JURNAL Volume 5. Nomor 1 Juni 2025 P-ISSN: 27752062 E-ISSN: 27758729 Al-Manaj STRATEGI KOMUNIKASI DAKWAH TAREKAT NAQSYABANDIYAH DALAM PENDAMPINGAN SECARA SPRITUAL TERHADAP KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI TANJUNGBALAI Abdul Kholik1. Muhammad Rizki Nanda Pahlawan Hasibuan2 Institut Agama Islam Daar Al Ulum Asahan Email: abdul. dosen@gmail. Kata kunci Dakwah, darkoba, spiritual, strategi komunikasi, tarekat. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode Tarekat Naqsyabandiyah dalam proses rehabilitasi spiritual bagi korban penyalahgunaan narkoba di Kota Tanjungbalai. Metode ini mencakup amalan zikir, wirid, talqin, dan khataman, yang diarahkan untuk membangun kedekatan spiritual kepada Allah SWT. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi dakwah yang digunakan bersifat persuasif dan intensif, bertujuan menciptakan rasa nyaman dan aman bagi klien. Teknik komunikasi yang diterapkan meliputi komunikasi reflektif yakni teknik mendengarkan aktif dan merespon dengan empati serta komunikasi asertif untuk membangun ekspresi diri yang sehat tanpa melukai pihak lain. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat pendekatan spiritual sebagai alternatif pendampingan rehabilitatif bagi pecandu narkoba, sekaligus menawarkan model komunikasi dakwah yang aplikatif dalam konteks sosial keagamaan. Keywords Dakwah, drugs, strategy, sufi order Abstract This study aims to evaluate the effectiveness of the Tarekat Naqsyabandiyah method in the spiritual rehabilitation process for drug abuse victims in Tanjungbalai City. This method includes the practice of dhikr, wirid, talqin, and khataman, which are directed at building spiritual closeness to Allah SWT. The approach to this study is qualitative descriptive with data collection techniques through in-depth interviews, observation, and documentation. Data analysis was carried out using the Miles and Huberman model. The results of the study indicate that the da'wah communication strategy used is persuasive and intensive, aiming to create a sense of comfort and security for clients. The communication techniques applied include reflective communication, namely active listening techniques and responding with empathy and assertive communication to build healthy self-expression without hurting Abdul Kholik1. Muhammad Rizki Nanda Pahlawan Hasibuan2 Strategi Komunikasi Dakwah Tarekat Naqsyabandiyah dalam Pendampingan Secara Spritual Terhadap Korban Penyalahgunaan Narkoba di Tanjungbalai Jurnal Al-Manaj Vol. 05 No. 01 Juni 2025 : Hal 1-11 This study contributes to strengthening the spiritual approach as an alternative rehabilitative assistance for drug addicts, while offering an applicable da'wah communication model in a socio-religious context. Pendahuluan Kehidupan masyarakat pada zaman sekarang ini menjadi semakin mengkhawatirkan karena dengan adanya narkoba pola kehidupan masyarakat saat ini mengalami pemerosotan yang tinggi terutama dengan munculnya berbagai macam atau jenis narkoba yang membuat sebagian masyarakat sangat bergantung pada narkoba (Mardani, 2. Dari sinilah muncul keinginan untuk terus menggunakan agar bisa mendapatkan ketenangan yang bersifat Meski, dampak narkoba sudah diketahui oleh banyak orang, tetap saja tidak mengurangi jumlah pemakainya. Penyalahgunaan narkoba memiliki efek samping yang dapat merugikan pemakainya karena tubuh dengan sendirinya tidak dapat terkontrol seperti kurangnya kesadaran (Partodiharjo, 2. Bahkan, tidak menutup kemungkinan orang yang mengkonsumsinya dapat melakukan tindakan kriminal (Musliamin, 2. Salah satu dampak narkoba adalah euphoria, perasaan senang dan gembira yang luar biasa ditambah munculnya keberanian yang tidak wajar, hilangnya segala beban pikiran seperti rasa sedih, resah, khawatir, menyesal (Patra et al. , 2. Semua yang dilihat dan di dengar saat itu terasa indah dan menyenangkan,jalan pikiran menjadi lancar, semula masalah yang dirasa sulit dapat dihadapi dengan mudah dan penuh percaya diri. Intinya narkoba ini membahayakan tubuh penggunanya (Stone, 2. Maka dari itu, pengguna narkoba yang sudah kecanduan perlu dinetralisasi dengan bantuan tarekat. Penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu persoalan sosial serius yang berdampak luas terhadap individu, keluarga, dan masyarakat. Dampaknya tidak hanya mencakup kerusakan fisik dan psikis, tetapi juga mendorong perilaku menyimpang, seperti tindakan kriminal dan hilangnya kontrol diri. Data menunjukkan bahwa tingkat kecanduan narkoba di Indonesia masih tinggi, terutama di kalangan usia produktif. Oleh karena itu, upaya rehabilitasi yang tidak hanya bersifat medis tetapi juga menyentuh aspek spiritual menjadi sangat penting. Salah satu pendekatan alternatif dalam proses rehabilitasi adalah melalui pendampingan spiritual berbasis tarekat. Tarekat Naqsyabandiyah, sebagai bagian dari tradisi tasawuf Islam, menekankan pentingnya zikir, wirid, suluk, dan berbagai amalan spiritual lainnya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pendekatan ini diyakini mampu menumbuhkan kesadaran diri, ketenangan batin, serta motivasi untuk berubah secara mendalam. Tanjungbalai. Sumatera Utara. Tarekat Naqsyabandiyah aktif melakukan pembinaan kepada korban penyalahgunaan narkoba melalui Rumah Suluk Babussalam. Tarekat Naqsyabandiyah merupakan salah satu dari banyaknya tarekat dalam kondisi tasawuf Islam (Aida et al. , 2. Tarekat ini dinamakan demikian, karena berasal dari nama pendirinya yaitu. Bahaudin al-Bukhari an-Naqsyabandi (Rasyad. Dienaputra. Zakaria, & Mulyadi, 2. Masuknya tarekat di Indonesia bersamaan dengan masuknya Islam di Nusantara dengan dibawa oleh pendakwah pada masa itu, seperti Sunan gunung Jati yang menyebarkan tarekat Kubrawiyah dan Syadziliyah. Sunan Ampel yang menyebarkan suluk tarekat Naqsyabandiyah (Bruinessen, 2. Seperti tarekat-tarekat tasawuf lainnya. Tarekat Naqsyabandiyah juga menekankan praktik dzikir sebagai cara untuk mendekatkan diri kepada Abdul Kholik1. Muhammad Rizki Nanda Pahlawan Hasibuan2 Strategi Komunikasi Dakwah Tarekat Naqsyabandiyah dalam Pendampingan Secara Spritual Terhadap Korban Penyalahgunaan Narkoba di Tanjungbalai Jurnal Al-Manaj Vol. 05 No. 01 Juni 2025 : Hal 1-11 Allah. Mereka meyakini dengan melakukan dzikir secara teratur, seseorang dapat mencapai kesadaran spiritual yang tinggi (Bruinessen, 1. Dalam konteks ini, tarekat Naqsyabandiyah perlu melakukan pendekatan persuasif sehingga setiap jamaah tarekat tertarik untuk belajar dan beribadah kepada Allah dengan melalui strategi dakwah tarekat Naqsyabandiyah. Tarekat Naqsyabandiyah mengajarkan pentingnya ketaatan kepada hukum Islam dan kesederhanaan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka meyakini bahwa ketaatan kepada ajaran Islam adalah pondasi dari perjalanan spiritual yang benar. Tarekat ini dikenal karena pendekatannya yang praktis terhadap tasawuf (Yumni, 2. Mereka menekankan pentingnya menjalani kehidupan sehari-hari dengan baik, bekerja keras, dan menjalankan kewajiban agama dengan benar sebagai bagian dari perjalanan spiritual. Adapun strategi yang diharapkan dapat dimunculkan oleh tarekat naqsyabandiyah antara lain bentuk dakwah dan kreativitas untuk merancang bangun aktifitas strategi dakwah dalam meminimalisir penyalahgunaan narkoba, yang diisi keagamaan maupun dengan amalan- amalan yang positif. Maka dari itu, terdapat Tarekat Naqsyabandiyah yang terletak di jalan Rumah Suluk. Lingkungan 1. Kelurahan Sei Raja. Kecamatan sei Tualang Raso, melihat keadaan sekarang tentu strategi dakwah sangat dibutuhkan untuk mengajak masyarakat kepada yang lebih baik, seperti, menjalani perintah Allah serta menjauhi larangannya. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa metode spiritual mampu memberikan kontribusi signifikan dalam proses rehabilitasi. Misalnya, studi oleh Rusmana & Ali, . menemukan bahwa pendekatan tasawuf dalam lembaga rehabilitasi Inabah di Jawa Barat mampu meningkatkan stabilitas emosional dan religiusitas peserta. Demikian pula penelitian Ayuni & Syafiq, . menegaskan bahwa komunikasi dakwah yang dilakukan secara konsisten dapat menguatkan motivasi pecandu narkoba untuk pulih. Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk mengkaji efektivitas strategi komunikasi dakwah yang digunakan Tarekat Naqsyabandiyah dalam mendampingi korban penyalahgunaan narkoba. Fokus utamanya adalah menggambarkan metode spiritual yang diterapkan serta bagaimana komunikasi reflektif dan asertif berperan dalam proses Dengan demikian, studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah dalam pengembangan model pendampingan berbasis spiritual dalam konteks rehabilitasi Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena mampu memberikan gambaran mendalam dan holistik mengenai proses pendampingan spiritual yang dilakukan oleh Tarekat Naqsyabandiyah terhadap korban penyalahgunaan Metode ini dianggap paling relevan untuk mengkaji makna, proses, dan pengalaman subjek dalam konteks sosial dan keagamaan yang kompleks, sebagaimana yang menjadi fokus utama dalam penelitian ini (Bungin & Komunikasi, 2017. Rulam, 2016. Setiawan & Johan. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Suluk Babussalam yang terletak di Kelurahan Sei Raja. Kecamatan Sei Tualang Raso. Kota Tanjungbalai. Lokasi ini dipilih karena merupakan pusat aktivitas Tarekat Naqsyabandiyah yang secara aktif melakukan pembinaan terhadap korban penyalahgunaan narkoba. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi (Ghony & Almanshur, 2. Informan utama terdiri dari satu pembimbing Abdul Kholik1. Muhammad Rizki Nanda Pahlawan Hasibuan2 Strategi Komunikasi Dakwah Tarekat Naqsyabandiyah dalam Pendampingan Secara Spritual Terhadap Korban Penyalahgunaan Narkoba di Tanjungbalai Jurnal Al-Manaj Vol. 05 No. 01 Juni 2025 : Hal 1-11 tarekat (Syekh H. Ridwan Sitoru. , dua orang klien yang sedang menjalani proses rehabilitasi (M. Fauzan dan Wahyudi Margolan. , serta satu orang warga sekitar (Rahmayan. Wawancara dilakukan secara langsung dengan menggunakan pedoman wawancara semi-terstruktur, yang memungkinkan peneliti menggali informasi secara fleksibel namun tetap terarah. Observasi dilakukan dengan mengikuti secara langsung aktivitas spiritual dan interaksi antara pembimbing dan klien di Rumah Suluk. Dokumentasi berupa foto kegiatan, catatan harian, dan arsip amalan juga dikumpulkan sebagai pelengkap data. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup tiga tahapan utama, yaitu: . reduksi data, yaitu proses pemilahan, penyederhanaan, dan pemfokusan data yang relevan dengan tujuan penelitian. penyajian data, yaitu mengorganisasi data dalam bentuk narasi atau tabel yang mempermudah penarikan kesimpulan. verifikasi atau penarikan kesimpulan, yakni peneliti menafsirkan makna data secara menyeluruh berdasarkan pemahaman yang dibangun dari proses sebelumnya (Miles. Huberman, & Saldana, 2. Untuk menjaga validitas dan reliabilitas data, peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode. Triangulasi dilakukan dengan membandingkan informasi dari wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta melakukan pengecekan hasil wawancara kepada informan . ember chec. untuk memastikan akurasi data. Selain itu, peneliti juga menjaga keterlibatan reflektif selama proses pengumpulan dan analisis data guna menghindari bias dan meningkatkan objektivitas penelitian. Hasil dan Pembahasan Amalan-amalan Tarekat Naqsyabandiyah Rumah Suluk Babussalam Kota Tanjungbalai Dalam Pendampingan Terhadap Korban Penyalahgunaan Narkoba. Klien korban penyalahgunaan narkoba sebelum mengikuti kegiatan-kegiatan rehabilitasi lainnya diwajibkan talqin terlebih dahulu, supaya hati dan pikiran tertanam kalimat thayyibah lebih dulu, sehingga disaat mengikuti kegiatan rehabilitasi lainnya sudah memilki pondasi spiritual dihatinya. Langkah selanjutnya adalah dengan melakukan mandi taubat dengan air limau lalu diberikan air tawazhu, klien sebagai korban penyalahgunaan narkoba, maka harus disadarkan melalui mandi. Mandi taubat berfungsi untuk mencegah melawan kantuk dan dinginnya air adalah obat dari kemalasan. Ada prinsip fisiologis dibalik metode ini. Manakala kulit disiram dengan air dingin, pembuluh darah dipermukaan badan akan menyusut, oleh karena itu darah akan lebih mengalir ke otak dan organ internal yang lain. Setelah mandi wajib baru melakukan sholat. Sholat adalah media untuk meminta pertolongan kepada Allah dan sholat juga menjadi media bagi klien korban penyalahgunaan narkoba agar tidak terjerumus lagi untuk memakai barang terlarang tersebut. Kemudian selanjutnya amalan Dzikir, yang merupakan segala bentuk ketaatan kepada Allah, dan merupakan hudlurul qolbi ma a Allah . adirnya hati kita bersama Alla. (Fahrudin. Yahya. Syafei, & Abdurrahman, 2. Amalan merupakan suatu perintah atau amanah yang pembimbing berikan terhadap orang yang dibimbing, dan orang yang dibimbing diharuskan mengamalkan amalan-amalan tersebut dalam kehidupan sehari-harinya. Teknik dasar Naqsyabandiyah, seperti kebanyakan tarekat lainnya adalah dzikir yaitu berulang-ulang menyebut nama Allah ataupun menyatakan kalimat laa ilaha illallah. Tujuan latihan ini adalah untuk mencapai kesadaran akan adanya Allah dengan lebih langsung dan permanen. Dzikir dapat dilakukan baik secara berjamaah maupun sendiri- sendiri. Banyak penganut Tarekat Naqsyabandiyah lebih sering melakukan dzikir secara sendiri-sendiri, tetapi mereka yang tinggal dekat dengan seorang syekh cenderung ikut serta secarateratur dalam pertemuanpertemuan dimana dilakukan dzikir secara berjamaah (Rusmana & Ali, 2. Seorang guru Abdul Kholik1. Muhammad Rizki Nanda Pahlawan Hasibuan2 Strategi Komunikasi Dakwah Tarekat Naqsyabandiyah dalam Pendampingan Secara Spritual Terhadap Korban Penyalahgunaan Narkoba di Tanjungbalai Jurnal Al-Manaj Vol. 05 No. 01 Juni 2025 : Hal 1-11 akan mengucapkan salam yang dimaksud dengan pembukaan sebelum berdzikir, setelah itu pembimbing membaca membaca istighfar lalu diikuti oleh muridnya, lalu membaca sholawat, kemudian membaca surah al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Nas. Setelah selesai membaca semuanya, seorang murid melafazkan Ilahi Anta Maqsudi Wa Ridoka Matluubi sebelum hendak berdzikir (Rochman. Boy, & Sauri, 2. Kemudian dilanjutkan dengan muraqabah. Muraqabah adalah konsentrasi penuh dan waspada terhadap segenap kekuatan jiwa, pikiran, imajinasi dan tindakan. Suatu pengawasan diri yang cermat atas keadaan lahir dan batin sehingga menghasilkan suasana hati yang jernih dan sehat. Orang yang senantiasa dalam kondisi muraqobah berarti merasa selalu terawasi dan terlihat oleh Allah, pikiran dan perasaannya senantisa terkontrol dan bekerja dalam batasbatas ketentuan hukum Islam, sehingga melahirkan perilaku . yang luhur (Al-Ghazali. Setelah itu, kemudian melakukan suluk. Suluk adalah perjalanan di jalan spiritual menuju sang sumber. Ini adalah metode perjalanan melalui berbagai keadaan dan kedudukan, dibawah bimbingan seorang guru spiritual (Millah, 2. Seseorang yang menenpuh jalan ini disebut salik. Seorang hamba yang telah jauh berjalan menuju Allah dengan bersungguhsungguh menunjukkan penghambaannya kepada Allah. Suluk juga bisa dikatakan dengan Setelah suluk, dilanjutkan dengan tawajjuh. Tawajjuh dalam ritual Naqsyabandiyah merupakan perjumpaan dimana seseorang membuka hatinya pada syech nya dan membayangkan hatinyaitu disirami berkah sang syech yang akhirnya membawa hati itu kehadapan Nabi Muhammad (Ramadoni. Syarifudin. Nuraida, & Yulianti, 2. Konsentrasi, perhatian atau Aumenghadapkan wajah pada sesuatuAy (Aida et al. , 2. Tawajjuh dapat mengacu pada konsentrasi spiritual yang terjadi antara pembimbing dengan yang dibimbing. Pada tataran makna yang lebih tinggi, tawajjuh artinya perhatian Allah pada sesuatu yang mungkin menyebabkan sesuatu itu menjadi mewujud. Strategi Komunikasi Dakwah Tarekat Naqsyabandiyah Dalam Pendampingan Terhadap Korban Penyalahgunaan Narkoba Strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental . enantiasa meningka. secara terus menerus, selain itu merupakan sarana bersama dengan tujuan jangka panjang yang hendak dicapai. Komunikasi dakwah yang dilakukan dalam berinteraksi dengan para korban penyalahgunaan narkoba dilakukan dengan melalui komunikasi dakwah yang dilakukan secara terus menerus. Komunikasi dakwah dalam tahapan proses pemulihan diwujudkan dalam bentuk perlakuan terhadap para korban penyalahgunaan narkoba, seperti memperlakukan korban macam keluarga sendiri tanpa adanya perbedaan (Choirin. Dwijayanto. Yumna, & Muaz, 2. Proses Amalan Rehabilitasi Proses ini dilakukan sebagai bagian dari proses membantu dalam mengurangi beban pikiran dan perasaan mereka, sehingga perlahan-lahan tapi pasti para korban penyalahgunaan narkoba Insha Allah bisa pulih kembali, mempunyai kesadaran untuk senantiasa berada kejalan yang di ridhai Allah SWT, tidak terjerumus kedalam jurang kehancuran lagi, seperti memakai narkoba. Strategi ini dapat dipandang sebagai implementasi dari misi tarekat naqsyabandiyah demi membina, membimbing dan mengarahkan korban penyalahgunaannarkobakejalan yang lebih baik untuk membentuk akhlak yang mulia. Oleh karena itu, strategi yang digunakan adalah melalui penyadaran dan amalan mulai dari talqin, mandi taubat, sholat, dzikir dan Abdul Kholik1. Muhammad Rizki Nanda Pahlawan Hasibuan2 Strategi Komunikasi Dakwah Tarekat Naqsyabandiyah dalam Pendampingan Secara Spritual Terhadap Korban Penyalahgunaan Narkoba di Tanjungbalai Jurnal Al-Manaj Vol. 05 No. 01 Juni 2025 : Hal 1-11 Strategi ini merupakan strategi untuk membangun tatanan psikologis dan bermanfaat secara somatik dan psikosomatif (Ayuni & Syafiq, 2. Sedangkan bacaan-bacaan yang diamalkan oleh para korban penyalahgunaan narkoba lebih bersifat mediatif, dan doa-doa yang dianjurkan untuk dibaca merupakan proses dalam membangun kesehatan jiwa, karena diyakini mengandung kekuatan spiritual yang dapat membangkitkan rasa percaya diri . elf confiden. dan optimisme. Adapun Strategi yang diperkuat dengan dzikir-dzikir bagi korban penyalahgunaan narkoba antara lain adalah sebagai berikut: Pertama. Dzikir Jahar. Amalan dzikir jahar yang diungkapkan oleh setiap klien korban penyalahgunaan narkoba dengan mendapatkan tuntunan daripada pembimbing untuk melakukan beberapa amalan diantaranya adalah Klien penyalahgunaan narkoba setelah melaksanakan shalat fardhu yang lima waktu kemudian diharuskan untuk berdzkir dengan mengucapkan Aulaa Ilaha IlallahAy. Klien penyalah gunaan narkoba bertawasul kepada Rasulullah Saw, dengan mengucapkan AuIlaa hadroti mustofa Muhammadin SholaAllahu Aalaihi wasallam, wala alihi wa ashabihi wa azwajihi wadhuriyyatihi wa ahli baitihi waliman dakhola fi baiti kirom ajmaAin kullu syai in lillahi lahum al FatihahAy. Klien penyalahgunaan narkoba mengucapkan istighfar AuAstaghfirullahalAoazimAy sebanyak tiga kali. Klien penyalahgunaan narkoba mengucapkan sholawat AuAllahumma sholli Aalaa Sayyidina Muhammad wa Aalaa aalihi washobihiajmaAinAy sebanyak tiga kali,kemudian meluruskanniat semata-mata karena Allah. Kedua. Dzikir Khofi, klien setelah melaksanakan dzikir jahar, kemudian menundukkan kepala, memejamkan mata, memusatkan pikiran, mengkhusyukkan Qalbu berdzikir didalam hati dengan lafadz Allahu Allah secara terus menerus. Klien penyalahgunaan narkoba terus menerus mengingatAllah SWT dengan dzkir khofi tersebut, kapan pun dan dimana pun. Ketika lupaingatkan lagi, putus sambungkan lagi, hati terhubung dengan Allah melalui dzikir khofi tersebut. Klien ketika melakukan berbagai aktivitas, dengan dibarengi hati senantiasa ingat kepada Allah. Strategi Komunikasi Dakwah Dalam mendampingi korban penyalahgunaan narkoba, pembimbing tarekat menerapkan strategi komunikasi dakwah berbasis pendekatan persuasif dan reflektif. Komunikasi dilakukan secara personal maupun kelompok. Pada pendekatan personal, pembimbing menggunakan komunikasi reflektif, yaitu mendengarkan aktif, mengulang pernyataan klien dengan empati, dan membantu klien memahami akar masalahnya secara sadar. Teknik ini terbukti membantu mengurangi kecemasan dan membangun kepercayaan diri klien. Sementara itu, komunikasi asertif digunakan untuk mendorong klien mengekspresikan pikiran dan perasaannya secara jujur namun tetap menghargai orang lain. Proses ini sering disisipkan dengan humor agar suasana lebih santai dan mendukung penyembuhan emosional. Selain itu, pembimbing memperlakukan klien layaknya anggota keluarga, sehingga komunikasi terbangun secara hangat dan berkelanjutan. Strategi komunikasi dakwah tarekat naqsyabandiyah ini dilakukan secara terus menerus karena merupakan bagian dari proses membangun kesadaran, memotivasi diri, membutuhkan semangat dariketerpurukannya (Suriati, 2. Sehingga siapapun yang menjadi bagian dari unsur pengelola mulai dari pembimbing sampai dengan para pembantu diupayakan dapat membimbing dan menuntun melalui berkomunikasi agar para klien mau melakukan tahapan dan rangkaian proses yang membuat mereka merasa nyaman berada di Rumah Suluk Babussalam. Selain itu melalui proses komunikasi dakwah yang dilakukan secara terus menerus tersebut diharapkan agar para korban penyalahgunaan narkoba senantiasa Abdul Kholik1. Muhammad Rizki Nanda Pahlawan Hasibuan2 Strategi Komunikasi Dakwah Tarekat Naqsyabandiyah dalam Pendampingan Secara Spritual Terhadap Korban Penyalahgunaan Narkoba di Tanjungbalai Jurnal Al-Manaj Vol. 05 No. 01 Juni 2025 : Hal 1-11 terbimbing dan kemudian mengikuti programyang telah ditetapkan oleh pembimbing (Nuraedah & Mutawakkil, 2. Adapun strategi komunikasi dakwah terhadap masyarakat yang juga telah mengikuti tarekat Naqsyandiyah di Rumah Suluk Babussalam kota Tanjungbalai yaitu mengadakan dzikir yang dibacakan pembimbing, supaya hati menjadi tenang serta dekat dengan Allah, mengajarkan kepada masyarakat bahwa pentingnya etika dan adab, saling membantu satu sama lain. Langkah-langkah komunikasi dakwah yang dilakukan dengan metode pemulihan korban penyalahgunaan narkoba di Rumah Suluk Babussalam yaitu memberikan pesan-pesan kepada para korban penyalahgunaan narkoba yang disampaikan melalui komunikasi dakwah untuk berinteraksi secara individual maupun secara berkelompok (Anas & Adinugraha, 2. Pesan yang dikomunikasikan secara individual lebih banyak dilakukan dalam bentuk nasehat . dari seorang pembimbing kepada ikhwan, sehingga pesan yang disampaikan lebih bersifat bimbingan pribadi dari seorang pembimbing kepada klien korban penyalahgunaan narkoba (Ayuni & Syafiq, 2. Langkah-langkah yang dilakukan dalam komunikasi dakwah tarekat Naqsyabandiyah merupakan metode yang dilakukan di Rumah Suluk Babussalam, dikarenakan metode itu sendiri sebagaimana dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, merupakan cara kerja yang mempunyai sistem dalam memudahkan pelaksanaan dari suatu kegiatan untuk mencapai sebuah tujuan tertentu (Ayuni & Syafiq, 2. Berdasarkan data dilapangan, diketahui bahwa rangkaian kegiatan komunikasi dakwah tarekat Naqsyabandiyah yang dilakukan secara individual ini lebih bersifat komunikasi antara pembimbing dengan klien (Rahmatunnair & A, 2. Sehingga dalam proses komunikasi yang dilakukannya lebih bersifat sebagai rangkaian kegiatan komunikasi yang didalamnya disampaikan pesan-pesan komunikasi dakwah guna membangun kesadaran dan memotivasi para korban penyalahgunaan narkoba agar kembali sadar akan prilakunya yang salah, kemudian dapat hidup secara baik dalam menjalankan ajaran syariat Islam, khususnya menjalankan rangkaian kegiatan yang diajarkan dalam ajaran tarekat Naqsyabandiyah (Budi. Agung, & Praptiningsih, 2020. Gunawan & Muhid, 2. Langkah-langkah dalam komunikasi dakwah diantaranya adalah mendengarkan dengan penuh perhatian, menunjukkan penerimaan, menanyakan pertanyaan yang berkaitan, pertanyaan terbuka (Muslimin & Hertimi, 2. Mengulang ucapan klien dengan menggunakan kata-kata sendiri bahwa Anda memahaminya (Khairani & Ginting, 2. Seperti halnya, yang disampaikan oleh pembimbing tarekat naqsyandiyah yaitu Syech Ridwan ketika saat kitaberi pertanyaan kepada klien seperti iniAukenapa kamu memakai narkoba yang akan merugikan diri sendiri?Ay,lalu dia menjawab Aukarena mau coba- cobaAy. Dan sayamenyimpulkan dengan kata-kata saya sendiri Auoh berarti awalnya, karena penasaran saja, dan terus ketagihan menggunakannya?. AubegituAy, lalu dia pun menjawab AuiyaAy Mengklarifikasikan untuk menyamakan pengertian serta memfokuskan untuk mambatasi bahan pembicaraan sehingga percakapan menjadi lebih spesifik dan mudah untuk Selain itu juga, memberikan kesempatan kepada klien untuk menguraikan persepsinya, memberikan kesempatan kepada klien untuk mengemukakan, menerima ide dan perasaannya sebagai bagian dari dirinya sendiri, kemampuan dengan cara meyakinkan dan nyaman mengekspresikan pikiran dan perasaan diri dengan tetap menghargai orag lain serta humor, merupakan hal yang penting dalam komunikasi verbal, dikarenakan tertawa dapat mengurangi ketegangan dan rasa sakit akibat stres dan meningkatkan keberhasilan asuhan Abdul Kholik1. Muhammad Rizki Nanda Pahlawan Hasibuan2 Strategi Komunikasi Dakwah Tarekat Naqsyabandiyah dalam Pendampingan Secara Spritual Terhadap Korban Penyalahgunaan Narkoba di Tanjungbalai Jurnal Al-Manaj Vol. 05 No. 01 Juni 2025 : Hal 1-11 Dalam langkah komunikasi dakwah tarekat naqsyabandiyah yang dilakukan terhadap para korban penyalahgunaan narkoba ini terdapat langkah-langkah yang dapat dilakukan secara berkelompok. Diantara langkah-langkah komunikasi dakwah yang dilakukan secara kelompok antara pembimbing dengan yang dibimbing lebih banyak dilakukan dalam proses kegiatan ritual ibadah keagamaan, dan dalam kegiatan yang telah dijadikan standar baku dalam proses pemulihan setiap klien yang telah disusun oleh pembimbing Rumah Suluk Babussalam yaitu denganamalan- amalan dzikir, seperti talqin dan sebagainya. Talqin, yaitu menyimpan dan menetapkan kalimat Laa Ilaaha Illallah ke dalamruh sesorang, agar ruhnya dari sekarang bersama kalimat Laa Ilaaha Illallah, tidak bisa dipisahkan lagi ibarat gula dengan manisnya, garam dengan asinnya. Dan menyimpan nama Allah ke dalam hati,agar senantiasa merasakan kehadiran Allah kapanpun dan dimanapun, karena talqin ini merupakan pondasi awal dari perawatan. Dampak Terhadap Klien Rangkaian amalan spiritual dan strategi komunikasi ini berdampak signifikan pada pemulihan klien. Klien menunjukkan perubahan dalam cara berpikir, emosi yang lebih stabil, dan kemauan untuk meninggalkan kebiasaan buruk. Mereka merasa lebih tenang, termotivasi menjalani hidup sehat, dan menunjukkan keterlibatan aktif dalam kegiatan tarekat. Amalan dzikir membantu menenangkan pikiran, sementara suluk dan muraqabah memperkuat kedisiplinan batin. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian Rusmana & Ali, . yang menunjukkan bahwa pendekatan tasawuf dapat meningkatkan ketenangan psikologis dalam proses rehabilitasi. Selain itu. Ayuni dan Syafiq . juga menekankan pentingnya komunikasi dakwah yang berkesinambungan dalam membantu pecandu membangun kembali makna hidupnya. Refleksi Kritis dan Pengembangan Meskipun pendekatan ini terbukti bermanfaat, terdapat beberapa tantangan dalam Beberapa klien menunjukkan resistensi pada awal proses karena kurang memahami nilai-nilai spiritual yang diajarkan. Selain itu, konsistensi dalam menjalani amalan menjadi hambatan tersendiri, terutama bagi klien yang tidak tinggal menetap di rumah suluk. Untuk itu, pendekatan ini dapat dikembangkan melalui integrasi dengan terapi psikologi modern atau program rehabilitasi medis, sehingga pembinaan spiritual dapat berjalan secara komplementer dengan intervensi lainnya. Selain itu, pelatihan komunikasi bagi para pembimbing juga penting agar mereka mampu menangani berbagai karakteristik klien secara lebih efektif. Dengan struktur yang sistematis, metode spiritual Tarekat Naqsyabandiyah terbukti memberikan kontribusi positif dalam rehabilitasi korban narkoba. Namun, keberlanjutan dan keterpaduan dengan pendekatan lain menjadi aspek penting untuk hasil yang lebih optimal di masa mendatang. Simpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa amalan spiritual Tarekat Naqsyabandiyah, seperti talqin, mandi tobat, salat, dzikir, muraqabah, suluk, dan tawajjuh, memiliki peran penting dalam proses rehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba. Amalan-amalan tersebut membantu memperkuat kesadaran spiritual, ketenangan batin, dan komitmen untuk berubah ke arah yang lebih baik. Strategi komunikasi dakwah yang digunakan, terutama komunikasi reflektif dan asertif, efektif dalam membangun hubungan emosional yang hangat, memberikan rasa aman, serta mendorong klien untuk mengungkapkan perasaan dan pikiran Abdul Kholik1. Muhammad Rizki Nanda Pahlawan Hasibuan2 Strategi Komunikasi Dakwah Tarekat Naqsyabandiyah dalam Pendampingan Secara Spritual Terhadap Korban Penyalahgunaan Narkoba di Tanjungbalai Jurnal Al-Manaj Vol. 05 No. 01 Juni 2025 : Hal 1-11 secara jujur dan terbuka. Kombinasi antara amalan spiritual dan pendekatan komunikasi ini terbukti mampu membantu klien pulih secara mental dan spiritual. Sebagai saran, pendekatan ini perlu dikembangkan lebih lanjut melalui integrasi dengan metode rehabilitasi lain dan diteliti dalam jangka panjang untuk mengetahui dampaknya secara berkelanjutan. Penelitian lanjutan juga dapat menggali variasi pendekatan serupa pada komunitas tarekat lainnya untuk memperluas model rehabilitasi berbasis spiritual. Referensi