Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 No 2 (2024) 971-980 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.5366 Peran Pengawas dalam Meningkatkan Mutu Guru Madrasah di MTs. Negeri 2 Aceh Tamiang Sulaiman Ismail1, Sulaiman W2, Muhammad Nur3 1,2,3IAIN Langsa, Indonesia sulaiman@iainlangsa.ac.id1 ABSTRACT One factor in the low quality of education is the need for more training for teachers in schools and madrasas. This is the task and role of supervisors in developing teachers to improve the quality of education. Therefore, the main focus of this research is to describe the role of supervisors in improving the quality of teachers in madrasas. This research is descriptive and qualitative, taking the location of MTs.Negeri 2 Aceh Tamiang is the research location. Data was collected using interviews and observations of supervisors and madrasa heads as key informants. "Data analysis is guided by Miles and Huberman's theory through data reduction and data presentation followed by conclusions or verification." The end of this paper concludes that supervisors improve teachers' quality at the MTs.Negeri 2 Aceh Tamiang madrasah has made optimal supervision efforts in the academic and managerial fields. It is proven that supervisors have assisted in improving teachers' abilities in preparing the administration of learning planning/guidance programs, implementing learning/guidance, and carrying out assessments of student learning outcomes. Meanwhile, the managerial sector has guided madrasa heads. Keywords : Role of Supervisor, Improving, Quality, Madrasah Teachers, MTs. Negeri 2 Aceh Tamiang. ABSTRAK Salah satu faktor rendahnya kualitas pendidikan adalah perlunya pelatihan lebih lanjut bagi guru di sekolah dan madrasah. Inilah tugas dan peran pengawas dalam mengembangkan guru untuk meningkatkan mutu pendidikan. Oleh karena itu, fokus utama penelitian ini adalah mendeskripsikan peran pengawas dalam meningkatkan kualitas guru di madrasah. Penelitian ini bersifat deskriptif dan kualitatif, mengambil lokasi MTs.Negeri 2 Aceh Tamiang sebagai lokasi penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi terhadap pengawas dan kepala madrasah sebagai informan kunci. “Analisis data berpedoman pada teori Miles dan Huberman melalui reduksi data dan penyajian data yang dilanjutkan dengan penarikan kesimpulan atau verifikasi.” Akhir dari tulisan ini dapat disimpulkan bahwa pengawas dalam meningkatkan kualitas guru di madrasah MTs.Negeri 2 Aceh Tamiang telah melakukan upaya supervisi secara optimal dalam bidang akademik dan manajerial. Terbukti pengawas telah membantu meningkatkan kemampuan guru dalam mempersiapkan penyelenggaraan program perencanaan/pembinaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran/pembinaan, dan melaksanakan penilaian hasil belajar siswa. Sedangkan bidang manajerial telah membina kepala madrasah. Kata Kunci : Peran Pengawas, Meningkatkan, Mutu, Guru Madrasah, MTs. Negeri 2 Aceh Tamiang. PENDAHULUAN Peran pengawas di lembaga pendidikan sangat penting sebagai pendukung dalam meningkatkan mutu guru, karena tidak mungkin sebuah sekolah akan berjalan dengan baik dan bermutu tanpa adanya guru yang ahli dan profesional 971 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 No 2 (2024) 971-980 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.5366 dalam bidangnya (Sulaiman Ismail, 2023). Sebagai supervisor, pengawas sekolah sangat berperan dalam meningkatkan situasi belajar-mengajar sebagai proses masukan yang sangat bermanfaat dalam upaya peningkatan mutu pembelajaran di sekolah (Kotirde & Yunos, 2014). Masih adanya pengawas sekolah yang belum maksimal dalam menjalankan tugasnya dalam melayani dan membimbing guru, dalam hal memberikan bimbingan dan petunjuk kepada guru sebagai pendidik di sekolah, merupakan salah satu penyebab rendahnya pendidikan di sekolah. Lemahnya layanan dan bimbingan yang diberikan pengawas kepada guru bisa jadi disebabkan kompetensi dan keterampilan yang dimiliki pengawas tersebut masih belum maksimal. Kondisi inilah yang sering dikeluhkan oleh guru dan kepala sekolah atau madrasah sebagai lembaga pendidikan selama ini. Idealnya kompetensi yang dimiliki pengawas sebaiknya lebih dari guru yang disupervisi dalam melakukan pembinaan dan bimbingan kepada guru sehingga ia dapat memberikan masukan yang bermanfaat bagi seorang guru sebagai ujung tombak dalam memajukan mutu pendidikan (Sulaiman, W., & Ismail, 2023; Sulaiman Ismail & Sulaiman W, 2023). Pendidikan bermutu merupakan dambaan setiap orang. Oleh sebab itu, pemerintah, orang tua, dan masyarakat harus bersatu dalam mewujudkan pendidikan bermutu ini. Setiap orang tua harus rela mengeluarkan dana lebih terhadap pendidikan anaknya agar putra dan putrinya memperoleh pendidikan yang baik dan bermutu demi masa depan mereka kelak. Lajunya pertumbuhan zaman membuat tuntutan masyarakat terhadap pendidikan bermutu semakin hari semakin menggema. Harapan ini muncul seiring dengan kebutuhan bangsa dan masyarakat yang berkembang sedemikian cepat. Dalam pandangan pemerintah, tuntutan ini merupakan hal yang rasional dan merupakan perwujudan dari keinginan masyarakat secara luas, sehingga pemerintah melakukan berbagai program dan terobosan dalam upaya untuk meningkatkan kompetensi guru, mulai dari tingkat pusat, provinsi sampai ketingkat kabupaten/kota. Mulai dari guru tingkat dasar, menengah sampai guru tingkat SMA/MA dan perguruan tinggi. Hal ini dilakukan pemerintah hanya untuk mendongkrak agar pendidikan Indonesia dapat bersaing dengan negara lainnya. Berbagai upaya telah digulirkan pemerintah untuk memecahkan permasalahan lemahnya mutu pendidikan Indonesia ini. Berbagai terobosan dan program dilaksnakan oleh pemerintah yang ujungnya bermuara kepada upaya untuk meningkatkan kompetensi pengawas yang lebih baik. Seiring waktu baru disadari bahwa tidak efektifnya pelaksanaan tenaga pengawas juga merupakan faktor penyebab lemahnya pendidikan di Indonesia. Peran pengawas sekolah sebagai supervisi sangat dibutuhkan oleh para guru karena kehadiran pengawas sekolah/madrasah akan dapat membantu guru dalam menghadapi kesulitan dalam proses pembelajaran. Penelitian tentang supervisi yang dilakukan pengawas sekolah sudah banyak dilakukan oleh penelitian terdahulu. Salah satu diantaranya adalah penelitian yang dilakukan Lestari bersama Rahmawati yang menyimpulkan bahwa “terdapat pengaruh yang signifikan antara kinerja mengajar guru terhadap supervisi 972 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 No 2 (2024) 971-980 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.5366 akademik” (Lestari & Rahmawati, 2023). Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa salah satu pemicu rendahnya mutu pendidikan yang dihadapi hari ini adalah kurangnya pembinaan terhadap guru di sekolah dan madrasah oleh pengawas sebagai supervisor. Atas dasar pandangan ini, peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian tentang peran pengawas dalam meningkatkan mutu guru di Madrasah MTs.Negeri 2 Aceh Tamiang. Penelitian ini dilakukan karena belum ada peneliti terdahulu yang mengambil tempat penelitian di MTs. Negeri 2 Aceh Tamiang. Oleh karena itu, diharapkan ada penemuan baru yang diperoleh dari tempat yang berbeda. METODE PENELITIAN Penelitian ini adalah penelitian field research dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yang bermaksud untuk “menggambarkan fenomenaperistiwa dan aktivitas sosial serta sikap secara alami berdasarkan persepsi pemikiran orang secara individual maupun kelompok” (Moleong, 2002; Ismail & Sulaiman W., 2023). Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dan observasi dengan memakai analisis data teori “Miles dan Huberman melalui reduksi data dan penyajian data yang diikuti dengan kesimpulan atau verifikasi” (Sugiono 2013; Ismail, S. ., & Sulaiman W, 2022; Ishak, I., & W., 2022; Sulaiman Ismail, 2022; Sulaiman W., 2022; Sulaiman Ismail & Sulaiman W, 2023; Mardhiah, A., Sulaiman W., 2022; Sulaiman W, 2022; Sulaiman W, 2022). HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Pengawas Pengawas dari segi bahasa adalah kata benda, yaitu orang yang mengawasi. Selanjutnya kata tersebut dikatakan pengawasan yaitu penilikan dan penjagaan serta pengarahan kebijakan (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 2007). Sedangkan dalam bahasa Inggris disebut supervisor (Echols & Shadily, 2010). Pekerjaan supervisor adalah melakukan supervisi. Dalam bidang pendidikan, pengawasan merupakan suatu istilah yang digunakan untuk mengidentifikasi tugas dan kerja pegawai administrasi di bidang pendidikan. Pengawas memastikan bahwa lembaga pendidikan yang di supervisinya beroperasi secara efisien dan sesuai dengan persyaratan dan standar yang ditentukan dalam bidang pendidikan. Ini berarti bahwa tujuan dari pengawasan pada intinya untuk memastikan apakah guru, sebagai tenaga pengajar dan kepala sekola/madrasah telah melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan dan apakah siswa yang menjadi obejek pendidikan telah menerima pendidikan terbaik. Menurut Olerendo, Beberapa tujuan dilakukan pengawasan di dunia modern ini antara lain; (1) memastikan apakah setiap guru di sekolah telah melakukan tugasnya dengan baik sesuai standar yang ditetapkan, (2) mempromosikan dan mengembangkan pengaturan yang menguntungkan untuk mengajar dan sedang belajar, (3) membantu guru dalam meningkatkan – status, keterampilan, dan pengetahuan mereka, (4) memastikan berjalannya standar kinerja pendidikan yang ditetapkan pemerintah, (5) mengecek sumber daya yang tersedia di masing-masing 973 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 No 2 (2024) 971-980 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.5366 sekolah, (6) memastikan apakah pedoman kebijakan pemerintah tertentu telah telah diikuti (misalnya pada penilaian, pendaftaran sekolah, dll), (7) menilai iklim atau suasana sekolah dan menyarankan adanya perbaikan, (8) mengevaluasi keberhasilan pelaksanaan metode dan teori baru dalam proses pembelajaran, (9) memotivasi dan mendorong guru untuk mengembangkan sikap yang sehat menuju pekerjaan, (10) perbaikan sekolah, dan (11) untuk pencarian fakta ketika ada permasalahan di sekolah (Olorode & Adeyemo, 2012). Terhadap pelaksanaannya, seorang pengawas memiliki peran penting dalam membantu guru dan kepala sekolah/madrasah dalam memahami permasalahan yang muncul di sekolah/madrasah dan membuat keputusan tepat yang akan mempengaruhi proses pendidikan siswa (Wiles & Bondi, 2004). Hal ini dapat diartikan bahwa membantu guru dan kepala sekolah/madrasah dalam menyelesaikan permasalahan yang mungkin muncul di sekolah disamping membuat suatu keputusan tepat yang mampu mempengaruhi pendidikan siswa secara akurat berdasarkan tujuan pendidikan yang diharapkan merupakan tugas dari seorang pengagawas. Oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri bahwa pengawas memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya peningkatan mutu pendidikan dengan tugas yang diembannya antara lain membimbing, membina, memantau, mengawasi, mengevaluasi, membuat laporan dan menindaklanjuti hasil pengawasan. Peraturan Pemerintah, Nomor 19 Tahun 2005 pasal 57 disebutkan bahwa tugas kepengawasan meliputi kegiatan supervisi manajerial dan akademik. Pengawasan manajerial berfokus pada aspek manajemen dan administrasi satuan pendidikan. Dalam pelaksanaannya sasaran dari pengawasan manajerial ini adalah kepala sekolah dan staf sekolah (pendidik dan tendik). Sementara kegiatan supervisi akademik dilakukan pada aspek pelaksanaan proses pembelajaran dan sasaran utamanya ditujukan pada guru (staf pengajar). Tujuan utama supervisi akademik ini berupaya untuk meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran dalam kelas. Pelaksanaan supervisi manajerial Supervisi manajerial merupakan suatu kegiatan supervisor yang dilakukan untuk meningkatkan pola kerja dan kinerja sekolah, termasuk kinerja utama, agar memiliki pengaruh yang menguntungkan proses dan hasil belajar mengajar, serta mutu pendidikan yang utama. Fungsi supervisi pendidikan adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pengembangan sekolah pada umumnya dan guru pada khususnya (Susmadiana, Lian, & Puspita, 2021). Sasaran utama dari pelaksanaan supervisi manajerial ini adalah kepala sekolah dan staf pengelola dalam mengelola administrasi seperti; kurikulum, keuangan, sarana prasarana, personal atau ketenagaan, kesiswaan, dan lingkungan madrasah, dan komponen-komponen lain yang berkaitan dengan upaya meningkatkan mutu pendidikan. Dengan demikian pelaksanaan supervisi manajerial ini dilakukan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Tanpa adanya manajemen yang baik akan sulit menjalankan roda organisasi yang berjalan dengan tepat arah (Khoiruddin, 2022). 974 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 No 2 (2024) 971-980 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.5366 Pelaksanaan supervisi akademik Supervisi akademik merupakan rangkaian dari kegiatan untuk membantu tenaga pendidik dalam mengembangkan kemampuannya dalam mengelola proses pembelajaran agar mencapai tujuan pembelajaran (Sugiyono, Hardyanto, & Masrukan, 2019). Dalam “PP Nomor 19 tahun 2005, pasal 55” menjelaskan bahwa pengawas madrasah memiliki peran yang strategis dalam proses pendidikan yang bermutu di madrasah. Tujuan dilakukannya kegiatan supervisi akademik pada sekolah/madrasah adalah; (1) Mengembangkan kompetensi dan profesional guru terutama dalam memahami akademik, kondisi kelas, pengembangan keterampilan mengajar terutama dalam menggunakan teknik dan metode tertentu dalam pembelajarannya. (2) Memantau jalannya kegiatan proses pembelajaran di madrasah. Pemantauan ini dapat dilakukan dengan kunjungan pengawas ke kelas ketika guru sedang mengajar, melakukan dialog dengan guru dan siswa, dan (3) Memotivasi guru untuk mengembangkan kemampuan yang dimilikinya dalam melaksanakan tugas pengajarannya, dan memotivasi guru agar memiliki sikap dan integritas tinggi dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab yang diberikan kepadanya. Peran pengawas sebagai supervisi manajerial pada MTs. Negeri 2 Aceh Tamiang Hasil temuan terhadap peran pengawas sebagai supervisi manajerial dalam meningkatkan mutu pendidik di MTs. Negeri 2 Aceh Tamiang, ditunjukkan pada tabel 1 sebagai berikut. Tabel 1. Supervisi Menejerial Pengawasan Manajerial Dilaksana Tidak Rincian Tugas (Administrasi dan Manajemen Madrasah) kan Dilaksanakan - Pelaksanaan kurikulum sekolah √ - Penyelenggaraan administrasi √ Inspecting/ - Kinerja Kepala sekolah √ Pengawasa - Kemajuan pelaksanaan pendidikan di madrasah √ - Kerjasama Sekolah dgn masyarakat √ Advising - Kepala sekolah di dalam mengelola √ Menasehati pendidikan - Kepala sekolah dlm melaksanakan inovasi √ pendidikan - Kepala sekolah dalam peningkatan √ kemampuan profesional kepala sekolah - Menasihati staf sekolah dalam melaksanakan √ tugas administrasi sekolah - Kepala sekolah dan staf dalam √ kesejahteraan sekolah Monitoring/ - Penyelenggaraan kurikulum √ Memantau - Administrasi sekolah √ 975 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 No 2 (2024) 971-980 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.5366 Pengawasan Manajerial Dilaksana Tidak (Administrasi dan Manajemen Madrasah) kan Dilaksanakan - Manajemen Sekolah √ - Kemajuan sekolah √ - Pengembangan SDM sekolah √ - Penyelenggaraan ujian √ - Penyelenggaraan penerimaan siswa baru √ - Mengkoordinasi peningkatan mutu SDM √ sekolah Coordinating/ - Penyelenggaraan inovasi di sekolah √ Mengkoordinasi - Mengkoordinasi akreditasi sekolah - Mengkoordinasi kegiatan sumber daya √ pendidikan - Kinerja kepala sekolah √ - Kinerja staf sekolah √ Reporting - Standar mutu pendidika √ - Inovasi pendidikan √ Total 100% Hasil Observasi tgl. 21 Januari 2023 terhadap tugas pengawas di MTs. Negeri 2 Aceh Tamiang. Dari data observasi berbentuk tabel 1 di atas menunjukkan bahwa pelaksanaan pengawasan sebagai supervisi manajerial sudah berjalan baik, hal tersebut terlihat dari pelaksanaan pengawasan, menasehati guru, memantau dan mengkoordinasi, serta pelaporan telah dilaksanakan pengawas sebagai tugasnya di lapangan telah dilakukan. Dengan demikian, peran pengawas pada bidang manajerial dalam meningkatkan mutu pendidik di MTs. Negeri 2 Aceh Tamiang sudah dilakukan sesuai dengan tugas pokok pengawas, yaitu melalui beberapa kegiatan, antara lain; (1) pembinaan, (2) pemantauan, dan (3) penilaian. Pelaksanaan pengawasan sebagai supervisi menejerial sudah berjalan baik, hal tersebut terlihat dari pelaksanaan pengawasan, menasehati guru, memantau dan mengkoordinasi, serta pelaporan telah dilaksanakan pengawas sebagai tugasnya di lapangan telah dilakukan. Rincian Tugas Peran pengawas sebagai supervisi akademik Hasil observasi di lapangan menunjukkan bahwa peran pengawas pada bidang akademik dalam upaya peningkatan mutu pendidik di MTs.Negeri 2 Aceh Tamiang sudah dilakukan sesuai dengan tugas pokok pengawas. Hasil pelaksanaan supervisi akademik ini terlihat dari tabel temuan pada tabel 2 berikut. Table 2. Supervisi Akademik Tidak Pengawasan Akademik Dilaksana Rincian Tugas Dilaksana (Teknis Pendidikan/ Pebelajaran) kan kan 976 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 No 2 (2024) 971-980 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.5366 Rincian Tugas Pengawasan Akademik (Teknis Pendidikan/ Pebelajaran) - Pelaksanaan kurikulum mata pelajaran. - Proses pembelajaran Inspecting/ - Kegiatan ekstrakulikuler Pengawasa - Penggunaan media dan sumber belajar. - Kemajuan belajar siswa - Lingkungan belajar - Menasihati guru dalam pembelajaran/bimbingan yang efektif - Guru dalam meningkatkan kompetensi professional Advising - Guru dalam melaksanakan penilaian proses dan Menasehati hasil belajar - Guru dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas - Guru dalam meningkatkan kompetensi pribadi, sosial dan paedagogik - Pelaksanaan ujian mata pelajaran Monitoring/Me - Standar mutu hasil belajar siswa mantau - Pengembangan profesi guru - Pengadaan dan pemanfaatan sumber belajar - Pelaksanaan inovasi pembelajaran Coordinating/Men - Pengadaan sumber-sumber belajar gkoordinasi - Kegiatan peningkatan kemampuan profesi guru - Kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran Tidak Dilaksana Dilaksana kan kan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ - - √ - Kemajuan belajar siswa √ - Pelaksanaan tugas kepengawasan akademik √ Total 100% Sumber: Hasil Observasi terhadap tugas pengawasa di MTs. Negeri 2 Aceh Tamiang. Dari hasil tabel di atas terlihat bahwa peran pengawas pada bidang akademik dalam meningkatkan mutu pendidik di MTs. Negeri 2 Aceh Tamiang sudah dilakukan sesuai dengan tugas pokok pengawas. Aspek supervisi akademik ditekankan pada kegiatan pembinaan dan pengembangan profesional guru MTs.Negeri 2 Aceh Tamiang dalam meningkatkan mutu pembelajaran di kelas. Kegiatan tersebut dilakukan dalam bentuk pendampingan langsung kepada guru, yaitu; (1) pendampingan dalam menyusun administrasi pembelajaran; RPP, Jurnal, dan Penilaian, (2) pendampingan dalam meningkatkan kemampuan guru dalam proses pembelajaran dan bimbingan siswa di kelas, (3) pendampingan guru dalam melakukan penilaian hasil belajar peserta didik. (4) pendampingan guru dalam penggunaan media dan sumber belajar efektif, (5) memotivasi guru untuk Reporting 977 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 No 2 (2024) 971-980 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.5366 memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar, (6) memotivasi guru dalam penggunaan TIK dalam pembelajaran pembelajaran, (7) membimbing guru dalam pemanfaatan hasil penilaian sebagai bahan perbaikan mutu pembelajaran, (8) membimbing guru untuk melakukan evaluasi diri/refleksi terhadap hasil-hasil yang dicapainya setelah proses pembelajaran dilaksanakan. Dengan demikian peran pengawas dalam meningkatkan mutu guru madrasah di MTs. Negeri 2 Aceh Tamiang sudah dilaksanakan dengan baik, hal ini karena mengingat bahwa tugas pengawas harus mampu memberikan motivasi kepada guru untuk menjalankan tugasnya sebagai pendidik dengan baik, dan “keberhasilan suatu pembelajaran antara lain sangat ditentukan oleh peran guru dalam menyusun perencanaan pembelajarannya” (Miftah Al Husnah Hasibuan, Neliwati, 2024) dan ini salah satu tugas pengawas. KESIMPULAN DAN SARAN Sebagai upaya meningkatkan mutu pendidik di MTs. Negeri 2 Aceh Tamiang, pengawas telah melakukan upaya supervisi seoptimal mungkin, baik dalam bidang akademik maupun manajerial. Menyangkut bidang akademik, pendampingan guru dalam meningkatkan kemampuan guru menyusun administrasi perencanaan pembelajaran/program bimbingan, proses pelaksanaan pembelajaran/bimbingan, dan dalam melaksanakan penilaian hasil belajar peserta didik. Sedangkan bidang manajerial sudah melakukan pembinaan terhadap kepala madrasah. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, dapat disarankan kepada pemerhati pendidikan, agar terus mengadakan penelitian dalam bidang supervisi sebagai pengawasan terhadap kemajuan pendidikan. Tanpa ada pengawasan yang baik, maka kemajuan pendidikan akan terhambat. Oleh karena itu, diharapkan bahwa seorang supervisor pengawas hendaknya meninggalkan model-model lama dalam melakukan pengawasan karena sesungguhnya tujuan pengawasan itu adalah untuk perbaikan agar lebih sempurna di masa mendatang. DAFTAR PUSTAKA Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (2007). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Echols, J. M., & Shadily, H. (2010). Kamus Inggris Indonesia. An Engglish Indonesia Dictionary. Jakarta: Gramedia. Ishak, I., & W., S. (2022). Eksistensi Pendidikan Islam Nahdlatul Ulama. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 4(5), 800–807. https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i5.6711 Ismail, S. ., & Sulaiman W, S. W. (2022). Pesantren Aceh Anti Radikalisme. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 4(6), 13336–13344. https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i6.10785 Ismail, S., & Sulaiman W., S. W. (2023). Model dan Pelaksanaan Peningkatan Kualitas Mahasiswa dan Kinerja Dosen Melalui Kegiatan Ekstra Kurikuler. EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN, 5(1), 41–50. https://doi.org/10.31004/edukatif.v5i1.4460 978 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 No 2 (2024) 971-980 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.5366 Khoiruddin. (2022). Hasil Wawancara. Wawancara di MTs.N 2 Aceh Tamiang Seruway Kabupaten Aceh Tamiang, Senin, 18 Januari 2022. Kotirde, I. Y., & Yunos, J. M. Bin. (2014). The supervisor ’ s role for improving the quality of teaching and learning in Nigeria secondary school educational system. International Journal of Education and Research, 2(8), 53–60. Lestari, H., & Rahmawati, I. (2023). Supervisi Akademik Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Mengajar Guru di SMAN 1 Cibungbulang. Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal, 6(2), 797–804. https://doi.org/10.47467/reslaj.v6i2.4978 Mardhiah, A., Sulaiman W., & N. (2022). Peningkatan Kemampuan Membaca dan Menghafal Alquran Dengan Menggunakan Strategi Reading Aloud Bagi Siswa Kelas VI SDN 6 Kualasimpang. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 4(4), 2282–2295. https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i4.5762 Miftah Al Husnah Hasibuan, Neliwati, M. F. (2024). Kemampuan Guru PAI Dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kurikulum 2013 di SMPNurul Hadina. Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba, 6(1), 150– 154. https://doi.org/10.47476/reslaj.v6i1.3109 Moleong, L. (2002). Lexy, Qualitative Research Methodology. Bandung: Rosdakarya Teens. Olorode, O. A., & Adeyemo, A. O. (2012). Educational Supervision : Concepts and Practice With. 20(1), 1–9. Sugiono. (2013). Mixed Methods. Bandung: Alfabeta. Sugiyono, Hardyanto, W., & Masrukan. (2019). Developing Academic Supervision Model Assisted by The Information System Management on Geography Teachers of Senior High School in Pekalongan Regency. Educational Management, 8(1), 88–96. Sulaiman, W., & Ismail, S. (2023). Implementasi Model Pembelajaran Market Place Activity Dalam Meningkatkan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Studi Kasus di Madrasah Aliyah Al-Hikmah Aceh Tamiang). Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 12(01), 895–910. https://doi.org/10.30868/ei.v12i01.4318 Sulaiman Ismail & Sulaiman W. (2023). Model dan Pelaksanaan Peningkatan Kualitas Mahasiswa dan Kinerja Dosen melalui Kegiatan Ekstra Kurikuler. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 5(1), 41–50. https://doi.org/10.31004/edukatif.v5i1.4460 Sulaiman Ismail, S. W. (2022). Implementasi Kurikulum Pendidikan Islam Inklusif di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 11(01). https://doi.org/10.30868/ei.v11i01.353 Sulaiman Ismail, S. W. (2023). Implementasi Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Studi Kasus Hadis Jibril). Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 12(1), 725–738. https://doi.org/10.30868/ei.v12i01.4298 Sulaiman W. (2022). Penerapan Pendidikan Islam Bagi Anak di Usia Emas Menurut Zakiah Dradjat. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(5), 3953– 3966. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i5.2418 979 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 No 2 (2024) 971-980 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.5366 Sulaiman W. (2022). Implementasi Landasan Pengembangan Kurikulum MAN 1 Aceh Tamiang. EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN, 4(2), 2697–2703. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i2.2605 Sulaiman W. (2022). Konsep Moderasi Beragama dalam Pandangan Pendidikan Hamka. EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN, 4(2), 2704–2714. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i2.2593 Susmadiana, Lian, B., & Puspita, Y. (2021). The Effect of Managerial Supervision and Work Motivation on Improving Principal’s Performance Susmadiana. Journal of Social Work and Science Education, 2(2), 181–188. Wiles, J., & Bondi, G. (2004). Supervision A Guide to Practice (Second Edi). London: Pearson. 980 | Volume 6 Nomor 2 2024