Jurnal Kesehatan Budi Luhur. Vol. No. Juli, 2022 p-ISSN 1978-8479 e-ISSN 2581-0111 PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA VIDEO ANIMASI TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN Reza Ilhami, . Dedeh Sri Rahayu, . Sri Maryati . Perawat. RS Muhammadiyah. Bandung. Indonesia . Dosen. Program Studi Pendidikan Ners. STIKes Budi Luhur. Cimahi. Indonesia . Dosen. Program Studi D i Kebidanan. STIKes Budi Luhur. Cimahi. Indonesia Abstrak Masa remaja merupakan usia yang belum mencapai kematangan mental dan fisik. Salah satu dari perubahan fisiknya yaitu kemampuan untuk melakukan proses reproduksi, sedangkan banyak fenomena yang memperlihatkan bahwa sebagian remaja belum mengetahui dan memahami tentang masalah kesehatan reproduksi. Ada beberapa kenakalan remaja yang pernah terjadi di SMA diantaranya merokok, pacaran dan hamil diluar nikah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video animasi tentang kesehatan reproduksi terhadap tingkat pengetahuan pada siswa kelas X di SMAN 4 Cimahi. Penelitian ini merupakan pre eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah 83 orang dengan menggunakan teknik purpossive sampling. Hasil penelitian didapatkan remaja sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebanyak 41 orang . %) mempunnyai pengetahuan cukup, pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan 42 orang . %) cukup dan 41 orang . %) baik. Data yang diperoleh nilai di peroleh nilai p . Dari hasil dapat disimpulkan penelitian ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video animasi terhadap tingkat pengetahuan pada siswa kelas X. Video animasi diharapkan menjadi salah satu media penyampaian informasi pada masyarakat ketika kegiatan ekstrakulikuler di SMAN 4 Cimahi sebagai solusi untuk mengatasi masalah kesehatan reproduksi diluar. Kata Kunci : Pendidikan kesehatan. Video animasi. Tingkat pengetahuan. Remaja THE EFFECT OF HEALTH EDUCATION WITH VIDEO ANIMATION MEDIA ON REPRODUCTIVE HEALTH KNOWLEDGE Abstract Adolescence is an age that has not attained mental and physical maturity. One of its physical changes is the ability to perform reproductive processes, while many phenomena show that some teenagers do not know and understand about reproductive health problems. There is some delinquency of teenagers that have happened in high school including smoking, courtship, and pregnant before marriage. This research aimed to determine the influence of health education with video animation media about reproductive health to the level of knowledge in grade X students at SMAN 4 Cimahi. The research was a pre-experimental design with one group Pretests posttest. The samples in this study were 83 people used purposive sampling The results of the study obtained teenagers before the health education of 41 people . %) have enough knowledge, knowledge after the health education was given 42 people . %) Enough and 41 people . %) Good. The T-Test result was obtained P-Value . < . From the results can be concluded there was an influence of health education with video animation media to the level of knowledge in grade X students. Videos animations are expected to be one of the media to deliver information to the community in extra-curricular activities at SMAN 4 Cimahi as solution to address reproductive health problems. Keywords : Health education. Video animation. Knowledge level. Health. Teenagers Korespondensi: Dedeh Sri Rahayu Program Studi Pendidikan Ners. STIKes Budi Luhur Cimahi Jl. Kerkoff No. Leuwigajah. Cimahi Selatan. Kota Cimahi. Jawa Barat. Indonesia, 40532 0813-9479-4008 Defizi2011@stikesbudiluhurcimahi. | Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Video AnimasiA Jurnal Kesehatan Budi Luhur. Vol. No. Juli, 2022 p-ISSN 1978-8479 e-ISSN 2581-0111 Pendahuluan Tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi perilaku seksual remaja pranikah. Fenomena ini menunjukkan bahwa perilaku seksual remaja pranikah di berbagai provinsi semakin meningkat dikarenakan kurangnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Permasalahan remaja tersebut memberi dampak seperti kehamilan, pernikahan usia muda, dan tingkat aborsi yang tinggi sehingga dampaknya buruk terhadap kesehatan reproduksi remaja. Beberapa penelitian sebelumnya di beberapa negara, anak perempuan dan laki-laki yang belum menikah sudah aktif secara seksual sebelum mencapai umur 15 tahun (Nasution, 2. Hasil SDKI 2016 Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) menunjukan bahwa pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi belum memadai yang dapat dilihat dengan 35,3% remaja perempuan dan 31,2% remaja laki-laki usia 15-19 tahun mengetahui bahwa perempuan dapat hamil dengan satu kali berhubungan seksual (Kemenkes, 2. Pengetahuan remaja di Jawa Barat tentang kesehatan reproduksi masih tergolong rendah. Hal ini tampak dari masih rendahnya tingkat pendewasaan usia perkawinan (PUP), status remaja yang telah melahirkan mencapai 12% dari 6,2 juta pasangan usia subur (PUS), 40% remaja pernah berhubungan seks serta 43% dari PUS jawa barat anak yang pertama kali lahir kurang dari 9 bulan sejak tanggal pernikahan (Amalia, 2. Data dari Unit Kesehatan Sekolah (UKS) Dinas Kesehatan Kota Cimahi, seluruh SMP dan SMA sudah memiliki UKS, namun presentase Kader Kesehatan Reproduksi 186 (KKR) di tingkat SMP 5,29%, lebih rendah dibandingkan SMA 5,86%, meskipun angka penyakit yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi di SMP lebih sedikit . dibandingkan SMA . (Wisyadana & Setiowati, 2. Hasil wawancara bersama guru bimbingan konseling di SMAN 4 Cimahi ada beberapa kenakalan remaja yang pernah terjadi di SMAN 4 Cimahi diantaranya merokok, pacaran dan hamil diluar nikah. Berdasarkan latar belakang di atas, penelitian ini diadakan untuk melihat apakah pengaruh pemberian pendidikan kesehatan dengan video animasi tentang kesehatan reproduksi terhadap tingkat pengetahuan siswa. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video animasi tentang kesehatan reproduksi terhadap tingkat pengetahuan pada siswa kelas X di SMAN 4 Cimahi. Metode Peneliti menggunakan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah preeksperimental design dengan desain One group pretest-posttest. Responden sampel dalam penelitian ini sebanyak 83 orang yang ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi yang digunakan diantaranya responden lelaki berusia 6 tahun dan perempuan berusia 15 tahun, terdaftar di SMAN 4 Cimahi, serta bersedia menjadi responden. Sedangkan kriteria eksklusinya yaitu responden yang tidak berada di sekolah pada saat pengambilan data. Instrumen pengumpulan data yang digunakan saat pretest maupun posttest yaitu kuesioner pengetahuan yang dibuat sendiri oleh peneliti dengan mengambil sumber dari beberapa jurnal dan buku dan telah di uji validasitas di SMAN 5 Cimahi serta telah direvisi. Instrumen pengetahuan ini berbentuk dikotomi dengan pilihan jawaban betul dan salah sebanyak 25 item pertanyaan. Sedangkan untuk video animasi yang digunakan merupakan video yang dikembangkan oleh peneliti dengan judul Kesehatan Reproduksi Remaja dengan durasi 8 menit 10 detik. Pengambilan data dilakukan di SMAN 4 Cimahi pada siswa siswi kelas X, melalui pretest, dilanjutkan dengan pemberian video animasi Kesehatan Reproduksi Remaja sebanyak | Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Video AnimasiA Jurnal Kesehatan Budi Luhur. Vol. No. Juli, 2022 p-ISSN 1978-8479 e-ISSN 2581-0111 kali, dan ditutup dengan pemberian posttest dengan instrumen pengetahuan yang sama. Sebelumnya peneliti telah memberikan inform consent kepada responden dengan menjelaskan tujuan dan proses penelitian, memberikan kebebasan kepada calon responden untuk menjadi responden atau tidak terlibat dalam penelitian, menjelaskan bahwa semua data yang diberikan kepada peneliti dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan penelitian, serta menjelaskan bahwa tidak ada kaitannya antara menjadi responden penelitian atau tidak terlibat dengan penelitian dengan nilai sekolah. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menghitung frekuensi pengetahuan responden tentang Kesehatan reproduksi remaja sebelum dan sesudah pemberian video animasi dan melihat pengaruh pendidikan kesehatan dengan video animasi tentang kesehatan reproduksi terhadap tingkat pengetahuan pada siswa kelas X dengan menggunakan uji statistik Dependent Simple T-Test. Hasil Tabel 1 Tingkat Pengetahuan Tentang Kesehatan Reproduksi Sebelum Dilakukan Pendidikan Kesehatan Media Video Animasi Hasil Tingkat Pengetahuan Baik Cukup Kurang Total Sumber: data primer, 2019 Frekwensi Presentase (%) Tabel 2 Tingkat Pengetahuan Tentang Kesehatan Reproduksi Setelah Dilakukan Pendidikan Kesehatan Media Video Animasi Hasil Tingkat Pengetahuan Frekwensi Baik Cukup Total Sumber: data primer, 2019 Presentase (%) Tabel 3 Hasil Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Video Animasi Tentang Kesehatan Reproduksi Terhadap Tingkat Pengetahuan Pada Siswa Kelas X di SMAN 4 Kota Cimahi Keterangan Sebelum intervensi Setelah intervensi Sumber: Data Primer, 2019 Mean Hasil Delta Nilai P 0,000 Dependent simple t-test pada pengetahuan menghasilkan nilai p 0,000 < . maka dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima, yaitu terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan | Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Video AnimasiA Jurnal Kesehatan Budi Luhur. Vol. No. Juli, 2022 p-ISSN 1978-8479 e-ISSN 2581-0111 media video animasi tentang kesehatan reproduksi terhadap tingkat pengetahuan pada siswa kelas X di SMAN 4 Kota Cimahi. Pembahasan Berdasarkan hasil analisis dari Tabel 1 sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang kesehatan reproduksi dengan media video animasi pada 83 responden didapatkan hasil bahwa sebagian kecil yaitu 23 orang . %) memiliki pengetahuan baik, hampir dari setengahnya yaitu 41 orang . %) memiliki pengetahuan cukup, dan sebagian kecil 19 orang . %) memiliki pengetahuan kurang. Dikarenakan sebelumnya responden rata-rata belum mendapatkan informasi mengenai kesehatan reproduksi. Menurut pernyataan siswa/i SMAN 4 Cimahi sebagian besar mendapatkan informasi dari internet namun itu pun belum terlalu mengerti akan Menurut guru di SMAN 4 Cimahi pun belum ada program khusus mengenai kesehatan reproduksi. Hasil analisa saat penelitian siswa/i memiliki pengetahuan yang cukup mengenai kesehatan reproduksi dikarenakan kurangnya informasi yang didapatkan oleh siswa/i tersebut, pada saat interaksi selama konseling mereka mengatakan belum pernah ada penyuluhan mengenai kesehatan reproduksi, yang mereka tahu hanya seputar nama organ reproduksinya saja, selain itu siswa/i sangat terbuka saat diberikan pendidikan kesehatan, maka dari itu siswa/i tersebut mudah mencerna informasi yang diberikan karena tidak adanya penolakan. Hasil penelitian ini sejalan dengan teori yang menyatakan bahwa pengetahuan merupakan hasil tahu, dan ini terjadi setelah melakukan penginderaan terhadap suatu objek. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia, yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan (Notoatmodjo, 2. Hal ini didukung oleh penelitian Ristrianingsih, 2017, yang menjelaskan bahwa tingkat pengetahuan responden terhadap kesehatan reproduksi sebelum dilakukan pendidikan kesehatan yaitu dari 57 responden . ,0%), 15 responden . ,3%) berpengetahuan kurang, 36 responden . ,2%) cukup, dan 6 responden . ,5%) baik. Pengetahuan seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu pendidikan, pekerjaan, umur, minat, pengalaman, kebudayaan lingkungan sekitar, dan sumber informasi. Makin tingginya pendidikan seseorang akan semakin mudah seseorang tersebut untuk menerima informasi. Lingkungan pekerjaan juga dapat menjadikan seseorang memperoleh pengalaman dan pengetahuan baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Namun, semakin cukup umur tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berfikir dan bekerja. Minat juga akan menjadikan seseorang untuk mencoba dan menekuni suatu hal dan pada akhirnya diperoleh pengetahuan yang lebih mendalam. Selain itu, ada kecenderungan pengalaman juga ketika pengalaman seseorang yang kurang baik ia akan berusaha untuk melupakan, namun jika pengalaman menyenangkan maka secara psikologis akan timbul kesan sangat mendalam. Lalu, kebudayaan dimana kita hidup dan dibesarkan juga mempunyai pengaruh besar terhadap pembentukan sikap kita dan sumber informasi juga menjadi faktor yang dapat membantu mempercepat seseorang untuk memperoleh pengetahuan yang baru (Notoatmodjo, 2. Berdasarkan hasil analisis dari Tabel 2 setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang kesehatan reproduksi dengan media video animasi pada 83 responden didapatkan hasil bahwa hampir dari setengahnya yaitu 41 orang . %) memiliki pengetahuan baik, sebagian besar yaitu 42 . %) memiliki pengetahuan cukup dan responden yang berpengetahuan kurang setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan media video animasi sudah tidak ada. Hal Ini disebabkan karena pada saat pemberian intervensi remaja sangat memperhatikan yang tadinya berada dikategori kurang, meningkat menjadi kategori baik. | Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Video AnimasiA Jurnal Kesehatan Budi Luhur. Vol. No. Juli, 2022 p-ISSN 1978-8479 e-ISSN 2581-0111 Hasil analisa saat penelitian siswa/i memiliki pengetahuan yang cukup mengenai penyakit menular seksual, dikarenakan kurangnya informasi yang didapatkan oleh siswa/I tersebut, pada saat interaksi mereka mengatakan bahwa sebelumnya belum pernah mendapat penyuluhan mengenai kesehatan reproduksi di sekolah. Hal ini didukung oleh penelitian. Aspiawati, 2018, menjelaskan bahwa dari 90 responden terdapat yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 83 orang . ,4%) dan yang berpengetahuan cukup sebanyak 12 orang . ,6%). Sedangkan responden yang berpengetahuan kurang setelah diberikan pendidikan kesehatan berbasis media video animasi sudah tidak ada. Pada kategori cukup didapatkan 16 orang yang pengetahuannya menetap dan didapatkan 78 orang berpengetahuan baik. Terdapat tiga domain yang dapat diubah oleh seseorang melalui pendidikan kesehatan yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Pendidikan kesehatan menciptakan peluang bagi individu untuk senantiasa memperbaiki kesadaran . , serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan . ife skil. demi tercapainya kesehatan yang optimal (Nursalam & Effendi. Pada penelitian ini dilakukan pendidikan kesehatan dengan menggunakan media video animasi tentang kesehatan reproduksi untuk melihat pengaruhnya terhadap tingkat Berdasarkan hasil analisis dari beberapa literatur yang sudah peneliti kaji bahwa ada peningkatan pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan video animasi. Pendidikan kesehatan merupakan proses yang mencakup dimensi dan kegiatankegiatan intelektual, psikologis, dan sosial yang diperlukan untuk meningkatkan kemampuan individu dalam mengambil keputusan secara sadar dan yang mempengaruhi kesejahteraan diri, keluarga, dan masyarakat (Maulana, 2. Pada penelitian ini pendidikan kesehatan dilakukan dengan menggunakan media yaitu video animasi. Menurut Hamtiah, et al. , 2012, media merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembelajaran. Melalui media proses pembelajaran bisa lebih menarik dan menyenangkan . oyfull learnin. Dengan menggunakan media berteknologi seperti halnya media audio visual . , amat membantu dalam belajar. Aspek penting lainnya penggunaan media adalah membantu memperjelas pesan pembelajaran. Informasi yang disampaikan secara lisan terkadang tidak dipahami sepenuhnya, terlebih apabila kurang cukup dalam menjelaskan materi. Disinilah peran media, sebagai alat bantu memperjelas pesan pembelajaran. Video animasi tentang kesehatan pada penelitian ini dibuat dengan menyajikan gabungan gambar dengan kata-kata yang dapat dipahami oleh responden. Rangkaian gambar dan kata-kata yang apabila digabungkan ternyata lebih efektif untuk mempertahankan ingatan daripada hanya menggunakan gambar atau kata-kata saja. Menurut Munir, 2012, animasi sebenarnya adalah rangkaian gambar yang disusun berurutan atau dikenal dengan istilah Satu frame terdiri dari satu gambar. Animasi mampu menjelaskan suatu konsep atau proses yang sukar dijelaskan dengan media lain. Animasi juga memiliki daya tarik estetika sehingga tampilan yang menarik dan eye-catching akan memotivasi pengguna untuk terlibat di dalam proses pembelajaran. Kumpulan gambar kartun yang disajikan dalam bentuk video dapat menarik perhatian siswa saat penyuluhan. Hal ini sesuai dengan penelitian Rahayu, 2012, yang menyatakan bahwa media video yang berisikan kartun dapat membantu meningkatkan perkembangan kognitif yang dilihat dari nilai tes sebelum dan tes sesudah diberikan video. Media pengajaran yang dapat memotivasi minat dan tindakan siswa adalah media pengajaran yang direalisasikan dengan teknik hiburan seperti metode video, oleh karena itu metode video dapat meningkatkan pengetahuan siswa karena mampu meningkatkan motivasi minat dan tindakan siswa ketika penyuluhan berlangsung. Hasil uji analisis pada Tabel 3 diperoleh hasil nilai p pada pengetahuan 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh pendidikan kesehatan media video animasi tentang kesehatan reproduksi terhadap tingkat pengetahuan pada remaja kelas X di SMAN 4 Cimahi. Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan Aspiawati, 2018, yang mengemukakan bahwa | Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Video AnimasiA Jurnal Kesehatan Budi Luhur. Vol. No. Juli, 2022 p-ISSN 1978-8479 e-ISSN 2581-0111 pengetahuan remaja SMA mengalami peningkatan yang baik dengan adanya pemberian pendidikan kesehatan. Simpulan dan Saran Hasil dari penelitian ini yaitu . tingkat pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan media video animasi tentang kesehatan reproduksi memiliki tingkat pengetahuan cukup 41 orang . %), . tingkat pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan media video animasi tentang kesehatan reproduksi menjadi baik 41 orang . %) dan cukup yaitu 42 orang . %), dan . ada pengaruh pendidikan kesehatan media video animasi tentang kesehatan reproduksi terhadap tingkat pengetahuan pada remaja kelas X di SMAN 4 Cimahi dengan nilai p . < . Hasil penelitian ini diharapkan pendidikan kesehatan dengan media video animasi tentang kesehatan reproduksi bisa menjadi salah satu media penyampaian informasi pada remaja lain ketika kegiatan ekstrakulikuler di SMAN 4 Cimahi. Dengan cara memanfaatkan media tersebut ketika kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh SMAN 4 Cimahi mengenai kesehatan reproduksi. Daftar Pustaka