Manajemen Pengembangan Ekonomi Kreatif Santri di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Banyuayu Pamoroh Kadur Pamekasan Moh Hafid Effendy Fakultas Tarbiyah IAIN Madura effendyhafid@gmail. Siti Anisyah Fakultas Tarbiyah IAIN Madura Sitianisyah19@gmail. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rasa ketertarikan peneliti terhadap pengembangan minat dan bakat ekonomi kreatif santri yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Banyuayu Pamoroh Kadur Pamekasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pengembangan minat dan bakat ekonomi kreatif santri ini yaitu: pertama, masih dikendalikan langsung oleh pengasuh yang merencanakan serta mengatur manejemen adalah pengasuh. Kedua, sistem pengelolaan ekonomi kreatif santri menggunakan sistem manual untuk pengarsipan, dan sistem TOT atau regenerasi/ pengkaderan untuk pengembangan minat dan bakatnya. Ketiga, adapun faktor pendorong ialah SDM yang mumpuni dan bisa berkarya serta SDA yang memadai, serta motivasi langsung yang diberikan oleh pengasuh, sedangkan faktor penghambatnya adalah waktu yang kurang serta keterbatasan dalam membuat kerajinan karena menggunakan tenaga manusia, juga dikarenakan santri yang mengalami kelelahan karena mengikuti kegiatan-kegiatan pondok pesantren sehingga santri menjadi malas. Keempat, solusi dari faktor penghambat manajemen pengembangan minat dan bakat ekonomi kreatif santri yaitu dilakukan beberapa evaluasi di awal maupun akhir tahun. Kata Kunci: manajemen, ekonomi kreatif, santri Abstract This research was motivated by the researchers' interest in developing the interests and creative economic talents of the santri at the Pamoroh Kadur Pamekasan Islamic Boarding School in Miftahul Ulum Banyuayu. The results of the study showed that the management of the development of the santri's creative interests and economic talents was: Tadris. Volume. Nomor 1. Juni 2019 Moh Hafid Effendy. Siti Anisyah first, it was still directly controlled by the caregivers who planned and managed the management as caregivers. Second, the creative economic management system of the santri uses a manual system for archiving, and the TOT system or regeneration / cadre to develop the interests and talents. Third, as for the driving factor, human resources are capable and able to work as well as adequate natural resources, as well as direct motivation given by caregivers, while the inhibiting factors are lack of time and limitations in making crafts because they use human labor, also because students experience fatigue due to following Islamic boarding school activities so that students become lazy. Fourth, the solution of the management inhibiting factors in developing the interest and creative talents of santri is to carry out several evaluations at the beginning and end of the year. Keywords: management, creative economy, santri Pendahuluan Manajemen sering diartikan sebagai ilmu, kiat dan profesi. Menurut R Terry, sebagaimana dijelaskan oleh melayu SP Hasibuan . alam bukunya Ahmad Fatah Yasi. yang menyatakan bahwa AuManajemen merupakan suatu proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan pengorganisasian, penggerakkan, dan mengendalikan, yang dilakukan untuk menentukan serta untuk mencapai sasaran atau tujuan yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya lainnyaAu. Memperhatikan konsep manajemen sebagaimana di atas, nampak jelas didalamnya itu harus menampilkan fungsi-fungsi pokok yang dilakukan oleh seorang pemimpin yaitu perencanaan . , pengorganisasian . Pemimpinan . dan Pengawasan . Jadi dalam menjalankan suatu kegiatan ataupun aksi dibutuhkan suatu perencanaan yang matang supaya Ahmad Fatah Yasin. Ag. Pengembangan Sumber Manusia di lembaga pendidikan Islam ( Malang : UIN Ae MALIKI PRESS, 2012 ), hlm. pelaksanaanya bisa berjalan sesuai dengan keinginan yang diharapkan juga mengantisipasi adanya hambatan yang akan terjadi. Upaya dilihat dari pandangan teologis adalah upaya menyusun dasar teoretik yang menjembatani dua rukun tersebut, kerangka penyusunan belum tersedia namun kita berusaha merumuskan bentuk-bentuk kemasyarakatan yang mengoptimalisasi sumber daya demi kebutuhan spiritual, materiil, transendental atau jangka panjang. Di samping itu, secara bahasa minat berarti Au kecenderungan hati yang sesuatuAu. Minat merupakan sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. Minat besar sekali seseorang sebab dengan minat ia akan melakukan sesuatu yang diminatinya. Abdurrahman Wahid, mengerjakan tradisi ( jogyakarta: PT. LkisS Printing Cemerlang, 2010 ). 3 Tim penyusun kamus pusat pengembangan dan pembinaan bahasa, kamus besar bahasa indonesia (Jakarta: Balai Pustaka , 1990 ), hlm. Tadris. Volume. Nomor 1. Juni 2019 Manajemen Pengembangan Ekonomi Kreatif Santri Sebailiknya tanpa minat seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu. 4 Minat tidak di bawa sejak lahir, melainkan diperoleh kemudian. Hal ini dapat di pengajaran yang akan diberikan dengan menguraikan kegunaan bagi siswa dimasa yang akan datang. Minat dapat dengan suatu berita sensasional yang sudah diketahui kebanyakan siswa. AuSelain itu, bakat merupakan kondisi atau kualitas yang dimiliki seseorang tersebut akan berkembang pada masa yang akan datang. Untuk mengembangkan minat dan bakat diperlukan beberapa faktor sebagai Pertama, stimulus. Faktor menumbuhkan bakat dan minat dapat berasal dari dalam diri . dan luar . Rangsangan utama ialah kesadaran akan potensi diri, kemauan untuk belajar, konsentrasi dan kesungguhan untuk mewujudkan potensi anak tersebut. Tumbuhnya inspirasi akan menghasilkan upaya anak tersebut untuk menjadikan potensi tersebut dalam bentuk bakat dan minat yang tampak . Ketiga, intensitas dan komitmen yang tinggi sangat dibutuhkan dalam pengembangan bakat dan minat, mengingat dalam Muchlis solichin, psikologi pendidikan berpradigma konstruktivistik ( Surabaya: CV. Salsabila Putra Pratama, 2016 hlm. hal ini komitmen sangat dibutuhkan ketika seseorang menghadapi kendala ringatangan dan haambatan baik yang berasal dari dalam maupun luarAy. Jadi, dalam pengembangan minat dan bakat dapat dilakukan oleh beberapa stakeholder di lembaga pendidikan pengarahan dan mencerminkan sikap dan perilaku yang condong akan kreativitasnya melalui kegemaran dan keinginannya, dengan demikian santri akan menemukan ide-ide atau terobosan baru dalam memciptakan sebuah perubahan baik yang terjadi dalam dirinya sendir maupun lingkungan pondok pesantren. AuDi samping itu, pesantren merupakan bagian dari pendidikan nasional yang telah ada sebelum kemerdekaan dan bahkan disinyalir sebagai lembaga pendidikan yang memiliki kekhasan, keaslian indonesia, pendidikan ini semula merupakan pendidikan agama islam yang di mulai sejak munculnya masyarakat Islam Kebanyakan dari pesantren menerapkan pola manajemen yang berorientasi pada penanaman jiwa ketulusan, keihlasan dan kesukarelaan. Konsep tersebut hampir semua aktivitas Hanya saja konsep tersebut pada masa lalu banyak memiliki kelemahan utamanya disebabkan karena tidak diimbangi dengan kemampuan dan profesionalisme yang memadaiAy. 5 Ibid. , hlm. Irwan abdullah. Muhammad zain, hasse j. Agama pendidikan islam dan tanggung jawab sosial pesantren ( jogjakarta: pustaka pelajar, 2008 ), hlm Tadris. Volume. Nomor 1. Juni 2019 Moh Hafid Effendy. Siti Anisyah Selanjutnya, pesantren yang juga merupakan salah satu tempat bagi anakanak menuntut ilmu selama ini diharapkan akan mampu dijadikan salah satu basis untuk dapat mendidik anakanak manjadi wirausaha selain menuntut ilmu lainnya. Program mendidik pekerja anak agar dapat sekolah dipesantren dengan berbagai ilmu lainnya yang diberikan akan mampu menjadikan pekerja anak sebagai manusia yang Di sisi lain, kewirausahaan merupakan salah satu yang dapat menggerakkan suatu bangsa, karena itu diyakini bahwa kewirausahaan adalah pangkal pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dunia. Fakta ini telah dibuktikan oleh banyak negara di dunia. Peran wiraushawan sangat besar dalam mendorong kemajuan suatu bangsa ini membuat setiap negara harus mampu menciptakan kondisi yang membuat tumbuhnya wirausaha baru yang tentuny dapat mempercepat tumbuhnya ekonomi. Kemampuan beradaptasi tentu saja sangat ditentukan oleh sumber daya yang dimiliki. Oleh karena itu, agar dipertahankan organisasi haru memiliki individu-individu kewirausahakan yang ditandai oleh sifat fleksibel, inovatif, dan tanggap terhadap tanda-tanda Jiwa kewirausahaan haru menjafdi pola pikir setiap orang , karena hanya dengan jiwa tersebut kemajuan sebagai bangsa akan Eva Yoyet dan ermatati Hatta,Ay pekerja anak menuju kemandirian berwirausaha melalui pesantren Au, polibisnis, 6 ( No 1, 2014 ), hlm. 8 Rambat lupiyoadi, yuyus suryana, yuyun wirasasmita, asep mulyana, culturepreneurship ( jakarta: mitra wacana media, 2016 ), hlm. perjuangan dan pergulatan dalam menghadapi setiap belenggu. Dari beberapa penjelasan yang telah disebutkan, dapat diketahui bahwa kewirausahaan mempunyai lingkup yang cukup luas dan dinamis sifatnya. Adapun yang menjadi titik berat dari defini kewirausahaan yang disebutkan terakhir ialah adanya proses dan sesuatu yang baru sebagai hasil kreativitas yang disertai dengan resiko tertentu. Dengan kewirausahaan tidak hanya berada dalam tataran micro-economy melainkan juga masuk dalam pemain ekonomi Untuk menjadi wirausahawan yang berhasil, diperlukan pengetahuan yang dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan sebagai kekuatan dalam meraih sebuah keberhasilan karena pengetahuan yang matang akan keberhasilan oleh karena itu, bekal kewirausahaan sangat penting untuk dikembangkan karena setiap individu pasti memiliki skill hanya tinggal kemampuan itu dimiliki. Oleh karena itu, menghadapi mengalami banyaknya persaingan maka pengetahuan dan kekuatan dalam daya fikir maupun saing yang mampu mewujudkan generasi baru dalam menciptakan sebuah perubahan yang nantinya dapat berguna bagi diri sendiri maupun masyarakat ketika telah keluar dari pondok pesantren. Ekonomi kreatif Eman Suherman. Desain Pembelajaran Kewirausahaan ( Bandung: ALFABETA, 2010 ). Tadris. Volume. Nomor 1. Juni 2019 Manajemen Pengembangan Ekonomi Kreatif Santri termasuk salah satu cara bagaimana santri menciptakan lapangan kerja sehingga ketika keluar dari pondok pesantren tidak hanya mencari kerja melainkan memiliki pekerjaan untuk bekal masa depan. Tinjauan tentang Manajemen Manajemen merupakan proses atau kerangka kerja yang melibatkan bimbingan atau pengarahan kepada kelompok manusia ke arah tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata. Manajemen juga mengkaji efisiensi dan efektivitas pelaksananaan mempertimbangkan tujuan organisasi, kegiatan yang logis, jumlah sumber daya manusia atau staf yang memadai, disiplin kerja, upah yang proporsional, bonus yang prestatif dan pengembangan yang perusahaan yang terukur. Manajemen sebagai suatu ilmu dan teknik untuk mengurus atau mengelola tidak lepas dari fungsi-fungsi dan kewajiban manusia yang telah ditetapkan Allah, antara lain : . Fungsi manusia sebagai khalifah Allah, . Kewajiban manusia mengemban amanat Allah, . Perjanjian manusia dengan penciptanya, dan . Hakikat eksistensi manusia di muka bumi. AuAdapun prinsip atau kaidah dan teknik manajemen menurut agama islam adalah pertama, prinsip amar maAoruf nahi mungkar yang maknanya setiap orang berkewajiban menegakkan kemaslahatan dan berusaha Kedua, pengelolaan yang baik dan benar pada suatu pihak, dan menghindari kesalahan 10 Saefullah. Manajemen pendidika islam ( Bandung : CV Pustaka Setia, 2012 ), hlm. dan kekeliruan di pihak lain, merupakan sebagian dari upaya untuk menegakkan Ketiga, menegakkan keadilan, semua aktivitas yang terkait pengelolaan suatu lembaga harus dilandaskan pada sifat adil. Adil dalam menimbang, adil dalam bertindak, dan adil dalam Keempat, memerintahkan setiap orang termasuk civitas PTI untuk menunaikan amanatAy. AuSedangkan menurut ngalim purwanto, setiap program memerlukan perencanaan sebelum dilaksanakan. Kerena kegiatan yang harus dilakukan pada organisasi itu berlangsung. Perencanaan merupakan cara menghampiri masalahmasalah. Dalam penghampiran masalah itu, si perencana merumuskan hal-hal yang harus dikerjakan dan cara Perencanaa merupakan salah satu syarat mutlak bagi setiap kegiatan manajerial. Karena tanpa perencanaan, pelaksanaan suatu kegiatan akan mengalami kesulitan dan bahka gagal dalam mencapai tujuan yang Dalam setiap perencanaan, ada dua faktor yang harus diperhatikan, yaitu faktor tujuan dan faktor sarana, baik sarana personel maupun materialAy. Pengembangan Minat dan Bakat Minat secara istilah telah banyak dikemukakan oleh para ahli, di antaranya yang dikemukakan oleh Hilgardyang dikutip oleh slameto Auinterest tendency topay attention to end enjoy some Mulyono. Manajemen Administrasi dan Organisasi ( jogjakarta : Ar-Ruzz Media, 2. , 12 Ibid. , hlm. Tadris. Volume. Nomor 1. Juni 2019 Moh Hafid Effendy. Siti Anisyah contentAy. Sardiman berpendapat bahwa minat diartikan sebagai suatu kondisi yag terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri atau arti sementara situasi yang dihubungkan keinginan-keinginan kebutuhan-kebutuhannya sendiri. Minat merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi usaha yang dilakukan Minat yang kuat akan menimbulkan usaha yang gigih serius dan tidak akan putus asa dalam menghadapi tantangan, yang dengannya akan memiliki semangat yang tinggi untuk mencapai tujuan belajar. Selain itu, keberadaan minat pengembangan bakat karena tanpa minat, bakat tidak akan berdaya guna. Artinya, minat yang tinggi akan melakukan sesuatu sekalipun orang tersebut tidak berbakat, sebaliknya berbakat tanpa minat akan sulit mengembangkan bakat tersebut. Karena itu ketika orang tersebut menggali dan tumbuhlah dan peliharalah minat orag tersebut agar bakat orang tersebut Bakat sendiri mempunyai tiga aspek, yaitu: pertama, aspek perseptual, yang meliputi kemampuan dalam mengadakan persepsi, dan ini meliputi faktor-faktor kepekaan indera, perhatian, orientasi ruang, orientasi waktu, luasnya daerah persepsi, kecepatan persepsi. Sedangkan williams B. Michael memberikan definisi tentang bakat adalah kemampuan Muchlis sholichin. Psikologi pendidikan berpradigma konstruktivistik ( surabaya : CV Salsabila putra pratam. , hlm. 14 Ibid. , hlm. seseorang atau potensi hipotesis, bagi penerimaan kurang lebih pola perilakuperilaku yang terlibat dalam pelaksanaan tugas yang seseorang sedikit sekali Dengan menekankan kepada perilaku seseorang berkaitan dengan suatu kemampuan yang untuk melakukan hal itu orang tersebut memerlukan latihan sedikit saja. Bigham menegaskan bahwa bakat adalah kondisi atau serangkaian memperoleh melalui latihan beberapa pengetahuan, skill atau serangkaian respon-respon seperti kemampuan untuk berbahasa, memproduksi musik dan lain-lain. Bakat merupakan potensi bawaan yang memerlukan latihan agara dapat terwujud secara nyata. Bakat merupakan potensi terpendam dalam diri seseorang. Agar bakat dapat muncul perlu digali, ditemukan, dilatih, dan Bakat memungkinkan seseorang mencapai prestasi dalam bidang tertentu, akan tetapi harus pengertian, pengetahuan, pengalaman, dan dorongan. Metode Penelitian Penelitian pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif . Sumber wawancara, observasi dan dokumentasi. Informannya adalah pengurus umum. Sedangkan pengecekan keabsahan data dilakukan melalui pengecekan ketekunan pengamatan dan triangulasi. 15 Ibid. , hlm. Tadris. Volume. Nomor 1. Juni 2019 Manajemen Pengembangan Ekonomi Kreatif Santri Pembahasan Manajemen Pengembangan Minat dan Bakat Ekonomi Kreatif Santri di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Banyuayu Pamoroh Kadur Pamekasan Berdasarkan hasil wawancara di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Banyuayu Pamoroh Kadur Pamekasan ekonomi kreatif santri di pondok pesantren miftahul ulum adalah untuk mewujudkan potensi keberbakatannya menjadi dua prestasi aktual dipengaruhi oleh dua faktor moderator, yaitu faktor karakteristik kepribadian dan kondisi Pendapat ini senada dengan pendapat Heller dan Heny bahwa selain faktor lingkungan faktor karakteristik kebebakatan seseorang. Beberapa Ekonomi Kreatif Santri yang di kembangkan di Pondok pesantren Miftahul Ulum Banyuayu Pamoroh Kadur Pamekasan antara lain. koperasi, menjahit, bordir, seni kerajinan tangan membuat tas, dan kaligrafi. Hasil wawancara dengan Ibu Farida selaku pengurus umum serta pengelola ekonomi kreatif santri di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Banyuayu Pamoroh Kadur Pamekasan. AuUntuk pengelolaan minat dan bakat ekonomi kreatif santri yang dikelola disini masih ditangani langsung oleh pengasuh artinya pengasuh masih terjun langsung untuk merencanakan, beberapa kegiatan yang berhubungan dengan kreativitas santri, sedangkan untuk minat dan bakat itu memang 16 Observasi lapangan, minggu . mengikuti kegiatan pelatihan apalagi setelah menginjak kelas 2-3 MA itu harus belajar memanfaatkan sumber daya yang ada supaya setelah keluar dari pondok maupun terjun ke lapangan itu tidak kaget dengan situasi, artinya santri dapat berkarya sendiri maupun bisa membuka peluang kerja untuk orang lain. Namun, untuk menumbuhkan minat, santri yang masih baru diikutsertakan dalam proses pengajaran dan pelatihan supaya ada ketertarikan untuk berkreasi hal itu dilakukan oleh beberapa pengurus yang menangi hal tersebut. 17 Hal senada juga disampaikan oleh Hariyah selaku santri dalam petikan wawancaranya, sebagai Auyang mengatur langsung itu pengasuh dan yang membimbing itu juga pengasuh saya hanya sebagai kegiatan kretivitas yang ada disini karena saya juga ingin mengembangkat bakat saya. Untuk manajemennya itu pengasuh langsung yang mengatur. Penuturan disampaikan oleh SaAoadah selaku santri wawancaranya sebagai berikut Aysemua pengasuh, saya hanya mengikuti serta menjalankan kegiatan pondok pesantren dan ketentuannya disamping itu saya juga ingin mengembangkan bakat saya dalam bidang menjahit karna saya juga ingin menjadi desainer terkenal, dalam mengatur serta merencanakan pengasuh juga sangat baik dalam menjalankan hal ini karena pengasuh memiliki jiwa 17 Farida, pengurus ekonomi kreatif, wawancara langsung, . , pada jam 08. Hariyah, santri banyuayu, wawancara langsung, ( 01 maret 2. , pada jam 09. Tadris. Volume. Nomor 1. Juni 2019 Moh Hafid Effendy. Siti Anisyah entrepreneur, beliau juga mengajarkan cara memasarkan produk yang telah kami buat. Hal senada juga di sampaikan oleh Khusnul khotimah selaku santri, dalam petikan wawancaranya sebagai Audalam pengasuh terkadang hanya memantau perkembangan santri dalam mengikuti pengembangan minat dan bakat yang dituangkan dalam kegiatan kreatifitas santriAy. Dengan manejemen pengembangan minat dan bakat ekonomi kreatif santri masih di bawah pantauan pengasuh secara jelas karena yang merencanakan, mengatur serta yang mengoorganisasikan adalah pengelolaannya dilakukan oleh santri hal itu membuktikan bahwa pengasuh tidak kreativitas santri itu berjalan dengan sewenangnya karena masih dibawah naungan pondok serta yang mendanai juga masih pondok pesantren. Adapun sistem pengelolaan yang baik dan benar tentu akan memajukan Meningkatkanya daya saing dalam berkreasi serta berpikir, memperluas kerja sama serta meningkatkan kepuasan klien atau pelanggan. Mengenai sistem pengolaan ekonomi kreatif santri di pondok pesantren miftahul ulum banyuayu pemoroh kadur pamekasan. 19 SaAoadah, santri Banyuayu, wawancara langsung . , pada jam 10. 20 Khusnul khotimah. Manajemen Pengembangan Minat dan Bakat Santri, kamis . Maret 2. 21 Observasi manejemen pengembangan minat dan bakat ekonomi kreatif santri, sabtu . maret Maka berikut ini hasil wawancara yang saya lakukan dengan Ibu Au Sistem pengelolaan kreatif santri itu masih dikerjakan secara administratif . karena disini masih belum terjangkau oleh internet masih tertutup rapi untuk jangkauan internet dengan alasan masih mempertahankan tradisi keshalafan . esantren klasi. Hal itu sesuai perintah langsung pengasuh pondok pesantren supaya memiliki batasan untuk mengakses beberapa situs-situs yang selayaknya tidak dilihat itu beberapa alasan masih bertahan sampai sekarang. Disamping pengurus masih mampu melakukannya meskipun secara manual. Hal senada juga disampaikan oleh Linda, pengurus ekonomi kreatif santri menyatakan sebagai berikut Auberbicara sistem pengelolaan yang ada, disini sistem pengelolaannya masih manual tidak menggunakan komputer masih ditulis tangan secara rapi dan diarsip dengan benar serta tidak boleh menggunakan alat teknologi setelah pengasuh untuk dicek hasilnya seperti Pengakuan senada juga disampaikan oleh istianah selaku santri dalam petikan Auia sistemnya masih manual masih dicatat di Fatmawati, kreatif,wawancara langsung . , pada jam 08. Linda, pengurus ekonomi kreatif santri, wawancara langsung, . , pada jam Tadris. Volume. Nomor 1. Juni 2019 Manajemen Pengembangan Ekonomi Kreatif Santri dalam buku bukan menggunakan Hal senada juga disampaikan oleh Nikmatun petikannya sebagai berikut: Au Produk . arya santri yang sudah jad. itu dipasarkan lewat alumni yang ada didalam maupun luar negeri sesuai dengan permintaan dan pesanan maka kami langsung buat beberapa pesanan yang untuk disini biasanya dipasarkan di tabloid pondok . Hal senada juga di sampaikan oleh Kiptiya selaku pengurus dalam kegiatan pemasaran yang dilakukan sebagai AuSedangkan pemasaran kami memasarkannya lewat kiswah . pondok pesantren yang masyarakat sekitar juga melewati beberapa alumni yang ada diluar negeri ataupun dalam negeri, hal itu juga bisa menambah penghasilan dan pendapatan pondok pesantren dengan demikian Sudah jelas bahwa memang untuk sistem pengelolaan ekonomi kreatif santri masih manual tidak melibatkan beberapa alat teknologi yang sekarang sudah sangat canggih dan sangat mudah untuk mengoperasikannya. Di sini santri memang menggunakan buku tulis untuk mencatat pengeluaran dan pemasukan baik berupa uang maupun berupa bahan-bahan. Dari hasil observasi yang saya lakukan mengenai proses pengembangan minat dan bakat ekonomi kreatis santri menurut saya sudah berjalan dengan lancar setiap hari santri mampu memproduksi beberapa pesanan sesuai dengan permintaan, seperti pesanan mukenah, baju, kerudung, aksesoris dan juga tas yang terbuat dari bahan bekas . itu setiap harinya bisa terlayani dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan di atas, maka dapat disusun proposisi-proposisi sebagaimana hasil temuan kegiatan yang telah dasarnya setiap manusia diberikan kemampuan-kemampuan tertentu oleh Allah SWT memiliki potensi dan bakat di Anak berbakat . he gifte. memiliki keistimewaan yang lebih tinggi dibangding anak yang lain. Keistimewan anak berbakat bukan hanya intelegensi yang tinggi akan tetapi mencakup aspke intelektual juga mencakup kemampuan kreatif, kompetensi sosial, kecerdasan kemampuan musikal dan kemampuan psikomotor skill. Untuk memahami minat dan bakat memang bukan masalah gampang karena tidak hanya menyangkut masalah banyaknya teori dan tes untuk menggali bakat dan mengukur minat orang Sampai dikatakan belum ada tes bakat yang cukup luas daerah pemakainnya. Istianah. Santri Banyuayu, wawancara langsung ( 08 maret 2. , pada jam 11. NiAomatun, santri Banyuayu, wawancara langsung ( 10 maret 2. , pada jam 08. 26 Kiptiya, pengurus ekonomi kreatif santri, wawancara langsung, ( 17 sabtu 2. , pada jam 27 Observasi lapangan, sabtu . 28 Rifa Hidayah. Psikologi Pengsuhan Anak ( UIN- Malang Press, 2. Hlm. 29Muchlis Solichin. Psikologi Pendidikan Berparadigma Konstruktivistik ( Surabaya: CV. Salsabila putra perdana, 2. Hlm. Tadris. Volume. Nomor 1. Juni 2019 Moh Hafid Effendy. Siti Anisyah Salah satu model pengembangan berpikir kreatif adalah melakukan pola pikir kombinasi . ombination thingkin. Pola ini menarik dan dapat merangsang pikiran-pikiran baru dalam membuat produk, ide atau pemecahan masalah. Manajemen pengembangan minat dan bakat ekonomi kreatif santri di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Banyuayu Pamoroh Kadur Pamekasan masih bisa dikatakan kurang begitu menggunakan pengelolaan yang bertaraf seperti saat ini, masih dikatakan manual karena belum melibatkan alat teknologi seperti komputer dan semacamnya, masih mempertahankan tradisi-tradisi memasukkan jaringan internat ke area pondok pesantren. Sedangkan untuk ekonomi kreatif santri bisa dikatakan baik karena tidak semua pondok pesantren mengembangkan kreatifitas santrinya pertimbangan santri dituntut lebih banyak mendalami ilmu-ilmu agama keahliannya masing-masing. Oleh karena itu patut diakui bahwa terciptanya kreativitas dibentuk oleh lingkungan sekitar dan hal itu yang diterapkan dipesantren Mifatahul Ulum Banyuayu Pamoroh Kadur Pamekasan. Faktor Penghambat dan Pendukung Pengembangan Minat dan Bakat Ekonomi Kreatif Santri Ada beberapa faktor penghambat ekonomi kreatif santri di pondok 30 Momon Sudarma. Mengembangkan Keterampilan Berpikir Kreatif ( Jakarta: PT Grafindo persada. Hlm. pesantren mifathul ulum banyuayu pamoroh kadur pamekasan. Adapun Lailatul Maulida yaitu sebagai berikut: AuSaya selaku anggota dalam melaksanakan kewajiban saya yaitu pelatih juga sebagai produsen tentunya memiliki beberapa penghambat diantara kurang minat santri dalam keiikutsertaan dalam proses pelatihan dan praktek dikarenakan ketika santri lelah dalam beraktifitas maka santri terkadang tidak ada gairah untuk ikut pelatihan. Kedua karena kurangnya bahan yang gunakan untuk membuat baju atau mukenah kalau untuk pembuatan kerajinan tangan seperti tas itu bahanya mudah didapat karena menggunakan bahan yang tidak sedangkan untuk pembuatan mukenah, memerlukan bahan yang harus dipesan terlebih dahulu, itu hambatannya. Untuk faktor pendorong adalah modal yang langsung oleh pengasuh yang kedua santri diberikan motivasi langsung oleh pengasuh artinya ketika pengasuh dengam alam yaitu memanfaatkan sumber daya yang ada untuk dikelola sedemikian rupa tidak hanya dipondok tetapi juga ketika lulus dari pondok pesantren bisa membuka peluang bisnis dan usaha untuk masyarakat setempat. Hal berkembang dan berkreasi. Sebagaimana juga disampaikan oleh Nur Kholisoh menyikapi faktor Lailatul maulida, pengurus ekonomi kreatif santri, wawancara langsung, . , pada jam 09. Tadris. Volume. Nomor 1. Juni 2019 Manajemen Pengembangan Ekonomi Kreatif Santri pendorong dan penghambat dalam petikannya sebagai berikut Aysecara SDM santri mampu berkreasi secara baik itupun dibuktikan dengan sistem regenerasi yang diterapkan di pondok pesantren artinya seletah lulus dari pondok santri alumni memberikan pelatihan kepada santri yang lain yang masih baru artinya menggunakan sistem pengkaderan supaya memiliki penerus dan tidak mandek, juga untuk bahanbahan Sedangkan untuk produk sendiri yaitu setiap tahun melalukan inovasi-inovasi baru supaya dapat berdaya saing dengan produk yang diluar sana. Faktor penghambatnya kurangnnya produk yang dihasilkan karena waktu santri lebih banyak belajar maengaji kitab kuning, sedangkan untuk menghasilkan karya hanya waktu luang saja untuk dapat berkreasi. Hal yang sama juga disampaikan oleh santri banyuayu yaitu Faiqotus Sholehah, ia mengatakan bahwa Auketika saya kelelahan karena mengikuti aktifitas pondok saya merasa malas untuk ikut pelatihan ataupun praktek, keterbatasan waktu yang membuat saya malas untuk berkreasi karena setelah jam pulang sekolah saya diwajibkan untuk tidur siang selepas itu saya mengaji kitab kuning kepada pengasuh sedangkan waktu saya sedikit untuk membagi Hal serupa juga di sampaikan oleh pengurus ekonomi kreatif santri fatmawati dalam petikan wawancaranya 32 Nur Kholisoh, pengurus ekonomi kreatif santri, wawancara langsung, . , pada jam Faiqotus wawancara langsung, . , pada jam adalah Aukami juga memiliki beberapa kreativitas santri diantaranya ialah mengadakan lomba kreativitas untuk tingkat yang kami kelompokkan dengan memadukan asrama yang satu dengan yang lainnya supaya santri ada kemauan untuk mengembangkan minatnta, kalau bukan demikian maka terkadang santri hanya bermalas-malasan jika ada waktu luang, karena itu maka strategi ini digunakan untuk sekedar membangkin gairah para santri. Jadi, minat dan bakat ekonomi kreatif santri di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Banyuayu Pamoroh Kadur Pamekasan untuk faktor pendorong adalah sumber daya manusia yang memang diasah untuk mengembangkan kemampuan yang ada, juga dari sumber daya alam yang memang mudah didapat di sekitar lingkungan pondok pesantren, apalagi dalam kegiatan kerajinan tangan yang membuat tas dari sampah yang sudah tidak terpakai, mengingat jumlah satri yang banyak juga mengakibatkan sampah itu menumpuk dan disitu bahan bekas bisa digunakan untuk membuat kerajinan tangan. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di pondok pesantren Miftahul Ulum Banyuayu Pamoroh Kadur Pamekasan memang ada beberapa kendala yang ditemui bahwa kendala dari pengembangan minat dan bakat santri diantaranya adalah waktu yang tidak memungkinkan santri berkreasi kreatifitasnya santri hanya ketika santri yang tidak bisa melaksanakan sholat Fatmawati, pengurus ekonomi kreatif santri, wawancara langsung, . , pada jam Tadris. Volume. Nomor 1. Juni 2019 Moh Hafid Effendy. Siti Anisyah maka santri tidak terlalu dikejar wantu untuk berinovasi. Adapun sisi ekonomi kreatif adalah kegiatan memberikan nilai yang didasarkan pada intelektual, keahlian, talenta dan gagasannya yang orisinal. Atau ekonomi kreatif adalah proses peningkatan nilai tambah hasil dari eksploitasi kekayaan intelektual berupa kreativitas, keahlian dan bakat individu Pengembangan pola pikir ekonomi kreatif dapat dikembangkan dari pengertian industri kreatif. Sistem kreatif santri masih di tangani langsung oleh pengasuh yang mengatur keuangan adalah pengasuh. Proses manajerial masih dikendalikan oleh pengasuh santri hanya sebagai produsen sedangkan yang pengasuh karena beliau memiki jiwa entreprenuer maka beliau mampu melaksanakan dan mengatur sistem dengan baik dengan atau tanpa kendala. Solusi Faktor Pengembangan Minat Ekonomi Kreatif Santri Penghambat dan Bakat Ada dilakukan untuk meningkatkan kinerja beberapa pengurus terkait proses yang menghambat pengembangan minat dan bakat santri. Menurut Ibu Farida selaku pengurus umum menanggapi solusi dari beberapa hambatan yang terjadi dalam petikan wawancaranya sebagai berikut: AuSaya evaluasi dari kenerja temen-temen yang ikut mengelola pengembangan minat dan bakat santri yaitu dari kinerja 35 Observasi lapangan, selasa . 36 Ibid. , hlm. apakah dari hal itu temen-temen sudah melaksanakan dengan sebaik-baiknya dalam artian menumbuhkan jiwa entrepreneur dan menanamkan nilainilai kewirausahaan santri supaya santri ikut serta dalam proses pengembangan ekonomi kreatif santri. Kedua menilai sejauh mana karya-karya santri yang memberikan daya tarik untuk santri yang lain sehingga santri lain mau Juga memilah dan memilih minat dan bakat santri apakah ingin berkreasi dibidang menjahit, bordir, membuat kerajinan tangan seperti tass, atau kaligrafi karena disitu ada bidang masing-masih untuk melatih. Hal serupa juga di sampaikan oleh Nur Faizah pengurus ekonomi kreatif santri menuturkan sebagai berikut: AuBiasanya evaluasi itu dilakukan ditengah tahun atau akhir tahun dengan menimbang beberapa alasan diantara melihat omset pendapatan yang telah berjalan selama satu tahun apakah itu menguntuntungkan atau merugikan. Apabila menguntungkan itu semakin merugikan itu melakukan inovasiinovasi baru dan yang melakukan itu adalah pengasuh sendiri. Hal senada juga dikuatkan oleh Maimunah wawancaranya adalah Aukalau evaluasi itu biasanya pengasuh melihat hasil kreativitas kami apabila kurang menarik itu biasanya disuruh ditambah beberapa bahan supaya kelihatan menarik dan memperindah karya kami supaya Farida, pengurus ekonimi kreatif santri, wawancara langsung, . , pada jam 38 Nur Faizah, pengurus ekonomi kreatif santri, wawancara langsung, . , pada jam Tadris. Volume. Nomor 1. Juni 2019 Manajemen Pengembangan Ekonomi Kreatif Santri banyak pembeli serta pesanan dengan menyesuaikan tren mengikuti zaman. Sedangkan untuk berjalan tidaknya mengenai ekonomi kreatif santri disini menurut saya sudah berjalan dengan baik karena dari tahun ke tahun mesti`ada perkembangan yang memang dulunya itu ekonomi kreatif hanya membuat tempat sampah, tempat kapur Hal serupa juga di sampaikan oleh Imroatus Sholehah selaku santri dalam petikan wawancaranya bahwa Aubiasanya kalau ada santri yang merasa kecapean itu para pengurus membagi jam atau memberikan jadwal baru, artinya ada pembagian kerja antara santri yang satu dengan yang lainnya sehingga santri ada waktu luang untuk istirahatAy. Dari hasil wawancara dengan beberapa pengurus dan santri maka dapat disipulkan bahwa memang mengalami kendala yaitu mengenai waktu yang tidak memungkinkan untuk pendukungnya adalah bahan yang mudah di dapat serta dorongan langsung dari pengasuh. Berdasarkan wawancara dan dokumentasi maka bahwa dalam kegiatan pengembangan minat dan bakat ekonomi kreatif santri di pondok pesantren miftahul ulum banyuayu dikatakan memiliki beberapa kemajuan, dari tahun sebelumnya ketika santri hanya berkreasi membuat tempat Maimunah. Santri Banyuayu, wawancara langsung ( 12 maret 2. , pada jam 12. Imroatus Sholehah, santri Banyuayu, wawancara langsung, . senin, maret 2. , pada jam 09. sampah, tempat kapur tulis dan membatik kini sekarang bisa membuat kerajinan tangan seperti membuat tas dari bahan limbah, talikur, melukis kaligrafi, menjahit dan bordir itu menunjukkan bahwa dari tahun ke tahun mengalami perkembangan yang sangat Bahkan karya santri disana ada yang sampai dijual keluar negeri melalui penyaluran beberapa alumni yang ada di Oleh karena itu, ada beberapa trik supaya dapat mencengah dari faktor penghambat antara lain: Latihan: tak ada keterampilan hidup yang tumbuh selain dari latihan Tumbuhkan sikap berani untuk mengungkapkan pendapat sendiri Jangan Salah ketika belajar sedangkan belajar salah adalah kurang ngajar Ciptakan lingkungan belajar yang Tumbuhkan semangat hidup untuk mencari pengetahuan dari siapapun dan kapanpun. Untuk mengatasi hambatan yang ada maka harus dilakukan evaluasi dari setiap kegiatan mengenai kendala utama dari pengembangan minat dan bakat ekonomi kreatif santri jika kendala utama adalah waktu, maka harus dibagi antara jadwal mengikuti kegiatan pondok dengan menggali keterampilan yang dituangkan dalam ekonomi kreatif santri dengan demikian kedua-duanya sama-sama berjalan dengan seimbang. 41 Observasi lapangan, selasa . 42 Ibid. , hlm. Tadris. Volume. Nomor 1. Juni 2019 Moh Hafid Effendy. Siti Anisyah Daftar Pustaka