Jurnal Penelitian & Gagasan Sains dan Matematika Terapan Vol. No. Maret 2026, pp. 24-35 | ISSN 1978Ae290X (Prin. | ISSN 3047Ae2385 (Onlin. https://doi. org/10. 35313/sigmamu. Hubungan Gaya Komunikasi Orang Tua dengan Motivasi Mahasiswa Menyelesaikan Skripsi pada Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Lampung Nada Salsabila1. Muhammad Nurwahidin2. Ranni Rahmayanthi Z 3. Diah Utaminingsih4 Ilmu Pendidikan. Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lampung. Indonesia *Corresponding Author: nadasalsabila290701@gmail. Artikel Penelitian Diterima 30 Desembers 2025. Disetujui 26 Februari 2026 Cara sitasi: Salsabila. Nurwahidin. Rahmayanti. Utaminingsih. Hubungan Gaya Komunikasi Orang Tua dengan Motivasi Mahasi swa Menyelesaikan Skripsi pada Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Lampun g. SIGMA-Mu, 18. , 24-35. Abstrak: Mahasiswa dituntut untuk menyelesaikan skripsi sebagai syarat kelulusan, namun dalam praktiknya banyak mengalami hambatan baik dari aspek akademik maupun psikologis. Salah satu faktor eksternal yang diduga berpengaruh adalah gaya komunikasi orang tua. Komunikasi yang kurang efektif dapat menurunkan motivasi belajar mahasiswa, sehingga berdampak pada keterlambatan penyelesaian tugas akhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gaya komunikasi orang tua dengan motivasi belajar mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi pada Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Sampel penelitian berjumlah 95 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert, yang mengukur gaya komunikasi orang tua dan motivasi belajar mahasiswa. Analisis data menggunakan korelasi Product Moment Pearson dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara gaya komunikasi orang tua dan motivasi belajar mahasiswa dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,892 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel berada pada kategori sangat kuat dan bersifat positif. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin baik gaya komunikasi orang tua, maka semakin tinggi motivasi belajar mahasiswa dalam menyelesaikan Komunikasi yang terbuka, suportif, dan empatik berperan dalam meningkatkan kepercayaan diri, ketahanan akademik, serta kesiapan psikologis mahasiswa dalam menghadapi tekanan akademik. Oleh karena itu, peningkatan kualitas komunikasi orang tua menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan akademik mahasiswa. Kata kunci: Gaya Komunikasi Orang Tua. Motivasi Belajar. Mahasiswa. Skripsi. Komunikasi Keluarga Abstract: Students are required to complete a thesis as a graduation requirement. however, in practice, many encounter both academic and psychological challenges. One external factor that is presumed to influence this condition is parental communication style. Ineffective communication may reduce studentsAo learning motivation, which can lead to delays in completing their final projects. This study aims to analyze the relationship between parental communication style and studentsAo learning motivation in completing their thesis at the Guidance and Counseling Study Program. University of Lampung. This study employed a quantitative approach with a correlational research design. The sample consisted of 95 students selected Sigma-Mu ISSN 3047Ae2385 (Onlin. | 24 Nada Salsabila. Muhammad Nurwahidin. Ranni Rahmayanthi Z. Diah Utaminingsih using a random sampling technique. Data were collected through questionnaires using a Likert scale to measure parental communication style and studentsAo learning motivation. Data analysis was conducted using Pearson Product Moment correlation with the assistance of SPSS. The results showed a significant relationship between parental communication style and studentsAo learning motivation, with a correlation coefficient of 0. 892 and a significance value of 0. 000 < 0. This indicates that the relationship between the two variables is very strong and positive. These findings suggest that better parental communication style is associated with higher student learning motivation in completing their thesis. Open, supportive, and empathetic communication plays an important role in enhancing studentsAo self-confidence, academic resilience, and psychological readiness in facing academic pressures. Therefore, improving parental communication quality is an important factor in supporting studentsAo academic success. Keywords: Parental Communication Style. Learning Motivation. Students. Thesis. Family Communication Pendahuluan Mahasiswa sebagai bagian dari sistem pendidikan tinggi dituntut untuk menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi sebagai syarat kelulusan. Proses penyusunan skripsi tidak hanya menuntut kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan psikologis, manajemen waktu, serta dukungan lingkungan sosial yang memadai. Dalam konteks ini, motivasi belajar menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi. Motivasi berperan dalam mengarahkan perilaku belajar, menjaga ketekunan, serta membantu mahasiswa menghadapi berbagai tekanan akademik yang muncul selama proses penyusunan tugas akhir. Namun demikian, dalam praktiknya banyak mahasiswa mengalami hambatan dalam penyusunan skripsi. Hambatan tersebut tidak hanya berasal dari keterbatasan akademik, tetapi juga dari faktor eksternal seperti kurangnya dukungan sosial, termasuk dari orang tua. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa sekitar 60Ae70% mahasiswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas akhir, yang sebagian besar dikaitkan dengan kurangnya dukungan sosial dari lingkungan sekitar (Tornado, 2. Kondisi ini menunjukkan bahwa faktor keluarga memiliki peran signifikan dalam memengaruhi kondisi psikologis dan motivasi mahasiswa. Dalam kajian psikologi pendidikan, keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk kepribadian dan sikap individu. Pola asuh dan komunikasi orang tua memiliki pengaruh jangka panjang terhadap perkembangan emosi, kepercayaan diri, serta cara individu menghadapi tantangan. Orang tua sebagai pendidik pertama berperan dalam membentuk karakter, pola pikir, dan kesiapan mental anak melalui interaksi sehari-hari (Qolbi, 2. Pola asuh yang menekankan keseimbangan antara kasih sayang dan ketegasan akan membantu anak berkembang secara optimal, sedangkan pola asuh yang terlalu menekan, seperti otoriter, berpotensi menimbulkan kecemasan, rendah diri, dan ketergantungan pada otoritas. Berdasarkan uraian tersebut, dapat dipahami bahwa gaya komunikasi orang tua menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi motivasi belajar mahasiswa, khususnya dalam menghadapi proses penyusunan skripsi yang kompleks dan menantang. Komunikasi yang terbuka, suportif, dan penuh empati dapat meningkatkan motivasi intrinsik, sedangkan komunikasi yang kurang efektif justru dapat memperburuk kondisi psikologis mahasiswa. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji lebih lanjut hubungan antara gaya komunikasi orang tua dengan motivasi belajar mahasiswa sebagai upaya memahami faktor eksternal yang berkontribusi terhadap keberhasilan Sigma-Mu ISSN: 2747-0695 (Onlin. | 25 Nada Salsabila. Muhammad Nurwahidin. Ranni Rahmayanthi Z. Diah Utaminingsih Motivasi belajar dalam penelitian ini dipahami sebagai dorongan internal dan eksternal yang menggerakkan individu untuk melakukan aktivitas belajar guna mencapai tujuan tertentu. Motivasi memiliki peran penting dalam menentukan arah, intensitas, serta ketekunan seseorang dalam proses Individu dengan motivasi belajar yang tinggi cenderung lebih fokus, gigih, dan mampu mengatasi berbagai hambatan dalam mencapai tujuan akademiknya. Sebaliknya, rendahnya motivasi belajar dapat menyebabkan penundaan, kurangnya keterlibatan dalam proses belajar, serta kesulitan dalam menyelesaikan tugas akademik, termasuk penyusunan skripsi. Oleh karena itu, motivasi belajar menjadi salah satu faktor kunci dalam keberhasilan akademik mahasiswa. Hamzah . menyatakan bahwa motivasi belajar dipengaruhi oleh aspek intrinsik dan ekstrinsik, dengan indikator seperti keinginan untuk berhasil, kebutuhan belajar, harapan masa depan, penghargaan, serta lingkungan belajar yang kondusif. Dalam perspektif psikologi pendidikan, teori Self-Determination menjelaskan bahwa dukungan emosional dari lingkungan, termasuk orang tua, dapat memperkuat motivasi intrinsik individu. Dukungan tersebut dapat berupa perhatian, komunikasi yang positif, serta dorongan yang membangun kepercayaan diri mahasiswa (Deci,2. Dengan adanya dukungan yang tepat, mahasiswa akan lebih mampu mengelola tekanan akademik, mempertahankan semangat belajar, dan menyelesaikan tugas akhir secara Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa dukungan emosional dari orang tua berpengaruh signifikan terhadap motivasi akademik mahasiswa. Mahasiswa yang memperoleh dukungan positif cenderung memiliki motivasi yang lebih tinggi dalam menyelesaikan tugas akademik, termasuk skripsi (Hidayat et al. , 2. Selain itu, gaya komunikasi orang tua menjadi faktor penting dalam membentuk kualitas hubungan dan dukungan tersebut. Gaya komunikasi yang asertif, terbuka, dan suportif dapat meningkatkan rasa percaya diri mahasiswa, sedangkan komunikasi yang pasif atau agresif justru dapat menurunkan motivasi belajar (Gunawan, 2. Selain itu, penelitian lain juga menunjukkan bahwa komunikasi dalam keluarga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar mahasiswa. Penelitian yang dilakukan oleh Oktavioni et al. menemukan bahwa komunikasi keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar mahasiswa, di mana interaksi yang baik dalam keluarga mampu meningkatkan semangat dan keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar (Oktavioni et al. , 2. Sejalan dengan itu, penelitian Agustina et al. juga menunjukkan adanya hubungan positif antara komunikasi orang tua dan motivasi belajar siswa, dengan kontribusi komunikasi orang tua terhadap motivasi belajar sebesar 31,5%, yang menegaskan bahwa kualitas komunikasi dalam keluarga menjadi faktor penting dalam meningkatkan motivasi akademik (Agustina et al. , 2. Temuan-temuan tersebut memperkuat bahwa komunikasi yang efektif dalam keluarga berperan sebagai sumber dukungan emosional yang mampu mendorong motivasi belajar individu. Adapun penelitian ini memiliki kesamaan dengan penelitian sebelumnya dalam mengkaji peran komunikasi orang tua terhadap motivasi belajar. Namun, penelitian ini memiliki perbedaan pada fokus kajian dan konteks penelitian. Penelitian sebelumnya umumnya meneliti komunikasi keluarga secara umum atau pada konteks siswa sekolah, sedangkan penelitian ini secara spesifik mengkaji gaya komunikasi orang tua dan dikaitkan dengan motivasi mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi. Dengan demikian, penelitian ini menempati posisi sebagai pelengkap Sigma-Mu ISSN: 2747-0695 (Onlin. | 26 Nada Salsabila. Muhammad Nurwahidin. Ranni Rahmayanthi Z. Diah Utaminingsih sekaligus pengembangan dari penelitian terdahulu, karena memberikan perspektif yang lebih spesifik pada konteks pendidikan tinggi dan fase akhir studi mahasiswa. Meskipun berbagai penelitian telah mengkaji motivasi belajar dan dukungan sosial, kajian yang secara spesifik menghubungkan gaya komunikasi orang tua dengan motivasi mahasiswa dalam konteks penyelesaian skripsi masih terbatas. Sebagian besar penelitian masih menempatkan variabel-variabel tersebut secara terpisah dan belum mengkaji hubungan keduanya secara langsung dalam konteks pendidikan tinggi, khususnya pada program studi bimbingan dan konseling. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini memiliki kebaruan . dalam mengkaji secara lebih spesifik hubungan antara gaya komunikasi orang tua dan motivasi belajar mahasiswa dalam konteks penyelesaian skripsi. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang umumnya berfokus pada pola asuh secara umum atau pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, penelitian ini menitikberatkan pada gaya komunikasi orang tua sebagai variabel yang lebih spesifik serta mengkaji pada konteks mahasiswa tingkat akhir yang sedang menghadapi tuntutan akademik yang Selain itu, penelitian ini juga memberikan perspektif baru dengan mengaitkan aspek komunikasi interpersonal dalam keluarga dengan motivasi akademik pada fase penyelesaian tugas akhir, yang masih relatif terbatas dalam kajian psikologi pendidikan. Lebih lanjut, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi baik secara teoretis maupun praktis. Secara teoretis, penelitian ini dapat memperkaya khazanah ilmu psikologi pendidikan, khususnya dalam memahami faktor-faktor eksternal yang memengaruhi motivasi belajar mahasiswa. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan strategi pendampingan mahasiswa, baik oleh dosen, konselor, maupun pihak keluarga, dalam meningkatkan motivasi belajar dan ketahanan akademik mahasiswa. Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi orang tua dalam membangun komunikasi yang lebih efektif dan suportif guna mendukung keberhasilan akademik anak. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara gaya komunikasi orang tua dengan motivasi belajar mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi pada Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2021Ae2022 di Universitas Lampung. Secara lebih rinci, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk gaya komunikasi orang tua yang dominan, mengukur tingkat motivasi belajar mahasiswa, serta menganalisis kekuatan hubungan antara kedua variabel tersebut. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran empiris mengenai peran komunikasi orang tua dalam mendukung keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional, yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya komunikasi orang tua dan motivasi belajar mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi. Penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menguji teori melalui pengukuran variabel dan analisis data numerik (Sugiyono. Adapun sifat penelitian ini adalah non-eksperimental, karena peneliti tidak memberikan perlakuan terhadap variabel, melainkan hanya mengamati hubungan yang terjadi secara alami Sigma-Mu ISSN: 2747-0695 (Onlin. | 27 Nada Salsabila. Muhammad Nurwahidin. Ranni Rahmayanthi Z. Diah Utaminingsih Penelitian korelasional digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan serta tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih (Arikunto, 2. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lampung yang sedang menyusun skripsi. Sampel penelitian berjumlah 95 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik random sampling, sehingga setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk menjadi sampel. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner . dengan skala Likert. Instrumen yang digunakan terdiri dari skala gaya komunikasi orang tua yang mengacu pada konsep komunikasi asertif, pasif, dan agresif (Gunawan, 2. , serta skala motivasi belajar yang dikembangkan berdasarkan indikator motivasi belajar seperti yang dikemukakan oleh Winkel . Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi Product Moment Pearson untuk menguji hubungan antara variabel gaya komunikasi orang tua dan motivasi belajar Analisis ini dilakukan dengan bantuan perangkat lunak statistik untuk memperoleh nilai koefisien korelasi serta tingkat signifikansi hubungan. Karena penelitian ini bersifat kuantitatif, maka penarikan kesimpulan dilakukan berdasarkan hasil uji statistik, sehingga tidak menggunakan triangulasi data, melainkan mengandalkan validitas dan reliabilitas instrumen sebagai dasar keabsahan data. Hasil dan Pembahasan Analisis Deskriptif Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner yang disusun dalam bentuk skala Likert. Instrumen ini dirancang secara sistematis untuk mengukur dua variabel utama dalam penelitian, yaitu gaya komunikasi orang tua dan motivasi belajar mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi. Setiap butir pernyataan disusun berdasarkan indikator teoritis yang relevan dengan masing-masing variabel, sehingga mampu merepresentasikan konsep yang diukur secara komprehensif. Penyusunan instrumen juga memperhatikan kejelasan bahasa, kesesuaian konteks responden, serta keterukuran setiap indikator agar data yang dihasilkan valid dan dapat mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan. Skala Likert yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari empat kategori penilaian, yaitu sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Penggunaan empat skala ini bertujuan untuk menghindari pilihan netral, sehingga responden didorong untuk memberikan jawaban yang lebih tegas terhadap setiap pernyataan yang diajukan. Selain itu, instrumen juga memuat pernyataan favorable dan unfavorable guna mengurangi kecenderungan bias jawaban, seperti jawaban yang bersifat monoton atau mengikuti pola tertentu. Dengan demikian, variasi bentuk pernyataan ini diharapkan dapat meningkatkan reliabilitas data serta memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai persepsi dan sikap responden terhadap variabel yang diteliti. Setelah proses pengumpulan data dilakukan, data yang diperoleh dari responden kemudian diolah menggunakan bantuan perangkat lunak statistik, yaitu SPSS versi 25. Penggunaan SPSS dalam penelitian ini bertujuan untuk mempermudah proses pengolahan data secara sistematis dan akurat, mulai dari pengkodean data, perhitungan statistik deskriptif, hingga penyajian hasil dalam Sigma-Mu ISSN: 2747-0695 (Onlin. | 28 Nada Salsabila. Muhammad Nurwahidin. Ranni Rahmayanthi Z. Diah Utaminingsih bentuk tabel yang informatif. Selain itu, penggunaan perangkat lunak statistik juga memungkinkan peneliti untuk meminimalisasi kesalahan perhitungan manual serta meningkatkan efisiensi dalam analisis data, sehingga hasil yang diperoleh lebih dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Selanjutnya, analisis deskriptif dilakukan untuk memberikan gambaran umum mengenai karakteristik data dari masing-masing variabel penelitian. Analisis ini meliputi perhitungan nilai minimum, maksimum, rata-rata . , dan standar deviasi, yang digunakan untuk mengetahui kecenderungan data serta tingkat penyebarannya. Melalui analisis deskriptif ini, peneliti dapat mengidentifikasi pola umum dari respon responden, seperti tingkat kecenderungan gaya komunikasi orang tua dan motivasi belajar mahasiswa. Hasil analisis ini menjadi dasar penting dalam memahami kondisi awal data sebelum dilakukan analisis lanjutan, khususnya dalam pengujian hipotesis untuk mengetahui hubungan antar variabel yang diteliti. Tabel 1. Descriptive Statistics Variabel Minimum Maximum Mean Std. Deviation Gaya Komunikasi Motivasi Belajar Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata gaya komunikasi orang tua berada pada kategori sedang. Hal ini mengindikasikan bahwa interaksi komunikasi yang terjalin antara orang tua dan mahasiswa belum sepenuhnya optimal dalam memberikan dukungan emosional yang Meskipun komunikasi telah berlangsung dalam kehidupan sehari-hari, namun kualitasnya masih belum cukup kuat untuk menciptakan hubungan yang benar-benar terbuka, responsif, dan mendukung kebutuhan psikologis mahasiswa secara menyeluruh. Kondisi ini menunjukkan bahwa komunikasi yang terjadi masih bersifat fungsional, tetapi belum sepenuhnya efektif dalam membangun kedekatan emosional yang mendalam antara orang tua dan anak. Dalam kajian psikologi keluarga, kualitas komunikasi yang berada pada tingkat moderat menunjukkan adanya interaksi, namun belum sepenuhnya mampu menciptakan kedekatan emosional yang kuat dan stabil (Koerner & Fitzpatrick, 2. Keterbatasan dalam kualitas komunikasi ini dapat berdampak pada kesiapan psikologis mahasiswa, terutama dalam menghadapi tekanan akademik seperti penyusunan skripsi. Mahasiswa yang tidak mendapatkan dukungan komunikasi yang optimal cenderung mengalami kesulitan dalam mengelola stres, kurang percaya diri, serta memiliki motivasi yang tidak stabil. Oleh karena itu, peningkatan kualitas komunikasi yang lebih terbuka, empatik, dan suportif menjadi penting untuk mendukung kesiapan mental dan keberhasilan akademik mahasiswa. Tabel 2. Distribusi Gaya Komunikasi Sigma-Mu Kategori Interval Frekuensi Persentase Rendah X < 87. Sedang 76 O X < 104. ISSN: 2747-0695 (Onlin. | 29 Nada Salsabila. Muhammad Nurwahidin. Ranni Rahmayanthi Z. Diah Utaminingsih Tinggi Ou 104. Sebagian besar responden berada pada kategori sedang . ,2%). Hal ini menunjukkan bahwa gaya komunikasi orang tua belum sepenuhnya memberikan dukungan yang optimal terhadap Komunikasi yang belum maksimal dapat menyebabkan mahasiswa kurang mendapatkan dorongan emosional yang dibutuhkan dalam menyelesaikan skripsi. Menurut Barnes dan Olson . , komunikasi keluarga yang tidak optimal dapat membatasi keterbukaan dan mengurangi efektivitas dukungan emosional dalam keluarga. Selain itu, dominannya gaya komunikasi pasif menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung kurang mengekspresikan kebutuhan atau perasaan mereka secara terbuka. Gaya komunikasi pasif ini berpotensi menimbulkan hambatan dalam interaksi interpersonal dan menurunkan kepercayaan diri individu (Adler et al. , 2. Tabel 3. Distribusi Motivasi Belajar Kategori Interval Frekuensi Persentase Rendah X < 76. Sedang 71 O X < 103. Tinggi Ou 103. Motivasi belajar mahasiswa berada pada kategori sedang . ,6%). Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki dorongan belajar yang cukup, namun belum optimal dalam mendukung penyelesaian skripsi secara maksimal. Dalam teori motivasi, kondisi ini mencerminkan adanya kebutuhan akan penguatan baik dari faktor internal maupun eksternal untuk meningkatkan persistensi belajar (Schunk et al. , 2. Aspek motivasi intrinsik yang lebih dominan menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki dorongan dari dalam diri untuk menyelesaikan skripsi. Namun demikian, tanpa dukungan eksternal yang memadai, motivasi tersebut dapat mengalami fluktuasi selama proses penyusunan tugas akhir. Uji Hipotesis Pada penelitian ini, pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan teknik analisis korelasi Product Moment Pearson untuk mengetahui hubungan antara variabel gaya komunikasi orang tua (X) dan motivasi belajar mahasiswa (Y). Analisis ini digunakan karena kedua variabel berbentuk data interval dan bertujuan untuk mengukur kekuatan serta arah hubungan antar variabel. Pengambilan keputusan dalam uji korelasi dilakukan dengan membandingkan nilai signifikansi (Sig. ) dengan taraf kesalahan () sebesar 0,05. Apabila nilai signifikansi < 0,05, maka terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel, sedangkan jika nilai signifikansi > 0,05, maka tidak terdapat hubungan yang signifikan (Field, 2. Selain itu, interpretasi kekuatan hubungan dilakukan berdasarkan nilai koefisien korelasi . Nilai koefisien korelasi berkisar antara -1 sampai 1, di mana semakin mendekati angka 1 Sigma-Mu ISSN: 2747-0695 (Onlin. | 30 Nada Salsabila. Muhammad Nurwahidin. Ranni Rahmayanthi Z. Diah Utaminingsih menunjukkan hubungan yang semakin kuat dan searah, sedangkan semakin mendekati 0 menunjukkan hubungan yang lemah. Dalam penelitian ini, kategori kekuatan hubungan mengacu pada klasifikasi umum, yaitu 0,00Ae0,20 sangat lemah, 0,21Ae0,40 lemah, 0,41Ae0,60 sedang, 0,61Ae 0,80 kuat, dan 0,81Ae1,00 sangat kuat (Akoglu, 2. Tabel 4. Hasil Uji Korelasi Product Moment Pearson Variabel Sig. Gaya Komunikasi Ii Motivasi Belajar Interpretasi Statistik Berdasarkan hasil analisis korelasi, diperoleh nilai koefisien korelasi . sebesar 0,892 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05 . ,000 < 0,. , sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara gaya komunikasi orang tua dan motivasi belajar mahasiswa. Dengan demikian, hipotesis alternatif (HCA) diterima dan hipotesis nol (HCA) ditolak. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,892 menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel berada pada kategori sangat kuat dan bersifat positif, yang berarti semakin baik gaya komunikasi orang tua, maka semakin tinggi motivasi belajar mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi. Hubungan positif ini menunjukkan adanya keterkaitan yang searah antara kedua variabel, di mana peningkatan kualitas komunikasi orang tua diikuti oleh peningkatan motivasi belajar mahasiswa. Temuan ini juga menunjukkan bahwa gaya komunikasi orang tua memiliki kontribusi yang besar dalam membentuk motivasi belajar mahasiswa. Secara statistik, besarnya hubungan ini dapat diinterpretasikan bahwa variabel gaya komunikasi memiliki peran yang kuat dalam menjelaskan variasi motivasi belajar. Hal ini mengindikasikan bahwa komunikasi yang efektif dan suportif dari orang tua menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir. Pembahasan Berdasarkan hasil uji hipotesis, diketahui bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara gaya komunikasi orang tua dan motivasi belajar mahasiswa. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas komunikasi yang terjalin antara orang tua dan mahasiswa memiliki peran penting dalam mendukung proses penyelesaian skripsi. Gaya komunikasi yang baik, seperti komunikasi yang terbuka, suportif, dan penuh empati, mampu memberikan dampak positif terhadap kondisi psikologis mahasiswa, sehingga mereka lebih termotivasi dalam menghadapi berbagai tantangan Temuan penelitian ini didukung oleh penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa pola komunikasi keluarga memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi belajar dan pencapaian Sigma-Mu ISSN: 2747-0695 (Onlin. | 31 Nada Salsabila. Muhammad Nurwahidin. Ranni Rahmayanthi Z. Diah Utaminingsih akademik mahasiswa. Komunikasi interpersonal yang efektif dalam keluarga mampu menciptakan hubungan yang sehat dan memberikan dukungan emosional yang berkontribusi terhadap peningkatan motivasi belajar (Jeremy Sutedjo, 2. Selain itu, penelitian lain juga menunjukkan bahwa komunikasi keluarga yang aktif dan penuh dukungan dapat meningkatkan kepercayaan diri, keterlibatan belajar, serta semangat akademik mahasiswa (Fadhila, 2. Secara konseptual, hasil penelitian ini juga dapat dijelaskan melalui peran lingkungan keluarga sebagai sumber dukungan utama dalam proses belajar. Lingkungan keluarga yang memiliki komunikasi yang hangat dan terbuka akan membentuk stabilitas emosional serta meningkatkan ketahanan mahasiswa dalam menghadapi tekanan akademik. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa komunikasi keluarga yang positif mampu memperkuat motivasi intrinsik serta membantu mahasiswa mempertahankan fokus dan konsistensi dalam belajar (Huda, 2. Namun demikian, temuan penelitian ini juga menunjukkan bahwa masih terdapat kecenderungan penggunaan gaya komunikasi pasif dalam interaksi antara mahasiswa dan orang Kondisi ini mencerminkan bahwa komunikasi yang terjalin belum sepenuhnya berjalan secara efektif dan terbuka, di mana mahasiswa cenderung menahan diri dalam menyampaikan pikiran, perasaan, maupun kesulitan yang dihadapi selama proses penyusunan skripsi. Komunikasi pasif ditandai dengan rendahnya inisiatif dalam berdialog, kurangnya keberanian untuk mengungkapkan kebutuhan, serta adanya kecenderungan menghindari konflik atau perbedaan pendapat. Akibatnya, hubungan komunikasi menjadi kurang dinamis dan tidak memberikan ruang yang cukup bagi mahasiswa untuk mendapatkan dukungan yang optimal dari orang tua. Kondisi komunikasi yang kurang terbuka tersebut berimplikasi pada terbatasnya kualitas hubungan interpersonal antara mahasiswa dan orang tua. Dalam situasi ini, mahasiswa mungkin merasa kurang dipahami atau tidak memiliki ruang yang aman untuk mengekspresikan tekanan akademik yang dialami. Padahal, proses penyusunan skripsi merupakan fase yang kompleks dan menuntut kesiapan mental, emosional, serta akademik secara bersamaan. Ketika komunikasi tidak berjalan secara efektif, orang tua cenderung tidak mengetahui kondisi aktual yang dialami anak, sehingga bentuk dukungan yang diberikan menjadi kurang tepat sasaran. Hal ini pada akhirnya dapat mengurangi efektivitas peran orang tua sebagai sumber dukungan utama dalam lingkungan Lebih lanjut, keterbatasan dalam komunikasi juga dapat berdampak pada aspek psikologis mahasiswa, khususnya dalam hal pembentukan kepercayaan diri dan kemandirian belajar. Mahasiswa yang tidak terbiasa mengungkapkan pendapat atau kesulitannya akan cenderung mengalami keraguan dalam mengambil keputusan, merasa tidak yakin terhadap kemampuan diri, serta lebih mudah mengalami kecemasan akademik. Kondisi ini dapat memperlemah motivasi belajar, karena mahasiswa tidak memiliki dukungan emosional yang cukup untuk mempertahankan semangat dan ketekunan dalam menyelesaikan skripsi. Dalam jangka panjang, komunikasi yang tidak efektif juga dapat menghambat perkembangan keterampilan interpersonal mahasiswa. Dalam konteks ini, kualitas komunikasi orang tua menjadi faktor kunci dalam menentukan efektivitas dukungan yang diberikan kepada mahasiswa. Komunikasi yang terbuka, empatik, dan responsif memungkinkan terjadinya interaksi dua arah yang sehat, di mana mahasiswa merasa didengar, dihargai, dan didukung. Melalui komunikasi yang baik, orang tua dapat memahami Sigma-Mu ISSN: 2747-0695 (Onlin. | 32 Nada Salsabila. Muhammad Nurwahidin. Ranni Rahmayanthi Z. Diah Utaminingsih kebutuhan anak secara lebih mendalam, memberikan arahan yang konstruktif, serta membantu mahasiswa dalam mengelola tekanan akademik. Sebaliknya, komunikasi yang pasif atau kurang responsif justru dapat menciptakan jarak emosional, sehingga mahasiswa merasa kurang mendapatkan perhatian dan dukungan yang dibutuhkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya komunikasi orang tua tidak hanya berperan sebagai sarana interaksi sehari-hari, tetapi juga sebagai bentuk dukungan psikologis yang memiliki dampak langsung terhadap motivasi belajar mahasiswa. Komunikasi yang positif dan suportif mampu meningkatkan rasa percaya diri, memperkuat ketahanan mental, serta mendorong mahasiswa untuk tetap fokus dalam mencapai tujuan akademiknya. Dengan adanya komunikasi yang efektif, mahasiswa akan lebih mampu mengatasi hambatan yang muncul selama proses penyusunan skripsi dan mempertahankan konsistensi dalam belajar. Pada akhirnya, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kualitas komunikasi antara orang tua dan mahasiswa merupakan aspek yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan akademik. Orang tua perlu mengembangkan pola komunikasi yang lebih terbuka, adaptif, dan suportif agar mampu menciptakan lingkungan keluarga yang kondusif bagi perkembangan motivasi belajar Dengan demikian, komunikasi yang efektif tidak hanya berkontribusi pada hubungan interpersonal yang lebih baik, tetapi juga berperan strategis dalam meningkatkan keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi secara optimal. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan sangat kuat antara gaya komunikasi orang tua dengan motivasi belajar mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi pada Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Lampung. Hal ini ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,892 dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti semakin baik gaya komunikasi orang tua, maka semakin tinggi motivasi belajar Secara umum, kedua variabel berada pada kategori sedang, sehingga menunjukkan bahwa komunikasi orang tua masih perlu ditingkatkan agar dapat mendorong motivasi belajar mahasiswa secara lebih optimal dalam menyelesaikan tugas akhir. Namun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah sampel yang hanya berasal dari satu program studi dan satu universitas, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan secara luas. Selain itu, penggunaan kuesioner sebagai instrumen penelitian memungkinkan adanya bias subjektivitas responden, serta belum mempertimbangkan variabel lain yang juga berpengaruh terhadap motivasi belajar, seperti stres akademik dan dukungan lingkungan. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan sampel dan menambahkan variabel lain agar hasil penelitian menjadi lebih komprehensif. Referensi