Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 11 No. 4 Desember 2022 P - ISSN : 2503-4413 E - ISSN : 2654-5837. Hal 298 Ae 304 ANALISIS KESEJAHTERAAN PETANI NIRA KOPERASI SEMI RAHAYU MANDIRI UNTUK MENGEMBANGKAN PEREKONOMIAN LOKAL Oleh: Ruslina Baeti Fakultas Ekonomi/Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Nahdlatul Ulama Al-GhazaliCilacap Email ruslinabaeti@gmail. Rahmat Alhakim Fakultas Ekonomi/Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Nahdlatul Ulama Al-GhazaliCilacap Email rahmaalhakim2@gmail. Mutia Pamikatsih Fakultas Ekonomi/Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Nahdlatul Ulama Al-GhazaliCilacap Article Info Article History : Received 16 Des - 2022 Accepted 25 Des - 2022 Available Online 30 Des Ae 2022 Abstract This study aims to determine the level of welfare of sap farmers in the Semi Rahayu Mandiri Cooperative and to determine the effect of the farmer's age, number of trees, length of work and land ownership on the amount of production produced by the farmers collectively. This research was conducted in the semi-rahayu independent cooperative with a sample of 30 sap farmers who are members of the cooperative. This study uses interview and observation methods, a type of quantitative research using descriptive statistical analysis. The results of this study show that the sap farmers who are members of the Semi Rahayu Mandiri Cooperative are said to be prosperous with an average income value of IDR 4,391,167 per month, this income is above the poverty line or poverty line in Cilacap Regency. With the level of welfare owned by farmers so that they can improve their quality of life, based on the total income earned by farmers, they have the potential to develop the local economy so that it becomes a leading sector. Therefore farmers work together in cooperatives to improve their institutions with the aim of stabilizing the selling price of coconut sugar. Keyword : Welfare. Nira Farmers. Cooperatives. tingkat kesejahteraan menggunakan pendapatan yang merupakan indikator objektif dan indikator Kemiskinan salah satu tolak ukur kesejahteraan masyarakat di suatu daerah, namun kemiskinan dapat dijadikan acuan untuk mengukur tingkat kemajuan baik suatu daerah maupun Kemiskinan menjadi salah satu permasalahan sosial yang disebabkan oleh faktor ekonomi pemerintah Indonesia menghadapi permasalahan serius. Angka Kabupaten Cilacap pada tahun 2019 yaitu 10. tahun 2020 saat terjadi pandemi Covid-19 angka kemiskinan mengalami meningkatan menjadi 46%, dikarenakan banyaknya sektor yang mengalami dampak tersebut dan menyebabkan PENDAHULUAN Kesejahteraan yaitu harapan pada makhluk hidup pada kehidupnya, kesejahteraan merupakan sesuatu keadaan pada saat segala kebutuhan baik kebutuhan utama ataupun kebutuhan primer semacam kebutuhan sandang, papan serta pangan (Oktriawan. Adriansah dan Alisa, 2. Untuk mencapai tingkat kesejahteraan harus dapat terpenuhinya kebutuhan dalam tiga aspek tersebut. Tingkat kesejahteraan dapat diukur dengan indikator tingkat Produk Domestik Bruto (PDB) suatu negara pada periode satu tahun tertentu. Apabila suatu negara memiliki nilai PDB yang tinggi otomatis tingkat produktivitas negara dapat diiringi dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat, dalam indikator ini guna mengukur banyaknya masyarakat yang kehilangan pekerjaan, hal ini yang menjadikan angka kemiskinan meningkat pada masa pandemi Covid-19. Tingkat kemiskian harus di imabangi dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi supaya tidak berkelanjutan. Pandemic Covid-19 telah memiliki dampak dibeberapa negara salah satunya negara Indonesia yang dapat melumpuhkan sektor perekonomian negara. Koperasi semi rahayu mandiri merupakan salah satu koperasi yang berada di kecamatan jeruklegi kabupaten cilacap, koperasi ini sangat mengutamakan keorganikan produk agar menghasilkan produk yang baik serta dapat menjadikan ciri khas. Akan tetapi dilihat dari produksi yang dibuat dalam triwulan koperasi ini mengalami penurunan hasil triwulan kedua dan triwulan keempat, triwulan kedua menghasilkan 048,60 yang di pengaruh oleh faktor umur dan jumlah pohon yang dikuasi sebab semakin bertambahnya umur petani memiliki tenaga yang lemah dalam menguasi pohon, pada triwulan keempat mengalami penurunan yang sangat signifikan yaitu 1. 526,40 hal ini dapat disebabkan oleh faktor lama bekerja petani dan kepemilikan Untuk mengatasi permasalahan tersebut petani bekerja dalam usia productive, jumlah pohon dalam menguasi pohon petani mengasai pohon yang terpencar supaya waktu yang digunakan untuk menderes efektif, sedangkan lama bekerja menstabilkan harga jual gula kelapa, kepemilikan lahan tidak menyewa lahan begitu besar supaya tidak terjadinya ketimpangan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan petani nira di Koperasi Semi Rahayu Mandiri dan untuk mengetahui pengaruh umur petani, jumlah pohon, lama bekerja dan kepemilikan lahan terhadap jumlah produksi yang dihasilkan oleh petani secara bersama-sama. Dari penelitian ini petani nira anggota koperasi semi rahayu mandiri yaitu petani nira sejahtera kesejahteraan tergantung besarnya kepuasan yang dipereoleh dari pendapatan sehingga dapat bersifat Ahli kesejahteraan masyarakat yaitu pendapatan individu (Flow If Incom. serta parista daya beli (Purchashing Of Powe. Dari pemikiran tersebut maka kesejahteraan hanya dilihat dari sisi kemakmuran ekonomi maka dari itu kemiskinan merupakan lawan dari kesejahteraan. Konsep kesejahteraan pada teori ekonomi dikenal dengan ekonomi kesejahteraan . elfare economic. yang berarti pembangunan ekonomi tidak dapat dipisahkan dengan ekonomi kesejahteraan karena memiliki keterkaitan pembangunan ekonomi suatu masyarakat dapat masyarakat mengalami peningkatan, distribusi faktor produksi juga salah satu konsep dalam ekonomi kesejahteraan yang menjelaskan distribusi faktor produksi barang serta jasa yang termasuk perekonomian kepada masyarakat, pendistribusian barang serta jasa dalam suatu Dalam kesejahteraan menggunakan indeks pembangunan manusia (IPM) sebagai teori kesejahteraan yang digunakan untuk mengukur kualitas fik maupun non fisik dengan tujuan mencapai pembangunan manusia berdasarkan unsur dasar kualitas hidup (BPS, 2010. Indeks menggunakan Human Devlopment Indeks (HDI). HDI adalah tolak ukur pembangunan sumber daya manusia yang secara secara konstan. Human Devlopment Indeks. Guna mengukur HDI dapat menggunakan indikator angka harapan hidup diukur dengan semakin meningkatnya angka harapan hidup semakin meningkat Kesehatan masyarakat, indeks Pendidikan diukur dengan ratarata lama sekolah serta angka melek huruf, standar hidup layak Ukuran kualitas hidup pada pengeluaran perkapitan yang telah disesuaikan. Parista daya beli (Purchasing Power Parit. yaitu indikator ekonomi yang memiliki manfaat guna melakukan Kesejahteraan mencakup seluruh aspek kehidupan baik sosial, ekonomi, budaya, hukum, kesehatan serta pengetahuan. Menurut (Rohana, 2. mencapai kesejahteraan harus mengacu pada beberapa indikator pemerataan pendapatan. Pendidikan, kualitas kesehatan yang meningkat. KAJIAN PUSTAKA DAN PEGEMBANGAN HIPOTESIS Kesejahteraan Kesejahteraan adalah rasa aman yang dimiliki seseorang dengan pendapatan yang diterima, kesejahteraan sebagai ketentraman, keselamatan, kesusialaan, hal ini merupakan tata kehidupan maupun penghidupan material ataupun Untuk mencapai kesejahteraan tersebut memerlukan usaha guna memenuhi kebutuhan jasmani maupun rohani. Kesejahteraan dapat dikatakan sebagai konsep multi-indikator yang menunjukan ukuran keberhasilan pembangunan Namun dengan demikian, tingkat Produksi Menurut Assauri . Produksi ialah aktivitas yang merubah input menjadi output. produksi adalah hasil yang diperoleh petani atau pengelolaan usaha taninya, besar kecil keuntungan yang didapatkan petani diperhitungkan dari Kegiatan ekonomi umunya dinyataka dalam fungsi produksi. Dalam proses produksi terdapat aspek tiga aspek, aspek tersebut yaitu kualitas barang atau jasa yang dihasilkan, hasil dari barang atau jasa yang di peroleh, distribusi temporal serta spasial barang dan jasa yang dihasilkan sehingga fasilitas produksi petani dapat mengalokasikan secara efisien. Dalam faktor produksi terdapat tiga aspek yang mempengaruhi produksi yaitu aspek alam yang dapat dipengaruhi oleh tanah, tanah ialah aspek utama dalam bidang pertanian, yang didalamnya mengandung zat atau unsur yang digunakan pada bidang pertanian. Aspek tenaga kerja aspek produksi tenaga kerja adalah komponen yang mengorganisasikan proses produksi, aspek modal berhubungan dengan sesuatu yang biasa dimanfaatkan guna mendukung proses produksi atau lainnya. Terdapat dua jenis macam pendapatan yaitu pendapatan kotor, pendapatan murni sebelum adanya pengeluaran untuk biaya lain-lain. Pendapata bersih merupakan pendapatan yang diterima sesudah adanya pengeluaran untuk seperti transpotasi, biaya kehidupan dimana total penerimaan dikurangi total biaya. Petani Nira Petani merupakan seseorang melakukan kegiatan pertanian pada perkebunan, ladang, sawah perikanan dan lain-lain untuk mendapatkan keuntungan ekonomi (Hadiutomo, 2012: . Petani gula nira adalah petani yang memanjat pohon kelapa untuk mengambil sari kelapa atau sering disebut dengan nira kelapa dan mengolahnya menjadi olahan gula kelapa. Koperasi Menurut undang-undang pengertian secara umum koperas yaitu suatu perkumpulan masyarakat yang memiliki kerjasama secara kekeluargaan dengan para anggotanya pengertian koperasi di Indonesia dalam undang-undang tahun 2010 Nomor 17, dalam undang-undang tersebut telah diuraikan koperasi ialah badan hukum yang berdiri oleh perorangan maupun badan hukum guna menjalankan usaha yang dipenuhi harapan serta kebutuhan bersama dibidang ekonomi, sosial maupun budaya dengan nilai serta prinsip koperasi (Rofifah, 2. Pendapatan Menurut (Sari, 2. mengatakan pendapatan atau yaitu hasil penjualan dari faktor produksi yang dimiliki sector produksi. Faktor produksi dapat dipergunakan salah satu input dalam produksi pada harga yang berlaku di pasar, harga faktor produksi ditentukan oleh tarik-menarik antara penawaran dan permintaan. Berdasrkan ilmu eknomi pendapatan yaitu nilai maksimum di konsumsi dalam satu periode dan menekankan jumlah nilai diakhir periode (Syikin. Mane dan Jafar, 2. Pendapatan ialah hasil yang diperoleh seseorang dari kegiatan yang dilakukan seperti pengolahan lahan, tenaga kerja, petani mempunyai modal guna melaksanakan usahanya. Pendapatan petani ialah tolak ukur yang diperoleh dari aktivitas yang dilakukan, pendapatan yang diperoleh petani menjadi indikator yang sangat berarti sebagai hal penting yang dipergunakan petani guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menurut (AF Nisa, 2. secara garis besar jenis pendapatan di bagi menjadi tiga yaitu upah atau gaji adalah pendapatan yang diberikan pada waktu satu minggu atau satu bulan yang diperoleh petani setalah melakukan aktivitasnya, pendapatan dari usaha sendiri adalah nilai total dari hasil produksi yang dikurangi dengan biaya yang dibayar serta usaha tani ini adalah usaha milik sendiri atau keluarga. Nilai sewa kapital milik sendiri dan semua biaya lainnya biasanya tidak dihitung, pendapatan dari usaha lain pendapatan yang didapatkan menggunakan tenaga kerja pendapatan ini diperoleh menyewakan asset, memberian dari pihak lain, pendapatan pension dan Tujuan koperasi Tujuan koperasi telah di terangkan dalam pasal 4 UU No. 17/2012 guna mengoptimalkan kesejahteraan secara umum serta sebagai bentuk serta mempunyai fungsi pada perekonomian sebagai bentuk perekonomian nasional yang secara demokrasi sehingga tidak dapat dipisahkan. Di Indonesia merupakan suatu perusahaan yang bersifat konstitusional sesuai dengan unsur perekonomian. prinsip koperasi telah dijelaskan dalam Undang-undang nomor 25 tahun 1992 yaitu tidak ada unsur paksaan dalam keanggotaan koperasi, oleh karena itu harus berdasarkan sukarela dan terbuka, bersifat demokrasi dalam penggolaan koperasi dan dalam pembagian hasil usaha harus diberikan secara adil sesuai kontribusi setiap METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif, jenis penelitian kuantitatif berlandasan pada filsafat positivisme. Jenis penelitian ini memiliki pendekatan pada kajian empiris guna mengumpulkan serta menganalisis data dengan mengandalkan perhitungan supaya mendapatkan hasil maksimal. Analisis yang digunakan ialah statistika deskripstif dapat memberikan gambaran mengenai karakteristik dari rangkaian data tanpa mengambil kesimpulan umum dengan tujuan guna memberikan gambaran serta deksripsi data yang di peroleh dari responden melalui masing-masing indikator pengukuran variabel. Jenis data yang diperoleh yaitu data primer atau langsung dikumpulkan oleh peneliti dan diperoleh langsung dari sumbernya sehingga memiliki sifat up to date. Dengan menggunakan metode wawancara dan observasi untuk memperoleh data serta informasi yang dibutuhkan. Objek penelitian ini pada koperasi Semi Rahayu Mandiri yang terletak di Kecamatan Jeruklegi. Waktu penelitian dilaksanakan selama 6 bulan dari bulan Juni Ae November dengan subjek penelitian yaitu petani nira anggota Koperasi Semi Rahayu Mandiri. Populasi penelitian ini 50 petani nira anggota Koperasi Semi Rahayu Mandiri dengan sampel 30 petani nira sehingga menggunakan purposive sampling dalam pengambilan sampel. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis regresi liniear berganda yang diperlukan guna mengetahui pengaruh variabel bebas . yang jumlahnya lebih dari satu dengan variabel terikat . pada penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dari umur petani, jumlah pohon, lama bekerja dan kepemilihan lahan terhadap jumlah produksi maka dapat disusun persamaan regresi sebagai berikut: b4 = Koefisien kepemilikan lahan a = Konstanta e = Standard error HASIL DAN PEMBAHASAN Kesejahteraan merupakan rasa aman yang dimiliki seseorang dengan pendapatan yang diterima, kesejahteraan sebagai ketentraman, keselamatan, kesusilaan, hal ini merupakan tata kehidupan maupun penghidupan baik material maupun spritual. Untuk mencapai kesejahteraan tersebut memerlukan usaha guna memenuhi kehidupan jasmani maupun rohani. Kesejahteraan dapat dikatakan sebagi konsep multi-indikator pembangunan wilayah. Menurut ahli ekonomi mengartikan kesejahteraan ialah indikasi dari pendapatan individu (Flow If Incom. serta daya beli masyarakat (Purchashing Of Powe. Dalam teori ekonomi menjelaskan konsep kesejahteraan masyarakat sehingga dikenal dengan kesejahteraan ekonomi, maka dari itu pembangunan ekonomi tidak dapat dipisahkan dengan ekonomi kesejahteraan sebab memiliki keterkaitan antara satu sama lain. Pembangunan ekonomi suatu masyarkat dapat dikatakan berhasil apabila adanya masyarakat, distribusi faktor produksi juga salah satu konsep dalam ekonomi kesejahteraan yang menjelaskan distribusi faktor produksi barang serta jasa yang termasuk perekonomian kepada masyarakat, pendistribusian barang serta jasa dalam suatu masyarakat. Teori efisiensi Pareto hanya menjelaskan konsep yang menunjukan distribusi faktor produksi barang dan jasa di titik yang paling efisien. Kesejahteraan petani nira pada anggota Koperasi Semi Rahayu Mandiri diukur dengan nilai pendapatan total yang diterima. Berdasarkan dari hasil penelitian ini petani nira dapat dikatakan sejahterah seluruh petani nira pada Koperasi Semi Rahayu Mandiri dengan memiliki pendapatan diatas garis kemiskinan. Y = a b1X1 b2X2 b3X3 b4X4 e Keterangan: Y = Jumlah produksi X1 = Umur petani X2 = Lama bekerja sebagai petani X3 = Jumlah pohon kelapa X4 = Kepemilikan lahan b1 = Koefisien umur petani b2 = Koefisien lama bekerja sebagai b3 = Koefisien jumlah pohon kelapa Tabel 1. Garis Kemiskinan Kabupaten Cilacap Indikator Kemiskinan/Poverty Indicator Garis Kemiskinan/Poverty Line Jumlah Penduduk Miskin/Number of People in Poverty Persentase Penduduk Miskin/Headcount Index Indeks Kedalaman Kemiskinan/Poverty Gap Index Indeks Keparahan Kemiskinan/Poverty Severity Index Sumber: Badan Pusat Statistik, 2021 Berdasarkan tabel atas hasil penelitian ini menunjukan pada petani nira di Koperasi Semi Rahayu Mandiri dapat dikatakan sejahtera, berdasarkan hasil wawancara dengan responden petani nira dengan memilik rata-rata pendapatan sebesar Rp 4. 167 perbulan. Kriteria kesejahteraan pada petani nira Koperasi Semi Rahayu Mandiri telah diketahui berdasarkan PEMBAHASAN Pengaruh Umur Petani. Jumlah Pohon. Lama Bekerja. Dan Kepemilikan Lahan Terhadap Jumlah Produksi Umur petani, jumlah pohon, lama bekerja, dan kepemilikan lahanmerupakan variabel bebas dalam penelitian ini sedangkan hymlah produksi merupakan variabel terkait. Untuk melihat pengaruh secara bersama-sama variabel penelitian ini dapat dilihat dari hasil R2 sebesar 0,623 atau 62,3% sedangkan 37,7% dapat dipengaruh oleh variabel bebas lainnya. Kemiskinan Tahunan/Annual Poverty tingkat pendapatan yang berada di atas garis kemiskinan atau poverty line. Dengan tingkat kesejahteraan yang dimiliki petani dapat meningkatkan kualitas hidup dan mengembangkan perekonomian daerah agar dapat mencapai keberhasilan pembangunan suatu daerah. Penelitian ini menggunakan teknik analisi regresi linier berganda alat analisis yang diperlukan guna mengetahui pengaruh variabel bebas . yang jumlahnya lebih dari satu dengan variabel terikat . Dengan tujuan guna mengetahui pengaruh dari variabel bebas yang digunakan pada penelitian ini terhadap variabel terikat yang telah ditentukan. Analisis regresi liniear berganda pada penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dari umur petani, jumlah pohon, lama bekerja dan kepemilihan Betrikut merupakan hasil analisis regresi Tabel 2. Analisis regresi linier berganda Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. X1UmurPetani . X2JumlahPohon 7. X3LamaBekerja -. X4LuasArea Dependent Variable: YJumlahProduksi Sumber: Data Di Olah SPSS. Oktober 2022 Sig. Model Summaryb Model R Square Std. Error of the Adjusted R Square Estimate Predictors: (Constan. X4. X1. X2. X3 Dependent Variable: Y Sumber: Data Di Olah SPSS. Oktober 2022 Setiap variabel dalam penelitian ini dapat diuji secara parsial dengan melakukan uji t, dari hasil uji tersebut variabel umur petani (X. memiliki t hitung 349 lebih kecil dari 1. 679 dan memiliki tingkat signifikat 730 lebih besar dari 0,05, maka H1 diasumsikan berpengaruh terhadap jumlah produksi yang dihasilkan petani. Umur telah dijadikan ukuran guna mengetahui aktivitas petani dalam bekerja. Hal ini juga bisa mempengaruhi yang akan terjadi produksi petani yang bekerja dalam usia produktif akan lebih baik serta maksimal dibandingkan bekerja dengan usia non Hasil dari jumlah pohon (X. memiliki t hitung 5. 321 lebih besar dari t tabel 1. 679 serta memiliki tingkat signifikat 0,000 karena dengan semakin banyak pohon yang akan di kuasi oleh petani yang dapat menghasilkan nira dapat menyebabkan ketidakmaksimalan petani dalam menguasi pohonnya Lama bekerja (X. memiliki t hitung -895 lebih besar dari t tabel 1. 679 serta memiliki tingkat signifikat 379 sehingga dapat diasumsikan memiliki pengaruh negative terhadap jumlah produksi yang diperoleh petani, karena adanya perbandingan harga jual dengan jumlah produksi yang dihasilkan masih berfluktiatif pada harga jual gula kelapa. Sehingga petani merasa setiap harinya kebutuhannya semakin meningkat oleh karena itu petani mencari sumber penghasilan lain untuk memenuhi kebutuhannya. Dengan demikian, menjadikan waktu untuk menderes akan terbagi dengan pekerjaan lain yang dimiliki oleh Hal ini mengakibatkan dalam melakukan kegiatan menderes petani tidak efektif. Kepemilikan lahan(X. memiliki t hitung 966 lebih besar dari t tabel 1. 679 dengan tingkat signifikan 343 dapat diasumsikan berpengaruh terhadap jumkah produksi. Jumlah pohon kelapa yang dikuasi oleh petani berpengaruh terhadap jumlah produksi yang dihasilkan oleh petani, apabila jumlah pohon dikuasi oleh petani bertambah satu batang maka jumlah produksi yang dihasilkan akan meningkat sebesar 637 kg. Lama bekerja memiliki pengaruh negative terhadap jumlah produksi yang dihasilkan oleh petani. Jika lama bekerja petani bertambah satu tahun maka jumlah produksi yang dihasilkan meningkat sebesar -136 Kepemilikan lahan dapat menjadi salah satu penentu aspek dalam komoditas pertanian. Jika apabila bertambah satu meter maka jumlah produksi yang dihasilkan oleh petani meningkat sebesar 0,008 kg. Umur petani, jumlah pohon, lama bekerja dan kepemilikan lahan secara bersama-sama berpengaruh terhadap jumlah produksi yang dihasilkan oleh petani dibuktikan pada nilai R2 diperoleh dari empat variabel yaitu 62,3% sedangkan 37,7% dapat dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Berdasarkan dari hasil penelitian ini petani nira anggota Koperasi Semi Rahayu Mandiri memiliki rata-rata pendapatan sebesar Rp 167 perbulan, pendapatan tersebut berada diatas garis kemiskinan tahunan Kabupaten Cilacap, jadi petani nira anggota Koperasi Semi Rahayu Mandiri tergolong sejahtera. KESIMPULAN Umur petani berpengaruh terhadap jumlah produksi yang dihasilkan, apabila umur petani bertambah satu tahun maka jumlah produksi yang dihasilkan oleh petani meningkat sebesar 0,55 kg. REFERENSI