Paradigma. Volume14. Number 02, 2025, pp. Rasionalitas Mahasiswa Menggunakan Pinjaman Online Dimas Aditya Bagus KuncoroA. Diyah UtamiA A,2 Progam Studi Sosiologi. FISIPOL-Unesa, 20063@mhs. Abstract The development of the internet in Indonesia is increasingly rapid. This development has undoubtedly led to social This social transformation, which has led to social change, refers to changes in payment activities using digital technology. The increasing use of financial transactions via the internet also impacts the fulfillment of society's Students, as agents of change, play a strategic role in driving scientific, technological, and socioeconomic progress. However, amidst the high expectations placed on students, they face significant challenges, particularly financial ones. The presence of online loans undoubtedly impacts students' financial needs. Therefore, this study aims to examine students' experiences when using online loans. This study also utilizes James S. Colomen's Rational Choice Theory. The research method used is qualitative, with data collection techniques including observation and interviews, which will be analyzed using Illness Narrative analysis techniques. The results of this study indicate that students' rationality in using online loans varies widely and is influenced by value orientations, pressures of circumstances and time, and life challenges faced. Perkembangan internet di Indonesia semakin pesat. Perkembangan internet tentunya menyebabkan tranformasi sosial. Terjadinya transformasi sosial yang menyebabkan perubahan sosial merujuk ke perubuhan dalam kegiatan pembayaran menggunakan teknologi digital. Peningkatan penggunaan transaksi keuangan melalui interenet juga memengaruhi pemenuhan kebutuhan oleh masyarakat. Mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan sosial ekonomi. Namun, di tengah besarnya harapan terhadap mahasiswa, terdapat tantangan signifikan yang mereka hadapi, terutamadalam hal finansial. Kehadiran pinjaman online tentunya memberikan dampak pada pemenuhan kebutuhan finansial mahasiswa. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan mengkaji pengalaman mahasiswa ketika menggunakan pinaman online. Dalam penelitian ini juga menggunakan teori dari James S. Colomen yaitu Rational Choice theory (Teori Pilihan Rasiona. Metode Penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, dan wawancara, yang akan dianalisis menggunakan teknik analisis Illnes Narative. Hasil dari penelitian ini adalah penelitian ini menunjukkan bahwa rasionalitas mahasiswa dalam menggunakan pinjaman online sangat bervariasi dan dipengaruhi oleh orientasi nilai, tekanan kondisi dan waktu, serta permasalahan hidup yang dihadapi. Keywords: Online Loans. Students. Rational Choice Paradigma. Volume14. Number 02, 2025, pp. Pendahuluan Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana pengalaman mahasiswa ketika menggunakan pinaman online. Beberapa penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini seperti penelitian yang dilakukan oleh Henry Sulistianingsih tahun 2021. Penelitian tersebut memperlihatkan secara mayoritas masyarakat yang berumur 25-40 tahun memiliki intensitas tinggi dalam memanfaatkan teknologi informasi pinjaman online . Penelitian selanjutnya yaitu penelitian yang dilakukan oleh Bagus Bachrul Salam Sugiarto tahun 2023. Penelitian tersebut membahas mengenai ketermudahan akses pinjaman online yang membuat seluruh lapisan masyarakat termasuk mahasiswa dapat mengakses Penelitian ini ingin meneliti bagaimana pengalaman mahasiswa ketika menggunakan pinjaman online di Surabaya. Dalam Sejarah, internet muncul pertama kali pada tahun 1969 berbentuk sebuah jaringan computer yang dibuat oleh ARPA yang kemudian di berima nama ARPANET . Layanan publik seperti kesehatan, pendidikan, dan administrasi pemerintahan menjadi lebih efisien dan terjangkau melalui egovernment dan telemedi. Penggunaan internet sering kali mengorbankan privasi . Data pribadi bisa disalahgunakan atau dicuri oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, seperti melalui peretasan atau pencurian identitas. Banyak orang mengalami kecanduan internet, yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari dan kesehatan mental. Media sosial juga dapat memicu perasaan iri, kecemasan, dan Internet dapat menjadi media untuk penyebaran informasi palsu atau hoaks yang dapat menyesatkan masyarakat dan menimbulkan kepanikan atau kebencian. Internet memberikan ruang bagi perilaku negative seperti cyberbullying. Konten berbahaya seperti pornografi, kekerasan, dan ekstremisme juga mudah diakses. Tidak semua orang memiliki akses yang sama terhadap internet, yang dapat memperlebar kesenjangan sosial dan ekonomi antara mereka yang memiliki akses dan yang tidak. Sejatinya dalam meminimalisir risiko terhadap pinjaman online, dapat diupayakan dengan berbagai cara, tetapi tidak dipungkiri juga bahwasanya kehadiran pinjaman online merupakan suatu kasus yang masih tergolong baru yang membuat banyak terjadinya kasus yang merugikan masyrakat akibat dari penggunaan pinjaman online tidak terkecuali para mahasiswa. Dengan adanya pinjaman online tentunya memberikan opsi tambahan yang dapat membantu masyarakat dalam permasalahan finansialnya . Seiring dengan tranformasi sosial dan gaya hidup mahasiswa masa kini, penggunaan internet sehari-hari menyebabkan pinjaman online menjadi suatu alternatif yang di pilih oleh mahasiswa dalam permasalahan finansialnya. Pinjaman online bisa menjadi solusi cepat untuk kebutuhan mendesak atau darurat keuangan. Layanan pinjaman online juga dapat membantu mereka yang tidak memiliki akses ke layanan perbankan tradisional untuk mendapatkan Kajian Pustaka Rasionalitas Choisce adalah konsep yang dikembangkan oleh James S. Coleman dalam kajiannya mengenai teori rasionalitas dalam konteks sosiologi dan ekonomi. Konsep ini terutama berfokus pada bagaimana individu membuat keputusan rasional berdasarkan preferensi mereka dalam konteks sosial dan ekonomi (Sastrawati, 2. Menurut James Coleman rational choice theory adalah perilaku sosial yang dapat dijelaskan lewat perhitungan AurasionalAy yang dilakukan individu dalam konteks pilihan-pilihan yang mereka buat dalam kehidupan sehari-hari (Colomen, 2. Dalam teori ini memiliki dua elemen, yakni aktor dan sumber daya. Basis minimal bagi suatu sistem tindakan sosial Paradigma. Volume14. Number 02, 2025, pp. adalah dua aktor, yang masing-masing mempunyai kendali atas sumber daya yang berkepentingan dengan tatanan tersebut. kepentingan masing-masing pihak terhadap sumber daya yang berada di bawah kendali pihak lainlah yang menyebabkan keduanya, sebagai aktor yang memiliki tujuan, tidak melakukan tindakan yang melibatkan satu sama lain. suatu sistem tindakan. strukturnya, bersama dengan fakta bahwa para aktor mempunyai tujuan, masing-masing mempunyai tujuan untuk memaksimalkan realisasi kepentingannya, yang memberikan saling ketergantungan, atau karakter sistem, pada tindakan mereka. Rasionalitas Choice dalam Pinjaman Online oleh Mahsiswa Rasional dalam teori pilihan rasional mengkatagorikan kepentingan pelaku secara subjektif dan relatif dapat terpenuhi atau tidak. Apabila kepetingan tersebut terpenuhi maka hal tersebut adalah rasional belaka. Sebaliknya, apabila kepentingan tidak terpenuhi maka itu dapat dianggap sebagai irasional . yam, 2. Sesuai dengan penggunaan pinjaman online yang dilakukan oleh mahasiswa, dimana terdapat kepentingan mahasiswa menggunakan pinjaman online. Pinjaman online mahasiswa apabila terpunhi kepentingannya dapat diasumsikan sebagai tindakan rasional. Apabila sebaliknya, diamana kepentingan mahasiswa saat menggunakan pinjaman online tidak terpenuhi, hal tersebut adalah irasional. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian kualitatif mengacu pada penelitian yang menggambarkan hakikat upaya penelitian dengan menggunakan metode kualitatif (Rukin, 2. Pendekatan ini berfokus pada penafsiran, pengalaman, dan penafsiran individu atau kelompok yang memberikan suatu situasi atau peristiwa. Penelitian kualitatif merupakan metode yang sangat berguna untuk menyelidiki dan memahami fenomena sosial yang kompleks. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mengetahui lebih dalam mengenai penggunaan pinjaman online yang dilakukan oleh Mahasiswa. Model penelitian ini menggunakan model penelitian etnografi. Model penelitian etnografi adalah metode penelitian yang digunakan untuk menganalisis kebudayaan Penelitian ini dilakukan secara sistematis untuk menciptakan gambaran negara yang (Abdul Manan 2. Penelitian ini dilakukan dikota Surabaya yang dimana kota Surabaya merupakan salah satu kota yang memiliki banyak perguruan tinggi besar di Jawa Timur. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa yang menggunakan dana pinjaman online untuk keperluan mereka. Penelitian ini akan melibatkan para mahasiswa yang berkuliah di perguruan tinggi di surabaya. Dalam mengumpulkan data diambil dari observasi dan wawancara dengan para mahasiswa yang menggunakan pinjaman online. Pada penelitian ini teknik analisis yang digunakan yaitu teknik analisis illness narrative. Teknik Analisis Illness Narrative adalah pendekatan yang digunakan untuk memahami dan menafsirkan cerita atau narasi individu tentang pengalaman mereka (Vougioukalou, 2. Hasil dan Pembahasan Kondisi sosial ekonomi mahasiswa di Indonesia dewasa ini dihadapkan pada berbagai tantangan finansial yang kian kompleks. Kasus ini diperkuat oleh temuan Otoritas Jasa Keuangan yang mencatat adanya peningkatan jumlah mahasiswa yang mengalami tekanan finansial dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, dengan rata-rata pengeluaran bulanan mereka berkisar antara Rp2. 000 hingga Rp3. Kesenjangan yang menganga antara kebutuhan finansial yang terus meningkat dan kapasitas ekonomi keluarga yang terbatas menjadi salah satu faktor pendorong signifikan bagi mahasiswa untuk mencari alternatif sumber pembiayaan, termasuk melalui layanan pinjaman Mahasiswa yang berasal dari keluarga dengan tingkat pendapatan menengah ke bawah Paradigma. Volume14. Number 02, 2025, pp. menunjukkan kecenderungan untuk memanfaatkan pinjaman online guna memenuhi kebutuhankebutuhan penting, seperti biaya kuliah. Sebaliknya, mahasiswa dari keluarga dengan latar belakang penghasilan yang lebih tinggi cenderung mengalokasikan dana pinjaman tersebut untuk kebutuhan terkait gaya hidup atau bahkan untuk tujuan investasi . Pemahaman yang mendalam terhadap variabel-variabel ini memungkinkan dilakukannya analisis yang lebih mendalam dan bernuansa terhadap perilaku finansial mahasiswa, khususnya dalam aspek penggunaan layanan pinjaman online. Kerangka analisis yang digunakan dalam penelitian ini untuk membedah karakteristik sosial ekonomi mahasiswa mengadopsi model ekologi perkembangan manusia yang dicetuskan oleh Bronfenbrenner, dengan modifikasi kontekstual agar selaras dengan perilaku finansial . Pertimbangan dimensi etis ini menjadi sangat krusial, mengingat sensitivitas topik yang berkaitan dengan keuangan pribadi serta potensi munculnya stigma sosial terkait penggunaan layanan pinjaman online. Secara kolektif, data yang dipaparkan mengindikasikan bahwa tekanan finansial bukan lagi merupakan isu yang hanya dialami oleh segelintir mahasiswa, melainkan telah berkembang menjadi sebuah pengalaman yang semakin meluas dan Tabel Kondisi Sosial Ekonomi Mahasiswa Meggunakan Pinjaman Online Dimensi Kel. Gaya Hidup Kel. Situasi Kel. Produktif Motivasi utama Penimbunan Emergensi pada Edukasi Pemicu utama Kebutuhan gaya hidup Berdasarkan Memperbaharui keterampilan/pengalaman Tingkat literasi rendah Cukup tinggi Strategi risiko finansial Skala prioritas Perhitungan finansial Situasional Terstruktur perencanaan yang matang Mengetahui risiko tinggi Pola pengeluaran Implusif dana pinjaman Dari analisis kondisi sosial ekonomi diperoleh orientasi mahasiswa dalam menggunakan pinjaman online. Dimana berdasarkan orientasi tersebut terbagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok gaya hidup, kelompok sitausi dan kelompok produktif. Ketiga kelompok pengguna pinjaman online (Gaya Hidup. Situasi, dan Produkti. menunjukkan perbedaan signifikan dalam karakteristik sosial ekonomi yang memengaruhi pola penggunaan mereka. Kelompok "Gaya Hidup" seperti AJ dan EK menunjukkan orientasi konsumtif tinggi dengan fokus pada pembelian simbolis untuk validasi sosial. Berbeda dengan itu, kelompok "Situasi" (NK dan AR) menggunakan pinjaman Paradigma. Volume14. Number 02, 2025, pp. online sebagai solusi untuk kebutuhan mendesak. Sementara kelompok "Produktif" (RH dan HS) menerapkan prinsip utang harus diinvestasikan, bukan dikonsumsi, dengan penggunaan pinjaman untuk pengembangan kapasitas diri dan prospek penghasilan. Dinamika kebutuhan finansial mahasiswa sekarang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal yang kompleks. Studi etnografis mengidentifikasi tiga kategori kebutuhan finansial mahasiswa yang mendorong keputusan mengakses pinjaman online yaitu, kebutuhan konsumtif hedonis . ashion, gadget, hibura. , kebutuhan situasional . iaya medis, pembayaran akademik mendesak, perbaikan perangkat elektroni. , dan kebutuhan produktif . odal wirausaha, investasi, pengembangan keterampila. Keterbatasan dukungan finansial konvensional dari keluarga dan institusi pendidikan mengakibatkan terjadinya ketidakseimbangan antara pendapatan dan kebutuhan konsumsi, yang kemudian mendorong perilaku pencarian alternatif pembiayaan jangka pendek. Pinjaman online saat ini digunakan dengan beragam tujuan, yang dapat dikelompokkan berdasarkan orientasi mahasiswa yaitu, gaya hidup, produktif, dan situasional. Jenis pertama adalah pinjaman untuk gaya hidup, seperti yang dilakukan oleh AJ dan EK. Mereka memilih platform seperti GoPay Pinjam hingga aplikasi ilegal karena alasan kecepatan dan kemudahan tanpa proses verifikasi. Pinjaman ini umumnya digunakan untuk kebutuhan konsumtif seperti belanja online, gadget, atau mengikuti tren media sosial. Pola pemakaian bersifat impulsif, dengan nominal kecil namun sering, bahkan bisa melebihi dua hingga tiga kali gaji. Bunga harian yang tinggi dan tenor pendek menjadi ciri khas, terutama pada aplikasi ilegal yang tidak transparan. Akibatnya, banyak pengguna terjebak dalam beban pinjaman dan menghadapi risiko penagihan kasar. Berbeda dari itu, pinjaman produktif digunakan oleh tokoh seperti HS dan RH untuk membiayai pendidikan formal, pelatihan, dan sertifikasi teknologi. Mereka menggunakan platform legal seperti GoPay Pinjam atau Credivo yang menawarkan limit cukup tinggi, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan jangka panjang. Bunga pinjaman relatif ringan . er bula. dan prosesnya berbasis credit scoring digital. Jenis pinjaman ini bersifat terencana dan menjadi bentuk investasi diri yang dapat meningkatkan kualifikasi serta pendapatan pengguna di masa depan. Sementara itu, pinjaman situasional dimanfaatkan oleh pengguna seperti NK dan AR dalam kondisi mendesak misalnya untuk kebutuhan kesehatan, kendaraan, atau menjembatani arus kas bagi pekerja lepas. Mereka memilih Shopee Pinjam atau Credivo karena prosesnya cepat dan terintegrasi dengan platform e-commerce. Jumlah pinjaman cenderung menengah dengan frekuensi terbatas per tahun. Kendati bunga bervariasi dan terkadang ada biaya tambahan, pinjaman ini dapat membantu menjaga stabilitas keuangan harian jika digunakan secara selektif dan bertanggung jawab. Secara umum, pinjaman gaya hidup cenderung menjerumuskan jika tidak dikendalikan, pinjaman produktif memberi manfaat jangka panjang, dan pinjaman situasional bisa menjadi penolong saat darurat. Kuncinya adalah memahami tujuan dan kemampuan membayar, agar pinjaman benar-benar menjadi alat bantu, bukan beban. Analisis Teori Pilihan Rasional James S. Colomen Kerangka konseptual pinjaman online sebagai solusi alternatif dapat dianalisis melalui perspektif teori pilihan rasional yang dikembangkan oleh James S. Coleman, di mana mahasiswa sebagai agen melakukan kalkulasi rasional terhadap pertimbangan dalam pinjaman online dibandingkan alternatif lainnya. Penelitian Wulandari et al. terhadap 840 mahasiswa pengguna pinjaman online menemukan pola pengambilan keputusan yang didasarkan pada empat dimensi pertimbangan utama: aksesibilitas . emudahan mendapatkan pinjama. , kecepatan . urasi proses aplikasi hingga pencaira. , fleksibilitas . enor dan skema pembayara. , serta keterjangkauan . unga dan biaya administras. Temuan ini sejalan dengan teori ekonomi perilaku yang mengindikasikan Paradigma. Volume14. Number 02, 2025, pp. bahwa individual cenderung memprioritaskan manfaat jangka pendek dibandingkan konsekuensi jangka panjang, terutama dalam situasi keterbatasan informasi atau tekanan waktu (Thaler & Sunstein. Perspektif teoretis ini memberikan landasan untuk menganalisis bagaimana mahasiswa memposisikan pinjaman online sebagai solusi finansial alternatif dalam konteks dinamika ekonomi dan sosial yang mereka hadapi. Teori pilihan rasional . ational choice theor. yang dikembangkan oleh James S. Coleman merupakan pendekatan sosiologis yang menekankan pada individu sebagai aktor rasional yang berorientasi pada tujuan dalam pengambilan keputusan (Coleman, 1. Dalam karya monumentalnya, "Foundations of Social Theory" . Coleman menguraikan bahwa tindakan rasional didasarkan pada perhitungan secara sistematis atas tujuan yang diharapkan, di mana aktor secara sadar mempertimbangkan keuntungan dan kerugian dari berbagai pilihan tindakan sebelum mengambil keputusan. Menurut Coleman, rasionalitas ini tidak bersifat absolut melainkan terkonstruksi secara sosial, tetapi juga dipengaruhi oleh norma-norma kolektif dan struktur sosial yang membentuk konteks pengambilan keputusan individu. Kerangka teoretis ini menyediakan basis analitis yang mendalam untuk memahami bagaimana mahasiswa, sebagai aktor rasional, mengambil keputusan finansial termasuk dalam penggunaan layanan pinjaman online (Friedman & Hechter, 1. Rasionalitas dalam perspektif Coleman berlandaskan pada dua dimensi utama: rasionalitas tujuan dan rasionalitas nilai konsep yang diadaptasi dari pemikiran Max Weber . Rasionalitas tujuan berfokus pada efisiensi pencapaian tujuan tertentu dengan mempertimbangkan cara yang paling optimal, sementara rasionalitas nilai menekankan pada tindakan yang konsisten dengan sistem nilai personal atau sosial yang dianut. Hedstrym dan Swedberg . mengembangkan pemikiran Coleman dengan menekankan mekanisme sosial yang menghubungkan rasionalitas individual dengan suatu kasus, menunjukkan bahwa keputusan rasional individu dapat menghasilkan konsekuensi sosial yang kompleks, seperti halnya dalam dinamika pasar pinjaman online. Pendekatan ini memungkinkan analisis terhadap penggunaan pinjaman online di kalangan mahasiswa, dengan mempertimbangkan baik faktor mikro . eputusan individua. maupun faktor makro . ndustri fintech dan regulas. Pola Rasionlaitas Mahasiswa Menggunakan Pinjaman Online Perbandingan Kelompok Gaya Hidup Kelompok Situasi Kelompok Produktif Karakteristik Rasionalitas Hedonis Rasionalitas Terbatas Rasionalitas instrumental dan Fokus Kepuasaan diri yang jangka pendek Kebutuhan segera keterbatasan waktu dan minimnya informasi terkait alternatif lain Penuh dengan perhitungan yang matang dan pengelolaan risiko Paradigma. Volume14. Number 02, 2025, pp. Motivasi Pemenuhan Gaya Hidup, dan Validasi Sosial Kebutuhan Investasi dan pengembangan diri Analisis terhadap tiga kelompok mahasiswa pengguna pinjaman online menunjukkan variasi signifikan dalam pola rasionalitas sebagaimana dikonkretisasi dalam kerangka teoretis Coleman . Kelompok "Gaya Hidup" memperlihatkan kecenderungan dominan pada rasionalitas hedonis jangka pendek dengan minimalisasi pertimbangan konsekuensi jangka panjang. Perhitungan keuntungan dan kerugian yang dilakukan kelompok ini memperlihatkan dimana aktor sosial memberikan beban yang tidak sesuai dengan tujuan saat ini dibandingkan dengan potensi risiko di masa mendatang. Hal ini mencerminkan lebih mementingkan kepuasaan diri yang berorinentasikan jangka pendek, tetapi tidak dibarengi dengan pengamanan konsekuensi jangka panjang. Kontras dengan pola tersebut, kelompok "Situasi" lebih kepada "rasionalitas terbatas" . ounded rationalit. sebagaimana dikembangkan oleh Simon . yang dipengaruhi pemikiran Coleman. Proses pengambilan keputusan kelompok ini dibatasi oleh tekanan situasional dan keterbatasan waktu, menghasilkan kalkulasi untung dan rugi yang dipercepat akibat keterbatasan waktu dan kondisi. Penekanan pada keterbatasan waktu dalam rasionalitas kelompok ini juga menunjukan konsep rasionalitas situasional. Sementara itu, kelompok "Produktif" menunjukkan orientasi yang sangat berbeda, mendekati tipe rasionalitas tindakan yang diperhitungkan, dimana inti teori Coleman dalam karyanya "Foundations of Social Theory" . Kelompok ini berorientasi pada logika investasi yang terstruktur dengan perhitungan return on investment, dengan menerapkan prinsip rasionlitas yang mengedepankan pandangan jangka panjang. Pemenuhan kepentingan diri pada kelompok "Produktif" tidak terbatas pada gratifikasi segera, melainkan berorientasi pada perhitungan dalam keuntungan yang lebih panjang. Pola rasionalitas ketiga kelompok memperlihatkan permasalahan yang menarik terkait bagaimana aktor sosial memenuhi kepentingan diri dalam konteks yang berbeda, sesuai dengan Coleman bahwa tindakan rasional bervariasi berdasarkan konteks institusional dan kondisi yang Faktor-faktor yang mempengaruhi rasionalitas mencakup: . orientasi temporal, dengan kelompok "Produktif" menunjukkan hubungan terhadap pandangan jangka panjang. perhitungan risiko-manfaat, dengan kelompok "Gaya Hidup" menunjukkan ketidaktahuan dampak risiko dari tindakan rasionalnya. pengaruh konteks sosial, dengan kelompok "Situasi" menunjukkan pengaruh yang tinggi dari adanya tekanan eksternal. perhitungan yang sesuai, dalam kelompok "Produktif" menunjukkan konsep yang lebih sesuai dari prinsip rational choice Coleman. Paradigma. Volume14. Number 02, 2025, pp. Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa rasionalitas mahasiswa dalam menggunakan pinjaman online sangat bervariasi dan dipengaruhi oleh orientasi nilai, tekanan situasional, serta struktur insentif yang dihadapi. Dengan menggunakan kerangka teoretis dari Coleman , tiga pola rasionalitas berhasil diidentifikasi yaitu kelompok gaya hidup, kelompok situasi dan kelompok produktif. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa rasionalitas dalam penggunaan pinjaman online tidak bersifat seragam, melainkan sangat tergantung pada konteks sosial, temporal, dan Hasil ini memperkaya teori pilihan rasional Coleman dengan menunjukkan pentingnya dimensi temporal dan sosial dalam pertimbangan tindakan individu. Selain itu, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang perilaku ekonomi digital mahasiswa, sekaligus memperluas penerapan teori rasionalitas di masa kini. Paradigma. Volume14. Number 02, 2025, pp. Daftar Pustaka