JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) VOL 4. No. Oktober 2024, pp. 227 - 234 p-ISSN : 2808-8786 . e-ISSN : 2798-1355 . http://journal. id/index. php/dinamika Analisis Pengaruh Kepemilikan Institusional. Kepemilikan Manajerial. Dewan Direksi Terhadap Profitabilitas Perbankan Dian Prasetyo Widyaningtyas 1*. Florentina Ajeng Tiya Pratiwi2. Juventius Wahyu Utama3 Universitas Nasional Karangturi1,2,3 Jl. Raden Patah No. Rejomulyo. Kec. Semarang Tim. Kota Semarang. Jawa Tengah e-mail: dian. widyaningtyas@unkartur. id1, florentina. ajeng@unkartur. id2, juventius. wahyu@unkartur. ARTICLE INFO Article history: Received 15 September 2024 Recived in revised form 09 Oktober 2024 Accepted 22 Oktober 2024 Available online 30 Oktober 2024 ABSTRACT In carrying out its company operations, banks need to maintain their performance in fulfilling their obligations to investors. With good performance, it can provide a good image for the company to attract investors to continue investing their capital in the This is also able to increase the level of investor confidence in the company. This research was conducted to find out that there is an influence of Good Corporate Governance (GCG) components, namely institutional ownership, managerial ownership, and the size of the board of directors on profitability which is proxied through Return on Assets (ROA). Institutional ownership will be able to create more supervision in monitoring company performance because it can represent a source of power. Share ownership by managers, called managerial ownership, can be an effective tool for uniting goals between company owners and managers. When managers have significant share ownership, they will be motivated to make decisions that benefit the company as a whole. relation to the size of the board of directors, a larger number of board members will provide effective supervision without hampering the decision-making This research uses a population of banking companies on the IDX in 2020-2023, the research sample uses a purposive sampling method using the WarpPLS 8. 0 analysis tool. The results of the research conducted show that institutional ownership and the size of the board of directors have an influence on profitability as proxied in ROA with a significant level 04 and 0. The managerial ownership variable shows insignificant results on profitability. Keywords : Institutional ownership, managerial ownership, board of directors. ROA Abstrak Dalam menjalankan operasional perusahaannya perbankan perlu menjaga kinerjanya dalam memenuhi kewajibannya terhadap investor. Dengan adanya kinerja yang baik maka dapat memberikan citra yang baik terhadap perusahaan untuk dapat memberikan ketertarikan bagi investor untuk tetap menanamkan modalnya dalam perusahaan. Hal ini juga mampu meningkatkan tingkat kepercayaan investor terhadap perusahaan. Received 15 September, 2024. Revised 09 Oktober, 2024. Accepted 22 Oktober, 2024 p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Penilitian ini dilakukan untuk mengetahui bahwa terdapat pengaruh komponen Good Corporate Governance (GCG) yaitu kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, dan ukuran dewan direksi terhadap profitabilitas yang diproksikan melalui dalam Return on Aset (ROA). Dalam kepemilikan institusional akan dapat menciptakan pengawasan yang lebih dalam memantau kinerja perusahaan karena dapat mewakili sumber Kepemilikan saham oleh manajer yang disebut kepemilikan manajerial dapat menjadi alat yang efektif untuk menyatukan tujuan antara pemilik dan pengelola perusahaan. Ketika manajer memiliki kepemilikan saham yang signifikan, mereka akan termotivasi untuk membuat keputusan yang menguntungkan bagi perusahaan secara keseluruhan. Dalam kaitannya dengan ukuran dewan direksi, jumlah anggota direksi yang semakin besar akan memberikan pengawasan yang efektif tanpa menghambat proses pengambilan Penelitian ini menggunakan populasi perusahaan perbankan di BEI pada tahun 2020-2023, sampel riset mengunakan metode purposive sampling dengan menggunakan alat analisis WarpPLS 8. Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan hasil bahwa kepemilikan institusional dan ukuran dewan direksi memiliki pengaruh terhadap profitabilitas yang diproksikan dalam ROA dengan tingkat signifikan yaitu sebesar 0,04 dan 0,01. Dalam variabel kepemilikan manajerial menunjukkan hasil tidak signifikan terhadap profitabilitas. Kata ikunci i: kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, dewan direksi. ROA PENDAHULUAN i Dalam mempertahankan perusahaan di pasar global yang semakin dinamis dalam berbagai persaingan usaha yang semakin ketat maka perusahaan perlu melakukan penerapan GCG yang semakin baik dalam perusahaan. Hal ini dapat memberikan peningkatan dalam kinerja perusahaan supaya dapat memiliki kinerja yang efektif dan efisien. Kesinambungan dalam kelangsungan hidup perusahaan diperlukan agar bermanfaat bagi Dalam pelaksanaan GCG perlu didasari adanya prinsip-prinsip GCG yang dapat menjadi pondasi dalam organisasi perusahaan. Penerapan tata kelola perusahaan jika dijalankan dengan baik akan dapat meningkatkan kualitas dari laporan keuangan perusahaan. Laporan keuangan memberikan kontribusi bagi investor untuk sebuah informasi yang akurat dalam pengambilan keputusan yang tepat. Dalam laporan keuangan terdapat berbagai rasio keuangan yang dapat dijadikan sebagai referensi oleh para investor untuk memberikan keputusan terkait pengambilan keputusan dalam berinvestasi. Penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) di perbankan merupakan suatu sistem yang melibatkan seluruh tingkatan organisasi, terutama Dewan Direksi. Dengan menjalankan GCG secara konsisten, diharapkan bank dapat mencapai keberlanjutan bisnis, meningkatkan kinerja operasional, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Melalui proses pengambilan keputusan yang transparan dan akuntabel, bank dapat mengoptimalkan efisiensi, meningkatkan kualitas layanan, serta memenuhi standar tata kelola perusahaan yang semakin tinggi. Konflik yang terjadi dalam sebuah organisasi perusahaan dapat mempengaruhi berbagai aspek salah satunya adalah produktivitas perusahaan. Dengan konfik berkepanjangan dapat mempengaruhi arus informasi yang dibutuhkan oleh stakeholder menjadi terhambat. Konflik internal yang terjadi dalam perusahaan perlu segera diatasi supaya situasi dapat kembali kondusif, sehingga dibutuhkan peran dewan direksi supaya dapat tercipta keefektifan dalam organisasi. Adanya peningkatan jumlah dewan direksi dapat membantu perusahaan untuk dapat menciptakan hubungan yang baik dengan pemangku kepentingan dalam hal ini akan menciptakan situasi yang kondusif. GCG merupakan sistem yang dapat mengontrol perusahaan yang kebermanfaatannya akan dapat memberikan kontribusi positif bagi perusahaan. Adanya kepemilikan institusional dapat lebih meningkatkan pengawasan terhadap kinerja manajerial dalam Hal ini akan dapat mengurangi munculnya biaya keagenan apabila melakukan pengawasan secara kontinyu melalui investor institusional. Kepemilikan institusional juga dapat mengalami fluktuasi dalam nilai Biaya keagenan yang muncul dapat naik maupun turun karena adanya tingkat pengawasan yang dilakukan oleh kepemilikan institusional dalam menilai kinerja perusahaan. Tujuan utama perbankan di Indonesia adalah mendukung pembangunan negara agar kesejahteraan rakyat Kepercayaan masyarakat terhadap perbankan sangat penting untuk mencapai tujuan ini. Kinerja perbankan menjadi tolok ukur utama bagi masyarakat dalam memberikan kepercayaan tersebut . Dalam merespons dinamika industri, perbankan perlu melakukan transformasi bisnis dengan fokus pada peningkatan efisiensi layanan dan fleksibilitas operasional. Analisis Pengaruh Kepemilikan Institusional. Kepemilikan Manajerial. Dewan Direksi Terhadap Profitabilitas Perbankan (Dian Prasetyo Widyaningtya. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Tabel 1. 1 Rata-Rata ROA dan Kepemilikan Institusional Tahun 2020-2023 Indikator Kepemilikan Institusional (%) Dewan Direksi (Oran. ROA (%) Sumber : Data sekunder, diolah 2024 Berdasarkan Tabel 1. 1 Keberadaan investor institusional seperti dana pensiun, perusahaan asuransi, dan reksa dana dalam struktur kepemilikan suatu perusahaan dapat menjadi mekanisme pengendalian yang efektif dalam mengurangi biaya keagenan. Investor-investor institusional ini, dengan porsi kepemilikan saham yang signifikan, cenderung melakukan pengawasan yang lebih aktif terhadap kinerja manajemen perusahaan. Hal ini dikarenakan mereka memiliki kepentingan jangka panjang dan sumber daya yang memadai untuk melakukan analisis mendalam terhadap kinerja perusahaan. Berdasarkan Tabel 1. 1 terkait dengan persentase kepemilikan institusional menunjukkan adanya fluktuasi yang cukup signifikan dari tahun ke tahun. Terdapat tren penurunan pada awal periode, yakni dari tahun 2020 . ,3%) ke tahun 2021 . ,8%) namun hal ini berbanding terbalik dengan rata-rata ROA yang mengalami kenaikan yaitu pada 2020 ROA sebesar 0,6% dan pada tahun 2021 sebesar 0,7%. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat ketidaksesuaian antara tren kepemilikan institusional dengan pergerakan tingkat ROA. Dengan kata lain, penurunan jumlah kepemilikan institusional tidak selalu searah oleh perubahan yang sejalan pada kinerja profitabilitas perusahaan. Sebagai ujung tombak dalam menjalankan operasional perusahaan. Dewan Direksi memiliki wewenang penuh dalam membuat keputusan strategis yang secara langsung akan berdampak pada kinerja perusahaan. Ketika mengamati data jumlah anggota Dewan Direksi di sektor perbankan selama periode 2020-2023, terlihat adanya inkosistensi mengenai arah dewan direksi terhadap ROA yaitu selama periode tersebut dalam kurun waktu 2020-2023 rata-rata ROA meningkat namun jumlah dewan direksi rata-rata jumlahnya tetap yaitu sebesar 7 TINJAUAN PUSTAKA Profitabilitas Rasio profitabilitas salah satunya adalah ROA, yang dirancang untuk mengukur seberapa sukses perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Tujuan utamanya adalah untuk menilai seberapa efektif manajemen dalam mengelola sumber daya perusahaan dan mencapai kinerja yang optimal. Dengan kata lain, rasio ini memberikan gambaran tentang kesehatan finansial perusahaan dan kemampuannya dalam menciptakan nilai bagi pemangku Kemampuan manajemen dalam menghasilkan keuntungan adalah kunci keberhasilan sebuah Rasio profitabilitas yang diproksikan dalam ROA, digunakan untuk mengukur sejauh mana manajemen berhasil dalam mencapai tujuan ini. Dengan memaksimalkan profitabilitas, manajemen tidak hanya meningkatkan kesejahteraan pemegang saham, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan perusahaan secara Kemampuan manajemen dalam meningkatkan ROA mencerminkan kualitas pengelolaan aset perusahaan. Semakin tinggi pertumbuhan ROA, semakin baik kinerja manajemen dalam menghasilkan keuntungan dari setiap rupiah yang diinvestasikan dalam aset. Laju pertumbuhan ROA merupakan indikator kinerja keuangan yang mencerminkan efisiensi penggunaan aset perusahaan. Analisis ROA memungkinkan evaluasi terhadap kemampuan manajemen dalam menghasilkan pendapatan dari aset yang dimiliki. Kemampuan manajemen dalam meningkatkan ROA mencerminkan kualitas pengelolaan aset perusahaan. Adapun rumus profitabilitas yang diproksikan dalam ROA adalah : ROA = ( Profit after Taxe. / (Total Asset. Kepemilikan Institusional Efektivitas dewan direksi dalam menjalankan fungsinya akan berbanding lurus dengan peningkatan kinerja Dewan direksi yang efektif akan mampu menetapkan strategi yang tepat, mengawasi kinerja manajemen secara ketat, dan pada akhirnya memberikan keuntungan bagi seluruh pemangku kepentingan. ukuran dewan direksi memiliki pengaruh signifikan terhadap efektivitas pengawasan perusahaan. Diversitas JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Oktober 2024, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 latar belakang, pengalaman, dan keahlian anggota dewan dapat memperkaya perspektif dalam pengambilan keputusan strategis. Selain itu, jumlah anggota dewan yang ideal dapat memastikan adanya pengawasan yang memadai tanpa menghambat proses pengambilan keputusan. Dewan direksi yang memiliki anggota dengan keahlian yang relevan dengan bisnis perusahaan akan lebih efektif dalam memberikan masukan dan kebijakan yang strategis terhadap perusahaan. Adapun rumus kepemilikan institusional adalah : KI = . aham yang dimiliki institus. otal saham yang bereda. Kepemilikan Manajerial Kepemilikan manajerial berfungsi sebagai mekanisme penyelarasan kepentingan antara pemilik perusahaan . dan manajer. Dengan memiliki saham di perusahaan, manajer secara langsung memiliki kepentingan dalam meningkatkan nilai perusahaan. Hal ini mendorong manajer untuk mengambil keputusan yang sejalan dengan tujuan jangka panjang pemegang saham seperti memaksimalkan keuntungan. Kepemilikan saham oleh manajer dapat menjadi alat yang efektif untuk menyatukan tujuan antara pemilik dan pengelola perusahaan. Ketika manajer memiliki kepemilikan saham yang signifikan, mereka akan termotivasi untuk membuat keputusan yang menguntungkan bagi perusahaan secara keseluruhan, karena keberhasilan perusahaan akan berdampak langsung pada kekayaan pribadi manajer. Tanpa adanya kepemilikan manajerial, seringkali timbul konflik kepentingan antara pemilik dan manajer. Manajer mungkin lebih memprioritaskan kepentingan pribadi mereka, seperti mempertahankan jabatan atau meningkatkan gaji, daripada memaksimalkan nilai perusahaan. Kepemilikan manajerial dapat membantu mengatasi masalah ini dengan menyelaraskan tujuan kedua pihak. Kepemilikan manajerial memiliki implikasi yang luas terhadap tata kelola perusahaan. Dengan memiliki saham di perusahaan, manajer memiliki insentif yang lebih kuat untuk mengambil keputusan yang bertanggung jawab dan berorientasi jangka panjang. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan investor dan memperkuat posisi kompetitif perusahaan. KM = (Saham yang dimiliki manaje. /(Jumlah saham yang bereda. Dewan Direksi: Efektivitas dewan direksi dalam menjalankan fungsinya akan berbanding lurus dengan peningkatan kinerja Dewan direksi yang efektif akan mampu menetapkan strategi yang tepat, mengawasi kinerja manajemen secara ketat, dan pada akhirnya memberikan keuntungan bagi seluruh pemangku kepentingan. ukuran dewan direksi memiliki pengaruh signifikan terhadap efektivitas pengawasan perusahaan. Diversitas latar belakang, pengalaman, dan keahlian anggota dewan dapat memperkaya perspektif dalam pengambilan keputusan strategis. Selain itu, jumlah anggota dewan yang ideal dapat memastikan adanya pengawasan yang memadai tanpa menghambat proses pengambilan keputusan. Dewan direksi yang memiliki anggota dengan keahlian yang relevan dengan bisnis perusahaan akan lebih efektif dalam memberikan masukan dan kebijakan yang strategis terhadap perusahaan. 5 Hipotesis H1 : Kepemilikan Institusional berpengaruh signifikan positif terhadap ROA H2 : Kepemilikan Manajerial berpengaruh signifikan positif terhadap ROA H3 : Dewan Direksi berpengaruh signifikan positif terhadap ROA METODELOGI PENELITIAN Penelitian ini berfokus pada industri perbankan di Indonesia dengan menggunakan data sekunder dari perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020-2023. Melalui pendekatan kuantitatif, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola hubungan antara berbagai variabel yang relevan dalam konteks industri perbankan. Seluruh perusahaan perbankan yang terdaftar sebagai anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020 sampai dengan 2023 menjadi objek kajian dalam penelitian ini. Dari keseluruhan populasi tersebut, peneliti secara khusus memilih sebanyak 40 perusahaan perbankan sebagai sampel penelitian. Proses pemilihan sampel ini dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang didasarkan pada pertimbangan tertentu sehingga sampel yang diperoleh dianggap paling relevan dan mewakili karakteristik populasi yang ingin diteliti. Analisis Pengaruh Kepemilikan Institusional. Kepemilikan Manajerial. Dewan Direksi Terhadap Profitabilitas Perbankan (Dian Prasetyo Widyaningtya. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Analisis Kuantitatif 1 Uji Validitas Metode yang digunakan dalam uji ini adalah dengan melihat kombinasi dari loadings dan cross loadings. Jika nilai p value < 0,001 maka hasil olah data terbukti valid atau hasil dari faktor loading > 0,05 maka dapat disimpulkan data terbukti valid 2 Uji Realibilitas Untuk mengukur tingkat keandalan instrumen penelitian ini, peneliti menggunakan koefisien reliabilitas Cronbach's alpha. Nilai Cronbach's alpha > 0,7 mengindikasikan bahwa instrumen penelitian yang digunakan telah memenuhi kriteria reliabilitas yang dapat diandalkan, sehingga data yang diperoleh dari instrumen tersebut dapat dianggap konsisten dan stabi. 3 Uji Hipotesis Pengujian ini memanfaatkan aplikasi WarpPLS versi 8. 0 sebagai uji hipotesisnya dengan menggunakan model analisis multivariat SEM . tructural eqution modellin. yang dianggap mampu menganalisis beberapa variabel laten secaara simultan terhadap hipotesis yang terkonfirmasi diterima pada standar tingkat probabilitas < 0,05 . Variabel independennya adalah Kepemilikan Institusional (X. Kepemilikan Manajerial (X. Dewan Direksi (X. Variabel dependen adalah ROA (Y) HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas Pengujian validitas dilakukan untuk menguji data sekunder pada perusahan perbankan BEI tahun 2020-2023. Pengujian ini menggunakan WarpPLS 8. 0 yang dilihat pada indicator loading dan cross loadings: view combined loadings dan cross- loadings. Pengujian validitas dengan data sekunder ini tipe yang digunakan adalah formative. Berikut hasil uji validitas yang dilakukan: Tabel 4. 1 hasil uji validitas Kode variabel Factor loading P value Keterangan 1,000 O 0,001 Terpenuhi 1,000 O 0,001 Terpenuhi 1,000 O 0,001 Terpenuhi ROA 1,000 O 0,001 Terpenuhi Sumber: olah data WarpPLS Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh variabel pada riset ini terbukti valid karena nilai factor loading > 0,05 dan p valuenya O 0,001. 2 Uji Reliabilitas Pengujian reliabilitas diukur dengan memanfaatkan cronbanch alpha. Tabel 4. 2 hasil uji reliabilitas Kode variabel Koefisien minimum Cronbanch Alpha 1,000 1,000 1,000 ROA 1,000 Sumber: olah data WarpPLS Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Oktober 2024, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh variabel pada riset ini terbukti reliabel karena nilai corbanch alpha > dari nilai koefisien minimum yakni 0,7. 3 Uji Hipotesis Gambar 1. 1 Hasil Uji Hipotesis 4 Analisis Pengaruh Analisis Pengaruh Kepemilikan instusional terhadap ROA Kepemilikan institusional merupakan kepemilikan saham atau lembaganya berdasarkan institusi . Pembagian kepemilikan institusional yang lebih besar memungkinkan pengawasan pihak institusi meningkat, sehingga perilaku manajer dapat membantu pada pengambilan keputusan perusahaan dan dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan yang diukur dengan ROA . Jumlah kepemilikan saham pada institusional berpengaruh positif dan signifikan terhadap return on asset (ROA) . Riset ini tidak terbukti sesuai hipotesis kepemilikan institusional berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap ROA yang ditunjukkan dari hasil olah data dengan hasil p value 0,14 > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada faktor lain yang lebih besar mempengaruhi ROA dibandingkan dengan kepemilikan instusional. Selain itu hasil riset ini didukung dari penelitian . menjelaskan bahwa kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap ROA karena tinggi rendahnya kepemilikan institusional tidak mempengaruhi perilaku manajer dalam meningkatkan profitabilitas. Menurut pendapat . bahwa investor institusional cenderung bertindak sebagai pemantau pasif, sehingga tidak terdapat hubungan signifikan antara kepemilikan institusional dengan tingkat pengembalian aset (ROA). Hal ini disebabkan oleh fokus investor institusional yang lebih pada keuntungan jangka pendek melalui perdagangan saham berdasarkan informasi yang dimiliki, ketimbang melakukan pengawasan aktif terhadap kinerja manajemen dan tata kelola perusahaan . Analisis Pengaruh Kepemilikan Manajerial terhadap ROA Riset yang dilakukan oleh . menunjukkan bahwa semakin besar kepemilikan manajerial dalam perusahaan, maka semakin besar kinerja perusahaan. Namun hasil pengolahan data yang dilakukan menunjukkan jika kepemilikan manajerial berpengaruh negatif terhadap ROA dengan nilai beta -0,22 dan . menunjukkan memiliki tingkat signifikansi 0,01 < 0,05. Hal ini didukung oleh riset dari . yang menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh negatif terhadap ROA. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan kepemilikan manajerial yang berlebihan dapat memicu perilaku oportunistik pada manajer. Manajer yang terlalu fokus pada keuntungan pribadi dari kepemilikan saham mereka cenderung mengambil keputusan yang tidak selalu menguntungkan perusahaan dalam jangka panjang, sehingga dapat mengurangi profitabilitas perusahaan. Analisis Pengaruh Dewan Direksi terhadap ROA Penelitian yang telah dilakukan telah menunjukkan adanya korelasi positif yang kuat antara ukuran Dewan Direksi dan tingkat pengembalian atas aset (ROA) suatu perusahaan. Artinya, perusahaan dengan Dewan Analisis Pengaruh Kepemilikan Institusional. Kepemilikan Manajerial. Dewan Direksi Terhadap Profitabilitas Perbankan (Dian Prasetyo Widyaningtya. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Direksi yang terdiri dari banyak anggota cenderung memiliki kinerja keuangan yang lebih baik. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian memiliki Tingkat signifikansi 0,04 < 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dijelaskan fakta bahwa Dewan Direksi yang lebih besar memungkinkan pembagian tugas dan tanggung jawab yang lebih spesifik di antara para anggotanya. Dengan demikian, setiap anggota dapat fokus pada area keahlian masing-masing, sehingga memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih informatif dan Selain itu. Dewan Direksi yang lebih besar juga dapat memberikan perspektif yang lebih beragam dalam menghadapi berbagai tantangan bisnis. Akibatnya, perusahaan dapat membuat keputusan bisnis yang lebih strategis dan inovatif, sehingga mampu meningkatkan daya saing dan profitabilitasnya. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh . trategi dan kebijakan tepat yang diambil Dewan Direksi dalam mengoptimalkan sumber daya perusahaan telah berhasil meningkatkan profitabilitas, sebagaimana tercermin dari peningkatan ROA. Dewan Direksi berhasil meningkatkan efisiensi penggunaan aset perusahaan, yang berujung pada peningkatan laba. Semakin banyak anggota Dewan Direksi, semakin baik pula pengawasan dan pengambilan keputusan, sehingga kinerja perusahaan secara keseluruhan membaik. KESIMPULAN Dapat disimpulkan dari penelitian ini bahwa. Kepemilikan Institusional tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas Hal ini mengindikasikan bahwa investor besar seperti dana pensiun atau perusahaan asuransi . nvestor institusiona. lebih suka berinvestasi untuk jangka pendek melalui perdagangan saham dan mencari keuntungan dari informasi yang mereka miliki. Mereka tidak terlalu peduli dengan mengontrol perusahaan atau memastikan manajemen bekerja dengan baik. Karena itu, kepemilikan saham oleh investor institusional tidak terlalu berpengaruh pada kinerja keuangan perusahaan. Kepemilikan Manajerial memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap kinerja perusahaan yang diproksikan dalam ROA. Bahwa ketika kepemilikan manajerial terlalu tinggi, manajer cenderung lebih mementingkan keuntungan pribadi dari kepemilikan saham mereka. Hal ini dapat mendorong mereka untuk mengambil keputusan yang tidak selalu menguntungkan perusahaan secara keseluruhan, terutama dalam jangka panjang. Akibatnya, profitabilitas perusahaan dapat menurun. Dewan Direksi memiliki pengaruh signifikan positif terhadap profitabilitas yang tercermin dalam ROA. Bahwa komposisi dewan direksi yang semakin besar dapat meningkatkan kualitas pengambilan keputusan perusahaan. Dengan pembagian tugas yang jelas dan beragamnya perspektif, dewan direksi dapat membuat keputusan yang lebih strategis dan inovatif, sehingga berpotensi meningkatkan profitabilitas perusahaan. Mengacu pada hasil penelitian yang telah dipaparkan, penelitian ini menyarankan beberapa hal bagi penelitian mendatang, antara lain bahwa penelitian selanjutnya perlu memperluas cakupan sektor yang diteliti untuk mengidentifikasi perbedaan hasil penelitian sebelumnya dan menambahkan variabel yang lebih beragam untuk menghasilkan temuan yang lebih mendalam. DAFTAR PUSTAKA