Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MATERI BILANG BULAT PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 153075 PINANGSORI 4 Oleh: Novenita Berlinasari SarumpaetA. Habib RahmansyahA. Sartika Rati Asmara NasutionA 1*, 3 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa. Institut Pendidikan Tapanuli Selatan Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa. Institut Pendidikan Tapanuli Selatan *Email: sarumpaetnov14@gmail. Received: 24 Juni 2022 Article history: Revised: 01 Oktober 2022 Published: 30 November 2022 Accepted: 18 November 2022 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada peserta didik kelas IV SD Negeri 153075 Pinangsori 4 pada mata pelajaran matematika materi bilangan bulat. Jenis penelitian ini menggunakan PTK (Penelitian Tindak Kela. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri 153075 Pinangsori 4 yang berjumlah 19 orang yang terdiri dari 14 laki-laki dan 5 orang perempuan. Sedangkan objek peneliti ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi bilangan bulat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes. Hasil siklus I menunjukkan hasil observasi guru dari pelaksanaan kegiatan pembelajaran sebesar 80% . atagori bai. dan rata-rata hasil belajar siswa 57,89 dimana 7 peserta didik . ,8%) yang tuntas dan 12 peserta didik . ,2%) yang tidak tuntas. Selanjutnya siklus II menunjukkan hasil observasi dari guru kegiatan pembelajaran sebesar 86% . ategori amat bai. dan rata-rata siswa 71. 7 dimana 78,9% peserta didik tuntas dalam pembelajaran matematika materi bilangan bulat. Disimpulkan mata pelajaran matematika materi bilangan bulat dapat ditingkatkan dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada peserta didik kelas IV SD Negeri 153075 Pinangsori 4. Kata Kunci: Peningkatan Hasil Belajar. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw PENDAHULUAN Pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi dalam kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara. Untuk merubah pola pemikiran manusia menjadi lebih baik. Maju mundurnya suatu bangsa ditentukan dari keaktivitas pendidikan bangsa itu sendiri. Selain itu pendidikan merupakan wadah yang dapat dipandang sebagai pembentuk sumber daya manusia yang bermutu tinggi meningkatkan kualitas pendidikan dengan upaya demi upaya yang dilakukan oleh Pendidikan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari upaya untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, oleh sebab itu pendidikan harus terus menerus dikembangkan sehingga kualitas manusia dapat tubuh dan berkembang sesuai denan tuntunan zaman yang terus Faktor terpenting dalam peningkatan kualitas pengajar adalah guru. Hal ini menuntut perubahan-perubahan dalam mengorganisasikan kelas, penggunaan model pembelajaran, sikap dan karakteristik guru dalam mengelola proses belajar mengajar. Guru dituntut mampu mengelola proses mengajar yang memberikan rangsangan kepada siswa, sehingga siswa mau belajar karena siswa merupakan subyek utama dalam belajar. Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Hasil observasi dan wawancara penelitian pada hari sabtu tanggal 04 Desember 2021, yang dilakukan dengan guru wali kelas yaitu pak Yusuf Manalu S. Pd dan siswa kelas IV SD Negeri 153075 Pinangsori 4. Adapun masalah yang ditemukan yaitu kurangnya minat siswa dalam pelajaran matematika, ada siswa yang mudah paham apa yang disampaikan guru ada juga yang sulit memahami apa yang telah disampaikan oleh guru, guru hanya ceramah saja dalam penyampaian materi pembelajaran, guru tidak menggunakan media ajar, guru tidak menggunakan model pembelajaran, ada siswa yang suka mengganggu siswa lainnya dalam proses pembelajaran dikelas, kurangnya ketelitian siswa dalam mengerjakan soal, dan pencapaian hasil belajar UTS belum mencapai hasil yang Sesuai dengan hasil belajar UTS informasi yang didapatkan dari guru kelas IV diketahui bahwa dari 19 siswa terdapat sebanyak 11 orang yang tidak tuntas dan sebanyak 8 orang . %) yang tuntas pada pembelajaran matematika dimana KKM yang ditetapkan yaitu 65 sedangkan pencapaian rata-rata siswa 60. Dalam mencapai tujuan pembelajaran perlu disusun suatu model pembelajaran agar tujuan pembelajaran tercapai dengan optimal. Model pembelajaran yang terkesan guru dapat menguasai siswa, dimana siswa dapat diarahkan. Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah model pembelajaran yang membentuk kelompok kecil dan setiap kelompok diberikan materi pembelajaran. Melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, siswa akan lebih mudah memahami pembelajaran karena siswa akan terlibat langsung dan akan termotivasi dalam belajar. Menurut Trianto . alam Octavia 2020:. model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran dikelas atau pembelajaran Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah suatu teknik pembelajaran kooperatif yang terdiri dari beberaapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan materi tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya, . alam Fathurrohman, 2017 : . Adapun langkah-langkah model peembelajaran kooperatif tipe jigsaw menurut Arafat . yaitu Membentuk kelompok heterogen yang beranggota 4-6 orang. Tiap orang dalam kelompok diberikan sub topic yang berbeda. Setiap kelompok membaca dan diskusi sub topik masing-masing. Anggota ahli dari masing-masing kelompok berkumpul dan mengintegrasikan semua sub topik yang telah dibagi. Kelompok aahli berdiskusi membahas topik. Setelah memahami topik, kelompok ahli menyebar dan kembali kekelompok masing-masing kemudian menjelaskan materi kepada rekan kelompoknya. Tiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi. Guru memberikan tes individual pada akhir pembelajaran. Siswa mengerjakan tes individual. Namun didalam setiap model pembelajaran tentu ada kelebihan dan kekurangan, seperti halnya yang diutarakan oleh Arafat M. L . Kelebihan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw Mempermudah pekerjaan guru dalam mengajar, karena sudah ada kelompok ahli yang bertugas menjelaskan materi kepada rekan-rekannya. Pemerataan penguasaan materi dapat dicapai dalam waktu yang lebih singkat. Metode pembelajaran ini dapat melatih siswa untuk lebih aktif dalam berbicara dan berpendapat. Metode pembelajaran ini dapat melatih siswa untuk lebih aktif dalam berbicara dan berpendapat. Kekurangan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw Pengelompokkan dilakukan terlebih dahulu, mengurutkan kemampuan belajar siswa dalam kelas. Sebelum tim ahli, misalnya ahli materi pertama kembali kekelompok asal yang akan bertugas sebagai tutor sebaya, perlu dilakukan tes penguasaan materi yang menjadi tugas mereka. Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. METODE PENELITIAN Penelitian tindak kelas ini dilaksanakan bulan April 2022 di SD Negeri 153075 Pinangsori 4. Adapun alasan peneliti memilih SD tersebut berhubung lokasi tempat tinggal peneliti tidak begitu jauh dengan sekolah. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Kemmis dalam Sanjaya . , pengertian tindakan adalah suatu bentuk penelitian reflektif dan kolektif yang dilakukan oleh peneliti dalam situasi sosial untuk meningkatkan penelaran praktiksosial mereka. Seperti yang di uraikan dalam model PTK, dalam Sanjaya . setiap siklus atau putaran PTK dilakukan empat kegiatan pokok, yakni tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Dan seterusnya sampai perbaikan atau peningkatan yang diharapkan tercapai . riteria keberhasila. Tahap perencanaan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), lembar aktivitas guru, lembar aktivitas siswa, menyiapkan media, instrumen penilaian seperti observasi dan tes. Langkah penelitian lakukan dengan menjelaskan materi terhadap siswa lalu diberikan tes awal siklus I selanjutnya diberikan perlakuan dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw setelah diberikan perlakuan siswa kembali diberikan tes siklus II. Teknik analisis data yang di ambil dalam penelitian ini adalah data dari hasil belajar siswa. Tujuan dari analisis data ini dilakukan untuk mengetahui berhasilnya tindakan yang dilakukan oleh Hal ini dapat di lihat dari keberhasilan yang di capai siswa dari perubahan belajar siswa, tahapan ini dilakukan berulang Ae ulang dalam setiap tindakan. Alat pengumpulan data yang digunakan lembar observasi dan tes. Dengan berpedoman pada lembar observasi observer mengamati apa yang terjadi pada penelitian selama proses pembelajaran ditandai dengan memberikan ceklis dikolom yang ada pada lembaran observasi. Tes digunakan untuk memperkuat data observasi yang terjadi dalam kelas terutama pada butir penguasaan materi pembelajaran dari unsur peserta didik. Untuk mengetahui hasil belajar siswa dari hasil belajar yang di observasi dengan menggunakan kriteria seperti berikut ini: Hasil tes dapat dianalisis berdasarkan ketuntasan belajar siswa diperoleh (Suryanto, 4. dengan menggunakan rumus: Persentase Penguasaan Jumlah jawaban benar y100% Jumlah butir soal Dengan kriteria taraf keberhasilannya dapat ditentukan sebagai berikut: Tabel 1. Kriteria Tingkat Keberhasilan Belajar Siswa dan observasi Interval Kriteria Kategori 86 Ae 76 Ae 85 65 Ae 75 55 Ae 64 < 54 Amat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Rendah Dalam penelitian ini kriteria yang digunakan untuk menunjukkan keberhasilan tindakan ini adalah adanya peningkatan skor hasil belajar peserta didik pada materi bilangan bulat dari siklus I ke siklus II, dan rata-rata presentase hasil belajar peserta didik mencapai Ou65% ke atas dengan KKM 65 kategori ketuntasan setiap skor. Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Deskripsi Data Pelaksanaan Siklus I Siklus I dilaksanakan dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan tahap dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan /observasi, dan refleksi. Penelitian siklus I dilaksanakan pada hari senin dan selasa, 11-12 April 2022 dengan alokasi waktu . y35 meni. pada mata pelajaran matematika materi bilangan bulat di kelas IV SD Negeri 153075 Pinangsori 4. Pembelajaran pada siklus I diuraiakan kedalam 3 tahapan yaitu mulai dari kegiatan awal, dan kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Pada saat pembelajaran berlangsung ada sebagai observer untuk melihat apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw yang digunakan oleh guru sudah sesuai dengan indikator yang telah ditentukan oleh peneliti yaitu . menyampaikan tujuan dan mempersiapkan peserta didik, . orientasi peserta didik pada permasalahan, . membimbing penyelidikan individual atau kelompok, . memberikan pemahaman dan memberikan umpan balik, . memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan, memberikan tugas, dan menutup pelajaran. Tabel 1. Hasil observasi guru siklus I Hasil Skor Jumlah Persentase Berdasarkan hasil tabel di atas terlihat skor total pendidik 40. Persentase dari skor pendidik yaitu 80% dimana dalam kategori baik (B). Tabel 1. Rekapitulasi Hasil Belajar Siswa Siklus I Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Materi Bilangan Bulat. o Ketunta ete um res atasan ran lah ent rata Minima gan Sis ase Kela KKM) 1 Ou Jumlah Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Persentase Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Siklus I Menggunakan Model Pembelajaran KooperatifA Ou 65 Tuntas O 65 Tidak Tuntas Rata-rata Nilai Kelas 71. Grafik 1. Daftar Ketuntasan Hasil Belajar Siklus I Berdasarkan Tabel 1. 9 dan grafik 1 diatas diketahui bahwa ketuntasan belajar siswa sebelum dilakukan perlakuan jumlah nilai yang diperoleh oleh siswa sebesar 1. 100 dengan rata-rata 58 nilai tertinggi 73 dan terendah 33, dengan tingkat ketuntasan 36,8% dari hasil pengukuran awal siswa dapat diketahui bahwa rata-rata siswa memang masih belum mengetahui atau belum menguasai materi pembelajaran yang diajarkan oleh guru. Setelah siswa mengetahui proses pembelajaran selama satu siklus dengan 2 kali pertemuan. Dalam hal ini hasil belajar siswa sudah menunjukkan adanya peningkatan ketuntasan belajar siswa sesudah diberikan tindakan menggunakan metode jigsaw, namun ketuntasan belajar siswa yang di peroleh pada siklus I masih belum mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan dalam penelitian ini, yaitu tercapainya Kriteria Ketuntasan Minimun (KKM) mata pelajaran Matematika dengan nilai Ou65 mencapai 37% pada kategori baik. Pada akhir siklus I diperoleh data bahwa hasil belajar belum memenuhi kriteria keberhasilan yang diharapkan dan harus dilakukan perbaikan pada siklus II yaitu pemanfaatan waktu kurang efektif, peneliti harus memberikan pengawasan lebih terhadap siswa yang mengobrol pada saat pembelajaran sedang berlangsung, sehingga akan tercipta suasana tertib di kelas. Tindakan yang dilakukan pada siklus II yaitu peneliti juga bisa memberikan hadiah kepada siswa yang dapat menjawab pertanyaan dengan benar agar lebih antusias saat diskusi, peneliti harus memberikan pengawasan lebih terhadap siswa yang mengobrol pada saat pembelajaran sedang berlangsung, sehingga akan tercipta suasana kondusif dikelas, peneliti harus bisa lebih memejemenkan waktu. Hasil Penelitian Deskripsi Data Pelaksanaan Siklus II Setelah diadakan refleksi maka dilaksanakan siklus II. Adapun tahapan pada siklus II sama dengan siklus I yaitu terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan fefleksi. Penelitian siklus II pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 18 april 2022 dengan jumlah siswa yang hadir adalah 19 Materi memjumlahkan bilangan bulat pada tanggal 19 april 2022 dengan alokasi waktu . y 35 meni. atau 2 jam pelajaran. Pengamatan observasi guru pada siklus II diperoleh data yang tersaji pada tabel berikut ini Tabel 1. Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Hasil observasi guru siklus II Hasil Skor Jumlah Persentase Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa observasi guru pada siklus II memperoleh persentase 86% dengan kategori sangat baik. Maka dapat disimpulkan kegiatan proses pembelajaran pada siklus II berlangsung sangat baik dengan jumlah skor 43. Berdasarkan hasil penilitian pada siklus II mengenai hasil belajar siswa pada materi bilangan bulat dengan menggunakan model dalam menerima pembelajaran pada siklus II dengan hasil yang sangat baik. Selengkapnya dapat diuraikan pembelajaran pada pertemuan kedua di siklus II dapat dilihat pada jumlah rata-rata dari siklus I dan siklus II yang sudah diberikan peneliti kepada siswa kelas IV dengan jumlah 19 siswa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat seperti pada lampiran. Data hasil belalajar siswa daapt dilihat pada tabel beikut ini. Tabel 1. Rekapitulasi Hasil Belajar Siswa Siklus II Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Materi Bilangan Bulat. etera umla res ata Ketu ngan Sisw ase rat Mini Kel 1 Ou Tunt Jumlah Berdasarkan tabel di atas jelas terlihat bahwasannya ada peningkatan hasil belajar jika dilihat dari ketuntasan belajar siswa memperoleh skor 79% kemudian pada siklus I skor 37%. Pada siklus II mengalami peningkatan yang derastis jika dibandingkan dengan yang sebelumnya. Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Persentase Hasil Belajar Siswa Siklus II Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Materi Bilangan Bulat Ou 65 Tuntas O 65 Tidak Tuntas Rata-rata Nilai Kelas 71. Grafik 2. Daftar Ketuntasan Hasil Belajar Siklus II Dari hasil refleksi pada siklus II maka dapar diketahui bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw mampu meningkatkan hasil belajar siswa baik dibandingkan siklus I, maka ada beberapa hal yang dapat disimpulkan untuk meningkatkan hasil pembelajaran antara lain yaitu Aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada kegiatan ini diperoleh persentase pada siklus II dengan persentase 86% yang berada dikategori Aubaik sekaliAy. Aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran pada siklus II sudah mengamati peningkatan dengan kategori AuBaik sekaliAy dengan nilai 88%. Ketuntasan belajar siswa pada siklus II diketahui jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar secar individual sebanyak 15 siswa atau 78,9%, sedangkan 4 siswa atau 21,1% belum mencapai ketuntasan belajar. Sesuai dengan hasil yang diperoleh pada siklus II bahwa pembelajaran sudah bisa dihentikan. Pembahasan Penelitian Berikut ini disajikan tabel hasil pengamatan aktivitas pendidik dan peserta didik pada pembelajaran matematika materi bilangan bulat menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dari siklus I dan siklus II. Tabel 1. Aktivitas Pendidik dalam Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw N T Skor iklus II Baik Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Aktivitas Pendidik Dalam Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Siklus I Siklus II 80 = Baik . 86 = Sangat Baik Grafik 3. Aktivitas Pendidik Pada observasi guru, pendidik merangsang peserta didik agar melaksanakan diskusi kelompok dengan baik dan benar. Tabel 1. Aktivitas Peserta Didik dalam Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Tahap Jumlah Kriteria Skor Siklus Baik Siklus Baik Sekali Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Aktivitas Peserta Didik Dalam Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Siklus I Siklus II 78 = Baik . 88 = Sangat Baik Grafik 4. Aktivitas peserta didik Hasil Belajar Berdasarkan hasil penelitian setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw tindakan pada siklus I dan siklus II terlihat ada peningkatan hasil belajar matematika materi bilangan bulat menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Adapun hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw seperti pada 16 sebgai berikut: Tabel 1. Peningkatan Ketuntasan Belajar Peserta Didik Pelajaran Matematika Materi Bilangan Bulat Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw N T o ahap Tuntas Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Persentase Peningkatan Ketuntasan Hasil Belajar Peserta Didik Pelajaran Matematika Materi Bilangan Bulat Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Siklus I Tuntas Siklus II Tidak Tuntas Grafik 5. Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik yang Tuntas dan Tidak Tuntas. KESIMPULAN Dari data hasil belajar yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran dengan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran mtematika di kelas IV SD negeri 153075 Pinangsori 4. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 36,8% meningkat menjadi 78,9% pada siklus II atau mengalami peningkatan sebesar 42,1% dengan demikian hasil tersebut telah memenuhi target yang ditetapkan oleh peneliti minimal Ou65 pada kategori cukup. DAFTAR PUSTAKA