Jurnal GICI : Jurnal Keuangan dan Bisnis Vol. 16 No. 2 Desember 2024 Available Online : https://journal. pAeISSN 2088-1312 eAeISSN 2962-004X PENGARUH PROMOSI. BRAND AMBASSADOR. DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK BODY LOTION SCARLETT WHITENING (STUDI KASUS MASYARAKAT DI KOTA DEPOK) Agustini1. Nurchaeliza2 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi GICI. Depok Tiniagus1608. at@gmail. com1, lisaaljufri03@gmail. Abstrak Tujuan dengan adanya penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui serta untuk menganalisis Pengaruh Promosi. Brand Ambassador dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian produk Body lotion Scarlett Whitening pada masyarakat di Kota Depok. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Untuk jumlah sampel daripada penelitian ini adalah berjumlah 100 responden. Hasil uji regresi menunjukkan hasil dengan angka sebesar 77,8% menjelaskan bahwa dengan faktor keputusan pembelian oleh harga, kualitas produk, dan merek sedangkan sisanya 22. 2% dijelaskan faktor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Sedangkan pada hasil uji F semua variabel menunjukkan secara simultan pengaruh antara variabel keputusan pembelian, promosi, brand ambassador dan kualitas produk secara bersamaan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan hasil analisis yaitu nilai Fhitung 116,657 lebih besar dari Ftabel =2,700. Untuk hasil uji T menunjukkan bahwa variabel promosi menunjukkan hasil thitung . dimana ttabel . mengakatan bahwa variabel promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk Body lotion pada masyarakat di Kota Depok. Sedangkan untuk variabel brand ambassador dengan hasil thitung . dimana ttabel . dan untuk variabel kualitas produk dengan hasil thitung . dimana ttabel . menunjukan hasil bahwa variabel brand ambassador dan kualitas produk tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk Body lotion pada masyarakat di Kota Depok. Variabel yang dominan dalam penelitian ini dan mempengaruhi keputusan pembelian Body lotion pada masyarakat di Kota Depok adalah variabel Kata Kunci: Promosi. Brand Ambassador. Kualitas Produk. Keputusan Pembelian Abstract The purpose of this study is to be able to determine and to analyze the effect of promotion, brand ambassador and product quality on purchasing decisions for Scarlett Whitening Body lotion products for people in Depok City. The type of research method used is quantitative method with data collection methods using a For the number of samples of this study were 100 respondents. In the regression test results show the results with a figure of 77. 8% explaining that the purchasing decision factor by price, product quality, and brand while the remaining 22. 2% is explained by other factors not examined in this study. Meanwhile, the results of the F test of all variables show that simultaneously the influence between the variables of purchasing decisions, promotion, brand ambassadors and product quality simultaneously has a significant effect on purchasing decisions with the results of the analysis, namely the Fcount value of 116. is greater than Ftable = 2. For the T test results, it shows that the promotion variable shows the tcount . where the ttable . says that the promotion variable has a significant effect on purchasing decisions for Body lotion products in the community in Depok City. Meanwhile, for the brand ambassador variable with the results of tcount . where ttable . and for the product quality variable with the results of tcount . where ttable . shows the results that the brand ambassador and product quality variables do not have a significant effect on purchasing decisions for Body lotion products in the community in Depok City. The dominant variable in this study and influencing purchasing decisions for Body lotion in the community in Depok City is the promotion variable. Keywords: Promotion. Brand Ambassador. Product Quality. Purchase Decision (*) Corresponding Author : Agustini1. Nurchaeliza, lisaaljufri03@gmail. com1, 089512743121 - 239 - Agustini1. Nurchaeliza2 / Jurnal GICI : Jurnal Keuangan dan Bisnis 16 . Desember 2024 DOI: https://doi. org/10. 58890/jkb. INTRODUCTION Seiring berkembangnya era globalisasi, dunia usaha pun terus mengalami perkembangan yang sangat Oleh karena itu, setiap perusahaan harus mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan konsumen sesuai perkembangan saat ini agar dapat menarik pembeli atas produk dan jasa yang ditawarkannya. Salah satu bisnis yang saat ini sedang menjadi perbincangan hangat di kalangan remaja adalah industri kecantikan. Beberapa tahun terakhir ini, industri kecantikan berhasil menarik perhatian seluruh remaja dan generasi muda yang mulai tertarik untuk merawat kulit dan wajahnya. Saat ini skincare dan bodycare sudah menjadi salah satu alternatif pengganti perawatan dan perbaikan kulit serta menjadi salah satu item yang Sejak masuknya budaya Korea ke Indonesia, standar kecantikan di Indonesia berubah menjadi kulit putih bersinar layaknya artis Korea. Perawatan kulit merupakan serangkaian produk yang bertujuan untuk menjaga kemurnian dan kesehatan kulit, yang bila digunakan secara rutin akan memberikan efek jangka panjang. Berbeda dengan makeup yang langsung terlihat efeknya setelah diaplikasikan. Berbeda dengan penggunaan produk perawatan kulit yang membutuhkan proses panjang untuk melihat hasilnya. Banyak brand skincare bermunculan dan bersaing di pasar. Dalam keadaan seperti itu, para pengusaha memanfaatkan hal tersebut dan berlomba-lomba menawarkan produk yang mereka butuhkan untuk menarik perhatian konsumen. Banyak sekali produk kecantikan yang beredar di pasaran, baik dari jenis produk, manfaat, maupun merek yang tersedia. Salah satu produk yang berhasil menarik perhatian konsumen adalah produk Scarlett Whitening. Scarlet Whitening diproduksi oleh PT. Motto Beringin Abadi. Bogor. Indonesia. Seluruh produk Scarlet Whitening telah diuji oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia (BPOMRI). Scarlett Whitening juga merupakan lini produk perawatan kulit yang mencakup banyak lini produk seperti perawatan wajah, perawatan tubuh, dan perawatan rambut. Scarlet Whitening berfokus pada beragam produk perawatan pemutih dan pencerah kulit tubuh dan wajah. Setiap produknya mengandung glutathione, niacinamide, dan vitamin E yang semuanya bagus untuk membuat kulit Anda lebih bersinar dan sehat. Salah satu brand ambassador yang sangat berpengaruh terhadap peningkatan penjualan dan pendapatan Scarlett Whitening, yaitu boyband K-POP EXO yang berasal dari korea. EXO dipilih sebagai brand ambasador dengan berbagi alasan, seperti popularitas, dan citra positif yang dimiliki EXO. Ketepatan Scarlett Whitening dalam memilih EXO sebagai brand ambassador mendapat respon yang sangat positif oleh penggemar. Dalam upaya meningkatkan keternaran merek dan menarik perhatian konsumen. Scarlett Whitening melibatkan EXO dalam berbagai aktivitas promosi. Salah satu promosi yang dilakukan adalah dengan melakukan Live Tiktok. Selain brand ambassador, kualitas produk juga dapat mempengaruhi keputusan pembelian seorang Oleh karena itu, kualitas produk mengacu pada kemampuan produk untuk memenuhi tujuan, tujuan yang dimaksudkan ini mencakup pada manfaat produk, keandalan, kemudahan penggunaan dan pemeliharaan diantara kualitas produk lainnya. Dengan kualitas produk yang baik serta harga yang ditawarkan Scarlett Whitening terjangkau. Scarlett Whitening berhasil membentuk target pasar dan segmentasi pasar yang sesuai untuk kalangan remaja sampai kalangan dewasa dengan tepat. Scarlett Whitening ingin membuktikan bahwa kualitas produk lokal mampu bersaing di tengah persaingan pasar global yang sangat ketat. Dengan begitu. Scarlett Whitening memilki keunggulan produk dan bernilai guna bagi konsumen. Maka dari itu, berdasarkan latar belakang di atas penulis tertarik unruk melakukan penelitian yang berjudul AuPengaruh Promosi. Brand Ambassador, dan Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian Body lotion Scarlett Whitening (Studi Kasus Masyarakat Di Kota Depo. METHODS Jenis metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Penelitian kuantitatif menekankan pada pengujian teori melalui pengukuran variabel penelitian dengan tingkatan dan melakukan analisis data dengan prosedur statistik. Dalam penelitian ini penulis akan menggunakan jenis metode penelitian survei, yaitu dengan cara menggumpulkan informasi dari responden melalui kuesioner. - 240 - Agustini1. Nurchaeliza2 / Jurnal GICI : Jurnal Keuangan dan Bisnis 16 . Desember 2024 DOI: https://doi. org/10. 58890/jkb. RESULTS & DISCUSSION Results Uji Kualitas Data Langkah selanjutnya yang di lakukan setelah mengetahui berbagai tanggapan atas responden adalah melakukan uji kualitas data. Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah berbagai item pernyataan atau indikator yang di gunakan tersebut valid atau tidak serta reliabel atau tidak. Hal ini penting karena salah satu syarat bahwa sebuah data dapat dilakukan uji hipotesis adalah harus valid dan reliabel. Uji Validitas Tabel 1. Hasil Uji Validitas Variabel Promosi NO. INDIKATOR Advertising (Periklana. Sales Promotion Public Relation Personal Selling 0,471 0,547 0,558 0,455 0,600 0,582 0,487 0,465 SIMPULAN VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID KETERANGAN Karena nilai rhitung > 0,3 Karena nilai rhitung > 0,3 Karena nilai rhitung > 0,3 Karena nilai rhitung > 0,3 Karena nilai rhitung > 0,3 Karena nilai rhitung > 0,3 Karena nilai rhitung > 0,3 Karena nilai rhitung > 0,3 Berdasarkan data diatas semua nilai rhitung yang disajikan pada kolom Corrected Item- Total Correlation adalah valid karena hasil perhitungan menggunakan SPSS tersebut menunjukkan semua nilai diatas 0,3. Sehingga dapat dikatakan bahwa semua item-item pernyataan dalam indikator variabel promosi dapat digunakan untuk uji-uji selanjutnya. Tabel 2. Hasil Uji Validitas Variabel Brand Ambassador NO. INDIKATOR Visibility (Kepepulera. Credibility Attraction (Daya Tari. Power (Kekuata. 0,756 0,674 0,616 0,530 0,647 0,677 0,797 0,584 SIMPULAN VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID KETERANGAN Karena nilai rhitung > 0,3 Karena nilai rhitung > 0,3 Karena nilai rhitung > 0,3 Karena nilai rhitung > 0,3 Karena nilai rhitung > 0,3 Karena nilai rhitung > 0,3 Karena nilai rhitung > 0,3 Karena nilai rhitung > 0,3 Berdasarkan data diatas semua nilai rhitung yang disajikan pada kolom Corrected Item- Total Correlation adalah valid karena hasil perhitungan menggunakan SPSS tersebut lebih besar dari 0,3. Sehingga dapat dikatakan bahwa semua item-item pernyataan dalam indikator variabel brand ambassador dapat digunakan untuk uji-uji selanjutnya. Tabel 3. Hasil Uji Validitas Variabel Kualitas Produk NO. INDIKATOR Performance (Kinerj. Durability Conformance to Features (Fitu. 0,603 0,621 0,632 0,630 0,546 0,697 0,561 SIMPULAN VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID - 241 - KETERANGAN Karena nilai rhitung > 0,3 Karena nilai rhitung > 0,3 Karena nilai rhitung > 0,3 Karena nilai rhitung > 0,3 Karena nilai rhitung > 0,3 Karena nilai rhitung > 0,3 Karena nilai rhitung > 0,3 Agustini1. Nurchaeliza2 / Jurnal GICI : Jurnal Keuangan dan Bisnis 16 . Desember 2024 DOI: https://doi. org/10. 58890/jkb. Reliability (Keandala. Aesthetics (Estetika P10 P11 P12 0,521 0,596 0,694 0,589 0,620 VALID VALID VALID VALID VALID Karena nilai rhitung > 0,3 Karena nilai rhitung > 0,3 Karena nilai rhitung > 0,3 Karena nilai rhitung > 0,3 Karena nilai rhitung > 0,3 Berdasarkan data diatas semua nilai rhitung yang disajikan pada kolom Corrected Item- Total Correlation adalah valid karena hasil perhitungan menggunakan SPSS tersebut lebih besar 0,3. Sehingga dapat dikatakan bahwa semua item-item pernyataan dalam indikator variabel kualitas produk dapat digunakan untuk uji-uji selanjutnya. Tabel 4. Hasil Uji Validitas Variabel Keputusan Pembelian NO. INDIKATOR Pilihan Produk Pilihan Merek Pilihan Saluran Distribusi Waktu Pembelian Jumlah Pembelian P10 0,555 0,507 0,677 0,558 0,341 0,689 0,578 0,413 0,558 0,544 SIMPULAN VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID KETERANGAN Karena nilai rhitung > 0,3 Karena nilai rhitung > 0,3 Karena nilai rhitung > 0,3 Karena nilai rhitung > 0,3 Karena nilai rhitung > 0,3 Karena nilai rhitung > 0,3 Karena nilai rhitung > 0,3 Karena nilai rhitung > 0,3 Karena nilai rhitung > 0,3 Karena nilai rhitung > 0,3 Berdasarkan data diatas semua nilai rhitung yang disajikan pada kolom Corrected Item- Total Correlation adalah valid karena hasil perhitungan menggunakan SPSS tersebut lebih besar 0,3. Sehingga dapat dikatakan bahwa semua item-item pernyataan dalam indikator variabel keputusan pembelian dapat digunakan untuk uji-uji selanjutnya. Uji Reliabilitas Tabel 5. Hasil Uji Reliabilitas NO. VARIABEL Promosi Crobanch a 0,803 SIMPULAN Reliabel Brand Ambassador 0,887 Reliabel Kualitas Produk 0,892 Reliabel Keputusan Pembelian 0,842 Reliabel KETERANGAN Karena Crobanch a > Karena Crobanch a > Karena Crobanch a > Karena Crobanch a > Data diatas menunjukkan bahwa semua nilai CronbachAos Alpha yang tertera dalam tabel Reability Statistics . hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS untuk masing-masing variabel lebih besar dari 0,6 sehingga dapat dikatakan bahwa semua instrumen penelitian ini handal . dan dapat digunakan untuk uji selanjutnya. Hasil Uji Asumsi Klasik Setelah melakukan uji kualitas data dan semua data yang dihasilkan layak untuk digunakan dalam uji selanjutnya maka yang perlu dilakukan adalah uji asumsi kalsik. Uji ini wajib dilakukan sebelum seseorang melakukan analisis regresi linier berganda. Adapun uji klasik yang dilakukan dalam penelitian - 242 - Agustini1. Nurchaeliza2 / Jurnal GICI : Jurnal Keuangan dan Bisnis 16 . Desember 2024 DOI: https://doi. org/10. 58890/jkb. ini meliputi: . uji normalitas, . uji multikolinieritas dan . uji heteroskedastisitas. Hasil Uji Normalitas Gambar 1. Hasil Uji Normalitas Pada gambar diatas terlihat bahwa data berdistribusi secara normal. Hal ini ditunjukkan oleh gambar histogram tidak mirik ke kanan maupun ke kiri sehingga model regresi layak digunakan untuk memprediksi keputusan pembelian. Gambar 2. Hasil Uji Normalitas (P-plo. Pada Gambar diatas menunjukkan bahwa titik-titik berada didekat garis dan mengikuti garis Sehingga dapat dikatan data tersebut berkontribusi secara normal dan model regresi layak Uji Multikolinieritas Uji multikolinieritas bertujuan untuk melihat apakah terdapat korelasi antara variabel bebas atau tidak. Multikolinieritas dilakukan dengan melihat nilai Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF). Dikatakan tidak terjadi multikolinieritas jika nilai tolerance > 0,1 atau VIF < 10. Di bawah ini disampaikan hasil uji multikolinieritas dengan melihat Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF) nya VARIABEL Promosi Brand Ambassador Kualitas Produk Tabel 6. Hasil Uji Multikolinieritas COLLINEARITY STATISTICS TOLERANCE VIF HASIL SIMPULAN HASIL SIMPULAN 0,992 >0,1 1,008 < 10 0,999 >0,1 1,001 < 10 0,992 >0,1 1,008 < 10 Berdasarkan data diatas dapat dilihat bahwa SPSS untuk nilai tolerance diatas 0,1 atau nilai VIF nya di bawah 10, maka dapat diartikan bahwa tidak terjadi multikolinieritas atau tidak terjadi korelasi antara variabel bebasnya. - 243 - Agustini1. Nurchaeliza2 / Jurnal GICI : Jurnal Keuangan dan Bisnis 16 . Desember 2024 DOI: https://doi. org/10. 58890/jkb. Hasil Uji Hipotesis Setelah semua data dinyatakan layak untuk dilakukan uji selanjutnya, maka langkah terakhir yang dilakukan adalah melakukan uji hipotesis. Uji ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah sekaligus dugaan sementara atas jawaban rumusan masalah tersebut yang tertuang dalam hipotesis. Beberapa hal yang termasuk ke dalam uji hipotesis ini anatara lain persamaan regresi, uji F . ji simulta. , koefisien determinasi (R. dan uji t . ji parsia. Persamaan Regresi Linier Berganda Tabel 7. Hasil Uji Regresi Berganda Coefficientsa Standardize Unstandardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta ,814 2,804 ,290 1,158 ,063 ,879 18,48 ,059 ,041 ,068 1,438 ,019 ,032 ,028 ,585 Model 1 (Constan. Promosi_ Brand_Ambassador Kualitas_Produk Sig. ,772 ,000 Collinearity Statistics Toleranc VIF ,154 ,560 ,992 1,008 ,999 1,001 ,992 1,008 Melihat nilai Unstandardized Coefficients Beta di atas, maka dapat ditentukan persamaan regresi liniear berganda yang di hasilkan dari penelitian ini, sebagai berikut: Y= 0. 814 1,158 X1 0,059 X2 0,019 X3 Yang berarti bahwa : Konstanta sebesar 0,814 yang berarti jika variabel promosi, brand ambassador. Kualitas Produk dianggap tetap maka variabel Keputusan Pembelian hanya sebesar 0,814. Koefisiensi regresi variabel promosi diperoleh nilai sebesar 1,158 artinya jika variabel promosi mengalami kenaikan sebesar satu poin sementara variabel brand ambassador dan kualitas produk diasumsikan tetap maka keputusan pembelian akan mengalami kenaikan 1,158. Koefisiensi regresi variabel brand ambassador diperoleh nilai sebesar 0,059 artinya jika variabel brand ambassador mengalami kenaikan satu poin sementara promosi dan kualitas produk diasumsikan tetap maka keputusan pembelian akan mengalami kenaikan sebesar 0,059. Koefisiensi regresi variabel Kualitas Produk diperoleh nilai sebesar 0,019 artinya jika variabel kualitas produk mengalami kenaikan sebesar satu poin sementara variabel promosi dan brand ambassador diasumsikan tetap maka keputusan pembelian akan mengalami kenaikan sebesar 0,019. Hasil Uji F (Uji Simulta. Tabel 8. Hasil Uji F ANOVAa Model Regression Sum of Squares 985,664 Mean Square 328,555 2,816 Residual 270,376 Total 1256,040 - 244 - 116,657 Sig. ,000b Agustini1. Nurchaeliza2 / Jurnal GICI : Jurnal Keuangan dan Bisnis 16 . Desember 2024 DOI: https://doi. org/10. 58890/jkb. Dari tabel diatas dapat dilihat Fhitung yang diolah menggunakan SPSS adalah sebesar 116,657. Sementara nilai Ftabel yang dilihat pada tabel nilai. Nilai untuk distribusi nilai F 2,700. Dimana nilai Fhitung 116,657 lebih besar dari Ftabel =2,700. Ini berarti bahwa variabel indenpenden yang terdiri dari promosi, brand ambassador, dan kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian Body lotion Scarlett Whitening di masayarakat Kota Depok. Koefisien Determinasi (R. Tabel 9. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Model ,886a Model Summaryb Adjusted R Std. Error of R Square Square the Estimate ,785 ,778 1,678 DurbinWatson 1,913 Tabel tersebut menunjukkan nilai Adjusted R Square sebesar 0,778 atau 77,8%. Ini berarti variabel independen . yang terdiri dari promosi, brand ambassador, dan kualitas produk secara bersama-sama mempengaruhi variabel dependen . yaitu keputusan pembelian produk Body lotion Scarlett Whitening di masyarakat Kota Depok sebesar 77,8% sedangkan sisanya 22,2% dipengaruhi variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Hasil Uji t (Uji Parsia. Langkah terakhir yang harus dilakukan adalah melakukan Uji t atau yang lebih dikenal dengan nama Uji Parsial. Jika Uji F bertujuan untuk melihat pengaruh secara bersama-sama, maka Uji t ini bertujuan untuk melihat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependennya secara parsial atau sendirisendiri. Tabel 10. Hasil Uji t (Uji Parsia. Promosi Brand Ambassador Thitung 18,483 1,438 Ttabel >1,985 <1,985 Sig HASIL a= 5% 0,000 <0,05 0,154 >0,05 Kualitas Produk 0,585 <1,985 0,560 VARIABEL >0,05 KESIMPULAN Berpengaruh Signifikan Tidak Berpengaruh Signifikan Tidak Berpengaruh Signifikan Guna menetukan H0 maupun H1 yang ditolak atau diterima maka nilai thitung di atas dapat dibandingkan dengan nilai ttabel pada signifikan 5% . = 0,. Nilai ttabel pada tingkat signifikan 5% . = 0,. adalah 1,985. Dengan membandingkan thitung dan ttabel maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Secara parsial promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk Body lotion Scarlett Whitening pada masyarakat di Kota Depok karena thitung . > ttabel . serta nilai signifikannya dibawah 0,05. Secara parsial brand ambassador tidak berpengaruh signifikan keputusan pembelian produk Body lotion Scarlett Whitening pada masyarakat di Kota Depok karena thitung . < ttabel . serta nilai signifikannya diatas 0,05. Secara parsial kualitas produk tidak berpengaruh signifikan keputusan pembelian produk Body lotion Scarlett Whitening pada masyarakat di Kota Depok karena thitung . < ttabel . serta nilai signifikannya diatas 0,05. DISCUSSION Berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan diawal dimana sampai saat ini masih ditemukan kendala di Scarlett Whitening khususnya mengenai keputusan pembelian sehingga perlu dilakukan - 245 - Agustini1. Nurchaeliza2 / Jurnal GICI : Jurnal Keuangan dan Bisnis 16 . Desember 2024 DOI: https://doi. org/10. 58890/jkb. penelitian diantaranya dengan menggunakan variabel promosi, brand ambassador, dan kualitas produk maka setelah melakukan penelitian tersebut peneliti mulai menemukan jawaban. Dari ketiga variabel bebas . terdapat dua variabel yang tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk body lotion oleh masyarakat Kota Depok. Sedangkan variabel promosi sangat berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk body lotion oleh masyarakat Kota Depok. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa variabel promosi memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian oleh masyarakat Kota Depok. Hal ini berdasarkan hasil uji menggunakan SPSS yang memiliki nilai thitung sebesar 18,483 dimana nilai ini lebih besar dari ttabel yaitu 1,985. Hal ini dikarenakan promosi yang dilakukan oleh perusahaan menggunakan beberapa metode, diantaranya adalah sosial media melalui instagram, tiktok, dan youtube. Metode ini terbukti sangat menarik dimana para konsumen yang rata-rata berusia di kisaran 17-22 tahun aktif dalam penggunaan sosial media baik untuk mencari refrensi pembelian produk hingga keputusan dalam memilih produk yang cocok untuk Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa variabel brand ambassador tidak berpengaruh signifikan terhadap kepeutusan pembelian produk body lotion oleh masyarakat Kota Depok. Hasil SPSS menunjukkan nilai thitung nya adalah 1,438 dimana nilai tersebut lebih kecil dari ttabel nya 1,985. Dimana ini berarti thitung < ttabel atau 1,438 < 1,985. Serta nilai signifikannya diatas 0,05 yaitu 0,154. Ini artinya konsumen setuju brand ambassador memiliki dampak terhadap keputusan pemebelian namun setelah dilakukan survey ternyata brand ambassador tidak terlalu berpengaruh terhadap keputusan Selanjutnya mengenai variabel kualitas produk, hasil SPSS menunjukkan nilai thitung nya adalah 0,585 dimana nilai tersebut lebih kecil daripada ttabel nya yaitu 1,985. Hal ini membuat variabel kualitas produk tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Hal ini disebabkan karena kualitas mungkin bukan faktor utama jika produk sejenis dengan manfaat dan harga yang kompetitif dapat mempengaruhi konsumen untuk keputusan pembelian. Misalnya produk dengan kualitas rendah tetapi dengan manfaat yang sesuai dengan kebutuhan konsumen bisa lebih menarik. Tidak berpengaruhnya brand ambassador dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian dapat disebabkan karena perubahan tren yang terjadi pendapat konsumen terhadap suatu produk bisa berubah seiring waktu dan brand ambassador mungkin tidak selalu bisa mengikuti perubahan tren. Jika produk atau merek tidak lagi relevan dengan kebutuhan atau keinginan konsumen maka pengaruh brand ambassador terhadap produk yang disampaikan akan berkurang. Meskipun kualitas produk sering dianggap sebagai faktor utama dalam keputusan pembelian tapi setelah dilakukan survey ternyata kualitas produk tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk body lotion pada masyarakat di Kota Depok ini dapat disebabkan oleh Strategi pemasaran dan promosi yang efektif dapat meningkatkan kesadaran dan preferensi terhadap merek tanpa mempertimbangkan secara langsung faktor kualitas produk. Pengaruh dari iklan, endorser, atau promosi di media sosial dapat membuat konsumen lebih tertarik untuk membeli produk meskipun kualitasnya tidak terlalu berbeda dari pesaingnya. CONCLUSION Sesuai dengan uraian-uraian diatas serta hasil analisis dan intepretasi data yang telah dijelaskan sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan, sebagai berikut: Secara parsial promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk body lotion pada masyarakat di Kota Depok. Secara parsial brand ambassador tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk body lotion pada masyarakat di Kota Depok. Secara parsial kualitas produk tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk body lotion pada masyarakat di kota depok. Secara simultan promosi, brand ambassador, dan kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian body lotion Scarlett Whitening masyarakat di Kota Depok REFERENCES