Jurnal ABDIMAS FISIB https://journal. id/index. php/JAF Volume 2. Nomor 1. Desember 2023, hlm. XX - XX MEMAHAMI KAPASITAS PENGELOLA WISATA DALAM MENGGUNAKAN INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA PROMOSI PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT Diana Amaliasari1. Tiara Puspanidra2. Mariana Rista Ananda Siregar3*) 1,2,3 Universitas Pakuan. Indonesia *) Surel Korespondensi: marianasiregar@unpak. Kronologi Naskah: diterima 19 Oktober 2023. direvisi 1 Desember 2023. diputuskan 20 Desember 2023 Abstract Kabupaten Bogor has several priority areas for tourism development, one of which is ecotourism Desa Wisata Ciasmara is located in Kecamatan Pamijahan which is the point of the area. However, the capacity of community-based tourism management in this village is still very minimal because they cannot manage their official social media accounts as promotional media. Ciasmara Tourism Village has many tourist attractions (ODTW) and is known to the public. Tour managers need to have the ability to communicate their tourist destinations using promotional media, one of which is using digital media in tourism marketing. Activities increase the knowledge and capacity of Ciasmara Village tour managers so that they can communicate their tourist attractions. Tour managers are invited to discuss in mapping their existing conditions related to social media, followed by providing material related to features and tips and tricks to optimize Instagram social media to send promotional content for attractions on social Keywords: Desa Wisata Ciasmara. media promosi. kapasitas pengelola wisata. pariwisata berbasis Abstrak Kabupaten Bogor memiliki beberapa wilayah prioritas pengembangan pariwisata, salah satunya destinasi Desa Ciasmara adalah satu Desa Wisata yang berada di Kecamatan Pamijahan yang merupakan titik wilayah tersebut. Namun demikian, kapasitas pengelolaan wisata berbasis masyarakat di di desa ini masih sangat minim karena mereka belum memiliki kemampuan untuk mengelola akun resmi media sosial mereka sebagai media promosi. Desa Wisata Ciasmara memiliki banyak obyek daya tarik wisata (ODTW) dan untuk dapat dikenal dan diketahui publiknya. Pengelola wisata perlu memiliki kemampuan mengkomunikasikan destinasi wisatanya menggunakan media promosi, salah satunya menggunakan media digital dalam pemasaran pariwisatanya. Kegiatan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kapasitas pengelola wisata Desa Ciasmara agar mereka mampu mengkomunikasikan daya tarik wisatanya. Pengelola wisata diajak berdiskudi dalam memetakan kondisi eksisting mereka terkait media sosial, dilanjutkan dengan pemberian materi terkait fitur-fitur dan tips dan trik mengoptimalkan media sosial Instagram untuk mengirimkan konten promosi objek wisata di media sosial tersebut. Kata Kunci: Desa Wisata Ciasmara. media promosi. kapasitas pengelola wisata. pariwisata berbasis PENDAHULUAN Analisis Situasi Desa wisata menjadi salah satu pariwisata alternatif dan banyak diminati kalangan wisatawan, menurut Mentri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif//Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekra. Sandiaga Uno, desa wisata tengah menjadi tren pariwisata di dunia saat ini. Desa wisata memberikan pengunjung pengalaman liburan yang lebih unik dan baru (Ramadhian, 2. Seperti Jurnal ABDIMAS FISIB https://journal. id/index. php/JAF Volume 2. Nomor 1. Desember 2023, hlm. XX - XX diketahui bahwa untuk dapat mengembangkan wisata desa perlu melibatkan masyarakat setempat (Dewi. Putra, 2. Namun demikian, pada kenyataan hal tersebut tidaklah mudah untuk dilakukan . Selain permasalahan partisipasi, para pengelola wisata juga masih banyak belum mampu mempromosikan sendiri obyek wisatanya. demikian, kapasitas pengelolaan wisata berbasis masyarakat di beberapa destinasi wisata menghadapi kendala mempromosikan obyek wisatanya (Fransisca, 2. Menurut (Hamzah & Khalifah, 2. dalam penelitiannya dikemukakan bahwa salah satu kesiapan untuk dapat mempromosikan pariwisata berbasis masyarakat adalah dengam menyiapkan kapasitas masyarakat pengelola wisata. Desa Ciasmara adalah salah satu desa di Kecamatan Pamijahan yang juga memilik daya tarik wisata (DTW) alam seperti, air terjun, pemandian air panas dan area perkemahan diantara hutan pinus. Wisata di desa ini masuk sebagai kategori pariwisata berbasis masyarakat . ommunity based tourism/CBT) karena diinisiasi dan dikelola masyarakat. Konsep pariwisata berbasis masyarakat diyakini oleh pemerintahan maupun akademisi dapat diyakini akan berkontribusi pada pembangunan ekonomi masyarakat lokal dan sekitar desa tersebut sehingga bisa memberikan dampak pada keberlangsungan kehidupan masyarakat. Hal tersebut tentunya akan dapat dicapai jika didukung dengan adanya peran aktif masyarakat dan pengelolaan pariwisata yang tepat, termasuk di Desa Ciasmara. Namun pengelola wisata di Desa Ciasmara masih memiki kendala seperti belum ada media khusus promosi wisata yang dibuat oleh pengelola sektor maupun Bumdessebagai media komunikasi pemasaran objek wisata Ciasmara (Siregar et al. , 2. Untuk dapat mencapai pembangunan ekonomi yang maksimal berkaitan dengan tingkat kunjungan wisatawan ke DTW, salah satunya melalui kegiatan promosi. Hal ini juga menjadi perhatian penting bagi masyarakat pengelola wisata di Ciasmara untuk mengomunikasikan informasi destinasi wisatanya. Badan Usaha Milik Desa (Bumde. Ciasmara yaitu Bumdes Cahaya Asmara yang memiliki peran penting dalam mengelola pariwisata di desa Ciasmara. Bersamaan dengan pengembangan potensi wisata desa juga harus diikuti dengan pengembangan komunikasi pemasaran pariwisata guna mengkomunikasikan informasiinformasi destinasi wisata apa saja yang bisa dinikmati wisatawan dan promosi-promosi wisata yang Menurut (Kotler & Armstrong, 2. pemasaran daring merupakan salah satu pertimbangan kuat banyak pebisnis pemula agar bisa menghemat anggaran promosi kepada pelanggan dan calon Artinya seharusnya promosi melalui media dalam jaringan . , media sosial salah satunya bisa menjadi media promosi yang efisien bagi mereka agar dapat menjangkau pasar yang luas, karena pemasaran daring biasanya didukung dengan keberadaan website atau media sosial . acebook, instagram. WA, dan lain-lai. (Nurdelila, 2. Permasalahan Mitra Badan Usaha Milik Desa (Bumde. Ciasmara yang bernama Bumdes Cahaya Asmara mengelola beberapa bidang diantaranya pariwisata, pasar desa, keperluan air bersih, pertanian dan perdagangan. Dalam bidang pariwisata. Desa Wisata Ciasmara memiliki pemasalahan utama yaitu lemahnya promosi dan belum optimalnya penggunaan media pemasaran digital yang dimiliki. Masih minimnya informasi destinasi pariwisata yang dipublikasikan pada media sosial seperti Instagram. Facebook, website dan belum optimalnya penggunaan katalog digital. Penggunaan media sosial yang baru saja dimulai sejak akhir tahun 2021 dan masih minimnya publikasi pada tampilan instagram yaitu hanya berjumlah 13 foto dan facebook juga hanya berjumlah 13 foto. Selain itu hampir keseluruhan publikasi merupakan hasil kiriman ulang dari akun lain sehingga dirasa kurang mewakili komunikasi dari wisata desa Ciasmara. Hat tersebut juga memperlihatkan kurang maksimalnya penggunaan dari segi pemasaran pariwisata karena tidak memperlihatkan orisinalitas materi konten, selain itu isi pesannya . belum menginformasikan secara jelas destinasi-destinasi wisata yang bisa menjadi pilihan bagi wisatawan, informasi harga dan informasi buka-tutup wisatanya. Begitu pula tampilan website yang dikelola Bumdes Cahaya Asmara masih minim informasi dan kurang menarik, pembuatan katalog digital yang menawarkan paket wisata juga dirasa kurang maksimal dalam penempatan medianya, padahal sudah dikemas menjadi paket-paket wisata dengan penawaran yang menarik, tetapi tidak semua calon wisatawan dapat melihat penawaran pariwisata yang Minimnya pengetahuan terkait penggunaan media pemasaran pariwisata sebagai cara mengkomunikasikan kepada calon wisatawan dirasa perlu dibenahi dan penggunaan aplikasi pada masingmasing media harus dioptimalkan oleh Bumdes Cahaya Ciasmara. Oleh karena itu Pengabdian Kepada Jurnal ABDIMAS FISIB https://journal. id/index. php/JAF Volume 2. Nomor 1. Desember 2023, hlm. XX - XX Masyarakat dilakukan untuk meningkatkan kapasitas komunikasi pemasaran pariwisata bagi pengelolaa wisata, dalam hal ini Bumdes Cahaya Asmara agar lebih efektif penggunaannya. Berdasarkan hasil wawancara mendalam dari berbagai pihak. Ditemukan bahwa saat ini Bumdes Cahaya Asmara telah memiliki media berbasis internet berupa instagram dan website. Namun demikiaan menurut ketua Bumdes ia masih kekurangan sumberdaya manusia (SDM) yang membantu dia mengelola. Ketika diwawancarai pada tanggal 16 Maret 2022 ketua bumdes mengatakan bahwa saat ini ia sedang berupaya mencari SDM yang akan membantunya selaku koordinator unit usaha pariwisata. Solusi Permasalahan Sasaran yang dikejar dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah pengelola wisata dan Bumdes Cahaya Asmara yang berlokasi di Desa Ciasmara Kecamatan Pamijahan yang dibentuk pada Desa Ciasmara merupakan salah satu desa di kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor dengan luas wilayah 626 hektar. Yang terbagi dari 3 dusun 11 RW dan 30 RT. Sarana yang dimiliki Desa Ciasmara yaitu tempat ibadah, sekolah, puskesmas, pasar desa, wisata desa, dan lapangan bola. Selain pertanian dalam wisata Desa Ciasmara memiliki keunggulan pada bidang wisata yaitu air terjun . , camping ground dan pemandian air panas. Penggunaan media digital sebagai salah satu cara untuk melakukan komunikasi pemasaran pariwisata menjadi pilihan alternatif yang efisien . ecara biay. dan efektif karena penyebarannya yang luas dan penggunanya tinggi. Kegiatan Pengabdian Masyarakat disini diharapkan mampu mendalami kendala yang berkaitan dengan pengelolaan media, pembuatan konten yang tepat sasaran, penggunaan waktu atau penjadwalan posting pada Instagram dan Facebook. Melalui pemberian materi dan pelatihan kepada pengelola wisata Desa Ciasmara yaitu dengan memberikan materi pelatihan pembuatan akun email untuk instagram resmi pengelola wisata Desa Ciasmara, pelatihan pembuatan materi visual dan pembuatan keterangan foto di instagram sebagai media promosi DTW. Selain itu tim pengabdi juga akan melakukan banyak diskusi dan penyadaran dengan memberikan tips dan trik promosi di instagram dan atau facebook agar terlibat untuk membagikan kembali sehingga terjadinya pembicaraan dari mulut ke mulut di media sosial, dan mempelajari cara agar terjadinya keterlibatan . Dengan adanya kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat memberikan manfaat lebih tentang promosi pemasaran pariwisata desa Ciasmara. Optimalisasi Penggunaan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Untuk Peningkatan Produktivitas Petani 2022/2023 Peningkatan Kapasistas Komunikasi Pemasaran Pariwisata Pengelola Wisata Desa 2023/2024 Peningkatan Kapasitas Literasi Digital Pengelola Wisata dalam Mempromosikan Pariwisata Optimalisasi Penggunaan Media Sosial Pembangunan Pariwisata Berbasis Masyarakat Gambar 1 Roadmap kegiatan PKM Kompetensi Promosi Masyarakat Pengelola Wisata Jurnal ABDIMAS FISIB https://journal. id/index. php/JAF Volume 2. Nomor 1. Desember 2023, hlm. XX - XX Metode Pelaksanaan Metode Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Agar dapat memberikan solusi terhadap masalah yang sudah diidentifikasi dan tersebut di atas dan agar pendampingan dapat berjalan dengan lancar maka sebagai kegiatan penyuluhan kali ini akan menggunakan beberapa pendekatan atau metode. Adapun metode yang digunakan adalah: Focus Group Discusion. Metode ini dipilih untuk menggali dari para pengelola sektor DTW dan pengelola Bumdes Cahaya Asmara terkait potensi, tantangan, dan kendala yang mereka hadapi untuk dapat memanfaatkan aplikasi media sosial. Pada kegiatan ini juga tim pengabdi akan memetakan kemampuan pengelola wisata terkait penggunaan media sosial, terutama akun instagram dan facebook. Materi yang diberikan terdiri dari, pentingnya membuat akun instagram dan facebook sebagai media promosi, pentingnya mengetahui fitur-fitur di instagram untuk digunakan ketika mempromosikan wisatanya. Latihan Metode ini digunakan untuk memandu para pengelola sektor DTW dan perwakilan Bumdes Cahaya Asmara membuat akun email dan akun instagram. Materi lainnya yang diberikan saat latihan adalah tim pengabdi dengan para pengelola wisata bersama-sama memahami apa keunggulan DTW masing-masing pengelola sektor. Selain itu mereka dilatih juga mengenali fiturfitur unggah foto, membuat keterangan foto . , dan membuat tanda pagar . Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini telah dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan secara tatap muka di rumah tinggal Pengelola Sektor Saderi, (Aru. dengan durasi 60 menit per pertemuan. Pertemuan pertama memetakan pengetahuan pengelola pariwisata berbasis masyarakat terkait pentingnya memanfaatkan media sosial sebagai media promosi. Pertemuan kedua berisi sesi latihan pembuatan email dan akun instagram resmi pengelola Desa Wisata Ciasmara. Pertemuan ketiga memahami pengelola Desa Wisata Ciasmara (Bumdes dan Pengelola Sekto. menggunakan media sosial sebagai media promosi. Skema pelatihan akan dijelaskan dalam Tabel 1 berikut: Tabel 1. Skema Kegiatan Pengabdian kepada Pengelola Desa Wisata Materi Pengabdian Target Pertemuan 1 FGD pemetaan pengetahuan pengelola Pengelola wisata mengetahui dan . hari 1 kali pariwisata berbasis masyarakat terkait mau menggunakan media sosial Pertemuan 60 Meni. pentingnya memanfaatkan media sebagai media promosi. sosial sebagai media promosi. Pertemuan 2 Pembuatan email dan akun instagram Pengelola wisata (Bumdes dan . kali Pertemuannya resmi pengelola Desa Wisata Pengelola Sekto. mengetahui cara 60 Meni. Ciasmara. membuat akun email dan akun Pertemuan 3 Pengenalan fitur-fitur unggah foto. Mampu mengunggah foto, . Pertemuannya 60 membuat keterangan foto . , membuat keterangan foto, dan Meni. dan membuat tanda pagar . menentukan tanda pagar. Peserta dalam kegiatan ini adalah pengelola wisata di Desa Ciasmara, terkhusus pengurus Bumdes dan Pengelola Sektor Wisata. Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogor. Pada dasarnya kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan akan membawa dampak secara langsung, karena proses pengabdian ini fokus pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi untuk kebutuhan promosi dan publisitas melalui sosial media. Kegiatan ini idealnya harus dilakukan secara terus-menerus dan berkala. Oleh sebab itu, diperlukan evaluasi atau pengontrolan setelah kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Bentuk penilaian akan dijelaskan dalam format berikut: Jurnal ABDIMAS FISIB https://journal. id/index. php/JAF Volume 2. Nomor 1. Desember 2023, hlm. XX - XX Tabel 2. Instrumen Pengukuran Kegiatan Pengabdian Masyarakat Variabel Indikator Pemetaan pengetahuan mengenai media sosial dan pemanfaatannya. Pengetahuan dan kemampuan membuat akun email dan akun Pengetahuan (Kogniti. Pemahaman tentang fitur-fitur unggah foto, membuat keterangan foto . , dan membuat tanda pagar . Sikap pengelola bumdes dan pengelola sektor terhadap pengalaman membuat akun email dan akun instagram. Perasaan (Afeks. Sikap pengelola bumdes dan pengelola sektor terhadap pengalaman membuat akun email dan akun instagram. Kemampuan memahami fitur-fitur unggah foto, membuat keterangan Keterampilan foto . , dan membuat tanda pagar . (Konas. Mampu membuat keterangan foto . , dan membuat tanda pagar . Khalayak Perguruan Tinggi Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu tugas dosen dalam pemenuhan Tri Dharma dosen dan perguruan tinggi (PT). Kegiatan pengabdian ini didukung oleh Program Studi Ilmu Komunikasi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) dan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Universitas Pakuan (Unpa. Dukungan pihak-pihak tersebut telah memungkinkan kegiatan pengabdian ini terlaksana. FISIB sejak tahun 2016 telah bekerjasama dengan Desa Ciasmara dalam mengembangkan kapasitas berbagai aspek masyarakat disana. Di tahun 2023, program pengabdian dari tim dosen Ilmu Komunikasi FISIB Unpak melanjutkan rangkaian kegiatan pendampingan pengembangan kapasitas pengelolaan wisata berbasis masyarakat di Desa Ciasmara. Pada tahun 2021 Bumdes Cahaya Asmara di Desa Ciasmara ini telah mendapatkan bantuan pembuatan website dan pelatihan pembuatan konten dan pengelolaan instagram. Pemerintah Desa Ciasmara bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya. Universitas Pakuan melalui Hibah Program Holistik Pemberdayaan dan Pembinaan Desa (PHP2D) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuat Paket Wisata dan Juga Website Desa Ciasmara. Namun sampai saat ini program tersebut belum berjalan dikarenakan belum terdapat pendampingan pengelolaan website dari pihak Universitas Pakuan sampai pengelola Bumdes mampu menggunakan website tersebut tanpa pendampingan. Hal ini membuat katalog yang dikembangkan oleh Universitas Pakuan belum mampu dimanfaatkan oleh Bumdes. Program Studi Ilmu Komunikasi FISIB Universitas Pakuan mampu berkontribusi dalam memperkenalkan pentingnya pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi dengan pemanfaatan media sosial untuk peningkatan kapasitas promosi pengelola wisata dengan menggunakan media sosial di Desa Ciasmara. Untuk itu kompentensi narasumber sangat relevan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Narasumber terdiri dari tiga orang. Narasumber pertama Diana Amaliasari, adalah dosen di bidang komunikasi digital dan pemasaran yang memiliki spesifikasi dalam bidang Digital Marketing dan Pemasaran Sosial. Narasumber kedua adalah Mariana Rista Ananda Siregar adalah dosen di bidang komunikasi pariwisata yang memiliki spesifikasi dalam pengembangan kapasitas pengelola wisata berbasis masyarakat khususnya di pedesaan. Narasumber ketiga adalah Tiara Puspanidra adalah dosen yang memiliki kepakaran komunikasi organisasi yang mampu membantu pengelola Bumdes dan pengelola sektor membuatkan media promosi di Desa Wisata. Kepakaran para narasumber ini dibutuhkan dalam kegiatan pengabdian ini untuk memberikan gambaran dan pengetahuan mengenai promosi terutama untuk kelompok Ae kelompok masyarakat di pedesaan. Untuk dapat memberdayakan masyarakat, terkhusus pengembangan kapasitas pengelolaan organisasi wisata, maka program pendampingan desa wisata perlunya memberikan pemahamannya dan kompetensi pengelola wisata. Bentuk pendampingan pengelola wisata dan Bumdes menjadi penting agar keberadaan potensi wisata yang dikelola masyarakat dapat berkelanjutan (Ingkadijaya et al. , 2. Hal ini membuat tim pengabdian Program Studi Ilmu Komunikasi FISIB Unpak berupaya meningkatkan Jurnal ABDIMAS FISIB https://journal. id/index. php/JAF Volume 2. Nomor 1. Desember 2023, hlm. XX - XX pemahaman kepariwisataan, dalam mendukung peran dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan kepariwisataan di Desa Ciasmara. Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogor. Tabel 3. Kepakaran Tim Pengusul Dalam Kegiatan PKM No. Tim Pengusul Tugas Mariana Rista Ananda 1. Menjelaskan mengenai media sosial dan pemanfaatannya. Siregar Memfasilitasi dalam memetakan pengetahuan dan kemampuan membuat akun email dan akun instagram pengelola Bumdes dan pengelola sektor. Diana Amaliasari Menjelaskan tentang fitur-fitur unggah foto, membuat keterangan foto . , dan membuat tanda pagar . Menjelaskan membuat keterangan foto . , dan membuat tanda pagar . Tiara Puspanidra Menjelaskan tentang pembuatan email. Menjelaskan @wisataciasmara_official Khalayak Sasaran. Khalayak sasaran kegiatan Pengembangan Kapasitas Pengelola Wisata dalam Menggunakan Instagram Sebagai Media Promosi Pariwisata Berbasis Masyarakat di Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogor ini adalah pengelola Bumdes dan Pengelola Sektor obyek daya tarik Kegiatan pendampingan dan pelatihan ini bertempat di rumah salah satu pengelola sektor, yaitu Sektor Saderi. Adapun yang menjadi narasumber dari kegiatan penyuluhan tersebut adalah Diana Amaliasari. Si. , (Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIB Universitas Pakua. Mariana Rista Ananda Siregar. Kom. , (Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIB Universitas Pakua. dan Tiara Puspanidra. Si. , (Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIB Universitas Pakua. dan Yogaprasta Adi Nugraha. Si (Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIB Universitas Pakua. HASIL KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Kemajuan Pelaksanaan Pengabdian Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini sudah berjalan sejak tanggal 18 September 2023 sampai dengan tanggal 1 November 2023. Kegiatan abdimas ini diawali dengan kegiatan pemetaan bersama antar narasumber dan pihak pengelola wisata (Bumdes dan Pengelola Sekto. , tujuannya adalah untuk memahami konteks permasalahan yang ada di pengelola sektor wisata Desa Ciasmara. Setelah itu tim berunding untuk menentukan materi paling tepat untuk kegiatan abdimas yang akan diberikan. Abdimas ini memberikan dua materi utama yaitu, pengetahuan pentingnya media sosial untuk promosi wisata, pengenalan dan fungsi fitur di instagram, dan pelatihan pembuatan akun email dan instagram resmi pengelola wisata sebagai media promosi. Hasil Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Kegiatan PkM Pengembangan Kapasitas Pengelola Wisata dalam Menggunakan Instagram Sebagai Media Promosi Pariwisata Berbasis Masyarakat yang dilaksanakan dengan acara tatap muka dan praktik pembuatan ini berjalan dengan cukup baik, namun ada kendala sinyal saja saat mendampingi Bumdes dan Pengelola Sektor ketika membuat email dan akun instagram @wisataciasmara_official. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terbagi ke dalam tiga pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada Hari Rabu. Tanggal 18 September 2023 di rumah Jurnal ABDIMAS FISIB https://journal. id/index. php/JAF Volume 2. Nomor 1. Desember 2023, hlm. XX - XX Pengelola Sektor Saderi, tepatnya di Kampung Cibereum. Desa Ciasmara. Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogor. Kegiatan PKM ini berlangsung dari mulai pukul 09. 00 sd 12. Pertemuan ini membahas mengenai: . Pemetaan Permasalahan Mendasar tentang kemampuan Bumdes dan Pengelola Sektor dalam promsi wisatanya. Peserta pada pertemuan ini berjumlah sekitar 10 orang yang terdiri perwakilan Bumdes. Pengelola Sektor Saderi. Pengelola Sektor Cipanas Karang, dan Pengelola Sektor Gleweran yang memang terlibat dalam permasalahan pembelajaran dan promosi yang dihadapi oleh pengelola wisata di Desa Ciasmara. Pertemuan ini dimulai dengan melakukan FGD untuk dapat memetakan pengetahuan mengenai penggunaan media sosial sebagai media promosi mereka, kemudian dilanjutkan dengan diskusi awal mengenai bagaimana pengelola wisata memanfaatan sosial media selama ini dan siapa yang telah mampu mengelola postingan di akun media sosial pribadi mereka. Gambar 2. Kegiatan Pertama FGD Pemetaan Pengetahuan dan Penggunaan Media Sosial sebagai Media Promosi Wisata Pertemuan kedua dilaksanakan pada Hari Rabu. Tanggal 22 November 2023 masih di rumah Pengelola Sektor Saderi. Kegiatan PkM ini berlangsung dari mulai pukul 09. 00 sd 13. Pertemuan ini membahas mengenai: fitur-fitur, cara mengunggah foto, membuat keterangan foto . di akun Peserta pada pertemuan ini masih peserta yang sama di pertemuan pertama. Pertemuan ini dimulai dengan bertanya mengenai hasil dari pertemuan yang pertama, beberapa peserta secara umum sudah menyebutkan manfaat media sosial sebagai media promosi. Pada pertemuan kedua, narasumber memfokuskan kepada pengenalan aplikasi Instagram untuk promosi. Sebagian besar peserta ternyata belum memiliki akun instagram, mereka baru memiliki akun Facebook dan Youtube. Menariknya pada pertemuan ini nampak bahwa akun yang mereka miliki bukan mereka yang buat, namun mereka meminta bantuan saudara atau koleganya. Hal menarik lainnya, mereka belum menggunakan akun-akun media sosial mereka untuk promosi, mereka hanya gunakan untuk video kegiatan atau hal-hal yang menarik di kehidupan pribadi para pengelola. Artinya kesadaran mereka untuk dapat mengoptimalkan media sosial sebagai media promosi belum dilakukan. Pertemuan Ketiga, pertemuan ketiga dilaksanakan di waktu yang sama dengan pertemuan kedua, setelah narasumber menjelaskan mengenai fitur-fitur, cara mengunggah foto, membuat keterangan foto . di akun instagram. Kegiatan pengabdian ini dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan akun email resmi wisataciasmara_official untuk kemudian digunakan sebagai akses pembuatan akun instagram resmi pengelola wisata di Desa Ciasmara yang berafilisi dengan Bumdes. Jurnal ABDIMAS FISIB https://journal. id/index. php/JAF Volume 2. Nomor 1. Desember 2023, hlm. XX - XX Gambar 3. Pelatihan pengenalan fitur-fitur dan pembuatan akun instagram @wisataciasmara_official Evaluasi Hasil Kegiatan Hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) secara garis besar akan membahas beberapa komponen seperti: . target jumlah peserta pengabdian kepada masyarakat. ketercapaian tujuan pengabdian kepada masyarakat. ketercapaian target materi yang telah direncanakan. kemampuan peserta dalam penguasaan materi. Target peserta pelatihan seperti direncanakan sebelumnya adalah pengelola Bumdes dan Pengelola Sektor yang merupakan pihak yang terlibat dalam pengelolaan wisata di Desa Ciasmara. Namun pada pelaksanaan pelatihan, ketua Bumdes tidak hadir karena harus mengerjakan tugas lainnya sebagai guru di salah satu sekolah di Desa Ciasmara. Namun dari pengelola Bumdes hadir perwakilan divisi pariwisata yang baru menjabat 1 bulan. Hal ini membuat diskusi pemetaan masalah dan solusi pengembangan kapasitas kurang optimal, karena perwakilan Bumdes baru bergabung dan belum dekat dengan para pengelola sektor yang sudah lebih lama berkecimpung dalam pengelolaan wisata. Artinya secara ketercapaian target pengelola Bumdes dapat berkolaborasi dengan pengelola sektor dalam mempromosikan wisata Desa Ciasmara masih belum tercapai. Capaian positif dari kegiatan ini adalah pengelola sektor dari 3 obyek daya tarik wisata di Desa Ciasmara hadir dan aktif berdiskusi ketika memetakan pengetahuan dan kemampuan mereka selama ini terkait penggunaan media sosialnya. Selain itu tim pengabdi juga mengetahui bahwa mereka sudah memiliki akun media sosial namun masih dibantu keluarga atau koleganya, dan masih belum digunakan secara maksimal untuk mempromosikan obyek daya tarik wisata yang dikelola para pengelola sektor. Target lainnya dalam kegiatan ini yang tercapai adalah ketiga Pengelola Sektor Saderi. Cipanas Karang, dan Gleweran hadir sehingga target pemberian materi kepada pengelola wisata diterima oleh target peserta pengelola sektor. Tujuan utama dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah adanya mengubah pemahaman dan kesadaran untuk menggunakan media sosial mereka sebagai media promosi wisata mereka dan bukan hanya sebagai akun pribadi. Tujuan lainnya mereka nantinya akan mampu memaksimalkan penggunaan fitur-fitur media sosial instagram untuk keperluan publisitas obyek wisata di Desa Ciasmara. Dari hasil wawancara dengan beberapa peserta ditemukan bahwa Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini mampu memotivasi mereka untuk mau menggunakan media sosial pribadi mereka untuk media promosi. Selain itu mereka juga setuju dan menyepakati perlunya akun instagram resmi yang mengakomodir tiga sektor daya tarik wisata di Desa Ciasmara yaitu Curug Saderi (Sektor Sader. , pemandian air panas dan curug (Sektor Cipanas Karan. , dan curug serta kawah (Sektor Glewera. Hal yang berlum tercapai pada kegiatan ini, para peserta pengabdian masih perlu pendampingan lanjutan untuk dapa benar-benar memiliki kemampuan menjadi admin akun @wisataciasmara_official. Hal ini membuat tim pengabdi masih harus menjadi admin akun tersebut sebagai bentuk pendampingan dan pemantik motivasi perwakilan pengelola sektor atau pengelola Bumdes untuk dapat menjadi admin akun resmi instagram @wisataciasmara_official. Jurnal ABDIMAS FISIB https://journal. id/index. php/JAF Volume 2. Nomor 1. Desember 2023, hlm. XX - XX Luaran Kegiatan Abdimas Kegiatan PkM ini telah berhasil membuat akun email dan akun instagram @wisataciasmara_official sebagai pemantik pengelola wisata di Desa Ciasmara untuk mau meningkatkan kapasitas penggunaan media sosial instagram sebagai media promosi wisata mereka di kemudian hari. Kendala yang Dihadapi dan Solusi Kendala utama yang dihadapi dalam kegiatan PkM ini adalah, ketua Bumdes tidak hadir dan belum dapat membantu pendampingan pengelola sektor wisata di Desa Ciasmara, sehingga tim pengabdi masih harus menjadi admin akun instagram mereka agar keberlanjutan program ini dapat terjadi. Solusinya adalah tim pengabdi masih melakukan pelatihan saat melakukan kunjunga informal di luar kegiatan agar perwakilan pengelola sektor termotivasi mempelajari fitur-fitur akun media sosial mereka sendiri untuk kemudian mau dan mampu menjadi admin akun instagram @wisataciasmara_official. SIMPULAN Untuk dapat meningkatkan kapasitas pengelola wisata berbasis masyakarat menggunakan media sosial sebagai media promosi secara teknis diperlukan akses internet yang mumpuni. Secara kapasitas sumberdaya manusia, perlu pelatihan yang dilanjutkan dengan pendampingan agar capaian penggunaan media sosial sebagai media promosi melalui pemantapan kapasitas perwakilan pengelola wisata memerlukan waktu. Artinya pasca pelatihan, para pengelola wisata tidak boleh langsung ditinggal, masih perlu pendampingan sebagai bentuk pemantik motivasi dan membuat mereka mampu meningkatkan kapasitas penggunaan media sosial resmi mereka sebagai media promosi dan publisita obyek wisata REFERENSI