P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 6 No. 1, 2026 Page:1-10 Jurnal Language education and literature PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS SURAT PRIBADI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 15 LUBUKLINGGAU Lia Wahidiyah1. Satinem2. Dian Ramadan Lazuardi3 Universitas PGRI Silampari. Lubuklinggau Email: liawahidiyah@icloud. Sartinem@yahoo. dianramadan78@gmail. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tuntas atau tidaknya hasil belajar melalui model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap kemampuan menulis surat pribadi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen. Jenis penelitian ini adalah penelitian Pre Eksperimental dengan desain eksperimen yang digunakan berbentuk desain One Group pre-test dan post-test. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 15 Lubuklinggau. Tahun Pelajaran 2024/2025. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII. 1 SMP Negeri 15 Lubuklinggau. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes. Pada teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan uji normalitas dan uji hipotesis uji-t. Hasil penelitian ini setelah diterapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat menuntaskan hasil belajar siswa dalam materi menulis surat pribadi pada siswa kelas VII. 1 SMP Negeri 15 Lubuklinggau. Hal ini berdasarkan nilai rata-rata pretest sebesar 57,83% dan nilai rata-rata postest sebesar 75,67%. Data tes yang terkumpul kemudian dianalis menggunakan uji t, diketahui nilai Sig . -taile. 0,000 menunjukkan bahwa ada perbedaan yang sangat signifikan antara pretest dan postest, sedangkan intervasi data perbedaan yang diberikan memiliki efek yang signifikan. Artinya, penerapan model pembelajaran contextual teaching and learning secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan menulis surat pribadi siswa kelas VII SMP Negeri 15 Lubuklinggau. Kata Kunci: Menulis. Surat Pribadi. Contextual Teaching and Learning. ABSTRACT The purpose of this study was to determine whether or not the learning outcomes through the Contextual Teaching and Learning (CTL) learning model are complete on the ability to write personal letters. The research method used in this study is an experimental research method. This type of research is Pre-Experimental research with an experimental design used in the form a One Group pre-test and pos-test design. This study uses a quasi-experimental method and a quantitative descriptive apporoach. The population of this study were students of class VII of SMP Negeri 15 Lubuklinggau in the 2024/2025 Academic Year. The sample of this study was students of class VII. SMP Negeri 15 Lubuklinggau. The data collection technique was carried out using the normality test and the t-test hypotesis test. The result of this study after applying the P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 6 No. 1, 2026 Page:1-10 Contextual Teaching and Learning (CTL) learning model can complete student learning outcomes in the material of writing personal letters for class VII 1 students of SMP Negeri 15 Lubuklinggau. This is based on the average pretest value 57. 83% and the average postest value 75,67%. The collected test data were then analyzed using the ttest, it is known that the sig value . -taile. 000 indicates that there is a very significant difference between the pretest and posttest, while the intervention of the given difference data has a significant effect. This means that the application of the contextual teaching and learning model can significantly improve the ability to write personal letters of class VII students of SMP Negeri 15 Lubuklinggau. Keywords : Writing. Contextual Teaching and Learning. Surat Pribadi. PENDAHULUAN Pembelajaran merupakan proses untuk memberikan bimbingan atau bantuan kepada peserta didik dalam proses belajar. Kegiatan ini membutuhan komponenkomponen yang mendukung sehingga pembelajaran menjadi kompleks dan sistematis. Upaya secara sistematis yang dilakukan untuk mewujudkan proses pembelajaran berjalan secara efektif dan efisien yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan Djamaluddin & Wardana . mengatakan pembelajaran merupakan proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Artinya pembelajaran merupakan aktivitas yang paling utama, hal ini berarti bahwa keberhasilan suatu individu dalam pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung pada bagaimana pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Pembelajaran Bahasa Indonesia merupakan proses untuk menguasai Bahasa Indonesia baik secara lisan maupun tulisan. Proses tersebut bertujuan untuk memahami dan menggunakan Bahasa Indonesia secara efektif. Di tingkat SMP pembelajaran Bahasa Indonesia biasanya melibatkan pemahaman teks, penulisan, berbicara, dan Salah satu pembelajaran tersebut menuntut siswa untuk bisa memahaminya, yaitu keterampilan menulis. Sesuai dengan Alur Tujuan Pembelajaran 12 yaitu menulis surat pribadi. Suhailasari & Azmi . mengungkapkan surat pribadi merupakan jenis surat yang berisi keperluan pribadi yang biasanya ditulis dengan secara pribadi dan ditujukan kepada orang lain dengan menggunakan suatu bahasa yang tidak baku. Menulis surat pribadi di tingkat SMP merupakan kegiatan yang penting untuk melatih keterampilan komunikasi. Dengan menulis surat pribadi memungkinkan siswa mengekspresikan perasaan, berbagi pengalaman, dan menjalin hubungan dengan teman atau keluarga. Pembelajaran menulis surat pribadi bertujuan untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, membantu siswa mengekspresikan pikiran dan perasaan yang jelas. Hal ini senada dengan pendapat Nurfidah . mengatakan kemampuan menulis sangat membantu siswa dalam memperluas pikiran, memperdalam daya tangkap, mencegah masalah yang dihadapi, dan menyusun Artinya dengan menulis surat pribadi dapat membantu siswa dalam mengekspresikan pikiran dan perasaannya, serta meningkatkan keterampilan komunikasi yang baik. Pembelajaran keterampilan berbahasa di tingkat SMP sangat penting untuk mengembangkan kemampuan bahasa siswa dalam menulis yang mengorganisir pikiran. P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 6 No. 1, 2026 Page:1-10 menggunakan tata bahasa yang benar, dan memperluas kosakata seperti pembelajaran menulis surat pribadi. Sukma & Puspita . mengemukakan menulis merupakan salah satu kemampuan yang harus digunakan dalam bahasa untuk berkomunikasi, berbicara, membaca, dan mendengarkan. Menulis surat pribadi merupakan salah satu kemampuan yang sulit dikuasai siswa, karena dalam menulis surat pribadi siswa dituntut untuk bisa menuangkan informasi yang ingin disampaikan kepada penerima surat disertai dengan struktur surat yang benar dan ejaan yang sesuai dengan aturan EYD. Surat pribadi berfungsi untuk menjalin komunikasi yang lebih dekat dan langsung dengan orang lain, dan dapat digunakan untuk menyampaikan perasaan dan berbagi Mahadjani . mengatakan surat pribadi merupakan surat yang dibuat oleh seseorang atas nama pribadi dan diajukan kepada orang lain seperti saudara, atau teman dengan tujuan tertentu. Kemudian Puspita . 9:106-. juga mengatakan bahwa surat pribadi merupakan surat-surat yang isinya menyangkut masalah pribadi yang dikirimkan diantara orang yang mempunyai hubungan pribadi seperti keluarga, tetangga, orang sekampung, teman satu kelas dan rekan yang lain. Berdasarkan hasil observasi di kelas VII. 1 SMP Negeri 15 Lubuklinggau menunjukkan bahwa siswa masih kesulitan dalam menulis surat pribadi. Kesulitan tersebut bersumber dari keterbatasan pemahaman siswa, juga masih kurangnya kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran. Sedangkan wawancara dengan guru Bahasa Indonesia Kelas VII. 1 yaitu Bapak Susilo. menyatakan beberapa faktor yang menyebabkan siswa belum mampu dalam menulis surat pribadi yaitu, siswa masih sulit menuangkan ide atau gagasan ke dalam surat dan penulisan kata-kata dan isi masih belum sepenuhnya tercurahkan, dikarenakan siswa belum bisa maksimal dalam merangkai dari kata yang satu dengan kata yang lain ataupun kalimat yang satu dengan kalimat yang lain. Dari permasalahan yang ada, diketahui jika rendahnya pembelajaran menulis surat pribadi disebabkan oleh siswa yang masih sulit menuangkan ide atau gagasan ke dalam surat. Faktor utama adalah belum sesuainya model pembelajaran dengan materi yang disampaikan sehingga diberikan alternatif model pembelajaran contextual teaching and learning. Model pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learnin. merupakan pembelajaran yang membantu guru dalam mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka seharihari. Proses pembelajaran bukan sekedar mentransfer pengetahuan dari guru ke siswa, tetapi berlangsung secara alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan Salah satu kelebihan CTL (Contextual Teaching and Learnin. adalah membantu siswa dalam berpikir kritis dan analitis dengan menghadapi berbagai situasi dan tantangan dalam pembelajaran. Mujahidah & Suhendar . juga mengatakan kelebihan dari contextual teaching and learning pembelajaran menjadi lebih bermakna dan riil. Artinya, siswa dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. Penelitian ini dilakukan juga oleh Simanjuntak. Dkk. , . dengan judul Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Think Talk Write (TTW) dalam Pembelajaran Menulis Surat Pribadi pada Siswa Kelas VII SMP Pelita Kasih Kota Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa langkah-langkah pembelajaran menulis P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 6 No. 1, 2026 Page:1-10 surat pribadi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif think talk write yaitu, think . dilakukan dengan cara memberikan bahan bacaan dan meminta siswa untuk menulis hal yang dianggap penting, talk . dilakukan dengan cara guru membimbing siswa untuk melakukan diskusi mengenai hasil catatan siswa, dan write . dilakukan dengan cara meminta siswa dalam menulis surat pribadi dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif think talk write diperoleh nilai ratarata sebesar 75,18 termasuk dalam kategori cukup. Berdasarkan penjelasan di atas akan dilakukan penelitian dengan judul Au Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Terhadap Kemampuan Menulis Surat Pribadi Siswa Kelas VII SMP Negeri 15 Lubuklinggau. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian eksperimen semu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Metode ini digunakan untuk mengetahui ketuntasan yang signifikan penerapan model pembelajaran contextual teaching and learning terhadap kemampuan menulis surat pribadi pada siswa kelas VII SMP Negeri 15 Lubuklinggau. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah one grup pretest, pos tes, dan treatmen. Pada desain ini terdapat pre-test tahap pertama peneliti terlebih dahulu memberikan tes awal . re-tes. guna untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam menulis surat pribadi. Tahap kedua menggunakan perlakuan . menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dalam menulis surat pribadi. Tahap ketiga pos-test sesudah diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dengan demikian hasil perlakuan dapat diketahui dengan akurat, hal ini dikarenakan dapat membandingkan dengan keadaan sebelum dan sesudah diberi perlakuan. Penelitian ini menggunakan tahapan pretest, treatment, dan post-tes mengetahui ketuntasan secara signifikan hasil belajar menulis surat dinas melalui model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Untuk menganalisis data dari hasil penelitian tentang penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning terhadap kemampuan menulis surat pribadi siswa kelas VII SMP 15 Lubuklinggau, peneliti menggunakan uji normalitas digunakan untuk melihat apakah data dalam kelompok tersebut berdistribusi normal atau tidak. Peneliti menghitung dengan SPSS versi 20. Dasar Pengambilan Keputusan dalam Uji Normalitas K-S. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 19 Februari sampai dengan tanggal 19 Maret 2025 di SMP Negeri 15 Lubuklinggau dengan siswa sampel yaitu VII. 1 yang berjumlah 25 orang. Data dalam penelitian ini berupa data pretest diperoleh dari tes kemampuan menulis surat pribadi sebelum menggunakan model pembelajaran contextual teaching and learning. Sedangkan data postest adalah data tes kemampuan P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 6 No. 1, 2026 Page:1-10 Jurnal Language education and literature menulis surat pribadi setelah menggunakan model pembelajaran contextual teaching and learning. Tes yang diberikan kepada siswa sampel berupa tes essay yang bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran contextual teaching and learning secara signifikan dapat menuntaskan kemampuan menulis surat pribadi pada siswa kelas VII SMP Negeri 15 Lubuklinggau. Pretest dilakukan sebelum menggunakan model pembelajaran contextual teaching and learning pada kelas VII. Pre-test dalam penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan siswa lembar jawaban untuk menuliskan surat pribadi berdasarkan unsur-unsurnya. Kemudian peneliti menilai lembar jawaban siswa menulis surat pribadi tersebut dan membuat rekapitulasi hasil tes awal, penilaian secara individu yang dikategorikan berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang telah ditetapkan oleh sekolah SMP Negeri 15 Lubuklinggau dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 1. Hasil Ketuntasan Belajar Tes Awal . re-tes. Kemampuan Menulis Surat Pribadi Rentang Nilai Kriteria Tes Awal (Pre-Tes. KKM 70 KKM 70 Jumlah Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-rata Simpangan Baku Tuntas Tidak Tuntas Frekuensi 25 Orang Presentase 57,83 10,135 Berdasarkan tabel di atas dapat dideskripsikan bahwa siswa pada tes awal . re-tes. yang dinyatakan tuntas atau mendapatkan nilai 70 berjumlah 4 orang atau 16% dan untuk siswa yang tidak tuntas atau mendapat nilai 70 berjumlah 21 orang 84% dengan nilai rata-rata sebesar 57,83%. Tabel 1. Hasil Ketuntasan Belajar Tes Awal . re-tes. Kemampuan Menulis Surat Pribadi Rentang Nilai Kriteria Tes Awal (Pre-Tes. Frekuensi KKM 70 KKM 70 Jumlah Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-rata Simpangan Baku Tuntas Tidak Tuntas 25 Orang Presentase 75,67 8,997 Berdasarkan tabel di atas dapat dideskripsikan bahwa siswa pada tes akhir . ost-tes. yang dinyatakan tuntas atau mendapatkan nilai 70 berjumlah 19 orang atau 76% dan P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 6 No. 1, 2026 Page:1-10 Jurnal Language education and literature untuk siswa yang tidak tuntas atau mendapat nilai nilai rata-rata sebesar 75,67%. 70 berjumlah 6 orang 24% dengan Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data hasil . re-tes. berdistribusi normal atau tidak. Adapun hasil normalitas data tes . re-tes. awal dan tes akhir . ost-tes. dengan menggunakan uji kecocokan dapat dilihat pada tabel 1. sebagai berikut: Tabel 1. Hasil uji Normalitas Data Pre-Test dan Post-Test Pre_Test Pos_Tes Kolmogorov-Smirnova Stati Sig. Stati Shapiro-Wilk Sig. This is a lower bound of the true significance. Lilliefors Significance Correction Keterangan: Ho : jika nilai signifikansi Ha : jika nilai signifikansi 0,05 maka data berdistribusi tidak normal. 0,05 maka data berdistribusi normal. Berdasarkan tabel 4. 3 dapat dilihat bahwa nilai signifikansi untuk data pre-test adalah sebesar 0,134, begitu pula dengan data pos-test yang memiliki nilai signifikansi sebesar 0,218. Karena kedua nilai lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data pre-test dan pos-test berdistribusi normal. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan siswa dalam menulis surat pribadi sebelum dan sesudah diterapkannya model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Hasil perhitungan pengujian hipotesis dapat dilihat pada tabel 1. Pair Tabel 1. Data Uji Hipotesis atau Uji t Pre-test dan Post-test Mean Std. Std. Error Deviation Mean Pre_Test 57. Pos_Tes Berdasarkan tabel di atas, diperoleh bahwa rata-rata nilai pre-test siswa adalah 83 dengan standar deviasi 10. 135, sedangkan rata-rata nilai pos-test meningkat 67 dengan standar deviasi 8. ini menunjukkan adanya peningkatan nilai P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 6 No. 1, 2026 Page:1-10 setelah diterapkannya model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Nilai Sig . -taile. sebesar 0,000 menunjukkan bahwa ada perbedaan yang sangat signifikan antara pretest dan postest, sedangkan intervasi data perbedaan yang diberikan memiliki efek yang signifikan. Artinya, penerapan model pembelajaran contextual teaching and learning secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan menulis surat pribadi siswa kelas VII SMP Negeri 15 Lubuklinggau. Pembahasan Pembahasan hasil penelitian ini berdasarkan hasil data tes awal . yang dilakukan tanggal 24 Februari 2025, dan hasil tes akhir . , pada tanggal 17 Maret Pada hasil tes menulis surat pribadi sebelum diterapkannya model pembelajaran contextual teaching and learning . re-tes. diketahui nilai terendah yang diperoleh siswa adalah 41 dan nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 75 sedangkan nilai ratarata adalah 57,83%, sehingga kemampuan siswa kelas VII. 1 SMP Negeri 15 Lubuklinggau sebelum diterapkannya model pembelajaran contextual teaching and learning belum mencapai ketuntasan. Hal ini disebabkan kurangnya kemampuan siswa dalam menuangkan ide dan pikirannya ke dalam sebuah tulisan. Sedangkan hasil tes akhir menulis surat pribadi setelah diterapkannya model pembelajaran contextual teaching and learning . ost-tes. , diketahui bahwa nilai terendah adalah 58 dan nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 91, sedangkan nilai rata-ratanya 75,67%, sehingga kemampuan siswa kelas VII. 1 SMP Negeri 15 Lubuklinggau setelah diterapkannya model pembelajaran contextual teaching and learning siswa sudah mampu menuangkan ide dan pikirannya ke dalam sebuah tulisan, yaitu surat pribadi. Selanjutnya penulis mengadakan kegiatan treatment sebelum menerapkan model pembelajaran contextual teaching and learning. Sejalan dengan hal tersebut. Lufri . mengatakan contextual teaching and learning merupakan suatu konsepsi yang membantu guru mengaitkan isi mata peserta didikan dengan situasi dunia nyata dan memotivasi peserta didik membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga, warganegara, dan tenaga kerja. Adanya perubahan cara mengajar yang dirasakan oleh siswa sebagai hal yang baru, siswa berantusias untuk mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran contextual teaching and learning. Mengadakan tahap pelaksanaan proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran contextual teaching and Dalam proses pembelajaran ini dilakukan dengan langkah-langkah yaitu: . guru mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari siswa. Ini dapat dilakukan melalui pertanyaan yang merangsang pemikiran atau menunjukkan situasi nyata yang relevan dengan topik yang akan dipelajari, . guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan jelas kepada siswa agar siswa memahami apa yang diharapkan dari pembelajaran tersebut, . siswa diberikan kesempatan untuk menggali topik lebih Siswa bisa melakukan eksplorasi materi secara berkelompok, atau berinteraksi dengan sumber daya lain seperti buku atau media digital, . dalam langkah ini, siswa memperdalam pemahaman mereka terhadap materi dengan melakukan tugas yang memungkinkan mereka untuk mengembangkan ide dan menemukan hubungan antara teori dan kenyataan, . guru memberikan umpan balik untuk memastikan bahwa P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 6 No. 1, 2026 Page:1-10 pemahaman siswa sudah benar. Ini bisa berupa klarifikasi konsep-konsep yang masih kurang jelas atau menjelaskan ide-ide yang kurang dimengerti . siswa diajak untuk merenungkan apa yang telah mereka pelajari dan bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. , . penilaian dilakukan untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi, penilaian dilakukan berupa tes. Hasil kegiatan tes pretest dan postest dapat dideskripsikan bahwa pada kegiatan pretest siswa yang mendapat nilai 70 dengan kriteria tuntas sebanyak 4 siswa . %), sedangkan nilai 70 dengan kriteria tidak tuntas adalah 21 siswa . %). Diketahui nilai terendah yang diperoleh siswa adalah 41 dan nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 75 dengan rata-rata adalah 75,83%. Sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Een Hendarsih, . dengan judul Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Community Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Tentang Surat. Penelitian ini berkesimpulan bahwa melalui model pembelajaran contextual teaching and learning dapat meningkatkan prestasi belajar bahasa indonesia tentang surat siswa kelas VII. E MTS N 5 Kuningan. Selain itu model pembelajaran contextual teaching and learning dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran. Selanjutnya, penelitian yang dilakukan oleh Simanjuntak. Dkk. , . dengan judul Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Think Talk Write (TTW) dalam Pembelajaran Menulis Surat Pribadi pada Siswa Kelas VII SMP Pelita Kasih Kota Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa langkah-langkah pembelajaran menulis surat pribadi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif think talk write yaitu, think . dilakukan dengan cara memberikan bahan bacaan dan meminta siswa untuk menulis hal yang dianggap penting, talk . dilakukan dengan cara guru membimbing siswa untuk melakukan diskusi mengenai hasil catatan siswa, dan write . dilakukan dengan cara meminta siswa dalam menulis surat pribadi dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif think talk write diperoleh nilai rata-rata sebesar 75,18 termasuk dalam kategori cukup. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Contextual Teaching and Learning masih sangat relevan untuk menuntaskan kemampuan menulis surat pribadi. Berdasarkan uraian nilai pretest dan postest di atas, sangat jelas terdapat perbedaan hasil belajar siswa pada kegiatan pretest dan postest, diketahui nilai rata-rata siswa dalam pembelajaran menulis surat pribadi setelah diterapkannya model pembelajaran contextual teaching and learning lebih besar dibandingkan sebelum menggunakan model pembelajaran contextual teaching and Untuk mendukung pendapat di atas. Handayani . menjelaskan bahwa contextual teaching and learning merupakan konsep belajar yang dapat membantu guru untuk mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa untuk membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian Lufri . juga menjelaskan contextual teaching and learning merupakan suatu konsepsi yang membantu guru mengaitkan isi materi peserta didik dengan situasi dunia nyata dan memotivasi peserta didik membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan siswa. Berdasarkan sudut pandang di atas, bahwa model pembelajaran contextual teaching and learning P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 6 No. 1, 2026 Page:1-10 adalah sebuah model pembelajaran yang menekankan pada keterkaitan antara materi yang diajarkan dengan konteks dunia nyata. Tujuannya adalah untuk mengaitkan materi pelajaran dengan konteks dunia nyata, sehingga siswa dapat melihat relevansi antara apa yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari. Setelah proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran contextual teaching and learning pada kemampuan menulis surat pribadi. Terdapat peningkatan dari hasil belajar pretest banyak siswa yang belum tuntas 21 siswa dan siswa yang tuntas 4. Dengan hasil perolehan nilai siswa terendah 41 dan nilai tertinggi 75, sedangkan hasil belajar postest siswa yang tuntas 19 siswa dan siswa tidak tuntas 6. Dengan hasil perolehan nilai terendah siswa adalah 58 dan nilai tertinggi 91. Diketahui bahwa siswa yang tidak tuntas dari hasil pretest dan postest mendapatkan nilai paling rendah dalam menulis surat pribadi. Berdasarkan hasil analisis diketahui nilai Sig . -taile. sebesar 0,000 menunjukkan bahwa ada perbedaan yang sangat signifikan antara pretest dan postest, sedangkan intervasi data perbedaan yang diberikan memiliki efek yang signifikan. Artinya, penerapan model pembelajaran contextual teaching and learning secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan menulis surat pribadi siswa kelas VII SMP Negeri 15 Lubuklinggau. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa hasil belajar kemampuan menulis surat pribadi siswa kelas VII SMP Negeri 15 Lubuklinggau setelah menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning secara signifikan tuntas. Berdasarkan hasil analisis data uji t diketahui nilai Sig . -taile. sebesar 0,000 menunjukkan bahwa ada perbedaan yang sangat signifikan antara pretest dan postest, sedangkan intervasi data perbedaan yang diberikan memiliki efek yang signifikan. Artinya, penerapan model pembelajaran contextual teaching and learning secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan menulis surat pribadi siswa kelas VII SMP Negeri 15 Lubuklinggau. DAFTAR PUSTAKA