ideate yang terbaik sesuai dengan anggaran, kesucian, kekuasaan, dan kehidupan. Motif Kawung berasal dari era Hadiningrat alternatif yang dibuat klasik yang mencerminkan adat istiadat khas budaya Jawa yaitu adalah batik Tahap sintetis, juga dibagi menjadi 4 i. HASIL DAN PEMBAHASAN penerapan motif kawung sebagai kerja desain yang telah final. Implement: Penerapan Yogyakarta, yang dimulai di tahun 1755 dan berlanjut hingga tahun 1818. Kawung pengeksekusian ide yang terpilih di Mataram dirancang oleh Sultan Agung pada desain dan pemberian bentuk Hanyokrokusumo. Motif Kawung dibuat Evaluate: Agung Hanyokrokusumo menggunakan bahan sederhana seperti cat mengevakuasi kembali hasil desain akrilik atau kanvas, yang kemudian dicat menjadi desain batik yang rumit. Desain batik kawung adalah jenis batik yang Menilai Sultan masalah yang ada. terbuat dari bentuk bulat yang menyerupai Aurelia. Wiyoso. Damayantie kawung . uga dikenal sebagai kolang- motif Kawung. Dengan mengeksplorasi Bagi mereka yang menggunakan motif ditemukan di Indonesia, dari sinilah tema- tersebut. Batik Kawung memiliki filosofi tema yang digunakan berasal. Selain yaitu bermanfaat dan bermanfaat bagi berulang, pola Kawung mewakili status orang lain. Hal ini mirip dengan manfaat Maka dari itu, motif kawung tanaman kawung liar terhadap manusia digunakan oleh semua orang dari berbagai melalui akar, batang, daun getah, lontar, kelompok sebagai simbol atau status dan kemampuan untuk menggunakan Kawung. Motif kawung banyak memiliki variasi sebagai objek kecil, dapat berbentuk baik dari corak lengkung dan hiasan, seperti segitiga dan dapat digunakan untuk maupun warnanya. membuat pola batik. Bentuknya mirip Batik Kawung Picis, motif Kawung Picis Bentuk digambar berbentuk bulat membentuk kelopak, dianggap melambangkan umur empat sisi, yang biasa populer juga panjang dan kemurnian. disebut kawung beton karena warnanya Salah satu tokoh dalam dongeng Jawa yang memakai memakai lambang Kawung Semar. Semar dan bentuknya yang padat seperti interpretasi sifat dan karakteristik mulia dan berakal dari manusia. Penggunaan Kawung dekoratif bertujuan agar ruangan menjadi mempengaruhi pengguna ruang untuk Selain itu, motif Kawung berfungsi sebagai simbol yang ditegakkan oleh candi negara yang berasal dari candi pewangan di Jawa Tengah. Banyak Gambar 2: Batik Kawung Picis (Sumber : https://w. id/uploa ds/images/2022/12/1315522022-kawaunggaruda-picis. Motif Batik Kawung Bribil. Motif Kawung Bribil berbentuk simetris rapi yang digambarkan dengan bentuk bulat atau berulang dapat ditemukan dalam batik MEZANIN Ae Vol. 7 No. Desember . Gambar 3: Batik Kawung Bribil (Sumber : https://i0. com/riverspace. org/wpcontent/uploads/2021/02/kawungbribil. jpg?resize=700,348&ssl=. Gambar 5: Batik Kawung Sen (Sumber : https://i0. com/riverspace. org/wpcontent/uploads/2021/02/sekarageng. jpg?resize=800,424&is-pendingload=1#038. Batik Kawung Sen, adalah salah satu motif kawung yang banyak digemari, karena ukuran detailnya yang sangat Komponen Lainnya Dahulu uang receh digunakan elemen yang berperan penting dalam untuk ditebar pada saat pemakaman, membentuk suasana ruang. Ini adalah aspek yang sangat amat penting untuk menguatkan konsep tema yang akan sebelum dikuburkan. diterapkan serta gaya pada interior suatu Elemen ini bertujuan untuk membercantik suasana pada suatu ruang secara visual agar dapat memanjakan mata si pengguna. Komponen dekoratif pembatas ruang atau partisi, lampu. Gambar 4: Batik Kawung Sen (Sumber : https://id. com/pin/676173331528182874/) meja, wadah, dll, yang berperan dan memiliki fungsi nya masing-masing, lain Batik Kawung Sekar Ageng. Motif hal nya dengan elemen estetis/dekoratif Kawung Sekar Ageng adalah motif yang tidak mempunyai fungsi, elemen ini Kawung yang relatif besar dibandingkan digunakan untuk dekorasi pada bagian jenis kawung lainnya, karena ageng dinding dan bisa juga pada langit-langit artinya besar, dan sekar adalah gambar pada ruangan interior. Pada lobby padma bunga atau bunga. Pola Sekung Ageng kawung disebut juga pipi sawut, dimana menjadi fungsional sebagai backdrop, polanya berbentuk ketupat diagonal. meja resepsionis, dan kolom. Motif Cek tiga titik dan sawut tiga garis. Kawung Aurelia. Wiyoso. Damayantie diterapkan pada elemen estetis di dalam Lobby Padma Hotel Semarang. Lalu pada bagian kolom lobby juga menggunakan material stainless steel Kawung Bribil akan diterapkan pada bronze dengan metode lasercut. backdrop, meja resepsionis, dan kolom. Motif kawung ditandai dengan bentuk yang lebih besar dibandingkan dengan motif picis. Hal ini merupakan kesamaan dengan konsep bribil yang berarti uang dalam bentuk yang lebih besar daripada Bribil berarti Ausetengah senAy dalam tata bahasa Jawa. Nama mata uang yang terbuat dari nikel merupakan sebutan untuk motif batik bribil, yang sama dengan lima sen. Karena motif Kawung khusus, maka motif ini dapat digunakan Gambar 7: Penerapan batik kawung pada kolom lobby (Sumber : Aurelia, 2. Terakhir penerapan batik kawung pada di bagian interior manapun. Pada bagian backdrop lobby, batik meja resepsionis juga menggunakan kawung terdapat pada kanan kiri logo material stainless steel bronze dengan metode lasercut. Pola dibuat berjejer menggunakan material stainless steel satu sama lain membentang dari sudut satu ke sudut satunya meja resepsionis. Pola Sehingga terlihat elegan dan mewah. Gambar 6: Penerapan batik kawung pada backdrop resepsionis lobby (Sumber : Aurelia, 2. Gambar 8: Penerapan batik kawung pada meja resepsionis lobby (Sumber : Aurellia, 2. MEZANIN Ae Vol. 7 No. Desember . berawal dari sebuah kain batik yang kemudian dikembangkan menjadi sebuah elemen dekoratif pada interior dengan menggunakan material dan bahan yang Gambar 9: Interior Lobby Hotel Padma Hotel Semarang (Sumber : Aurelia, 2. interior tanpa mengurangi estetika untuk nyaman dan mewah. DAFTAR PUSTAKA