Jurnal Pendidikan Multidisipliner Volume 8 Nomor 11. November 2025 ISSN: 27342488 PENGARUH LATIHAN PADUAN SUARA TERHADAP DISIPLIN DAN KEKOMPAKAN SISWA DI SMP NEGERI 5 KUPANG Petra Juitha Nenobesi1. Katharina Kojaing2 Email: nenobesipetra230@gmail. com1, kojaingkatharina@gmail. Universitas Katolik Widya Mandira Kupang ABSTRAK Pendidikan di tingkat sekolah menengah pertama memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan potensi kreatif siswa. Salah satu bentuk pengembangan karakter yang efektif adalah melalui kegiatan ekstrakurikuler paduan suara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh pendampingan paduan suara terhadap peningkatan kedisiplinan dan kekompakan siswa di SMP Negeri 5 Kupang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian mengkaji proses pendampingan, metode latihan, serta perubahan perilaku siswa selama mengikuti kegiatan paduan suara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan yang dilakukan secara terstruktur, terjadwal, dan konsisten mampu meningkatkan kedisiplinan siswa terutama dalam aspek ketepatan waktu, komitmen terhadap aturan kelompok, dan tanggung jawab individu terhadap peran masing-masing dalam kelompok. Selain peningkatan kedisiplinan, kegiatan paduan suara juga memperkuat kekompakan, rasa kebersamaan, serta kepercayaan diri siswa. Faktor pendukung utama keberhasilan kegiatan ini meliputi motivasi siswa, dukungan guru pembina, serta penggunaan lagu daerah seperti nina noi yang memperkaya nilai budaya sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas lokal. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa paduan suara bukan hanya kegiatan seni, tetapi juga media pembinaan karakter yang efektif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan modern. Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran seni musik disarankan untuk diperkuat sebagai bagian integral dalam pembinaan karakter di sekolah. Kata Kunci: Paduan Suara. Kedisiplinan. Kekompakan. Pendidikan Karakter. Sekolah Menengah. ABSTRACT Education at the junior high school level plays a strategic role in shaping students' character, discipline, and creative potential. One effective form of character development is through extracurricular choir activities. This study aims to describe the effect of choir mentoring on improving discipline and cohesiveness among students at SMP Negeri 5 Kupang. Using a qualitative descriptive approach, the study examined the mentoring process, practice methods, and changes in student behavior during choir activities. The results indicate that structured, scheduled, and consistent practice can improve student discipline, particularly in aspects of punctuality, commitment to group rules, and individual responsibility for their respective roles within the group. In addition to improving discipline, choir activities also strengthen student cohesiveness, a sense of togetherness, and self-confidence. Key contributing factors to the success of these activities include student motivation, support from the supervising teacher, and the use of regional songs such as nina noi, which enrich cultural values and foster pride in local identity. The implications of this research indicate that choir is not only an artistic activity, but also an effective and relevant character development medium for modern education. Therefore, it is recommended that learning music activities be strengthened as an integral part of character development in schools. Keywords: Choir. Discipline. Cohesiveness. Character Education. Secondary School. PENDAHULUAN Pendidikan di tingkat sekolah menengah pertama (SMP) berperan sangat penting dalam membentuk karakter, kreativitas, dan bakat siswa. Salah satu bentuk pengembangan bakat dan kemampuan siswa adalah melalui kegitan pembelajaran. Dalam dunia pendidikan itu sendiri bertujuan untuk mendorong perkembangan potensi peserta didik sehingga mereka berkembang menjadi individu yang beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki akhlak mulia, kesehatan, pengetahuan, kecakapan, kreatifitas, kemandirian serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab, sejalan dengan prinsip- prinsip (Undangundang No. 20 Tahun 2. (Utami, 2. Dua jenis kegiatan utama yang digunakan untuk melaksanakan pendidikan di sekolah adalah kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Kegiatan terpenting di sekolah yang mengikuti kurikulum yang telah ditentukan disebut kegiatan intrakurikuler. Kegiatan ini menjadi fokus utama dalam proses pembelajaran di dalam kelas karena dirancang secara terencana dan terstruktur untuk mengembangkan kemampuan akademik peserta didik. Melalui kegiatan intrakurikuler, siswa memperoleh kesempatan untuk mengasah potensi, minat, dan bakat yang sesuai dengan mata pelajaran yang dipelajari, sekaligus membentuk sikap dan karakter yang positif. Pelaksanaan kegiatan intrakurikuler bertujuan tidak hanya untuk memberikan pengetahuan intelektual, tetapi juga mengintegrasikan pengembangan karakter dan kemampuan sosial siswa dalam lingkungan pembelajaran formal. Dengan demikian, pembelajaran di kelas menjadi sarana penting bagi pengembangan diri siswa secara menyeluruh (Nauli, 2. Dalam konteks pembelajaran di kelas, minat belajar siswa sangat berperan penting dalam mewujudkan potensi optimal siswa. Jika seorang siswa kehilangan minat terhadap materi pelajaran, maka proses pembelajaran akan terganggu dan hasilnya menjadi kurang Oleh karena itu, minat belajar menjadi faktor kunci yang mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar. Pembelajaran sendiri merupakan suatu aktivitas yang bertujuan untuk mencapai perubahan positif pada peserta didik melalui penguasaan materi secara efektif (Geni, 2021:. Pendidikan seni, khususnya seni musik dan seni budaya, berperan strategis dalam membangun karakter (Wizari, 2. Seni tidak hanya mengembangkan kreativitas, tetapi juga menanamkan nilai-nilai seperti kerjasama, disiplin, dan kepekaan sosial (Heristian. Paduan suara, sebagai salah satu bentuk kegiatan seni musik di sekolah, menjadi media yang efektif dalam pembentukan karakter siswa (Oktari, 2. Paduan suara adalah aktivitas musik yang melibatkan sekelompok orang yang menyanyikan lagu secara bersamasama. Kegiatan ini tidak hanya sekadar menyanyi, tetapi juga melibatkan koordinasi, disiplin, serta latihan yang terorganisir. Dalam paduan suara, setiap individu perlu menjaga keharmonisan vokal, disiplin dalam latihan, dan berusaha mencapai hasil terbaik dalam setiap Paduan suara bukan sekadar kegiatan bernyanyi bersama, tetapi juga merupakan media yang mengajarkan nilai-nilai penting seperti kerja sama, tanggung jawab, dan disiplin. Kegiatan ini mengharuskan siswa untuk berlatih secara rutin, menghafal lirik, menjaga kekompakan suara, dan mengikuti instruksi dengan baik. Paduan suara dapat menjadi wadah yang sangat efektif dalam membangun kedisiplinan siswa. Dalam latihan paduan suara,siswa harus datang tepat waktu, mengikuti jadwal latihan, menghafal lirik lagu, dan menjaga keharmonisan suara. Semua ini mengajarkan siswa untuk menghargai waktu, melatih ketekunan, dan meningkatkan rasa tanggung jawab. Rendahnya disiplin menjadi permasalahan yang nyata di banyak sekolah dasar, terutama di wilayah seperti di SMP 5 Negeri Kupang. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa siswa kelas Vi di sekolah ini memiliki tingkat kedisiplinan yang rendah, terlihat dari tingginya angka keterlambatan dan kurangnya partisipasi dalam kegiatan Kondisi ini diperparah dengan belum adanya program berbasis seni dan budaya yang dapat memfasilitasi pembinaan karakter siswa. Kondisi sosial-ekonomi yang menengah ke bawah juga menjadi salah satu faktor penghambat pembentukan disiplin siswa di rumah. Padahal, integrasi kegiatan berbasis seni dan budaya lokal seperti paduan suara terbukti mampu meningkatkan karakter disiplin siswa melalui aktivitas yang menyenangkan dan Pendampingan Paduan suara dipilih dalam pengabdian ini karena mampu membangun kedisiplinan melalui proses latihan yang terstruktur dan kolaboratif Istilah "disiplin" berasal dari bahasa Latin, dan artinya latihan, pendidikan moral, dan Agustin Suskses Dakhi . menggambarkan disiplin sebagai sikap yang konsisten dalam melakukan sesuatu dan keinginan untuk mematuhi aturan organisasi atau institusi Disiplin didefinisikan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai suatu ketaatan atau kepatuhan terhadap aturan atau tata tertib. Hal serupa juga diungkapkan dalam buku Manajemen Pendidikan Teori. Kebijakan, dan Praktik, yang ditulis oleh Musfah menjelaskan bahwa disiplin adalah suatu kepatuhan yang muncul karena kesadaran dan dorongan dari dalam diri orang itu (Musfah, 2015:. Disiplin cenderung berhubungan dengan tata tertib atau peraturan. Disiplin didefinisikan oleh Soegeng Prijodarminto sebagai keadaan yang dibentuk oleh tindakan dan sikap manusia yang menunjukkan nilai-nilai seperti ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan, dan ketertiban (Soegeng Prijodarminto, 1. Kedisiplinan sangat penting untuk membentuk suatu keteraturan dan ketertiban di suatu lembaga (Suhardi, 2. Slamet AsyAoari menyimpulkan disiplin memiliki manfaat bagi siswa untuk membuat kehidupan mereka lebih teratur dan tertib. Disiplin bukan hanya patuh pada aturan melainkan juga berarti berkomitmen, ketekunan, dan tanggung jawab dalam proses belajar-mengajar. Siswa yang memiliki disiplin yang kuat dapat membangun kebiasaan belajar yang baik, mengelola waktu dengan baik, dan fokus pada pencapaian tujuan akademik mereka. Tujuan kedisiplinan siswa di sekolah, menurut Agustin https://dinastirev. org/JMPIS Vol. No. Desember 2024 456 | Page Sukses Dakhi dalam buku "Kiat Sukses Meningkatkan Disiplin Siswa" . adalah dimaksudkan antara lain untuk menumbuhkan siswa menjadi orang yang beriman, bertakwa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, dan mandiri. melatih siswa untuk menjadi orang yang tangguh, cerdas, kreatif, terampil, dan serta mempunyai etika kerja yang baik. menciptakan keamanan, kenyamanan, dan ketentraman di sekolah. dan manjalin hubungan sosial dengan orang lain di lingkungan mereka. Berkaca dari banyaknya manfaat dari disiplin, menjadikan pendidikan disiplin penting dilaksanakan dimanapun individu berada, termasuk di sekolah. Menurut buku Imam Musbikin "Pendidikan Karakter Disiplin" . , tanpa memiliki sikap disiplin yang baik, suasana lingkungan sekolah dan lebih khususnya di kelas akan menjadi kurang kondusif untuk kegiatan pembelajaran, sehingga kualitas pendidikan di sekolah menjadi rendah. Pada umumnya, siswa yang sering melakukan pelanggaran terhadap peraturan sekolah tidak dapat memaksimalkan potensi serta prestasinya. Tidak disiplin juga dapat mendorong siswa untuk berperilaku menyimpang dan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan peraturan Tanpa disiplin menyebabkan siswa tidak dapat bertanggung jawab dan mengendalikan diri dari berbagai tindakan menyimpang yang ada di sekitar mereka (Mamonto dkk. , 2. Kebaruan dari pengabdian ini terletak pada pendekatan yang digunakan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa, yaitu melalui pendampingan paduan suara. Penelitian sebelumnya banyak membahas pendidikan karakter dan disiplin siswa melalui metode pembelajaran konvensional atau pendekatan berbasis regulasi sekolah, namun penelitian ini mengintegrasikan kegiatan seni, khususnya paduan suara, sebagai strategi dalam membentuk karakter disiplin siswa. Selain itu, kebaruan lainnya terletak pada konteks lokal yang digunakan, yakni pemilihan lagu daerah nina noi sebagai materi latihan. Pendekatan berbasis budaya ini tidak hanya meningkatkan disiplin siswa, tetapi juga memperkuat rasa kecintaan terhadap budaya lokal. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi baru dalam bidang pendidikan dengan mengaitkan pembelajaran musik dengan pembentukan karakter disiplin siswa secara kontekstual. Metode pendampingan yang dilakukan secara bertahap dan berbasis partisipasi siswa juga menjadi salah satu aspek kebaruan dalam penelitian ini. Penelitian ini tentu saja berbeda dengan penelitian sebelumnya seperti penelitian yang dilakukan oleh Dewi. Asril, & Handayani . yang meneliti pengaruh kegiatan seni terhadap kedisiplinan self-regulation anak sekolah dasar. Penelitian yang dilakukan oleh Sofyan & Susetyo . mengkaji bagaimana pembelajaran seni musik di SMP dapat menjadi sarana penanaman nilai karakter. Studi ini menemukan bahwa seni musik membantu siswa dalam mengembangkan sikap disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab sosial. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Martini. Matsuri, & Ardiansyah . menganalisis implementasi pendidikan seni tari berdasarkan teori Ki Hajar Dewantara di sekolah dasar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pendidikan seni tidak hanya meningkatkan keterampilan siswa dalam bidang seni, tetapi juga dalam membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab. Penelitian terdahulu telah menunjukkan bahwa keterlibatan siswa dalam pembelajaran seperti paduan suara dapat meningkatkan kedisiplinan dan rasa percaya diri (Rahwadan,2. Oleh karen itu dengan adanya latar belakang ini peneliti ingin mengkaji lebih dalam bagaiman proses paduan suara dapat mempengaruhi sikap disipin di SMP 5 Negeri Kupang. Sehingga peneliti tertarik untuk mengkaji mengenai AuPengaruh Latihan Paduan Suara terhadap disiplin dan kekompakan siswa di Smp Negeri 5 kupangAy. ME TODE PE NE LITIA N Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif deskriptif yang mengintegrasikan metode imitasi dan drill dalam pelaksanaan pembelajaran paduan suara di SMP Negeri 5 Kupang. Nusa Tenggara Timur. Metode tindakan kelas dipilih karena memungkinkan peneliti untuk secara langsung terlibat dalam proses pembelajaran serta melakukan perbaikan dan evaluasi secara berkelanjutan selama kegiatan berlangsung. Metode imitasi digunakan sebagai teknik pembelajaran dengan cara meniru secara langsung contoh nyanyian yang diberikan oleh guru atau media pembelajaran, sehingga siswa dapat memahami nada dan irama lagu secara akurat. Selanjutnya, metode drill diterapkan melalui latihan berulang yang bertujuan memperkuat penguasaan teknik vokal dan keterampilan musikal siswa. Data yang diperoleh dari pelaksanaan pembelajaran ini kemudian diolah secara deskriptif untuk menganalisis pengaruh kegiatan paduan suara terhadap perkembangan kedisiplinan dan kekompakan siswa. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengembangan diri dalam kelas melibatkan berbagai program pembelajaran yang disusun untuk menunjang perkembangan siswa berdasarkan potensi, bakat, minat, dan kebutuhan pribadi mereka. Kegiatan tersebut dikendalikan oleh guru yang berkompeten dan menekankan pengembangan bukan hanya dari segi pengetahuan akademik, melainkan juga pembinaan karakter serta sikap positif siswa. Implementasi kegiatan pengembangan diri ini bertujuan melampaui pemberian pengetahuan intelektual, dengan juga memperhatikan perkembangan karakter siswa (Adella, 2020: . Pendekatan ini menekankan signifikansi pembelajaran yang mendukung aspek kognitif sekaligus afektif siswa. Aktivitas seperti bernyanyi bersama di kelas dapat berfungsi sebagai alat yang ampuh untuk meningkatkan berbagai kemampuan siswa, meliputi keterampilan vokal, kerja sama tim, serta pembangunan kepercayaan diri, yang secara bersamaan memperkokoh karakter siswa dalam lingkup pembelajaran formal (Badrianti, 2021, hlm. Dengan demikian, kegiatan pengembangan diri yang diterapkan di dalam kelas merupakan elemen penting dari pendidikan yang bertujuan menciptakan siswa yang tidak hanya pandai secara intelektual, tetapi juga dewasa dalam hal karakter dan sosial. Data observasi dan wawancara menegaskan bahwa kata disiplin merujuk pada norma-norma Secara esensial, kedisiplinan mencerminkan ketaatan terhadap peraturan atau pembimbingan. Ini mencerminkan kesungguhan untuk memberi nilai atau keberanian untuk taat pada peraturan. Meskipun kedisiplinan dianggap sebagai sifat yang diinginkan, tidak semua orang mampu menguasainya sepenuhnya, termasuk dalam hal mengelola waktu, pengetahuan, dan sebagainya. Kedisiplinan adalah aspek penting dalam berbagai aktivitas, mulai dari pendidikan, interaksi sosial, karier, hingga pengembangan diri (Nur, 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pada dasarnya karakter siswa-siswi satu sama lain itu tidaklah sama. Namun, implementasi tata tertib dapat menjadi strategi yang efektif untuk mengurangi ketidakminatan siswa-siswi dalam mengikuti proses pembelajaran, mulai dari jam pelajaran hingga jam pulang sekolah. Kedisiplinan belajar merupakan aspek yang krusial dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif dan teratur. Meskipun pada awalnya kedisiplinan mungkin terbentuk melalui pengaruh tata tertib, namun peran penting juga dimainkan oleh para pendidik, mulai dari kepala sekolah hingga staf tata usaha, dalam memelihara kedisiplinan siswa-siswi. Pentingnya membentuk karakter siswa dalam pembelajaran juga disoroti, karena karakter yang kuat akan mendorong siswa untuk memprioritaskan kewajiban belajar dan disiplin sesuai peraturan sekolah (Lomu, et. Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran Paduan Suara Menurut Pramayudha . 0:63 dalam Apriliia, 2. paduan suara adalah penyajian musik vokal yang terdiri dari 15 orang atau lebih yang memadukan berbagai warna suara menjadi satu kesatuan yang utuh dan dapat menampakkan jiwa lagu yang dibawakan. Paduan suara merupakan kesenian dalam bidang vokal, dimana suara menjadi modal utama dan dilakukan secara berkelompok. Seperti yang dikatakan Simanungkalit . bahwa Aumusik vokal adalah musik yang bersumber dari suara manusia, bisa dimainkan oleh seorang penyanyi atau sekelompok orangAy. Simanungkalit menjelaskan lagi Audalam bernyanyi kelompok atau paduan suara terdapat jenis suara yang berbeda-beda. Paduan Suara bersama ini apabila dinyanyikan secara harmoni dan berbagai warna suara . seperti sopran, mezzo sopran, alto, contralto, tenor, bariton, bass disebut musik paduan suara choir . Ay. Pada kegiatan latihan paduan suara di SMP 5 Kupang ini awalnya banyak siswa yang tidak mau bernyanyi sehingga kegiatan paduan suara mengalami keterlambatan. Pada hari pertama, pendampingan dimulai dengan memperkenalkan siswa pada teks lagu, ritme lagu, notasi angka, serta tanda-tanda dalam lagu. Namun, pada hari pertama ini, banyak siswa yang mengeluh karena kelelahan,mengantuk, dan lapar. Selain itu, siswa-siswi juga belum bisa membaca notasi dengan baik. Pada hari kedua, dilakukan diskusi bersama antara pendidik dan siswa sebelum memulai latihan agar siswa dapat disiplin selama proses pembelajaran paduan suara. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan membaca notasi angka secara bersama-sama, menggunakan metode imitasi dan drill. Kegiatan ini dilakukan secara berulang hingga siswa dapat membaca notasi secara mandiri. Setelah latihan membaca notasi musik, langkah selanjutnya adalah siswa menyanyikan lagu dengan menggunakan metode Pada hari ketiga pendampingan, semua siswa mulai mampu mengatur waktu dengan baik dan tidak ada lagi keluhan seperti sebelumnya. Kegiatan pada hari ketiga difokuskan pada pengulangan pembacaan notasi angka secara menyeluruh. Pendampingan ini dilakukan secara bertahap seperti pada pertemuan sebelumnya, yaitu dimulai dengan membaca notasi angka, lalu siswa membaca notasi secara keseluruhan, dan jika masih terdapat kesalahan dalam membaca notasi, mereka akan diberikan koreksi. Peningkatan disiplin siswa terlihat dalam beberapa aspek, seperti disiplin waktu, ketekunan dalam berlatih, serta perubahan sikap siswa yang menjadi lebih terbuka terhadap kerja sama. Beberapa siswa menunjukkan perubahan perilaku yang lebih signifikan, seperti lebih bertanggung jawab dalam kegiatan sekolah dan lebih aktif dalam peran sosial mereka. Kedisiplinan siswa pada akhir pendampingan lebih baik dibandingkan dengan hari pertama latihan, yang dapat dilihat dari kehadiran dan ketepatan waktu mereka dalam mengikuti pembelajaran. Pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan siswa dalam mengatur waktu dan meningkatkan tanggung jawab mereka terhadap kegiatan sekolah. Salah satu aspek utama yang berkembang selama pendampingan ini adalah disiplin waktu siswa. Pada awalnya, banyak siswa yang tidak mau bernyanyi karena alasan tidak bisa membaca notasi. Namun, setelah melakukan diskusi bersama siswa dan menggunakan metode imitasi dan drill, siswa mulai menunjukkan tanggung jawab yang lebih besar dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dalam sebuah diskusi dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan membangun kesadaran mereka terhadap kedisiplinan. Perubahan ini selaras dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara bahwa pendidikan seni tidak hanya meningkatkan keterampilan dan kecerdasan, tetapi juga membangun moral dan karakter siswa (Martini, 2. Hubungan Pembentukan Karakter dan Pendidikan Seni Musik Paduan Suara Pendidikan karakter di sekolah dilaksanakan dengan mengintegrasikannya pada proses pembelajaran (Winarsih. Warsono, and Setyowati 2. Pendidikan karakter dan seni musik memiliki hubungan yang erat. Karena melalui seni musik, siswa dapat terlibat dalam proses pembentukan sikap dan nilai-nilai positif. Seni musik dapat mempromosikan nilai-nilai seperti kerjasama, kesabaran, kejujuran, rasa empati, dan penghormatan terhadap perbedaan. Siswa dapat belajar tentang pentingnya bekerja sama dalam paduan suara, menghargai perbedaan pendapat dalam interpretasi musik, atau mengekspresikan empati melalui komposisi musik mereka sendiri. Dengan mengintegrasikan seni musik dalam pendidikan karakter, siswa dapat mengalami pengalaman belajar yang holistik. Seni musik dapat menjadi sarana yang kuat untuk mengembangkan karakter positif, membangun keterampilan sosial, mengekspresikan emosi, menghargai keanekaragaman budaya, dan meningkatkan keterampilan kognitif siswa (Oktari, 2. Pendidikan karakter disiplin dicerminkan setiap siswa mengikuti dengan seksama kegiatan evaluasi yang di sampaikan oleh guru sehingga evaluasi di akhir latihan dapat berjalan dengan kondunsif. Sikap ini ada dalam setiap siswa tidak lain tidak bukan, adalah sikap yang muncul sebagai akibat dari dorongan guru kepada setiap siswa untuk menyampaikan segala sesuatu yang dirasakan saat latihan. Guru selalu menanyakan apakah ada yang ingin di sampikan saat evaluasi berlangsung. guru melakukan hal tersebut dengan tujuan untuk memberikan kenyamanan kepada setiap siswa dalam berlatih, agar apabila terdapat kekurangan dalam proses latihan baik yang dilakukan guru maupun siswa dapat diperbaiki ke depannya. Latihan Paduan Suara Dalam Meningkatkan Disiplin dan Kekompakan Pendidikan melibatkan mentransfer dan mendidik anak menjadi generasi yang berpengetahuan, terampil dan mempunyai sikap yang baik sehingga dapat berfungsi dalam kehidupan masyarakat (Handayani. Desyandri, and Mayar 2. Dengan kata lain pendidikan menghasilkan manusia yang cerdas ilmu pengetahuan dan berkarakter. Pendidikan karakter diartikan sebagai pendidikan yang menjaga nilai budaya bangsa sehingga peserta didik memiliki karakter yang sesuai dengan budaya bangsa. Karena budaya bangsa menginginkan manusia yang berkarakter baik. Seseorang yang berkarakter baik akan mengetahui yang baik . nowing the goo. , mencintai yang baik . oving the goo. dan melakukan yang baik . cting the goo. Ketiga hal ini saling berkaitan satu sama lainnya. Keterkaiatan tersebut akan dapat terlaksana dengan baik apabila seseorang tersebut melalui proses Pendidikan (Oktari, 2. Pendidikan karakter bertujuan untuk melampaui pencapaian akademik semata. Dengan mengedepankan nilai-nilai dan sikap yang baik, pendidikan karakter berupaya membentuk individu yang memiliki integritas moral, mampu membuat keputusan yang bijaksana, berempati terhadap orang lain, dan memiliki kesiapan dalam menghadapi tantangan Menurut para filusuf musik, musik melibatkan kepada aspek psikologi, yang melibatkan pemikiran manusia, pendapat, abstraktif dan emosi. Sehingga kehidupan seseorang tidak akan terlepas dari pengaruh musik (Suci 2. Paduan suara sebagai kegiatan pembelajaran memainkan peran penting dalam pengembangan karakter percaya diri siswa, sesuai dengan tujuan Pendidikan Nasional yang mengedepankan pengembangan potensi individu secara menyeluruh. Melalui paduan suara, siswa tidak hanya meningkatkan keterampilan vokal tetapi juga memperkuat kepercayaan diri mereka melalui latihan, partisipasi dalam penampilan publik, dan kerja sama tim. Kegiatan ini mendorong siswa untuk mengatasi ketakutan, bekerja sama, dan menghargai perbedaan, sehingga membentuk individu yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga memiliki karakter yang bermartabat, sesuai dengan tujuan pendidikan yang diatur dalam UndangUndang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Selain meningkatkan keterampilan bermusik, kegiatan ini juga berpengaruh terhadap perkembangan sosial dan psikologis siswa. Beberapa dampak positif yang terlihat, antara lain: . Peningkatan Kerjasama Ie Siswa menjadi lebih terbuka dalam bekerja sama dan saling membantu selama latihan, . Peningkatan Konsentrasi Ie Siswa lebih fokus dalam membaca notasi dan mengikuti arahan, . Tanggung JawabIeSiswa lebih sadar akan pentingnya latihan dan berusaha hadir tepat waktu. Hal ini sejalan dengan penelitian Dewi yang menyatakan bahwa kegiatan seni dapat meningkatkan kemampuan pengendalian diri atau self-regulation pada anak (Rahmadan, 2024. Pendidikan seni, khususnya seni musik melalui paduan suara, juga terbukti berkontribusi dalam meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan sosial siswa Kegiatan ini memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan diri serta membangun kepercayaan diri melalui pertunjukan di depan umum. Temuan ini sejalan dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara bahwa pendidikan seni harus mampu membentuk watak dan budi pekerti luhur siswa. Lebih jauh, penelitian ini juga mendukung pendapat bahwa pendidikan seni rupa dan seni budaya merupakan media yang efektif dalam membangun karakter siswa. Kegiatan paduan suara yang dipadukan dengan prinsip-prinsip pendidikan karakter memungkinkan siswa untuk belajar tentang kerja sama, solidaritas, dan tanggung jawab sosial dalam konteks yang menyenangkan dan edukatif (Wizari, 2. Oleh karena itu, paduan suara tidak hanya berfungsi sebagai wadah pengembangan bakat seni siswa, namun juga sebagai media strategis dalam membentuk karakter yang disiplin dan kekompakan di lingkungan SMP. KESIMPULAN Pendidikan di tingkat SMP memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan potensi siswa, khususnya melalui kegiatan pembelajaran seperti paduan suara yang terbukti efektif dalam meningkatkan disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kekompakan. Pendampingan paduan suara di SMP Negeri 5 Kupang menunjukkan bahwa melalui latihan terstruktur, partisipatif, dan berbasis budaya lokal, siswa mampu memperbaiki kebiasaan mengatur waktu, meningkatkan ketertiban, serta menumbuhkan nilai-nilai positif dalam diri Selain mengembangkan keterampilan vokal dan musikal, kegiatan ini juga membantu pembentukan karakter secara menyeluruh, memperkuat etika kerja, rasa percaya diri, dan komitmen siswa terhadap aturan. Dengan demikian, integrasi pendidikan seni musik dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas berperan strategis dalam membangun kedisiplinan dan pembentukan karakter generasi muda secara berkelanjutan. DAFTAR PUSTAKA