Agroscience Vol 15 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4661 e-ISSN: 2579-7891 KARAKTERISASI BAKTERI PADA SARANG RAYAP TANAH (Macrotermes gilvus HAGEN. ) DAN UJI POTENSINYA SEBAGAI AGENS HAYATI CHARACTERIZATION OF BACTERIA IN SOIL TERMITE NESTS (Macrotermes gilvus Hagen. ) AND TEST OF ITS POTENTIAL AS A BIOLOGICAL AGENT Iis Purnamawati1. Giyanto2 1,2 Institut Pertanian Bogor 1 iispurnamawati@apps. id, 2 giyanto@apps. Masuk: 23 Juni 2024 Penerimaan: Juni 2025 Publikasi: 30 Juni 2025 ABSTRAK Termitarium Macrotermes gilvus Hagen merupakan ekosistem kompleks yang kaya mikroorganisme dengan potensi bioaktivitas tinggi. Penelitian ini bertujuan mengisolasi, mengkarakterisasi morfologi koloni, dan melakukan evaluasi awal potensi bakteri yang diisolasi dari termitarium M. gilvus Hagen sebagai agens hayati. Sampel termitarium yang telah dikumpulkan, kemudian dilakukan isolasi bakteri melalui pengenceran berseri pada media Nutrient Agar dan media selektif aktinomiset yaitu water yeast extract agar dan casamino acid yeast extract glucose agar. Karakterisasi morfologi dilakukan melalui pengamatan Evaluasi potensi sebagai agens hayati dilakukan melalui uji Gram dengan KOH3% dan uji Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari termitarium M. gilvus Hagen berhasil diisolasi 29 isolat bakteri dengan karakteristik morfologi koloni yang beragam. Karakterisasi morfologi koloni menunjukkan variasi bentuk, elevasi, tepian, dan warna. Jumlah koloni isolat bakteri yang dapat diisolasi dan ditumbuhkan pada medium selektif aktinomiset sebanyak 12, sedangkan pada medium NA yang umum digunakan untuk mengulturkan bakteri diperolah 17 isolat. Sebelas isolat diantaranya diisolasi dari tanah sarang rayap (TS), sementara lainnya diperoleh dari fungsu comb (F/sarang raya. Bentuk koloni bakteri yang dominan ditemukan yaitu bundar . Karakteristik elevasi dan tepian koloni bakteri yang paling banyak diperoleh masing-masing yaitu cembung dan siliat. Warna koloni paling dominan yaitu putih keruh sebanyak 14 isolat. Hasil pengujian jenis Gram menunjukkan bahwa 16 isolat merupakan Gram positif, dan seluruhnya bersifat negatif pada pengujian reaksi hipersensitif. Hal tersebut menunjukkan bahwa setidaknya sebanyak 16 isolat bakteri yang diperoleh potensial untuk diuji lebih lanjut sebagai agens hayati yang diharapkan dapat menjadi alternatif pengendalian OPT yang efektif dan lebih ramah lingkungan. Kata kunci: Karakteristik bakteri. Macrotermes gilvus Hagen. Uji potensi. Agens hayati. ABSTRACT Termitarium Macrotermes gilvus Hagen is a complex ecosystem rich in microorganisms with high bioactivity potential. This study aims to isolate, characterize colony morphology, and conduct an initial evaluation of the potential of bacteria isolated from M. gilvus Hagen termitarium as biological agents. Termitarium samples that have been collected, then isolated bacteria through serial dilution on Nutrient Agar media and selective actinomycete media, namely water yeast extract agar and casamino acid yeast extract glucose agar. Morphological characterization is carried out through colony observation. Evaluation of the potential of bacteria as biological agents is carried out through the Gram test with 3% KOH and hypersensitivity test. The results showed that from termitarium M. gilvus Hagen a total of 29 bacterial isolates were successfully obtained with diverse colony morphological characteristics. Colony morphological characterization showed variations in shape, elevation, edges, and color. The number of bacterial isolate colonies that could be isolated and grown on Agroscience Vol 15 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4661 e-ISSN: 2579-7891 selective actinomycete media was 12, while on the NA medium commonly used to culture bacteria, 17 isolates were obtained. Eleven isolates were isolated from termite nest soil (TS), while others were obtained from comb function (F/termite nes. The dominant bacterial colony shape found was round . The most commonly obtained bacterial colony elevation and edge characteristics were convex and ciliate, respectively. The most dominant colony color was cloudy white with 14 The results of the Gram type test showed that 16 isolates were Gram positive, and all were negative in the hypersensitivity reaction test. This shows that at least 16 bacterial isolates obtained have the potential to be further tested as biological agents that are expected to be an effective and more environmentally friendly alternative for pests controlling. Keywords: Characteristics of bacteria. Macrotermes gilvus Hagen. Potency test. Biological agent. Agroscience Vol 15 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4661 e-ISSN: 2579-7891 PENDAHULUAN Serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) merupakan salah satu penyebab utama penurunan kuantitas dan kualitas hasil budidaya tanaman. Penurunan produksi tanaman perkebunan diperkirakan mencapai 30%-40% akibat serangan OPT (Sardjono dan Siagian. Luas areal serangan OPT utama padi dan jagung pada tahun tanam 2023/2024 masingmasing diperkirakan mencapai 219. 323 ha dan 52. 196 ha (BBPOPT, 2. Pendekatan konvensional dalam pengendalian OPT umumnya mengandalkan penggunaan pestisida kimia karena dianggap praktis dan memberikan hasil yang relatif cepat. Namun, penggunaan pestisida secara berlebihan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem dengan menyebabkan kematian organisme non-target, termasuk musuh alami dan polinator yang memiliki peran penting dalam ekosistem pertanian. Boedeker et al. , . menyebutkan bahwa pestisida juga telah menyebabkan keracunan pada 385 juta orang yang menekuni bidang Pengendalian hayati menggunakan agens biologis, khususnya mikroorganisme, merupakan salah satu strategi yang menjanjikan dalam manajemen OPT berkelanjutan. Mikroorganisme sebagai agens hayati memiliki keunggulan antara lain spesifisitas tinggi terhadap target, tidak meninggalkan residu berbahaya, dan dapat bereproduksi secara alami di lingkungan. Aplikasi agens hayati di lapangan juga menunjukkan dampak positif bagi peningkatan produksi hingga 30%, meminimalisir perilaku adiktif terhadap pestisida kimia, dan meningkatkan efisiensi melalui penurunan biaya produksi (Mustaniroh et al. , 2. Bakteri merupakan salah satu kelompok mikroorganisme yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai agens pengendalian hayati. Isolat bakteri Bacillus cereus. Chromobacterium haemolyticum. Ralstonia pickettii, dan Pseudomonas flourescens dilaporkan mampu menurunkan tingkat keparahan penyakit pada tanaman melon akibat infeksi Cucumber mosaic virus (Purnamawati et al. Selain itu, tujuh isolat bakteri yang dieksplorasi dari Imperata cylindrica diketahui potensial sebagai agens hayati karena menunjukkan aktivitas antibosis terhadap Rigidoporus microporus melalui mekanisme biakan ganda (Sastrini et al. , 2. Namun, eksplorasi sumber bakteri agens hayati masih perlu diperluas untuk mendapatkan isolat-isolat unggul dengan karakteristik yang Termitarium adalah salah satu ekosistem yang menarik untuk dilakukan eksplorasi bakteri potensial karena kompleksitas, kondisi lingkungannya yang unik, kelembapan tinggi, suhu relatif stabil, dan komponennya yang kaya akan bahan organik. Kondisi tersebut menciptakan habitat Agroscience Vol 15 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4661 e-ISSN: 2579-7891 yang ideal bagi berkembangnya komunitas mikroorganisme yang beragam dengan aktivitas metabolik tinggi. Karakterisasi morfologi merupakan langkah awal yang penting dalam identifikasi dan seleksi bakteri yang berpotensi sebagai musuh alami OPT atau dikenal dengen istilah agens Keragaman karakteristik morfologi koloni tunggal bakteri dapat memberikan indikasi awal mengenai diversitas isolat yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan melakukan isolasi bakteri, mengkarakterisasi morfologi koloni tunggal bakteri, dan melakukan evaluasi awal potensi bakteri dari termitarium rayap tanah (M. gilvus Hage. dalam upaya pengendalian OPT yang ramah METODE PENELITIAN Sarang rayap tanah atau selanjutnya disebut dengan termitarium sebagai sampel berasal dari Kebun Pendidikan dan Penelitian Kelapa Sawit IPB Ae Cargill yang berlokasi di Jonggol. Jawa Barat. Isolasi, karakterisasi koloni, dan evaluasi potensi bakteri sebagai agens hayati dilaksanakan di Laboratorium Bakteriologi Tumbuhan. Departemen Proteksi Tanaman. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. berlangsung selama sembilan bulan sejak Januari sampai Oktober 2015. Pengambilan Sampel Termitarium Sampel termitarium dari tanah diambil dengan cara menggalinya. Pengambilan sampel dilakukan di Kebun Pendidikan dan Penelitian Kelapa Sawit IPB-Cargill. Jonggol. Sampel tersebut dibawa ke laboratorium menggunakan kotak plastik dan diupayakan agar tidak rusak. Kelembapan termitarium di laboratorium dipertahankan dengan cara merendam kotak penampungnya di dalam nampan berisi air setinggi A2cm. Isolasi Bakteri Sampel sarang rayap/ termitarium seberat 5g dihaluskan mengunakan mortar dan pistil kemudian disuspensikan dengan mencampurkannya ke dalam air steril 50 mL . di dalam Homogenisasi suspensi tersebut dilakukan selama 5-10 menit menggunakan vortex. Setelah homogen, dibuat seri pengenceran suspensi pada tingkat 100-10-5 masing-masing sebanyak 10mL. Hasil dari masing-masing seri pengenceran sebanyak 100 AAL disebarkan pada medium agar menggunakan glass beads . Media yang digunakan yaitu nutrient agar/NA . eef extract Agroscience Vol 15 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4661 e-ISSN: 2579-7891 3 g, peptone 5 g, dan agar 15 g dalam 1 L akuade. , water yeast extract agar/WYE . east extract 25 g. K2HPO4 0. 5 g, agar 18 g, dan 1 L akuade. , dan casamino acid yeast extract glucose agar/YCED . east extract 0. 3 g, casamino acid 0. 3 g. D-glucose 0. 3 g. K2HPO4 2 g, dan agar 18 g dalam 1 L akuade. Penyebaran suspensi dilakukan hingga seluruh suspensi terserap merata ke dalam masing-masing medium. Semua koloni bakteri yang ditemukan pada masing-masing medium dimurnikan dan diremajakan berdasarkan perbedaan morfologinya yang meliputi bentuk, elevasi, tepian (Hadioetomo, 1. , dan warna. Uji Gram Jenis Gram bakteri diuji melalui metode KOH 3%. Pengujian dilakukan dengan cara mencampur KOH 3% dengan isolat bakteri di atas kaca preparat. Isolat bakteri diambil menggunakan jarum oose kemudian disebarkan merata di atas kaca preparat steril, dan dilewatkan di atas bara api pada bunsen agar terfiksasi. Proses fiksasi diakhiri ketika olesan isolat bakteri telah mengering atau menempel pada permukaan kaca preparat (Nugraha, 2. Indikasi bakteri Gram negatif ditandai dengan adanya perubahan kekentalan campuran dan lengket saat diangkat, sedangkan bakteri Gram positif tidak menunjukkan adanya hal tersebut. Uji hipersensitif Uji hipersensitif dilakukan untuk mengetahui adanya patogenisitas yang dimiliki oleh bakteri yang telah diisolasi. Tanaman indokator yang digunakan pada pengujian tersebut adalah tembakau yang berumur A3 bulan disertai adanya daun muda yang telah membuka dengan Tahap pengujian reaksi hipersensitif diawali dengan penyiapan isolat bakteri yang dibiakkan pada medium cair, nutrient broth (NB) . utrient broth 9 g/L akuade. NB yang digunakan untuk masing-masing isolat bakteri adalah sebanyak 3 mL di dalam tabung reaksi dan diinkubasi selama satu hari . Setelah itu, suspensi bakteri diinjeksikan secukupnya ke dalam jaringan daun tembakau menggunakan jarum suntik steril tanpa ulangan. Reaksi hipersensitif diamati pada 24-48 jam setelah inokulasi tersebut. Potensi adanya sifat sebagai patogen pada isolat bakteri yang diujikan terindikasi dengan adanya gejala nekrotik yang muncul pada daun tembakau yang diisolasi, begitu sebaliknya. Selain itu, uji hipersensitif juga melibatkan perlakuan kontrol positif menggunakan suspensi X. oryzae pv. Oryzae dan kontrol negatif berupa medium NB. Agroscience Vol 15 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4661 e-ISSN: 2579-7891 HASIL DAN PEMBAHASAN Termitarium M. gilvus Hagen (Blattodea: Termitida. Sampel sarang rayap tanah diambil dari dua lokasi yang berada di Kebun Percobaan dan Pendidikan Kelapa Sawit IPB-Cargill. Jonggol. Masing-masing sampel diambil dari Blok I dan IV. Jenis tanah pada keduanya adalah laterit berbatu yang cenderung liat, padat, serta berwarna coklat gelap. Blok I sebelumnya ditanami oleh beberapa tanaman seperti jati, cempaka, semak belukar, dan akasia. Sementara itu. Blok IV ditanami karet sebelum akhirnya bergangti menjadi kelapa sawit. Termitarium yang diambil sebagai sampel sebagian berada di bawah permukaan tanah dan sebagian lainnya muncul ke permukaan sebagai gundukan setinggi mencapai 30 cm. Kelapa sawit yang ditanam di lahan Kebun Percobaan dan Pendidikan Kelapa Sawit IPBCargill. Jonggol adalah jenis Tenera dan memiliki jarak tanam 9. 2 m x 9. 2 m x 9. 2 m. Umur tanaman saat pengambilan sampel adalah 4 tahun dan sudah pernah menghasilkan buah atau termasuk ke dalam fase tanaman menghasilkan (TM). Karakteristik lingkungan pada kedua lokasi pengambilan sampel tidak sama namun gulma yang rerumputan . erdaun sempi. mendominasi keduanya. Perkiraan penutupan lahan oleh gulma di sekitar termitarium sebesar A90%. Termitarium M. gilvus Hagen mengandung bahan organik sebesar 98. 33%, dan padatan 1. padatan tersebut terdiri atas 3. 16% karbohidrat, 19% abu, 23. 95% lemak, dan 39. 52% protein, serta 29. 18% beragam mineral. Bahan-bahan penyusun sarang rayap berasal dari lingkungan sekitar seperti humus dan tanah, serta saliva (Ervany et al. , 2. Sarang rayap M. gilvus yang terdapat pada tanah liat cenderung mengandung N total lebih tinggi (Arifin, 2. Sampel termitarium yang dibawa ke laboratorium dikelompokkan menjadi tanah sarang rayap (TS) dan konstruksi berupa rekatan dari banyak butiran kecil berwarna krem lebih rapuh . arang rayap/fungus comb/F) (Gambar . Menurut Toly et al. , . menyebutkan bahwa sarang rayap dibedakan emnjadi tiga tipe yaitu sarang berbentuk bulat dan menempel pada batang atau percabangan pohon, sarang yang ditemukan di dalam kayu, dan sarang yang terdapat di dalam tanah berdasarkan hasil peenlitian di kawasan Taman Wisata Alam Camplong. Agroscience Vol 15 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4661 e-ISSN: 2579-7891 Gambar 1. Dua jenis konstruksi pada termitarium M. Hagen Tanah sarang rayap/TS (A), fungus comb/F (B). Individu rayap yang diperoleh dari sampel termitarium diidentifikasi untuk memastikan Ukuran ratu dan raja rayap yang ditemukan masing-masing 6cm dan 1cm (Gambar 2E). Raja dan ratu berperan dalam hal reproduksi dan umumnya hanya terdapat satu pasang dalam setiap sarang atau koloni (Borror et al. , 1. gilvus Hagen tergolong ke dalam ordo Blattodea berdasarkan hasil analisis filogenetik melalui uji molekuler dan terdiri atas kasta pekerja, prajurit, serta reproduktif (Inward et al. , 2. Ciri unik lainnya yang dimiliki oleh rayap tersebut adalah adanya dua jenis prajurit yaitu minor dan mayor (Gambar 2A), antena jenis moniliform dengan 17 segmen (Gambar 2B), serta memiliki rambut dan pronotum yang bentuknya seperti pelana kuda . addle shap. (Gambar 2D). gilvus Hagen juga mempunyai sepasang mandibula berukuran besar dan berwarna lebih gelap dibandingkan dengan kepala dengan bentuk yang simetris, berujung tajam, dan dapat menutup (Gambar 2C). Gambar 2. Individu rayap tanah (M. Gilvu. Hagen . erbesaran 10x. Rayap kasta prajurit mayor dan minor (A). antena jenis moniliform dengan 17 segmen (B). mandibula berbentuk simetris, berujung tajam, dan dapat menutup (C). pronotum berbentuk seperti pelana kuda (D). rayap kasta reproduktif (E). Bakteri Hasil Isolasi dari Termitarium M. gilvus Hagen Isolasi bakteri dari sampel sarang rayap tanah menggunakan medium universal dan selektif untuk aktinomiset. Suspensi TS dikulturkan menggunakan media WYE dan NA, sementara sampel F dikulturkan pada media YCED dan NA. Medium NA adalah medium yang umum digunakan untuk mengisolasi dan menumbuhkan hampir seluruh jenis bakteri. NA juga banyak Agroscience Vol 15 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4661 e-ISSN: 2579-7891 digunakan dalam eksplorasi bakteri agens hayati seperti dari daun karet sehat sebagaimana yang dilakukan oleh Riswandi et al. , . Isolat bakteri yang terisolasi dan tumbuh pada ketiga media yang digunakan tidak seragam. Total isolat bakteri berdasarkan perbedaan karakteristik koloninya yaitu sebanyak 29 isolat. Sebelas isolat diantaranya diperoleh dari sampel TS, dan 18 lainnya dari sampel F. Gambar 3 menunjukkan visualisasi beberapa koloni tunggal bakteri yang diperoleh dengan berbagai karakteristik morofologinya. Gambar 3. Contoh koloni tunggal isolat bakteri dari termitarium M. gilvus Hagen NAF9 (A). WYTS4 (B). NAF8 (C). NATS3 (D). WYTS2 (E). NATS6 (F). Pengamatan dan karakterisasi morfologi koloni bakteri secara tunggal merupakan cara tradisional dalam mengidentifikasi bakteri (Ibrahim et al. , 2. Jumlah koloni tunggal bakteri yang diperoleh yaitu 29, 11 isolat diperoleh dari tanah sarang rayap (Tabel . , dan 18 isolat dari fungus comb (Tabel . Warna koloni tunggal bakteri yang diperoleh dari tanah sarang rayap yaitu didominasi oleh warna putih keruh sebanyak enam isolat, dan paling sedikit yaitu warna kuning hanya berjumlah satu isolat. Warna isolat yang paling sedikit ditemukan yaitu kuning . Elevasi koloni berbukit-bukit dominan ditemukan pada isolat bakteri hasil isolasi dari tanah sarang rayap, dan elevasi timbul merupakan yang paling sedikit yaitu hanya ditemukan pada satu isolat. Tepian koloni tunggal isolat bakteri dari tanah sarang rayap cukup beragam, namun dominan yaitu tepian bercabang dengan jumlah tiga isolat. Tepian koloni tunggal berombak dan seperti ikat rambut masing-masing hanya ditemukan satu isolat. Bentuk koloni paling dominan ditemukan pada isolat bakteri dari tanah sarang rayap yaitu tak beraturan dan menyebar sebanyak empat isolat. Bentuk koloni lainnya beragam mencakup bundar, bundar dengan tepian bercabang-cabang, bundar dengan tepian menyebar, bundar dengan tepian kerang, serta berbenang-benang (Tabel . Agroscience Vol 15 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4661 e-ISSN: 2579-7891 Tabel 1. Karakteristik koloni tunggal bakteri dari tanah sarang rayap M. gilvus Hagen. Kode Isolat WYTS 1 WYTS2 WYTS3 WYTS4 Warna Koloni Elevasi Koloni Kuning Putih keruh Putih keruh Putih bersih Datar Berbukit-bukit Berbukit-bukit Berbukit-bukit Tak beraturan Tak beraturan Bercabang Siliat WYTS5 NATS1 NATS2 NATS3 NATS4 NATS5 NATS6 Putih keruh Putih bersih Krem Krem Putih keruh Putih keruh Putih keruh Cembung Seperti tombol Cembung Timbul Cembung Datar Seperti tombol Bercabang Berombak Siliat Bercabang Siliat Seperti ikat rambut Siliat Tepian Koloni Bentuk Koloni Tak beraturan dan menyebar Tak beraturan dan menyebar Tak beraturan dan menyebar Bundar dengan tepian bercabangcabang Bundar dengan tepian menyebar Bundar dengan tepian kerang Bundar Tak beraturan dan menyebar Bundar dengan tepian menyebar Berbenang-benang Bundar Sebanyak 18 isolat bakteri hasil isolasi dari fungus comb dominan berwarna putih keruh yaitu ditemukan pada tujuh isolat. Warna lainnya yang juga ditemukan pada isolat bakteri dari fungus comb adalah kuning, krem, abu-abu, merah muda, dan putih bersih. Elevasi koloni paling dominan ditemukan pada isolat bakteri dari fungus comb adalah cembung s,edangkan paling sedikit yaitu elevasi koloni seperti tombol. Karakteristik tepian koloni tunggal bakteri yang ditemukan pada isolat bakteri dari fungus comb sangat beragam, namun paling banyak yaitu berlekuk . Bentuk koloni paling dominan ditemukan pada isolat bakteri dari fungus comb adalah bundar yaitu sebanyak delapan Bentuk paling sedikit ditemukan adalah kompleks (Tabel . Namun demikian, hanya 27 isolat yang dapat dilakukan pengujian karena terdapat dua isolat yang tidak dapat dikulturkan lebih lanjut yaitu NATS1 dan NAF11. Tabel 2. Karakteristik koloni tunggal bakteri dari fungus comb M. gilvus Hagen. Kode Isolat Warna Koloni Elevasi Koloni Tepian Koloni YCF1 Putih keruh Timbul Berlekuk YCF2 Putih keruh Datar Siliat YCF3 Putih keruh Timbul Tak beraturan YCF4 Putih keruh Cembung Berlekuk YCF5 Putih keruh Timbul Tak beraturan YCF6 Putih keruh Timbul Berlekuk YCF7 Putih keruh Cembung Tak beraturan NAF1 Kuning Cembung Berombak NAF2 Kuning Seperti tetesan Tak beraturan NAF3 Krem Datar Berlekuk NAF4 Kuning Cembung Licin NAF5 Kuning Datar Berlekuk NAF6 Krem Berbukit-bukit Berombak NAF7 Abu-abu Seperti tetesan Siliat NAF8 Abu-abu Seperti tombol Siliat NAF9 Merah muda Cembung Licin NAF10 Putih bersih Berbukit-bukit Berlekuk NAF11 Kuning Datar Licin Bentuk Koloni Tak beraturan dan menyebar Bundar Tak beraturan dan menyebar Tak beraturan dan menyebar Bundar Bundar Tak beraturan dan menyebar Bundar dengan tepian kerang Bundar Tak beraturan dan menyebar Bundar dengan tepian kerang Kompleks Bundar Bundar dengan tepia meanyebar Bundar Bundar Bundar dengan tepian timbul Bundar Agroscience Vol 15 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4661 e-ISSN: 2579-7891 Uji Gram Langkah awal dalam proses diagnosis dan klasifikasi bakteri dapat dilakukan melalui uji Gram (Hidayat, 2. Bakteri patogen tanaman didominasi oleh Gram negatif diantaranya genus Xanthomonas. Pantoea. Erwinia. Burkholderia. Pseudomonas. Acidovorax. Agrobacterium. Xylophilus, dan Ralstonia (Schaad et al. , 2. Sementara itu, genus bakteri yang tergolong Gram positif yaitu Clostridium. Clavibacter. Bacillus, dan Streptomyces. Hasil pengujian Gram pada 27 isolat yang diisolasi menunjukkan bahwa 16 isolat merupakan Gram positif, dan sebelas lainnya adalah Gram negatif (Tabel . Isolat Gram positif lebih banyak ditemukan pada sampel TS dibandingkan sampel fungus comb/F. Lendir yang terbentuk pada bakteri Gram negatif saat pengujian jenis Gram dengan KOH 3% diakibatkan terjadinya kerusakan pada dinding sel. Uji Reaksi Hipersensitif Nekrosis yang tidak terbentuk pada daun tembakau tepatnya di sekitar area yang diinokulasi mengindikasikan bahwa reaksi hipersensitif bersifat negatif. Hal tersebut dapat diartikan bahwa isolat bakteri yang diuji tidak memiliki potensi sebagai patogen pada tanaman. Gejala nekrosis hanya ditemukan pada perlakuan kontrol positif ( ) yaitu inokulasi daun tembakau menggunakan suspensi X. oryzae pv. Oryzae (Tabel . Hipersensitif adalah bagian dari reaksi pertahanan tanaman secara aktif terhadap infeksi patogen dengan dikeluarkannya senyawa fitoaleksin yang menyebabkan matinya jaringan tumbuhan di sekitar tempat terjadinya inokulasi. Hal tersebut bertujuan mengisolasi patogen yang masuk sehingga tidak dapat menyebar. Fitoaleksin adalah senyawa antimikroba pada tumbuhan yang kemunculannya hanya terjadi apabila tumbuhan terinfeksi patogen (Agrios Tabel 3. Hasil uji Gram dan uji hipersensitif isolat bakteri dari termitarium M. gilvus Hagen No. Kode Isolat Jenis Gram Reaksi Hipersensitif WYTS1 WYTS2 WYTS3 WYTS4 WYTS5 NATS2 NATS3 NATS4 NATS5 NATS6 YCF1 YCF2 YCF3 YCF4 YCF5 YCF6 Agroscience Vol 15 No. 1 Tahun 2025 YCF7 NAF1 NAF2 NAF3 NAF4 NAF5 NAF6 NAF7 NAF8 NAF9 NAF10 ISSN Cetak: 1979-4661 e-ISSN: 2579-7891 KESIMPULAN Jumlah isolat bakteri berdasarkan karakteristik koloni yang berhasil diisolasi dan dikulturkan pada media selektif aktinomiset sebanyak 12, sementara itu pada medium NA yang umum digunakan untuk mengulturkan bakteri diperolah 17 isolat. Sebelas isolat diantaranya diisolasi dari tanah sarang rayap (TS), sementara lainnya diperoleh dari fungsu comb (F/sarang Bentuk koloni bakteri yang dominan ditemukan yaitu bundar . Bentuk elevasi dan tepian koloni yang paling banyak diperoleh masing-masing yaitu cembung dan siliat. Warna koloni paling dominan yaitu putih keruh sebanyak 14 isolat. Sebanyak 16 isolat bakteri termasuk Gram positif, 11 isolat bakteri lainnya Gram negatif, dan seluruhnya menunjukkan reaksi negatif pada uji hipersensitif. Hal tersebut mengindikasikan bahwa setidaknya sebanyak 16 isolat bakteri yang diperoleh potensial untuk diuji lebih lanjut sebagai agens hayati yang diharapkan dapat menjadi alternatif pengendalian OPT yang efektif dan lebih ramah lingkungan. DAFTAR PUSTAKA