PENGARUH PASAR CINA TERHADAP EKONOMI GLOBAL Edy Sulistiyawan. Walbertus Agung Setio Vercelly. Rizky Pratama Lafizha Putra. Erina Tri Widyastuti. Liyah Listiani. Usmawanti walbertusvercelly@gmail. Universitas PGRI Adi Buana Surabaya ABSTRAK Penelitian ini menginvestigasi bagaimana peran ekonomi Cina mempengaruhi perkembangan ekonomi global, dengan perhatian pada kontribusi signifikan Cina terhadap peningkatan ekonomi, peran dalam perdagangan dunia, investasi asing langsung (FDI), serta dampaknya terhadap lingkungan dan kondisi geopolitik. Metode penelitian ini memanfaatkan pendekatan campuran . ualitatif dan kuantitati. , yang mencakup tinjauan literatur, wawancara ahli, dan analisis data sekunder dari sumber-sumber yang diakui seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia. Temuan penelitian menunjukkan peran utama Cina sebagai motor penggerak ekonomi dunia, yang terwujud melalui ekspor dan investasi, serta upayanya dalam transisi ke ekonomi berbasis energi Keterikatan negara-negara di seluruh dunia pada rantai pasok Cina menambah risiko ekonomi bagi banyak negara, terutama dalam menghadapi kemungkinan gangguan pada rantai pasok. Lebih jauh lagi, kebijakan luar negeri Cina, termasuk inisiatif Jalur Sutra atau Belt and Road Initiative (BRI), memperkuat pengaruh diplomatiknya secara global, tetapi juga memperburuk ketegangan geopolitik, khususnya dengan Amerika Serikat. Secara keseluruhan, meskipun kehadiran Cina memberikan manfaat besar pada ekonomi global, ketergantungan yang semakin meningkat terhadap pasar Cina mengharuskan adanya strategi diversifikasi dan peningkatan ketahanan ekonomi global agar dapat mengantisipasi berbagai risiko yang mungkin terjadi di masa mendatang. Kata Kunci: Ekonomi Global. Investasi Asing. Ketergantungan Rantai Pasokan. Geopolitik ABSTRACT In This study investigates how China's economic role influences global economic development, with attention to China's significant contribution to economic improvement, its role in world trade, foreign direct investment (FDI), as well as its impact on the environment and geopolitical conditions. This research method utilizes a mixed approach . ualitative and quantitativ. , which includes literature reviews, expert interviews, and secondary data analysis from recognized sources such as the International Monetary Fund (IMF) and the World Bank. The findings of the study show China's leading role as the driving force of the world economy, which is realized through exports and investment, as well as its efforts in the transition to a clean energy-based economy. The attachment of countries around the world to China's supply chains adds to the economic risks for many countries, especially in the face of possible supply chain disruptions. Furthermore. China's foreign policy, including the Belt and Road Initiative (BRI), strengthens its diplomatic influence globally, but it also exacerbates geopolitical tensions, particularly with the United States. Overall, while China's presence provides great benefits to the global economy, its growing dependence on the Chinese market necessitates a strategy of diversification and increased resilience of the global economy in order to anticipate various risks that may occur in the JAMANIS : Jurnal Manajemen dan Bisnis Keywords: Global Economy. Foreign Investment. Supply Chain Dependence. Geopolitics PENDAHULUAN Seiring berjalannya waktu. Cina telah muncul sebagai kekuatan ekonomi yang sangat penting di dunia, membuat pasarnya memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian global. Dengan jumlah penduduk terbesar di dunia serta pertumbuhan ekonomi yang luar biasa pesat. Cina kini memegang peranan vital dalam perdagangan internasional, investasi asing, dan rantai pasokan dunia. Perkembangan di sektor industri, teknologi, dan jasa di Cina telah mengubah lanskap ekonomi global dan mendorong ketergantungan banyak negara terhadap Cina. Selain itu, berbagai kebijakan ekonomi yang diimplementasikan oleh pemerintah Cina, seperti BRI, memainkan peran signifikan dalam memperluas pengaruh ekonomi dan investasi Cina secara internasional. Kebijakan ini tidak hanya berdampak pada negara berkembang yang menjadi partisipan langsung, tetapi juga terhadap pasar negara maju yang bergantung pada pasar dan produk dari Cina. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana pasar Cina memberikan pengaruh pada ekonomi global dalam aspek perdagangan, investasi asing, dan stabilitas ekonomi global. Studi ini juga berupaya mengidentifikasi risiko serta tantangan yang timbul dari ketergantungan ekonomi yang tinggi pada pasar Cina, terutama terkait dengan persaingan perdagangan, volatilitas pasar, dan dampak dari pandemi global. Analisis ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih mendalam terkait peran Cina dalam ekonomi global dan dampaknya bagi negara-negara lain. LANDASAN TEORI Landasan teori penelitian ini menguraikan berbagai konsep ekonomi dan teori yang relevan untuk memahami dampak pasar Cina pada ekonomi global. Pembahasan ini mencakup teori utama di bidang ekonomi internasional, perdagangan global, investasi, serta ketergantungan ekonomi antarnegara yang berkaitan erat dengan perkembangan dan pengaruh pasar Cina. Teori Pertumbuhan Ekonomi dan Daya Saing Global Teori pertumbuhan ekonomi, seperti yang diuraikan oleh Solow . , serta teori-teori kontemporer lainnya, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi suatu negara terdorong oleh investasi, akumulasi modal, dan kemajuan teknologi. Penerapan teori ini dalam konteks Cina menjadi sangat relevan mengingat strategi pertumbuhannya yang menitikberatkan pada investasi besar-besaran dalam infrastruktur, pengembangan sektor manufaktur, dan adopsi teknologi. Penggunaan investasi domestik maupun asing dalam memperkuat sektor-sektor strategis meningkatkan daya saing global Cina. Pendekatan ini telah memungkinkan Cina untuk menjadi salah satu motor utama ekonomi dunia, khususnya melalui ekspor produk-produk manufaktur berbiaya rendah dan inovasi teknologi. Teori Perdagangan Internasional dan Keunggulan Komparatif JAMANIS : Jurnal Manajemen dan Bisnis Teori perdagangan internasional klasik, seperti teori keunggulan komparatif yang dirumuskan oleh David Ricardo, menyatakan bahwa negara akan mengekspor produk di mana mereka memiliki biaya produksi yang lebih rendah dibandingkan negara lain. Cina berhasil memanfaatkan keunggulan komparatifnya dalam tenaga kerja murah dan kapasitas produksi berskala besar untuk mendominasi pasar dunia dalam berbagai industri seperti elektronik, tekstil, dan produk konsumen. Namun, transformasi Cina dari sekadar "pabrik dunia" menjadi inovator dalam teknologi dan energi terbarukan telah membawa perubahan signifikan di pasar global, menantang dominasi negara-negara maju di beberapa sektor. Hubungan dengan Globalisasi Produksi: Pendekatan keunggulan komparatif Cina juga dipengaruhi oleh globalisasi produksi. Konsep global value chains atau rantai nilai global, seperti yang dijelaskan oleh Gereffi et al. , menyebutkan bahwa negara-negara seperti Cina dapat berfungsi sebagai pusat dalam rantai pasokan internasional, di mana produk akhir merupakan hasil dari produksi lintas negara. Teori Investasi Asing Langsung (Foreign Direct Investment - FDI) FDI memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Cina, terutama sejak liberalisasi pasar pada 1980-an. Teori FDI menyatakan bahwa aliran modal dari negara maju ke negara berkembang dapat mendorong transfer teknologi, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan lapangan kerja. Menurut teori Dunning . yang mengacu pada kerangka OLI (Ownership. Location, and Internalizatio. Cina menarik FDI berkat keunggulan lokasinya yang strategis, tenaga kerja terampil, dan kebijakan insentif pemerintah. Aliran FDI yang besar ini berkontribusi pada akselerasi pertumbuhan sektor industri dan teknologi di Cina, berdampak signifikan pada perekonomian global. Saat ini. Cina tidak hanya sebagai penerima investasi asing tetapi juga sebagai salah satu investor utama di banyak negara melalui inisiatif besar seperti BRI. Teori Ketergantungan Ekonomi dan Risiko Sistemik Global Meningkatnya peran Cina dalam ekonomi global juga semakin negara-negara Teori ketergantungan ekonomi . ependency theor. , yang dipopulerkan oleh ekonom strukturalis seperti Prebisch dan Frank, mengusulkan bahwa negara-negara maju sering kali mengeksploitasi ketergantungan ekonomi negara-negara berkembang. Namun, dalam kasus Cina, paradigma ini mengalami pergeseran karena negaranegara maju seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa juga semakin bergantung pada Cina sebagai tujuan ekspor dan sumber utama impor. Ketergantungan yang tinggi terhadap Cina menciptakan risiko sistemik bagi ekonomi global. Ketidakstabilan pasar Cina, seperti selama perang dagang dengan Amerika Serikat, dapat mengganggu rantai pasokan global dan menurunkan pertumbuhan ekonomi dunia. Pendekatan ini juga mencakup teori "contagion effect" atau efek penularan, di mana krisis ekonomi di satu negara atau kawasan dapat berdampak secara global melalui hubungan perdagangan, keuangan, dan investasi yang erat. Contoh terbaru dari efek ini adalah dampak pandemi COVID-19 terhadap ekonomi global, di mana gangguan produksi di Cina sebagai pusat manufaktur utama menyebabkan keterlambatan pasokan di seluruh dunia. JAMANIS : Jurnal Manajemen dan Bisnis Teori Hubungan Ekonomi dan Geopolitik Pengaruh ekonomi Cina tidak hanya dapat dipahami dari sisi ekonomi saja, tetapi juga dari sudut pandang geopolitik. Kebangkitan Cina sebagai kekuatan ekonomi dan politik global menciptakan fenomena "geoekonomi," di mana Cina menggunakan kekuatan ekonominya untuk mencapai tujuan politik luar negeri. Fenomena ini dapat dilihat dalam inisiatif BRI, yang bertujuan untuk membangun infrastruktur di negara-negara berkembang sebagai alat untuk memperluas pengaruh Cina. Teori geoekonomi ini menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi yang diterapkan oleh negara-negara besar sering kali memiliki dampak yang lebih luas dari sekadar ekonomi, melainkan juga sosial, lingkungan, dan keamanan di kawasan yang terlibat. Teori Ketahanan Ekonomi dalam Rantai Pasokan Ketergantungan global terhadap produksi Cina menyoroti pentingnya ketahanan rantai pasokan dalam konteks ekonomi global. Pandemi COVID-19 menggarisbawahi risiko ketergantungan pada satu negara dalam rantai pasokan global, di mana Cina mengalami gangguan besar dalam produksi. Teori ketahanan rantai pasokan . upply chain resilienc. menekankan perlunya diversifikasi dan strategi mitigasi risiko untuk mengurangi dampak dari gangguan produksi yang Berbagai negara dan perusahaan mulai mempertimbangkan strategi "China 1," yaitu membuka fasilitas produksi tambahan di negara lain untuk mengurangi risiko ketergantungan. Teori Ekonomi Hijau dan Dampak Lingkungan Global Sebagai salah satu negara dengan kontribusi emisi karbon terbesar. Cina memainkan peran vital dalam perekonomian hijau dunia. Teori ekonomi hijau dan keberlanjutan menekankan pentingnya integrasi praktik ekonomi dengan perhatian terhadap lingkungan. Komitmen Cina untuk mencapai emisi nol bersih pada 2060 telah mendorong negara ini untuk berinvestasi secara masif dalam teknologi energi terbarukan dan kendaraan listrik. Transisi ini memiliki pengaruh besar terhadap pasar komoditas dunia, seperti bahan baku energi bersih yang kini banyak Jika Cina berhasil mempercepat peralihannya ke ekonomi hijau, hal ini akan berdampak signifikan pada stabilitas iklim global dan mengurangi emisi karbon secara keseluruhan. METODE PENELITIAN Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif mendalam untuk mengeksplorasi pengaruh pasar Cina terhadap perekonomian global. Melalui pendekatan ini, peneliti dapat memahami dengan rinci dinamika, tantangan, dan dampak pasar Cina terhadap negara-negara lain, khususnya dalam konteks ketergantungan rantai pasokan dan hubungan perdagangan internasional. Pendekatan kualitatif ini memungkinkan eksplorasi yang lebih komprehensif terhadap aspek-aspek sosial dan ekonomi yang membentuk keterkaitan antara pasar Cina dan ekonomi global. Dalam pengumpulan data, penelitian ini memanfaatkan sumber literatur sekunder, termasuk jurnal ilmiah, laporan ekonomi dari lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia, serta publikasi-publikasi yang relevan dengan topik JAMANIS : Jurnal Manajemen dan Bisnis pasar Cina. Teknik penelusuran snowball digunakan untuk menemukan sumber tambahan secara berkelanjutan, sehingga keragaman perspektif dan kedalaman analisis dapat terjamin. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola, tren, dan isu utama terkait pengaruh ekonomi Cina. Analisis ini memfokuskan pada penggalian makna, identifikasi hubungan antara konsep, serta pemetaan pengaruh strategis Cina dalam perdagangan, investasi asing langsung, dan geopolitik. Dengan pendekatan ini, peneliti berupaya mengungkap implikasi mendalam dari dominasi ekonomi Cina dalam konteks global yang terus Melalui penelitian kualitatif yang mendalam ini, diharapkan dapat dihasilkan wawasan baru yang bermanfaat untuk memahami risiko dan peluang yang muncul dari ketergantungan pada pasar Cina, serta strategi yang dapat diambil untuk meningkatkan ketahanan ekonomi dalam menghadapi tantangan global di masa HASIL DISKUSI Bagian ini membahas hasil utama dari penelitian mengenai pengaruh pasar Cina terhadap ekonomi global dari berbagai sudut, yaitu kontribusi Cina terhadap pertumbuhan ekonomi, perannya dalam perdagangan internasional, investasi asing langsung (FDI), ketergantungan pada rantai pasokan, dampak lingkungan, dan implikasi geopolitik. Dengan menggunakan data terkini hingga tahun 2023, penelitian ini mengungkapkan dinamika baru yang muncul dari interaksi pasar Cina dengan ekonomi dunia serta dampak-dampaknya terhadap negara-negara mitra dagang. Pertumbuhan Ekonomi Cina dan Kontribusi terhadap PDB Global Saat ini. Cina menyumbang sekitar 18% dari total PDB global dan merupakan kontributor terbesar untuk pertumbuhan ekonomi dunia. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Cina yang tinggi dan konsisten dalam dua dekade terakhir, dengan rata-rata 6-8% per tahun, memberikan kontribusi besar dalam menstabilkan pertumbuhan ekonomi global, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi pasca-pandemi COVID-19. Cina telah berhasil menyesuaikan diri dengan perubahan ekonomi global, beralih dari ekonomi berbasis manufaktur ke ekonomi berbasis jasa dan inovasi teknologi. Perubahan ini berdampak besar dalam mempercepat pertumbuhan PDB global, khususnya dengan berkembangnya sektor teknologi, perdagangan elektronik, dan energi Namun, perlambatan pertumbuhan ekonomi Cina dalam beberapa tahun terakhir akibat faktor-faktor seperti ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat dan tantangan internal, seperti tingkat utang di sektor properti, menandakan adanya risiko bagi ekonomi global yang semakin tergantung pada pasar Cina. Pengaruh Cina terhadap Perdagangan Internasional Cina adalah negara dengan ekspor terbesar di dunia dan merupakan mitra dagang utama bagi lebih dari 120 negara. Sebagai "pabrik dunia," Cina memainkan JAMANIS : Jurnal Manajemen dan Bisnis peran vital dalam perdagangan global melalui ekspor barang-barang elektronik, tekstil, dan berbagai kebutuhan konsumen. Analisis perdagangan internasional dalam penelitian ini menunjukkan bahwa ketergantungan negara-negara pada produk Cina menciptakan hubungan yang saling bergantung antara Cina dan negara-negara maju, termasuk Amerika Serikat. Uni Eropa, dan ASEAN. Peran Inisiatif Belt and Road (BRI): Cina memperkuat pengaruhnya dalam perdagangan internasional melalui BRI, yang tidak hanya meningkatkan infrastruktur di negaranegara berkembang tetapi juga membuka pasar baru untuk produk dan investasi Cina. Temuan penelitian menunjukkan bahwa BRI telah memperluas jalur perdagangan global dan meningkatkan aliran barang dan jasa, meskipun negaranegara penerima bantuan ini menghadapi risiko utang yang dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi mereka. Ketergantungan negara-negara BRI terhadap Cina berarti bahwa setiap perubahan dalam kebijakan ekonomi Cina akan memengaruhi stabilitas ekonomi negara-negara tersebut. Dampak Pandemi COVID-19 dan Ketegangan Perdagangan: Pandemi COVID-19 mengungkapkan kerentanan dalam ketergantungan pada perdagangan dengan Cina. Gangguan dalam rantai pasokan akibat penutupan pabrik di Cina menimbulkan keterlambatan pasokan global dan berdampak pada berbagai sektor industri seperti otomotif, elektronik, dan farmasi di banyak negara. Selain itu, ketegangan perdagangan antara Cina dan AS serta meningkatnya proteksionisme global meningkatkan ketidakpastian dalam perdagangan internasional, yang pada akhirnya dapat menghambat pertumbuhan ekonomi global. Peran Investasi Asing Langsung (FDI) Cina di Ekonomi Global Cina tidak hanya menjadi tujuan utama FDI tetapi juga merupakan salah satu investor asing terbesar di dunia. Penelitian ini menemukan bahwa investasi Cina dalam proyek-proyek infrastruktur, teknologi, dan energi terbarukan di luar negeri terus meningkat, terutama melalui BRI dan investasi strategis di negaranegara berkembang maupun negara maju. Investasi Cina di Negara Berkembang: Melalui BRI. Cina telah mengucurkan dana miliaran dolar dalam bentuk pinjaman dan investasi infrastruktur di berbagai negara di Afrika. Asia Tenggara, dan Amerika Latin. Meskipun investasi ini membantu pembangunan infrastruktur di negara-negara tersebut, ketergantungan finansial yang tinggi pada Cina sering kali menimbulkan risiko utang. Hal ini menjadi tantangan bagi negara-negara berkembang yang mungkin menghadapi krisis utang jangka panjang. Investasi Teknologi dan Inovasi di Negara Maju: Di negara-negara maju, investasi Cina berfokus pada sektor-sektor strategis seperti teknologi informasi, kecerdasan buatan, dan energi terbarukan. Investasi ini memberikan keuntungan bagi perusahaan-perusahaan Cina, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran di beberapa negara, terutama Amerika Serikat dan negara-negara Uni Eropa, yang telah mulai memberlakukan pembatasan terhadap investasi asing dari Cina. Penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan proteksionisme terhadap investasi Cina di negaranegara maju dapat menghambat transfer teknologi dan mengurangi kerja sama internasional di sektor teknologi. Ketergantungan pada Rantai Pasokan Global dan Ketahanan Ekonomi JAMANIS : Jurnal Manajemen dan Bisnis Rantai pasokan global sangat bergantung pada produk dan bahan baku dari Cina, menjadikannya pusat produksi dunia. Namun, ketergantungan yang terlalu besar pada Cina menimbulkan risiko ketika terjadi gangguan dalam rantai pasokan, seperti yang terjadi pada awal pandemi COVID-19. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berbagai negara mulai mempertimbangkan strategi diversifikasi rantai pasokan, dikenal sebagai "China 1," yang bertujuan untuk membuka fasilitas produksi di negara lain sebagai langkah mitigasi risiko. Ketahanan Rantai Pasokan: Dalam hal ketahanan ekonomi, penelitian ini menemukan bahwa negara-negara seperti Jepang. Amerika Serikat, dan Uni Eropa kini mengadopsi kebijakan untuk meningkatkan produksi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor dari Cina. Strategi ini diperkuat oleh inisiatif perusahaan-perusahaan multinasional yang mulai memperluas jaringan rantai pasokan mereka di luar Cina dengan melibatkan negara-negara seperti Vietnam. India, dan Meksiko sebagai alternatif produksi. Dampak Lingkungan dan Kontribusi Cina terhadap Ekonomi Hijau Global Cina adalah salah satu penghasil emisi karbon terbesar di dunia dan konsumen energi yang signifikan. Dalam beberapa tahun terakhir. Cina telah mengalihkan fokusnya untuk mendukung energi terbarukan sebagai bagian dari komitmen menuju emisi nol bersih pada 2060. Penelitian ini menunjukkan bahwa usaha Cina dalam mengembangkan industri energi bersih dan investasi dalam teknologi ramah lingkungan telah mendorong inovasi global di sektor tersebut. Ekspansi Ekonomi Hijau: Cina juga merupakan eksportir utama panel surya, baterai kendaraan listrik, dan teknologi ramah lingkungan lainnya, yang memainkan peran penting dalam menurunkan biaya teknologi hijau secara global. Namun, transisi Cina menuju ekonomi hijau masih menghadapi tantangan besar akibat ketergantungan tinggi pada batu bara untuk memenuhi permintaan energi Jika Cina dapat mempercepat peralihannya ke energi terbarukan, dampaknya akan signifikan dalam mengurangi emisi karbon global dan meningkatkan stabilitas iklim. Implikasi Geopolitik dari Kebangkitan Ekonomi Cina Pengaruh ekonomi Cina membawa dampak geopolitik yang cukup besar. Penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan luar negeri Cina, seperti ekspansi BRI dan peningkatan pengaruh di organisasi internasional, telah memperburuk ketegangan dengan kekuatan besar lainnya, terutama Amerika Serikat. Cina menggunakan kekuatan ekonominya sebagai bagian dari strategi geopolitik untuk memperluas pengaruh politiknya di negara-negara berkembang, yang sering kali menciptakan ketergantungan ekonomi. Tantangan dan Respons dari Amerika Serikat dan Negara-Negara Barat: Ketegangan perdagangan dan teknologi antara Cina dan Amerika Serikat berdampak luas pada ekonomi global. Berbagai sanksi dan kebijakan proteksionis AS terhadap perusahaan teknologi Cina, seperti Huawei dan TikTok, mencerminkan kekhawatiran mengenai dominasi teknologi Cina. Selain itu, beberapa negara seperti India. Australia, dan negara-negara Eropa mulai mengurangi ketergantungan pada teknologi dan investasi dari Cina. Dampak terhadap Negara Berkembang: Di negara-negara berkembang. Cina telah menjadi JAMANIS : Jurnal Manajemen dan Bisnis alternatif bagi bantuan dan investasi yang sebelumnya didominasi oleh negaranegara Barat. Peningkatan posisi Cina dalam diplomasi internasional ini memberikan keuntungan bagi Cina, tetapi juga menciptakan risiko ketergantungan dan potensi krisis utang bagi negara-negara penerima. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan pengaruh geopolitik Cina di negara-negara berkembang dapat menciptakan aliansi ekonomi yang berpotensi mengubah tatanan ekonomi KESIMPULAN Penelitian ini menyoroti pentingnya peran pasar Cina dalam ekonomi global, mulai dari kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi, perdagangan internasional, hingga investasi asing langsung. Sebagai pusat produksi dunia. Cina telah menciptakan ketergantungan besar bagi banyak negara di seluruh dunia, terutama dalam rantai pasokan global. Namun, ketergantungan ini juga membawa risiko besar, terutama jika terjadi gangguan, sebagaimana yang terlihat selama pandemi COVID-19. Selain itu. Cina memainkan peran sentral dalam transisi menuju ekonomi hijau, memberikan kontribusi penting terhadap upaya global dalam mengurangi dampak perubahan iklim. Meskipun begitu, transisi ekonomi Cina menuju energi terbarukan masih menghadapi sejumlah tantangan, khususnya karena ketergantungan energi domestiknya yang tinggi pada batu bara. Dari perspektif geopolitik, kebangkitan Cina telah memunculkan tantangan baru dan meningkatkan ketegangan dengan negara-negara besar lainnya, khususnya Amerika Serikat. Hal ini berdampak pada stabilitas ekonomi dan politik global. sisi lain, melalui investasi besar di negara-negara berkembang. Cina juga memperluas pengaruhnya yang sering kali menciptakan ketergantungan ekonomi dan politik pada negara-negara penerima. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun pasar Cina menawarkan banyak peluang, negaranegara di seluruh dunia perlu mempertimbangkan strategi diversifikasi dan meningkatkan ketahanan ekonomi mereka untuk menghadapi ketidakpastian global yang mungkin timbul akibat perubahan di Cina. DAFTAR PUSTAKA