ANALISIS PENGARUH LEVERAGE. LIKUIDITAS DAN TOTAL ASSET TURNOVER TERHADAP RETURN ON ASSETS PADA PERUSAHAAN SEKTOR ANEKA INDUSTRI DI BURSA EFEK INDONESIA Theodorus Romi Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak Email: theodorusromi977@gmail. ABSTRAK Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh leverage, likuiditas, total asset turnover terhadap return on assets pada Perusahaan Sektor Aneka Industri di Bursa Efek Indonesia. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 43 perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan sampel 37 perusahaan. Bentuk penelitian Data dianalisis dengan analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, analisis koefisien korelasi berganda (R. , koefisien determinasi (Adjusted R Squar. dan uji hipotesis. Pengolahan data menggunakan program Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 22. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan leverage tidak berpengaruh terhadap return on assets, likuiditas dan total asset turnover berpengaruh positif terhadap return on assets. KATA KUNCI: Leverage. Likuiditas. Total Asset Turnover. Return on Assets. PENDAHULUAN Pada era globalisasi dan perdagangan bebas, persaingan antar perusahaan semakin Persaingan ini menuntut perusahaan untuk mampu menciptakan dan meningkatkan nilai perusahaan serta mengelola sumber daya yang ada secara efektif dan efisien dengan tujuan untuk memaksimalkan laba perusahaan. Laba merupakan tujuan perusahaan. Untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba yaitu dengan menggunakan rasio profitabilitas. Profitabilitas dapat diukur menggunakan return on assets (ROA). Faktor-faktor yang diduga dapat memengaruhi return on assets di antaranya adalah leverage, likuiditas dan total asset turnover. Leverage merupakan rasio yang digunakan sebagai alat pengukuran atas seberapa besarnya perusahaan dibiayai dengan utang. Setiap perusahaan memiliki berbagai kebutuhan, untuk memenuhi kebutuhan tersebut perusahaan dihadapkan dengan dua pilihan yang pertama, yaitu dengan modal sendiri dan yang kedua adalah dengan melakukan pinjaman atau utang. Besarnya jumlah dana yang digunakan harus dibatasi agar tidak membebani perusahaan terutama sumber dana yang diperoleh dengan pinjaman atau utang. Penggunaan utang yang terlalu tinggi akan menyebabkan Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 perusahaan terjebak utang dan jika utang yang terus membebani perusahaan, laba yang diperoleh perusahaan tidak dapat diperoleh secara maksimal. Dalam penelitian ini, leverage diukur dengan debt to equity ratio (DER). Likuiditas merupakan rasio untuk mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya yang sudah jatuh tempo baik kewajiban pihak luar perusahaan maupun di dalam perusahaan. Apabila sebuah perusahaan tidak mampu lagi untuk melunasi kewajiban jangka pendeknya, maka hal ini dapat memengaruhi hubungan antara kreditur, distributor dan bahkan dapat membuat profitabilitas perusahaan menurun. Dalam penelitian ini, likuiditas diukur dengan current ratio (CR). Total asset turnover (TATO) merupakan rasio yang menggambarkan perputaran aset yang diukur dari volume penjualan. Semakin besar rasio ini semakin baik, yang berarti bahwa aset dapat lebih cepat berputar dan menunjukkan semakin efisien penggunaan keseluruhan aset dalam menghasilkan penjualan. Total asset turnover juga dapat digunakan untuk mengukur kemampuan dana yang tertanam dalam keseluruhan aset yang berputar dalam satu periode atau kemampuan modal yang diinvestasikan untuk menghasilkan penghasilan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh leverage, likuiditas dan total asset turnover terhadap return on assets. Objek pada Perusahaan Sektor Aneka industri di Bursa Efek Indonesia. KAJIAN TEORITIS Return on assets adalah rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aset yang dimilikinya. Menurut Sudana . 1: . : AuROA menunjukkan kemampuan perusahaan dengan menggunakan seluruh aset yang dimiliki untuk menghasilkan laba setelah pajak. Ay Rasio ini ini penting bagi pihak manajemen perusahaan dalam mengelola seluruh aktiva perusahaan. Semakin besar rasio ini berarti semakin efisien penggunaan aktiva milik perusahaan atau dengan kata lain dengan jumlah aktiva yang besar dapat dihasilkan laba yang lebih Return on assets dapat menunjukkan bagaimana kinerja perusahaan dilihat dari penggunaan keseluruhan aset yang dimiliki oleh perusahaan dalam menghasilkan Semakin tinggi return on assets berarti penggunaan aktiva perusahaan semakin optimal sehingga dalam memperoleh laba bersih perusahaan sangat efisien. Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 Menurut Darsono dan Ashari . 5: . : Return on asset menggambarkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dari setiap satu Rupiah aset yang digunakan untuk membiayai seluruh kegiatan operasional perusahaan. Dari pengertian ini, dapat diketahui bahwa return on asset adalah rasio yang mencerminkan tingkat pengembalian aset digunakan untuk melihat kemampuan sejumlah aset yang dimiliki perusahaan dalam menghasilkan laba. Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dapat diketahui dari kemampuan perusahaan dalam mengelola dan memanfaatkan total aktiva yang dimiliki perusahaan. Adapun faktor-faktor yang diduga dapat memengaruhi return on assets diantaranya, yaitu leverage, likuiditas, dan total asset turnover. Leverage merupakan rasio yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana kebutuhan keuangan perusahaan dibiayai dengan dana pinjaman. Menurut Kasmir . 4: . : Leverage merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aset perusahaan yang dibiayai dengan utang. Dalam arti luas dikatakan bahwa rasio leverage digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajibannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Menurut Harahap . : Rasio leverage menggambarkan hubungan antara utang perusahaan terhadap modal maupun aset. Rasio ini dapat melihat seberapa jauh perusahaan dibiayai oleh utang atau pihak luar dengan kemampuan perusahaan yang digambarkan oleh modal . Perusahaan dengan risiko pendanaan yang rendah cenderung memiliki komposisi ekuitas yang lebih besar dari utang. Menurut Fahmi . 6: . : Rasio leverage menggambarkan seberapa besar perusahaan dibiayai dengan utang. Penggunaan utang yang terlalu tinggi akan membahayakan perusahaan karena perusahaan akan masuk dalam kategori extreme leverage . tang ekstri. Perusahaan dengan pertumbuhan yang tinggi memerlukan modal yang tidak sedikit untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan. Kebutuhan modal tersebut dapat dipenuhi salah satunya dari pihak eksternal perusahaan. Semakin besar modal yang dimiliki perusahaan diharapkan dapat meningkatkan laba yang akan diperoleh perusahaan dengan meningkatkan kegiatan operasional perusahaan sehingga dapat memenuhi kewajiban dan tanggung jawab terhadap pihak luar yang telah memberikan pinjaman modal terhadap perusahaan. Namun meningkat leverage maka akan semakin menurun return on assets. Naiknya leverage menandakan naiknya tingkat Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 utang yang dimiliki perusahaan sebab tingginya tingkat utang beserta bunga yang akan harus dilunasi. Dalam penelitian ini, leverage diukur dengan debt to equity ratio. Debt to equity ratio berguna untuk mengetahui seberapa besar dana yang dimiliki perusahaan yang berasal dari utang dan seberapa besar dana yang berasal dari pemilik Rasio ini berguna untuk mengetahui berapa bagian dari setiap Rupiah ekuitas yang dijadikan sebagai jaminan utang. Menurut Kasmir . 4: . : Debt to equity ratio merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas dengan membandingkan antara seluruh utang, termasuk utang lancar dengan seluruh Menurut Fahmi . 6: . : Debt to equity ratio adalah sebagai ukuran yang dipakai dalam menganalisis laporan keuangan untuk besarnya jaminan yang tersedia untuk kreditur. Bagi kreditur, semakin besarnya rasio ini akan semakin tidak menguntungkan karena akan semakin besarnya risiko yang ditanggung atas kegagalan yang mungkin terjadi di perusahaan. Debt to equity ratio yang terlalu tinggi akan mengindikasikan utang yang tinggi juga dan akan menyebabkan perusahaan tersebut terjebak dalam utang. Jika utang yang terus membebani perusahaan maka laba yang diperoleh tidak dapat menutupi utang perusahaan dan tidak dapat menghasilkan laba yang optimal. Hal ini didukung penelitian yang dilakukan oleh Widiastuti. Arifati dan Abrar . Wikardi dan Wiyani . yang menyatakan bahwa leverage berpengaruh negatif terhadap return on asset. Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang sudah jatuh tempo. Menurut Kasmir . 4: . : Rasio likuiditas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa likuidnya suatu perusahaan. Apabila perusahaan mampu untuk memenuhi kewajibanya, maka dapat dikatakan perusahaan tersebut dalam keadaan likuid. Sebaliknya, apabila perusahaan tidak mampu untuk memenuhi kewajibanya tersebut, maka perusahaan dalam keadaan illikuid. Menurut Hery . Rasio menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka Ketidakmampuan perusahaan dalam membayar kewajiban terutama utang jangka pendek . ang sudah jatuh temp. disebabkan oleh berbagai faktor. Pertama, bisa dikarenakan memang perusahaan sedang atau tidak memiliki dana sama sekali. Kedua, bisa saja perusahaan memiliki dana, namun dana yang dimiliki tidak mencukupi secara Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 tunai sehingga harus menunggu dalam waktu tertentu, untuk mencairkan aktiva lainya seperti menagih piutang, menjual surat-surat berharga lainnya, sehingga hal-hal seperti ini dapat merugikan perusahaan termasuk dalam memperoleh laba. Dalam penelitian ini, likuiditas diukur dengan current ratio. Current ratio merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan. Current ratio digunakan untuk mengukur jumlah aktiva lancar dengan utang lancar yang dimiliki perusahaan. Menurut Kasmir . 4: . : Current ratio merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo. Menurut Kasmir . 6: . : Aktiva lancar . urrent asset. merupakan harta perusahaan yang dapat dijadikan uang dalam waktu singkat . aksimal satu tahu. Komponen aktiva lancar meliputi kas, bank surat-surat berharga, piutang persediaan, biaya dibayar dimuka, pendapatan yang harus diterima, pinjaman yang diberikan, dan aktiva lancar lainya. Utang lancar . urrent liabilit. merupakan kewajiban perusahaan jangka pendek . aksimal satu tahu. Menurut Fahmi . : Current ratio 200 persen kadang-kadang dipertimbangkan sebagai current ratio yang memuaskan bagi perusahaan industri atau perusahaan komersial, sedangkan bagi perusahaan penghasil jasa seperti perusahaan listrik dan hotel angka 100 persen dikatakan sudah mencukupi. Menurut Fahmi . 5: . : Current ratio adalah ukuran yang umum digunakan atas solvensi jangka pendek. Semakin besar nilai current ratio, maka return on asset akan semakin kecil karena, semakin besar current ratio maka semakin besar pula kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Jika current ratio terlalu tinggi mengindikasikan adanya dana yang menganggur sehingga tidak baik bagi kemampuan menghasilkan laba. Hal ini didukung penelitian yang dilakukan oleh Supardi. Suratno dan Suyanto . yang menyatakan bahwa current ratio berpengaruh negatif terhadap return on asset. Total asset turnover menggambarkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan penjualan dari total asetnya dengan membandingkan penjualan bersih dan total aset rata-rata. Menurut Kasmir . 4: . : Rasio ini digunakan untuk mengukur perputaran semua aset yang dimiliki perusahaan dan mengukur berapa jumlah penjualan yang diperoleh dari tiap Rupiah aset. Perputaran total aktiva . otal asset turnove. menggambarkan kecepatan perputaran aktiva dari tahun ke tahun. Rasio ini digunakan Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 untuk mengukur tingkat penggunaan aset dalam menghasilkan pendapatan dari Semakin efisiennya suatu perusahaan dalam menggunakan aset yang dimilikinya untuk memperoleh pendapatan, maka akan menunjukkan semakin baiknya laba yang akan diperoleh perusahaan. Menurut Fahmi . 6: . : Total asset turnover disebut juga dengan perputaran total aset. Rasio ini melihat sejauh mana pengelolaan keseluruhan aset yang dimiliki oleh perusahaan. Total asset turnover dipengaruhi oleh besar kecilnya penjualan dalam sebuah perusahaan dan total aktiva, baik lancar maupun aktiva tetap. Karena itu, total asset turnover dapat diperbesar dengan menambah aktiva pada satu sisi dan pada sisi lain diusahakan agar penjualan dapat meningkat relatif besar dari peningkatan aktiva. Sedangkan menurut Sudana . 1: . : Total asset turnover mengukur efektivitas penggunaan seluruh aktiva dalam menghasilkan penjualan. Semakin besar rasio ini berarti semakin efektif pengelolaan seluruh aktiva yang dimiliki perusahaan. Menurut Harahap . 1: . : Rasio ini menunjukkan perputaran total aktiva diukur dari volume penjualan dengan kata lain seberapa jauh kemampuan semua aktiva menciptakan Semakin tinggi total asset turnover pada sebuah perusahaan akan semakin baik karena dengan penjualan yang meningkat akan memengaruhi laba perusahaan yang semakin meningkat. Hal ini didukung penelitian yang dilakukan oleh Supardi. Suranto dan Suyanto . yang menyatakan bahwa total asset turnover berpengaruh positif terhadap return on assets. Berdasarkan uraian, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah: H1: Leverage berpengaruh negatif terhadap return on assets. H2: Likuiditas berpengaruh negatif terhadap return on assets. H3: Total asset turnover berpengaruh positif terhadap return on assets. METODE PENELITIAN Bentuk Penulis menggunakan studi dokumenter sebagai teknik pengumpulan data, dimana pada penelitian ini penulis menggunakan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah 43 Perusahaan Sektor Aneka Industri di Bursa Efek Indonesia. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, yakni sampel dipilih berdasarkan kriteria yaitu Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 perusahaan yang sudah IPO sebelum tahun 2013. Berdasarkan kriteria tersebut, maka sampel dalam penelitian ini berjumlah 37 perusahaan. Penulis menganalisis data dan menguji data menggunakan bantuan software SPSS versi 22. PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Berikut ini adalah hasil tabel analisis statistik deskriptif terhadap yang ada pada penelitian. Leverage Likuiditas Total asset Return on asset Valid N . TABEL 1 STATISTIK DESKRIPTIF Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean -21,2348 31,2241 1,318310 ,1064 6,7774 1,624753 Std. Deviation 3,9443321 1,1363819 ,1863 2,7551 ,973901 ,5127723 -,2907 ,7160 ,020802 ,0963026 Sumber: Data Olahan SPSS 22, 2019 Berdasarkan Tabel 1, leverage memiliki nilai terendah -21,23 (-2. 123,48 , nilai tertinggi 31,22 . 122,4 perse. , dan nilai rata-rata 1,31 . ,83 likuiditas memiliki nilai terendah 0,10 . ,64 perse. , nilai tertinggi 6,77 . ,74 perse. , dan nilai rata-rata 1,62 . ,47 perse. Total asset turnover memiliki nilai terendah 0,18 . ,63 perse. , nilai tertinggi 2,75 . , dan nilai rata-rata 0,97 . ,39 perse. Return on assets memiliki nilai terendah -0,29 . ,07 perse. , nilai tertinggi 0,71 . ,6 perse. , dan nilai rata-rata 0,02 . ,08 Analisis Regresi Linear Berganda Berikut ini disajikan Tabel 2 yang merupakan hasil pengujian analisis regresi linear berganda: Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 TABEL 2 HASIL UJI REGRESI LINEAR BERGANDA Coefficientsa Model 1 (Constan. Leverage Likuiditas Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta -,047 ,009 -5,327 Sig. Tolerance ,000 VIF ,000 ,001 -,016 -,244 ,808 ,966 1,035 ,010 ,003 ,205 3,056 ,003 ,935 1,069 7,369 ,000 ,954 1,048 Total asset ,052 ,007 ,489 Dependent Variable: Return on Asset Collinearity Statistics Sumber: Data Olahan SPSS 22, 2019 Dari Tabel 2 dapat diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai Y= -0,047 0,000X1 0,010X2 0,052X3 e Koefisien Korelasi Berganda (R) dan Koefisien Determinasi (Adjusted R Squar. Berikut ini disajikan Tabel 3 yang merupakan hasil pengujian Analisis Koefisien Korelasi Berganda (R) dan Koefisien Determinasi (Adjusted R Squar. TABEL 3 HASIL PENGUJIAN KOEFISIEN KORELASI DAN KOEFISIEN DETERMINASI Model Summaryb Adjusted R Std. Error of Model R Square Square the Estimate Durbin-Watson ,570a ,324 ,312 ,0439247 2,030 Predictors: (Constan. Total Asset Turnover. Leverage. Likuiditas Dependent Variable: Return on Asset Sumber: Data Olahan SPSS 22, 2019 Diketahui bahwa nilai koefisien korelasi (R) bernilai positif sebesar 0,570 yang memiliki arti bahwa, variabel leverage (DER), likuiditas (CR), dan total asset turnover terhadap return on assets memiliki hubungan yang cukup kuat dan searah. Nilai koefisien determinasi dapat dilihat pada kolom Adjusted R Square sebesar 0,312 memiliki arti bahwa, kemampuan leverage (DER), likuiditas (CR), dan total Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 asset turnover dalam memberikan pengaruh terhadap return on assets yaitu sebesar 31,2 persen dan sisanya sebesar 68,8 persen dipengaruhi oleh faktor atau lain. Uji F Berikut disajikan Tabel 4 yang merupakan hasil uji kelayakan model (Uji F): Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares ,149 TABEL 4 HASIL UJI F ANOVAa Mean Square ,050 ,311 ,460 25,762 Sig. ,000b ,002 Dependent Variable: Return on Asset Predictors: (Constan. Total Asset Turnover. Leverage. Likuiditas Sumber: Data Olahan SPSS 22, 2019 Berdasarkan Tabel 4 menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai signifikansi kurang dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi layak untuk diuji. Uji t Berdasarkan Tabel 2 menunjukkan nilai signifikansi leverage (DER) sebesar 0,808 yang lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara leverage terhadap return on assets. Pada variabel likuiditas (CR) menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,003 yang lebih kecil dari 0,05 dengan koefisien regresi dengan arah positif sebesar 0,010, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif antara likuiditas terhadap return on assets. Pada variabel total asset turnover menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05 dengan koefisien regresi arah positif sebesar 0,052, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif antara total asset turnover terhadap return on assets. PENUTUP Hasil penelitian menunjukkan leverage (DER) tidak berpengaruh terhadap return on assets, likuiditas (CR) berpengaruh positif terhadap return on assets dan total asset turnover berpengaruh positif terhadap return on assets. Berdasarkan nilai koefisien Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 determinasi melalui adjusted R square menunjukkan nilai sebesar 0,312 yang berarti 31,2 persen variabel return on assets dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independen dalam penelitian ini dan sisanya sebesar 68,8 persen dijelaskan oleh faktor lain di luar penelitian ini, sehingga penulis menyarankan untuk menganalisis variabel lain seperti ukuran perusahaan. DAFTAR PUSTAKA