Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM). November, 2025 Vol. , 105-112, 10. 51213/jmm. ISSN 2654-881X (Prin. dan ISSN 2654-9174 (Onlin. Available Online at jmm. Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja. Menstruasi. Dismenorea, dan Periksa Payudara Sendiri (Sadar. Dewi Zolekhah1*. Arum Margi Kusumawardani 2. Silvia Ari Agustina3. Liberty Barokah4 Program Studi Kebidanan. Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta dewizolekhah87@gmail. Article History: Received : 11 Ae 08 Ae 2025 Revised : 22 Ae 10 Ae 2025 Accepted : 29 Ae 10 Ae 2025 Publish : 01 Ae 11 Ae 2025 Kata Kunci: Edukasi. Reproduksi. Kesehatan Keywords: Education. Reproductive. Health Abstrak: Masa remaja merupakan merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yang meliputi perubahan biologis, psikologis dan sosial. Masa remaja diawali dengan pertumbuhan yang sangat cepat. Kasus seputar reproduksi remaja sekarang semakin meningkat, disebabkan ketidak pahaman remaja terhadap berbagai aspek reproduksi yang berhubungan dengan dirinya sendiri. Permasalahan remaja mengenai seksualitas dan kesehatan reproduksi kian lama dirasakan kian kompleks dan memprihatinkan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertema AuEdukasi Kesehatan Reproduksi RemajaAy. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan remaja dapat mengetahui tentang Kesehatan reproduksi pada remaja. Tempat Pengabdian yaitu di SMAN 1 Kasihan Bantul. Yogyakarta. Metode yang digunakan yaitu dengan tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan tahap akhir. Hasil dari pengabdian Masyarakat ini yaitu terjadi peningkatan pengetahuan siswa di SMAN 1 Kasihan Bantul. Sebelum penyuluhan, terdapat 13 siswa . ,7%) dengan pengetahuan kurang, 20 siswa . ,8%) dengan pengetahuan cukup, dan 8 siswa . ,5%) dengan pengetahuan Setelah penyuluhan, tidak ada siswa dengan pengetahuan kurang, 8 siswa . %) dengan pengetahuan cukup, dan 32 siswa . %) dengan pengetahuan baik. Abstract: Adolescence is a transitional period from childhood to adulthood, encompassing biological, psychological, and social changes. It begins with rapid growth. Cases related to adolescent reproduction are increasingly prevalent, largely due to adolescentsAo lack of understanding about various reproductive aspects concerning themselves. Issues surrounding adolescent sexuality and reproductive health are becoming more complex and concerning over time. This community service initiative carries the theme AuAdolescent Reproductive Health Education. Ay The goal of this program is to help adolescents gain knowledge about reproductive health during adolescence. The activity was conducted at SMAN 1 Kasihan Bantul. Yogyakarta. The method used involved three stages: preparation, implementation, and final evaluation. The results of this community service showed a significant increase in studentsAo knowledge at SMAN 1 Kasihan Bantul. Before education, there were 13 students . 7%) with insufficient knowledge, 20 students . 8%) with adequate knowledge, and 8 students . 5%) with poor knowledge. After the outreach, there were no students with insufficient knowledge, 8 students Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) Vol. November, 2025 DOI : 10. 51213/jmm. %) with adequate knowledge, and 32 students . %) with good knowledge. Pendahuluan Remaja memiliki peranan yang sangat penting untuk keberlangsungan masa depan suatu bangsa. Remaja merupakan masa peralihan dariusia anak-anak menuju usia dewasa. Usia remaja dibedakan menjadi remaja awal usia 12 Ae15 tahun, remaja pertengahan usia 16 -18 tahun, dan remaja akhir usia 19 -22 tahun. Remaja akan mengalami perubahan dari segi hormon, fisik, dan juga psikologisnya. Pertumbuhan dan perkembangan ini harus dilalui oleh remaja, jika tidak dilewati dengan baik maka akan timbul hambatan pada tahap menuju kedewasaan selanjutnya Perubahan kompleks akan terjadi pada periode ini sehingga membutuhkan pengenalan yang baik terutama dari remaja itu sendiri. Proses perkembangan remaja sangat rawan dan penuh risiko sehingga dibutuhkan kesehatan diri yang baik . Salah satu permasalahan yang paling banyak mendapatkan perhatian pada remaja adalah tentang kesehatan Hal ini berkaitan dengan perubahan biologis dan pematangan organ reproduksi pada remaja, serta mempersiapkan remaja menghadapi proses perkembangan berikutnya yaitu berkembang biak . Pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi adalah hal yang penting untuk diberikan kepada para remaja. Remaja perlu dibekali dengan berbagai pengetahuan, pengembangan sikap dan keterampilan diri yang terkait kesehatan reproduksi untuk mendukung perkembangan yang positif . Masa remaja seringkali menjadi masa dimana remaja melakukan perilakuperilaku seksual. Perilaku seksual dapat didefinisikan sebagai bentuk perilaku yang didorong oleh hasrat seksual baik dengan lawan jenis maupun sejenis. Menurut Simkin, perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual baik dengan lawan jenis maupun dengan sesama jenis. Bentuk tingkah laku ini beraneka ragam mulai dari perasaan tertarik hingga tingkah laku berkencan, bercumbu dan bersenggama . Mengingat tingginya risiko masalah kesehatan reproduksi di kalangan demografi ini. Kesehatan reproduksi remaja patut mendapat perhatian besar di bidang kesehatan masyarakat. Tiga risiko utama terhadap kesehatan reproduksi (TRIAD KRR) seksualitas. HIV/AIDS, dan narkotika dan zat adiktif lainnya merupakan permasalahan yang dihadapi banyak remaja Indonesia. Pengabaian remaja terhadap perubahan dan perkembangan sistem reproduksinya merupakan satu perilaku acuh yang menimbulkan penyimpangan tingkah laku terhadap masalah kesehatan. Hal ini dikarenakan remaja memiliki sisi positif maupun negatif dalam dirinya, yaitu adanya keinginan untuk selalu didengarkan dan mencoba melawan terhadap hal yang tidak disukai . Remaja sangat penting memahami kesehatan reproduksi agar mempunyai informasi yang benar tentang proses reproduksi dan berbagai faktor yang ada disekitarnya . Masa remaja merupakan periode transisi dari anak-anak menuju dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Salah satu tanda utama pubertas pada remaja putri adalah datangnya menstruasi. Menstruasi bukan sekadar fenomena biologis, tetapi juga merupakan indikator penting dalam kesehatan reproduksi. Siklus menstruasi yang teratur mencerminkan keseimbangan hormonal dan status gizi, serta menjadi petunjuk bahwa organ reproduksi berfungsi dengan baik . Pemahaman tentang menstruasi sangat penting bagi remaja. Siklus menstruasi yang tidak normal, seperti amenore, dismenore, atau perdarahan berlebihan, dapat mengindikasikan adanya masalah kesehatan reproduksi, seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS), gangguan tiroid, atau anemia defisiensi besi . Apabila diabaikan, gangguan menstruasi dapat berdampak pada kesuburan, kualitas hidup, bahkan meningkatkan risiko komplikasi kesehatan reproduksi di masa mendatang. Selain itu, stigma, tabu, dan minimnya edukasi tentang menstruasi membuat remaja kesulitan memahami pentingnya MHM. Manajemen menstruasi yang Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) Vol. November, 2025 DOI : 10. 51213/jmm. buruk dapat meningkatkan risiko infeksi saluran reproduksi dan gangguan kesehatan jangka panjang . Menstruasi sering disertai keluhan nyeri haid atau dismenorea, yaitu rasa nyeri pada perut bagian bawah yang muncul sebelum atau selama menstruasi. Dismenorea merupakan salah satu masalah ginekologis paling umum yang dialami remaja Prevalensi dismenorea pada remaja diperkirakan mencapai 50Ae90% di seluruh dunia . Dismenorea dibagi menjadi dua, yaitu dismenorea primer yang tidak disebabkan oleh kelainan organik, melainkan akibat kontraksi uterus berlebihan karena peningkatan prostaglandin, serta dismenorea sekunder yang berhubungan dengan kelainan ginekologis, seperti endometriosis, adenomiosis, atau mioma uteri . Di Indonesia, angka kejadian dismenore dilaporkan cukup tinggi, dan sebagian besar remaja mengeluhkan bahwa nyeri haid yang dialaminya berdampak pada aktivitas sehari-hari, termasuk aktivitas belajar di sekolah maupun di rumah . Metode Pelaksanaan Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMAN 1 Kasihan Bantul. Waktu pengabdian kepada masyarakat ini Selasa, 16 April 2025. Jumlah objek pengabdian ini yaitu 40 remaja untuk mendapatkan edukasi kesehatan reproduksi remaja. Pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan informasi kesehatan yang dilakukan dalam beberapa tahap, meliputi Tahap persiapan yaitu menentukan jumlah objek, penyusunan proposal, perizinan, dan penyusunan materi penyuluhan. Tahap pelaksanaan yaitu Menyebarkan informasi dengan mengantarkan proposal pengabdian masyarakat. Melakukan penyuluhan mengenai edukasi kesehatan reproduksi remaja. Tahap penyusuna Evaluasi yaitu Mengevaluasi hasil kegiatan dan menyusun laporan kegiatan. TAHAP PERSIAPAN enentuan tempat, proposal, perizina. PUBLIKASI HASIL PENGABDIAN TAHAP PELAKSANAAN (Edukasi kesehatan reproduksi remaj. TAHAP EVALUASI (Mengevaluasi Hasil Kegiatan dan Penyusunan Lapora. Gambar 1. Proses Perencanaan dan Pelaksanaan Kegiatan Hasil dan Pembahasan Hasil pengabdian berisi kemajuan pelaksanaan pengabdian, data yang diperoleh, dan analisis yang telah dilakukan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang AuEdukasi Kesehatan Resproduksi Pada Remaja di SMAN 1 Kasihan BantulAy dilaksanakan pada 16 April 2025 dengan rincian sebagai berikut : Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) Vol. November, 2025 DOI : 10. 51213/jmm. Kegiatan 1: Pendataan Tahap awal pengabdian masyarakat ini adalah pendataan jumlah remaja yang hadir dalam acara penyuluhan, remaja yang hadir dalam acara penyuluhan edukais Kesehatan reproduksi pada Selasa, 16 April 2025 yaitu sebanyak 41 siswi. Dengan rincian sebagai Tabel 1. Distribusi Frekuensi Usia Remaja Sumber: Data Primer, 2025 Usia . Jumlah Jumlah Berdasarkan tabel 1 diatas diketahui Sebagian besar siswa putri yaitu berusia 17 tahun yaitu sebanyak 25 Siswa . ,9%), dan usia paling sedikit yaitu usia 18 tahun sebanyak 3 siswa . ,3%). Kegiatan II: Penyuluhan Isi dari kegiatan ini adalah memberikan penyuluhan terkait edukasi Kesehatan reproduksi remaja. Kegiatan ini di isi oleh 3 dosen yang dibantu oleh 2 mahasiswa pendamping remaja. Sebelum kegiatan penyuluhan dilakukan pre test terlebih dahulu dengan cara menyebarkan kuesioner kepada remaja dengan kisi-kisi kuesioner yaitu pengertian Menstruasi, siklus menstruasi, keluhan saat menstruasi, pengertian dismenorea, jenis dismenorea, penyebab dismenorea, pengertian SADARI. Langkah-langkah SADARI, waktu pelaksanaan SADARI dan tujuan SADARI. Tabel 2. Pre Test Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja Sumber: Data Primer, 2025 Tingkat Pengetahuan Baik Cukup Kurang Jumlah Jumlah Persentasi (%) Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa, tingkat pengetahuan siswi terkait kesehatan reproduksi remaja yaitu baik sejumlah 8 siswi . ,5%). Cukup sejumlah 20 siswi . ,8%) dan Kurang sejumlah 13 siswa . ,7%). Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) Vol. November, 2025 DOI : 10. 51213/jmm. Gambar 1. Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja Gambar 2. Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja (Sumber : Penulis, 2. (Sumber: Penulis 2. Kegiatan i: Demonstrasi Setelah penyuluhan dilakukan demonstrasi SADARI (Periksa Payudara Sendir. untuk megetahui apakah terdapat tanda-tanda abnormalitas pada payudara. Demonstrasi berjalan dengan baik dan mahasiswa sangat antusias untuk mempraktekan SADARI. Gambar 3: Demonstrasi SADARI (Sumber: Penulis 2. Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) Vol. November, 2025 DOI : 10. 51213/jmm. Gambar 4. Demonstrasi SADARI (Sumber: Penulis 2. Kegiatan IV: Evaluasi Evaluasi Tahap terakhir dari kegiatan pengabdian ini adalah tahap evaluasi. Tahap evaluasi untuk mengetahui tentang sejauh mana siswi memahami terkait kesehatan remaja. Tahap ini dilakukan dengan memberikan posttest kepada remaja dan menanyakan tentang kesehatan reproduksi yang sudah di diskusikan. Tabel 3. Post Test Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja Sumber: Data Primer, 2025 Tingkat Pengetahuan Jumlah Persentasi (%) Baik Cukup Kurang Jumlah Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa, tingkat pengetahuan siswi setelah diberikan penyuluhan yaitu mengalami peningkatan kategori baik menajdi 32 siswi . %), dan pengetahuan cukup sejumlah 9 siswa . %) dan tidak ada yang berpengetahuan kurang. Dari hasil evaluasi didapatkan hasil bahwa semua remaja mempunyai pengetahuan yang baik megenai kesehatan reproduksi setelah mengikuti Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) Vol. November, 2025 DOI : 10. 51213/jmm. Gambar 5. Evaluasi (Post Tes. (Sumber: Penulis 2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat disimpulkan edukasi Kesehatan reproduksi di SMAN 1 Kasihan Bantul berhasil meningkatkan pengetahuan siswa terhadap Kesehatan reproduksi remaja. Hal ini terlihat dari hasil pre test sebelumedukasi Dimana Sebagian besar siswa mempunyai Tingkat pengetahuan kurang sejumlah 13 siswa . 7%, berpengetahuan cukup 20 siswa . 8%), berpengetahuan kurang 8 siswa . 5%). Setelah penyuluhan terjadi perubahan pengetahuan yang cukup signifikan yaitu tidak ada mahsiswa yang berpengetahuan kurang, pengetahuan cukup 8 . %) dan pengetahuan baik 32 siswa . %). Selain itu siswa di SMAN 1 Kasihan Bantul sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini terbukti dengan siswa memperhatikan penjelasan dan aktif bertanya selama sesi diskusi. DAFTAR PUSTAKA