Pemaknaan Permainan Rakyat Pada Ritual Kematian Rambu SoloAo Di Kampung Adat KeAoTeAo KesuAo Kabupaten Toraja Utara Provinsi Sulawesi Selatan Pemaknaan Permainan Rakyat Pada Ritual Kematian Rambu SoloAo Di Kampung Adat KeAoTeAo KesuAo Kabupaten Toraja Utara Provinsi Sulawesi Selatan Iip Sarip Hidayana. Rufus Goang Swaradesy Program Studi Antropologi Budaya. Fakultas Budaya dan Media. Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung No. Hp 081221004455. E-mail: Jalan Buah Batu no 212. Kota Bandung ABSTRACT ndigenous peoples are one of the community groups that are still strong in maintaining the traditional value system in various aspects of life. Indigenous peoples have a peculiarity of cultural values. One of these peculiarities can be found in the indigenous peoples of KeteAoKesuAo North Toraja in the diversity of traditional games. The traditional game was born from the ritual ceremony of indigenous peoples as an effort to cultivate character for the community. The Purpose of this research is to describe the traditional games of KeAoteAo KesuAo and their characters values. This research is qualitatively descriptive. Data collection by direct observation to the field and conducting interviews of indigenous leaders and members of the KeteAoKesu community. The data obtained was then analyzed using bronislaw MalinowskiAos functionalism theory paradigm. The results are there are several traditional games in KeAoteAo KesuAo namely Kalungkung tedong. Mapasilaga tedong. MaAoTimba. PalokAo, and PaliAo. The meaning of the values of traditional games in KeAoteAo KesuAo can be used to strengthen the characters of the society. Keywords: Indigenous People. Traditional Games Of KeteAoKesuAo. Malinowski Functionalism Theory. ABSTRAK Masyarakat adat merupakan salah satu kelompok masyarakat yang masih kuat menjaga sistem nilai tradisional dalam berbagai aspek kehidupan. Hal tersebut menjadikan masyarakat adat memiliki kekhasan nilai Aenilai budaya. Salah satu kekhasan tersebut dapat ditemukan di masyarakat adat KeteAoKesuAo Toraja Utara dalam keragaman permainan rakyat. Permainan rakyat lahir dari upacara ritual masyarakat adat sebagai upaya penanaman karakter bagi Tujuan penelitian ini adalah untuk menginventarisasi permainan rakyat yang ada di masyarakat adat KeteAo KesuAo untuk selanjutnya dicari makna nilai yang terkandung dalam permainan rakyat tersebut. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan langsung ke lapangan dan melakukan wawancara tokoh adat dan anggota masyarakat KeteAoKesuAo. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan paradigma teori fungsionalisme Bronislaw Malinowski. Hasil dari penelitian ini ditemukan adanya sejumlah permainan rakyat di KeteAo KesuAo yakni Kalungkung tedong. Mapasilaga tedong. MaAoTimba. PalokAo, dan PaliAo. Adapun makna dari permainan rakyat yang ada di masyarakat adat KeAoteAo KesuAo tersebut dapat digunakan untuk penguatan nilai-nilai karakter di masyarakat. Kata Kunci: Masyarakat Adat. Permainan Rakyat KeteAoKesuAo. Teori Fungsionalisme Malinoswki Jurnal Panggung V31/N2/06/2021 Iip Sarip Hidayana. Rufus Goang Swaradesy PENDAHULUAN Masyarakat Kecamatan KesuAo Toraja. Ritual kematian Rambu SoloAo, merupakan salah satu masyarakat yang kental dengan upacara kematian suku Toraja yang bertujuan sistem kekerabatan serta sangat kokoh dalam untuk menghormati dan menghantarkan arwah orang yang meninggal menuju alam diwariskan oleh nenek moyang. Sebelum roh, yaitu kembali kepada keabadian bersama masyarakat Toraja mengenal agama Kristen, para leluhur mereka di tempat peristirahatan Islam, dan Hindu Toraja (Alukt. , masyarakat terakhir yang di sebut Puya. Dalam Bahasa adat Toraja memiliki kepercayaan lama yang Toraja. Rambu berarti asap dan SoloAo berarti disebut Aluk Todolo, yaitu agama para leluhur Rambu SoloAo merupakan salah satu ritual Toraja. Kepercayaan ini masih dianut oleh yang melengkapi siklus hidup masyarakat adat sebagian masyarakat Toraja saat ini yang di Toraja. Rangkaian upacara dilaksanakan meskipun sudah menjadi penganut Agama selama beberapa hari dengan puncak ritual Kristen. Islam, dan Hindu, namun masih dilaksanakan saat matahari mulai condong mengikatkan dirinya dengan paham-paham ke Barat dan biasanya membutuhkan waktu tradisional suku Toraja (Ismail, 2. sekitar 2 atau 3 hari. Ritual dilakukan di Toraja Salam . menjelaskan bahwa Aluk atas tebing di ketinggian bukit batu, karena todolo dikirim oleh pencipta (Puang Matu. ke menurut kepercayaan Aluk todolo, semakin manusia pertama yang bernama Datu La Ukku tinggi tempat jenasah diletakkan, maka yang hidup di langit. Datu La Ukku ini akan semakin cepat pula rohnya sampai di Puya. menurunkan keturanan bernama Pong Mula Meskipun masyarakat Toraja telah menganut Tau yang menjadi manusia pertama di bumi agama Kristen. Islam dan Hindu, aktivitas untuk menyebarkan Aluk todolo ini. Dengan ritual Aluk Todolo sebagai warisan leluhur tetap kata lain. Aluk dimulai dari langit . lam ata. dilaksanakan secara turun-temurun. Beberapa di kalangan dewa-dewa lalu turun ke dalam ritual yang terkait Aluk Todolo, di antaranya kehidupan orang Toraja. Sistem kepercayaan upacara Rambu SoloAo. Rambu TukaAo. Mangrara tradisional masyarakat Toraja sampai saat Banua, dan ritual lainnya. Dalam pelaksanaan ini masih dipegang kuat oleh kebanyakan orang Toraja. Kokohnya pemahaman religi persembahan hewan kurban berupa kerbau, masyarakat Toraja, melahirkan laku adat dan babi, dan ayam yang disembelih sebagai budaya yang terkait dengan pemahaman Memahami Dari AuhidupAy budaya yang ada di Toraja, penulis menelusuri kepercayaan tradisional Toraja, tidak berakhir bentuk-bentuk permainan tradisional yang pada putusnya nyawa seseorang. Seseorang terkait dalam rangkaian upacara kematian Rambu SoloAo dan upacara syukuran lainnya dianggap hidup, sampai pada acara tertentu dalam upacara pemakaman, yakni acara KeteAo Jurnal Panggung V31/N2/06/2021 KesuAo Bonoran Pemaknaan Permainan Rakyat Pada Ritual Kematian Rambu SoloAo Di Kampung Adat KeAoTeAo KesuAo Kabupaten Toraja Utara Provinsi Sulawesi Selatan MaAopopennulu sauAo. Sebelum sampai pada acara oleh keluarga mendiang yang masih hidup ini, mendiang masih dianggap hidup. Oleh di dunia nyata ini. Dapat dikatakan bahwa karena itu, hidup di dunia ini diusahakan dalam sistem kepercayaan ini kesempurnaan supaya harmonis dengan sesama, lingkungan, perjalanan orang yang meninggal menuju hubungan dengan arwah leluhur dan bahkan tempat leluhur bersemayam ditentukan oleh berada dalam hubungan harmonis dengan media persembahan berupa hewan-hewan Puang Matua. yang menjadi syarat korban dalam ritual Salah satu hal yang penting dalam persembahan dari keluarga mendiang yang masih hidup. Oleh karenanya jumlah dan kualitas hewan korban baik kerbau maupun upacara setelah kematian yang sangat penting babi menjadi representasi ikhtiar terbaik dari karena keselamatan seseorang ditentukan keluarga yang berduka. Toraja oleh sempurna atau tidaknya rangkaian Begitu upacara kematian yang dilaksanakan oleh terutama kerbau dalam berbagai kebutuhan ritual, hewan ini memiliki posisi strategis Kekhidmatan dan kemeriahan yang terjadi dalam perspektif kebudayaan masyarakat pada upacara kematian, dan persembahan Toraja. Hasil wawancara dengan ketua adat hewan-hewan KeAoteAo Kesu. Layuk Sarungalo menuturkan dipercaya akan mengantarkan arwah yang bahwa untuk mendekatkan makna budaya, mati dalam memasuki dunia atas dan akan menentukan kedudukan arwah di Puya. Puya generasi penerus di masyarakat adat KeAoteAo itu dimaksudkan sebagai tempat sementara KesuAo. Tetua adat menanamkan makna nilai bagi jiwa manusia keluar dari jasadnya, untuk budaya tersebut melalui permainan rakyat selanjutnya menuju ke asal-muasal nenek Kalungkung Tedong dan Mapasilaga Tedong. moyang manusia, yakni langit. Kalungkung Tedong merupakan permainan anak-anak Todolo, rakyat tradisional di masyarakat KeAoteAo KesuAo keselamatan berkaitan dengan apa yang yang menggunakan media bagian ujung disebut Membali Puang, artinya setelah kaki kerbau (Tedon. sebagai bahan utama jenazah seseorang dimasukkan ke dalam liang kubur, maka jiwa manusia akan Tedong merupakan adu ketangkasan kerbau beralih menuju Puya. Puya hanyalah terminal yang dikomandoi oleh anak remaja sebagai sementara bagi jiwa, karena selanjutnya jiwa juru adu kerbau. Dalam Aluk Mapasilaga menuju ke tempat para arwah nenek moyang Dalam aspek penanaman nilai kesadaran manusia, yakni di langit tempat Puang Matua ekologis akan pentingnya tanaman-tanaman dan dewata lain bersemayam. Keluarnya jiwa tertentu, seperti bambu, kayu tertentu dan seseorang dari puya ini, tidak ditentukan oleh pohon- pohon yang dipergunakan masyarakat jiwa yang meninggal, melainkan ditentukan Jurnal Panggung V31/N2/06/2021 Iip Sarip Hidayana. Rufus Goang Swaradesy beberapa permainan di antaranya MaAoTimba. Menurut Bronislaw Malinowski ada Palok dan PaliAo dijadikan media penanda istilah yang disebut cultural determinism (Malinowski, 1944: . Cultural determinism Sehingga dalam konteks pewarisan budaya, adalah segala sesuatu yang terdapat di permainan tradisional tersebut menjadi upaya dalam masyarakat ditentukan adanya oleh yang paling mudah dan tidak terasa masuk kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat sejak dini di relung anak-anak dan generasi Malinowski menjelaskan bahwa penerus di Toraja. kebudayaan sebagai sesuatu yang super tanaman-tanaman Terkait dengan hal tersebut, berbagai organic karena kebudayaan yang turun- aktivitas yang dilakukan masyarakat adat temurun dari generasi ke generasi tetap hidup terus, walaupun orang-orang yang menjadi membentuk jenis permainan yang hidup pada anggota masyarakat senantiasa silih berganti masyarakat adat tersebut. Aktivitas upacara disebabkan kematian dan kelahiran. Seperti ritual, bertani, dan mengisi waktu luang yang dicontohkan oleh Malinowski tentang dapat memantik bentuk-bentuk permainan orang-orang Melanesia: ruang-ruang Hal itu pula yang menjadi bagian tak terpisahkan dari konsep budaya dan sistem nilai masyarakat adat KeAoteAo KesuAo. Oleh karena itu, sangat penting untuk menggali kembali berbagai aktivitas permainan yang menjadi kekhasan kampung adat KeAoteAo KesuAo. Landasan Teori Tradisi merupakan warisan dari orang terdahulu untuk dilanjutkan ke generasi AuA kekuatan kebiasaan, kekaguman sentimental dan keinginan untuk memuaskan opini publik . emua digabungkan untuk membuat suatu adat ditaati demi kepentingan pribadiA salah satu yang memperlakukan itu adalah Melanesia yang memebrikan rasa hormat terhadap adat suku dan tradisi seperti ituA semua aturan sukunya, sepele ataupun penting, menyenangkan atau menjengkelkan, moral atau utilitarian, diyakini dengan penuh penghormatan dan merasa wajibAdan itu dapat diistilahkan sebagai dogma otomatisAy (Malinowski, 1944: 52, 64, . selanjutnya supaya nilai-nilai yang ada dalam tradisi tersebut tidak terlupakan sepanjang Konsep cultural determinism ini menjadi Dalam budaya tradisional, masa lalu dasar diperkenalkannya teori fungsionalisme sangat dihormati dan simbol-simbol yang Malinowski. Konsep fungsionalis Malinowski ada sangat dihargai. Tradisi adalah cara menjelaskan bahwa kebudayaan merupakan salah satu kebutuhan manusia selain kebutuhan reflektif dengan penataan ruang dan waktu biologis dan psikologis. Ada tiga tingkatan dalam komunitas. tradisi tersebut sangat yang harus terekayasa dalam kebudayaan kebudayaan masyarakat setempat. kebutuhan biologis, seperti kebutuhan akan pangan dan prokreasi. kebudayaan harus Jurnal Panggung V31/N2/06/2021 Pemaknaan Permainan Rakyat Pada Ritual Kematian Rambu SoloAo Di Kampung Adat KeAoTeAo KesuAo Kabupaten Toraja Utara Provinsi Sulawesi Selatan memenuhi kebutuhan instrumental, seperti yang disertai dengan gerak isyarat. Folklor kebutuhan akan hukum dan Pendidikan. memiliki ciri-ciri khusus (Danandjaja, 2. kebudayaan harus memenuhi kebutuhan antara lain: integratif, seperti agama dan kesenian. Penyebaran Konsep Malinowski generasi bersifat lisan tersebut diperkuat dengan tingkatan abstraksi Folklor bersifat tradisional yang berarti fungsi aspek kebudayaan yang dijelaskan bahwa penyebarannya relatif tetap dan sebagai berikut: . saling keterkaitannya secara biasanya secara kolektif dalam waktu otomatis, pengaruh dan efeknya terhadap sedikitnya dua generasi. aspek lainnya. konsep oleh masyarakat Folklor yang bersangkutan. unsur-unsur dalam kehidupan sosial masyarakat yang terintegrasi Perubahan hanya pada bagian luarnya secara fungsional. esensi atau inti dari saja sedangkan dasarnya tetap bertahan. kegiatan/ aktivitas tersebut tak lain adalah Folklor bersifat anonim . enciptanya berfungsi untuk pemenuhan kebutuhan dasar AubiologisAy manusia. sudah tidak diketahui lag. Folklor biasanya memiliki rumus atau Melalui tingkatan abstraksi tersebut pola tertentu Malinowski bermaksud mempertegas inti Folklor mempunyai kegunaan yang dari teorinya dengan mengasumsikan bahwa bersifat kolektif . anfaat bisa dirasakan Bersam. dalam unsur-unsur kebudayaan sebenarnya Folklor menjadi milik bersama Folklor biasanya bersifat polos dan lugu. rangkaian dari sejumlah kebutuhan naluri makhluk manusia yang berhubungan dengan seluruh kehidupannya. Dengan demikian, folklor sebagai bagian dari kebudayaan dapat bermacam-macam Salah satu pengejawantahan dari unsur bentuk seperti ujaran rakyat, ungkapan kebudayaan dapat terlihat dari bentuk- tradisional . eka-teki, peribahasa, cerita baik bentuk budaya yang ada di masyarakat berbentuk mitos, legenda, dongen. , nyanyian salah satunya permainan rakyat. Permainan rakyat berkembang dari generasi ke generasi kepercayaan rakyat, hingga permainan rakyat. selanjutnya melalui warisan lisan (Rusyana. Permainan rakyat merupakan permainan Cerita lisan sebagai bagian dari folklor yang dimainkan secara natural tanpa bantuan merupakan persediaan cerita yang telah lama orang dewasa seperti guru maupun orang hidup dalam tradisi suatu masyarakat. Anak-anak bermain begitu saja tanpa Folklor adalah kebudayaan kolektif yang direncanakan jauh-jauh hari sebelumnya. tersebar dan diwariskan turun-temurun baik Permainan rakyat dapat dilakukan berdasarkan dalam wujud lisan, maupun berwujud contoh gerak tubuh seperti berlari dan melompat. Jurnal Panggung V31/N2/06/2021 Iip Sarip Hidayana. Rufus Goang Swaradesy atau berdasarkan keadaan AuluckyAy seperti sebuah pola kebudayaan masyarakat KeAoteAo contohnya bermain dadu, atau berdasarkan KesuAo yang apabila tidak dilestarikan akan banyak makna yang hilang. tangan seperti permainan menghitung atau melempar batu menuju sasaran tertentu, atau berdasarkan kegiatan sosial sederhana seperti METODE kejar-kejaran, . Pengumpulan data sembunyi-sembunyian, berkelahi-kelahian. Menurut (Nurmahanani. Penelitian 2. , jenis-jenis permainan rakyat dapat Metode yang digunakan dalam memberikan dampak positif antara lain: . pengumpulan data, berupa observasi atau mengembangkan potensi kecerdasan jamak pengamatan langsung ke lapangan untuk antara lain kecerdasan linguistik, kecerdasan mengamati berbagai aktivitas masyarakat adat logika, kecerdasan visual-spasial, kecerdasan untuk menemukan bentuk-bentuk permainan kinestik tubuh, kecerdasan musik, hingga tersebut serta dan mewawancarai sejumlah kecerdasan interpersonal. mengembangkan tokoh adat dan anggota masyarakat lainnya sisi emosional anak karena anak-anak dapat yang masih memeprtahankan dan memegang teguh adat dan nilai-nilai tradisi setempat tertawa, dan bergerak. Permainan warisan leluhurnya. Penentuan KeAoteAo KesuAo merupakan bagian yang tak dilakukan menggunakan teknik sampling Permainan rakyat menjadi salah purposeful yakni langsung tertuju kepada satu media penanaman nilai- nilai budaya yang orang yang paham tentang topik penelitian melekatkan makna nilai filosofis yang dianut (Creswell, 2. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terstruktur dalam tulisan ini mengacu pada aktivitas menggunakan daftar pertanyaan terbuka. menyenangkan yang dilakukan masyarakat Pertanyaan berkaitan dengan upacara Rambu SoloAo, makna upacara Rambu SoloAo, permainan lokal pada generasi penerusnya. Dengan rakyat di KeAoteAo KesuAo, cara bermain serta demikian, aktivitas bermain itu menjadi luas makna permainannya. Tidak hanya aktivitas anak-anak, . Lokasi Penelitian Konsep tetapi juga aktivitas orang dewasa. Tidak Lokasi dalam penelitian ini berada hanya aktivitas mengisi waktu luang, tetapi di wilayah adat KeteAo KesuAo, khususnya di juga aktivitas menyenangkan dalam kegiatan- kampung Bonoran, kelurahan PantaAonakan kegiatan lain, termasuk di dalamnya dalam Lolo Kecamatan KesuAo Kabupaten Toraja penyelenggaraan yang terkait dengan tradisi Utara dan mengikuti rangkaian upacara ritual tertentu. Sesuai teori Malinowski di atas Rambu SoloAo di Desa SaAodan Toraja. bahwa permainan rakyat ini mencerminkan . Pengolahan dan Analisis Data Jurnal Panggung V31/N2/06/2021 Pemaknaan Permainan Rakyat Pada Ritual Kematian Rambu SoloAo Di Kampung Adat KeAoTeAo KesuAo Kabupaten Toraja Utara Provinsi Sulawesi Selatan Data yang sudah terkumpul kemudian wisata keAoteAo KesuAo di antaranya berprofesi sebagai pemandu wisata, penjual souvenir, pengrajin dan pedagang kuliner. Selanjutnya, disusun analisis Menurut informasi dari ketua adat pemaknaan sistem budaya dari permainan KeAoteAo Kesu. Layuk Sarunggalo bahwa pada bagi masyarakat tersebut menggunakan teori mulanya KeAoteAo KesuAo bernama KeAosuAo, namun fungsionalisme Malinowski. pada abad ke 20 tepatnya pada tahun 1983 nama KeAosuAo berubah menjadi KeAoteAo KesuAo. Nama KeAoteAo KesuAo memiliki makna tersendiri HASIL DAN PEMBAHASAN dengan keberadaannya sebagai salah satu Situasi Sosial Budaya Masyarakat adat wilayah di kabupaten Toraja Utara. Kata KeAoteAo KeAoteAo KesuAo memiliki arti Pageangan, sedangkan kata KesuAo Pelapisan masyarakat Toraja dikenal merupakan kepanjangan dari Kaesungan, adanya pelapisan sosial masyarakat yang disebut dengan Tana . yang berpengaruh tahta, kedudukan atau singgasana. Secara terhadap perkembangan masyarakat dan utuh KeAoteAo Kesu menurut pendapat Layuk kebudayaan di Toraja. Hal tersebut juga Sarungalo adalah pemegang kekuasaan. berlaku di masyarakat adat KeAoteAo KesuAo. Sebagai Toraja Pelapisan sosial membedakan masyarakat KeAoteAo KesuAo dapat dikatergorikan sebagai atas empat golongan masyarakat, yaitu. TanaAo perkampungan adat karena dalam pola Bulaan. TanaAoBassi. TanaAo Karurunge dan Tana KuaAo-KuaAo. Ke empat golongan lapisan sosial komponen penting diantaranya. Tongkonan, masyarakat tersebut, merupakan dasar yang Alang SuraAo (Lumbung pad. Rante . empat dijadikan pedoman dalam berbagai aktivitas Kehidupan . empat Toraja terutama dalam konteks interaksi maya. , dan areal pertanian. Tongkonan KesuAo yang terletak ke tiga dari Timur merupakan berbagai upacara ritual. Baik dalam upacara tongkonan tertua yang terdapat di desa adat syukuran maupun kedukaan dan juga dalam KeAoteAo KesuAo kampung Bonoran kecamatan hal pengangkatan ketua dan pengurus adat KesuAo. Menurut wakil ketua adat, bapak (Tangdilintin, 1. Tinting Mata Tongkonan KesuAo Puang Ri KesuAo, nenek moyang masyarakat kelurahan PantaAonakan Lolo kecamatan KesuAo adat KeAoteAo KesuAo berasal dari langit, yang sebagian besar berprofesi sebagai petani dan Dengan penetapan desa adat KeAoteAo KesuAo sebagai desa wisata melengkapi berbagai PaAobeneAo selanjutnya menyelenggarakan acara mata pencaharian penduduk di sekitar objek ritual Mangarara Banua. Dengan demikian . PaAobeneAo. Jurnal Panggung V31/N2/06/2021 Iip Sarip Hidayana. Rufus Goang Swaradesy menjadikan tongkonan bagi keturunannya. adat KeAoteAo KesuAo. Ritual dimaksud adalah Menurut silsilah nenek moyang mereka ritual kedukaan Rambu SoloAo yang kami ikuti berasal di keluarga Puang yang bergelar rangkaian upacaranya. Secara AmbeAo. tradisional khas yang berada di kampung adat Gambaran Umum Permainan Masyarakat Adat KeAoteAo KesuAo Rakyat KeAoteAo KesuAo mayoritas sudah sangat jarang ditemukan dalam aktivitas kehidupan anakanak dan masyarakat dewasa ini. Namun Pemaknaannya Sebagaimana para orang tua masih sangat ingat mengenai Adat permainan-permainan zaman dahulu yang KeAoteAo KesuAo dan masyarakat Toraja terdapat mengiringi rangkaian ritual syukuran (Rambu kearifan lokal nusantara. (Heriyawati et al. Tuk. maupun ritual kedukaan (Rambu SoloA. , menjelaskan bahwa kearifan lokal Mengenai permainan rakyat tradisional yang adalah suatu kejeniusan adat yang berasal masih cukup popular dan masih dimainkan dari budaya setempat. Hal ini diperkuat hingga hari ini di Toraja, di antaranya Sisemba dengan penjelasan dari (Saleh, 2. bahwa merupakan olahraga tradisional yang telah kearifan lokal di suatu daerah merupakan ciri dilaksanakan oleh masyarakat Toraja sejak khas daerah setempat dan termanifestasikan Bahkan diduga kuat, olahraga sisemba dalam bentuk-bentuk budaya salah satunya permainan rakyat tradisional. Di berbagai pertama dalam mitologi Toraja. Sisemba dalam bahasa Toraja berarti saling menendang kaki memiliki sejumlah permainan, baik yang biasanya dilakukan sebagai bagian dari ritual masih dimainkan oleh masyarakat maupun syukuran (Rambu tuk. dan ritual kematian permainan yang hanya tinggal namanya saja (Rambu soloA. Permainan ini dimaksudkan yang masih diingat oleh sesepuh masyarakat, sebagai sarana hiburan setelah acara ritual sedangkan bentuknya sudah jarang ditemukan selesai dilakukan. Sisemba dilakukan dengan dan dimainkan oleh generasi dewasa ini. tiga cara, . simanuk atau satu lawan satu, . Aktivitas bermain itu merupakan aktivitas siduanan, dua lawan dua, dan . sikambanan, yang tak dapat dipisahkan dalam keseharian kelompok lawan kelompok. Sisemba biasanya mereka terutama berhubungan aktivitas yang tidak dapat dilepaskan dari sistem sosial yang terlibat di dalamnya adalah pemuda budaya masyarakat. dan lelaki dewasa. Permainan dimulai oleh Peserta kaum muda . ermasuk anak-anak keci. dipaparkan pada penelitian ini merupakan dengan saling menendang satu sama lain, permainan yang berada di kampung adat kemudian lelaki dewasa turut serta terlibat KeAoteAo KesuAo dan khususnya yang terkait dalam permainan saling menendang. Unsur dengan salah satu ritual di masyarakat utama dalam permainan sisemba adalah kaki Permainan Jurnal Panggung V31/N2/06/2021 Pemaknaan Permainan Rakyat Pada Ritual Kematian Rambu SoloAo Di Kampung Adat KeAoTeAo KesuAo Kabupaten Toraja Utara Provinsi Sulawesi Selatan karena itu dilarang menggunakan tangan Permainan Rakyat Tradisional Masyarakat untuk memukul. Ketika salah seorang jatuh. Adat KeAoteAo KesuAo ia tidak boleh ditendang sampai ia kembali Kalungkung Tedong Dalam permainan ini kadang-kadang . Bentuk Permainan berlangsung keras hingga terjadi patah tulang Permainan Kalungkung Tedong . ahkan dulu kadang-kadang bisa terbunu. , merupakan permainan rakyat yang terdapat tetapi kecelakaan itu diterima sebagai resiko di kampung adat KeAoteAo KesuAo. Permainan permainan bukan sebagai bibit permusuhan. ini menjadi permainan khas yang dimiliki Makna masyarakat adat KeAoteAo KesuAo, mengingat permainan sisemba adalah persaudaraan dan sangat jarang kita temukan permainan seperti kemampuan menerima resiko hidup sekeras ini di luar Toraja. Permainan ini biasa dilakukan pada Permainan Kalungkung Tedong akhir Juni hingga awal Agustus karena saat menggunakan bahan dasar dari bagian ujung itu masyarakat Toraja biasanya panen padi. kaki kerbau (Tedon. yang diberi tali pengikat Di desa adat KeAoteAo KesuAo kelurahan di ujung AosepatuAo kerbau menggunakan PantaAonakan Lolo, permainan khas yang tali dengan panjang kurang lebih 1 sampai dapat kami inventarisir sekurang-kurangnya 2 meter. Dahulu tali yang dipergunakan ada empat permainan yang memiliki makna menggunakan tali dari kulit kayu pohon Waru nilai yang terkait dengan ritual di masyarakat (Hibiscus Tiliareu. Permainan ini sangat khas Empat permainan sudah sangat jarang karena harus mengandalkan ketersediaan dimainkan, bahkan ketika kami melaksanakan bahan dasar dari kaki kerbau yang baru penelitian ini, anak-anak di desa adat ini tidak disembelih dalam rangkaian upacara Rambu mengetahui jenis dan bentuk permainannya. soloAo atau Rambu Tuka. Permainan ini biasa Penulis dilaksanakan selama dua sampai tiga hari penjelasan ketua adat Layuk Sarunggalo. setelah mendapatkan bahan kaki kerbau Empat permainan yang sudah sangat langka yang sudah disembelih, selanjutnya karena tersebut adalah permainan Kalungkung Tedong, masih mengandung unsur daging yang tidak MaAoTimba. Palok dan PaliAo sedangkan satu diawetkan, jika lebih dari tiga hari maka akan permainan yang terkait olahraga tradisional mengeluarkan bau yang tidak sedap. masyarakat yaitu Mapasilaga Tedong atau adu Permainan Kalungkung Tedong kerbau, yang masih aktif dilaksanakan oleh sangat mudah dimainkan, biasanya secara perorangan, tetapi mendapat suporter tiap kelompok tanding. Permainan Kalungkung Tedong ujung kaki kerbau yang sudah di tali, selanjutnya karena ada beberapa kelompok Kalungkung Jurnal Panggung V31/N2/06/2021 Iip Sarip Hidayana. Rufus Goang Swaradesy . Cara bermain Kalungkung Permainan Tedong dimainkan oleh satu orang dari tiap kelompok yang berbeda. Tiap kelompok memberi nama jagoan dari Kalungkung Tedong yang menjadi Permainan ini diawali dengan masing-masing Gambar 1. Anak-anak bermain Kalungkung Tedong (Sumber: Tim Ekspedisi Pataka KeAoteAo KesuAo 2. Kalungkung Tedong satu sama lainnya. Saling . riuhnya para pendukung masing-masing membenturkan ujung AosepatuAo bagian kaki Kemudian Pemain Kalungkung kerbau tersebut ke kelompok lain dengan Tedong dukungan teriakan penyemangat masing- sehingga mengenai bagian tali, selanjutnya masing kelompok. Ketika beradu kuat, tali mulai tarik-menarik bagian tali antara pemain yang ditarik oleh tangan salah seorang dari Kalungkung Tedong yang beradu kuat. Pemain masing-masing kelompok. Permainan ini yang dinyatakan sebagai pemenang adalah selain mengandalkan kekuatan bahan tali yang pemain yang bisa memutus tali lawannya dipergunakan, tentu mengandalkan kekuatan Permainan permainan Kalungkung Tedong dapat diberi Kalungkung Tedong juga harus mengunakan penghargaan dengan cara aneka hukuman strategi yaitu mencari cara di bagian mana hiburan, misalnya menggendong pemenang mengaitkan Kalungkung Tedong agar bisa tanding dalam permainan tersebut. Tedong, masing-masing Pemain memutus tali lawan dengan tepat sasaran. Permainan Kalungkung Tedong dimainkan secara turun-temurun, karena MaAo Timba . Bentuk Permainan permainan ini sudah dilakukan sejak kurun MaAo timba merupakan istilah untuk waktu yang lama. Permainan ini dapat permainan tradisional yang menggunakan dilaksanakan setelah mendapatkan bahan bilahan bambu (Bambusea. dengan ukuran dari kerbau-kerbau yang disembelih dalam panjang kurang lebih 10 cm, sebesar lidi dari rangkaian upacara Rambu soloAo atau Rambu pohon enau (Arenga Pinnat. Jumlah bilahan Tuka. Tali Kalungkung Tedong memiliki ragam antara 20 sampai dengan 30 buah. Bilahan bahan yang dipergunakan yang berbeda-beda bambu disimpan di telapak tangan bagian dari jenis kulit kayu yang memiliki kelenturan dalam, selanjutnya pemainnya memindahkan dan kekuatan. Kekuatan tali akan sangat ke bagian atas telapak tangan dan puncaknya bergantung dari teknik pengolahan dan dari bagian atas telapak tangan dinaikan penanganan cara-cara membuat tali dari kulit ke atas dan diambil sesuai kemampuan kayu pohon waru (Hibiscus Tiliare. menangkap bilahan bambu tersebut. Jurnal Panggung V31/N2/06/2021 Pemaknaan Permainan Rakyat Pada Ritual Kematian Rambu SoloAo Di Kampung Adat KeAoTeAo KesuAo Kabupaten Toraja Utara Provinsi Sulawesi Selatan PalokAo . Bentuk Permainan Permainan PalokAo merupakan permainan konsentrasi memasukan buah Palok. Tanaman Palok merupakan tanaman endemik di Toraja yang memiliki kayu sangat kuat dan banyak Gambar 2. Anak-anak sedang bermain MaAoTimba (Sumber: Tim Ekspedisi Pataka KeAoteAo KesuAo 2. dipergunakan untuk membuat bangunan adat (Tongkona. Tanaman Palok mirip dengan tanaman rempah, seperti Pala (Myristica didapat oleh pemain selanjutnya dihitung Fragran. yang buahnya dipergunakan sebagai menggunakan bahasa asli Toraja. Permainan bahan permainan untuk di gelindingkan dari ini terbilang populer dan dapat ditemukan jarak tertentu menuju lobang yang sudah di berbagai wilayah di nusantara dengan di tentukan dan diberi penanda dengan bahan yang dipergunakan dari batu, biji- daun tanaman Hanjuang (Cordylin. Siapa bijian, dan bahan lainnya. Di masyarakat yang paling tepat dan cepat memasukkan Sunda, permainan ini bernama Encrak dengan menuju lubang sasaran dialah pemenangnya. menggunakan bahan batu-batu kecil sebesar Permainan seperti ini merupakan permainan tradisional yang banyak kita temukan di Berapakah nusantara dengan menggunakan media lain seperti kelereng, batu kapur yang dibentuk . Cara Permainan Cara memainkan permainan MaAoTimba Pemain bulat dan lain sebagainya dengan penyebutan yang berbeda-beda di disetiap tempatnya. tama menyimpan bilahan kayu di bagian Pada dalam telapak tangan, selanjutnya diangkat, permainan ini menggunakan bola bundar, dipindahkan ke bagian punggung telapak besarnya diatas besara kelereng. Permainan Berapakah bilahan yang tertinggal di tahap kedua ini yang selanjutnya bilahan umumnya dimaninkan oleh anak laki-laki, bambu diangkat dan ditangkap dengan cara bisa dimainkan oleh dua orang atau bisa juga yang berbeda untuk menangkap yang tersisa. Jawa Golotokan. Barat Permainan PalokAo Pemenang permainan ini adalah yang paling . Cara Permainan bilahan bambu. Permainan ini dilakukan Cara memainkan permainan ini dimulai di bagian bawah Alang Pare atau lumbung dengan membuat dua lobang yang ber jejer di area tongkonan. Permainan ini dapat sedalam kurang lebih 3 cm. Lobang paling dimainkan bersama-sama atau sendiri. depan ditandai dengan penancapan daun dari pohon hanjuang sebagai penanda kalang Selanjutnya menggambar garis Jurnal Panggung V31/N2/06/2021 Iip Sarip Hidayana. Rufus Goang Swaradesy sama dengan permainan Gasing di nusantara. Perbedaan nama dan bentuk adalah pembeda di tiap daerah. Gasing merupakan sebutan permainan ini di daerah Jakarta. Di beberapa daerah lain antara lain, begasing di Kalimantan Timur, apiong di Maluku. Piong di Sulawesi Utara, manggasing di Sulawesi Selatan, dan Panggal di Jawa Barat. Gambar 3. Anak-anak bermain Palok (Sumber: Tim Ekspedisi Pataka KeAoteAo KesuAo 2. Permainan PaliAo ini sangat unik karena untuk titik bidik dari buah Palok melintang harus mengandalkan kekuatan tangan untuk memutar tangkai yang ditancapkan pada buah PaliAo yang dijadikan bahan utama permainan Para pemain berjejer pada garis start Tidak mudah mengawali permainan yang sudah dibuat tersebut, untuk memulai ini, dibutuhkan proses untuk membiasakan Langkah selanjutnya, pemain memutar buah Pali tersebut. akan menggelindingkan/menyentil buah Palok KeAoteAo KesuAo menuju lubang yang sudah ditandai dengan permainan PaliAo telah dimainkan secara daun pohon hanjuang. Pada umumnya setiap turun-temurun, karena permainan ini sudah pemain berkali-kali melakukan gelindingan dilakukan sejak kurun waktu yang lama. buah Palok menuju lubang sasaran. Permainan Pemain yang paling cepat dan tepat utamanya dilakukan oleh anak laki-laki. memasukan buah Palok pada lobang pertama dari dua lubang yang sudah ditentukan, . Cara bermain merupakan pemenang dari permainan ini. Cara PaliAo Jika pemain secara tidak sengaja buah Paloknya dimulai dengan membuat lingkaran area memasuki lubang ke dua, dari dua lubang . di lantai lumbung padi . lang sur. yang sudah dibuatkan, maka aturannya Selanjutnya para pemain mulai memainkan pemain tidak dapat melanjutkan permainan Pali dengan cara memutar tangkai yang dan harus diganti pemain berikutnya. terbuat dari bilahan bamboo yang sudah dibulatkan kecil sebesar penusuk sate. Para PaliAo pemain saling menghadap kalang bermain . Bentuk Permainan yang sudah diberi tanda. Untuk memulai Permainan PaliAo permainan tradisional kampung adat KeAoteAo menjadi wasit untuk memberi aba-aba dengan KesuAo yang menggunakan bahan buah Pali sebagai bahan utama yang dijadikan media selanjutnya, pemain akan segera memutarkan Permainan PaliAo ini hampir PaliAonya di area kalang permainan. Pada Jurnal Panggung V31/N2/06/2021 Toraja. Langkah Pemaknaan Permainan Rakyat Pada Ritual Kematian Rambu SoloAo Di Kampung Adat KeAoTeAo KesuAo Kabupaten Toraja Utara Provinsi Sulawesi Selatan Makna Permainan Rakyat dalam Ritual Rambu SoloAo pada Masyarakat Adat KeAoteAo KesuAo Dari dideskripsikan di bagian awal, kami akan permainan yang memiliki makna nilai dalam Gambar 4. Anak-anak bermain Pali (Sumber: Tim Ekspedisi Pataka KeAoteAo KesuAo 2. budaya masyarakat adat KeAoteAo KesuAo, sebagai hakekatnya permainan ini merupakan adu kecakapan para pemain untuk memutarkan Makna pada Permainan rakyat Kalungkung selama mungkin PaliAonya berputar di dalam Tedong dan Mapasilaga Tedong kalang permainan. Pemain yang paling lama Kajian makna nilai dari dari dua berputar tepat di dalam kalang permainan, permainan ini menggambarkan bagaimana itulah sebagai pemenang permainan ini. masyarakat adat Toraja ada umumnya atau masyarakat adat KeAoteAo Kesu pada khususnya. Maasilaga Tedong menitipkan pesan melalui permainan rakyat Mapasilaga Tedong merupakan tradisi agar generasi penerusnya terus memelihara, adu kerbau di masyarakat Toraja yang rutin merawat tradisi memelihara k e r b a u dilakukan pada saat upacara pemakaman Rambu SoloAo. Sebelum upacara adat di mulai, mengingat kedudukan hewan kerbau yang puluhan kerbau yang akan diadu dibariskan sangat penting pada konteks budaya, terutama di lapangan tempat upacara dilaksanakan. perang strategisnya dalam berbagai ritual. Dari beberapa kerbau yang diikut sertakan. Sehingga melalui permainan ini secara tidak terdapat satu jenis kerbau yang paling sering langsung masyarakat mulai dari usia dini diikutsertakan yakni Tedong Pudu. Kerbau ini ditanamkan kesadaran kultural mengenai memilki kulit hitam legam, mudah untuk di hewan kerbau ini. arahkan dalam pertandingan dan biasanya Hewan macam nilai-nilai baik nilai sosial dan budaya. Mapasilaga Tedong dimulai dengan Nilai sosial kerbau di Toraja antara lain: dua kerbau yang di bawa oleh masing-masing . Kerbau melambangkan kekayaan dan pendamping ke tengah lapangan, selanjutnya kerbau saling dihadap-hadapkan, selanjutnya Hampir semua keluarga yang tinggal kepalanya semakin mendekat dan akhirnya di Toraja pasti pernah membeli dan memiliki tanduk mulai beradu dorong satu sama Hal ini dikarenakan masyarakat Kerbau yang dinyatakan kalah adalah Toraja memandang kerbau sebagai lambang kerbau yang berlari dari arena pertandingan. kekayaan dan kemakmuran mereka. Beberapa Jurnal Panggung V31/N2/06/2021 Iip Sarip Hidayana. Rufus Goang Swaradesy sebagai tempat seseorang secara umum dalam masyarakatnya sehubungan dengan orang-orang lain, dalam arti lingkungan pergaulannya, prestisenya, dan hak-hak serta kewajiban kewajibannya. (Soekanto, 2. Bagi masyarakat Toraja pun kerbau merupakan hewan yang melambangkan kekayaan dan kemakmuran, sehingga seringkali kerbau Gambar 5. Dua kerbau sedang adu tanduk pada Mapasilaga Tedong (Sumber: Tim Ekspedisi Pataka KeAoteAo KesuAo 2. Toraja dijadikan patokan dalam menentukan status dan lapisan sosial masyarakat Toraja. BoAodo . menjelaskan bahwa banyak terdapat nilai-nilai budaya kerbau pada sekaya apapun harta yang dimiliki seseorang, masyarakat Toraja. Kerbau merupakan hewan semewah apapun rumah atau kendaraan yang tidak bisa dilepaskan dari adat-istiadat mereka itu tidak akan ada artinya jika mereka dan kebudayaan Toraja, fungsinya antara lain: tidak memiliki kerbau dengan nilai tinggi dan . Kerbau syarat dalam kegiatan adat menjadikannya persembahan dalam upacara masyarakat Toraja Secara garis besar upacara adat di . Kerbau sebagai kendaraan suci Tana Toraja terbagi menjadi Rambu Solo Salah satu alasan mengapa ternak kerbau dan Rambu TukaAo. Prosesi kedua upacara ini dijadikan sebagai salah satu persembahan berbeda namun ada kesamaannya yakni kedua dalam upacara kematian adalah karena upacara ini menggunkan kerbau sebagai salah masyarakat Toraja percaya bahwa kerbau satu syarat diadakannya upacara. Kerbau yang berasal dari surga. Pada zaman dahulu digunakan pun berbeda dari mulai jumlah, dipercaya nenek moyang pertama Toraja turun jenis, dan harganya, disesuaikan dengan ke Bumi menggunakan kerbau dari surga keperluan pada upacara. dan mendirikan Tongkonan atau rumah adat . Tradisi menggunakan ternak kerbau Hal inilah yang membuat masyarakat Tradisi Toraja Toraja percaya bahwa jika mereka mati pun, menggunakan kerbau sebagai alat utamanya kerbau lah yang akan mengantarkan mereka yaitu menggunakan kerbau sebagai alat tukar kembali ke surga. Mereka percaya semakin dan juga tradisi adu kerbau di Toraja. Tradisi bagus dan banyak kerbau yang mereka ini sudah berlangsung selama ratusan tahun sembelih maka mereka akan semakin cepat dan tetap tidak hilang karena perkembangan sampai ke surga (Puy. Kerbau sebagai tolak ukur dari kehidupan . Persepsi dan kepercayaan masyarakat sosial Toraja terhadap kerbau Kedudukan Jurnal Panggung V31/N2/06/2021 Begitupun dalam memandang kerbau. Pemaknaan Permainan Rakyat Pada Ritual Kematian Rambu SoloAo Di Kampung Adat KeAoTeAo KesuAo Kabupaten Toraja Utara Provinsi Sulawesi Selatan Toraja masing-masing. Selain memiliki strata dalam Kelurahan PantaAonakan Lolo Kecamatan KesuAo kabupaten Toraja Utara. status sosial, masyarakat Toraja pun memiliki Alam dan lingkungan adat di KeAoteAo strata tersendiri dalam memandang kerbau. Kesu serta karakter masyarakat adat di Toraja Kerbau memungkinkan munculnya jenis permainan memiliki daya serta keistimewaan tertentu rakyat yang khas KeAoteAo KesuAo. Pada masyarakat daripada hewan-hewan yang lainnya. KeAoteAo KesuAo permainan khas Kalungkung Tedong. MaAotimba. Makna pada Permainan MaAo Timba. Palok Palok dan PaliAo. Permainan rakyat tersebut dan PaliAo dapat dimodifikasi bukan hanya dalam rangka Bahan utama permainan MaAo Timba ini sebagai suatu rangkaian upacara adat Rambu adalah bambu, sedangkan permainan Palok SoloAo saja, tetapi dapat dikembangkan menjadi dan PaliAo menggunakan buah dari tanaman sebuah bentuk pertunjukan hiburan atau Palok dan Pali. Dari penjelasan ketua adat permainan dalam menyambut dan mengisi KeAoteAo KesuAo dalam wawancara tanggal 12 kegiatan kunjungan wisatawan yang datang Desember 2020 menuturkan bahwa melalui ke kampung adat KeAoteAo KesuAo. tiga permainan ini tetua adat menyimpan Permainan rakyat yang ada di masyarakat pesan melaui permainan rakyat ini, bahwa adat KeAoteAo KesuAo sudah menjadi salah satu pentingnya kesadaran masyarakat dalam kebutuhan budaya masyarakat KeAoteAoKesuAo. merawat tanaman bambu sebagai bahan utama Dengan upaya-upaya revitalisasi permainan atap pada tongkonan. Sedangkan pohon Palok tersebut dapat dijadikan sarana pewarisan yang memiliki kekuatan kayu terbaik yang dibutuhkan dalam pembuatan tiang-tiang permainannya sendiri bagi generasi muda bangunan adat. Sedangkan pohon Pali selain di lingkungan KeAoteAo KesuAo. Dengan ikhtiar kayunya banyak dipergunakan dalam rumah tersebut permainan-permainan yang memiliki tinggal masyarakat juga buahnya menjadi makna dan nilai budaya sangat tinggi akan salah satu yang dipergunakan dalam ramuan hidup, mengiringi kemeriahan anak-anak obat-obatan untuk masyarakat. bermain setiap generasi penerusnya. SIMPULAN *** Pada dasanya, setiap masyarakat adat di nusantara memiliki kekhasan dalam hal nilai dan sistem budaya yang dianut. Sistem melalui permainan rakyat, tak terkecuali di desa adat KeAoteAo KesuAo kampung Bonoran. Daftar Pustaka