E-ISSN 2798-3846 Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 PENDAMPINGAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN BERBASIS EXCEL DI UMKM KABUPATEN MADIUN Dida Pambayun Ningtyas1*. Diyah Santi Hariyani1. Elya Fitriana1. Evy Ratna Pertiwi1. Garniz Eka Pradya Rosester1. Lalu Rahmat Sohdi1 Universitas PGRI Madiun *didapn1301@gmail. com, diyah. santi@unipma. id, elyaana23@gmail. evyratnapertiwi@gmail. com, garnizekapradyarosester@gmail. com, rahmattmat7@gmail. ABSTRAK UMKM Ratih Kreasi merupakan pelaku usaha mikro di bidang kerajinan tangan. Namun, pencatatan keuangannya masih dilakukan secara manual dan terbatas pada kas masuk dan keluar, sehingga menyulitkan dalam pengambilan keputusan bisnis yang tepat. Proyek kepemimpinan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemilik dan admin UMKM dalam menyusun laporan keuangan digital berbasis Microsoft Excel. Metode yang digunakan meliputi observasi untuk memahami sistem pencatatan awal, sosialisasi mengenai pentingnya laporan keuangan, demonstrasi pembuatan laporan keuangan digital, serta evaluasi dan monitoring pasca pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta yang kini mampu menyusun laporan laba rugi, neraca, dan arus kas secara Transformasi ini mendukung efisiensi pencatatan dan mendorong pengambilan keputusan berbasis data dalam pengelolaan UMKM. Kata Kunci: UMKM. Laporan Keuangan. Digitalisasi. Microsoft Excel. Proyek Kepemimpinan ABSTRACT Ratih Kreasi is a microenterprise engaged in the handicraft sector. However, its financial records are still maintained manually and are limited to basic cash inflows and outflows, making it difficult to support accurate business decision-making. This leadership project aims to improve the capacity of MSME owners and administrators in preparing digital financial reports based on Microsoft Excel. The methods applied include observation to understand the initial recording system, socialization regarding the importance of financial statements, demonstration of digital financial report preparation, and evaluation and monitoring after the training. The results show a significant improvement in participants' understanding and skills, as they are now able to independently prepare income statements, balance sheets, and cash flow reports in a structured manner. This transformation supports recording efficiency and encourages datadriven decision-making in MSME management. Keywords: MSME. Financial Report. Digitalization. Microsoft Excel. Leadership Project Tanggal Masuk: 28 Mei 2025 Tanggal Diterima: 25 Oktober 2025 Halaman: 70-81 Ningtyas. Hariyani. Fitriana. Pertiwi. Rosester, dan Sohdi Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. Kontribusi yang signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja menjadikan UMKM sebagai salah satu pilar penting dalam struktur ekonomi Indonesia. Namun, terlepas dari peran vital tersebut, banyak UMKM masih menghadapi persoalan mendasar dalam aspek manajemen Permasalahan utama yang sering ditemui adalah rendahnya tingkat literasi keuangan (Aisyah dkk. , 2. Selain itu, masih banyak pelaku UMKM yang memiliki kemampuan minim dalam menyusun laporan keuangan yang sistematis dan sesuai standar (Yulistina dkk. , 2. UMKM Ratih Kreasi yang bergerak di bidang kerajinan tangan di Kabupaten Madiun, merupakan contoh konkret dari permasalahan tersebut. Meskipun telah mengalami pertumbuhan usaha dari sisi jumlah pesanan dan diversifikasi produk, sistem pencatatan keuangan yang digunakan masih sangat sederhana dan manual. Pencatatan hanya dilakukan terhadap kas masuk dan kas keluar, tanpa disusun dalam format laporan keuangan seperti laporan laba rugi, neraca, maupun arus kas (Utami dkk. , 2. Kondisi ini menyebabkan pemilik usaha kesulitan untuk memantau kondisi keuangan secara akurat dan membuat perencanaan bisnis jangka panjang secara efektif (Desfiandi dkk. Masalah tersebut diperparah dengan rendahnya kemauan pelaku UMKM untuk mengadopsi sistem pencatatan berbasis teknologi. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan, ketidakpastian terhadap manfaat, serta minimnya akses terhadap pelatihan dan pendampingan. Sehingga pencatatan keuangan yang dilakukan rentan terhadap kesalahan, tidak terstruktur, dan tidak dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan yang akurat (Yuniarti dkk. , 2. Padahal, dalam konteks bisnis modern, laporan keuangan memegang peranan penting dalam mencerminkan kondisi usaha dan sebagai alat analisis dalam menentukan langkah strategis di masa depan (Dewi & Wulandari, 2. Dalam menghadapi tantangan tersebut, digitalisasi pengelolaan keuangan menjadi salah satu alternatif solusi yang relevan dan mudah diimplementasikan, terutama melalui penggunaan perangkat lunak sederhana seperti Microsoft Excel. Excel tidak hanya Ningtyas. Hariyani. Fitriana. Pertiwi. Rosester, dan Sohdi Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 mempermudah proses pencatatan transaksi keuangan, tetapi juga memungkinkan pelaku UMKM menyusun laporan keuangan secara otomatis, akurat, dan dapat diperbarui secara berkala (Utami dkk. , 2. Studi lain menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan dalam penggunaan Excel dapat meningkatkan kemampuan teknis pelaku usaha dalam menyusun laporan keuangan digital yang terstruktur (Aisyah dkk. , 2. Sebagai bentuk kontribusi dalam membangun kapasitas UMKM dalam pengelolaan keuangan, maka dilaksanakan proyek kepemimpinan yang bertujuan meningkatkan literasi keuangan digital pada UMKM Ratih Kreasi. Proyek ini tidak hanya menekankan pada transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan keterampilan teknis secara langsung melalui pendekatan partisipatif dan aplikatif. Melalui proyek kepemimpinan ini, diharapkan UMKM Ratih Kreasi dapat bertransformasi dari sistem pencatatan manual menuju pengelolaan keuangan digital yang lebih efektif dan efisien. Dengan demikian. UMKM mampu meningkatkan akuntabilitas, pengambilan keputusan berbasis data, serta daya saing usaha di tengah era digitalisasi. METODE Subjek dalam kegiatan proyek kepemimpinan ini melibatkan dua orang, yaitu pemilik UMKM Ratih Kreasi sebagai pengambil keputusan usaha dan satu orang admin keuangan yang bertugas melakukan pencatatan transaksi harian dan penyusunan laporan Keduanya berperan aktif dalam seluruh tahapan kegiatan mulai dari observasi, pelatihan, hingga pendampingan. Proyek kepemimpinan ini dirancang menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi partisipatif dan aplikatif untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan digital pada UMKM Ratih Kreasi (Qomar dkk. , 2. Kegiatan ini dilaksanakan selama empat bulan mulai Februari hingga Mei 2025, di Kabupaten Madiun. Jawa Timur. Fokus utama kegiatan adalah mendampingi pelaku UMKM dalam menyusun laporan keuangan digital berbasis Microsoft Excel yang mencakup laporan laba rugi, neraca, dan arus kas. Metode yang digunakan dalam proyek ini terdiri atas empat tahap yaitu observasi, wawancara, simulasi, dan pendampingan. Observasi Tahap awal dilakukan dengan melakukan observasi langsung terhadap sistem pencatatan keuangan yang diterapkan oleh Ratih Kreasi. Observasi ini bertujuan Ningtyas. Hariyani. Fitriana. Pertiwi. Rosester, dan Sohdi Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 untuk memahami kondisi nyata, mengidentifikasi jenis transaksi yang terjadi, serta mengevaluasi kelemahan dari metode pencatatan manual yang masih digunakan. Kegiatan ini juga mencatat alur transaksi usaha, seperti kas masuk dan keluar, piutang, serta pembelian bahan baku. Wawancara Setelah observasi, dilakukan wawancara dengan pemilik dan admin UMKM untuk menggali lebih dalam terkait hambatan, kebutuhan, dan harapan terhadap sistem pencatatan keuangan digital. Wawancara ini juga bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi digital dan kesiapan implementasi teknologi dalam kegiatan usaha sehari-hari. Pendekatan ini penting agar solusi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik UMKM (Dewi & Wulandari, 2. Simulasi dan Pelatihan Teknis Tahap ketiga adalah pemberian pelatihan dalam bentuk simulasi langsung penggunaan Microsoft Excel. Peserta diajarkan cara menginput data transaksi, membuat laporan laba rugi, neraca, dan arus kas. Template yang digunakan disesuaikan dengan jenis transaksi dan kebutuhan usaha Ratih Kreasi. Simulasi ini mengacu pada praktik pelatihan yang telah berhasil diterapkan pada UMKM Kinanthi Batik Nusantara (Utami dkk. , 2. Pendampingan dan Monitoring Pendampingan dilakukan secara berkala selama masa implementasi. Pendampingan ini mencakup asistensi teknis apabila peserta mengalami kesulitan dalam penginputan data atau memahami struktur laporan. Selain itu, dilakukan menggunakan sistem pencatatan digital. Evaluasi dilakukan secara kualitatif dengan mengamati perubahan perilaku pencatatan keuangan serta kualitas laporan keuangan yang dihasilkan. Monitoring ini menjadi kunci dalam memastikan keberlanjutan hasil dari proyek kepemimpinan (Desfiandi dkk. , 2. Ningtyas. Hariyani. Fitriana. Pertiwi. Rosester, dan Sohdi Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap Persiapan Proyek kepemimpinan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat ini dimulai dengan tahapan awal berupa observasi situasi dan kondisi UMKM sasaran, yaitu Ratih Kreasi, sebuah usaha mikro yang bergerak di bidang kerajinan tangan. Observasi dilakukan melalui wawancara langsung kepada pemilik usaha dengan tujuan menggali informasi mengenai sistem pengelolaan usaha yang sedang berjalan, terutama terkait laporan keuangan. Dari hasil wawancara, pelaku usaha mengalami kesulitan dalam menyusun laporan keuangan yang sistematis dan akurat. Selama ini pencatatan transaksi hanya dilakukan secara sederhana menggunakan buku tulis, tanpa adanya klasifikasi atau rekapitulasi yang memadai. Seluruh pencatatan masih dilakukan secara manual dan bersifat tidak konsisten. Ketidakterlibatan tenaga khusus yang menangani bagian keuangan menjadi salah satu hambatan utama yang menyebabkan laporan keuangan tidak tersusun dengan baik. Secara teoretis, laporan keuangan memiliki fungsi utama sebagai alat informasi yang menggambarkan kondisi keuangan dan kinerja suatu usaha dalam periode tertentu (Kasmir, 2. Laporan keuangan yang disusun secara sistematis memungkinkan pelaku usaha untuk mengetahui posisi keuangan, tingkat keuntungan, serta arus kas yang dimiliki, sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis yang lebih tepat (Hery, 2. Dalam konteks UMKM, keterbatasan sumber daya manusia dan rendahnya literasi akuntansi sering menjadi faktor utama yang menyebabkan laporan keuangan tidak tersusun sesuai standar (Yulistina dkk. , 2. Lebih lanjut. Ikatan Akuntan Indonesia melalui Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro. Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) menegaskan bahwa UMKM perlu menerapkan pencatatan keuangan yang sederhana, relevan, dan mudah dipahami agar informasi keuangan dapat dimanfaatkan secara optimal (IAI, 2. Pemanfaatan teknologi sederhana seperti Microsoft Excel dipandang sebagai solusi yang tepat karena mampu membantu pelaku UMKM dalam melakukan pencatatan transaksi secara terstruktur tanpa memerlukan keahlian akuntansi yang kompleks (Sari & Putra, 2. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa lemahnya kapasitas pelaku usaha dalam hal pencatatan dan pelaporan keuangan menjadi akar dari hambatan pertumbuhan Ningtyas. Hariyani. Fitriana. Pertiwi. Rosester, dan Sohdi Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 usaha yang lebih berkelanjutan. Berdasarkan kondisi tersebut, proyek kepemimpinan yang dirancang berupa program pelatihan dan pendampingan keuangan berbasis digital sederhana menggunakan Microsoft Excel, dengan harapan mampu memberikan solusi praktis dan aplikatif yang dapat diimplementasikan secara mandiri oleh pelaku UMKM. Gambar 1. Wawancara dengan Pelaku UMKM Tahap Pelaksanaan Tahap pelaksanaan merupakan kegiatan inti dari proyek kepemimpinan, yang difokuskan pada pemberian pelatihan teknis mengenai pengelolaan laporan keuangan Kegiatan ini dilaksanakan secara langsung di lokasi usaha dengan pendekatan pembelajaran partisipatif. Pelatihan dikuti oleh dua peserta, yaitu pemilik MKM Ratih Kreasi dan satu orang admin keuangan, yang keduanya terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. Peserta pelatihan tidak hanya berperan sebagai peserta pasif, tetapi juga dilibatkan secara aktif dalam setiap sesi pelatihan melalui diskusi dan praktik Materi yang disampaikan mencakup pengantar konsep dasar akuntansi, pentingnya pencatatan keuangan, serta simulasi penyusunan laporan keuangan harian dan bulanan. Dalam pelatihan ini, peserta diperkenalkan dengan Microsoft Excel sebagai alat bantu pencatatan keuangan yang mudah diakses dan digunakan. Diberikan pula template laporan keuangan sederhana yang meliputi jurnal transaksi, laporan laba rugi, laporan Ningtyas. Hariyani. Fitriana. Pertiwi. Rosester, dan Sohdi Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 arus kas, dan neraca usaha. Tim proyek menjelaskan cara penggunaan template tersebut secara bertahap, dimulai dari cara menginput data transaksi, hingga menghasilkan laporan keuangan secara otomatis berdasarkan rumus-rumus dasar Excel. Sebagai ukuran keberhasilan program, setelah pelatihan seluruh peserta . %) mampu menginput transaksi keuangan secara mandiri dan Menyusun laporan keuangan menggunakan Microsoft excel, yang sebelumnya belum dapat dilakukan oleh pelaku usaha. Selama kegiatan pelatihan, tim proyek juga memberikan buku panduan penyusunan laporan keuangan sederhana berbasis Microsoft Excel sebagai bahan pendukung pembelajaran, sehingga pelaku UMKM dapat mengikuti materi secara lebih terarah dan memiliki referensi tertulis yang dapat digunakan kembali secara mandiri setelah kegiatan selesai. Gambar 2. Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis Excel Tahap Pendampingan Setelah pelatihan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan tahap pendampingan untuk memastikan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan. Pendampingan dilakukan selama dua minggu dengan metode kunjungan lapangan dan komunikasi daring. Fokus pendampingan adalah pada praktik penggunaan template laporan keuangan, pengecekan kelengkapan pencatatan transaksi, serta pemberian umpan balik atas laporan yang telah disusun. Ningtyas. Hariyani. Fitriana. Pertiwi. Rosester, dan Sohdi Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 Pendampingan juga mencakup penguatan kebiasaan pencatatan harian secara disiplin, serta bagaimana merekap transaksi pada akhir bulan untuk dianalisis. Selain itu, pelaku usaha diberikan arahan mengenai pentingnya memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta bagaimana menggunakan laporan keuangan untuk mengevaluasi performa bisnis, menetapkan harga jual produk, dan membuat rencana usaha ke depan. Gambar 3. Tampilan Excel Laporan Keuangan Usaha Ratih Kreasi Dampak Kegiatan terhadap Pemahaman dan Performa Bisnis Program proyek kepemimpinan ini memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan literasi keuangan pelaku usaha. Salah satu indikator utama keberhasilan adalah meningkatnya pemahaman pelaku UMKM dalam mengidentifikasi jenis transaksi, mengelompokkan akun-akun keuangan secara tepat, serta menyusun laporan laba rugi dan arus kas secara mandiri. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku usaha telah mampu menerapkan prinsip-prinsip dasar akuntansi dalam praktik sehari-hari. Selain peningkatan dari aspek kognitif, kegiatan ini juga berdampak pada peningkatan kinerja usaha secara praktis. Dengan memiliki laporan keuangan yang lebih tertata, pelaku usaha dapat mengetahui kondisi aktual keuangan usahanya, seperti total pendapatan, beban operasional, serta laba bersih yang diperoleh setiap bulan. Informasi Ningtyas. Hariyani. Fitriana. Pertiwi. Rosester, dan Sohdi Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 ini sangat penting untuk mendukung proses pengambilan keputusan, seperti menentukan skala produksi, melakukan evaluasi penjualan, serta menyusun strategi pemasaran. Di samping itu, adanya laporan keuangan yang terdokumentasi dengan baik memungkinkan pelaku usaha untuk lebih percaya diri dalam menjalin kerja sama bisnis atau mengajukan pembiayaan kepada lembaga perbankan. Mereka kini memiliki dokumen keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban usaha yang dapat diverifikasi oleh pihak eksternal. Kegiatan proyek kepemimpinan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga memberdayakan pelaku UMKM untuk membangun sistem pengelolaan keuangan yang lebih tertib, efisien, dan berkelanjutan. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju transformasi digitalisasi keuangan yang lebih luas pada sektor UMKM lokal. SIMPULAN DAN SARAN Kegiatan proyek kepemimpinan yang dilaksanakan bersama UMKM Ratih Kreasi berhasil mengidentifikasi dan memberikan solusi atas permasalahan utama yang dihadapi, yaitu lemahnya pengelolaan laporan keuangan. Melalui tahapan observasi, pelatihan, dan pendampingan, pelaku usaha menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman konsep dasar akuntansi serta keterampilan teknis dalam menyusun laporan keuangan menggunakan Microsoft Excel. Pendekatan partisipatif dan berbasis kebutuhan nyata terbukti efektif dalam membangun kapasitas pelaku UMKM dalam pengelolaan keuangan usaha. Keberhasilan ini tercermin dari meningkatnya kemandirian pelaku usaha dalam mencatat transaksi, menyusun laporan keuangan bulanan, dan menggunakan data tersebut untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis. Selain itu, keberadaan laporan keuangan yang terdokumentasi juga memberikan nilai tambah dalam menjalin relasi usaha dan akses terhadap pendanaan eksternal. Implikasi utama dari proyek kepemimpinan ini adala peningkatan akuntabilitas usaha UMKM Ratih Kreasi, yang berdampak pada peningkatan kepercayaan dari pihak ensternal, khususnya Lembaga keuangan. Dengan adana laporan keuangan yang tersusun sistematasi. UMKM kini memiliki dokumen pertanggungjawaban yang kkredibbel, yang merupakan prasyarat pentinng untuk mengakses permodalan atau pembiayaan dari Ningtyas. Hariyani. Fitriana. Pertiwi. Rosester, dan Sohdi Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 perbankan atau mitra bisnis, sehingga mendukung pertumbuhan usaha yang lebih Bagi tim proyek kepemimpinan dan institusi pendidikan tinggi, kegiatan serupa perlu terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak UMKM dan memanfaatkan teknologi digital yang mudah diakses. Selain itu, kolaborasi lintas disiplin antara akademisi, pemerintah daerah, dan pelaku industri dapat menjadi kunci dalam mendorong transformasi UMKM menuju pengelolaan usaha yang lebih profesional dan berdaya saing. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada Universitas PGRI Madiun yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan proyek kepemimpinan ini. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada UMKM Ratih Kreasi yang telah bersedia menjadi mitra dalam kegiatan proyek kepemimpinan ini. DAFTAR PUSTAKA