Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Diabetes Gestasional Di Puskesmas Sipiongot Tahun 2024 Nur hamima Harahap1. Irawati Harahap2. Rahmah Siregar 3. Nur Arfah Nasution4. Ulfah Hidayah Almadany5. Rini Fitriani Dongoran6, 1,2,3 Dosen Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidimpuan Dosen Program Studi Keperawatan Program Sarjana Fakultas Kesehatan Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidimpuan Dosen Program Studi Farmasi Program Sarjana Fakultas Kesehatan Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidimpuan nurhamimaharahap3@gmail. ABSTRAK Diabetes gestasional dalam kehamilan adalah suatu gangguan toleransi karbohidrat yang terjadi atau diketahui pertama kali pada saat kehamilan sedang berlangsung, ini terjadi pada saat usia kehamilan 24 minggu dan sebagian penderita akan kembali normal setelah melahirkan. Namun hampir setengah angka kejadiannya, diabetes melitus akan muncul kembali. World Health Organization (WHO) melaporkan pada tahun 2019 sekitar 11,7% wanita hamil mengalami diabetes gestasional. Pada tahun 2017 IDF memperkirakan, diabetes melitus dalam kehamilan dapat mempengaruhi sekitar 14% kehamilan diseluruh dunia yang mewakili sekitar 18 juta kelahiran setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang diabetes gestasional di Puskesmas Sipiongot kec. Dolok Kab. Padang Lawas Utara. Jenis penelitian adalah kuantitatif menggunakan desain studi deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Tehnik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan menggunakan instrument kuesioner. Analisa data digunakan untuk memperoleh gambaran masing- masing variabel gambaran pengetahuan ibu hamil tentang diabetes gestasioanal. Hasil penelitian diperoleh bahwa pengetahuan ibu hamil tentang diabetes gestasional di Puskesmas Sipiongot Tahun 2024 mayoritas berpengetahuan kurang sebanyak 24 orang . ,1%) dan minoritas berpengetahuan baik sebanyak 15 orang . ,3%). Kata kunci : Pengetahuan. Gambaran. Diabetes Gestasional ABSTRACT Gestational diabetes in pregnancy is a carbohydrate tolerance disorder that occurs or is first discovered during pregnancy, this occurs at 24 weeks of gestation and some sufferers will return to normal after giving birth. However, in almost half the cases, diabetes mellitus will reappear. The World Health Organization (WHO) reported that in 2019 around 11. 7% of pregnant women experienced gestational In 2017, the IDF estimated that diabetes mellitus in pregnancy could affect around 14% of pregnancies worldwide, representing around 18 million births each year. This study aims to determine the description of pregnant women's knowledge about gestational diabetes at the Sipiongot District Health Center. Dolok District. North Padang Lawas. This type of research is quantitative using a descriptive study design with a cross sectional approach. The sampling technique uses total sampling using a questionnaire instrument. Data analysis was used to obtain an overview of each variable describing pregnant women's knowledge about gestational diabetes. The research results showed that the majority of pregnant women's knowledge about gestational diabetes at the Sipiongot Community Health Center in 2024 was 24 people . 1%) with poor knowledge and 15 people . 3%) had good knowledge. Keywords : Knowledge. Overview. Gestational Diabetes Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) PENDAHULUAN Diabetes gestasional dalam kehamilan adalah suatu gangguan toleransi karbohidrat yang terjadi atau diketahui pertama kali pada saat kehamilan sedang berlangsung, ini terjadi pada saat usia kehamilan 24 minggu dan sebagian penderita akan kembali normal setelah Namun hampir setengah angka kejadiannya, diabetes melitus akan muncul kembali (Djamaluddin & Mursalin, 2. World Health Organization (WHO) melaporkan pada tahun 2019 sekitar 11,7% wanita hamil mengalami diabetes gestasional. Pada tahun 2017 IDF memperkirakan, diabetes melitus dalam kehamilan dapat mempengaruhi sekitar 14% kehamilan diseluruh dunia yang mewakili sekitar 18 juta kelahiran setiap Sekitar 17 juta wanita hamil di seluruh dunia mengalami diabetes melitus, selain itu dari 21 juta kelahiran di dunia dilaporkan mengalami kejadian hiperglikemia dalam kandungan, dan 85% penyebabnya dikarenakan ibu hamil mengalami diabetes gestasional (Saifullah et al. Prevalensi Indonesia sebesar 1,9% - 3,6%, dan sekitar 4060% berisiko mengalami diabetes melitus tipe II. Prevalensi ini bervariasi di setiap wilayah karena terdapat perbedaan standar diagnostik yang digunakan sehingga seringkali sulit ditemukan deteksi kasus dari diabetes mellitus pada kehamilan (Noventi & Khafid, 2. Provinsi Sumatera Utara . jumlah diabetes mellitus gestasional sebanyak 1,8%. Rumah Sakit Umum Sundari merupakan salah satu Rumah Sakit Umum Swasta di Medan yang banyak melayani pemeriksaan kehamilan didapatkan ada ibu hamil yang terdeteksi beresiko diabetes gestasional (Dinkes Sumut, 2. Rumah Sakit Sumatera Barat telah melakukan skrining terhadap 3536 wanita hamil, hasil penelitian didapatkan . %) mengalami diabetes melitus gestasional pada tahun 2014-2015 (Husnani et al. , 2. Faktor risiko diabetes melitus gestasional meliputi: obesitas, adanya riwayat diabetes mellitus gestasional sebelumnya glukosuria, adanya riwayat keluarga dengan diabetes, abortus berulang, adanya riwayat melahirkan dengan cacat bawaan atau bayi >4000 gram, dan adanya riwayat preeklampsia. Pasien dengan faktor risiko Vol. 10 No. 1 Juni 2025 tersebut perlu diperiksa lebih lanjut sesuai standar diagnosis diabetes melitus di kunjungan antenatal Diagnosis diabetes melitus ditegakkan bila kadar glukosa darah sewaktu >200 mg/dl . isertai gejala klasik hiperglikemi. atau kadar glukosa darah puasa >126 mg/dl atau kadar glukosa 2 jam setelah TTGO >200 mg/dl atau kadar HbA1C >6,5%. Hasil yang lebih rendah pemeriksaan TTGO di usia kehamilan antara 2428 minggu (Khotimah & Prasetyo, 2. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang diabetes gestasional di Puskesmas Sipiongot kec. Dolok Kab. Padang Lawas Utara Tahun 2024. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif menggunakan desain studi deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Tujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang diabetes gestasional di Puskesmas Sipiongot Tahun 2024 yang diamati pada periode waktu yang sama. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Sipiongot, karena masih terdapat ibu hamil mengalami diabetes gestasional dan belum pernah dilakukan penelitian mengenai pengetahuan ibu hamil tentang diabetes gestasional di Wilayah Penelitian dilaksanakan mulai bulan Juni Ae November 2024. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang datang ke Puskesmas Sipiongot sebanyak 57 orang. Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu dengan tehnik total sampling yaitu seluruh ibu yang datang ke puskesmas sebanyak 57 orang. Pengolahan dan Analisis Data Pengolahan data menggunakan editing, coding, skoring. Processing dan tabulating. Analisis data secara univariat dilakukan untuk mendapatkan distribusi frekuensi responden. Analisa ini digunakan untuk memperoleh Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) gambaran masing- masing variabel gambaran pengetahuan ibu hamil tentang diabetes HASIL Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Umur. Pendidikan di Puskesmas Sipiongot Tahun 2024 Karakteristik Responden Umur <20 tahun 20-35 tahun >35 tahun Pendidikan SMP SMA Perguruan Tinggi Jumlah Hasil tabel 1. di atas dapat diketahui bahwa karakteristik responden mayoritas berumur 20-35 tahun 45 orang . ,9%) dan minoritas berumur <20 tahun 2 orang . ,5%). Berdasarkan pendidikan mayoritas berpendidikan SMA 21 orang . ,8%) dan minoritas berpendidikan SD 8 orang . ,0%). Tabel 2. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Diabetes Gestasional di Puskesmas Sipiongot Tahun 2024 Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Diabetes Gestasional Baik Cukup Kurang Jumlah Hasil tabel 2. di atas dapat diketahui bahwa pengetahuan ibu hamil tentang diabetes melitus mayoritas berpengetahuan kurang sebanyak 24 orang . ,1%), dan minoritas berpengetahuan baik sebanyak 15 orang . ,3%). PEMBAHASAN Gambaran Karakteristik Responden Berdasarkan Vol. 10 No. 1 Juni 2025 dilakukan di Puskesmas Sipiongot Tahun 2024 didapatkan mayoritas berumur 20- 35 tahun sebanyak 45 orang . ,9%) dan minoritas berumur <20 tahun sebanyak 2 orang . ,5%). Dapat dilihat bahwa umur ibu merupakan salah satu faktor yang dapat berkontribusi secara tidak langsung pada kejadian prediabetes/ diabetes mellitus gestasional. Umur individu yang dihitung mulai saat lahir sampai berulang tahun umur erat hubungannya dengan pengetahuan seseorang karena semakin tambahnya usia maka semakin banyak pula pengetahuan. Hal ini sesuai teori Wawan dan Dewi . yakni semakin cukup umur, tingkat kematangan dan kekuatan seseorang . bu hami. akan lebih matang dalam berfikir dan bekerja. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh NaAoim dkk . mengenai gambaran pengetahuan ibu hamil tentang diabetes melitus pada kehamilan yang menyatakan bahawa proporsi paling banyak antara 21-35 tahun berjumlah 59 orang . %) dan proporsi paling sedikit, dipengaruhi oleh tingkatan umur. Sedangakan pada penelitian Saldah dkk Prediabetes/ Diaebetes Melitus Gestasional, didapatkan hasil bahwa umur ibu hamil Ou35 tahun 4,05 kali berisiko untuk menderita diabetes melitus gestasional. Hal disebabkan karena terjadinya perubahan pada jaringan alat alat kandungan dan jalan lahir tidak lentur lagi. Akan tetapi semakin bertambahnya umur seperti > 35 tahun dapat menjadi resiko tinggi bagi ibu hamil. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Puskesmas Sipiongot Tahun 2024 didapatkan mayoritas berpendidikan SMA sebanyak 21 orang . ,8%) dan minoritas berpendidikan SD sebanyak 8 orang . ,0%). Dapat dilihat bahwa tingkat pendidikan menengah ke atas (SMA) memiliki pengetahuan dan kemampuan berpikir serta pengalaman yang cukup daripada tingkat pendidikan dibawahnya. Hal ini sesuai teori Wawan dan Dewi . pendidikan yakni upaya untuk memberikan pengetahuan sehingga terjadi perubahan perilaku positif yang meningkat. Hal ini sejalan dengan penelitian Ilyas dan Sri . tentang pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang diabetes mellitus gestasional di Puskesmas Mangasa Makassar bahwa pendidikan terakhir paling banyak adalah SMA sebanyak 40 responden . ,0%) paling sedikit adalah SD sebanyak 10 responden . ,9%). Hal ini didapatkan karena yang memiliki pendidikan Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) tinggi lebih patuh dalam melakukan diet diabetes melitus sehingga dapat mencegah terjadinya Hal ini menunjukkan bahwa responden yang memiliki pendidikan tinggi dapat mengubah pola fikir yang lebih positif. Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Diabetes Gestasional Berdasarkan dilakukan di Puskesmas Sipiongot Tahun 2024 didapatkan mayoritas berpengetahuan kurang sebanyak 24 orang . ,1%) dan minoritas berpengetahuan baik sebanyak 15 orang . ,3%). Dapat dilihat bahwa tingkat pengalaman tentang kehamilan, lingkungan, dan seberapa banyak informasi yang diketahui tentang resiko kehamilan. Pengetahuan ibu yang cukup dan baik tentang tanda bahaya kehamilan, tentunya akan patuh dalam melakukan pemeriksaan ANC setiap bulan,dibandingkan ibu dengan pengetahuan yang kurang banyak sekali yang tidak patuh dalam melakukan pemeriksaan ANC dan kurangnya minat ibu hamil untuk mengetahui adanya informasi yang baru tentang hal-hal yan berhubungan dengan kehamilan (Sukmayani, 2. meningkatkan risiko mengembangkan diabetes gestasional selama kelahiran yaitu memiliki berat badan berlebih atau obesitas, mengalami sebelumnya, memiliki keluarga yang menderita diabetes, memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau hipertensi, melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari >4,5 kg pada kehamilan sebelumnya dan usia diatas 35 tahun saat hamil. Berdasarkan hasil kuesioner menunjukkan lebih banyak responden yang tidak tahu tentang pengertian diabetes gestasional sebanyak 30 orang . ,6%) dan tahu sebanyak 18 orang . ,6%). Definisi diabetes melitus pada kehamilan. iabetes merupakan jenis diabetes yang menyerang selama kehamilan dan biasanya lenyap setelah persalinan bayi. Dalam pengertian sederhana diabetes melitus pada masa kehamilan merupakan keadaan dimana kandungan gula dalam darah tinggi semasa hamil. Pengetahuan yang dimiliki oleh ibu hamil tentang diabetes gestasional diperoleh melalui berbagai proses. Bukan hanya dari pendidikan formal saja tapi juga pendidikan yang non-formal, salah satunya Penyuluhan merupakan salah satu sarana bagi ibu hamil untuk mendapatkan informasi mengenai Ibu hamil juga dapat mengetahui penyebab terjadinya diabetes gestasional, klasifikasinya penanganan serta pencegahan (Mariany, 2. Berdasarkan hasil kuesioner menunjukkan lebih banyak responden yang tidak tahu tentang kelebihan berat badan sebelum hamil menjadi faktor resiko diabetes gestasional sebanyak 39 orang . ,4%) dan tahu sebanyak 18 orang . ,6%). Menurut teori Ainy . faktor Kemudian 26,3% pengetahuan baik pada ibu hamil tentang diabetes gestasional. Dapat dilihat dari pengisian lembar kuesioner bahwa pengetahuan responden dipengaruhi oleh umur, semakin bertambahnya umur, orang tersebut akan memiliki pengetahuan dan pengalaman yang lebih baik dari pada usia yang lebih muda, begitupun dengan pendidikan yang ditempuh, tetapi di usia muda bukan berarti orang tersebut memiliki pengetahuan yang kurang dan sumber mempengaruhi pengetahuannya sebab ilmu pengetahuan saat ini sudah berkembang dengan baik yang harus didapat (Ilyas dan Sartika. Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Hasil penelitian sejalan dengan penelitian NaAoim . mayoritas ibu hamil tidak mengetahui kelebihan berat badan dapat memicu terjadinya diabetes pada kehamilan 75,6%. Pengetahuan ibu hamil tentang faktor risiko diabetes melitus dalam kehamilan dikarenakan ibu-ibu tersebut kurang mendapatkan informasi mengenai faktor risiko diabetes melitus dalam kehamilan dari sumber informasi lainya. Definisi diabetes melitus pada kehamilan . iabetes melitus gestasiona. merupakan jenis diabetes yang menyerang selama kehamilan dan biasanya lenyap setelah persalinan bayi. Keadaan tersebut dapat dicegah dengan pendidikan selama kehamilan dengan harapan pengetahuan tentang faktor risiko diabetes melitus pada kehamilan dapat dicegah. Hasil penelitian sejalan dengan teori Lestari . pengetahuan merupakan hasil tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap obyek tertentu. Begitupun dengan ibu hamil, pengetahuan yang dimilikinya melalui proses belajar dalam pendidikan formal maupun Hal ini didukung penelitian orang lain Mulianda . bahwa pengetahuan ibu hamil tentang penyakit diabetes melitus pada kehamilan, mayoritas ibu berpengetahuan cukup dengan jumlah 13 responden . ,3%) dan minoritas ibu berpengetahuan kurang dengan jumlah 9 responden . %). Jika seseorang Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) memiliki tingkat pengetahuan yang cukup, tetapi memiliki kebiasaan gaya hidup yang kurang tepat dan memiliki keterbatasan pengadaan bahan makanan tertentu, maka bisa saja mengalami diabetes gestasional, begitupun Hasil penelitian Rahma . bahwa proporsi tingkat pengetahuan responden tentang kejadian diabetes mellitus gestasional mayoritas tingkat pengetahuan kurang, yakni sebanyak 111 orang . ,6%). Tingkat pengetahuan yang rendah akan mempengaruhi pola makan yang salah sehingga menyebabkan kegemukan yang merupakan salah satu penyebab diabetes Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang lebih stabil daripada perilaku yang tidak didasari oleh Pengetahuan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu usia, pendidikan dan Menurut merupakan domain yang penting dalam terbentuknya perilaku terbuka. Pengetahuan yang dimaksud meliputi pengetahuan faktor resiko, diagnosis, penanganan dan komplikasi yang terjadi jika ibu hamil menderita diabetes melitus gestasional. Kurangnya pengetahuan mengenai diabetes melitus gestasional akan dapat mempengaruhi perilaku ibu, sehingga gejala-gejala yang dirasakan tidak di konsultasikan pada tenaga kesehatan dan Semakin tinggi kesadaran masyarakat untuk memperoleh pengetahuan dan banyaknya informasi-informasi yang disajikan melalui media cetak, media elektronik dan juga dari tenaga kesehatan khususnya tentang pengetahuan diabetes gestasional atau penyakit-penyakit yang menyertai selama kehamilan sehingga masyarakat mempunyai pengetahuan lebih baik. Pengetahuan yang baik tentang diabetes gestasional dapat mengurangi dampak negatif pada ibu hamil melahirkan bayi yang sehat. KESIMPULAN DAN SARAN Pengetahuan ibu hamil tentang diabetes gestasional di Puskesmas Sipiongot Tahun 2024 mayoritas pengetahuan kurang sebanyak 24 orang . ,1%). Sebagai masukan bagi ibu hamil menambah informasi mengenai pengetahuan penyakit diabetes gestasional agar dapat mencegah terjadinya komplikasi. Vol. 10 No. 1 Juni 2025 REFERENSI