GENTA MULIA: Jurnal Ilmiah Pendidikan eissn: 25806416 pISSN: 23016671 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DENGAN MATERI SEL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMAN 1 KAWAY XVI Agus Priyanto1 1SMA Negeri 1 kaway XVI 1Coresponding Email: Aguspriyanto67@gmail. Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1. Untuk mengetahui hasil belajar siswa pada materi sel dikelas XI di SMA N1 kaway menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Untuk membandingkan hasil belajar dengan model STAD dan model konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian tentang penerapan model STAD terhadap hasil belajar, jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian PTK ( penelitian tindakan kelas ) pendekatan yang dilakukan pendekatan kualitatif, populasi dan sampel yang diambil siswa kelas XI MIA 2, dan teknik pegumpulan data yang digunakan iyalah berupa lembar tes, lembar observasi, lembar wawacaran dan dikumentasi, setalah dilakukan penelitian maka terdapat hasil belajaran menggunakan model tersebut membuat hasil lebih meningkat dari pada sebelummya, sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kata-kata kunci: Model Team Achievement Division (STAD). Materi Sel. Pendahuluan Dalam pelaksanaan pembelajaran guru memiliki peran untuk meningkatkan semangat belajar siswa. Belajar iyalah suatu proses usaha sadar yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru searah keselurahan, sebagai hasil pengalaman nya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya, (Slameto, 2010 : . eissn: 25806416 pISSN: 23016671 GENTA MULIA- JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN Penerapan Model Pembelajaran Student Teams Achievement Division (Stad ) Agus Priyanto Adapun didalam pelaksaan pembelajaran tentunya menyangkut dengan hasil belajar yang mana hasil belajar dapat berpengaruh pada kognitif siswa, dalam permasalahan ini banyak terdapat kejanggalan yang dialami siswa salah satu nya hasil belajar. Berdasarkan hasil observasi awal dan pengalaman mengajar peneliti khususnya pada mata pelajaran biologi di SMA Negeri 1 Kaway XVI diketahui bahwa proses pembelajaran belum menggunakan modelmodel pembelajaran yang inovatif namun lebih cendrung menggunkan model pembelajaran yang konvensional dalam bentuk ceramah sehingga pembelajaran hanya terjadi satu arah, selain itu motifasi belajar siswa dalam kelas juga masih rendah, siswa kurang bersemangat, dalam proses Siswa juga kurang memahami materi yang disampaikan karena siswa kurang dilibatkan dalam pelajaran. Keadaan seperti ini memberi pengaruh pada hasil belajar siswa, seperti yang terlihat dari rendahnya nilai siswa saat mengikuti ulangan harian dan ujian tengah semester yang belum mencapai kriteria kentutasan minal ( KKM). Peneliti juga melakukan wawancara dengan seorang siswa kelas XI yang mengatakan bahwa proses belajar mengajar dikelas kurang menggunakan model pembelajarn yang menarik, sehingga siswa terkadang siswa bosan dan kurang memahami materi pembelajaran selain itu siswa lebih cendrung duduk berkelompok dimana kelompok tersebut bersifat homogen sehingga kelompok-kelompok tertentu yang lebih aktif dalam proses pembelajaran keadaan seperti ini yang menyebabkan hasil belajar yang berbeda-beda, siswa yang duduk dekat dengan siswa yang memiliki hasil belajar yang tinggi akan memilik hasil belajar yang baik, juga sebaliknya jika siswa duduk dekat dengan siswa yang hasil belajar tidak baik maka siswa tersebut juga tidak memiliki hasil belajar yang baik. untuk meningkatkan hasil belajar siwa, solusi untuk meningkatkan hasil belajar siwa dilakukan dengan penerapan model pembelajaran tipe STAD (Student Teams Achievement Divisio. , karena pembelajaran kooperatif ini menekankan kerja sama siswa selama proses pembelajaran sehingga diharapkan dapat hasil belajar siswa dalam Menurut (Dian, 2011 : . AuModel pembelajaran tipe STAD adalah salah satu model pembelajaran kooperatif dimana siswa belajar dengan bantuan lembaran kerja sebagai pedoman secara berkelompok, berdiskusi guna memahami konsep-konsep menemukan hasil yang benar. Menurut Slavin ( Rusman, 2012 : . Aumengemukakan bahwa model pembelajaran stad (Student Teams Achievement Divisio. merupakan variasi pembelajaran GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan . Penerapan Model Pembelajaran Student Teams Achievement Division (Stad ) Agus Priyanto koopertif yang memacu siswa agar saling mendorong dan membantu satu sama lain keterampilan yang diajarkan oleh guruAy. Menurut Arends ( Suprijono, 2013 : . AuModel pembelajaran mengacu pada pendekatan yang digunakan termasuk didalamnya tujuantujuan tahap-tahap pembelajaran,lingkungan Pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisio. dikembang kan oleh Robert Slavin dkk. Di universitas john hopkin dan merupakan tipe pemeblajaran kooperatif yang paling sederhana yang menekankan pada aktivitas dan interaksi antar siswa dengan siswa untuk saling memotifasi dan membantu dalam memahmi suatu materi. Menurut ( Rusman, 2012 : 213 ) AuModel STAD (Student Team Achievement Divisio. merupakan variasi pembelajaran kooperatif yang paling banyak diteliti. Menurut ( Slavin, 2010 : 215 ) AuModel pembelajaran STAD merupakan salah satu metode pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, dikatakan demikian karena kegiatan pembelajaran yang dilakukan masih dekat kaitannya dengan pembelajaran konvensional. Selanjutnya menurut ( Trianto, 2010 : 53 ) AuMenyatakan bahwa, pembelajaran kooperatif STAD merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang cukup sederhana. Dikatakan dengan demikian karena kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan pembelajaran konvensional, yaitu adanya penyajian informasi atau meteri Dari penjelasan menurut para pakar STAD merupakan model yang sangat gampang dan jarang dipakai STAD merupakan metode pembelajaran yang sangat sederhana di lakukan untuk sekolah, model tersebut dapat dijadikan sebagai contoh dalan melakukan penelitian untuk melihat apakah siswa tersebut mampu mengembangkan minat belajar nya dengan menggunakan model tersebut, kemudian model STAD merupakan model yang sangat mudah diterapkan oleh guru untuk peserta didik nya. Hasil belajar merupakan bagian terpenting dalam pembelajaran. ( Susanto, 2013 : 5 ) AuMendefinisikan hasil belajar yaitu perubahanperubahan yang terjadi pada diri siswa , baik yang menyangkut aspek kognitif, afektif dan psikomotor sebagai salah satu hasil dari kegiatan Adapun hasil belajar menurut Nawawi (Susanto, 2013 : . yang menyatakan hasil belajar dapat diartikan sebagai tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi disekolah yang dinyatakan dalam skor yang diperoleh dari hasil tes mengenal sejumlah materi pelajaran tertentu. Hasil belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik yang bersifat internal dan eksternal. Menurut Munadin ( Rusman. T, 2013 : . Faktor. GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Penerapan Model Pembelajaran Student Teams Achievement Division (Stad ) Agus Priyanto faktor yang mempengaruhi hasil belajar antara lain meliputi faktor internal dan eksternal. Faktor intrrnal meliputi faktor fisiologis dan psikologis, semesntara faktor eksternal meliputi faktor lingkungan dan dan faktor instrumental. Berdasarkan pengertian hasil belajar diatas , dapat penulis simpulkan bahwa hasil belajar adalah suatu hasil yang diperoleh siswa setelah siswa tersebut melakukan kegiatan belajar dan pembelajaran serta bukti keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang dengan melibatkan aspek kognitif, efektif, psikomotor yang dinyatakan dalam simbol huruf maupun kalimat. Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui hasil belajar siswa pada materi sel dikelas XI Mia 2 di SMA Negeri 1 kaway XVI dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan Untuk membandingkan hasil belajar dengan model STAD dan model Metode Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, kualitatif merupakan penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan, menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh sosial yang tidak dapat dijelaskan, diukur atau digambarkan melalui penekatan kualitatif (Saryono, 2010 : . Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian PTK ( penelitian tindakan kela. untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dikelas. (Hardjodipuro, 2014 : . penelitian tindakan kelas adalah suatu pendekatan untuk memperbaiki pendidikan melalui perubahan, dengan mendorong para guru untuk memikirkan praktik mengajarkan sendirinya, agar kritis terhadap praktik tersebut dan agar mau untuk Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Kaway XVI Keudee Aron kecamatan Kaway XVI. Waktu penelitian berdasarkan kurikulum yang telah ditetapkan, oleh karena itu penelitian akan dilaksanakan pada waktu semester ganjil. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Lembar tes. Lembar observasi, wawancar, dan studi dokumentasi. instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan . Penerapan Model Pembelajaran Student Teams Achievement Division (Stad ) Agus Priyanto Lembar tes ini dimaksudkan untuk mengetahui/mengukur peningkatan prestasi belajar yang menyangkut ranah kognitif, afektif dan psikomotorik dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD. Pretest dalam bentuk soal cost yang berjumlah 20 butir dengan bobot nilai perbutir 5. Postest dalam bentuk soal cost yang berjumlah 20 butir dengan bobot nilai perbutir 5. Hadi s. (Sugiyono, 2013 : 2 ) AuObservasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Dua diantara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan. Wawancara mendalam digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti akan melaksanakan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikitkecilAy (Sugiyono, 2014 : . Dokumentasi dalam penelitian tindakan kelas dilakukan dengan pengumpulan dokumen yang berasal dari arsip-arsip seperti buku indul, daftar kelas, daftar nilai dan hasil tes . Analisis data kualitatif digunakan untuk menganalisi aktivitas belajar siswa, serta untuk menganalisi kinerja guru selama proses pembelajaran Rumus analisis aktif belajar siswa ycI %ya = ycu100% ycIycA Keterangan: %A = Aktivitas siswa S = Jumlah skor SM = Skor maksimum,(Adaptasi dari Arikunto S. Dengan Kategori sebagai berikut: Tabel 1 Rentang Nilai dan Kategori Penilaian hasil belajar siswa Nilai Kategori . Kurang Cukup Baik Sangat baik GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Penerapan Model Pembelajaran Student Teams Achievement Division (Stad ) Agus Priyanto (Adopsi dari kemendikbud. Hasil dan Pembahasan Hasil Langkah awal yang dilakukan peneliti sebelum melakukan penlitian tindakan kelas, yaitu melakukan pengamatan awal berupa pra tindakan tanpa menggangu pembelajaran untuk mengetahui kedaan awal pada sistem belajar untuk meningkatkan hasil belajar dengan menggunakan lembar observasi. Selain melakukan pengamatan peneliti melakukan penerapan model pembelajaran terlebih dahulu guna melakukan hasil belajar yang dicapai, hal ini dilakukan guna melihat hasil belajar siswa di bawah rata-rata. Penerapan model pembelajaran. Student teams achievement division tersebut diterapkan guru guna melihat hasil belajar siswa yang sangat memprihatinkan karena hasil belajar siswa rata-rata berada dibawah KKM yang telah di tentukan Adapun penyebabnya adalah siswa kurang kosentrasi, karena strategi pembelajaran nya lebih berpedoman pada buku dan menggunakan metode ceramah sehigga dapat membuat siswa nya malas dalam belajar. Hal ini menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Pada saat tes pra tindakan dari 10 siswa hanya 3 siswa yang tuntas dan 7 siswa lainnya tidak tuntas, atau hanya siswa yang tuntas dan yang tidak Nilai tertinggi yaitu 80 yang dimiliki oleh 2 orang siswa sedangkan nilai terendah 15 yang dicapai 1 orang siswa. Nilai KKM yang di tentukan Hal ini menunjukkan hasil belajar siswa yang sangat rendah yang disebabkan oleh siswa yang kurang memperhatikan guru mengajar,dan siswa lebih dominan berbicara dengan teman nya karena guru tidak menerapkan model pembelajaran yang konduksif. Hasil Siklus I penerapan STAD menunjukkan bahwa ketuntasan siswa masih jauh dari yang diharapkan. Karena hal ini disebabkan karena siswa kurang memahami dan memperhatikan pembelajaran yang disampaikan. Didalam hasil tersebut hanya 7 orang medapatkan nilai dibawah ketuntasan nilai KKM. Hal ini menunjukkan hasil belajar masih rendah yang disebakan oleh siswa yang kurang aktif dan kurang memahami yang melibatkan guru harus berperan aktif. Didalam pelaksanaan obeservasi berlangsung dapat diamati dengan menggunakan lembar observasi keaktifan siswa dalam pembelajaran. GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan . Penerapan Model Pembelajaran Student Teams Achievement Division (Stad ) Agus Priyanto Tabel 2 Hasil Pengamatan Observasi Skor Kegiatan Keaktifan siswa dalam materi Oo Perhatian siswa dalam antusias, terfokus pada materi Kedisiplinan siswa dalam kelas Penugasan dan mengerjakan tugas sampai selasai Jumlah Rata-rata Oo Oo Oo Sumber : Hasil pengolahan data 2020 Setelah guru melaksanakan semua rencana tindakan pra siklus pertama dikelas XI mia 2 dengan menggunakan model pembelajaran STAD pada materi sel, berdasarkan hasil observasi pengamatan 4 aspek keaktifan siswa yaitu terdapat beberapa orang siswa yang mendengarkan guru menyampaikan tujuan pelajaran. Bahkan proses pembelajaran tidak berjalan seperti yang diharapkan karena siswa kurang serius dalam berdiskusi maka hasil yang didapatkan dalam observasi keaktifan siswa hanya 2 kondisi seperti ini membawa pengaruh pada hasil belajar. Hasil Siklus II menunjukkan bahwa secara individual meningkat menjadi 80 % yang tuntas dan 20 % yang tidak tuntas dengan dengan kata lain 10 siswa 2 orang siswa yang tidak tuntas dan 8 lainnya siswa yang Nilai tertinggi yaitu 85 oleh 3 orang. Nilai KKM yang ditentukan iyalah 75 hal ini menunjukkan peningkayan hasil belajar yang sangat signifikasi disebabkan oleh guru yang sudah lebih menguasai kelas sehingga siswa menjadi sangat aktif sehingga model pembelajaran yang lebih berpusat hasil observasi Siklus II menunjukkan Model pembelajaran yang digunakan lebih cenderung berpusat pada siswa dan siswa saling bekerja sama dalam aktivitas nya bahkan lebih aktif dari sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran tersebut lebih berpusat pada siswa sehingga siswa lebih tertip lebih disiplin dan bahkan siswa lebih cenderung belajar sama tim dalam membuat suatu tugas. pada siswa selesai. GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Penerapan Model Pembelajaran Student Teams Achievement Division (Stad ) Agus Priyanto Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai belajar siswa dari pra tindakan sebelum menggunakan model pembelajaran Student teams achievement division pada siklus 1 dan siklus II dilakukan dengan model pembelajaran. Pada siklus I terdapat 3 orang siswa yang tuntas atau 30%, dan pada siklus II terjadi peningkatan hasil belajar siswa yang sangat relative yaitu mencapai 8 orang siswa yang tuntas atau setara Peningkatan hasil belajar siswa timbul akibat rasa ingin tau sehingga siswa antusias dalam belajar,dan kemudia guru sudah menguasi model pembelajaran. Dalam hal berdiskusi siswa sudah mengerjakan tugas bersama tidak lagi terlihat siswa mengerjakan tugas secara individu. Proses pembelajaran pada siklus II sudah berpusat pada siswa sesuai dengan harapan penelitisedangkan pada pra siklus I proses pembelajaran lebih berpusat pada guru. Guru yang berperan aktif dalam proses Pada proses pembelajaran siklus I belum berjalan sesuai yang diharapkan hanya terdapat 3 orang yang tuntas saja, sedangkan pada siklus II pembelajran berjalan sesuai dengan yang diharapkan oleh guru guna meningkatkan hasil belajar, peningkatan hasil belajar pada siklus II adalah 7 orang dibandingkan pada siklus I. Hal ini menunjukkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran adalah hasil belajar pun menjadi meningkat. Kesimpulan Dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran student teams achievement division (STAD) banyak terdapat peningkatan. Dan STAD juga membawa pengaruh terhadap belajar siswa bahkan juga dapat meningkatkan hasil belajar setelah diterapkan Daftar Pustaka